Tittle :Life

Genre :Crime

cast : Lee sungmin

Choi kyuhyun

Kim Kibum

Choi Siwon

Lee Donghae

Han geng as lee hankyung

kim heechul as lee heechul

Lee Jinki

lee soo man

(cast akan bertambah seiring chapter berjalan?)

Disclaimer :Suju dan artis SMent bukan milik author,tapi milik diri mereka sendiri

Warning :GS,Typos…mau tidak mau pasti selalu ada T.T,tidak memperhatikan EYD

Rated : T

Summary :Choi Kyuhyun jatuh cinta pada seorang yeoja bernama Lee Sungmin.

namun ego dan gengsinya membantah perasaan itu.

Sungmin sendiri adalah yeoja yang tidak percaya dengan apa yang namanya cinta.

Don'like Don't read

~O~O~O~O~

Chap 5

Memories

Sungmin berdiri di depan Jendela yang terbilang cukup besar dan luas.

Dirinya baru saja sadar dan langsung beranjak dari tempat tidur kearah jendela besar,sedang Kibum sendiri tertidur saat menunggui Sungmin sadar,dan sampai saat ini masih belum bangun.

Di pandanginya kota Seoul,dari balik jendela kamar hotel yang mereka sewa.

Di mata Sungmin,jalanan dan toko2,serta rumah-rumah yang dapat dilihatnya dari kamar terlihat bagai miniature kota yang sangat kecil.

"Indah"Satu kata itu terucap dengan sendirinya dari bibirnya.

Sungmin tersenyum tulus,sebuah senyum yang jarang sekali ia perlihatkan.

Di amatinya, orang-orang yang mulai berlalu lalang di pinggir jalan,memulai aktifitas pagi mereka.

Matanya memandang sendu,ketika melihat remaja-remaja seusianya yang sedang bercanda gurau dan tertawa-tawa.

"Andai saja kejadian 10 tahun yang lalu tidak pernah terjadi,aku pasti bisa menjalani kehidupan seperti mereka"Senyum getir kini menghiasi wajah pucatny

"Yeah…andai saja kejadian itu tidak pernah terjadi"Sungmin memejamkan matanya,memori masa kecilnya tiba-tiba saja kembali memenuhi pikirannya.

Flasback on.

Gedung itu tampak ramai…yah,wajar saja,mengingat kalau malam ini adalah pesta perayaan ulang tahun ke 6 putri dari mentri pertahanan Lee hankyung dan istrinya lee Heechul.

Pesta itu berlangsung di lantai 12 sebuah gedung hotel ternama di Seoul.

Ruanga pesta yang kini telah di tata sedemikian rupanya dan di dominasi oleh hiasan berwarna merah muda,membuat semua orang berdecak kagum,saat memasuki ruangan pesta.

Lee Sungmin sendiri kini tengah melihat-lihat para undangan yang mulai berdatangan,di temani oleh Lee Jinki yang merupakan kakak kandung sekaligus anak tertua keluarga Lee,di samping Sungmin.

Sungmin yang malam ini terlihat sangat manis,dengan gaun panjang tanpa lengan yang melekat di tubuh berwarna merah muda,dengan renda-renada di ujung gaun dan pita besar yang terpasang di bagian dadanya.

Sedang Jinki sendiri menggunakan kemeja biru muda,di lengkapi dengan jas dan celana putih yang tampak pas dan terlihat awesome.'tampan',satu kata yang tidak pernah terlewatkan,ketika orang-orang melihatnya.

Senyum lebar tidak pernah lepas dari kedua bersodara itu.

keduanya bercanda dan tertawa,saat memperhatikan para tamu undangan.

Kini jam sudah menunjukan pukul 20.30,tepat 30 menit lagi acara akan di mulai,namun kedua orang tua dan adik mereka Lee ryewook masih belum datang.

'Sepertinya terjebak macet'

Itulah yang ada di pikiran Jinki,dan benar saja,karena beberapa menit kemudian,ayahnya menghubungi Jinki,kalau mereka bertiga terjebak macet.

"Oppa,kenapa appa,eomma dan Wookie belum juga datang"Sungmin kecil sedikit heran dan cemas,karena tiga orang keluarga terpentingnya belum juga datang.

"Appa,eomma dan uri Wookie masih di perjalanan,sebentar lagi mereka juga sampai"Jinki mengusap lembut kepala Sungmin,mencoba menenangkan.

Sungmin mengangguk mengerti,dirinya kemudian kembali tersenyum pada beberapa orang teman –temannya yang datang ke pesta ulang tahun.

Tidak sedikit teman-teman dari ayah maupun Ibu Sungmin yang datang dan memberikan selamat juga hadiah kepada Sungmin.

Semuanya terlihat senang dan menikmati acara,walaupun pestanya belum di mulai,namun untuk menghibur para tamu undangan sudah di sediakan orkestra dan hibran-hiburan lainnya.

Saat semua sedang larut dalam suasana Bahagia,tiba-tiba saja sekumpulan orang yang memakai topeng masuk kedalam ruang pesta.

Pluk…

Salah seorang dari mereka melemparkan Sebuah benda yang ternyata adalah granat !

Kontan saja orang-orang yang melihat dan tahu benda apa itu terbelakak kaget dan berlari menyelamatkan diri..namun…

DUARRRR

Sayangnya tidak semua orang selamat dari ledakan granat.

Pesta yang tadinya penuh canda tawa dan unsur kebahagiaan lainnya,berubah drastis menjadi malapetaka dan tragedy.

Teriakan-teriakan maupun jeritan histeris orang-orang terdengar jelas di telinga Sungmin.

Meski masih kecil,tapi Sungmin tahu betul apa yang terjadi di pesta ulang tahunnya.

Matanya memandang nyalang pada orang-orang bertopeng yang kini mulai menembakan senjata mereka pada tamu-tamu lainnya.

Ada juga yang menggunakan pedang samurai maupun Pisau untuk melukai orang.

Jinki yang pada saat itu berada tidak jauh dari Sungmin segera saja berlari menghampiri adiknya.

Sungguh,dalam daya hayalnya sekalipun,dia tidak pernah memikirkan kejadian seperti ini akan terjadi.

Saat dirinya sudah dekat dengan sang adik,Jinki dikejutkan dengan sosok asing bertopeng yang tepat berada di belakang sang adik.

Seorang pria bertopeng yang kini tengah bersiap-siap menebas gadis kecil manis,tidak lain adalah Sungmin.

Saat pedang itu hampir menyentuh tubuh Sungmin kecil,Jinki secepat kilat memeluk tubuh mungil sang adik dan memutarkan tubuhnya sehingga dialah yang tertebas pedang itu.

SREETt..CRASHH

Cairan merah pekat,dengan derasnya keluar dari tubuh yang tertebas pedang,mengeluarkan darah pekat amis yang dapat di cium Sungmin.

Sungmin membelakakkan matanya,cairan bening perlahan keluar dari dalam mulut oppanya.

Masih dalam posisi yang sama,dimana keduanya,yaitu Jinki yang tengah memeluk sungmin posesive dan sungmin yang mengeratkan pelukan pada sang kakak.

JLEEEB

Untuk kedua kalinya jinki menerima luka dari pedang samurai dan orang yang sama,namun kali ini si pelaku tidak menebas melainkan menusuk bahu Jinki,menembus sampai keluar tubuhnya.

Beruntung Sungmin tidak terkena pedang tersebut,Karena Jinki dengan mendadak melepas pelukannya dan mendorong Sungmin sedikit menjauh.

Sungmin yang di dorong oleh sang kakak jatuh terduduk tidak jauh dari tempat Jinki memeluknya.

Hal ini tentu saja membuat Sungmin terkejut dan bingung dengan tindakan kakaknya yang tiba-tiba melepas pelukan dan mendorong sungmin sampai terjatuh.

Tapi,kemudian dirinya mengerti kenapa kakaknya melakukan itu semua.

Sungmin Pov

Aku melihat Jinki oppa yang kini tengah duduk berlutut.

Tangan kananya dengan erat memegang ujung pedang yang menusuk bagian punggung sebelah kirinya sampai menembus ke luar tubuh.

Tangan kanan yang memegang erat pedang itu,perlahan mengeluarkan darah.

Wajah oppa juga terlihat pucat dan sesekali terbatuk dengan darah yang ikut keluar dari mulutnya.

Walau begitu oppa masih terus tersenyum padaku,"Semua akan baik-baik saja"Jinki oppa berkata seperti itu untuk menenangkanku.

Setelah mengatakan hal itu,perlahan tangan Kiri oppa mengambil sesuatu dari balik jas putihnya,yang ternyata adalah sebuah pisau lipat!

Dengan cepat di tusuknya bagian kaki pria bertopeng yang menusuk Jinki oppa,dan seketika itu ku dengar rintihan kesakitan yang berasal dari si pria bertopeng.

Jinki oppa dengan sigap berdiri dan menendang bagian vital pria,menyebabkan si penusuk berlutut sembari memegangi bagian vitalnya.

Tanpa babibu,Jinki oppa mengeluarkan pedang samuarai yang menancap pada tubuhnya.

Aish..itu pasti sangat sakit sekalikan oppa?.walau begitu aku tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya.

Kini oppa memegang samurai itu dengan erat dan langsung menebas si pria bertopeng.

Kepalanya tidak sampai terputus,tapi itu cukup membuatku merasa mual dan takut.

Oppa berjalan menghampiriku dan memelukku erat,lalu berusaha membawaku keluar dari ruangan ini,sesekali di ayunkannya si pedang untuk melukai atau membunuh orang-orang yang berusaha melukai kami.

HUP..

Diturunkannya aku dari gendongan oppa.

Mataku melihat 1..3..5 orang yang kini tengah mengelilingi kami dengan senjata di tangan masing-masing.

Kali ini entah kenapa perasaanku mengatakan kalau kami berdua tidak akan selamt!Dan ternyata memang benar...karena

Setelah tiga kali terkena tembakan dan entah sudah berapa kali Jinki oppa tertusuk pedang…o-oppaku ambruk sembari memelukku dengan erat.

Kelima orang itupun mendapat ganjaran yang sama,karena Jinki oppa juga berhasil membunuh mereka.

"Oppa..hiks..O oppa ku mohon ja..jangan tinggalkan aku..hiks"Aku menangis dan ketakutan.

"Hei saeng..maukah kau berjanji pada oppa..ukh?"jinki oppa bertanya padaku,dan sesekali mulutnya mengeluarkan cairan merah,walau begitu,Oppa masih saja mempertahankan senyumnya.

"Ber,,berjanjilah ukh..kau akan tetap hidup dan kuat ukh..lalu lindungilah appa dan eo-mma,juga wookie ne"Kata-katanya terputus-putus dan terdengar sulit yang tidak tahu harus menjawab apa,hanya mengangguk mengiyakan.

"Hidup…ukh..o oppa ingin sekali…melihatmu tumbuh menjadi gadis cantik ukh"Itu adalah kalimat terakhir yang di ucapkan Jinki oppa.

Setelahnya bisa kulihat mata itu tertutup rapat dan kini tidak ada detak jantung maupun hembusan napas yang bisa kurasakan.

"Oppa..hiks..oppa.."Dari Tubuh Jinki oppa bisa aku rasakan cairan hangat yang perlahan membasahi wajah dan tubuhku.

Cairan yang berwarna merah pekat, darah!…ya..darah Jinki oppa yang terus mengalir keluar.

Aku tahu dan sadar betul kalau Jinki oppa kini telah meninggalkanku…!

"HAI..INI ANAKNYA!"Aku mendengar suara seorang yang berteriak keras tidak jauh dari tempatku.

"Kau benar…Ck,sepertinya yang satu lagi sudah mati!hh..bawa anak kecil itu!"Seseorang melempar tubuh Jinki oppa dan menarikku kasar,aku mencoba sekuat tenaga untuk berontak,tapi itu sia-sia.

Duk

Tubuhku serasa sakit sekali saat orang yang menarik paksa diriku memukul kuat bagian perutku,dan sedikit-demi sedikit pandanganku mulai mengabur dan….

Sungmin pov end

Sungmin pingsan,setelih perutnya di pukul lumayan keras.

gadi kecil itu di bawa oleh orang-orang BERTOPENG,keluar dari ruangan yang tampak seperti medan perang.

Orang-orang yang membuat keributan itupun dengan cepat keluar dari gedung membawa apa yang memang menjadi target mereka malam ini.

Menculik putri dari Lee Hankyung!

~O~O~O~O~O~

Hankyung dan Heechul segera memasuki gedung yang seharusnya menjadi tempat pesta putri sulung mereka dengan berlari tergesa-gesa di ikuti oleh beberapa polisi dan bodyguardnya,sedang Ryewook,di titipkan pada Halmoninya yang kini tengah berada di luar bersama para polisi dengan penjagaan super ketat.

Cemas dan Takut melingkupi perasaan Hankyung dan Heechul.

Sungguh mereka tidak mengira malam yang seharusnya menjadi kebahagiaan keluarga Lee justru menjadi tragedy berdarah yang menyedihkan.

BRAK

Pintu ruangan dibuka kasar oleh beberapa orang polisi,dan alangkah terkejutnya Hankyung dan sang istri saat memasuki ruangan pesta yang kini di penuhi oleh mayat-mayat dan darah.

"MINNIE…MINNIE..JINKI!KALIAN DIMANA NAK!"Heechul berteriak memanggil dua anaknya dengan histeris,matanya tidak sanggup menahan tangisnya.

Para polisi dengan sigap dan cekatan memeriksa para korban dan mencari yang masih hidup.

Beberapa orang beruntung di temukan dalam keadaan masih hidup,walaupun terluka cukup parah,namun kebanyakan dari mereka sudah tak tertolong lagi.

Hankyung memandang seluruh ruangan dengan jelinya,berharap menemukan dua orang yang sangat berarti bagi kehidupannya dan juga sang istri.

Pandangan matanya berhenti di satu titik,di mana ia dapat melihat seorang pemuda yang tengkurap dengan jas putih yang melekat pada tubuhnya,meskipun jas putih tersebut telah ternodai dengan darah,namun Hankyung serasa familiar dengan pakaiaan dan postur tubuh si pemuda.

DEG..DEG..DEG

Jantungnya berdetak keras,kalut dan cemas memenuhi relung hati serta pikirannya.

Tap..tap

Perlahan Hankyung melangkahkan kakinya ke tempat si pemuda yang kini tengah tidur tengkurap,semakin dekat dengan si pemuda, detak jantungnya semakin berdetak keras,dan matanya kini mulai merah,menahan suatu cairan yang akan keluar dari matanya.

Di belakangnya beberapa personil polisi dan dua orang Bodyguard dengan setia mengikuti langkah sang mentri.

"Ba…balikan..tubuhnya"Dengan suara yang bergetar,Hankyung memerintahkan pada beberapa orang untuk membalikan si pemuda dari posisi tengkurapnya.

Dua orang polisi dan seorang bodyguard berjalan melewati Hankyung dan kini mereka dengan perlahan membalikan tubuh pemuda yang di maksud.

Mata Hankyung dan Heechul membelakak,tubuh mereka serasa membatu saat pemuda yang ternyata adalah putra sulung dari keluarga lee itu dalam posisi berbaring,memperlihatkan wajahnya yang di penuhi darah dan lebam.

Walau begitu Hankyung maupun Heechul mengenal betul siapa pemuda yang sedang berbaring tak berdaya di hadapan mereka.

Salah satu polisi,memeriksa denyut jantung Jinki,dan beberapa detik kemudian si polisi menggelengkan kepalanya pelan.

"Pemuda ini sudah meninggal pak,tidak ada denyut jantung maupun hembusan napas darinya"Sang polisi melaporkan dan seketika itu Heechul menjerit histeris sembari terjatuh berlutut.

"JINKI…TIDAK..TIDAK MUNGKIN JINKIKU…ANAKKU TIDAK HIKS"Hankyung pun tidak kuasa lagi menahan air matanya.

Di peluknya erat tubuh sang istri,berusaha menenagkan,walau dirinya sendiri sekarang sedang kalut dan serasa gagal menyelamatkan putranya,tapi ia tak boleh ikut histeris seperti heechul.

Dia adalah kepala keluaga Lee dan disaat-saat seperti inilah,seorang kepala keluarga harus bersikap kuat dan tegar.

Di hapusnya air mata yang mengalir .Matanya menatap pada para polisi maupun bodyguard yang ada didekatnya.

"Panggil ambulans segera dan kirim tambahan personil polisi untuk menjaga dan mengevakuasi seluruh orang"Perintahnya pada para bawahannya.

"Siap pak!"para polisi itu menjawab dengan lantang,segera setelahnya mereka melaksanakan perintah dari sang mentri.

"Putriku..apakah kalian sudah menemukannya?"Tanya Hankyung yang masih memeluk Heechul.

"Kami tidak menemukannya di manapun pak"Jawab salah seorang polisi.

"Sudah kalian cari di seluruh gedung?"

"Kami sudah mencarinya di ruangan ini dan seluruh gedung,namun kami tidak menemukan putri bapak"Heechul yang mendengar putrinya hilang dan putranya meninggal ,tidak kuasa menahan kesedihannya.

Detik itu pula,tubuh sang nyonya lee rubuh di pangkuan suaminya-Heechul pingsan!

"CHAGI..CHAGIYA SADARLAH..CHAGI!"Hankyung memeluk erat Heechul dan membenamkan kepalanya pada leher sang istri yang kini sedang pingsan.

"Tuhan..kenapa kau berikan cobaan seperti ini pada keluargaku..?"Sebuah Gumaman yang hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri,memepertanyakan sebuah keputusan dan takdir yang di berikan oleh maha kuasa padanya.

'Minnie dimana kau sekarang nak?..mianhae..mian appa tidak berada di sampingmu dan menolongmu..hiks,appa mohon bertahanlah dan kau harus selamat'Hankyung berdoa dalam hatinya.

'Tuhan ku mohon lindungi gadis kecilku..kumohon hiks padamu'Sebuah permohonan yang dimintanya pada sang maha kuasa,berharap putrinya tidak akan mengalami seperti yang dialami sang kakak.

~O~O~O~O~O~

Saat matanya terbuka,hal pertama yang di lihat sungmin adalah sebuah ruangan yang sempit tanpa ada perabotan sama sekali.

Lembab dan kusam,itulah yang dirasanya mengenai ruangan yang ia tempati.

Perutnya masih tersa perih,akibat pukulan yang ia terima,dan ketakutan yang teramat sangat,saat Sungmin mendapati dirinya berada di tempat asing.

Cklek

Suara pintu terbuka,sontak saja sungmin mengalihkan pandangannya kearah pintu.

Di lihatnya seorang pria yang sudah berumur,mungkin 30 tahunan,pikirnya.

Pria itu tersenyum..ah tidak,lebih tepatnya menyeringai menyeramkan.

"Kau yang membawaku ke tempat ini ajushi?"Sungmin mengeluarkan suaranya dengan lantang walau sesungguhnya dia sangat ketakutan,melihat cara pria itu memandangnya.

"Yah..bisa di bilang begitu"Jawab si pria itu sambil mendekati sungmin lalu berjongkok di depan sungmin,untuk bisa melihat bocah kecil itu dengan lebih teliti.

"Minnie mau pulang,sekarang!"mata hazel itu menatap mata onyx si ajushi dengan membara,sedang si pria yang balik menatap mata Sungmin sedikit tertarik dengan bocah di depannya ini.

'Hm..anakmu memang menarik Hankyung,ck mirip sekali dengan eommanya'.

"Kau …bocah,tidak akan ku kembalikan sebelum kedua orang tuamu memberiku uang"Sungmin melotot pada si ajushi yang sedang tersenyum menyeramkan padanya.

"A..apa maksudmu Ajushi ?"

"Aku akan mengantarmu pulang setelah orang tuamu membayar tebusan atas dirimu"

"Be..benarkah?"Si ajushi itu tersenyum misterius.

"Hm..ne,karena itu bersikaplah baik,dan jangan memberontak ne?"Sungmin memandang lekat wajah pria itu,dan dia melihatnya..melihat ekspresi yang menyatakan apa yang di katakan pria itu bohong!

"Kau bohong ajushi jelek!"Matanya menyalang dan gigi mungil sungmin megglutuk.

Sedang si pria yang ternyata bernama Lee soo man memandang terkejut pada Sungmin.

Soo man menangkap tidak ada nada keraguan pada ucapan Sungmin kecil,yang ada justru sesuatu yang membuatnya terkesan pada bocah satu ini.

'Bocah pemberani heo!He..he ini menarik'Seringai masih setia pada wajahnya.

"Ne..aku memang bohong bagai mana kau tahu bocah hm?"Tangannya ia ulurkan pada wajah Sungmin dan diangkatnya dagu Sungmin .

"Mulutmu memang berkata akan mengmbalikanku,tapi ekspresi wajahmu justru berkata lain"

Soo man terbelakak tidak percaya pada Sungmin.'A..Anak I ni..bagai mana bisa dia dapat membaca ekspresi wajah seseorang padahal usianya masih sangat belia?'

"Lalu apa yang akan kau lakukan padaku ajushi?"

"Aku hanya ingin uang ayahmu dan membuat sang mentri pertahanan kebanggaan Korsel itu menderita dengan kehilangan anak-anaknya!"Sungmin mengeraskan rahangnya saat mendengar itu

'Anak-anaknya?'Sebuah pikiran buruk melintas dalam benak sungmin.

"Kau bialng anak-anaknya..i..itu berarti kau juga akan membunuhku?"Soo man menatap takjub pada Sungmin,akan kepintaran sang bocah.

"HA…HA..hebat…ternyata anak keluarga lee memang berbeda ya!Daya tangkap dan analisismu sungguh luar biasa nak!Sekali lagi kau benar"

"Lalu setelah itu,kau akan membunuh Appa ,eomma juga Wookie kan?"Lee soo man semakin kagum akan daya analisis putri dari orang yang paling di bencinya.

"Yah..begitulah,akan ku bunuh seluruh keluargamu bocah,"

"….."

Sungmin diam,Otaknya kini sedang di paksa untuk berpikir keras…

"Ba..bagai mana kalau kita buat kesepakatan Ajushi jelek!"Setelah berpikir cukup lama,Sungmin akhirnya mendapati sebuah ide gila,untuk menyelamatkan keluarganya

"Kesepakatan?Hm..menarik,jadi apa yang bisa kau tawarkan padaku bocah?"

"Jangan bunuh keluargaku dan aku akan bekerja ?"

"Bekerja untukku?maksudmu menjadi orang jahat dan membunuh orang lain begitu?"

Sungmin mengaggukkan kepalanya,sedang Soo man semakin menyerinagi lebar.

"Bagai mana menurutmu Kang ta?"Soo man bertanya pada seorang yang ternyata sedari tadi berada di belakangnya.

"Dia..menurutku akan sangat berguna.

Dan aku lihat anak ini juga memiliki bakat bernegosiasi yang hebat,karena kau mau menimbang-nimbang tawarannya"

"Kau benar..Bocah ini akan sangat berguna untuk organisasi kita"

"Ck..kau tidak bisa mengambil keputusan sendiri ya,,Ajushi!".Soo man dan Kang ta sungguh shock dengan kata-kata yang berani di keluarkan Sungmin Kecil

'Anak ini, apa tidak punya rasa takut apa?'Batin keduanya berkata,sembari menatap tajam Sungmin,sedang yang ditatap justru membalas tatapan itu dengan lebih tajam lagi.

"Kau..tidak bisa lari dari ku bocah..sekali perjanjian ini di sepakati,selamanya kau akan menjadi bagian dari kelompok kami"Setelah mengatakan hal itu,Soo Man dan Kang ta berjalan meninggalkan Sungmin .

Saat kedua orrang itu pergi,Tubuh Sungmin menggigil seketika,matanya mengeluarkan air mata,walau tidak ada suara tangisan.

"Oppa..aku akan menepati janjiku..akan ku lindungi Appa,Eomma dan Uri Wookie apapun yang terjadi,ka..karena itu Kau juga harus melindungiku dari atas sana Oppa".

Flashback off

~O~O~O~O~

Sungmin jatuh berlutut,tubuhnya serasa lemas tak bertenaga.'Selalu seperti ini saat memori itu hinggap dalam kepalaku'.

"Gwenchana Minnie?"Kibum yang sudah terbangun,segera menghampiri Sungmin dan membantunya berdiri lalu membawa sungmin untuk duduk di Sofa.

"Pertanyaan bodoh Kibumie"Ucap sungmin sembari mendengus.

Kibum tidak sudah cukup terbiasa dengan sikap Sungmin yang kadang menyebalkan,

"Ck..aku hanya ingin memastikan keadaanmu saja,tapi kalau di lihat seperti ini,sepertinya kau masih perlu beristirahat…yap untuk hari ini kita tidak akan ke sekolah"Putus Kibum secara sepihak.

"Terserah sajalah"Yah..pada akhirnya Sungmin sama sekali tidak berani memprotes, kau tahu..melawan Kim Kibum,sama saja mencari mati namanya 0.O?

~O~O~O~O~

School

"Sepertinya mereka berdua hari ini tidak masuk sekolah"Kyuhyun dan Siwon yang mendengar perkataan dari salah seorang teman sekelas Sungmin menghela napas kecewa.

"Huf...ini sudah dua hari mereka tidak masuk..Aishh kalau begini bagai mana caraku mendekati my snow white"Siwon mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Ne dan yang lebih menyebalkan lagi,tidak ada seorangpun di antara teman-teman Sungmin yang tahu no hp atau telepon rumahnya!"Mendengar itu,Siwon dan Kyuhyun menatap Donghae tidak percaya.

"Mwo!Masa tidak ada seorangpun yang tahu,bukankah sungmin itu memiliki banyak teman dan cukup terkenal di kalangan anak kelas satu."Donghae hanya mengangkat bahunya,tanda tidak tahu,sedang Kyuhun sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

"Kalau Kibum,mungkin tidak akan aneh,tapi..ini Sungmin!..tidak bisa di percaya"Kyuhyun bergumam,namun karena keras,tentu saja Siwon dan Donghae bisa mendengarnya.

"Ne..padahal dia sering kali terlihat sedang berkumpul bersama teman-temannya.

Kemana-mana pasti selalu ada yang menemani"Siwon mengiyakan perkataan dari Kyuhyun.

"Walau terlihat seperti seorang yang selau bergaul dan terkenal akan keramahannya,tapi dalamnya, sifatnya itu tidak beda jauh dengan Kibum"

"Maksudmu apa Hae?"Siwon mengernyitkan alisnya,tidak mengerti

"Entahlah..ini hanya pradugaku saja!"

"hh..hari inipun tidak bisa bertemu dengan Bummie Chagi"Siwon tertunduk lesu,Dua hari tidak melihat snow whitenya,membuat Siwon galau!=_=

Tepat setelah mengatakan hal itu,entah kenapa dari arah belakang mereka terasa hawa dingin yang membuat bulu kuduk ketiganya merinding seketika.

"Siapa yang kau bilang Bummie chagi itu heo?"Suara yang teramat merdu di telinga siwon,namun tidak bagi kedua sobatnya.

"Bummie!Omo..bogoshipoyo Bummie.."Siwon yang tahu milik siapa suara indah namun penuh intimidasi tersebut,langsung saja membalikan badan ke belakang dan tersenyum lebar,melihat pujaan hatinya kini ada di depan mata.

Dengan secepat kilat di peluknya Kibum dengan erat,membuat yang bersangkutan memelototkan matanya kaget,begitupun dengan Kyuhyun dan Donghae.

"Ck..Kau…lepaskan pelukanmu ini sekarang juga atau ku tending alat kelaminmu!"Ancaman Kibum ini sukses membuat Siwon tersadar dengan kelakuan agresifnya,dan segera saja di lepas pelukannya dari Kibum.

"Mianhae,a..aku kelepasan"Dengan wajah yang sedikit merona di bagian pipinya dan tingkah malu-malu siwon,membuat image coolnya itu runtuh seketika.

"…"Kibum diam,tidak menanggapi perkataan Siwon,dan langsung pergi melewatinya.

"Hm..aku tidak aka menyerah Kim Kibum"Kyuhyun dan Donghae pun ikut mendukung perkataan Siwon,dengan menepuk pundaknya mencoba mengalirkan energi semangat pada Siwon.

"Lihat saja,kau pasti akan jatuh padaku!"Siwon menyeringai,di tatapnya sosok kibum yang terus berjalan menjauhinya itu.

'Kalau Kibum sekolah,apa Sungmin juga sekolah?'Kyuhyun tersentak kaget dari lamunannya saat mendengar beberapa sisiwi yang tengah membicarakan Sungmin.

"Kau lihat tidak tadi,apa yang di lakukan Zhoumi pada Sungmin?"Si gadis yang ternyata adalah Victoria,berkata heboh pada teman-temannya.

"Ne..ne aku lihat!Omona sepertinya Zhoumi akan nembak Sungmin deh"Timpal seorang teman Victoria-Sunny.

"eh..tadi aku lihat Zhoumi dan Sungmin berjalan kearah taman belakang sekolah!H..bagaimana kalau kita melihatnya?"Usul Yoona yang di setujui oleh Sunny dan Victoria.

Mereka bertigapun pergi menuju tempat yang di sebutkan tadi,tanpa merasakan hawa membunuh yang berasal dari si raja setan!

"SHIT!"Sebuah umpatan keluar mulus dari bibir Kyuhyun.

Di kepalnya dengan kuat tangan kanan maupun kiri-menahan sebuah amarah yang bisa kita terjemahkan sebagai rasa cemburu sodara-sodara.!

Dengan kesal di langkahkan kaki jenjangnya dengan cepat ke sebuah tempat yang di bicarakan tiga Yeoja tadi.

Taman belakng sekolah!.

~O~O~O~O~

"Saranghae Lee Sungmin!"

Seorang namja dengan perawakan tinggi dan cukup tampan,mengatakan sebuah pernyataan cinta pada gadis cantik nan manis di hadapannya.

Deg

Deg

Gugup dan cemas melanda namja tersebut,berharap gadis yang di sukainya menerima penyataan Yeoja yang dimaksudkan hanya memandang datar wajah namja di hadapannya.

'Saranghae heo?Ck..mudah sekali Orang ini mengatakan hal seperti itu'Sungmin tidak mau meladeni lebih lanjut,dengan terpaksa di pasangnya sebuah senyum palsu yang selalu melekat indah di wajahnya.

"Mianhae sunbae,tapi aku tidak bisa menerimamu"Ucap sungmin dengan nada sedih yang dibuat-buat.

Zhoumi yang mendengarnya tentu saja kecewa dan menyiapkan dirinya untuk mengatakan hal ini jauh hari dan apa yang di terimanya?sebuah penolakan!

"Wae?kenapa kau tidak menerimaku?"

Sungmin menghela napas'hah..susahnya jadi orang cantik'batin sungmin yang masih bisa bernasis-narsisan dalam keadaan seperti ini.

"Karena aku tidak mencintaimu"Sungmin emnundukan kepalanya,memperlihatkan kesan seolah amat menyesal dan bersalah.

"Lagi pula kita tidak saling mengenal dengan baik sunbae"Mendengar itu,Zhoumi menjadi geram.

Tanpa perstujuan dari Sungmin,Zhoumi memegang erat kedua tangan mungil Sungmin dan menempatkannya dekat dengan dada Zhoumi.

"Kalau itu masalahnya,bukankah kita bisa memulai dengan perlahan"Ucap Zhoumi dengan nada yang amat memelas bagai anak kucing yang minta makan.

Sungmi sudah mulai gerah dengan kelakuan Zhoumi.

Dia bisa saja menendang atau mematahkan tangan pria tiang listrik ini dengan melihat kondisi dan keadaan yang tidak memungkin jadilah sungmin menahan keinginannya itu.

"Mianhae Oppa tapi aku.."Zhoumi semakin mengeratkan genggamannya dan membuat sungmin kesal.

"Sungmin ah kumohon,aku akan berusaha jadi namjachingu yang bisa kau andalkan dan kau bisa pastikan aku akan membuatmu bahagia"Di pandangnya wajah Zhoumi yang amat keras kepala.'CK,padahal sudah kukatakan aku tidak menyukaimu!apa aku harus meneriakan kata itu hah'Aih.. sepertinya uri Minnie sudah mulai kehilangan kesabarannya.

"Oppa,aku tidak bisa!Ku mohon lepaskan tanganku"

"Aniyo..aku tidak akan melepasmu sebelum kau menerimaku!"Kekeh Zhoumi

PLAKK

pegangan tangan Zhoumi terlepas,karena seseorang menghempaskan tangan kekarnya denagn kasar.

"Ck..apa kau sudah bosan hidup Zhoumi shi!Yeoja ini milikku,berani sekali kau menyentuhnya!"Kyuhyun menggeram pada Zhoumi matanya menatap tajam dan menusuk pada pria tinggi di hadapannya.

Sedang tangan kanannya-entah kyuhyun sadari atau tidak kini tengah memeluk posesive pingagang ramping Sungmin.

"Kyuhyun/Oppa?"Ucap Zhoumi dan Sungmin kaget dengan kedatangan tiba-tiba Kyuhyun.

TBC...

Akhirnya beres juga chap ini#Ngelap keringat#

Aish..blue benar-benar minta maaf karena update luamaa banget,(m_ _m)

Karena kesibukan blue sebagai pelajar kelas tiga SMA,yang membuat blue tidak bisa setiap saat menulis ff,jadi harap pengertiannya dari chingu deul sekalian ne..!

Blue juga ucapin terimaksaih banyak buat para chingu deul yang udah bersedia meriview,memfavoritkan dan memfollow story ini ^o^ arigatou

Balasan riview

Tania3424 :Kyaa makasih udah di bilangi keren O/O…Ne blue akhir-akhir ini update lama karena tuntutan profesi sebagai pelajar kelas tiga SMA yang harus di cekcoki ama buku-buku dan seabreg tugas lainnya,#-_-#Riview lagi ya ;)

Rilianda Abelira : Gomawo chingu buat kritik dan sarannya^^.Ne blue akan berusaha memperbaikinya,Blue jadi sadar kalau gaya penulisan Blue agak berbelit-belit#aish kayak benang kusut aja#.. …chap ini gimana?udah agak mendingan belum?di tunggu komentarnya lagi ;)

nodomi : Gomawo riviewnya nodomi ^^.Sekarang udah jelaskan Sungmin ama Bummie itu kerjaannya, bisa di bilang mereka itu pembunuh bayaran yang bekerja pada suatu black organisasi,Dan umur mereka emang Blue buat jadi 16 tahun,Keduanya gak malsuin umur ko ..

hyuknie : Udah lanjut chingu ^o^

Blue-EvilsAegyo137 :Gak ngertinya di sebelah mananya chingu?

Vhentea : Hmm gitu yah..mungkin karena blue pingin cepet-cepet nyelsein chap 4nya,jadilah terkesan ngebut tuh#plak#,Gomawo buat lima sama yang ini menurut blue udah panjang lho..# ^_^#

1 :Udah lanjuttt !Gomawo riviewnya ^^

sparkyumin :udah lanjut chingu! Gomawo riviewnya ^^

Maaf kalau ada yang kelewat ya!

Please review and your coment for this ff,Karena riview dari chingudeul semua adalah tenaga yang membuat Blue semangat untuk melanjutkan ..he

Bye ^o^/