HARD LIFE and LOVE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D

HARD LIFE and LOVE

"Kalian berdua pacaran? Oh shit!" seru Siwon, lalu segera masuk ke dalam mobilnya.

Kyuhyun bergegas menyusul Siwon. "Tan Siwon! Tan Siwon aku bisa jelaskan! Kumohon! Tolong!"

Siwon menurunkan jendela mobilnya. "Tak ada yang perlu dijelaskan, Kim Kyuhyun. Semua sudah jelas. Tadinya aku ke sini mau minta maaf mewakili Sungmin, tapi ternyata seperti ini. Dia akan sangat kecewa. Begitu pun juga aku. Maaf, tapi aku sudah terlanjur kecewa akan sikapmu yang seperti ini."

"Kumohon, aku bisa jelaskan!" seru Kyuhyun.

Siwon tidak menggubris Kyuhyun dan kemudian menjalankan mobilnya. Kyuhyun menendang kerikil yang ada di jalanan dengan kesal. Beberapa kerikil mengenai mobil Victoria yang diparkir di depan rumahnya. Supir Victoria pun keluar dari mobil.

"Tuan mohon jangan, nanti saya dimarahi Nona Vic." Kata supir Victoria.

"Kyu.. Ada apa? Ahjussi, sudah tidak apa-apa." tanya suara lembut yang bagi Kyuhyun seperti suara Dewi Neraka.

Kyuhyun berbalik menghadap Victoria. "Diam kau! Ini semua salahmu! Tan Siwon jadi salah paham!"

Victoria mengerutkan keningnya tak mengerti. "Kau mengenal Siwon? Dan kenapa kau jadi menyalahkanku? Ada apa?"

"Memangnya kau kenal dia?"

"Tentu saja! Perusahaan Appa ku kan relasi bisnisnya Tan Group sejak dua perusahaan itu berdiri. Aku sudah kenal Siwon dari kecil. Aku, Zhoumi, Siwon, dan Sungmin! Memangnya ada apa?"

Kyuhyun menuding wajah Victoria dengan jari telunjuknya. Matanya berkilat-kilat menahan amarah.

"Yaa, ada apa? Kenapa kau menunjukku seperti itu? Aku salah apa?" tanya Victoria seraya mundur ketakutan.

"Gara-gara kau! Semua gara-gara kau!" seru Kyuhyun marah.

"Aku? Memangnya aku berbuat apa? Aku baru saja tiba di sini!" seru Victoria membela dirinya sendiri.

"Bukankah seharusnya kau di Perancis? Kenapa tiba-tiba kau kembali ke sini?" tanya Kyuhyun marah.

"Aku libur selama satu bulan dan aku memutuskan untuk kembali ke Korea, untuk menemuimu. Aku ingin menghabiskan waktu satu bulan bersamamu! Ada yang salah?" jelas Victoria heran.

"Kita sudah tidak berpacaran lagi, Vic!" seru Kyuhyun frustasi.

"Lalu kenapa? Apakah aku tidak boleh menemuimu? Asal kau tahu saja aku masih mencintaimu! Aku tidak menemukan laki-laki lain di Perancis sana! Ayo, mari kita berpacaran lagi. Hubungan kita masih bisa diperbaiki, kan?

"Dulu kan kau yang memutuskanku! Kenapa sekarang kau malah memintaku kembali menjadi kekasihmu?!"

"Kan sudah kukatakan, aku masih mencintaimu!"

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju pintu masuk rumahnya. "Sudah, aku mau sendiri dulu. Kau pulanglah sana, kasihan sopirmu sudah menunggu lama." Kata Kyuhyun, lalu segera masuk ke dalam rumah dan membanting pintunya.

Leeteuk yang sedari tadi duduk di ruang tamu sejak mendengar suara umpatan Siwon pun segera berdiri.

"Kyu, ada apa?" tanya Leeteuk lembut.

Kyuhyun tidak menjawab, dia langsung memeluk Leeteuk dan menangis hebat di pelukan Ibunya. Leeteuk yang tidak tahu apa-apa hanya bisa balas memeluk dan mengusap-usap rambut anaknya.

"Ada apa, chagi? Ada apa?" tanya Leeteuk lagi.

"Umma.. Aku bodoh.. Aku bodoh.." kata Kyuhyun.

"Katakan pada Umma, apa yang terjadi. Dan mengapa tadi Tan Siwon kesini?" Kata Leeteuk sambil mendudukkan Kyuhyun di atas sofa.

Kyuhyun menarik tissue dari kotak tissue dan mengelap air matanya. Sementara itu Leeteuk masih setia menunggunya berbicara.

"Aku ke depan dan Vic langsung memelukku. Ternyata Tan Siwon melihat kami dan dia mengira kami berpacaran. Padahal dia berkata mau membicarakan masalah Sungmin denganku dan sekarang semuanya hancur sudah! Vic menghancurkan segalanya! Aku tidak punya kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengan Sungmin. Huweeee.. Umma!" Kyuhyun kembali menangis.

Leeteuk mengusap-usap rambut anaknya yang menyender ke bahunya dengan penuh sayang.

"Anak Umma anak yang hebat, kan? Anak Umma itu laki-laki yang tangguh kan? Jadi, masalah seperti ini pasti bisa kau selesaikan. Bicara baik-baik dengan Tan Sungmin, jenguk dia di rumah sakit. Kalian pasti bisa kembali seperti dulu lagi." Nasihat Leeteuk.

"Aku.. Aku malu, Umma. Aku tidak punya muka lagi untuk bertemu Sungmin. Tan Siwon sudah terlanjut melihatku dengan Vic, dia akan membenciku."

"Tidak akan, kau pasti bisa jelaskan semuanya. Nona Sungmin akan mengerti, Kyu.. Dia akan mengerti.."

: HARD LIFE and LOVE :

Sementara itu di kafetaria, Siwon, Kibum, Zhoumi, dan Henry tengah duduk berhadap-hadapan dengan mimik muka serius.

Siwon baru saja bercerita apa yang baru saja dia lihat kepada Kibum, Zhoumi, dan Henry.

"Tapi, sebenarnya Victoria itu siapa?" tanya Henry.

"Kau tidak tahu Victoria Song?" tanya Kibum tak percaya.

Henry menggelengkan kepalanya polos. "Aku tidak tahu siapa dia."

"Dia konglomerat juga. Song Group. Sedari kecil aku sudah mengenalnya dan aku tahu baik sifat-sifatnya yang buruk itu." Kata Zhoumi.

"Tapi ada hubungan apa dia dengan Kyuhyun?" tanya Henry lagi.

Siwon menggeleng. "Aku tidak tahu. Tadi kulihat mereka berdua sedang berpelukan jadi langsung kutinggal saja."

"Lalu apa kita harus mengatakan ini pada Sungmin? Lihat saja kondisinya masih lemah begitu, kalau kita nekat memberitahukan ini pada Sungmin, aku takut dia akan semakin drop!" seru Zhoumi.

"Maka dari itu hyung, aku tidak tahu.."

Keempat orang itu kembali diam dalam keheningan. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.

Tiba-tiba Kibum memukul meja dengan tangannya, membuat Siwon, Zhoumy, dan Henry kaget.

"Hei, ada apa?" tanya Siwon.

"Kenapa tidak telepon Minho saja? Minho pasti mau memberi tahu nomor ponsel Taemin dan kita bisa tanya tentang hubungan Kyuhyun dan Victoria!" seru Kibum senang.

"Ah, benar juga!" seru Zhoumi.

Siwon bergegas mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke nomor Minho. Tak lama kemudian balasan dari Minho pun datang.

"Aku akan telepon Taemin sekarang." Kata Siwon.

"Yeoboseyo?"

"Yeoboseyo. Kim Taemin, ini aku Tan Siwon."

"Oh, Tuan Muda! Ada apa tuan?"

"Panggil Oppa saja, aku tidak enak kau panggil begitu. Begini, aku mau tanya mengenai sesuatu. Tapi kau jangan bilang-bilang pada siapa pun ya?"

"Tentu saja, Oppa."

"Kyuhyun punya hubungan apa dengan Victoria Song?"

"Victoria Song? Dia mantan kekasih Kyuhyun Oppa waktu Sekolah Menengah Atas. Mereka hanya berpacaran selama setahun lebih sedikit."

"Dan mereka masih berhubungan sampai sekarang?"

"Tidak. Victoria Song pergi ke Perancis untuk kuliah dan kemudian mereka putus, Victoria Song sendiri yang memutuskan Oppa. Katanya dia tidak tahan dengan Long Distance Relationship. Lagi pula keluargaku juga tidak menyukai Victoria Song. Kami semua sangat menentang ketika tahu Kyuhyun Oppa berpacaran dengan Victoria Song. Kami semua juga sangat senang ketika tahu Oppa sudah putus dengan nenek sihir itu."

"Oh, jadi begitu ya. Terima kasih, Taemin."

"Sama-sama."

Begitu Siwon menutup teleponnya, ketiga orang yang ada di depannya langsung menatapnya menuntut penjelasan.

"Mantan pacar Kyuhyun." Kata Siwon singkat.

"Yack, orang seperti Kyuhyun kenapa mau saja pacaran dengan Victoria Song? Kalau aku jadi laki-laki, aku tidak akan mau pacaran dengan Victoria Song." Kata Kibum.

Zhoumi menghela nafas. "Aku tidak mengerti mengapa Sungmin harus bersaing dengan orang seperti itu.."

"Aku juga." Kata Siwon, Henry, dan Kibum bersamaan.

: HARD LIFE and LOVE :

Sungmin melempar-lempar bantalnya ke atas karena bosan. Seharian ini dia dijenguk oleh berapa teman-temannya dan membuatnya merasa agak senang. Tapi sekarang dia ditinggal sendirian dan masih diganggu dengan suara berisik dari para wartawan yang tetap kukuh untuk mendapatkan berita tentangnya.

"Seungjae!" seru Sungmin keras.

Pintu terbuka dan salah satu bodyguard masuk.

"Ada apa, nona?" tanya Seungjae.

"Apa barang-barangku sudah diangkut dari kamar sewa?" tanya Sungmin.

Seungjae mengangguk. "Nyonya sudah menyuruh agar barang-barang nona dibawa kembali ke rumah."

Sungmin mendengus. "Aku bosan sekali mendengar suara berisik para wartawan itu. Suruh saja mereka masuk." Kata Sungmin kesal.

"Nona yakin? Di sini tidak ada Tuan muda.."

"Yakin! Suruh saja masuk tapi bergantian! Janga membuat sesak ruang rawatku." Kata Sungmin.

Seungjae menunduk dan kemudian keluar dari ruangan Sungmin. Tak lama kemudian ruang rawat Sungmin sudah dipenuhi oleh para wartawan.

: HARD LIFE and LOVE :

Taemin melempar kepala Kyuhyun dengan botol minum plastik ketika dilihatnya kakaknya itu masih setia saja di depan televisi.

"Yak! Kau ini kenapa sih?!" seru Kyuhyun kesal.

"Kata Umma dari tadi kau di depan teve terus! Daripada menunggu berita yang tak jelas, lebih baik kau jenguk sekalian di rumah sakit!" seru Taemin, menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Tidak, tidak! Aku sudah cukup bahagia melihatnya di rumah saja. Aku tidak perlu melihat secara langsung." Tolak Kyuhyun.

"Pengecut." Kata Taemin sarkastik.

Kyuhyun mendelik. "Hei, yang sopan ya!"

Taemin mencibir. "Hei, ngomong-ngomong kau bodoh sekali ya."

"Apa?"

"Victoria Song ke sini dan Siwon Oppa melihatmu sedang berpelukan dengan nenek sihir itu kan? Kalau mau mesra-mesraan tahu tempat dong, mesra-mesraan kok di depan rumah. Mau Public Display Affection ke orang-orang?" Sindir Taemin.

Kyuhyun membelalakkan matanya. "Bagaimana kau bisa tahu?"

"Tidak kenal yang namanya Umma? Katanya kau sampai menangis-nangis hebat." Sindir Taemin lagi.

Kyuhyun kembali mendelik. "Hei, awas saja kalau kau cerita pada orang lain! Kau tidak akan selamat!"

"Heran deh, kau berasa artis saja. Tiap hari aku mendengar berita yang baru tentangmu." balas Taemin sambil meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun menggigit bantal yang sedari tadi dipeluknya. Tangannya kembali memencet-mencet tombol remote. Kyuhyun menjerit begitu melihat wajah Sungmin muncul di televisi.

"Ada apa?" tanya Leeteuk yang berlari dari dapur.

Kyuhyun menunjuk ke arah televisi. Lalu bersama-sama, mereka berdua menyimak tayangan infotainment itu.

"Ah, Umma! Syukurlah dia baik-baik saja!" kata Kyuhyun lega begitu berita itu berakhir.

"Tapi, Nona Sungmin hanya sendirian. Tidak ada kakak-kakaknya dan mukanya kelihatan baik-baik saja. Sepertinya Tan Siwon belum memberitahunya."

"Benar juga Umma. Apa menurut Umma aku seharusnya ke sana saja dan menjelaskan semuanya pada Sungmin?"

Leeteuk mengangguk. "Harus. Besok kau harus ke sana, jenguk dia. Mengerti?"

"Tentu, Umma."

: HARD LIFE and LOVE :

"Kim Kangin belum kembali?" tanya Heechul di telepon.

"Belum, Nyonya."

Heechul membanting teleponnya dengan kesal. Sudah seharian ini dia berusaha bertemu dengan Kangin tapi Kangin tak kunjung kembali. Memang kemarin Heechul menugaskannya untuk berkeliling dan memeriksa penjualan di Seoul.

Pintu ruang kerja Heechul terbuka dan Hangeng masuk, di tangannya terdapat sebuah map tebal.

"Apa itu?"

"Hanya beberapa dokumen. Mukamu kenapa kusut begitu?" tanya Hangeng sambil duduk di sofa.

Heechul menggeleng. "Aku ingin sekali bicara pada Kim Kangin mengenai hubungan anak kita, tapi hari ini dia sedang kutugaskan dan dia tak kunjung kembali."

"Lalu masalahnya apa? Nanti malam kan kita bisa berkunjung ke rumahnya. Kan lebih bagus, kita bisa bertemu dengan seluruh keluarganya sekalian. Hitung-hitung tahap pengenalan sebelum jadi keluarga besar." Kata Hangeng santai.

Mata Heechul berbinar-binar. "Ah, benar juga! Nanti kita ke sana, bersama Zhoumi dan Siwon juga ya!"

"Lalu Sungmin bagaimana?"

"Kan ada Henry. Kau tahu sendiri bagaimana sayangnya Henry pada anak itu. Sudah, Sungmin aman di tangan Henry."

Hangeng mengangguk-angguk. "Ya sudah, telepon Zhoumi sana. Aku mau ke kafetaria, ikut tidak?"

Heechul mengangguk. "Aku kirimi pesan saja nanti. Ya, aku ikut."

Bersama-sama, Hangeng dan Heechul berjalan menuju kefetaria yang ada di lantai satu. Semua karyawan yang melihat kemesraan Hangeng dan Heechul pun merasa bahagia dan iri akan kemesraan mereka.

Heechul tentu saja sangat senang karena Hangeng ada di sisinya sekarang. Biasanya dia jarang bertemu Hangeng dan itu membuatnya tersiksa karena rindu. Sekarang ketika Hangeng ada di sisinya, Heechul tidak akan menyia-nyiakan waktunya.

"Aku ke sini untuk menjenguk Sungmin, tapi kenapa aku malah menghabiskan waktuku di kantor ya?" kata Hangeng seraya tersenyum.

Heechul meninju pelan lengan Hangeng. "Ah, jadi kau tidak rela membantu pekerjaanku di sini? Ini kan perusahaanmu juga."

Hangeng tertawa kecil lalu merangkul bahu Heechul mesra. "Tentu saja tidak, chagi. Jika saja seluruh waktuku free, aku akan menghabiskannya berdua denganmu saja."

"Denganku saja? Tidak dengan anak-anak? Kau tidak sayang mereka?" goda Heechul.

"Denganmu, dan dengan anak-anak, tentu saja." Balas Hangeng.

"Ah, dasar kau ini!"

: HARD LIFE and LOVE :

Malam itu suasana di rumah keluarga Kim ramai sekali. Kangin dan Kyuhyun sedang sibuk menonton pertandingan sepak bola di televisi. Kangin mendukung Chelsea dan Kyuhyun mendukung Manchester United. Berulang kali terdengar seruan dari kedua orang tersebut. Saling memaki-maki tim lawan.

Sedangkan sang Ibu, karena makan malam sudah berlalu, jadi dia merajut sweater untuk Taemin. Karena Leeteuk suka menyanyi, maka di sela-sela merajut pun dia juga bersenandung. Tapi yang parah, dia merajut di belakang suami dan anaknya, sehingga suasana pun jadi semakin pekak.

Si bungsu Taemin tentu saja sedang sibuk latihan dance. Biasanya Taemin latihan dance di kamarnya yang ada cermin besar memenuhi dinding, tapi kamarnya sangat berantakan dan Taemin sedang malas membereskan kamarnya. Jadilah dia latihan di ruang tamu, dengan suara musik yang keras.

Bayangkan saja, suara musik, suara nyanyian, suara seruan, dan tentunya suara komentator pertandingan bola dijadikan satu. Betapa rumah itu sungguh sangat berisik.

"I'm so curious yeaah.." nyanyi Taemin mengikuti musiknya.

Kemudian Taemin mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Taemin mematikan musik dan membuka pintu.

Taemin hampir pingsan berdiri begitu melihat siapa yang berdiri di depan rumahnya.

"Halo, kau pasti Taemin ya? Keluargamu mana?" tanya Heechul ramah.

Taemin buru-buru mempersilahkan keluarga Tan masuk dan duduk. Setelah itu dia sendiri langsung masuk ke dalam rumah.

"Hei! Keluarga Tan di sini!" seru Taemin panik.

"APA?!" seru Leeteuk, Kangin, dan Kyuhyun bersamaan.

"Iya! Mereka di sini! Aku sudah suruh mereka duduk! Ayo cepat temui mereka! Lengkap! Hanya saja tidak ada Tan Sungmin!"

Leeteuk buru-buru berdiri dan membenahi bajunya. Kangin segera mematikan televisi sedangkan Kyuhyun hanya melongo saja. Leeteuk dan Kangin bergegas menuju ke ruang tamu untuk menemui keluarga Tan. Tapi Kyuhyun hanya diam sehingga Taemin harus menyeretnya.

"Apa kabar? Maaf kalau kedatangan kami ini menganggu." Kata Hangeng membuka percakapan.

Kyuhyun tidak fokus akan apa yang dikatakan oleh Hangeng dan Kangin. Dia sibuk menunduk menghindari tatapan marah dari Siwon. Walaupun Zhoumi sudah tahu, tapi dia diam saja.

"Kedatangan kami ke sini hanya untuk membicarakan tentang hubungan anak kita." Kata Hangeng.

"Maksudnya, tentang Nona Sungmin dan Kyuhyun?"

"Ah, iya. Seperti yang kita semua tahu Sungmin sangat mencintai Kyuhyun. Tapi yang kami belum tahu, apakah Kyuhyun juga memiliki perasaan yang sama terhadap Sungmin." Kata Hangeng.

Taemin menyenggol Kyuhyun yang masih menunduk. Kemudian Kyuhyun pun mendongak dengan cengohnya.

"Ha? Apa?"

Taemin buru-buru menginjak kaki Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun meringis kesakitan lalu mendelik marah pada Taemin. Tapi Taemin cuek dan pura-pura tidak mengerti apa-apa.

"Maafkan saya, ada apa?" ulang Kyuhyun.

"Kita semua tahu Sungmin mencintaimu, tapi apakah kau juga mencintai Sungmin?" tanya Hangeng.

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang terasa tidak gatal.

"Sebenarnya, saya juga mencintai Sungmin. Tapi saya sudah terlanjur sakit hati pada Sungmin karena dia membohongi saya." Jawab Kyuhyun jujur.

"Ah, bukan begitu! Oppa masih peduli kok pada Sungmin unnie! Buktinya dia menonton televisi terus hanya untuk mencari berita tentang Sungmin unnie!" seru Taemin.

Saat itu Kyuhyun merasa lebih baik wajahnya diaspal saja karena dia sangat malu. Dia menginjak kaki Taemin keras.

"Ah, begitu? Tapi tadi aku melihatmu berpelukan dengan Victoria Song." Kata Siwon sinis.

Hangeng dan Heechul yang tidak tahu mengenai masalah ini pun terkejut.

"Dia hanya mantan kekasihku, Tan Siwon." Kata Kyuhyun lirih. "Aku sudah tidak ada hubungan dengannya lagi. Dan aku sangat terkejut ketika tahu Vic ada di depan rumahku karena setahuku dia ada di Perancis." Jelas Kyuhyun. "Aku mencintai Sungmin. Vic hanya masa laluku yang sudah aku lupakan.."

Heechul mengenggam tangan Siwon berusaha menenangkan amarah anaknya.

"Yang dikatakan Kyuhyun itu benar adanya. Victoria Song hanyalah mantan kekasih Kyuhyun saat mereka masih Sekolah Menengah Atas. Jujur saja, kami sekeluarga tidak pernah menyukai Victoria Song. Kami pribadi lebih menyukai Tan Sungmin." Kata Kangin yang diangguki setuju oleh Leeteuk dan Taemin.

"Kau tenang saja, Sungmin belum tahu masalah ini." Kata Siwon pelan.

Kyuhyun mengangguk. "Kumohon maafkan aku, dan berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengan Sungmin. Aku bersalah padanya, aku ingin minta maaf padanya."

Ruang tamu keluarga Kim menjadi sunyi. Semua orang yang ada di situ sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Temuilah Sungmin, dia sangat mengharapkan kedatanganmu." Kata Zhoumi akhirnya.

Kyuhyun mengangguk. "Besok, aku akan menjenguknya."

: HARD LIFE and LOVE :

Ruang rawat Sungmin kini telah sepi. Kemarin para wartawan sudah cukup puas dengan berita yang mereka dapat. Mereka akan kembali lagi saat Sungmin keluar dari rumah sakit, tentu saja.

Sungmin hanya bertiga saja ditemani oleh Kibum dan Henry. Mereka bertiga sibuk webcam dengan laptop milik Kibum karena bosan.

Terdengar suara pintu kamar dibuka. Mereka bertiga mendongak dan menemukan Victoria Song berdiri di depan mereka.

"Vic.. Victoria Song.." kata Kibum tak percaya.

"Hai! Kibum unnie, Henry unnie, kalian ada di sini juga?" kata Victoria sambil meletakkan sekeranjang buah-buahan di meja.

Kibum mengangguk kaku, sedangkan Henry hanya diam saja karena dia tidak tahu detail tentang Victoria Song. Kibum segera menarik Henry menyingkir, mereka berdua kemudian duduk di sofa.

"Hai Minnie, bagaimana keadaanmu?" tanya Victoria.

"Aku baik saja, unnie. Kenapa unnie ada di sini? Bukankah Unnie sekolah di Perancis?" tanya Sungmin.

Victoria mengangguk seraya duduk di kursi samping ranjang Sungmin. "Yah, aku dapat libur sebulan dan aku kembali ke Korea. Niatku sih ingin menghabiskan waktu dengan mantan kekasihku, tapi ternyata dia masih kesal padaku. Jadi, aku bingung mau kuhabiskan dengan apa liburanku ini." Jawab Victoria, curhat.

"Bagaimana unnie tahu aku ada di sini?"

"Bagaimana tidak? Saat aku menyalakan televisi saja semua infotainment dipenuhi olehmu. Kau sudah jadi selebritis ya, sekarang?"

Sungmin menggeleng. "Ah, diliput infotainment kan bukan berarti selebritis."

Victoria tertawa kecil. "Bagaimana ceritanya sampai kau sakit seperti ini? Kau ini kan seperti kelinci, lincah sekali. Kenapa sekarang jadi sakit begini? Dan eww.. Badanmu kurus sekali. Kenapa jadi tinggal tulang begini?" Komentar Victoria.

Sungmin mengangkat bahunya. "Perjuangan hidup."

"Bagaimana? Sudah memutuskan untuk kuliah?"

Sungmin mengangguk. "Sudah. Aku ingin masuk kuliah tahun depan. Di Kyunghee jurusan Post Modern Music."

"Hah? Mantan kekasihku juga kuliah di Post Modern Music! Nanti kau jadi temannya!" kata Victoria senang.

Sekali lagi terdengar suara pintu terbuka.

"Siapa?" tanya Sungmin.

"Hai, Sungmin!" seru Kyuhyun.

Sungmin melongo melihat Kyuhyun ada di hadapannya. Sedangkan Victoria langsung berdiri dan berkata gembira.

"Dia!" tunjuknya pada Kyuhyun.

Victoria langsung menghambur dan memeluk Kyuhyun. Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan Victoria tapi terlambat. Sungmin sudah tahu kalau Kyuhyun adalah mantan kekasih Victoria dan sekarang malah mereka berpelukan di depannya.

Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan marah.

"Sungmin, aku bisa jelaskan.."

.

.

To Be Continued..

.

.