2nd chapter

Previous Chapter :: ~Tapi..yang aku rasakan ia sama sekali tak menolak, apa mungkin ia mematung lagi atauu..? ahh! Entahhlaah..! aku berusaha menikmati ciuman ini,..untunglah, kurasakan badan luka sudah mulai normal lagi. Tak sedingin tadi~

[Gaku's POV :: on]

"…" ia mendorong tubuhku lalu mengusap bibirnya. Ahh~ jangan jangan dia marah .

"„..L-luk-..megurine hime..?"

"just luka,..please.." ah,..dia pakai bahasa inggris lagi

"o-ok,..maaf buat tadi,..a-aku.."

"daijoubu,…bisa antarkan aku pulang kan..?"

"k-kau tak marah,..?"akhirnya kata-kata ini keluar dari mulutku,..

"..."ia hanya menggeleng pelan lalu menggenggam tanganku

"hhh~ aku benar-benar minta maaf"

[Gaku's POV :: end]

"Luka..? maaf nih,..aku pakai motor,."

"daijoubu,.." gadis manis itu tetap menjawab pertanyaan gakupo dengan kata-kata 'daijoubu' mempuat pria bernama gakupo itu makin bersalah

"hh~,.."gakupo menghembuskan nafasnya panjang,..memberi helmnya pada luka lalu menaiki motor ninjanya (gyahahha aXDD)

"Kamui-san.."Luka memakai helmnya lalu menaiki motor gakupo

"..hmm..?"..'kamui-san..? dia kenapa,..kenapa dia memanggilku seperti ini?' fikir gakupo dalam hati

"a-aku tak biasa naik motor,..j-jangan terlalu cepat"walaupun tak terlihat jelas, yang pasti wajah luka saat ini merona memerah"

„"hmm~ ok megurine hime ^^"mulai menyalakan mesin motornya lalu menjalankan motornya perlahan

"jangan kencang-kenjang bakamui!"

"kencang apanya..! =="bakaluka" gerutu gakupo ‚syukurlah ia sudah kembali,..' bathin gakupo tersenyum "ah,..aku mau mampir ke minimarket,..kau mau beli apa,..biar sekalian.." tawar gakupo sopan

„",..tako.."gumam luka pelan

„"hee..?"

„"lapar,.."

„"hah,..?"

„"takoyakii~,.."

„"...o-ok,.." gakupo perlu memutar otaknya untuk mengerti apa maksud kata-kata yang di lontaarkan luka,..ia lalu mengarahkan motornya ke arah restoran tako

„"a-apa yang aku katakan..!" luka menegakkan tubuhnya,..kaget akan ucapan aneh yang ia lontarkan

„"nope,..just funny something ^^" gakupo tersenyum lalu memarkirkan motornya „"ayo turun.."

"hah,..?"

"kau lapar kan?"

"…."wajah luka merona merah, namun ia menuruti permintaan gakupo,..walaupun dibarengi gerutunya

Gakupo tersenyum melihat tingkah gadis itu,..ia membuka tasnya lalu memakaikan topi hitamnya pada luka

"eh..?" luka mendongak melihat sosok jangkung gakupo

"bagaimanapun kau ini artis, bisa susah nanti kalau ada yang lihat kan?" gakupo menepuk kepala luka pelan lalu menggandengnya memasuki restoran

"kenapa kau melindungiku..?"

"apa kau idiot,..aku tak mau di sorot publik" gakupo menjulurkan lidahnya mengejek lalu memilih tempat duduk di pojok yang jauh dari jendela

"bakamui..!" dengan kesal luka menjambak rambut panjang gakupo lalu duduk terlebih dulu

"ittai..! dasar tsundere..!" gerutu gakupo, namun tak membalas perlakuan luka "pelayan~.." gakupo memanggil pelayan untuk mendapatkan daftar menu

"ah,..tunggu sebentar tuan,..mau pesan apa..?" tak lama sesosok gadis cantik berambut kuning panjang menghampiri meja gakupo

"..L-lily..?" mata luka terbelalak melihat sosok cantik beryukata itu

"e-ehh,..l-luka..? g-gakupo..?" perempuan bernama lily itu terlihat kaget,.kaki jenjangnya mundur beberapa langkah dari mereka

"lho kalian saling kenal?"tanya gakupo bingung sambil melihat luka dan lily bergantian

"apa kau bodoh gakkun,..dia itu teman sekelasku,.." lily memberikan daftar menu ke gakupo dan luka.."apa kalian sedang berkencan..?" tanya lily dengan senyum sayu di wajah cantiknya

„"aa-aa.."

„"baka lily,..enggak lah ^^,..u know I just yours ^^" gakupo menarik tubuh lily, membuat gadis itu terduduk di pangkuan gakupo

"k-kalian pacaran..?" luka terbelalak tak percaya,..kenapa bisa lily, siswa high class sepertinya berpacaran dengan gakupo

"a-aaa..i-itt.." wajah lily memerah, berusaha lepas dari pelukan gakupo

"baru 3 hari yang lalu kok,.. ^^ ah~ lily-chan jangan cemburu,..aku hanya mengantar megurine pulang ke rumah kok" gakupo berusaha meyakinkan kekasihnya

"kau tak selingkuh dengannya kan,..?"

„"uhm,..mana mungkin aku selingkuh dengan yandere sepertinya,..bisa-bisa aku mati duluan sebelum jadian ^^,..eh aku pesan ini ya?"gakupo melepas pelukannya lalu menunjuk salah satu menu di daftar menu „"kalau kau megurine? Mau pesan apa..?"

„"..."

„"m-megurine..?" gakupo mengulang kata-katanya

„"hh~ lukachan? Kau mau pesan apa..?" lily menggoyang tubuh luka pelan

„"a-ahh tako..!"

„"hei kampungan,..tak usah teriak kali ^^" gakupo tertawa pelan „lily-chan,.. siapkan tako yang paling enak ya untuk himesama" gakupo mengelus rambut lily pelan

„"hmm~ ok u r highness ^^" lily tersenyum pelan lalu berjalan ke dapur

„"...luka,.. apa kau baik-baik saya?" memastikan sosok lily tak terlihat dari pandangannya, lalu mulai angkat bicara

„"...aku lapar,.."dusta luka, sebenarnya fikirannya hanya tertuju pada scene gakupo dan lily tadi

„"ah~ kau cemburu kan ?" gakupo mendekatkan wajahnya pada luka lalu tersenyum, mencoba menggoda sosok idola itu

„"b-bakamui! M-mustahil kan! Baka!" luka memalingkan wajahnya yang merona merah lalu memainkan gantungan ponselnya

„"hmm~ ^^"gakupo tersenyum tipis lalu kembali duduk, menjaga jaraknya dari luka

„"..."

„"..."

Keadaan menjadi sepi sekarang, terlihat seperti ada jarak di antara pemuda berambut ungu dengan gadis berambut pink itu

„"hei gakkun,..ini pesananmu,..dan luka,..ini,.. ^^ selamat menikmati~^^" ucap lily manis sambil meletakan pesanan mereka

"arigatou lily chan ^^"

"eto,..gakkun..? tumben kau tak menggoda luka?"tanya lily penasaran

„"phtt~ mustahil~..kan disini ada my real princess~ ^^" goda gakupo

"bohong :p"

"o-ok,..bukan karena itu,..mulutku sedikit aneh karena tak merokok~" gakupo mengambil sumpitnya „"itadakimasu ^^" gakupo mulai memakan pesanannya

"ok,..kalau gitu aku tinggal dulu,..permisi.." lily kembali pergi meninggalkan kedua orang itu

"hei,..dimakan dong,..mahal tuh!"

„"..." luka tak merespon

„"atau mau ku suapi?" gakupo kembali tersenyum licik

„"baka!,..itadakimasu,.." luka mulai memakan takoyakinya, berusaha tak termakan godaan gakupo

„"hmm~ gitu dong,..luka yang lagi makan gitu keliatan manis.."

„"..a-apa..?" wajah luka merona memerah

"tak ada siaran ulang :p" gakupo menjulurkan lidahnya lalu melanjutkan makannya

"…"

"…"

Suasana kembali hening,

"eto,..gakupo..?"

"hmm,..?"

"kenapa kau bisa berpacaran dengan lily?" wajah luka mendadak memerah,..jantungnya tiba-tiba memompa lebih cepat saat pertanyaan itu terlontar

"hmm~ dia keren, cantik, sexy, dan lagi rambut panjangnya itu ^^ poninya yang panjang juga,..menggemaskan ^^"

"menggemaskan..?"

"bikin gregetan pengen potong! XD heheh~"

„"..."luka hanya tersenyum kecut melihat ekspresi bahagia gakupo saat menceritakan soal kekasihnya itu ‚'jadi ciuman tadi hanya hiburan bagimu' tanya luka dalam hati

„"hei~ cepat,..sudah malam,..kau belum belajar kan..?" gakupo menyiapkan uangnya

„"biar aku yang bayar" luka meminum tehnya lalu mengeluarkan dompetnya

gakupo menahan tangan luka,.."tak baik jika perempuan dan laki-laki makan dan sang perempuan yang membayar.." ucap gakupo lalu berjalan ke arah kasir sambil menggandeng tangan luka. Tanpa di sadari oleh gakupo, jantung luka kembali berdetak kencang

...

22.00,..waktu yang cukup larut untuk seorang gadis baru sampai di rumahnya, sialnya luka tak hafal alamat rumahnya,..itu membuat mereka lama untuk mencari rumah luka

„"a-arigatou gakupo.." luka memberikan helmnya lalu membungkuk hormat

„"h-heii,..tak pantas kau membungkuk padaku..baka!"gakupo segera menegakkan badan luka kembali

„"k-kenapa?"

„"hmm~ kau itu kan hime,..tak pantas menghormati samurai bawahan sepertiku kan?" gakupo tersenyum kecut lalu siap memakai helmnya

Chuu~

„"o-oyasumi samurai-sama!" luka berlari memasuki rumahnya setelah dengan refleks mengecup bibir gakupo

„"...baka,.." gakupo memakai helmnya lalu menjalankan motornya ke rumah

….

"aaaaaa~~~" gadis berambut smoke pink itu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang berukuran queen sizenya "sa~mu~rai~.." wajah luka memerah "aaa~ aa~~ aa~~!" gadis itu memeluk boneka guritanya lalu menggulingkan tubuhnya ke kanan-kiri, membuatnya terlihat manis, seperti anak SD yang baru merasakan jatuh cinta

"..megurine-hime..? kenapa baru pulang"..tiba-tiba sosok pemuda berambut abuabu membuat luka menghentikan tingkah anehnya

"uhh~,.." luka segera duduk "bukan urusanmu kan.."

"tetap saja urusan saya megurine-hime"pemuda berkacamata itu mendekati luka lalu melepas sepatu luka

"kau itu hanya butlerku.."

"lebih tepatnya butler ayah anda.." ia mulai melepas kaus kaki hitam luka lalu mengambil piyama ungu dari lemari besar luka "dia,..siapa dia"

"bukan urusan kau honne-san"

"really?..but u r father give me trusted to safe u from annoyin" pemuda bernama honne dell yang merupakan butler keluarga megurine itu mulai melepas pita di kemeja luka lalu melepas kancing kemeja luka

"….. honne-san.? Apa kau tahu apa itu rasa cemburu?" luka membiarkan butler itu menanggalkan pakaiannya lalu menggantinya dengan piyama ungu

„"memangnya kenapa?"

„"..." luka menggeleng dengan wajah memerah"jantungku jadi berdetak lebih kencang tiap kali dekat dengan seseorang,..aku ingin selalu memeluknya" luka tersenyum kecut

„"...siapa dia..?" honne dell menyisir rambut panjang luka lalu merapihkan seragam luka

„"Sa~mu~rai ^^" luka tersenyum manis lalu membaringkan tubuhnya yang terbalut piyama berwarna ungu di kasur bersprei putih itu

„"dasar anak muda ^^" dell tersenyum lalu menyelimuti tubuh luka dengan selimut biru muda

„"honne,..janji ya jangan bilang papa soal ini..?"

„"..as ur wish my lady ^^,..good night" dell keluar kamar luka, meninggalkan luka yang sedang dilanda cinta itu

KRIIINNGG KRIINNNGG~~

Tepat pukul 06.00, Jam weeker berwarna biru muda itu berdering memenuhi ruangan kecil. Berusaha membangunkan pemuda berambut biru yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya

"khh~,…" menjulurkan tangannya untuk mematikan jam weeker itu, pemuda itu kembali tidur, menutup badannya dengan selimut secara keseluruhan

"onii~chaaa~~nnn~~ ayo banguunn~" suara gadis manis berambut biru pendek mencoba membangunkan kakak laki-lakinya dengan menarik selimut biru yang menutupi tubuh kakaknya. Memperlihatkan tubuh pemuda itu yang dibalut piyama biru begambar pinguin, sangat manis untuk ukuran pemuda kelas 3 sma

"kaiko-chan~ kau tahu kan semalam aku belajar sampai malam,..tolong biarkan akutidur nyenyak~~"pinta kakaknya itu

"demo kaito-nii,..katanya mau liat muka gebetan kaiko~" kaiko mencoba membujuk kaito-kakaknya- agar segera bangun

"ah~ ok..ok,..dimana dia,..?" kaito mengusap matanya lalu duduk, mencoba mengumpulkan nyawanya

"didepan~ dia ngajak kaiko berangkat bareng /" wajah manis kaiko merona merah, ia lalu menarik tangan kakaknya untuk melihat sosok lelaki yang ia sukai

"uh,..?dia..?" kaito mencoba menajamkan matanya melihat sosok pemuda jangkung berambut coklat dengan motor besar berwarna merahnya dari balkon rumahnya

"hmm,..?" sosok yang di maksud kaiko mendongak, melihat kaito dan kaiko yang berada di balkon "ohayo ^^" sapa pemuda tampan itu ramah

"ohayo! :D" jawab kaito dengan polosnya

"niichan baka! Itu salam untuk kaiko!" kaiko memukul kakaknya pelan

"eh! Tapi dia melihat ke aku,..berarti salamnya untukku kan?" tanya kaito masih dengan polosnya

"aaa..! baka niichan baakaa oniichaannnn!"

"ohayo kaiko-chama..~" sapa pemuda berambut coklat itu yang tepat membuat kaiko salah tingkah

"o-ohayo meito-senpai,..k-kaiko kesana sebentar lagii..!" teriak kaiko dengan wajahnya yang benar-benar merah

"tipemu sangat jantan ya kaiko-chan?" tanya kaito dengan polosnya,,tak sadar jika sosok pemuda bernama meito dibawah dapat mendengar kata-kata kaito

"pphhtt ^^" meito mencoba menahan tawanya

"../ baaaakkaaaa oniiiiiichhhaaaaaaaannnnnn..!"

...

„"humm,..?" kaito menengok ke bawah rumahnya. Terlihat adik manisnya masih mengobrol dengan pemuda tampan berambut coklat tua itu,.."nyamnyam,.."tersenyum pelan lalu menghabiskan sarapannya. Wajar jika mereka massih berada di rumah. Jam baru menunjukkan pukul 06.30, maih cukup pagi untuk berangkat sekolah karena sekolah mulai jam 07.15

„"onii~chann~,..kaiko berangkat" teriak sang adik sedikit mengagetkan kakaknya yang sedang meminum susu

„"ah~ iya kaiko-chan,..hati-hati yaa~ uhmm~ meito-kun,..tolong jaga adikku ya ^^" kaito bergegas turun ke bawah, sekedar memberikan senyum manisnya pada adiknya

„"onii senyum ke aku ato meito-senpai? Huh ==" kaiko memakai mencium tangan kakaknya hormat, lalu menggandeng meito ke halaman

„"hati-hati yaa~~"

„"pasti~ terimakasih sudah percayakan kaiko-chan pada saya ^^" meito tersenyum hangat lalu memakai helmnya, menaiki motornya bergegas berangkat mengantarkan kaiko

‚'sepertinya aku kenal seragam itu..' bathin kaito setelah melihat sosok meito dan adiknya menghilang dari penglihatannya

"wah! Jadi dia cewe idaman meito? Polossnyaa~"

„"eh,..?" suara perempuan yang tak terlalu asing bagi kaito mengagetkan lamunan kaito

"..?eh,..kamu,..budaknya si luka kan..?" dengan santainya perempuan berambut coklat pemilik suara itu menyapa kaito dengan tidak sopannya

"..aa~aku bukan budaknya kok" kaito menggaruk kepalanya polos,..

"kau kakak dari kaiko-chan?" tanya perempuan itu lagi

„"ah! Kok tau sih :D" kaito menghampiri perempuan itu „"aku kaito,..salam kenal ^^" kaito menjulurkan tangannya ramah, bermaksud berkenalan

„"...meiko.."perempuan itu hanya melihat tangan kaito lalu kembali melanjutkan jalannya

„"ehh~ dari mana kau tahu..?" kaito berlari mengambil tas dan mengunci rumahnya lalu menghampiri perempuan bernama meiko itu

„"kau polos, sama seperti kaikochan.."jawab meiko singkat

„"ah iya,..berangkat bareng yuk~ kamu dari sekolah mana..?"

„"bukan urusanmu kan,..baka.."

„"eh,..g-gomenn" kaito menghentikan langkahnya lalu tertunduk merasa bersalah

„"hh~.."meiko menarik lengan jas kaito „"aku meiko,..kakaknya meito,..kau tahu kan wajah kita berdua mirip,..aku harap kau tidak melarang hubungan meito dan kaikochan hanya gara-gara aku dan meito sekolah di sekolah swasta jelek sebelah sekolahmu

„"eh,..? ah pantas saja aku seperti ingat dengan seragam yang kalian pakai ^^ ternyata~ heheh XD"

„"kau,..tak merasa aneh berjalan denganku,..? Level kita benar-benar berbeda.."

„"Daijoubu,..dimataku semuanya sama mei-nee :3"kaito menggenggam tangan meiko lalu menggoyangkan gandengannya, persis seperti anak kecil

„"k-kau,..nee..?"

„"eh,..? Kenapa? Gak ada salahnya kan XD"

„"hmm~"meiko tersenyum manis, lalu menarik badan kaito memasuki angkutan umum yang sedang berhenti

„"e-ehh,..onee-san..?"

„"daijoubu kaito-chan,..kau tak pernah naik angkutan umum kan ^^"

„"eh,..e-etoo /" kaito menunduk, menutupi wajahnya yang memerah

„"anak highclass sepertimu mustahil naik angkutan umum, tapi aku akan merubah kemustahilan itu ^^ kau tahu kan tak ada yang mustahil,..heheh ^^" meiko mengacak rambut kaito pelan lalu memilih tempat duduk disusul dengan kaito yang mengekornya

...

End of chap 02

Review please to read next chapter XDD wakakak~