HARD LIFE and LOVE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D

HARD LIFE and LOVE

Kyuhyun yang sedang membetulkan posisi mikrofon kaget begitu mendengar sesuatu jatuh. Dia membalikkan badannya dan melihat Sungmin yang tiba-tiba jatuh. Dia bergegas menghampiri Sungmin.

"Hei, gadis kelinci! Hei, apa kau baik-baik saja?" tanya Kyuhyun khawatir.

Siwon dan Kibum bergegas naik ke atas panggung dan ikut mengerumuni Sungmin. Para pengunjung kafe yang penasaran pun banyak yang ikut mengerumuni Sungmin. Siwon berlutut di samping Sungmin, begitu pula Kibum.

"Minnie? Minnie? Bangunlah chagi.." kata Siwon khawatir.

Kyuhyun yang kesal menarik tangan Siwon agar melepaskan Sungmin.

"Yaa! Kau ini siapa? Berani-beraninya memanggil dia chagi!" seru Kyuhyun marah.

Siwon baru mau membuka mulutnya untuk membalas, tapi Kibum sudah berteriak duluan.

"Siwon! Sudah kau jangan bertengkar dulu! Kita harus membawa Sungmin ke rumah sakit, Seoul Hospital! Suhu tubuhnya tinggi sekali!" seru Kibum.

Siwon bergegas berjongkok dan mengangkat Sungmin ala brydal style. Kyuhyun yang melihat itu pun tak terima.

"Yaa! Mau kau bawa kemana dia?!" seru Kyuhyun marah, berusaha menghalangi Siwon.

Siwon tak mempedulikan Kyuhyun. Dia bergegas turun dari panggung dan keluar dari kafe. Kyuhyun berusaha menyusul Siwon tapi tangannya ditahan oleh Kibum. Kyuhyun ganti menatap Kibum dengan kesal.

"Aish, lalu kau ini siapa? Menganggu saja!" seru Kyuhyun.

"Dia itu kakaknya, tahu. Dia akan membawanya ke Seoul Hospital. Kalau mau menjenguk Sungmin, datang saja kesana." Kata Kibum, lalu bergegas menyusul Siwon.

Kyuhyun menatap punggung Kibum sampai akhirnya tidak kelihatan lagi. Seperti baru tersadar dari lamunannya, Kyuhyun bergegas turun dari panggung.

"Yaa! Evil! Mau kemana?!" seru Kang Hodong.

"Maaf Bos! Aku dan Sungmin akan absen hari ini! Mereka bisa bermain sendiri!" balas Kyuhyun sambil berlari ke ruang karyawan untuk mengambil barang-barangnya.

"Yaaa! Kupotong gajimuuuu!"

: HARD LIFE and LOVE :

Siwon mengemudikan mobilnya seperti orang gila. Kecepatan mobilnya sudah hampir mencapai batas maksimal, tapi sepertinya itu belum cukup cepat bagi Siwon.

Sementara itu Kibum di belakang tak kalah khawatirnya. Kepala Sungmin ada di pangkuannya dan dia pun berusaha untuk membangunkan Sungmin, tapi hasilnya nihil.

"Siwon.. Lebih cepat lagi.." pinta Kibum.

"Biasanya kau tak suka jika aku mengebut!" seru Siwon.

"Ini masalahnya beda! Cepat tambah kecepatanmu!" balas Kibum nyaring.

Siwon menginjak pedal gasnya. Kini kecepatan mobilnya sudah mencapai batas maksimal. Berkali-kali dia menerobos lalu lintas, entah apakah sekarang dia dikejar polisi atau tidak, Siwon tidak mempedulikannya. Jika dikejar polisi pun, mereka bisa memberikan alasan yang jelas. Darurat.

Siwon membelokkan mobilnya ke pekarangan Seoul Hospital. Dia berhenti tepat di depan pintu masuk Unit Gawat Darurat. Siwon turun dari mobilnya dan Kibum membuka pintu mobil dari dalam. Siwon menggendong Sungmin turun.

"Kibum, tolong parkirkan mobilnya. Aku bawa dia ke Unit Gawat Darurat." Kata Siwon.

Kibum mengangguk. Siwon bergegas berlari masuk ke rumah sakit. Dua perawat yang ada di depan Unit Gawat Darurat bergegas menyiapkan sebuah ranjang dorong. Siwon meletakkan Sungmin di atas ranjang. Para perawat itu mendorong ranjang Sungmin masuk ke ruang Unit Gawat Darurat dan Siwon harus menunggu di luar.

Siwon duduk di kursi tunggu, menunggu Kibum. Tak lama kemudian Kibum pun muncul, terengah-engah.

"Sungmin di dalam.." kata Siwon. "Peluk aku, Kibum. Aku butuh penyemangat.." pinta Siwon.

Kibum memeluk Siwon erat. Dia sudah hafal kebiasaan kekasihnya ini, selalu minta dipeluk jika dia sedang dalam masalah atau sedang sedih. Dan sekarang, ini masalah yang sangat pelik karena menyangkut Sungmin. Kibum mengelus-elus punggung Siwon, berusaha menenangkannya.

"Sungmin akan baik-baik saja, Siwon.. Dia gadis yang tegar. Dia akan baik-baik saja.." Hibur Kibum.

"Ini semua salahku.. Mengapa aku membiarkannya.. Seharusnya saat itu aku langsung membawanya pulang. Jika begitu dia tidak akan sakit seperti ini.." isak Siwon.

"Ssst.. Tidak, Siwon. Ini bukan salah siapa-siapa.."

Kibum melepaskan air matanya dan mengusap air mata Siwon.

"Kasihan Sungmin.." lirih Siwon.

Kibum meletakkan kedua tangannya di pipi Siwon, menangkup wajah Siwon. Kibum menggeleng sambil tersenyum.

"Dia akan baik-baik saja.."

"Kibum, chagi.. Bisakah kau menghubungi Zhoumi hyung? Aku tidak kuat berbicara dengannya sekarang. Dia pasti akan memarahiku karena aku tidak menjaga Sungmin dengan baik." Pinta Siwon.

Kibum mengangguk dan mengeluarkan ponselnya, kemudian memencet kontak Zhoumi dan dengan segera telepon itu tersambung ke daratan China.

"Yeoboseyo.. Zhoumi Oppa?"

: HARD LIFE and LOVE :

"Di bagian sini adalah gedung pertemuan yang besar, seperti convention center. Kita semua tahu Beijing membutuhkan convention center yang lebih besar karena permintaan konsemen yang mengeluh karena semua convention center yang ada di Beijing tidak mampu memenuhi kapasitas permintaan mereka. Dan yang terakhir, di samping convention center ini dibuat taman, jika ada yang ingin mengadakan acara dengan konsep outdoor. Taman ini akan dibuat luas, dengan dekorasi taman yang diatur sedemikian rupa, sehingga tetap kelihatan alami namun indah." Zhoumi mengakhiri presentasinya.

Semua orang yang ada di ruang rapat itu terkesan dengan presentasi Zhoumi, dan sejurus kemudian ruang rapat itu dipenuhi oleh tepuk tangan. Mereka semua kagum kepada Zhoumi, yang berkali-kali berhasil dengan proyeknya walaupun usianya masih sangat muda.

Tentu saja Hangeng yang paling senang dengan semua itu. Hangeng bangkit dan menepuk-nepuk punggung anaknya dengan bangga.

"Kau memang penerus Tan Group yang bisa kuandalkan, Zhoumi." Kata Hangeng bangga.

Zhoumi tersenyum. "Terima kasih, Appa."

"I GOT YOU UNDER MY SKIN~"

Zhoumi tersentak begitu mendengar suara yang sangat dikenalnya. Itu adalah ringtone ponselnya. Buru-buru dia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Semua peserta rapat menatapnya karena ringtone ponselnya. Setelah tersenyum sedikit pada para peserta rapat, Zhoumi pun membalikkan badannya untuk menerima telepon.

Zhoumi memandang layar ponselnya. Nama Kibum tertulis di sana. Tidak biasanya Kibum meneleponnya, kecuali kalau dia sedang ada masalah dengan Siwon.

"Yeoboseyo.. Zhoumi Oppa?"

"Ne, ini aku Kibum. Ada apa? Masalah dengan Siwon? Apakah dia berselingkuh?" tanya Zhoumi langsung.

"Oppaaa.. Bukan masalah Siwon selingkuh. Sungmin masuk rumah sakit.." nada suara Kibum terdengar seperti mau menangis.

"APA?!" seru Zhoumi kaget, membuat semua peserta rapat menoleh ke arahnya. Zhoumi buru-buru nyengir dan kemudian keluar dari ruangan.

"Bagaimana.. Bagaimana bisa?" tanya Zhoumi panik.

"Tadi aku dan Siwon pergi ke kafe untuk melihat Sungmin. Tapi saat kami melihatnya, wajahnya pucat sekali. Dan tiba-tiba saja dia pingsan. Akhirnya kami membawanya ke rumah sakit." Jelas Kibum.

"Dia sakit apa?" tanya Zhoumi.

"Kami belum tahu, Oppa. Dokter belum keluar."

"Kau harus kabari aku secepatnya jika Dokter sudah keluar! Jika aku bisa aku akan ke Korea besok, atau malah hari ini juga! Kau mengerti?" seru Zhoumi.

"Tentu saja, Oppa."

"Jaga Sungmin baik-baik. Aku percaya kalian."

Zhoumi menutup sambungan telepon dan masuk ke ruang rapat lagi. Semua peserta rapat sedang membereskan barang-barang mereka karena rapat sudah selesai. Zhoumi mendekati Hangeng yang sedang sibuk melihat sesuatu di laptopnya.

"Appa.. Sungmin masuk rumah sakit.." bisik Zhoumi.

"Sungmin – APA?!" seru Hangeng kaget.

Raut wajah Zhoumi kelihatan seperti mau menangis.

"Kibum meneleponku dan bilang Sungmin ada di rumah sakit. Dia pingsan tapi Kibum dan Siwon belum tahu dia sakit apa.." kata Zhoumi putus asa.

"Appa akan ke Korea sekarang." Tegas Hangeng.

"Sekarang? Apa masih ada pesawat yang ke Korea?" tanya Zhoumi bingung.

"Ini baru jam berapa? Di Korea baru jam setengah tujuh, di sini baru jam setengah enam! Tentu saja masih ada pesawat!" seru Hangeng.

"Aku ikut!" seru Zhoumi. Aku ingin mengajak Henry, lanjutnya dalam hati.

Hangeng menatap Zhoumi. "Aku tahu arti tatapanmu itu. Hubungi Henry dan kita berangkat jam setengah tujuh ke bandara. Berkumpul di rumah. Jam tujuh ada penerbangan ke Korea."

Zhoumi mengangguk, kemudian segera berlari ke ruangannya untuk mengambil tas dan kunci mobilnya. Setelah itu, Zhoumi bergegas turun ke basement dan mengambil mobilnya. Bukannya menuju rumahnya, dia malah menyetir ke arah rumah Henry. Zhoumi menyetir gila-gilaan, sampai batas maksimal.

Satpam di rumah Henry yang mengenali mobil Zhoumi langsung membukakan pagar untuk Zhoumi. Zhoumi memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke dalam rumah. Henry yang kebetulan sedang menonton televisi di ruang tengah itu pun kaget melihat kekasihnya muncul tiba-tiba dengan keadaan kalut.

"Ada apa?" tanya Henry.

Zhoumi menghampiri Henry. "Aku dan Appa akan ke Korea. Sungmin sakit, masuk rumah sakit.. Kau mau ikut?"

Tanpa perlu ditanya dua kali, Henry mengangguk. Jangan pernah meragukan kasih sayang seorang Henry Lau pada Tan Sungmin.

"Aku persiapkan barangku dulu ya!" seru Henry.

Zhoumi menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi kepala pelayan di rumahnya, A Giong.

"Pak, tolong siapkan koper saya. Isi saja dengan pakaian dalam beserta baju dan celana yang informal. Tidak, informal! Bukan jas! Kaos atau kemeja dan celana bahan saja! Tidak usah banyak-banyak, secukupnya saja. Pakai koper ukuran sedang. Saya dan Appa akan pergi ke Korea malam ini. Saya sampai rumah sekitar jam enam seperempat. Saya sampai di rumah, koper saya harus sudah siap. Terima kasih."

Baru saja Zhoumi menutup teleponnya, Henry sudah muncul dari tangga sambil membawa sebuah koper yang belum menutup dengan erat.

"Yaa, kau cepat sekali?" tanya Zhoumi heran.

"Ah, aku hanya membawa sedikit. Nanti kan bisa beli atau pinjam baju Sungmin. Ayo cepat berangkat!" kata Henry sambil menutup kopernya.

"Semua dokumenmu sudah?"

Henry mengangguk. "Ayo, cepat!"

Zhoumi dan Henry berlari menuju ke depan. Mereka berdua bergegas masuk ke mobil Zhoumi dan Zhoumi kembali mengemudikan mobilnya dalam kecepatan gila.

: HARD LIFE and LOVE :

Suara hak sepatu terdengar di lorong Unit Gawat Darurat Seoul Hospital. Kibum melihat ke arah pemilik sepatu dan ternyata itu Heechul. Kibum segera berdiri dan menyongsong Heechul.

"Umma!" seru Kibum yang memang memanggil Heechul dengan sebutan Umma.

Siwon mendongak begitu mendengar suara Kibum. Kibum sedang merangkul Heechul dan mereka berjalan ke arahnya.

"Dimana dia? Dimana dia?" tanya Heechul khawatir.

"Ada di dalam, Umma." Jawab Kibum.

Heechul langsung duduk di samping Siwon, sehingga kini Siwon diapit Ibu dan kekasihnya.

Siwon menyandarkan kepalanya di bahu Ibunya. "Dari mana Umma tahu Sungmin sakit?" tanya Siwon lirih.

"Dongshin memberitahuku. Dia bilang sebenarnya dia akan membawa Sungmin ke rumah sakit begitu dia pingsan, tapi keduluan olehmu." Jelas Heechul sambil mengusap rambut anaknya.

Pintu Unit Gawat Darurat terbuka dan seorang Dokter laki-laki keluar. Heechul, Siwon, dan Kibum langsung berdiri menyongsong Dokter.

"Anak saya, dia sakit apa Dok?" tanya Heechul tidak sabar.

"Dia kecapekan, dan menunjukkan gejala thypus. Tubuhnya sudah sangat lemah. Sepertinya dia terlalu memforsir tubuhnya. Dia juga kurang makan. Dia harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Oh iya, dia akan ditempatkan di kamar mana?" Jelas Dokter.

"Pindahkan dia ke kamar VIP saja Dok. Namanya Tan Sungmin." Kata Heechul langsung.

"Tentu saja saya tahu nama anak anda, siapa yang tidak kenal reputasi keluarga Tan?"

Pemuda bernama Kyuhyun itu, jawab Siwon dalam hati.

"Saya akan menyuruh perawat mengurusnya. Kalian boleh menjenguknya nanti saat dia dipindahkan ke ruangannya. Kalian bisa menunggu. Tidak lama, mungkin hanya lima belas menit. Saya permisi dulu."

"Terima kasih!" seru Heechul, Siwon, dan Kibum bersamaan.

Mereka bertiga terdiam di depan Unit Gawat Darurat. Sebenarnya mereka ingin bertemu Sungmin, tapi tidak bisa. Mereka masih harus menunggu.

"Ayo ke kafetaria, sembari menunggu. Aku traktir." Kata Heechul.

Mereka bertiga melangkah menuju kafetaria dalam keheningan. Sesampainya di kafetaria, mereka hanya memesan minuman.

Mereka bertiga duduk di salah satu meja. Masih tetap diam. Siwon mengaduk-aduk coklat panasnya dengan kasar.

"Inikah yang Umma inginkan? Membuatnya jatuh sakit?" tanya Siwon memecah keheningan.

Dan tanpa diduga, tiba-tiba saja Heechul menangis. Kibum kaget dan mengelus-elus punggung calon mertuanya itu.

"Umma sama sekali tidak menginginkan ini, Siwon.. Umma hanya ingin dia merasakan bagaimana susahnya hidup, karena selama ini dia terlalu dimanja.." isak Heechul.

"Umma.. Sudah.. Jangan menangis.." kata Kibum, mendelik marah pada Siwon karena membuat Heechul menangis.

"Umma harus kembalikan Sungmin ke rumah. Jangan biarkan dia bekerja lagi. Seminggu ini sudah terlalu berat untuknya. Dia tidak kuat, Umma." Kata Siwon.

Heechul menggeleng. "Umma memang berniat seperti itu, tapi Umma rasa Sungmin tidak akan setuju. Dari laporan Dongshin, Sungmin bahagia dengan pekerjaannya. Dia tidak akan mau sebelum bisa membuktikan bahwa dia bisa. Kau kenal anak itu kan? Dia sangat keras kepala.."

"Dan dia juga telah jatuh cinta.."

Heechul mendongak. "Apa?"

"Saat menemukan Sungmin di kafe, aku bisa melihat cara Sungmin memandang pemuda itu, caranya berbicara dengannya, sorot mata dan gerak-geriknya menandakan kalau dia menyukai pemuda itu. Saat pemuda itu mengantarkannya pulang pun raut wajah Sungmin terlihat bahagia. Sungmin telah jatuh cinta, Umma." jelas Siwon.

"Siapa dia Siwon? Siapa? Siapa pemuda yang bisa seberuntung itu dicintai oleh anak gadisku?"

"Putra Kim Kangin."

"Kim Kangin? Maksudmu, Kim Kangin Kepala Bagian Penjualan?" tanya Heechul kaget.

Siwon mengangguk. "Memangnya ada Kim Kangin yang lain?"

"Dan apakah putra Kim Kangin tahu kalau Sungmin adalah anakku?"

Siwon menggeleng. "Apa Dongshin tidak memberitahu Umma? Sungmin menyembunyikan identitasnya, Umma. Dia mengaku sebagai Jung Sungmin."

Dahi Heechul berkerut. "Jung Sungmin? Wah, dia masih bodoh. Apa dia tidak takut dikira anak dari keluarga Jung?"

"Keluarga Jung kan terkenal, Umma. Orang-orang jelas tahu anak keluarga Jung hanya dua. Jessica dan Minho." Kata Siwon.

"Ya, tapi aku masih tetap heran mengapa orang-orang tidak ada yang mengenali Sungmin sebagai Tan Sungmin. Apakah reputasi keluarga kita tidak bagus di mata masyarakat?" kata Heechul kesal.

Siwon menggeleng. "Umma, mungkin saja mereka merasa Jung Sungmin mirip dengan Tan Sungmin, itu saja."

"Mirip apanya? Sama!" kata Heechul dongkol.

Kibum mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Zhoumi.

"Oppa, Sungmin kecapekan dan gejala thypus. Oppa benar mau kesini? Bersama Appa dan Henry noona? Tentu, kami akan menunggu."

Siwon menatap Kibum. "Ada apa?"

"Appa, Zhoumi Oppa, dan Henry noona akan datang ke Korea malam ini juga." Kata Kibum.

Heechul terdiam dan menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Dia bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Hangeng pasti akan marah besar padanya karena tidak bisa menjaga Sungmin. Heechul menenangkan hatinya, mempersiapkan mental jika Hangeng nanti marah besar.

Heechul bangkit dari kursi. "Kita pergi sekarang. Aku ingin melihat Sungmin."

: HARD LIFE and LOVE :

Setelah mengebut dengan kecepatan maksimal, Kyuhyun yang baru saja tiba di Seoul Hospital langsung bergegas menuju ke resepsionis.

"Sungmin, baru saja dibawa kesini! Ada di mana? Apakah masih di Unit Gawat Darurat?" tanya Kyuhyun langsung.

"VIP Rose, Tuan."

Kyuhyun berlari menuju ke ruangan VIP yang sudah sangat dikenalnya. Sedari kecil dia sangat akrab dengan Seoul Hospital karena kakeknya adalah seorang dokter disini. Beberapa perawat senior yang mengenalnya tersenyum padanya, tapi Kyuhyun mengacuhkan mereka.

Kyuhyun berhenti di depan ruang VIP Rose. Dia melihat Sungmin dari kaca di pintu. Sungmin sedang memainkan infus yang menempel di tangannya. Kentara sekali dia bosan. Kyuhyun masuk ke ruangan rawat Sungmin.

"Hei gadis kelinci, kau sakit apa?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mendongak dan menatap Kyuhyun."Untuk apa kau kesini?" tanya Sungmin.

"Bodoh! Apa kau tidak tahu kalau aku sangat khawatir!" seru Kyuhyun gemas.

"Dan kau meninggalkan band? Kita akan dimarahi oleh Bos." Kata Sungmin.

Kyuhyun menggeleng. "Biarlah, mungkin potong gaji sedikit. Tak apalah." Balas Kyuhyun sambil tersenyum.

Sungmin tertawa. "Kau yang membawaku kesini?"

Kyuhyun menggeleng. "Bukan aku."

"Lalu siapa? Sejak di Unit Gawat Darurat sampai aku dibawa kesini, tidak ada seorang pun yang menemaniku. Dan, ini kan kamar VIP." Tanya Sungmin heran.

"Sudah jelas bukan aku, karena aku tidak akan mampu membayar kamar VIP." Kata Kyuhyun.

"Lalu siapa?"

"Tadi ada laki-laki dan perempuan yang membawamu. Katanya dia itu kakakmu.."

Sungmin tertegun. Hanya satu yang ada di pikirannya sekarang. Itu pasti Siwon. Sungmin menghela nafas panjang. Kalau itu benar kakaknya Siwon, keluarganya pasti tahu kalau dia sedang sakit.

"Ada apa? Benar dia kakakmu?"

Sungmin menggeleng. "Aku bahkan belum melihat wajahnya. Ciri-cirinya seperti apa?"

"Badannya kekar, tinggi, orangnya tampan. Wajahnya mirip visual Super Junior itu yang tampan sekali itu, aku lupa namanya. Dia bersama seorang gadis yang cantik, kulitnya putih dan berambut panjang. Gadis itu seperti artis yang biasa main di drama-drama yang suka ditonton adikku. Benar kakakmu?"

"Mungkin itu kakakku dan kekasihnya.. Tapi.." Sungmin menggantungkan perkataannya.

"Tapi apa?" tanya Kyuhyun penasaran.

Sungmin menggeleng. "Lupakan saja."

Pintu ruang rawat Sungmin terbuka. Kyuhyun bergegas berdiri untuk menyambut tamu yang datang. Baru saja dia akan menyapa tamu itu, dia sudah melongo duluan melihat siapa yang datang.

Wanita yang sangat diagung-agungkannya, yang sangat dipujanya kini berdiri di depannya! Lutut Kyuhyun lemas seketika. Dia merasa tak mampu lagi berdiri. Akhirnya dia pun berpegangan di ranjang Sungmin. Di ranjangnya, Sungmin tak kalah kaget. Dia semakin merosot ke ranjangnya dan menutupi wajahnya dengan selimut.

"Nyonya Heechul?" kata Kyuhyun tak percaya.

Sedari kecil, Kyuhyun sangat mengidolakan Heechul. Dia mengagung-agungkan dan memuja Heechul. Impian Kyuhyun adalah memiliki istri seperti Heechul. Maka dari itu, dari kecil, jika dia ditanya siapa tipe wanita kesukaannya, dia akan tegas menjawab Tan Heechul.

Siwon berbisik pada Heechul. "Umma, dia putra Kim Kangin. Orang yang dicintai Sungmin."

Heechul langsung tersenyum maklum. "Dia tampan sekali. Anak-anakku memang tak pernah salah memilih orang. Tapi sayang Sungmin berbohong padanya, dia akan kecewa." Heechul balas berbisik.

Heechul maju mendekati Kyuhyun. Kyuhyun membungkukkan badannya hormat.

"Apa yang Nyonya lakukan disini?" tanya Kyuhyun sopan, meskipun jantungnya masih berdebar tak menentu.

"Menjenguk anakku, tentu saja.."

Kyuhyun melongo. "Anak? Maksud anda.. Maksud anda.. Dia?" Kyuhyun menunjuk Sungmin.

Heechul mengangguk mantap. "Ya, dia anak bungsuku. Tan Sungmin." Kata Heechul tegas.

Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya. Dia tak percaya Sungmin membohonginya tentang identitasnya. Padahal Kyuhyun pun tak bisa mengingkari, seminggu bersama Sungmin sudah merubah perasaannya terhadap gadis itu. Pada awalnya yang dia begitu kesal pada Sungmin, sampai sekarang dia merasakan perasaan yang bisa disebut cinta, pada Sungmin. Tangan kanan Kyuhyun terkepal, wajahnya merah menahan marah.

Sungmin yang merasakan aura buruk di sekelilingnya pun mengeluarkan wajahnya dari selimut dan angkat bicara.

"Kyu.."

"Teganya kau membohongiku." Kata Kyuhyun geram. "Kupikir kita teman, ternyata kau bahkan membohongiku tentang identitasmu." Tambahnya.

"Kyu.. Aku bisa jelaskan.."

"Tak perlu jelaskan apa-apa!" seru Kyuhyun marah, lalu segera keluar dari ruangan Sungmin dengan membanting pintu.

Sungmin menatap pintu yang baru saja dibanting Kyuhyun. Hatinya sakit sekali dibentak seperti itu oleh Kyuhyun. Tapi itu memang salahnya dan Kyuhyun memang sudah sepatutnya marah padanya.

Kibum mendekat ke arah Sungmin dan memeluknya.

"Kyu..." tangis Sungmin, karena kehilangan seseorang yang dicintainya.

.

.

.

To Be Continued..

.

.

HaHaHa! Author sudah memenuhi janji untuk update fic ini hari Kamis! Dan sekarang, bayarlah kerja keras author dengan review kalian.. Hohoho..

*sedang mengetik YunJae fanfiction*