Ripiu~:
alvianaasih . susanti: makasih, ini udah apdet, maaf kalo lama~
Vitakyu: Siwon emang jadi orang tua nak… -w- kalo masalah benih, di sini tersebar aura2nya lho~ hahah~ Changmin mah bukan laper lagi, tapi doyan -_-
Hibiki Kurenai: iyep, Jae hyung itu lemot kayak laptop gue yang kebanyakan di pake… #dor Yunho hyung terlalu usil, dan Seunghyun hyung dengan terlalu baiknya membiarkan mereka, muahaha~
Aoi Ko Mamoru: makasih~ :') oh, masalah pairnya ini ChangKyu.. hahaha :DDa
Kyunna: Annyeong~ makasih udah di review~
MyKyubee: perkataan Seunghyun hyung emang ambigu, tapi itu buat Jaejoong hyung kok~ :D kalo masalah Siwon sih, di sini bakal tau kok~ muaha~ kalo Changmin itu perut monster~
JennyChan: bisa di katakan begitu~ kalo masalah YunJae… lihat-lihat dulu yah… :/a
Disclaim: all chara punya tuhan di atas sana, cerita dan alurnya hanya milik saya dan beberapa bagian bukan. TWGOK punya Wakaki Tamiki sensei saya hanya mengambil judul saja.
Pair: ChangKyu slight SiBum
Warning: AU, Hugar (humor garing), BL, Genderswitch for some random people
Rate: T
.
.
"Hei, kemarin kau kemana saja, bocah sialan!" ucap Jaejoong dengan nada yang mengeras karena marah. Seunghyun di sampingnya sampai menggelengkan kepalanya, menutup mata tajamnya agar tak melihat apa yang sedang di lakukan Jaejoong saat ini.
Changmin, atau bisa dipanggil bocah sialan yang saat ini menjadi sasaran amarah Jaejoong tengah bersimpuh dengan kepala menunduk. Terlihat sangat takut dengan wajah garang yang di miliki oleh namja cantik itu. Sebenarnya wajah marah Jaejoong itu semenakutkan apa?
"Hei, kau mau diam sampai kapan? Atau kau mau kupukul dulu baru menjawab, eoh?" tanya Jaejoong, saat ini ia membawa sebuah pemukul bisbol kayu. Terlihat seperti preman, tapi Jaejoong memang ingin memperlihatkan dirinya saat marah, karena jarang ia perlihatkan, dan juga ia sedang bosan bersikap baik terus.
"Hy-Hyung… kumohon, jangan pukul aku. A-Aku kemarin berada di rumah Kyunie, ja-jadi, aku terlambat pulang kerumah." Changmin menjawab dengan terbata-bata. Oke, ini sangat menyeramkan untuknya, mungkin jika Kris ada di sini, namja blonde itu pasti akan mentertawakannya.
Jaejoong mengangguk, "Jadi, Kyunie lebih penting daripada hyungmu ini, hm?" tanyanya, bibirnya tampak tersenyum. Namun senyum itu terlihat menakutkan bagi Changmin.
Changmin menatap Seunghyun yang ada di samping Jaejoong dengan puppy eyesnya. Menatap namja itu sambil memohon bantuan darinya, berharap sang namja mau menolongnya.
Namja itu menghela nafasnya, tangannya seolah memijat pelipis yang ia rasa sangat lelah. "Hyung-ah, sudahlah… lagipula kita kemari bukan untuk bertemu dengan Changmin, kan?" tanyanya sambil menepuk pundak Jaejoong.
"Tapi, Seunghyun-ah… dia sudah membuat kita menunggu berjam-jam, kau tahu? Berjam-jam! Aku tak suka menunggu!" ucap Jaejoong dengan pout kecil di pipinya.
"Hyung, jika kau masih marah di sini tugas untuk WuFan tidak akan selesai. Lagipula, saat bocah ini kembali ke dunia Shinigami, kau bisa menghukumnya dengan sesuka hatimu…" ucap Seunghyun memberi gagasan. Awalnya ucapan Seunghyun itu membuat Changmin tersenyum senang, namun setelah mendengar ucapan terakhirnya, namja itu langsung menunduk sedih.
'Aku jadi tak ingin kembali kedunia Shinigami… hiks, Kyunie…' batinnya miris.
Bagai ide yang cemerlang, Jaejoong lantas tersenyum dan mengangguk. Membenarkan gagasan dari Seunghyun dan menerimanya. "Baiklah, Changmin… bersiaplah saat kau kembali ke dunia kita nanti." Ucapnya dengan sebuah seringai mencurigakan.
Seunghyun di sebelahnya tersenyum senang idenya di pakai, walau nantinya dongsaengnya ini akan berakhir tragis. Yah, itu sudah menjadi jalan namja jangkung itu sepertinya.
.
.
The World God Only Knows
A ChangKyu fanfiction
Shiki Frantomhive
.
Sixth sight, Omo… Jaejoong-hyung came to this world!
.
Malam berganti pagi, dan pagi ini cukup dingin untuk mengawali hari. Dengan terpaksa Changmin mengeratkan jaket tebalnya agar badannya terasa hangat. Hei, ia belum pernah merasa kedinginan seperti ini, ini mungkin menjadi musim dingin pertamanya di dunia manusia.
'Sial… dingin sekali…' batinnya menggigil.
"Changmin!" sebuah suara halus melewati pendengaran namja jangkung itu, belum sempat menoleh namja itu sudah mendapatkan pukulan sayang bertanda selamat pagi dari temannya. Siapalagi jika bukan Victoria?
"Yak! Vikkie! Kau pikir pukulanmu itu tidak sakit, eoh? Cantik-cantik tenaga seperti gorilla, kenapa aku punya teman sepertimu…" ucap Changmin menggelengkan kepalanya, berpura-pura bersedih akan hidupnya.
Victoria langsung saja memukul belakang kepala Changmin pelan, "Yak! Kau seharusnya senang dan bangga memiliki kawan yang cantik sepertiku!" yeoja itu langsung melipat tangannya di depan dada dan menggembungkan pipinya seolah marah kepada namja di sampingnya.
"Haha! Kau jadi terlihat aneh jika kesal seperti itu!" Changmin tertawa cukup keras, seperti geli melihat tampang Victoria yang marah.
"Changmin-ah, Victoria-ah, annyeong~" sapa seseorang di sebuah loker sepatu di dekat mereka.
Victoria tersenyum melihat siapa yang menyapanya, "Annyeong Eunhyuk-ah dan Yesung-ah~" balasnya ketika melihat dua namja itu sedang mengganti sepatu mereka dengan sepatu ruangan.
"Annyeong…" sapa Changmin kepada dua rekannya yang lain. Melihat sekeliling dua namja itu, "Dimana Kyuhyun?" tanyanya saat ia tak menemukan namja berambut coklat itu.
"Molla… sepertinya dia belum datang…" ucap Yesung saat membuka lokernya dan menaruh sepatu coklatnya kedalam.
Changmin mengangguk, berharap di kelas mungkin Kyuhyun sudah duduk tenang dengan PSP yang setia di tangannya. Ah, andai Changminlah yang menjadi PSP di tangan Kyuhyun. Mungkin saja ia tak perlu bersusah payah untuk menerima cinta dari namja manis itu.
'Tenanglah Changmin, segala sesuatu yang di kerjakan itu pasti ada hasilnya. Yang saat ini kita lakukan hanyalah proses menuju hasilnya. Bersusah-susah dahulu bersenang kemudian.' Ucapnya dalam hati. "Yosh!" semangat namja jangkung itu seraya meninju udara.
"Kau sedang apa Minnie?" tanya Eunhyuk menatap Changmin yang bertingkah aneh.
"Hahaha~ mungkin saja dia sedang memikirkan Kyunie~" kali ini Victoria yang berjalan di samping kanan Eunhyuk.
Yesung yang berada di samping kiri Eunhyuk hanya menggeleng kepalanya sambil bergumam, "Anak muda…" seperti orang tua saja.
Changmin mengusap tengkuknya, "Hehehe…" kekehnya sambil menatap tiga orang yang berada di samping kanannya.
Tiga namja dan seorang yeoja itu akhirnya melangkahkan kaki mereka menuju kelas yang berada di lantai dua dan membuka pintu kelas yang masih tertutup walau sudah banyak anak yang datang.
"Annyeong~" sapa empat orang itu dan dibalas dengan sapaan pula dengan murid-murid lain yang sedang duduk entah itu duduk di kursinya sambil berbincang dengan teman-temannya atau duduk di kursi orang lain menunggu orang itu datang dan mengusirnya.
Mata Changmin akhirnya menemukan namja manis yang sedang membawa PSP itu. "Kyunie~" sapanya seraya mendekati sang namja. Tapi langkahnya segera terhenti saat melihat Kris ada di tempat duduknya. "Yak! Wu Yi Fan, menyingkir dari sebelah Kyunie!" teriaknya kesal.
Eunhyuk yang berdiri di belakang Changmin terkekeh melihat pemandangan di hadapannya. Hei, kursi yang di gunakan Kris itu tempatnya. Bukannya dirinya yang kesal karena tempatnya di gunakan, malah orang lain yang mengusir sang pelaku.
"Ini bukan tempatmu jadi jangan menyuruhku, bahkan Eunhyuk hanya menatapku saja dan tak mengusirku." Ucap Kris lumayan panjang. Namja itu tak bergerak sedikitpun dari samping Kyuhyun, padahal ia sudah melihat Eunhyuk sang pemilik tempat duduk.
Kembali sang pemilik kursi terkekeh, "Annyeong Kris… tapi bisakah kau menyingkir? Aku ingin duduk~" ucapnya santai saat mengusir namja blonde itu.
Dengan terpaksa Kris menyingkirkan dirinya dan membuat Changmin sangat senang karenanya. Kyuhyun bahkan tidak merasakan sebuah perdebatan kecil di dekatnya, ia terlalu berkonsentrasi pada game di PSP miliknya.
"Omo… sepertinya Tao tidak masuk lagi..." ucap Victoria sedikit sedih. Ia memang sedikit tak senang jika teman sekelasnya tak berkumpul menjadi sedih. Membuat paras cantiknya memperlihatkan raut wajah yang sedih.
Yesung masih berdiri di belakang Victoria lantas menepuk pundak yeoja itu. "Mungkin dia sedang sibuk dengan masalahnya…" ucap Yesung berusaha bijak.
Kris yang mendengar percakapan antara mereka lantas menunduk, sebenarnya namja blonde itu tahu Tao –namja bermata Panda– berada di mana dan sedang apa.
"Hei, membicarakan tentang Tao, aku rasa… sepertinya seseorang tahu namja Panda itu di mana dan sedang apa~" ucap Changmin dengan nada yang sedikit menggoda, akhirnya ia bisa juga mengerjai namja bersurai blonde itu.
Seketika itu Kris langsung menoleh, bukan karena nada suara Changmin yang terdengar menyebalkan, tetapi lebih karena Changmin mengatakan ia mengetahui Tao sedang apa.
Mendengar pembicaraan mengenai Kris dan Tao, Kyuhyun langsung menoleh, menghentikan bermain PSPnya barang sejenak. Tanpa di duga dan di rencanakan oleh Kris, namja manis itu langsung berkata, "Kris, apa kau menyukai Tao?" tanyanya dan tentu membuat Kris terbelalak kaget.
"H-Hah? A-Apa maksudmu?" tanya Kris dengan nada yang terdengar gugup.
Changmin mendengar suara gugup Kris terlihat sangat senang sekali. "Hehe, aku tahu… bukankah akhir-akhir ini kalian terlihat dekat? Hmm, jangan berdusta Wu Yi Fan, aku mengetahuinya~" ucap Changmin.
"Mwo? Kris-sshi menyukai Taoie? Jinjja?" tanya Victoria, ia menolehkan kepalanya kepada Changmin dan Kyuhyun, meminta penjelasan yang lebih. Hei, ini akan menjadi cerita yang menarik di antara teman-teman sesama fujoshinya nanti.
Kyuhyun dan Changmin mengangguk, dua orang ini memang sudah melihat sendiri kelakuan Kris saat Tao ada ataupun tidak ada. Walau begitu, Changmin tetap merasa cemburu jika Kris berdekatan dengan Kyuhyun.
"Hahaha~ akan ada pasangan di kelas kita, hei, Hyuk sepertinya akan ada makan-makan gratis~" ucap Yesung yang langsung di angguki kepala oleh Eunhyuk. Bukan berarti mereka sangat menyukai hal gratis, tetapi menggoda orang yang sedang kasmaran itu menyenangkan.
"Mwo? Kalian sudah gila, aku tidak menyukai namja Panda itu. Changmin-ah, Kyuhyun-ah… jangan mengatakan sesuatu yang tak terbukti sama sekali!" ucapnya dengan kesal. Namun bukannya takut lima orang yang ada di sekitarnya malah tersenyum penuh arti. "Mwo ya?" tanyanya.
"Kau, menyukai Huang Zi Tao, Wu Yi Fan~" ucap Changmin dengan nada mengejek dan di angguki oleh keempat rekannya. Oh, ini sungguh menyenangkan~!
Kris langsung berkeringat, "Ho, bukankah kau juga menyukai Cho Kyuhyun di dekatmu itu, Shim Changmin? Kapan kau akan menembaknya, hm?" tanya Kris, hei dia melihat isi pikiran Changmin.
"Oh, itu curang Wu Yi Fan… tapi sayang~ aku tidak malu jika Kyuhyun mengetahui perasaanku~" ucap Changmin dengan sangat percaya diri, namja jangkung itu juga memeluk Kyuhyun yang berada di dekatnya. Tanpa mengetahui seseorang tengah menatap kemesraan itu dengan pandangan sakit.
Seketika itu wajah Kyuhyun memerah, mencubit tangan Changmin yang melingkar di lehernya. "Percaya diri sekali kau Shim Changmin!"
"Appo! Kyuu~~" ucapnya dengan nada manja.
Yesung langsung menggelengkan kepalanya, sedangkan Eunhyuk tertawa. "Euw~ kalian menjijikkan sekali! Hahaha!" ucap Eunhyuk dengan memperlihatkan wajah jijiknya kemudian tertawa. Hei, menurutnya, pernyataan cinta Changmin tidak romantis, sekalipun Kyuhyun sesama namja sepertinya.
.
.
Waktu sudah menunjukkan sore hari dan kelas pun telah usai. Seluruh siswa sekolahan juga sedikit demi sedikit pulang kerumah masing-masing walau beberapa sedang melaksanakan kegiatan klub mereka.
Terlihat seorang namja berambut coklat tengah duduk di sebuah bangku di atap bermandikan cahaya jingga dari pembiasan sinar matahari. Namja manis itu tengah menyibukkan dirinya dengan permainan di dalam PSP, walau ingin bermain tetapi hatinya masih terlihat sibuk dengan pernyataan Changmin tadi pagi.
'Ukh, Changmin pabboya… apa dia bodoh? Kenapa ia malah mengatakannya di depan semua orang seperti tadi?' batin Kyuhyun frustasi. Apa dia benar-benar mencintai dirinya atau hanya merasa ucapan Kris tadi bisa menjadi lawakan yang lucu di hadapan teman-temannya?
Seketika itu ia melihat layar PSPnya dengan tanda tulisan 'Game Over' berwarna merah darah dan kemudian mengerang kesal. "SHIM CHANGMIN PABBO YA!" teriak Kyuhyun sekeras yang ia bisa. Beruntung tadi Changmin dilarang olehnya untuk ikut.
"Hei, aku tidak bodoh… jangan berteriak dengan nada frustasi seperti itu Kyu~" ucap seseorang di belakang Kyuhyun.
Namja manis itu mengetahui siapa orang yang berada di belakangnya saat ini. Siapa lagi jika bukan seseorang yang tadi ia teriakkan namanya? Tentu saja, Shim Changmin.
"Ya! Sudah kubilang untuk jangan datang keatap, kan!" ucapnya dengan nada kesal. Sepertinya, namja jangkung di hadapannya ini sudah sangat membuatnya kesal.
Changmin mengerucutkan bibirnya, "Hei, bukan salahku jika kau meneriakkan namaku dan aku datang kemari, kan?" ia duduk di samping kiri Kyuhyun, melihat PSP kesayangan namja manis itu tergeletak di pangkuan dengan tulisan 'Game Over' di layarnya.
Kyuhyun kemudian mendelik, menyingkirkan PSP itu di hadapan Changmin. "Apa kau lihat-lihat?" ucapnya dengan nada yang berbahaya.
"Karena aku memiliki mata, makanya aku melihat…" kali ini Changmin berucap dengan santai, tanpa melihat Kyuhyun yang terlihat sebal padanya.
"Terserah padamu…" ucap Kyuhyun dengan nada sebal. Ia kemudian mengambil PSPnya lagi dan memulai permainannya dari awal, walaupun pada akhirnya ia masih saja memikirkan ucapan dari Changmin tadi pagi.
Changmin tersenyum di buatnya, "Hei, Kyu… jangan paksakan dirimu main, lihat kau hampir kalah dan jarimu saja tak secepat biasanya…" ucap Changmin yang saat ini sangat dekat dengan Kyuhyun. Bahkan namja manis itu dapat mendengar deru nafas namja jangkung di sampingnya.
"Ya-Ya! Jangan mendekatiku! Ish, lihat apa yang kau perbuat! Aku kalah lagi!" ucapnya sangat tidak terima dan terlihat kesal. Kembali layar PSPnya menunjukkan tulisan 'Game Over' dengan warna merah darah.
"Kenapa menyalahkanku? Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat saja…" ucap Changmin membela diri. Namja itu kemudian berdiri di depan Kyuhyun, kemudian berjongkok hanya untuk menatap wajah namja manis di hadapannya.
Kyuhyun menatap Changmin dengan pandangan bertanya, "Apa yang kau lakukan?" tanyanya tak mengerti dengan pandangan sendu yang di berikan oleh namja jangkung di hadapannya.
"Kyu… aku tahu jika tak selamanya aku berada di sini, aku mengerti itu. Tapi, aku…" Changmin menghentikan ucapannya. Ia tampak sangat gugup, terlihat sekali karena namja itu terus menerus menghela nafasnya.
Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Changmin. "Maksudmu apa?" tanyanya.
"Maksudku adalah… tidak, tidak ada. Tiba-tiba aku takut mengatakannya. Jika aku mengatakannya aku takut kau pergi dariku…" ucap namja jangkung itu. Kedua tangannya menggenggam erat kedua tangan Kyuhyun.
Kyuhyun kembali mengernyit, "Kau ini kenapa sih, Minnie?" namja bersuari coklat itu tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Changmin. Oh, ayolah, namja jangkung itu bahkan tak berbicara dengan baik. Untaian frasenya terlalu ambigu di telinga Kyuhyun.
Changmin tersenyum dan menggeleng, membuat Kyuhyun semakin penasaran di buatnya.
.
.
Hari semakin gelap dan saat ini Kyuhyun berada di ruang keluarga. Menunduk dengan berbagai raut wajah yang bisa ia keluarkan, dan menjadi tontonan menarik anggota keluarganya.
Junsu yang berada di sofa, tengah duduk dengan nyaman di temani sebungkus camilan. Bukannya menonton televisi yang berada di depannya, malah menatap adiknya yang berada di sampingnya, memperlihatkan seribu ekspresi yang menurutnya sangat lucu.
Siwon, kepala keluarga Choi ini tengah duduk di sofa single di temani secangkir kopi buatan sang istri. Sofa itu berada di samping kiri sofa panjang yang di tempati oleh Junsu dan Kyuhyun, membuatnya mudah menatap anak bungsunya menunjukkan berbagai ekspresi yang lebih menarik daripada koran dan acara olahraga yang di tonton Junsu sebelumnya.
Kibum, istri Siwon dan ibu dari Junsu dan Kyuhyun. Ia tengah meletakkan sepiring kue bolu hasil buatannya di atas meja yang berada di tengah-tengah antara sofa dan televisi. Yeoja cantik itu terpaku dengan kelucuan anak bungsunya yang terkenal evil. Ingin sekali ia mengambil foto berbagai ekspresi Kyuhyun dan memberikannya pada Changmin.
Kyuhyun, sang anak bungsu kemudian menghela nafas, sepertinya ia sudah kembali ke alamnya lagi setelah sibuk memikirkan Changmin yang bersikap aneh tadi sore. Ia menatap keluarganya yang tengah menatapnya, "Kalian kenapa, eoh?" tanyanya dengan tatapan sangar.
Junsu lebih dulu tersadar dan tertawa, "Eu kyang kyang~ kau memikirkan siapa sampai berwajah seperti itu, eoh?" tanyanya dengan nada menggoda.
"Omo, Kyu~ andai Eomma membawa kamera, pasti Changmin akan menikmati berbagai ekspresi lucumu itu!" kali ini Kibum terlihat menyesal tak membawa ponsel ataupun kamera miliknya.
"Eomma, seharusnya bilang jika ingin memotret si evil satu ini. Dengan senang hati ku pinjamkan ponselku untukmu~" balas Junsu dengan tawa yang tak bisa lepas darinya.
Siwon yang tengah duduk di sofa single hanya menggeleng dan tersenyum. Namja itu kemudian meminum kopinya yang ia anggurkan saat menonton seribu ekspresi yang di perlihatkan anaknya.
"Ya! Kalian ini apa-apaan!" ucap Kyuhyun tak senang. Beruntung sebenarnya, jika dirinya belum sempat di foto oleh Eommanya. Jika sudah, bisa di pastikan esok hari Changmin akan mentertawakannya.
"Salahmu sendiri kau sangat lucu Kyu, lihat, aku bahkan tak tahu jika FC Men sudah mencetak angka…" Junsu menggelengkan kepalanya saat melihat angka saat ini di pertandingan.
Kyuhyun menggembungkan pipinya, "Itu bukan salahku, itu salahmu kenapa tak memperhatikan pertandingan."
"Omo~ Kyu kenapa kau jadi imut seperti ini, eoh? Kemana anak evil Eomma? Yeobo, lihatlah anak bungsu kita~ bukankah dia neomu yeoppo?" tanya Kibum kemudian menatap Siwon yang tengah meminum kopinya hingga habis.
Namja itu terkekeh pelan dan mengangguk, "Sepertinya ada yang sedang kasmaran, eoh? Dan, yeobo, aku minta kopi buatanmu lagi~" ucap Siwon terdengar manja saat meminta kopi.
Kibum lantas berjalan menuju Siwon dan mengambil cangkir kopi milik Siwon. "Yeobo, siapa yang sedang kasmaran?" tanya Kibum berpura-pura tak mengerti dan duduk di pangkuan Siwon. Sebelah tangannya memeluk pundak Siwon agar tak terjatuh.
"Siapa lagi jika bukan Kyuhyun, Eomma~" ucap Junsu dengan menyantap habis kripik kentangnya. Kyuhyun kemudian mencubit dan memukul Junsu dengan sangat sadisnya dan membuat namja bersuara lumba-lumba itu berteriak pelan menerima serangan dari sang adik.
"Ya! Hyung!" ucap Kyuhyun tak terima.
Junsu tetap tertawa, namun terus saja menghindari serangan Kyuhyun walau ia tahu itu tak mungkin. "Appo~! Appo, Kyu~"
Siwon dan Kibum tertawa di tempat mereka melihat apa yang tengah kedua putra mereka lakukan saat ini.
"Yeobo, bisakah kau mengambilkanku kopi?" tanya Siwon dan Kibum kemudian berdiri dan beranjak menuju dapur. Namja itu juga kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu luar rumahnya, menyambut seseorang yang saat ini berdiri tak nyaman.
"Ada perlu apa, seorang Amida di tempat seperti ini?" tanyanya pada sosok itu, ya sosok Jaejoong yang tengah sibuk dengan apa yang ia lakukan dari tadi. Berdiri dengan resah, namun keresahan itu menghilang saat sosok Siwon berdiri di hadapannya.
"Hyung…" ucapnya dengan nada senang dan memeluk namja itu dengan sayang. "Boggoshippo…" ucapnya lirih. "Aku rindu padamu hyung…" kembali Jaejoong berucap dan Siwon hanya mengusap punggung namja cantik itu.
Sebenarnya, apa hubungan mereka? Kenapa Jaejoong memanggil Siwon dengan 'Hyung'? Dan, apa alasan Siwon tidak lagi menjadi salah satu Dewa sepertinya?
.
.
To be continue…
A/N:
Omo~ akhirnya apdet juga… Mianhae, cingu-ya~ akhirnya gue bisa apdet setelah gue mood lagi bikin fanfic. Dan, untuk yang menunggu fanfic My Perfect Boyfriend, mian… aku belum bisa lanjut, karena aku sedang dalam masalah buntu ide… hiks, mianhae… jangan marahi saya… dan akhir kata seperti biasa, ne? Review?
14/12/12
