HARD LIFE and LOVE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D
HARD LIFE and LOVE
Sungmin mendengus kesal begitu mendengar perkataan Kyuhyun yang menuduhnya dengan sangat tidak sopan.
"Stalker mu? Oh, yang benar saja! Apakah aku sebegitu kurang pekerjaan sehingga aku harus menguntitmu?!" balas Sungmin.
"Lalu, untuk apa kau mengikutiku ke semua tempat yang aku suka?! Di perpustakaan, di Bingeul's, dan disini?" tanya Kyuhyun.
"Aku tidak mengikutimu! AKU MEMANG BEKERJA DI TIGA TEMPAT ITU!" jerit Sungmin keras.
Semua orang yang ada di dapur menoleh ke arah Sungmin dan Kyuhyun begitu mendengar suara teriakan Sungmin. Kyuhyun buru-buru nyengir pada semua orang.
"Berhenti menuduhku yang tidak-tidak! Kalau tidak tahu tidak usah komentar deh!" seru Sungmin kesal lalu meninggalkan Kyuhyun.
Sungmin berjalan menuju lokernya sambil menyumpah-nyumpahi Kyuhyun. Dia membuka pintu lokernya dan memasukkan baju yang tadi dipakainya ke dalam loker.
"Aish, bajuku jadi basah begini kan. Dasar Kyuhyun jelek." Keluh Sungmin.
Sungmin benar-benar tidak mengharapkan pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun akan menjadi seperti ini. Dia pikir pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun akan menjadi sangat romantis, tapi malah seperti ini.
"Pelayan shift tiga! Berkumpul!" suara Kang Hodong terdengar.
Sungmin buru-buru menutup pintu lokernya dan segera menuju ke asal suara. Begitu dia sampai dilihatnya beberapa pelayan sudah berbaris di depan Kang Hodong. Sungmin masuk dalam barisan. Kang Hodong menunggu sampai semua pelayan sudah hadir, baru kemudian dia angkat bicara.
"Seperti biasa, hari ini adalah hari Jumat. Kafe kita akan lebih ramai dari biasanya. Siapkan diri kalian, percepat ritme kerja kalian. Kalian mengerti?!"
"MENGERTI!" seru semua pelayan.
Semua pelayan shift tiga membubarkan diri. Sungmin bergegas menuju posnya, yaitu di depan jendela dapur yang luas. Tugas pelayan di sini ada dua sesuai dengan posisinya. Pelayan tipe A, pelayan yang bertugas mencatat pesanan dan melayani keluhan. Sedangkan Pelayan tipe B bertugas mengantarkan pesanan. Sebenarnya Sungmin ingin menjadi Pelayan tipe A, tapi karena kafe ini kekurangan pelayan tipe B, makanya dia dimasukkan menjadi Pelayan tipe B.
"Anak baru, ini pesanan untuk meja 3." Kata pelayan dapur sambil meletakkan nampan di ambang jendela dapur, kemudian menarik kertas pesanan dari tali yang dibentangkan di jendela.
"Masih ada lagi ternyata." Dia memasang lagi kertas pesanan itu ke tali.
"Ne." Sungmin bergegas mengambil nampan dan kemudian membawanya keluar. "Aw, berat sekali." Keluh Sungmin karena di nampan besar itu ada empat jenis makanan.
Sungmin menuju ke meja 3. Ternyata meja itu ditempati oleh sebuah keluarga dengan tiga orang anaknya. Satu anak perempuan dan dua anak laki-laki.
"Pesanan datang.." kata Sungmin ramah.
Kelima anggota keluarga itu terlihat bahagia melihat makanan mereka yang sudah datang.
"Ah, kenapa ada kimchi. Oppa aku tidak suka kimchi, nanti jatahku Oppa yang makan ya?" kata si anak perempuan.
Deg! Rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk hati Sungmin. Dia bergegas pergi meninggalkan keluarga itu.
Bukannya kembali ke depan jendela dapur, Sungmin malah pergi ke ruang karyawan. Dia menyenderkan tubuhnya ke deretan loker yang memenuhi dinding. Dia memegang dadanya. Karena adegan tadi, dia jadi teringat kedua kakaknya. Betapa Sungmin merindukan kedua kakaknya. Kedua kakaknya pasti khawatir karena dia pergi tanpa meninggalkan pesan.
"Oppa.. Mianhae.. Aku merindukan kalian.." lirih Sungmin sambil menangis.
Pintu ruang karyawan terbuka dan Kyuhyun masuk. Sungmin bergegas menghapus air matanya, tapi terlambat. Kyuhyun sudah terlanjut melihatnya.
"Yaa.. Anak baru, kau menangis?" tanya Kyuhyun sambil menghampiri Sugngmin.
Sungmin menggeleng pelan. "Ah, aku tidak menangis."
"Bohong! Lihat, sisa-sisa air matamu saja masih ada. Sini aku bersihkan."
Kyuhyun mengulurkan tangannya dan mengusap kedua mata serta pipi Sungmin. Sungmin hanya bisa terpaku di tempat.
"Jangan, nanti tanganmu kotor." Kata Sungmin sambil berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari wajahnya.
"Aku paling tidak kuat melihat wanita menangis." Kata Kyuhyun sambil tetap membersikan wajah Sungmin dari sisa-sisa air mata.
"Kamsahamnida.." lirih Sungmin.
"Mengapa kau menangis?" tanya Kyuhyun begitu dia selesai.
"Aku.. Aku merindukan kedua kakakku." Kata Sungmin jujur.
"Memangnya kakakmu di mana?"
"Aku tinggal sendirian. Kakak dan orang tuaku tidak tinggal bersamaku." Jawab Sungmin jujur.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Seorang gadis tinggal sendirian? Kau tidak takut?"
"Sebenarnya aku takut, tapi mau bagaimana lagi.. Oh iya, untuk apa kau ke ruang karyawan? Seharusnya kan kau ada di panggung, menyanyi.."
Kyuhyun berdecak. "Tidak akan ada live music hari ini. Pemain keyboard kami tangannya patah. Jelas dia tidak bisa bermain."
"Kan masih ada pemain gitar dan drum, tentu saja masih bisa."
Kyuhyun menggeleng. "Tidak. Kami sudah terbiasa bermain dengan iringan keyboard. Penampilan kami akan kacau tanpa keyboard."
Kedua bola mata Sungmin berbinar. "Ah, aku akan menggantikan pemain keyboard kalian!"
"Kau bisa bermain keyboard?" tanya Kyuhyun semangat.
Sungmin mengangguk. "Aku juga bisa bermain gitar dan bas!"
"Bagus! Ayo cepat kita keluar!" Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan membawanya keluar.
Di samping panggung Kang Hodong sudah berdiri sambil berkacak pinggang. Di sampingnya ada pemain gitar dan drum home band.
"Jung Sungmin! Kau dari mana saja?! Pelanggan sudah kesal karena tidak ada live music, jangan buat mereka tambah kesal karena makanan mereka tak kunjung diantar!" seru Kang Hodong marah.
"Bos! Jangan marah padanya! Dia bisa bermain keyboard, dia bisa menyelamatkan live music hari ini!" seru Kyuhyun.
Wajah Kang Hodong berseri-seri. "Yaa.. Benarkah?"
Sungmin mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja aku bisa Bos. Aku akan menyelamatkan live music."
"Ya sudah, cepat sana ke panggung!"
Kyuhyun bergegas naik ke panggung diikuti Sungmin. Sungmin langsung duduk di belakang keyboard. Pemain gitar dan drum menatap mereka berdua aneh, tapi toh mereka berdua ikut naik ke atas panggung.
"Ah, kami sudah mendapatkan pemain keyboard pengganti. Beruntunglah kami mempunyai Jung Sungmin. Jadi, live music tidak jadi dibatalkan." Kata Kyuhyun.
Kafe pun riuh oleh tepuk tangan dan siulan para pengunjung. Kyuhyun tertawa renyah.
"Baik-baik, lagu pertama kali ini adalah lagu yang sendu. Timeless dari Zhang Liyin." Kata Kyuhyun.
Sungmin cengoh. Saat dia baru pertama kali mengunjungi kafe ini, Kyuhyun juga menyanyikan lagu Zhang Liyin. Sepertinya Kyuhyun tergila-gila pada Zhang Liyin. Tapi Sungmin tak ambil pusing, dia toh bisa memainkan lagu itu.
: HARD LIFE and LOVE :
Jam sebelas malam, kafe sudah tutup. Sungmin menuju ke ruang karyawan untuk mengambil tasnya. Dia memutuskan tidak mengganti baju karyawannya karena malas antri di kamar mandi.
"Hey, Jung Sungmin." Panggil seseorang.
Sungmin menutup pintu lokernya. "Ada apa?"
"Aku masih penasaran, mengapa kau bekerja di tiga tempat? Kau kan seorang perempuan, apa kau kuat?" tanya Kyuhyun.
Sungmin mendengus. "Jadi kau meremehkanku, begitu?! Aku ini perempuan yang hebat, tahu! "
"Aku kan hanya bertanya!" balas Kyuhyun sengit.
"Yaa! Kenapa kau membentakku?! Jika aku marah lalu aku tidak mau lagi menggantikan pemain keyboard mu itu, bagaimana?" ancam Sungmin.
Kyuhyun langsung menggelengkan kepalanya. "Andwae, andwae! Aku membutuhkanmu! Jika tidak ada kau, aku bisa dipecat Bos!"
"Nah, maka dari itu jangan memarahiku apalagi mengejekku!" seru Sungmin.
"Kau ini, benar-benar menyebalkan." Kata Kyuhyun pelan.
"Kau bilang apa?!"
Kyuhyun buru-buru menggelengkan kepalanya. "Ani, amugeotdo ani. Aku tidak bilang apa-apa, mungkin kau salah dengar."
Sungmin mendengus keras. "Kau ini, sudah menuduhku sebagai stalkermu, memaksaku untuk menggantikan pemain keyboard mu, dan sekarang menghinaku. Aku tidak mungkin salah dengar, telingaku ini masih sehat. Kau benar-benar tidak tahu arti kata terima kasih dan maaf, ya?" sindir Sungmin ketus.
"Ya sudah kalau begitu, terima kasih dan maaf!" seru Kyuhyun, lalu pergi meninggalkan Sungmin.
Sungmin cemberut. "Ya, kau manusia menyebalkan. Tapi kenapa aku suka padamu ya?! Ah, dasar menyebalkan!"
: HARD LIFE and LOVE :
Sedari pagi Siwon tak kunjung keluar dari kamarnya. Dia bahkan tidak turun untuk sarapan. Ini membuat Heechul kesal. Maka dari itu dia sendiri yang akan menegur Siwon.
"Siwon." Panggil Heechul.
Siwon masih menatap layar laptopnya. "Ada apa?"
"Kau tidak keluar dari tadi. Kau belum sarapan. Apa kau tidak mau berangkat ke kantor?"
"Aku melakukan sesuatu yang berharga untuk adikku. Aku sedang mencarinya. Ini lebih baik daripada Umma yang tidak melakukan apa-apa, padahal Umma sendiri yang menyebabkan Sungmin pergi dari rumah."
Heechul terdiam, kemudian pergi dari kamar Siwon tanpa berkata-kata lagi. Siwon pun melanjutkan pencarian mengenai Sungmin di website rumah sewa Seoul.
"Ketiga Sungmin ini namanya bukan Tan Sungmin! Apa mungkin, Sungmin menyembunyikan identitasnya? Ah, ya! Mungkin begitu! Aku akan mencari mereka!" seru Siwon bersemangat.
Siwon mencetak alamat ketiga rumah sewa itu. Kemudian Siwon meraih jaket, dompet, dan kunci mobilnya. Baru saja dia akan keluar, pintu kamarnya terbuka dan Zhoumi masuk.
"Hyung! Ada apa hyung kemari?!" tanya Siwon.
"Aku harus mencari Sungmin. Aku tidak tahan ada di China tanpa tahu apa-apa." Kata Zhoumi gusar.
"Dan meninggalkan Henry noona?"
"Henry akan baik-baik saja. Fokusku sekarang hanya pada Sungmin. Aku harus mencarinya." Kata Zhoumi tegas.
"Ayo ikut aku, hyung. Aku akan mencari Sungmin!"
Zhoumi mengangguk. Mereka berdua pun berlarian ke bawah, membuat semua pelayan yang ada di rumah itu heran mengapa kedua tuan mudanya berlari-lari di dalam rumah.
Di garasi, Siwon segera mengeluarkan mobilnya. Dia menyalakan mesin mobil kemudian Zhoumi masuk dan Siwon segera menjalankan mobilnya.
Di perjalanan, Siwon menjelaskan segala sesuatu tentang tiga Sungmin itu. Dan mereka memutuskan akan mencari ke Sungmin yang ada di dekat Sungai Han. Yang bernama Lee Sungmin.
Begitu mereka sampai, mereka langsung turun dan bertanya. Ternyata Lee Sungmin adalah seorang laki-laki, jelas itu bukan Sungmin adik mereka. Kemudian mereka menuju ke daerah Incheon. Sungmin kedua bernama Kim Sungmin, dan walaupun dia perempuan, sudah jelas itu bukan Sungmin adik mereka.
Mereka berputa-putar terus mencari Sungmin, siapa tahu dia kelihatan di jalanan sampai akhirnya mereka menyerah.
"Siwon, kita ke Kyunghee." Kata Zhoumi.
Siwon mengangguk dan menjalankan mobilnya menuju Kyunghee University. Sungmin ketiga yang mereka cari menyewa sebuah kamar di dekat Kyunghee University.
Sudah jam setengah enam ketika mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah besar. Mereka berdua turun dan memencet bel pintu.
Ibu Pemilik Rumah keluar dan terkejut mendapati dua orang lelaki tampan dan gagah berdiri di depan pagar rumahnya.
"Permisi, ahjumma. Apakah Jung Sungmin ada?" tanya Zhoumi.
"Ah, anak itu sedang bekerja."
Hati Zhoumi dan Siwon mencelos.
"Dia bekerja dimana?" tanya Zhoumi lagi.
"Aku tak tahu pasti dimana. Dia baru mulai bekerja kemarin. Dia berangkat pukul setengah sembilan pagi dan pulangnya baru jam setengah dua belas malam." Jelas Ibu Pemilik Rumah.
Siwon dan Zhoumi sama-sama terkejut. Jika Sungmin yang ini benar-benar adik mereka, mereka ragu apakah Sungmin bisa bekerja selama lima belas jam. Untuk memakai sepatunya sendiri saja dia terlalu malas.
"Kemarin waktu dia pulang, wajahnya pucat. Kentara sekali dia kelelahan. Tapi dia hebat sekali, tadi pagi sudah semangat bekerja lagi."
"Ciri-cirinya, bagaimana?" tanya Siwon.
"Ah, anak itu cantik. Mukanya imut, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang tergerai. Saat pertama kali melihatnya, kukira dia itu Tan Sungmin – "
"TAN SUNGMIN?!" potong Zhoumi dan Siwon terkejut.
Ibu Pemilik Rumah mengangguk yakin. "Dia mirip sekali dengan Tan Sungmin. Tapi dia berkata kalau dia bukan Tan Sungmin. Memang mataku sudah agak rabun, jadi sudah tidak bisa melihat dengan jelas."
"Ahjumma, tolong beri tahu kami dimana dia bekerja. Dia adik kami dan kami ingin bertemu dengannya." Pinta Siwon.
"Aku tidak tahu. Tapi kita bisa masuk ke kamarnya dan mencari tahu dimana dia bekerja."
"Bisakah?" tanya Siwon bersemangat.
"Tentu. Ikut aku."
Siwon dan Zhoumi mengikuti Ibu Pemilik Rumah masuk ke dalam. Ibu Pemilik Rumah mengambil kunci cadangan di kotak kunci. Dia membuka kamar nomor tujuh, Siwon dan Zhoumi langsung masuk. Mereka bergegas meneliti segala sesuatu yang ada di kamar itu. Sedangkan Ibu Pemilik Rumah meneliti meja.
"Siwon, ini koper Sungmin.." kata Zhoumi, menunjuk koper yang diletakkan di sudut kamar.
Siwon menghampiri Zhoumi dan berjongkok memeriksa kedua koper tersebut.
"Ah, masa iya hyung? Aku tidak pernah tahu Sungmin punya koper seperti ini. Kopernya kan semuanya warna pink. Ini hitam dan coklat." Kata Siwon tidak yakin.
"Ini milik Sungmin, Siwon. Aku yang membelikannya saat aku berlibur ke Perancis. Itu LV milik Sungmin.." kata Zhoumi getir.
Ibu Pemilik Rumah yang sedari tadi sibuk di meja pun berseru.
"Ah! Aku dapat! Dia bekerja di Rainbow Cafe! Daerah Gangnam! Ini surat tugasnya ada di sini!"
"Ahjumma, tolong jangan bilang pada Sungmin kalau kami mencarinya ya?" pinta Zhoumi.
"Ya, tentu saja!"
Zhoumi dan Siwon bergegas keluar dari kamar nomor 7, setelah sebelumnya tak lupa mengucapkan terima kasih pada Ibu Pemilik Rumah.
Siwon mengebut menuju Gangnam. Dia tidak tahu dimana itu Rainbow Cafe, tapi tentu saja GPS di mobilnya sangat lengkap. Selalu ter-update jika ada tempat baru. Providernya memang hebat.
"Siwon.. Kita hampir sampai.." kata Zhoumi saat melihat GPS.
Siwon memarkir mobilnya di pinggir jalan karena Rainbow Cafe tidak mempunyai tempat parkir untuk mobil. Mereka berdua bergegas turun dan memasuki Rainbow Cafe, tak lupa memakai topi dan kacamata hitam.
Mereka duduk di meja yang ada di sudut. Seorang pelayan menghampiri mereka. Siwon menyelipkan uang di tangan pelayan laki-laki itu.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya pelayan itu.
"Apa di sini ada yang bernama Sungmin?" tanya Zhoumi langsung.
"Ah, iya ada. Dia anak baru, baru masuk kemarin. Namanya Jung Sungmin"
"Dia bekerja sebagai apa?" tanya Siwon.
"Sebenarnya dia pelayan. Tapi karena pemain keyboard homeband kami sedang sakit, jadi dia menggantikannya sementara."
"Apakah dia hanya bekerja di sini?" tanya Zhoumi.
Pelayan itu menggeleng. "Kyuhyun memberitahuku kalau dia bekerja di tiga tempat. Yang pertama di perpustakaan Kyunghee University, di Bingeul's, dan di sini."
"Bingeul's?" tanya Zhoumi dan Siwon bersamaan.
"Itu Toko CD. Dekat kok dari sini."
"Lalu, Kyuhyun itu siapa?"
Pelayan itu menunjuk Kyuhyun yang berdiri di samping panggung.
"Laki-laki yang memakai baju putih itu, namanya Kyuhyun. Kim Kyuhyun."
"Kau boleh pergi." Kata Siwon.
Sepeninggal pelayan itu, Siwon dan Zhoumi mengamati Kyuhyun dengan seksama. Mereka berdua meneliti Kyuhyun dari kepala sampai kaki.
"Yaa.. Dia ada hubungan apa dengan Sungmin sampai Sungmin memberitahunya tentang pekerjaannya? Sungmin bahkan tidak memberitahu kita, Demi Tuhan! Kita ini kakaknya!" seru Zhoumi.
Siwon menggelengkan kepalanya. "Dan apakah Kyuhyun itu tahu kalau Sungmin adalah anak keluarga Tan? Jika tahu, kita harus berhati-hati, siapa tahu dia hanya ingin memanfaatkan Sungmin."
"Tentu dia tidak tahu, Siwon. Apa kau tidak memperhatikan, dia menyembunyikan identitasnya dan mengenalkan dirinya sebagai Jung Sungmin, bukan Tan Sungmin."
"Tapi apakah Kyuhyun itu tahu kalau Jung Sungmin itu sebenarnya Tan Sungmin?"
Zhoumi menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu.."
"Dia benar-benar ingin hidup mandiri, hyung.."
"Memang kelihatannya dia itu manja sekali, tapi ternyata, dia adalah anak yang hebat ya, 'Won. Aku bangga sekali padanya."
Terdengar suara-suara dari arah panggung. Siwon dan Zhoumi menoleh ke arah panggung dan melihat Sungmin ada di belakang keyboard.
"Dia benar Sungmin kita, hyung.." desah Siwon.
"Lagu pertama yang akan kami mainkan di sini, kami membuka request lagu. Adakah yang mau request?" tawar Kyuhyun.
Siwon bergegas memanggil seorang pelayan yang cukup dekat dengannya. Dia membisikkan sesuatu dan pelayan itu mengangguk. Pelayan itu mendekati panggung dan membisikkan sesuatu pada Kyuhyun.
"Oh, request pertama di hari ini adalah lagu Winter Child. Apakah ada yang sedang berulang tahun hari ini? Maka Winter Child adalah lagu yang tepat!" kata Kyuhyun.
: HARD LIFE and LOVE :
Sungmin tertegun begitu mendengar perkataan Kyuhyun bahwa lagu yang akan mereka mainkan adalah Winter Child. Lagu itu benar-benar berarti bagi Sungmin karena setiap ada yang berulang tahun di keluarganya, maka keluarganya akan menyanyikan lagu itu bersama-sama. Sungmin jadi teringat ulang tahunnya yang tinggal sebulan lagi. Dia jadi sedih. Biasanya ulang tahunnya dirayakan dengan mewah, tapi kemungkinan ulang tahunnya yang akan datang hanya akan dirayakannya sendirian.
Sungmin memencet tuts dan mulai memainkan lagu itu, mengingat-ingat kenangannya bersama keluarganya.
Dia meja yang ada di sudut, Zhoumi dan Siwon mengamati Sungmin yang sedang memainkan keyboard dengan sepenuh hati. Mereka terhanyut dalam permainan keyboard Sungmin, juga dalam suara indah Kyuhyun.
"Hyung.. Sebulan lagi Sungmin berulang tahun.." desah Siwon.
"Apakah dia akan merayakan ulang tahunnya sendirian, Siwon? Apakah dia akan merayakan tahun baru sendirian? Kasihan dia.. Siwon.."
"Hyung, kita harus menemuinya. Kita bisa merayakan ulang tahunnya bersama-sama. Setidaknya dia tidak sendirian."
"Kita tidak bisa menemuinya. Dia akan marah kalau tahu kita ikut campur dalam urusannya. Kau tahu sendiri watak anak itu."
"Hyung.. Apakah Umma sudah menemukan Sungmin?"
Zhoumi menggeleng. "Mustahil dia belum menemukannya. Kau lihat dua lelaki berjas di sudut sana?"
Siwon memutar badannya menghadap ke belakang. Memang benar ada dua lelaki berjas dan memakai kacamata hitam yang duduk di meja sudut.
"Ne. Memangnya ada apa?"
"Mereka itu kan bodyguard nya Umma." Kata Zhoumi.
Mata Siwon melebar. "Jinjja?!"
Zhoumi mengangguk yakin. "Tentu saja. Yang satu namanya Han Dongshin, yang satunya lagi namanya Oh Geumsoo. Aku tahu mereka karena dulu waktu aku dikirim Umma ke Busan, mereka yang mengawalku."
"Jadi, Umma sudah tahu keberadaan Sungmin dan dia hanya mengirimkan bodyguard nya untuk mengawasinya? Umma tidak terjun langsung? Bahkan untuk meminta maaf kepada Sungmin? Demi Tuhan, Umma yang membuat Sungmin menderita dan harus bekerja lima belas jam seperti ini! Sungmin bisa jatuh sakit kalau dia bekerja seperti ini terus!" seru Siwon frustasi.
"Umma punya alasannya sendiri, Siwon. Nanti kita juga akan mengerti." Kata Zhoumi bijak.
"Tapi Umma benar-benar tega, hyung.. Dia kejam sekali. Entah apa yang dikatakan Appa. Appa pasti akan marah besar pada Umma."
: HARD LIFE and LOVE :
Sungmin membuka pintu kafe lalu keluar. Belum sempat dia berjalan, seseorang telah memanggilnya. Ternyata Kyuhyun.
"Ada apa?" tanya Sungmin.
"Ini sudah malam. Tidak baik seorang gadis pergi sendirian. Rumahmu di mana? Biar kuantar." Kata Kyuhyun.
Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Kemarin saja kau tidak menawariku. Dan sekarang kau menawariku setelah kita bertengkar?"
"Ayolah, anggap ini sebagai permintaan maafmu. Rumahmu di mana?" desak Kyuhyun.
"Dekat Kyunghee."
"Ah! Rumahku juga di dekat Kyunghee! Kau pulang bersamaku saja, aku antar sampai rumah! Tepatnya di mana?"
"Kamar Sewa Paradise."
Kyuhyun melongo. "Paradise! Itu kan samping rumahku tepat! Kenapa kau tidak bilang?!" pekik Kyuhyun gemas.
"Kan kau tidak tanya." Kata Sungmin datar.
"Ya sudah. Kau tunggu di sini, aku ambil motorku dulu." Kata Kyuhyun lalu bergegas pergi.
Sungmin mengangguk dan kemudian menunggu di depan kafe. Dia tidak menyadari bahwa Siwon dan Zhoumi mengawasinya dari dalam mobil.
"Cari data seseorang yang bernama Kim Kyuhyun. Selengkap-lengkapnya." Kata Siwon di ponselnya.
.
.
To Be Continued..
.
.
Oh iya, aku bakal buat FANFICTION request an dari pembaca. Yaitu YunJae sequel.
YunJae shipper angkat tangaaaan!
