Sebelum masuk inti cerita..Blue akan menjelaskan sedikit tentang cerita ini…!Sebenarnya Blue gak tau kalian bingungnya di bagian mana,tapi blue akan mencoba menjelaskan secara umum.

Pada dasrnya cerita life ini berpusat pada kehidupan Lee sungmin dan Kim kibum.

Mereka berdua merupakan yeoja-yeoja yang besekolah di SM Gold High school.

Duduk di bangku kelas 1 sma dan merupakan murid-murid yang pintar..bahkan bisa di bilang jenius.

Meskipun keduanya memiliki perbedaan sifat yang mencolok,di mana Sungmin lebih dapat bersosialisasi dan berbaur dengan orang-orang,sedang Kibum,dirinya lebih tepat di bilang anti social,tertutup,hemat bicara(kecuali dengan sungmin)dan dingin.

Meski begitu Kibum sangat menyayangi Sungmin,dan menganggapnya seperti sodara sendiri.

Banyak namja yang terpikat pada mereka berdua,karena kecantikan,kepintaran dan keramahan(Ini khusus untuk sungmin)keduanya.

Namun karena suatu sebab,keduanya tidak ingin berurusan dengan yang namanya percintaan.

Kedunya mungkin terlihat seperti yeoja pada umumnya.

Namun di balik semua itu mereka berdua adalah assassin atau asahin(pembunuh bayaran) yang tergabung dalam suatu organisasi criminal.

Lalu suatu hari Sungmin bertemu dengan Kyuhyun yang merupakan salah satu namja popular di sekolahnya.

Kyuhyun yang pada saat itu tidak sengaja memergoki Sungmin sedang tertidur sambil bersender pada pohon maple,terpesona dan katakanlah..jatuh cinta pada pandangan pertama,meskipun dirinya sendiri tidak mau mengakuinya.

HEI..INGAT!Choi Kyuhyun itu merupakan seorang yang memiliki Ego dan gengsi yang sangat tinggi,dalam kamusnya,yeoja lah yang harus mengejar-ngejar cinta darinya,bukan sebaliknya.

Tapi Ego dan Gengsinya itu harus ia singkirkan,bila ingin mendapatkan seorang Lee Sungmin.

Dan berterima kasihlah pada dua orang sahabatnya,yang mau membantu dan menyadarkan,atau lebih tepatnya memancing Kyuhyun mengakui perasaannya sendiri(Baca di chap sebelumnya,adegan saat di kantin).

Selain Kyuhyun ada juga Siwon,Namja popular sekaligus sepupu dari abang evil.

Siwon sendiri menyukai Kibum,dan berusaha mendapatkan perhatian si yeoja super dingin itu.

~o~O~O~O~O~

Sekarang kita masuk ke cerita selanjutnya yuk!

Eh..tapi sebelumnya Blue mau peringatkan,chap ini agak panjang dan butuh konsentrasi tinggi saat membacanya(?)Jadi..sebaiknya chingu deul membacanya saat sedang santai.^_^?

Khusus Chap ini,hanya akan menceritakan tentang Kibum dan sungmin…jadi maaf kalau KYUMIN/SIBUM momentnya tidak ada

Tittle :Life

Genre :Crime

cast : Lee sungmin

Choi kyuhyun

Kim Kibum

Choi Siwon

Lee Donghae

Yuin xi (Oc)

Han juuan(Oc)

Untuk dua Oc diatas,mereka hanya akan muncul di chap ini saja,dan itupun hanya sebagai pemeran Figuran.

(cast akan bertambah seiring chapter berjalan?)

Disclaimer :Suju dan artis SMent bukana milik author,tapi milik diri mereka sendiri

Warning :GanderSwitch,Typos…mau tidak mau pasti selalu ada T.T,Ide yang sesuai EYD

Rated : T

Summary :Choi Kyuhyun jatuh cinta pada seorang yeoja bernama Lee Sungmin.

namun ego dan gengsinya membantah perasaan itu.

Sungmin sendiri adalah yeoja yang tidak percaya dengan apa yang namanya cinta.

Don'like Don't read

~O~O~O~O~

Chapter 4

Seoul 23.30

Normal pov

Seorang yeoja berpakaian hitam ketat,dengan menggunakan sepasang sepatu boot di kakinya yang terbuat dari kulit danjuga sewarna dengan pakainnya.

Setengah Wajahnya tertutupi oleh topeng,yang di lapisi warna emas dengan ukiran-ukiran rumit di piggir topeng.

Yeoja itu,kini sedang berdiri di atas gedung sebuah perusahaan ternama di bidang IT.

Rambut panjangnya yang berwarna blonde,melambai-lambai tertiup angin dingin nan kencang.

Mata Hazelnya menatap hampa pemandangan yang dapat dia lihat dari atap gedung yang tingginnya puluhan meter.

mata itu tak terlihat cahaya kehidupan-seperti saat dia di siang hari.

Kini di matanya yang ada hanyalah tatapan kosong nan dingin tanpa emosi.

"Bunny kau sudah siap".Sebuah suara yang dia kenal betul terdengar dari interkrom yang terpasang di telinganya.

" ,Aku siap kapan saja snow".Jawab si yeoja yang di sebut Bunny,oleh seseorang yang dia panggl Snow.

"Hm.."Sebuah balasan Singkat di berikan Snow.

Sang Snow yang berada di sebrang gedung satunya dengan jarak Kurang lebih 300 meter dari gedung yang di pijak Bunny-mempersiapkan peralatannya dengan telaten dan cepat.

Di keluarkannya sebuah benda panjang dari tas untuk menyimpan alat music selo.

Sayangnya tas tersebut tidak berisikan alat music selo-melainkan sebuah senapan runduk semi-otomatis SR-25.

Setelah selesai mempersiapkan senjatanya,Snow kemudian beralih pada Kaca jendela di kamar Hotel yang kini dia diami.

Dari sakunya di keluarkan sebuah pemantik api mungil,yang ternyata memiliki dua fungsi.

mengeluarkan api kecil dan laser.

Laser itu digunakannya,untuk melubangi kaca jendela-selesai Snow membuat sebuah Lubang kecil bediameter 10 cm-Ia condongkan moncong senapannya,sehinga keluar sedikit. Dari gedung.

Dibidiknya sasaran yang sedang mereka incar-dan berada di gedung yang di diami Bunny.

Sebelah matanya ia arahkan pada bidikan-untuk melihat sasarannya.

"Go,Bunny"Ucapnya pada rekan seprofesinya melalu microfon.

Setelah menerima instruksi dari si rekan-Bunny dengan cepat berlali menuju tepi gedung-Dirinya tanpa rasa takut sedikitpun terjun dari gedung tersebut-namun setelah dua detik melayang di ruang hampa-Bunny segera menekan sebuah tombol yang berada pada sabuknya.

Dari-sabuknya itu keluar sebuah benang tipis namun kuat seperti baja.

Di ujung benang itu terdapat sebuah pengait yang langsung menamcap di bata ujung atap gedung-Seketika itu tubuhnya yang tadi terjun bebas kebawah berhenti,bagai waktu yang juga ikut berhenti bersamaan dengan pergerakan si yeoja blonde.

Merasa posisinya aman-Bunny mengayun ayunkan tubuhnya kedepan dan belakang.

Kaki jenjangnya berusaha menapak pada dinding gedung yang vertical-dan setelah percobaan ke dua,Dirinya berhasil.

Kini tubuhnya menempel seperti cicak di dinding.

Perlahan Bunny menggeser tubuhnya untuk mencapai kaca jendela terdekat.

Dari posisinya sekarang-yang kini berada di samping jendela,dia dapat melihat laki-laki tua yang tengah duduk membelakanginya dari jendela.

Laki-laki itu salah satu dari target mereka yang malam ini harus di singkirkan.

Melihat rekannya berada dalam posisi yang sudah tepat-Snow pun membidik si lelaki yang tengah duduk di kursi kebesarannya-dan dalam satu tarikan napas-

Dor….Peluru berkaliber 7.62 X 51 mm itu-tepat bersarang pada kepala bagian belakang si lelaki.

"Clear".Ucapnya pada Bunny

Bunny yang mendengarnya segera bersiap memasuki gedung tersebut.

Di keluarkannya sebuah pencokel yang khusus untuk membuka engsel jendela.

Dengan lihainya dia menggunakan alat tersebut-hanya butuh beberapa detik untuk Bunny membuka jendela-dan membawa tubuhnya masuk kedalam ruangan hangat namun suram itu-Kantor manager dari Hido corp.

Saat telah memasuki kantor sang manager-yang kini terlihat sedang tertidur di kursinya,Bunny memeriksa sekeliling,memastikan di sana aman dan tidak ada seorangpun yang dapat melihatnya.

Matanya sedikit melihat tetes merah dari balik Kursi sang manager.

Dirinya yang tadinya berdiri dengan sigap dan percaya diri namun tetap berhati-hati,kini justru tubuh mungil Bunny menegang,matanya tidak focus,dan keringat dingin yang memenuhi dahinya.

Entah apa yang sebenarnya terjadi pada si Yeoja blonde-dengan gerakan terpatah-patah tangannya berusaha menggapai salah satu saku di bajunya dan mengambil sebuah pil.

Setelah mendapati pil yang ukurannya lumayan besar-dengan segera dia menelan pil tersebut tanpa minuman.

Setelah meminum pil,tubuhnya sedikit demi sedikit kembali pulih seperti semula,meskipun pandangannya masih tidak focus dan tubuhnya serasa dingin bagai es,namun dia tidak menghiraukan hal itu.

Kini telinganya lah yang berfungsi untuk melihat.

"Saat Matamu tidak bisa di gunakan untuk melihat dan mengamati sekitar,maka gunakanlah telingamu untuk melakukannya".

Di tajamkannya pendengaran telingany-berusaha memastikan apakah ruangan tersebut aman dan tidak ada seorang pun selain dirinya serta jasad sang manager .

Yakin tidak ada seorangpun-kini dia melangkah keluar ruangan.

Kakinya melangkah dengan cepat.

Tidak ada suara langkah sedikitpun yang terdengar,dirinya bagai angin yang berhembus cepat namun halus.

Kini Bunny tengah berada di lorong gedung,tepatnya dilantai 30.

Dan beberapa ruangan dari tempatnya berada-terdapat seorang atau lebih tepatnya kakek-kakek yang menjabat sebagai presidir utama Hido corp.

Yuin xi...!

Berdasar data yang diperoleh,Yuin merupakan kebangsaan Cina yang telah menetap di Korea Selatan selama 6 tahun.

Direktur utama dari Hido corp-bergerak di bidang IT dan berusia 55 tahun.

Dia memiliki dua orang anak laki-laki dan seorang cucu-yang menetap di Cina.

Kehidupan biasa nan mewah untuk seorang lelaki tua di akhir usianya-setidaknya begitulah tanggapan orang awam mengenai Yuin Xi.

Tapi siapa yang menyangka,di balik kesuksesannya itu-tidak lepas dari hal-hal yang berbau sampah!.

Dan itu adalah istilah yang tepat untunya.

Yuin Xi,selain direktur utama Hido corp-dia juga merupakan ketua dari sebuah organisasi Shadow-yang bergerak di dunia Hitam.

Sebuah pekerjaan sampingan sebagai penjual narkoba dan senjata-senjata api,yang pastinya jauh lebih menguntungkan dari sekedar menjadi pengusaha.

Oraganisasinya bahkan kini menduduki posisi ketiga teratas seAsia,di bawah Kuron dan Dash .

Sedang Kuron sendiri merupakan kelompok organisasi hitam yang di ikuti Kibum dan Kuron lebih aktif sebagai Asassin/Asashin*,di bandingkan melakukan penjualan barang-barang haram,tapi tidak di pungkiri-selain kelompok Kuron ini menjadi Asashin,kegiatan lainnya seperti penjualan illegal dan pencurian juga dilakoni mereka.

Dan karena Yuin Xi,beserta koloni-koloninya dianggap mengganggu lajur perdagangan Shadow di Cina dan Singapur,maka sang penguasa organisasi Kuron,memutuskan Yuin Xi untuk di habisi.

Dalam dunia hitam,persaingan untuk mencapai puncak tertinggi sangatlah kejam.

Orang-orang akan melakukan apapun,untuk menjadi yang terhebat,terkaya,terkuat,yang paling berkuasa dan ditakuti.

Dan membunuh seorang yang dianggap menghalangi semua ambisi mereka...

-adalah suatu yang lumrah dan wajar bagi mereka.

Dunia yang penuh dengan kekerasan dan ambisi- ambisi kotor-Begitulah kehidupan di black world.

Sama halnya dengan Yuin Xi-yang dianggap sebagai penghalang dan saingan Kuron.

Sang ketua yang tidak menyukai ada seorang yang menghalangi dan menyainginya,memutuskan Yuin Xi untuk disingkirkan-dan orang yang ditugasi sebagai penjagal Yuin Xi sendiri adalah dua yeoja yang kita ketahui memiliki code name Bunny and Snow.

Selain Yuin Xi,ada seorang lagi yang dianggap membahayakan dan merupakan tangan kanan dari sang presdir Hido-yaitu,Han Juuan.

Han Juuan sendiri adalah manager dari Hido Corp sekaligus wakil ketua dalam penyelundupan barang-barang haram seperti narkoba ke seluruh daratan ASIA.

perannya sangatlah penting dalam organisasi shadow.

Dan orang itu baru beberapa menit yang lalu di tembak mati oleh rekannya-Snow.

Yuin Xi sendiri,mungkin akan menyusul rekannya sebentar lagi.

Bunny terus berjalan di lorong gedung-dirinya tahu ada banyak kamera dlaam gedung tersebut yang dapat mengambil gambarnya.

Namun hal itu tak perlu di khawatirkan.

snow sudah mengatasi semua itu.

Rekannya yang satu ini terlebih dahulu telah memeretes system keamanan di gedung Hido sebelum Bunny memasuki gedung.

Bisa kalian bayangkan sendiri,betapa jenius si Snow yang dengan mudahnya dapat menyusup dalam sisitem keamanan gedung yang kalian tahu sendiri,gedung tersebut adalah pusat Hido corp,dan selama 5 tahun terakhir memproduksi alat-alat IT tercanggih di Asia dan memiliki programmer-programer jenius lulusan Harvad dan MIT.

~O~O~O~O~O~

Kaki jenjangnya yang sedari tadi melangkah,berhenti tepat di depan pintu besi yang di cat warna platinum.

Dari dalamnya dapat terdengar sayup-sayup suara orang-orag yang sedang berbicara.

"Sepertinya sedang rapat".pikir si Bunny.

Tangan mungil nan cekatannya-memegang gagang pintu tersebut yang kemudian terbuka lebar-menampakan sosok ramping nan mungil dengan pakaian ketat berwarna hitam dan rambut panjang mencolok berwarna blonde.

Orang-orang yang ada di ruangan tersebut terkejut dengan kehadiran sosok asing itu.

sedang sang bunny yang sedang di perhatikan,hanya menampakan seringaian.

"Siapa kau?Berani sekali masuk kemari!"Yuin Xi,pria yang kini tengah duduk di sebuah kursi yang menghadap langsung ke arah pintu masuk,menggeram kesal,pada seorang yang kini berdiri dengan santainya di depan pintu masuk.

"Boku wa?(aku?)"Masih dengan seringaiannya yang,entah kenapa membuat semua orang di sana merinding seketika.

"Boku wa,anata no shino tenshi!*(Aku adalah malaikat kematianmu)".Ucapnya dengan logat jepang yang kental.

Setelah mengatakan kalimat itu,dengan cepat Bunny mengambil sebuah benda berukuran kecil,yang ternyata adalah Jarum!

Yah,dia mengambi jarum yang memang sudah di persiapkan Khusus untuk eksekusi sang direktur Hido.

Sebuah jarum yang panjangnya tidak lebih dari 3 cm,terlihat biasa namun mematikan,karena jarum tersebut telah di lumuri racun sebelumnya.

Dengan sekali kebasan tangan,Bunny menusukan jarum itu ke arah Yuin Xi.

Jarum tersebut tepat menancap pada leher sang presdir.

Dan detik setelahnya,tubuh Yuin Xi kejang-kejang,lalu...dia tewas seketika di tempat.

Semua orang yang tadinya terfokus pada yeoja di depan pintu,kini mengalihkan perhatiannya pada Si presdir yang tak sadarkan diri.

Butuh waktu beberapa detik untuk menyadari kalau sang presdir telah merenggang nyawa.

"Wanita itu!WANITA ITU TELAH MEMBUNUH PRESDIR!".Teriak seorang pria paruh baya,seumuran Yuin Xi dengan Histerisnya.

"Ti..tidak mungkin,bagai mana bisa wanita itu membunuh presdir,sedang dia sendiri hanya berdiri diam di luar pintu!".Seru seorang pria lainnya,sambil menunjukan jari telunjuknya kearah pintu masuk ruangan.

Dan alangkah terkejutnya dia serta semua yang ada di Ruang rapat tersebut,saat mendapati tidak ada seorangpun berada di pintu masuk itu.

"Tidak ada..Wanita i..itu tidak ada".Ucap pria yang tadi berteriak histeris dengan gugup dan wajah yang memucat.

"Ba..bagai mana bisa,jelas-jelas,beberapa detik yang lalu,wanita itu berada di sana".Seorang pria yang ternyata merupakan wakit direktur Hido bergumam kemudian berlari menuju arah pintu,lalu memeriksa kea rah koridor-melihat ke kanan dan kiri ruang koridor yang cukup luas dan memastikan,apakah di luar sana ada seorang atau lebih tepatnya sesosok wanita-namun Nihil!Tak ada seorangpun yang dia lihat.

Semua yang menyaksikan kejadian malam itu,hanya bisa melongo tak percaya.

Dalam pikiran masing-masing orang hanya ada sebuah pertanyaan yang intinya sama.

"Apakah benar wanita itu yang membunuh Yuin Xi?Tapi bagai mana bisa?.."

~O~O~O~O~O~

Kyuhyun House

Seorang pemuda tampan,kini tengah berguling-guling seperti anak kecil di tempat tidurnya yang berukuran king size.

Sesekali dia mengusap wajahnya frustasi dan menghela napas panjang.

Kyuhyun pov

Aish..ini menyebalkan!sial kenapa wajahnya selalu memenuhi pikiranku sih!

Demi dewa zeus,yang bahkan ketampanannya tidak dapat menandingiku!aku benar-benar merasa sesak dan rindu?Aish…Kyu pabbo!kenapa kau jadi galau seperti ini sih?Hhh..

Aku terduduk dari tidurku,kemudian mengacak-ngacak rambutku sendiri-setelah itu aku kembali menghempaskan tubuhku kasar ke ranjang.

Entah kenapa malam ini,wajah seorang Lee Sungmin terus menghantuiku.

Perasaanku entah kenapa tidak enak jujur saja aku tidak tau,tapi pikiranku terus tertuju padanya,rasa Khawatir,rindu dan sakit?ne..rasa sakit yang aneh di dadaku malam ini.

Rasa sakit yang tiba-tiba saja muncul,saat aku akan terlelap tidur-dan kemudian'deg'dadaku rasanya seperti di remas-dan saat itu entah kenapa wajah Sungmin terlintas dalam pikiranku.

Itu bukan rasa sakit karena serangan jantung!bukan…aku tau betul hal itu bukan karena sakit jantung,karena aku memang tidak mengidap penyakit seperti itu.

Firasatku,tiba-tiba saja jadi tidak enak begini…..

Ck..aku kembali mengacak-acak rambutku kesal.

Demi tuhan,Lee sungmin kau benar-benar membuatku gila!.

Kyuhyun Pov end

~O~O~O~O~O~

Hotel

Kibum POV

Setelah selesai dengan tugasku-yaitu menyingkirkan Han Juuan,manager sekaligus tangan kanan Yuin xi,aku memasukan senapan laras panjang SR-25 milikku kedalam tempatnya,perhatiaanku beralih pada laptop yang sejak tadi menyala dan menampilkan gambar seorang yeoja berambut blonde panjang dengan pakaian hitam ketat,sedang berlari di koridor dengan cepat.

Aku bisa melihat dari layar monitor-yeoja yang kini tengah membuka pintu sebuah ruangan dan berdiri di depan pintu yang kini telah terbuka lebar.

Dan ku pastikan di dalam ruangan itu terdapat target kami berdua.

Tidak sampai satu menit Bunny berdiri di luar dia mengucapkan sesuatu,yang tidak kutahu itu apa dan kemudian tangannya sedikit terangkat-lalu melemparkan sebuah benda berukuran kecil,dengan cepat.

Setelahnya dia pergi dari ruangan tersebut dan kembali berlari menuju luar gedung dengan cepat dan tanpa hambatan apapun.

CKLEK…Ku dengar pintu kamar terbuka dan sesosok gadis cantik berambut blonde kini tengah berjalan kearahku. Yeoja yang barcode name Bunny itu,atau yang memiliki nama asli Lee Sungmin berjalan dengan langkah terhuyung –huyung.

Aku bernapas lega dan tersenyum miris,saat mendapati kini Minni yang beberapa menit lalu ku lihat di balik layar monitorku,berada di hadapanku dengan wajah pucat dan nafas tak teratur.

Pandangannya tak focus dan hampir seluruh tubuhnya bergetar.

baju hitam legamnya,telah di tanggalkan dan berganti dengan dress kuning yang panjangnya sampai lutut dengan renda-renda di ujungnya.

sangat pas di tubuh ramping dan mungil,sepertinya dia mengganti pakaian di suatu tempat,sebelum memasuki hotel.

Saat tubuhnya akan terjatuh kelantai,segera saja Aku berlari kearahnya dan menahan tubuh minni,dengan memeluk pingganya,agar tak terjatuh.

Dengan perlahan ku bantu minni berjalan menuju tempat tidur.

sampai di tepi tempat tidur,aku membantunya berbaring dan melepas sepatu boot yang di gunakannya.

Wajahnya pucat dan nafasnya masih tak teratur.

sepertinya efek dari obat yang diminumnya sudah habis.

Sungguh miris keadaannya,melihat minni yang sekarang,hatiku benar-benar sakit.

Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi,tapi keadaannya yang seperti kehilangan jiwa ini selalu terjadi setiap Minni melihat darah.

Yah..setiap kali dia melihat darah,kontrol tubuhnya seakan tak terkendali.

Wajahnya akan langsung pucat pasi,tubuhnya bergetar hebat dan terkadang meracau tidak karuan.

Hhh..bukankah ini sangat miris...Seorang pembunuh yang takut dengan darah?Bagai mana mungkin hal seperti ini bisa di terima oleh akal?..

Pekerjaan kami berdua pasti akan berhubungan selalu dengan yang namanya pertumpahan darah danhal itu tidak bisa dihindari.

Meskipun dalam Pertarungan Minni selalu menghindari menggunakan pedang atau senjata api dan malah memilih sebuah jarum beracun untuk di jadikannya senjata(hal ini di karenakan penggunaan jarum beracun lebih menimalisir luka luar pada tubuh,dan terfokus dengan luka dalam yang terjadi di tubuh menyebabkan lawan lumpuh atau mati seketika,tanpa darah yang keluar dari tubuhnya),namun itu semua tidak memungkiri akan adanya darah merah yang keluar dari tubuh lawan maupun dirinya sendiri.

Dan setiap kali Minni kambuh seperti ini,yang bisa ku lakukan hanya memberikannya obat penenang,yah..sejenis pil berwarna merah yang kuracik ini hampir mirip seperti obat-obat yang di gunakan untuk penderita PTSD dan skyzofrenia*,namun dengan dosis yang lebih tinggi dan efek samping yang dapat tersamarkan dari pandangan orang-orang*.

Terkadang penggunaan morfin juga tak dapat di hindari,dalam proses pemulihan minni.

Hal ini di sebabkan dulu,sebelum aku tahu minni memiliki trauma mendalam,yang menyebabkan dirinya takut melihat darah,Dia menggunakan morfin untuk menetralisir rasa takut yang berlebihan,agar membuatnya tenang serta rileks kembali,dan hal ini menjadikannya ketergantungan pada morfin.

Morfin sendiri sejenis narkoba,yang apabila kita telah ketergantungan pada obat ini,maka akan sulit untuk lepas dari pengaruhnya.

Butuh waktu yang lama,untuk menjauhkannya dari obat tersebut dan menggantinya dengan obat penenang yang lebih minim efek sampingnya dari pada morfin.

Aku bahkan butuh waktu dua tahun untuk membuat obat pil merah ini,dan selama itu,penggunaan morfin pada minni terus berlanjut,meskipun itensitasnya sudah berkurang jauh.(Setelah kibum tahu kondisi Sungmin,yang memiliki trauma dan ketergantungan pada Morfin,Kibum memaksa Sungmin hanya menggunakan morfin saat dia melihat darah saja dan mengalami Dimensia akut* dan penggunaanya pun hanya sedikit).

Pernah aku berpikir untuk membawa Minni pada seorang psikiater,namun Minni justru menentang hal ini dan memintaku saja yang menjadi Dokternya…

~O~O~O~O~O~

Flashback on 4 tahun yang lalu

JEPANG

"Minni lebih baik kita pergi ke seorang psikiater saja,untuk membantu menyembuhkanmu"Ucapku dengan nada khawatir,saat melihat minni yang sedang terduduk lesu di pojok kamar,sembari menggumam tidak jelas dan pandangan mata yang kosong.

"Minni..?"Aku kembali memanggil namanya,karna minni tidak kunjung merespon.

…..

Masih tidak ada jawaban dari minni,sekarang aku benar-benar khawatir dengan mencoba menyentuh wajah pucatnya dan …

Tes…tiba-tiba saja,mata indah itu mengeluarkan air mata..Minni menangis!

"Hiks..m..merah..hiks..da..darah..banyak da..darah..hiks..mati..amis.. ..aku benci..benci..merah..hiks.."Tiba-tiba saja minni meracau tidak karuan sembari menangis.

Demi tuhan,aku sungguh tidak tega melihatnya..rasanya pelupuk mataku juga ingin mengeluarkan air mata,namun aku harus kuat.

sebenarnya ini kedua kalinya aku melihat Minni yang kacau dan kehilangan kendali.

Aku segera saja memeluk tubuh mungil yang rapuh itu,mencoba meyalurkan rasa kasihku dan menenangkannya.

"Maaf..hiks..maaf oppa..hiks..oppa..merah.."Aku semakin mengeratkan pelukanku padanya.

Dapat kurasakan dalam pelukanku minni semakin menangis hebat dan menggeleng-gelengkan kepalanya ke sembarang arah.

tubuh mungil itu terus memberontak.

"Oppa..hiks..oppa jangan tinggalkan minni..hiks..Oppa.."

"Greatnes as you..smiles as me….you show me what is deep as sea"Dengan nada lirih aku menyanyikan lagu untuknya…dan dapat ku rasakan tubuhnya mulai berhenti memberontak di pelukanku..meskipun masih meracau tidak karuan.

Minni pernah bilang beberapa minggu yang lalu,tepatnya hari senin-sehari setelah aku memergokinya bertingkah laku aneh seperti ini.

Dan setelah keadaannya normal dan tenang,minni mengatakan sesuatu yang tidak pernah ku tahu sebelumnya

Yah ..sesuatu yang membuatku benar-benar kaget mendengarnya.

Tiga minggu yang lalu

"Aku ini..penderita PTSD"Minni berkata lirih padaku saat itu-dan saat mendengarnya kontan saja aku membulatkan mataku tidak percaya.

"Minni..kau?Tapi..bagai mana bi-?"Belum selesai aku berkata Minni sudah memotong perkataanku

"Tentu saja bisa..bummi?"Dia tersenyum miris

"Enam tahun yang lalu…saat pesta ulang tahunku dan tepat dimana anak buah ketua menyerang gedung pesta,yang saat itu di sewa keluargaku"Minni berhenti sebentar dan mengambil napas panjang.

Aku tahu ini pasti berat untuk di ceritakan,tapi bagai manapun aku ingin mengetahuinya!

"Saat penyerangan itu Oppaku,Lee jinki terbunuh oleh salah satu anak buah ketua,saat melindungiku dari tebasan pedang…"

"Bukan hanya oppaku,tapi juga teman-temanku dan orang-orang yang di undang di pesta itu,mati satu persatu di depan mataku"

"pesta yang tadinya berlangsung menyenangkan dan penuh canda tawa itu-berubah menjadi sebuah pesta berdarah dan penuh jeritan ketakutan orang-orang"

"Gaun merah mudaku,berubah menjadi merah pekat karena darah,yang berasal dari jinki oppa ,yang pada saat itu memelukku,guna menyelamatkanku dari seorang yang ingin menebaskan pedangnya padaku".

"Beruntung saat itu ayah,ibu dan adikku Wookie,terlambat dating-sehingga mereka selamat dari tragedy berdarah tersebut".

"Dan yah..karena itulah aku bisa jadi seperti kemarin"Jelas Minni panjang lebar.

mata hazelnya itu dia menatapku intens dan entahlah..seperti ragu-ragu..

"Kau tidak akan mengatakannya pada siapaun kan Minnie?"Tanya Sungmin padaku yang masih terpaku karena shock dengan apa yang di ceritakannya barusan.

"Eh..ne,tentu saja aku tidak akan mengatakannya pada orang lain Minni".Minni tersenyum lega saat aku mengucapkannya.

"Good!dan satu lagi,sebagai seorang sahabat..boleh aku meminta satu hal pada mu?"

"Ck..tentu tidak perlu segan padaku minni?"

"Suatu hari nanti,kalau aku kembali kambuh dan berprilaku seperti orang gila atau bahkan melukai orang lain di luar kendali pikiranku-tolong nyanyikan sebuah lagu a little love yang di nyanyikan fiona fung,untuk menenangkanku"

"Eh?kenapa harus menyanyikan lagu itu?".Tanyaku heran?

"Jinki Oppa,dulu sering menyanyikan lagu itu ketika aku menangis atau ketakutan"

"Bukan hanya saat aku sedang sedih atau takut,tapi ketika aku bahagia,Jinki Oppa selau menyanyikannya untukku".

"Dan entah kenapa setiap mendengar lagu itu,baik dulu maupun sekarang,selalu membuatku tenang".

Aku menatapnya dalam,lalu menghembuskan lalu tersenyum..tersenyum selebar yang aku bisa,dan Minni juga balik tersenyum pada ku.

"Ne,akan kulakukan …tapi kalau itu tidak berhasil bagai mana?...

"Lakukan apapun…apapun agar aku kembali menguasai pikiranku".

"Apapun?".Aku bertanya ragu..

"Ne,apapun,kau boleh melakukan kekerasan,memukul,menendang atau bahkan menembakku".

Dengan tegas dia mengatakan itu,dan oh ayolah..saat ini umur kami baru dua belas tahun.

kau pikir wajar ada seorang anak berumur dua belas tahun yang mengatakan kalau dirinya dengan suka rela menyuruh temannya sendiri untuk memukul,menendang atau bahkan menembaknya!

Hal ini jelas membuatku bingung untuk mengambil keputusan?Memukul shabatku sendiri bahkan menembaknya?Hell no!

Tapi aku sadar ini bukanlah suatu pembicaraan yang main-main.

Umur kami mungkin terbilang masih terlalu muda untuk membicarakan hal mengenai kekerasan atau bahkan pembunuhan.

tapi karena sejak kecil kami berdua tumbuh di tempat yang keras dan setiap harinya harus berjuang hidup dengan melakukan latihan bak tentara..bahkan lebih dari itu.

Hal ini jelas membuat mental maupun fisik kami,berkembang jauh di bandingkan anak-anak normal secara tidak langsung membuat pemikiran kami lebih dewasa.

Dan dalam kasusu ini aku harus memberikan jawaban yang pasti pada mempertimbangkan berbagai hal,dengan tegas aku berkat..

"Ne..akan ku lakukan..tapi kau harus ingat satu hal Minni,bila aku nanti melakukan cara keras untuk menyadarkanmu atau mencegahmu bertindak gila,itu kulakukan demi kebaikanmu"

Setelah berkata seperti itu..Minni langsung memelukku erat dan berkata "Gomawo"

Dan,begitulah kejadian tiga minggu yang lalu…

~O~O~O~O~O~

Kini aku terus bernyanyi untuknya…meskipun sudah tidak memberontak lagi,namun hal itu,tidak menjamin Minni tidak akan kembali memberontak.

Dan untuk mencegahnya bertindak tidak karuan serta membuatnya tenang-dengan terpaksa aku menyuntikan obat penenang padanya.

Secara perlahan tubuhnya melemas dan matanya yang tadi terbuka lebar kini pun mulai normal kembali.

Aku membaringkannya di tempat tidur,dan selama empat jam kedepannya,aku terus menunggui Sungmin tersadar.

~o~o~o~o~o~

"Engh.."Ku dengar suara lenguhan yang berasal dari Minnie.

Sepertinya sebentar lagi dia akan sadar.

"Engh..Bummie?".Mata Minni kini sudah terbuka memanggiku dengan suara yang agak parau dan serak.

"Hm..sudah sadar?Bagai mana keadaanmu sekarang?"

"Ne..sedikit pusing,tapi tidak apa-apa ko!"Minni memegang kepalanya sembari tersenyum kearahku.

Dan aku lega dengan hal sudah dapat tersenyum kembali-dan itu artinya dia sudah pulih.

"Ehm..Minni,bagai mana kalau kita pergi keseorang psikiater?"Aku bertanya pada Minni.

"Psikiater?Untuk apa?"Dan Minni kembali anak ini,pura-pura bodoh atau apa sih!kesalku.

"Tentu saja untuk mengobatimu Pabo!"Seruku gemas padanya.

"Dalam waktu satu bulan,kau tiga kali terkena serangan dan hilang kesadaran.

Beruntung saat itu,aku yang memergokimu!Dan Ini harus segera di tangani,kau tahu!"Aku sedikit menaikan nada bicaraku beberapa oktaf,saking kesalnya.

"Kalau aku pergi berobat keluar sana,Ketua pasti akan tahu,keadaanku kalau dia tahu salah satu anak buahnya takut dan akan menjadi orang gila saat melihat darah,kau pikir apa yang akan dia lakukan?".

Good!Aku benar-benar melupakan point terpenting dalam masalah kali ini.

AISH….tentu saja si tua Bangka itu tidak boleh tahu hal ini,kenapa aku jadi pabbo begini sih!

"Kalua Ketua-Lee Soman tahu masalah ini,aku akan langsung di bunuhnya!"Sungmin berkata pelan saat mengatakannya.

"Ah..tidak,dia tidak akan membunuhku,tapi akan membunuh keluargaku terlebih dahulu-dan setelah itu barulah aku!"Ucapnya dengan raut sedih.

"Ah..aku lupa dengan Si tua Bangka Soman itu"Seruku sembari memukul dahiku sendiri.

"Dari pada pergi keluar dan mendapatkan resiko yang besar,bagai mana kalau kau saja yang jadi psikiaterku Bummie?"

Aku memblakakan mataku mendengar perkataannya

"MWO!..YA Lee Sungmin kau benar-benar gila ya!"Aish Jinjayo!bagai mana bisa di memikirkan hal seperti itu.

Aku tahu,aku ini jenius,tapi untuk menjadi seorang Psikiater?Aku akan memikirkannya ratusan kali.

"Kenapa terkejut begitu?Bukankah seorang Kim Kibum bisa melakukan apapun?"Sungmin menyeringai mengerikan padaku.

"Tapi...kau tahu kan ,aku belum pernah melakukan hal itu?Mengobati seorang penderita gangguan mental?Aish yang benar saja!Yang ada aku justru ikut gila!"Seruku sedikit membentak padanya.

"Kau bisa belajar...bukankah kau bisa membedah seorang yang terluka,kenapa menjadi seorang psikiater untukku tidak bisa?"Oke..sekarang aku benar-benar tidak bisa berkutik darinya.

Pasalnya,kini si Bunny pinky tengah mengeluarkan pupy eyes attack andalannya!

aku mengacak rambutku frustasi.

Hhh..tidak ada jalan lain bukan?lagi pula aku tidak mau melihatnya terus menderita seperti ini.

"baiklah...akan ku coba"Putusku pada akhirnya.

Sekarang bisa kulihat Minnie tersenyum penuh kemenangan.Huh menyebalkan!

Kibum Pov end

Flashback off

Terlihat Kibum,masih setia menemani Sungmin di samping ranjang,padahal jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.

Sesekali dirinya menguap,namun pandangannya masih belum lepas dari sosok yeoja yang tengah berbaring lemah di tempat tidur.

tangannya ia tempelkan pada dahi dan tangan Sungmin..mengecek suhu tubuh sang sahabat.

Sesekali terdengar igauan dari Sungmin dan air mata yang mengalir dari matanya.

'Kau tidak pernah menangis saat sadar,tapi tangismu itu selalu datang saat kaku tengah tertidur Minnie.'Batin Kibum,dirinya kemudian menghapus jejak air mata Sungmin dan menyanyikan lagu yang biasanya dapat menenangkan Sungmin.

Meskipun dalam keadaan tidur,namun Kibum Tahu,Sungmin dapat mendengarnya,mendengar alunan nyanyian yang dinyanyikannya.

Tbc...

note:

*PTSD/Post traumatik stress disorder,merupakan gangguan kejiwaan yang di alami penderita,akibat trauma. Gejalanya dapat berupa kilas balik ingatan, mimpi buruk, perasaan cemas yang parah, serta pikiran yang tak terkendali tentang peristiwa traumatis.

*sKIZOFRENIA adalah gangguan jiwa dengan gejala utama berupa waham (keyakinan salah dan tak dapat dikoreksi) dan halusinasi (seperti mendengar dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).

*Dalam pengobatannya,biasanya obat yang di gunakan memiliki efek samping yang tampak sekali.

misalnya -Anti-depresi trisiklik yang membuat si pasien seteleh meminumnya,menjadi mengantuk,peningkatan denyut jantung,mulut kering linglung dll

-SSRIs efek sampingnya yaitu mual,diare dan sakit kepala

-Prazosin dengan efek samping dapat menghambat respon otak

Nah di cerita ini Blue buat,Kibum berhasil membuat sebuah obat jenis baru dengan efek samping yang lebih ringan dari pada di atas.

efek yang di timbulkan hanyalah,penurunan suhu tubuh secara drastis dan pelemasan otot-otot di tubuh yang berlangsung beberapa menit.^.^

(untuk lebih jelasnya chingu deul dapat mencari informasi di mbah Google. he).

~O~O~O~O~

untuk chap berikutnya masih akan menceritakan masa lalu Sungmin,namun mungkin di selingi dengan sweety moment Kyumin.

Dan terakhir Blue ucapkan terimakasih untuk para pembaca yang sudah membaca dan meriview ni ff.