Adakah yang masih ingat dengan fanficku ini?Ada yang masih minat baca?

Mianhae kalua blue updatenya kelewat lama :(

Entah kenapa blue akhir-akhir ini di serang penyakit kemalasan yang sangat akut :p

sekali lagi maafkan atas kelambatannya dalam mengupdate cerita ini(m_ _m)

Tittle :Life

Genre :Crime/romance/friendship/family/angst

cast : Lee sungmin

Choi kyuhyun

Kim Kibum

Choi Siwon

Lee Donghae

Lee soo man

Disclaimer :Suju dan artis SMent bukana milik author,tapi milik diri mereka sendiri

Warning :GanderSwitch,Typos…mau tidak mau pasti selalu ada T.T,Ide yang pasaran.

Rated : T

Summary :Hidup..ya..aku melakukan apapun agar mereka yang kucintai bisa bertahan hidup,bahkan perasaan dan jiwa orang lainpun akan aku korbankan. Tidak peduli tangan dan hati ini menjadi kotor dan berlumuran cairan pekat berwarna merah sekalipun./ Tapi kemudian namja itu datang dan perlahan mengisi kekosongan dalam hatiku ini…

Don'like Don't read

Chapter 7(Just friend)

Kibum dan Sungmin kini berdiri saling berhadapan di atap gedung sekolah.

Tangan Kibum terlipat silang di depan dadanya dan matanya menatap tajam Sungmin.

Sungmin sendiri hanya menundukan kepala,takut akan tatapan mematikan dari Kibum.

Dalam hati ia merapal doa,memohon agar princess snow white tidak mengamuk .

Sudah di jelaskankan kalau membuat si snow white ini marah,sama saja dengan kau mencari mati!

"Bukankah sudah pernah ku katakana,tidak masalah kau mau berteman dengan siapapun,aku tidak akan ikut campur,dan hanya akan memperhatikan dari jauh"Kibum mencoba menenangkan dirinya,dia harus bisa berpikir jernih untuk menghadapi masalah kali tidak seberapa,tapi gossip miring seperti itu,bisa saja membahayakan nyawa Kyuhyun.

"Berteman dan bergaul dengan siapapun itu tidak masalah…"Kibum berhenti dilihatnya Sungmin yang menatap datar lantai.

"Tapi…untuk menjalin hubungan lebih dari pertemanan..aku tidak setuju!Bahkan kalau itu hanya sekedar tahu sendirikan apa akibatnya nanti?"Sungmin mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk.

Mengguk ,tentu saja ia tahu resiko yang harus di hadapinya sebagai seorang asashin Kuron.

Di benaknya,sekalipun tidak pernah terlintas untuk menjalin hubungan khusus dengan seorang namja.

Tapi setelah bertemu dengan Kyuhyun,pikiran itu berkecamuk saling berperang.

Di satu sisi ia ingin bersikap egois,dan dapat mengenal lebih jauh Kyuhyun,tapi di satu sisi lagi,Sungmin harus tahu dan sadar betul posisinya.

Seorang yang memiliki kehidupan rumit dan gelap,penuh intrik masalah dan yang terpenting dari itu semua,dia adalah seorang pembunuh,penjahat kelas kakap,teroris,Salah satu orang yang paling di cari dan diincar oleh kepolisian,FBI,CIA,M16 ,MOSSAD dan berbagai organisasi militer dunia untuk dilenyapkan!

So,dengan semua hal itu,masihkah Sungmin berharap dan bermimpi bisa menjalin sebuah kisah hidup romantis,seperti yeoja-yeoja seumurannya?

Hh..jawabannya tentu saja tidak!

"Aku akan meminta Kyuhyun oppa untuk menjelaskan,kalau gossip itu tidak benar"Ucap Sungmin Tiba-tiba.

"Evil itu tidak akan mau!percuma saja kau meminta padanya"Kibum menyenderkan tubuhnya di pagar pembatas,masih menatap Sungmin yang kini tengah berpikir keras memecahkan masalahnya sendiri.

"Kalau begitu,mungkin dengan menghindarinya bisa membuat gosip itu tidak akan di percaya dan perlahan menghilang "Usul Sungmin yang akhirnya di beri anggukan setuju oleh Kibum.

Hening untuk beberapa saat.

Kibum maupun Sungmin larut dalam pikiran masing-masing.

"Bummie,kau akan ikut ekskul apa?"Sungmin yang pertama berinisiatif untuk memutuskan tali keheningan diantara mereka berdua,dengan menanyakan suatu hal yang menurut Kibum sama sekali tak berguna dan melenceng dari arah pembicaraan awal.

" ya?hm..kau akan ikut apa heo?"Tanya Kibum yang sama sekali tidak minat dengan pembicaraan ini.

"Mungkin ekskul musik..Bummie sendiri?"Kibum menghela napas tidak habis pikir bagai mana mungkin sobatnya ini masih memikirkan tentang ekskul?Aish..pekerjaan malam mereka saja sudah membuatnya kerepotan dan sekarang di tambah satu kegiatan lagi yang merepotkan!

"Aku tidak akan ikut ekskul apapun"putus Kibum.

"Bukankah kita wajib mengikuti satu tidak akan ada panggilan dari pihak sekolah untuk menegur baik ikut saja Bummie"Rajuk Sungmin,yang tentu saja membuat kibum tambah dongkol.

"hm..aku ikut klub drama"Sungmin tersenyum senang,sedang Kibum menekuk kepalanya dalam-dalam'hah..terpaksa deh'batinnya merana.

~O~O~O~O~O~

Setelah pembicaraan mereka di atap gedung sekolah,Sungmin benar-benar menghindari pertemuannya dengan Kyuhyun.

Dia tidak lagi kekantin saat istirahat,dan lebih memilih berdiam diri di perpustakaan atau halaman belakang sekolah yang jarang dikunjungi.

Datang kesekolah,tepat pada saat bel masuk,dan pulang sekolah paling awal -benar menghindari seorang Choi Kyuhyun rupanya.

Dan hal ini membuahkan hasil yang diharapkannya.

Tidak ada lagi gosip atau bisik-bisik tetangga yang membicarakannya dengan Kyuhyun.

Kyuhyun bukannya tidak sadar dengan sikap sungmin yang terang-terangan menghindari pertemuan dengannya.

Masih teringat jelas kejadian dua hari yang lalu,saat dirinya sedang berjalan sendiri di koridor dan entah nasib mujur apa,dia bertemu dengan sungmin yang sedan berjalan kearahnya .

Flashback.

Kyuhyun pov

Koridor sekolah kali ini tampak sepi,

HH,tentu saja karena bel jam pelajaran sudah dari lima belas minit lalu berdering,dan itu artinya jam pelajaran sudah di mulai dari lima belas menit lalu.

Aku mendesah..kepalaku rasanya benar-benar pening memikirkan kejadian tiga hari yang lalu di kantin dan Sungmin yang sudah tiga hari ini tidak dia lihat keberadaannya.

Ada yang aneh dengan anak itu.

CK,Oke..aku tahu kalau dia itu memang sedikit aneh dan tidak seperti yeoja-yeoja biasanya.

Kau tahu yeoja-yeoja di sekolah-bahkan diluar sana akan terpesona padaku dan berbinar-binar saat melihatku.

Aku bukannya narsis atau apalah,tapi ini kenyataannya lho.

Tapi yeoja ini..jangankan terpesona atau sekedar berbinar matanya saat mellihatku.

Yang ada hanya tatapan ada yang khususal,dan hal ini tentu saja membuatku geram sendiri.

Lee Sungmin,untuk pertama kalinya ada yeoja yang berhasil membuatku benar-benar serius memikirkannya.

Selama ini aku acuh tak acuh pada yeoja-yeoja di sekelilingku.

Tapi untuk yang satu ini…jangankan di acuhkan,membuang bayang-bayang wajahnya dari kepalaku saja tidak bisa ku lakukan!

Awalnya aku mungkin hanya penasaran padanya,lalu perlahan aku tertarik pada pribadi dan senyum menawan yang selalu terpatri di wajah manis nan cantik itu.

Dan semakin lama aku sadar,aku benar-benar menyukainya.

suatu perasaan aneh yang ternyata Sudah aku rasakan di hari pertama aku bertemu dengannya.

Aku terus berjalan di lorong tidak tahu tujuanku akan kemana,yang pasti aku hanya ingin bertemu atau setidaknya melihat wajah Sungmin.

Tap.

Langkahku terhenti saat melihat sosok mungil nan anggun itu sedang berjalan ,yeoja yang sedari tadi terus kupikirkan.

Lee Sungmin,

sepertinya kita memang he

Ta,tapi tunggu dulu…

Kenapa dia berbalik arah begitu?hei bukankah tadi jelas -jelas anak itu berjalan kearahku?tapi….

Dia menghindar!aish,ne sekarang aku pahan kenapa tiga hari ini aku sama sekali tidak melihatnya.

Tentu saja karena yang bersangkutan menghindariku!tapi kenapa?

Hmm apa jangan-jangan karena gosip-gosip itu heo?

Ck..jadi kau tidak suka kalau aku di gosipkan berpacaran denganku hm?

Bisa ku rasakan gemeltuk gigi-gigiku saat memikirkan hal itu.

Sebuah penolakan tidak langsung rupanya.

Flashback off

Sepertinya aku harus memikirkan cara lain.

Tapi apa?Shit..ayolah otak jenius,kenapa kau jadi lemot seperti ini sih!seharusnya di saat genting begini kau bisa membantuku..

Hh .. tidak bisa memikirkan rencana apapun saat ini.

Yang ada sekarang justru otakku di penuhi oleh nama dan wajah si yeoja pecinta pink itu.

Pluk

"Appo!"Aku meringis dan mengusap kepalaku yang sakit karena di lempar suatu benda yang bernama kapur tulis .

"CHOI KYUHYUN"Sial,mati kau kyu..

"KELUAR DARI KELASKU SEKARANG JUGA!"Telingaku serasa berdengung dan sepertinya telinga murid-murid yang lain juga merasakan hal yang sama denganku akibat suara menggelegar bak petir dari guru terkiller sepanjang abat,Kim Jaejoong.

Aishh..aku benar -benar lupa kalau sekarang adalah jam pelajaran Kim Songsaenim .

"Ne..songsaenim,mianhamida"tanpa pikir panjang dan tak berani membantahnya,aku keluar dari kelas secepat mungkin.

Setelah aku di luar kelas,masih bisa kudengar suara Kim Songsaenim yang mengelegar dan terdengar sampai ujung lorong sekolah.

"KENAPA KALIAN BENGONG SEPERTI ITU HAH!CEPAT KERJAKAN TUGAS DI PAPAN TULIS!"

Ck …ck aku benar-benar kagum pada pita suaranya.

Kalau orang lain pasti sudah putus tuh pita suara mereka ketika berteriak seperti itu.

Aku pandangi kanan dan kiri lorong sekolah.

Sepi ,tidak ada satu orangpun guru yang mondar mandir .

he he..daripada berdiam diri di depan kelas seperti ini tanpa ada kegiatan apapun,bukankah lebih baik sedikit berjalan-jalan.#evil smirk#

Bukan maksudku untuk membolos,toh songsaenim sendiri yang mengeluarkanku dari ..bukankah akan sia-sia kalau kita tidak memanpaatkan kebaikan hati Songsaenim yang sudah mengeluarkan kita dari kelasnya.

~O~O~O~O~O~

Aku memutuskan untuk pergi ke taman belakang .

Tidak tahu kenapa tiba-tiba saja aku ingin ke sana dan sepertinya dewa fortune sedang berbaik hati padaku.

Kim Songsaenim boleh saja mengeluarkanku dari kelas,karena aku melamunkan sosok bidadari yang kini berada tidak jauh dari hadapanku.

Tuhan,aku benar-benar ikhlas menerima keputusan guru killer itu.

Sepertinya Aku juga harus berterima kasih pada Kim Songsaenim,karena sudah mengeluarkanku dari kelasnya dan membuatku dapat melihat kembali yeoja yang sudah membuat seorang Kyuhyun,uring-uringn beberapa hari terakhir ini.

Lee Sungmin,kau mungkin bisa menghindariku,tapi itu bukan berarti aku tidak bisa mendekatimu.

Kyuhyun pov end

Kyuhyun terus tersenyum,melihat sosok cantik di hadapannya.

Namun senyum itu tidak berlangsung lama,Kyuhyun baru menyadari,Sungmin yang kini tengah duduk bersender pada sebuah pohon maple dengan matanya yang sedang memandang sedih I pod di tangannya.

Meskipun tidak terlihat jelas,tapi Kyuhyun tahu,yeoja itu sedang dalam kondisi tidak baik.

Lihat saja kepalanya yang tertunduk dan tangan kanan yang menutupi mulut serta hidungnya.

Posisi kebanyakan yeoja kalau sedang menangis.

Dengan perlahan Kyuhyun berjalan mendekati sosok yeoja yang terlihat rapuh di matanya.

Tidak terlihat lagi seorang Lee Sungmin yang ceria,selalu tersenyum,yang ada hanyalah sosok Sungmin yang rapuh bagai kaca.

Sungmin pov

Aku sekarang berada di belakang sekolah dan lagi-lagi membolos .

Bukan karena apa-apa,tapi setelah Kibum tadi memberi tahuku kalau akan ada berita mengenai kepulangan perdana mentri.

Hal ini tentu saja membuat aku senang bukan kepalang dan tidak sabar untuk melihat berita itu,Dan jadilah seorang lee sungmin terdampar ditempat ini.

Kunyalakan Ipod milikku sendiri,lalu mengeluarkan headset kecil dan menyambungkannya pada Ipod,agar tidak ada yang bisa mendengr suara yang di keluarkan benda ini.

Bisa gawatkan kalau ada guru yang mendengar suara dari Ipod ini dan memergogki ada murid yang membolos jam pelajaran.

Aku bisa melihatnya,Perdana mentri itu kini tengah berjalan keluar bandara dan di sambut oleh para pengawalnya.

Wajahnya masih seperti dulu,tampan,yang berubah mungkin hanya rambutnya yang kini telah sedikit beruban dan sorot mata yang redup.

Appa….

Apa kau masih mengingat putrimu ini appa?apa kau masih mencariku appa?

Aku merindukan kalian..hiks..bogoshipo.

Rasanya benar-benar sakit appa,eomma.10 tahun ini aku hanya bisa melihat kalian lewat tv dan sebuah foto ..

Aku ingin memeluk kalian,appa ,eomma juga ingin kalian tahu betapa aku mencintai kalian semua,aku ingin kalian tahu bahwa sampai saat ini aku masih hidup,

Aku mendongakkan kepalaku keatas melihat langit dari balik dedaunan.

Tuhan,sampai kapan aku harus hidup seperti ini?apakah selamanya aku harus menjadi dewa kematian dan terperangkap dalam kegelapan?apakah aku hanya akan bisa memandangi wajah keluaragku dari balik layar televis?

Aku menundukan kepalaku dalam,melihat kembali pada layar I pod yang kini menapilkan sosok Appaku,ne dia Lee hangeng kini menjabat sebagi perdana mentri Korea .

Tepatnya dua tahun yang lalu,setelah Appa berhasil terpilih menjadi PM Korea selatan.

Aku menyaksikan pelantikannya,meskipun hanyadari balik layar tv,walau begitu aku masih bersyukur,karena masih bisa melihat wajah Appa,Eomma dan Wookie.

Sungmin pov end

"Gweanchana?"Sungmin sedikit terkejut dengan suara yang berasal dari depan wajahnya.

Matanya mengerjap imut beberapa kali,saat tau siapa orang yang ada di depannya.

"Kyuhyun Oppa."Kyuhyun mengusap lembut kepala Sungmin,di tatapnya wajah yeoja yang tampak murung tersebut.

hatinya berdesir tat kala melihat semburat merah di pipi chubi Sungmin.

Ingin rasanya Kyuhyn mengecup pipi chubi Sungmin,namun dia tahan karena tahu ini bukan waktunya seorang choi Kyuhyun bertingkah mesum.

"Gwenchana Minni?"sekali lagi Kyuhyun menanyakan hal yang sama,karena belum mendapat jawaban yang pasti dari Sungmin.

"AH-Ne"Sungmin menjawab dengan sedikit ragu.

Jantungnya kembali berdegup dengan cepat,dan dirasa kedua pipinya memanas,saat kyuhyun membelai kepalanya.

Kyuhyun memposisikan dirinya duduk di sebelah kanan Sungmin,kini tatapannya beralih pada benda elektronik yang di pegang erat Sungmin.

'Berita eoh?'Sungmin menyadari arah tatapann kyuhyun,dengan cepat dimatikan Ipodnya dan ia lepas headset yang sedari tadi berada di telnganya.

"Kenapa dimatikan?"

"karena bosan,hanya ada siaran berita ku matikan"Kyuhyun menggukan kepala,lalu matanya kini mengamati lagi sosok yeoja di sampingnya.

Meskipun samar,namun Kyuhyun dapat melihat raut kesedihan di wajah Sungmin,dan dia tidak menyukai itu!

"Kau lebih cantik bila tersenyum Minnie"Tanpa sadar tangannya kini tengah membelai pipi Sungmin,onyx matanya menatap lekat pada bidadari cantik itu.

Sungmin sendiri pada awalnya merasa terkejut,

namun detik kemudian sentuhan tangan Kyuhyun itu membuatnya nyaman.

Untuk pertama kalinya ada seseorang yang melakukan hal ini pada Sungmin selain Kibum.

"wajah sedih seperti itu,sama sekali tidak cocok untukmu Minnie"Sungmin yang tadinya merasa nyaman dengan Kyuhyun kini justru merasakan hal sebaliknya.

'Apakah begitu terlihat oppa?'dalam hati ia berkata,meskipun rasanya kini sungmin ingin menangis sekeras-kerasnya,namun mana bisa ia lakukan hal seperti itu.

'1..2..3 jadilah sosok ceria dan tersenyum,itu adalah karaktermu untuk saat ini,maka jadikanlah,dan lupakan untuk sejenak kisah menyedihkanmu Lee Sungmin'

Sungmin menyemangati dirinya sendiri dalam hati dengan cara ..yah,katakanlah sedikit aneh.

Setelahnya dengan tiba-tiba ia meloncat berdiri dari duduknya,membuat Kyuhyun kaget karena tindakan Sungmin yang tiba-tiba.

"OMONA..siapa yang kau bilang berwajah sedih itu oppa?Aish..mana mungkin seorang Lee Sungmin bermurung hati hm"Sungmin mencoba bersikap seperti biasanya,dengan nada riang ia memastikan pada Kyuhyun,kalau dirinya fine.

Tapi Kyuhyun bukanlah orang bodoh,dia tahu betul itu hanyalah pura-pura.

Diam memandangi Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan,itulah yang dilakukan Kyuhyun .

Sedang Sungmin masih berdiri dengan menatap Kyuhyun balik,bibirnya tersenyum manis pada namja yang mungkin telah berhasil membuat seorang Lee Sungmin merasakan debaran kehangatan dalam hatinya.

"Kenapa oppa diam,ada yang salah?ah aku rasa sebaiknya aku kembali kekelas"Kyuhyun masih diam tidak merespon apapun,wajahnya datar dan terkesan dingin.

"Kau..kau tidak perlu memaksakan untuk terus tersenyum seperti itu Minnie"Kyuhyun berkata,saat Sungmin membalikan badannya untuk segera pergi dari tempat itu.

Langkahnya terhenti,mendengar ucapan Kyuhyun begitu Sungmin tidak membalikan badannya.

Kyuhyun melihat pungung mungil itu dengan sedih.

Entah kenapa saat melihat Sungmin tersenyum seperti tadi,bukan rasa bahagia seperti biasanya yang ia rasakan,tapi sesak di dadalah yang Kyuhyun rasakan.

Kalau ia tidak melihat wajah penuh kesedihan Sungmin tadi,Mungkin Kyuhyun tidak akan menyadarinya sampai kapanpun.

Yah-dia tidak akan sadar,senyum malaikat itu hanyalah sebuah tipuan,tidak benar-benar nyata.

Sungmin,dia hanya tersenyun dengan bibirnya saja,tapi tidak dengan mata dan yang dapat di simpulkan Kyuhyun.

"Tersenyumlah saat kau ingin tersenyum,menangislah bila kau ingin itu akan membuat perasaanmu tidak terbebani lebih."Sungmin memejamkan erat matanya saat mendengar kata-kata itu.

Mati-matian ia menahan tangisnya ,ingin rasanya Sungmin melakukan apa yang kyuhyun katakana itu.

'Menangislah-saat memang ingin menangis,tersenyum saat kau ingin tersenyum'

Mudah untukmu mengatakan itu sulit untuk melakukannya.

Bukankah kalau aku melakukan hal itu,hanya akan membuatku seperti gadis 'lemah'

"Ha..ha oppa,kau ini bicara apasih?tentu saja aku tersenyum kalau aku memang ingin.

Ck.. sepertinya oppa salah mengatakan hal itu padaku"Sungmin berjalan menjauhi tempat Kyuhyun-tidak ingin meneruskan pembicaraan ini lebih lama.

"Hhh,anak itu keras kepala sekali sih"

"Apa susahnya coba berkata jujur tentang perasaan sendiri"Kyuhyun mendesah berat.

Seperti teringat dengan sesuatu,tubuhnya segera ia tegapkan dan …

"SUNGMIN..MINNIE..HEI LEE SUNGMIN CHANGKAMAN!"Kyuhyun berteriak dengan sangat keras memanggil-manggil nama Sungmin.

Sungmin berhenti,di balikan tubuhnya,sehingga dapat melihat wajah Kyuhyun yang berteria-teriak memanggilnya.

Kyuhyun pun berhenti berteriak memanggi dirasa Sungmin kini Tengah melihatnya dengan raut wajah bingung

Jarak keduany cukup jauh sekitar 15 meter,membuat Kyuhyun menggeram dengan sendirinya.

Ingin dia menghampiri Sungmin,namun Sungmin pasti akan menghindar darinya hanya inilah yang bisa Kyuhyun lakukan sekarang.

"Kau ,bisakah tidak menghindariku terus menerus?Aish ini rasanya benar-benar tidak nyaman kau tahu itu Sungmin?"

Sungmin tersenyum lembut mendengar hal itu"oppa pasti tahukan kenapa aku menghindari oppa?aku masih ingin menikmati hari-hari tenang di sekolah ini"

Kyuhyun menatap tidak percaya pada Sungmin."YAH!Pemikiran macam apa itu!tentu saja kau masih bisa bersekolah dengan Nyman dan tenang di sekolah ini tanpa harus menghindar dariku kan?"

Sungmin mengelengkan kepalanya imut"Bagai mana dengan gossip-gosip itu oppa?aku mana bisa tenang-tenang saja dengan gosip macam begitu"

"kau tidak akan mendengr gosip seperti itu akan menjahit mulut mereka semua kalau masih menggunjingkan tentang kita,karena itu bisakah kau tidak menghindar dariku lagi !"

"Hm..baiklah oppa,aku tidak akan menghindarimu lagi dan kita bisa berteman seperti sedia kala"ucapan Sungmin ini membuat Kyuhyun lega namun juga sakit di hatinya

'Hanya teman ya?hm,tidak apalah,asal kau tidak menjauh dariku lagi'Kyuhyun tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya pada Sungmin yang juga dibalas lambaian oleh Sungmin.

Setelahnya Sungmin kembali meninggalkan Kyuhyun sendiri.

'Mungkin untuk saat ini hanya teman,tapi kita tidak tahukan masa depan akan berkata apa'Seringai Kyuhyun di balik senyum mempesonanya .

~O~O~O~O~O~

TBC

Balasan Riview

tyararahayuni

Hm ada gak yah?he he itu masih rahasia,kan gak seru kalau di kasih tahu sekarang ;).Gomawo buat riviewnya.

Hyuknie

He,mian chingu tapi buat perang-perangan blue kasih tempatnya mungkin bukan di chapter ini,tapi idenya chingu yang umminnya terluka itu pasti akan ada ,cuman gak di waktu dekat ini XD

Gomawo buat riviewnya :)

Terakhir Blue ucapin terimakasih buat kalian semua yang sudah membaca dan meriview my story.

Oh ya blue baru buat blog baru,yang minat silahkan kunjungi blogku di erirasikha . wordpress . com(Hilangkan spasi)