HARD LIFE and LOVE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D
A/N : Maafkan untuk apdet yang lama karena author sibuk sekali dengan sekolah T.T Ditambah besok sudah Ujian Semesteran, jadi gak janji apdet cepet T.T
HARD LIFE and LOVE
Siwon mengamati layar laptopnya baik-baik. Sekretarisnya baru saja mengirim data Kim Kyuhyun padanya. Dan kini Siwon sedang mempelajari profil Kyuhyun. Profil Kyuhyun singkat saja, tidak ada yang terlalu istimewa. Lagipula, apa sih yang istimewa dari profil seorang mahasiswa? Kecuali kalau dia seorang artis atau anak orang kaya.
Nama : Kim Kyuhyun
TTL : Seoul, 3 Februari 1992
Orang Tua : Kim Kangin & Kim Leeteuk
Pekerjaan Orang Tua : Kepala Bagian Penjualan Tan Group & Wiraswasta
Saudara : Kim Taemin
Pendidikan : Kyunghee University, Post Modern Music, Semester 4
Pekerjaan : Penyanyi Kafe
Hobi : Menyanyi, main gitar, main klarinet, main harmonika, main game, makan, nonton film, tidur
Alamat : 15 Kyungheedae-ro, Dongdaemun-gu, Seoul, 130-701
"Jadi dia anak Kangin ahjussi? Dan rumahnya pun tepat sekali di sebelah rumah sewa Sungmin." Gumam Siwon.
Siwon mengangkat telepon yang ada di mejanya dan menekan nomor yang sudah dihafalnya di luar kepala.
"Panggilkan Kim Kangin, Kepala Bagian Penjualan ke kantorku. Cepat, aku tidak mau menunggu lama." Kata Siwon cepat.
Sembari menunggu, Siwon mempelajari beberapa dokumen perusahaan, tentang kerja sama Tan Grop dengan Jung Corp yang akan segera berjalan tahun depan. Kira-kira seminggu lagi.
Hanya lima menit berselang setelah dia menghubungi sekretarisnya, Siwon mendengar pintu ruang kerjanya diketuk.
"Masuk."
Pintu ruang kerjanya terbuka dan Kangin masuk.
"Silahkan duduk, Kangin-ssi." Kata Siwon mempersilahkan.
Kangin duduk di kursi yang ada di depan meja Siwon.
"Ada apa Tuan Muda memanggil saya? Apakah ada masalah penjualan yang tidak beres?" tanya Kangin.
Siwon menutup mapnya dan memandang Kangin lurus.
"Ini sama sekali bukan masalah penjualan, Kangin-ssi." Kata Siwon datar.
"Lalu, ada apa?"
Siwon menatap Kangin tajam. "Sekarang, katakan. Apakah anda tahu mengenai keberadaan adikku, Tan Sungmin? Jawab dengan jujur, Kangin-ssi."
Kangin terperanjat. Dia benar-benar tidak tahu kalau ternyata Siwon sudah mengetahui keberadaan Sungmin.
"Saya.. saya.." kata Kangin tergagap.
"Katakan dengan jujur, Kangin-ssi. Saya tahu ini bukan urusan pekerjaan tapi ini menyangkut adik saya. Dia juga bagian dari Tan Group." Kata Siwon tegas.
Kangin tahu dia tidak bisa mengelak, jika dia mengelak maka masalahnya akan lebih rumit. Maka dari itu dia memutuskan untuk berkata jujur.
"Nona Sungmin menyewa sebuah kamar tepat di samping rumah saya, Tuan." Jawab Kangin jujur.
"Anda tahu dan Anda bahkan tidak memberitahu saya?" tanya Siwon berang.
"Maafkan saya, Tuan Muda. Nona Sungmin melarang saya untuk memberitahukan keberadaannya. Saya harus mematuhi perintahnya."
Siwon menghela nafas panjang. Lalu dia menghadapkan laptopnya pada Kangin. Kangin heran melihat foto anaknya terpampang di layar laptop Siwon.
"Dan katakan, apa hubungan anak anda dengan adik saya?"
Kangin kelihatan terkejut mendengar pertanyaan Siwon.
"Maaf, Tuan Muda. Tapi saya tidak tahu. Saya bahkan tidak tahu kalau anak saya mengenal Nona Sungmin."
"Saya melihat anak anda mengantarkan Sungmin pulang dari kafe kemarin. Apakah anak anda tahu kalau Sungmin adalah adikku?"
Kangin menggeleng. "Nona Sungmin mengganti namanya menjadi Jung Sungmin, Tuan. Kyuhyun tidak tahu."
"Anak anda tidak tahu Nona Muda Ayahnya?" tanya Siwon heran.
Kangin kembali menggeleng. "Kyuhyun tidak pernah mau tahu urusan pekerjaan saya, Tuan. Dia hanya tahu Tuan dan Nyonya punya tiga anak, dia tidak tahu wajah dari ketiga anak Tuan dan Nyonya." Jelas Kangin.
"Dan intinya, anak anda tidak tahu kalau Jung Sungmin adalah Tan Sungmin?" tanya Siwon memastikan.
"Saya rasa tidak, Tuan Muda."
"Kangin-ssi, kumohon. Jika anak anda menjalin hubungan dengan adik saya, tolong minta pada anak anda untuk memperlakukan adik saya dengan baik. Saya juga titip adik saya pada anda, jaga dia. Jangan bairkan dia kelaparan atau kesakitan. Ini aku ada uang untuk keperluan Sungmin. Kutitipkan saja pada anda, kalau dia butuh sesuatu, anda bisa memberikannya dengan mengatakan itu dari anda. Jangan katakan kalau itu dariku. Jika dia ada apa-apa, tolong beritahu aku. Apakah anda mau, Kangin-ssi?" pinta Siwon.
Kangin tidak tega melihat raut wajah Siwon serta sorot matanya yang penuh pengharapan. Dia tahu Siwon sangat menyayangi adiknya. Kangin pun juga sama, dia menyayangi Nona Mudanya. Akhirnya, dia pun mengangguk.
"Terima kasih, Kangin-ssi."
: HARD LIFE and LOVE :
Karena bosan, Sungmin memainkan game yang ada di ponselnya. Hari ini hari Sabtu dan tentu saja kampus tutup, jadilah dia tidak bekerja. Dia baru bekerja nanti saat jam kerjanya di Bingeul's sudah dimulai. Sungmin jadi menyesal sendiri kenapa dia tidak membawa laptopnya waktu dia kabur. Jika saja dia membawa laptopnya, mungkin dia tidak akan kebosanan.
Sungmin mendengar pintu kamarnya diketuk. Dia bangkit berdiri untuk membukakan pintu.
"Kangin ahjussi? Masuk saja."
Kangin masuk ke dalam kamar Sungmin lalu menutupnya.
"Ada apa, ahjussi?" tanya Sungmin.
Kangin mengangkat bungkusan yang dibawanya. "Ini untuk Nona Sungmin. Biasanya kan nona Sungmin sarapan di kampus, hari ini kan Nona Sungmin tidak bekerja. Saya tahu nona tidak bisa memasak jadi saya bawakan masakan istri saya."
Sungmin tersenyum. "Ahjussi, anda baik sekali. Masakan Leeteuk ahjumma pasti enak sekali. Tahu saja aku belum makan." Sungmin menerima bungkusan makanan dari Kangin. "Bagaimana keadaan keluargaku, ahjussi?" tanya Sungmin.
"Mereka baik-baik saja, nona. Saya curiga mereka sudah berhasil menemukan keberadaan nona karena beberapa hari terakhir, Nyonya Heechul dan Tuan Muda Siwon kelihatan baik-baik saja."
Sungmin melongo. "Tapi, bagaimana bisa? Aku sudah membuang SIM Card ku ke tempat sampah! Mereka tidak bisa melacak GPS nya, kan? Aku bahkan sudah mematikan GPS ponselku."
"Nona, anda sungguh naif sekali. Karyawan perusahaan anda kan banyak. Nyonya mengirim mereka untuk mencari nona, dan sepertinya mereka sudah tahu keberadaan nona."
Sungmin mendengus. "Iya, aku lupa kalau Umma punya karyawan banyak. Huh, salah Umma sendiri kenapa dia mengusirku. Aku jadi kesal pada Umma. Lalu bagaimana dengan Oppa?"
"Tuan Muda Zhoumi atau Tuan Muda Siwon?"
"Dua-duanya."
"Dua hari yang lalu Tuan Muda Zhoumi datang ke Korea. Tuan Muda Zhoumi dan Tuan Muda Siwon mencari Nona Sungmin. Mungkin mereka sudah menemukan Nona Muda."
Sungmin terperanjat. "Zhoumi Oppa datang ke Korea hanya untuk mencariku?" tanya Sungmin tak percaya. "Dan jadi Oppa juga sudah tahu? Tapi ahjussi tidak memberitahu mereka kan? Tentang keberadaanku ini." Lanjut Sunmin.
Kangin menggeleng, berbohong. "Tidak, nona.."
Sungmin tersenyum lega.
: HARD LIFE and LOVE :
Kangin masuk ke dalam rumahnya. Istrinya menyambutnya dengan ciuman selamat datang.
"Dimana anak-anak?" tanya Kangin.
"Taemin ada di kamar. Kyuhyun ada di dapur, menghabiskan makanan di kulkas. Makan malam sudah siap." Jawab Leeteuk.
Kangin menapakkan kakinya menuju dapur. Di dapur, dia melihat Kyuhyun sedang membungkuk di depan kulkas.
"Ada hubungan apa kau dengan Jung Sungmin?" tanya Kangin langsung.
Kyuhyun menegakkan badannya dan menatap Ayahnya. "Jung Sungmin? Maksud Appa, yang tinggal di rumah sebelah?" tanyanya heran.
"Ya, Jung Sungmin yang itu. Aku tanya kau ada hubungan apa dengannya."
Kyuhyun mengambil soda kaleng dari dalam kulkas. "Tidak ada apa-apa. Kami hanya rekan kerja dan karena kebetulan dia menyewa kamar di sebelah, jadi aku menawarkan untuk mengantarkannya pulang setiap hari. Kan tidak baik anak gadis sendirian di jalanan malam-malam." Jawab Kyuhyun.
"Kau harus menjaganya, Kyuhyun.."
"Memang dia siapa sampai harus kujaga? Aku hanya menjaganya pada malam hari, saat kami pulang bekerja, begitu saja."
"Jaga dia selama kau bekerja, Kyuhyun."
Kyuhyun mengerutkan keningnya. Dia semakin tidak mengerti apa maksud dari perkataan Ayahnya.
"Appa, aku tidak mengerti.."
"Kau tidak perlu mengerti, Kyuhyun. Yang perlu kau tahu, kau harus menjaganya.." kata Kangin.
"Aku benar-benar tidak mengerti."
"Kau tidak pacaran dengannya, kan?"
Kyuhyun menyemburkan soda yang diminumnya. Kangin menjauh agar tidak terkena cipratan soda.
"Pacaran? Appa, baru beberapa hari aku mengenalnya! Tidak mungkin lah, kalau kami pacaran. Lagipula aku tidak merasakan ada yang spesial dari diriya. Dia biasa saja. Cenderung gadis yang galak, malah. Hari pertama bertemu dengannya saja aku sudah dibuatnya malu setengah mati. Memangnya ada apa sih Appa?"
"Baguslah kalau begitu. Ayo cepat ke ruang makan. Kasihan Umma dan adikmu menunggu lama. " Kata Kangin sambil meninggalkan Kyuhyun.
Sepeninggal Ayahnya, Kyuhyun merasakan tanda tanya besar bergaung di otaknya. Untuk apa Ayahnya menanyakan tentang Sungmin? Kyuhyun bahkan tidak tahu kalau Ayahnya mengenal Sungmin. Kyuhyun tak ambil pusing, dia bergegas menyusul Ayahnya ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Kyuhyun melihat Taemin sibuk bercerita kepada orang tuanya. Biasanya dia hanya bercerita tentang kegiatan dance nya, tapi kali ini lain. Dia bercerita tentang Jung Minho.
"Hey, kau pacaran dengannya ya?" tanya Kyuhyun penasaran.
Taemin menggeleng. "Tidaklah. Aku tahu diri kok. Gadis seperti aku ini apa pantas untuknya yang seorang konglomerat. Tentu saja tidak."
"Jangan begitu, Minnie. Jung Minho itu menyukaimu." Kata Kangin.
"Ah, Appa bicara apa sih.." sergah Taemin.
"Kami semua bisa lihat saat dia kesini. Caranya menatapmu, caranya berbicara padamu, pokoknya semua gerak-geriknya menunjukkan kalau dia menyukaimu." Ungkap Kangin.
Leeteuk tersenyum mendengar penuturan suaminya. "Ya, aku sependapat dengan Appa mu. Jung Minho menyukaimu, Taemin."
Kyuhyun bersiul riang. "Adikku pacaran dengan konglomerat! Wah, ini adalah suatu kehormatan besar bagi keluarga kita!" seru Kyuhyun.
Taemin memukul pelan lengan kakaknya. "Aish, kalian ini kenapa memojokankku sih.. Kami hanya teman.." katanya dengan wajah merah.
"Yah, karena kami tahu kau juga menyukai Jung Minho! Adikku ini sudah jatuh cinta!"
"OPPA!"
: HARD LIFE and LOVE :
Zhoumi memejamkan matanya sejenak. Kesibukannya bekerja membuatnya lelah. Dia benar-benar butuh istirahat. Zhoumi mendengar suara pintu terbuka. Dia membuka matanya sedikit dan tersenyum begitu tahu Henry yang datang.
"Kau membawakanku makan siang?" tanya Zhoumi.
"Tentu saja. Sekarang ceritakan, apakah kau berhasil menemukan Sungmin? Kau belum cerita padaku.." Henry duduk di depan meja Zhoumi.
Zhoumi tersenyum. "Aku dan Siwon menemukannya. Dia menyewa kamar di dekat Kyunghee University dan dia bekerja lima belas jam per hari.."
"LIMA BELAS JAM?" pekik Henry kaget.
"Astaga, Henry. Jangan heboh begitu." Tegur Zhoumi.
"Tapi, tapi, Sungmin? Bekerja lima belas jam sehari? Itu pekerjaan apa? Gila ya dia? Atau bosnya yang gila?" Henry memberondong.
Zhoumi menggeleng. "Dia bekerja di tiga tempat, Henry.."
"TIGA TEMPAT? Itu lebih gila lagi!" seru Henry.
"Tenanglah Henry, tenanglah. Pekerjaannya mudah. Yang pertama dia menjaga perpustakaan, yang kedua dia kasir di toko CD, dan yang terakhir dia ada di sebuah kafe, bekerja menjadi pelayan. Tapi sementara ini dia menggantikan pemain keyboard di kafe itu." Jelas Zhoumi.
Henry menggelengkan kepalanya tak percaya. "Sungmin? Bekerja di tiga tempat selama lima belas jam? Oh Zhoumi, aku tak mau percaya.." Henry meremas bajunya.
"Aku juga tak mau percaya, 'Ry! Tapi ini kenyataan. Aku dan Siwon sangat shock begitu mengetahuinya."
"Dan kalian tidak menemuinya?"
Zhoumi menggeleng. "Sungmin akan marah besar begitu tahu kalau kami telah menemukannya. Dia akan ngambek pada kami dan aku tidak mau itu terjadi."
"Dan kau tidak berbuat apa-apa? Demi Tuhan, dia adikmu dan bahkan kau tidak menemuinya dan berbuat sesuatu untuknya?" tanya Henry tak percaya.
"Umma sudah tahu keberadaan Sungmin. Dia bahkan mengirim bodyguard untuk mengawasi Sungmin. Siwon mengirim pesan tadi, katanya dia sudah meminta salah satu karyawan yang tinggal di samping rumah sewa Sungmin untuk menjaga Sungmin. Siwon bahkan menitipkan uang untuk Sungmin. Singkatnya, Sungmin akan baik-baik saja. Banyak yang akan menjaganya." Jelas Zhoumi panjang lebar.
Henry menarik nafas lega. Dia meletakkan kedua tangannya di depan dadanya. Sebuah beban yang menghimpitnya baru saja hilang. Henry sangat menyayangi Sungmin, dan dia sungguh lega saat mengetahui kalau Sungmin ada di bawah pengawasan banyak orang.
"Aku lega sekali, Zhoumi.."
: HARD LIFE and LOVE :
Heechul menatap layar ponselnya sambil tersenyum. Dongshin, bodyguard yang dikirimnya untuk menjaga Sungmin baru saja mengirim sebuah foto. Foto harian yang datang tiga kali sehari. Heechul memang meminta dua bodyguard yang dikirimnya untuk memotret Sungmin dan melaporkan bagaimana keadaannya.
Di foto yang baru ini, Sungmin terlihat melayani pembeli di Bingeul's sambil tersenyum bahagia. Heechul juga ikut bahagia melihatnya.
"Tak kusangka, kau banyak berubah ya chagi.. Siapa yang merubahmu.." lirih Heechul.
Heechul mendengar suara "ping" dari laptopnya. Dia menghampiri meja kerjanya dan melihat bahwa Hangeng menghubunginya lewat Skype.
Setelah Heechul menerima panggilan dari Hangeng, barulah wajah tampan Hangeng memenuhi laptopnya. Heechul memasang headphone dan duduk di depan laptop.
"Bagaimana Sungmin? Sudah menemukannya?" tanya Hangeng langsung.
Heechul tersenyum bahagia. "Sudah. Aku mengirim dua bodyguard untuk menjaganya. Dia akan baik-baik saja."
Heechul bisa melihat bahwa Hangeng menarik nafas lega di China sana.
"Bagaimana keadaannya sekarang? Dia bekerja? Zhoumi hanya memberitahuku dia bekerja, begitu saja. Dimana dia bekerja? Dia bekerja sebagai apa?"
Heechul mengangguk. "Dia bekerja di tiga tempat, selama lima belas jam per hari."
Hangeng tertegun. "Dia bekerja sebagai apa?" tanya Hangeng hampa.
"Penjaga perpustakaan, kasir toko CD, dan pelayan sekaligus pemain keyboard di kafe.
"Jaga dia, chagi. Dia permataku. Jangan biarkan dia menderita, chagi. Kasihan dia." Kata Hangeng.
"Aku akan selalu menjaganya. Aku tidak akan membiarkan dia menderita. Yang aku inginkan hanyalah agar dia mengerti artinya hidup, bagaimana susahnya mencari uang karena selama ini yang dia lakukan hanyalah menghambur-hamburkan uang saja."
"Bagaimana keadaan Siwon, juga Kibum?"
Heechul tertawa mendengar pertanyaan suaminya.
"Chagi, kau ini aneh sekali. Kalau kau menghubungiku, yang kau tanyakan pasti Sungmin. Tidak pernah sekalipun kau menanyakan Siwon, apalagi Kibum."
"Siwon kan juga anakku, dan Kibum kan calon menantuku.."
Heechul kembali meledak dalam tawa. "Apakah Siwon mau menikah melangkahi Zhoumi? Zhoumi akan membunuhnya kalau dia berani."
Hangeng menggelengkan kepalanya. "Ah, susah sekali bicara denganmu ini. Kalau aku menanyakan kabar mereka kan bukan berarti aku mengatakan akan menikahkan mereka secepatnya"
"Maafkan aku. Bagaimana keadaan di sana?"
"Baik. Dan.." Hangeng menghentikan perkataannya.
"Apa?"
"Aku merindukanmu."
Dan dengan cepat panggian itu terputus. Heechul menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian terdengar suara lagi dari laptopnya. Hangeng mengirim pesan.
Tan Hangeng
Aku ingin pulang ke Korea, aku akan membawa Zhoumi. Aku ingin kita liburan bersama, dengan Sungmin, setelah dia menjalani masa hukumannya. Aku ingin kita berkumpul waktu Natal.. Tapi itu tidak mungkin, kan? Sungmin masih dihukum, kan? Tapi aku masih benar-benar berharap kita bisa merayakan Natal bersama, seperti biasanya. Aku mencintaimu dan aku merindukanmu..
Jari-jari Heechul sudah siap mengetikkan pesan balasan, tapi terlambat. Hangeng sudah offline. Heechul menghela nafas.
"Aku pun juga ingin begitu, chagi.."
: HARD LIFE and LOVE :
Sungmin memasuki kafe sambil mengunyah sepotong tteopoki yang baru dibelinya di pinggir jalan. Dia berjalan menuju ruang karyawan dan meletakkan tasnya di loker.
"Sungmin!"
Sungmin sudah hafal mati dengan suara ini. Dia menoleh ke arah suara. Benar saja, Kyuhyun sedang berjalan ke arahnya.
"Apa?" tanya Sungmin.
"Ya, kau sakit?" tanya Kyuhyun melihat wajah Sungmin yang pucat.
Sungmin menggeleng. "Tidak kok. Ada apa?"
"Tapi wajahmu pucat begitu.." kata Kyuhyun khawatir.
Sekali lagi Sungmin menggeleng. "Paling hanya kecapekan saja. Tidak usah khawatir. Sekali lagi aku tanya, ada apa?"
"Begini, Natal kan sudah dekat, nanti kau mau Natalan bersama siapa? Keluargamu kan tidak di sini." Tanya Kyuhyun.
Sungmin menggeleng. "Aku belum tahu akan merayakan Natal bersama siapa."
"Kalau kau tidak merayakan Natal bersama keluargamu, rayakan bersama keluargaku saja ya? Kami akan senang jika kau mau merayakannya bersama kami. Aku sudah membicarakan ini dengan keluargaku dan mereka setuju." tawar Kyuhyun.
Sungmin seperti merasa melambung ke langit ketujuh begitu mendengar tawaran Kyuhyun yang sangat menggiurkan. Siapa yang tidak mau? Diajak merayakan Natal bersama keluarga orang yang disukai? Itu benar-benar merupakan jalan yang ampuh untuk merebut hati calon mertua!
"Mungkin aku bisa. Tapi jika aku merayakan Natal bersama keluargaku, aku tidak bisa menerima tawaran itu."
Kyuhyun mengangkat kedua bahunya. "Ya sudah kalau begitu. Tinggal tunggu kepastian saja, kan? Jangan lupa nanti seperti biasa tunggu aku di depan. Aku ke depan dulu." Kata Kyuhyun.
Sungmin menyandarkan badannya di loker setelah kepergian Kyuhyun. Sudah beberapa hari dia bekerja dan sekarang badannya terasa hancur karena dia kecapekan. Kini Sungmin bisa merasakan bagaimana susahnya mencari uang.
Dan kini, Natal sudah di depan mata. Biasanya, jika Natal tiba, Ayah dan kakaknya akan pulang ke Korea dan mereka merayakan Natal bersama. Hati Sungmin menjadi sakit saat mengingat kenyataan bahwa sekarang dia sudah tidak bersama keluarganya lagi. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana keluarganya merayakan Natal tanpanya.
"Apakah kalian tidak merindukanku? Aku sangat merindukan kalian.." lirih Sungmin.
Sungmin mengeluarkan ponsel dari saku hoodie nya dan menatap wallpapernya. Foto keluarga yang sangat dicintainya.
"Aku mencintai kalian, sangat.."
: HARD LIFE and LOVE :
Malam ini Siwon kembali datang ke Rainbow Cafe, khusus untuk melihat adiknya tercinta. Kali ini dia tidak datang sendirian, melainkan ditemani kekasihnya yang ingin melihat keadaan Sungmin.
"Dimana dia?" tanya Kibum ketika mereka baru memasuki kafe.
"Dia akan ada di panggung sekitar lima menit lagi. Sabarlah, ayo kita duduk." Kata Siwon.
Siwon membawa Kibum duduk di salah satu meja yang nyaman. Tempat itu sangat strategis, bisa melihat ke arah panggung jelas sekali.
Seorang pelayan menghampiri mereka. Siwon dan Kibum memesan kemudian pelayan itu pergi.
"Katamu Sungmin pelayan dan menggantikan pemain keyboard di sini, jadi tugas dia mengantarkan makanan begitu? Tugas sebenarnya, maksudku."
Siwon mengangguk. "Aku benar-benar tidak tahu mengapa Sungmin bisa tahan. Maksudku, menonton TV di rumah seharian saja dia merasa capek, apalagi bekerja lima belas jam sehari di tiga tempat yang berbeda."
"Only God who knows."
"Lihat, itu band nya!"
Kibum melihat ke arah panggung. Benar saja, para anggota band sedang siap-siap di atas panggung. Begitu pula Sungmin yang sibuk dengan keyboard nya.
Begitu melihat Sungmin di atas panggung, tangan Kibum langsung mengenggam tangan Siwon erat.
"Ada apa, Bummie?" tanya Siwon heran.
"Lihat Sungmin, lihat dia!"
Siwon melihat ke arah panggung dan memperhatikan Sungmin.
"Ada apa sih?"
"Apa kau tidak melihatnya? Lihat wajahnya, wajahnya pucat begitu! Bibirnya putih sekali! Matanya juga sangat sayu."
Siwon memperhatikan Sungmin lebih seksama. Begitu dia menemukan apa yang dideskripsikan Kibum, wajahnya berubah horor.
"Dia sakit, Bummie.." lirih Siwon.
"Ya, aku tahu! Kita harus membawanya ke dokter, Siwon! Jangan sampai dia pingsan disini!" seru Kibum.
"Tapi jika dia tahu.."
"Biar saja!" seru Kibum.
Mereka berdua beranjak berdiri untuk menghampiri Sungmin. Tapi mereka terlambat, Sungmin sudah jatuh duluan di atas panggung.
"SUNGMIN!" pekik Siwon dan Kibum bersamaan.
.
.
To Be Continued..
.
.
.
Besok author sudah mulai UAS, jadi belum tahu kapan mau update fic ini lagi. Tapi mungkin author bakal ketik chap 6 di hari Rabu karena hari Kamisnya author libur UAS. InsyaAllah dipost hari Kamis ya.. INSYAALLAH loh..
