HARD LIFE and LOVE
Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D Add Facebook Wanjeonhan KShop ya!
AN : Jeng jeng untuk opening kita langsung ke acara lamarannya Zhoumi yaaah :D
HARD LIFE and LOVE
Zhoumi dan Henry pergi ke Wangfujing, sebuah area perbelanjaan yang luas yang terletak di tengah kota. Zhoumi mengajak Henry menuju ke sebuah kafe dan mereka duduk di meja yang ada di luar kafe, tepatnya di trotoar.
Dari meja tempat mereka duduk mereka bisa memandangi jalanan yang padat dan lampu yang berkelap-kelip, seperti kesukaan Henry.
Zhoumi masuk ke dalam kafe memesan makanan, sedangkan Henry di luar, masih menikmati indahnya Wangfujing. Meskipun ramai, tetapi tetap keramaiannya tidak bisa mengalahkan keindahannya.
"Indah, ya?"
Henry tersentak, lalu tersenyum. "Kau ini, mengagetkanku saja."
"Tapi Wangfujing memang benar-benar indah, kan?"
Henry mengangguk. "Sudah lama sekali aku tidak ke sini. Terakhir kali aku kemari waktu sehabis wisuda dulu, sudah hampir dua tahun yang lalu. Aku senang sekali kau mengajakku kemari."
"China memang indah, tapi bagiku Korea lebih indah.." balas Zhoumi.
"Ya, tentu saja. Kau kan warga negara Korea sedangkan aku asli China." Balas Henry sambil tertawa.
Kemudian seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Henry mengucapkan terima kasih dan memberikan tip pada pelayan itu.
"Bebek Peking!" pekik Henry begitu pelayannya pergi.
Zhoumi tertawa. "Kau sudah lama tidak makan daging. Daging tidak akan membuatmu gemuk! Aku capek melihatmu makan sayuran terus."
Henry menggelengkan kepalanya tegas. "Oh tidak tidak tidak. Kau tahu ini akan membuat timbanganku naik."
"Makan ini, atau kalau tidak aku akan marah padamu!" ancam Zhoumi.
Dengan sangat terpaksa Henry memakan Bebek Peking yang dipesankan Zhoumi. Henry memang tidak terlalu menyukai daging, karena dulu Zhoumi mengatakan Henry agak gemuk jadi Henry menghindari daging. Dan bodohnya Zhoumi sama sekali tidak tahu tentang hal ini. Dia mengira Henry tidak makan daging karena takut gemuk. Memang alasan itu benar, tapi itu semua disebabkan oleh Zhoumi sendiri.
Seusai makan, Zhoumi mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada asistennya. Tak lama kemudian sekelompok pemusik datang dan memainkan intro sebuah lagu.
"Ah, ada pemusik!" pekik Henry senang.
Zhoumi tersenyum melihat para pemusik itu. Kemudian Zhoumi mulai bernyanyi, tanpa menggunakan mikrofon. Henry tercengang mendengar lagu yang dinyanyikan Zhoumi. Lagu kesukaannya, Marry U dari Super Junior.
Zhoumi bernyanyi dengan sepenuh hati. Sementara itu Henry mendengarkannya dengan terharu dan matanya berkaca-kaca. Para pengunjung Wangfujing sampai berkerumun di sekitar mereka.
Pada akhir lagu, tak disangka-sangka, Zhoumi berlutut di depan Henry sambil menunjukkan sebuah cincin bermata berlian, menciptakan sebuah paduan koor dari para pengunjung Wangfujing, bahkan beberapa orang mengeluarkan kamera dan mengabadikannya. Henry menutup mulutnya karena terharu.
"Henry Lau, selama lima tahun lebih kita berpacaran mungkin aku telah banyak salah padamu. Aku tidak sempurna dan aku mempunyai banyak kekurangan. Tapi satu yang harus selalu kau tahu, aku punya hati, hati yang tulus mencintaimu tanpa keraguan suatu apa pun. Dan kini, dengan segala kerendahan hati, malam ini aku memintamu untuk menjadi istriku, untuk menjadi ibu dari anak-anakku kelak, karena hanya kaulah yang mampu menjadi penerang hati ini. Henry Lau, maukah kau menikah denganku, Tan Zhoumi?"
Air mata yang sedari tadi ditahan Henry pun akhirnya keluar juga merobohkan pertahanan Henry. Dengan sebuah anggukan kecil, dia pun berkata. "Aku mau."
Suara koor langsung terdengar lagi. Zhoumi langsung memasangkan cincin yang khusus dipesannya itu ke jari manis Henry. Zhoumi bangkit dan memeluk Henry.
"Terima kasih, aku mencintaimu.."
: HARD LIFE and LOVE :
Sambil mengumpulkan kesadarannya, Sungmin bangkit dari ranjangnya dan turun ke ruang makan. Kemarin dia memang tidak pulang terlalu malam, tapi bermain di Lotte World benar-benar menguras seluruh tenaganya. Bahkan lebih melelahkan daripada saat dia bekerja di tiga tempat dahulu.
"Ini dia Putri Tidur kita baru turun!" seru Siwon.
Masih mengenakan piyama pinknya, Sungmin langsung duduk di antara Siwon dan Heechul yang sudah rapi mengenakan setelan jas masing-masing. Sungmin langsung mengambil segelas susu dan meminumnya.
"Hari ini mau pergi lagi?" tanya Heechul.
"Tidak, Umma. Kyuhyun tidak bisa." Jawab Sungmin sambil menguap.
"Katanya dia libur?" tanya Heechul lagi.
"Memang, tapi ternyata dia ada tugas kelompok dan seharusnya mereka mengerjakannya masih lama, tapi dosennya memajukan waktu pengumpulan jadi harus dikerjakan sekarang." Jawab Sungmin sambil mengoleskan mentega di rotinya.
"Ah, ini sudah ada!" seru Siwon.
Heechul langsung mendekatkan badannya ke laptop Siwon. Sungmin yang tidak mengerti apa-apa hanya diam sambil memakan rotinya.
"Kenapa tidak kemari? Ini video saat Zhoumi hyung melamar Henry noona kemarin!" seru Siwon.
Seperti baru tersadar, Sungmin langsung mendekatkan badannya ke laptop Siwon. Siwon memencet tombol 'play' dan video berdurasi enam menit itu pun mulai. Dimulai saat Zhoumi dan Henry duduk berdua di menja trotorar, lalu Zhoumi pergi dan Henry sendirian menikmati Wanfujing, dan seterusnya sampai Zhoumi melamar Henry.
"Zhoumi Oppa romantis sekali!" pekik Sungmin senang.
"Dia juga pintar menyuruh stafnya merekam adegan ini untuk dikirimkan pada kita! Ini akan menjadi aset berharga dalam keluarga kita!" balas Siwon.
"Bersiaplah, anak-anak. Sebentar lagi kita harus ke China untuk menemui keluarga Henry dan mengadakan pesta di sana." Kata Heechul sambil tersenyum.
"Ah, aku jadi tidak sabar untuk segera melamar Kibum!"
PLETAK!
"Aish Umma! Kenapa dipukul?!" seru Siwon sambil mengusap-usap kepalanya yang dijitak oleh Heechul.
Heechul mendengus. "Kakakmu saja belum menikah kenapa kau sudah berpikiran untuk melamar Kibum? Tunggu kakakmu menikah dulu!"
Sungmin tertawa. "Yang jelas aku tidak akan segera menikah! Aku masih ingin kuliah!"
: HARD LIFE and LOVE :
Sejak turun dari kamarnya tadi, Kyuhyun selalu bersungut-sungut kesal. Tak jarang mulutnya mengeluarkan makian-makian pelan yang membuat Leeteuk terus menjitak kepalanya, terkadang dengan tangannya sendiri atau dengan sendok sayur yang selalu dibawanya. Tapi Kyuhyun terus memaki-maki dan menyumpah serapah walaupun kepalanya sudah berkali-kali dipukul.
"Aish, sebenarnya ada apa? Kenapa sepertinya Oppa bad mood begini?" tanya Taemin yang kesal mendengar sumpah serapah yang dari tadi keluar dari mulut Kyuhyun.
"Dosenku benar-benar menyebalkan! Gara-gara dia aku dan kelompokku harus mengerjakan tugas kami sekarang! Dia memajukan tanggal presentasinya!" balas Kyuhyun kesal.
"Lalu apa masalahnya? Bukankah Oppa biasa mengerjakan tugas di saat libur?" tanya Taemin heran.
"Kalau aku tidak ada acara sih aku oke saja. Tapi aku berencana menghabiskan hari ini untuk kencan bersama Sungmin!"
Taemin mengangguk mengerti. "Seharian di Lotte World belum cukup? Aku dengan Minho dulu saja badanku sampai pegal-pegal."
"Belum. Kencan kami kurang romantis. Padahal kalau hari ini kami jadi kencan, nanti malam aku berencana mengajaknya candle light dinner."
"Ya sudah, ajak makan malam saja, kencannya batal. Itu lebih baik, jadi saat makan malam kalian tidak merasa lelah karena kencan seharian."
"Tidak tahulah! Aku sebal!"
Leeteuk keluar dari dapur membawa dua piring penuh berisi makanan. Dia menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anak sulungnya.
"Pikirkan sesuatu, jangan hanya bisa memaki-maki saja." Kata Leeteuk menasihati anak sulungnya.
"Kasihan Sungmin, kalau dia di rumah tanpa melakukan apa pun. Kemarin saat aku mengantarkannya pulang, dia berkata padaku kalau dia bosan di rumah." Kata Kyuhyun.
"Ya sudah nanti aku yang temani Sungmin unnie saja." Celetuk Taemin.
"Jangan asal bicara."
"Siapa yang asal bicara? Hari ini sekolahku libur kok, ada rapat guru Seoul. Rencananya aku akan keluar bersama Minho, tapi kalau Sungmin unnie sendirian di rumah, nanti akan kuajak saja."
Kyuhyun mengerutkan keningnya heran. "Kau dengan Minho? Yang benar saja. Sungmin nanti kau tinggal sendirian!"
Taemin menggelengkan kepalanya. "Tidak akan. Kalau Sungmin unnie nanti menolak karena merasa menganggu, aku bisa batalkan acaraku dengan Minho. Jadi nanti hanya aku dan Sungmin unnie saja."
"Enak saja kau bicara, jangan seenaknya membatalkan janji."
Taemin mengerucutkan bibirnya. "Lalu aku harus bagaimana? Oppa ini benar-benar menyebalkan!"
"Aku kan juga tidak mau kekasihku hanya menjadi orang ketiga dalam kencan kalian!" balas Kyuhyun sengit.
Taemin menjitak kepala Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengaduh kesakitan.
"Kau ini kenapa sih? Kalau tidak menendang pantatku ya menjitak kepalaku! Apa tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan?"
"Terserah pokoknya nanti aku akan ke rumah Sungmin unnie!" seru Taemin, lalu mendaratkan tendangan di pantat Kyuhyun.
"JAMUR SIALAAAAN!"
: HARD LIFE and LOVE :
Sungmin mengganti-ganti channel televisi dengan bosan. Sedari tadi televisi hanya dipenuhi oleh infotainment dan beritanya hanya tentang dia dan Kyuhyun saat di Lotte World. Sungmin Sudah mengalami live – nya, tidak perlu melihat tayangan ulangnya lagi di infotainment.
Telepon wireless di ruang tengah berbunyi. Sungmin berdiri untuk mengangkat telepon tapi seorang pelayan sudah mengangkat teleponnya. Sungmin mengucapkan terima kasih lalu kembali duduk.
"Nyonya menelpon anda, nona muda." Kata pelayan itu sambil menyerahkan telepon pada Sungmin.
"Terima kasih."
Sungmin meletakkan gagang telepon di telinganya.
"Ada apa, Umma?"
"Kau lihat infotainment? Oh dear aku tidak mau ada gosip buruk. Beritahu Kyuhyun, nanti malam ada konferensi pers di kantor. Mengerti? Umma tidak mau kau atau Kyuhyun tidak datang. Kita harus luruskan semuanya."
"Oh, baiklah Umma."
"Sudah, Umma mau kembali kerja. Kau kembali tidurlah sana."
Sungmin meletakkan kembali gagang telepon ke tempatnya. Dia melenguh bosan. Kalau Sungmin yang dulu, dia akan menghabiskan waktu dengan shopping menghambur-hamburkan uang atau perawatan di salon. Tapi kalau Sungmin yang sekarang, dia tidak akan mau lagi melakukannya.
"Unnie!"
Sungmin menoleh dan menemukan Taemin sedang berlari ke arahnya. Sungmin menjerit senang lalu mereka berdua berpelukan sambil menjerit-jerit.
"Apa yang kau lakukan di sini? Tidak sekolah?" tanya Sungmin setelah mereka berdua menhentikan kegiatan mereka yang aneh itu.
Taemin menggeleng membuat rambut panjang tipe jamurnya berkibar-kibar.
"Aku sedang libur dan seharusnya aku ada acara dengan Minho. Tapi ternyata Ayahnya menyuruhnya pergi ke kantor dan dengan sangat terpaksa dia membatalkan kencan kami. Karena aku bosan jadi aku ke sini saja." Jelas Taemin.
"Kau tidak mendapat kesulitan di gerbang?" tanya Sungmin, mengingat saat pertama kali Taemin datang dia sangat sulit untuk masuk karena satpam tidak percaya padanya, sampa akhirnya Taemin harus menelepon Sungmin agar Sungmin keluar.
Taemin kembali menggeleng. "Saat aku baru turun dari taksi saja satpamnya sudah membukakan gerbang. Sepertinya dia hafal wajahku karena dia terus-terusan menundukkan badannya sambil mengucapkan maaf dan selamat datang."
Sungmin tertawa. "Oke, karena kau sudah di sini, jadi kita sebaiknya melakukan apa? Pergi ke mana?"
Taemin berpikir sebentar. Sementara itu Sungmin pergi ke dapur untuk meminta camilan dan minuman untuk mereka berdua.
Saat Sungmin kembali, dia membawa du toples berisi kue-kue dan dua orang pelayan mengikutinya sambil membawa makanan dan minuman.
"Bagaimana kalau kita dance saja?" usul Taemin.
Sungmin tertawa mendengar usul Taemin. "Dance? Tubuhku ini sekaku sapu!"
"Ah, ayolah! Kyuhyun Oppa bodoh sekali dalam dance tapi dengarlah, suaranya bagus sekali, bukan?"
Sungmin mengangguk setuju. "Dan aku sama sekali tidak bisa dance!"
Taemin tak peduli dan dia segera menarik tangan Sungmin menuju kamar Sungmin di lantai dua, karena dia tahu di kamar Sungmin ada cermin besar yang memenuhi salah satu sisi dinding.
"Makanan dan minumannya bawa ke atas ya!" seru Taemin gembira.
: HARD LIFE and LOVE :
Taemin baru pulang ke rumah tepat setelah keluarganya menyelesaikan makan malam mereka. Dia masuk ke dalam rumah dengan lemas dan badannya penuh keringat.
"Dari mana saja? Pulang bersama siapa? Kenapa mandi keringat begitu?" tanya Kangin.
"Dari rumah Sungmin unnie, tadi diantar supirnya Sungmin unnie." Jawab Taemin sambil membuka kulkas.
Kyuhyun yang sedang memainkan PSP nya pun segera menaruh PSP nya dan menarik Taemin mendekat kepadanya.
"Aish, ada apa sih?" kata Taemin yang sebal ditarik-tarik.
"Kenapa tidak bilang-bilang kalau kau ke rumah Sungmin? Setidaknya kan aku bisa titip salam!" seru Kyuhyun.
"Aku ke sana juga spontan. Tadi aku sudah siap-siap untuk pergi bersama Minho, tapi ternyata Minho disuruh Appa nya ke kantor jadi dia membatalkan kencan kami. Ya sudah akhirnya aku naik taksi ke rumah Sungmin unnie." Jelas Taemin.
Kyuhyun mendengus. "Yaaah.. Seandainya kau bilang padaku mungkin tadi aku menyusulmu ke rumah Sungmin."
Taemin mendengus. "Terserah, aku capek sekali. Mau tidur."
"Tidak makan dulu?" tanya Leeteuk.
Taemin menggeleng. "Sudah makan di rumah Sungmin unnie tadi."
"Bersama Tan Heechul juga?" tanya Kyuhyun kaget.
"Tidak. Tan Heechul dan Tan Siwon masih di kantor, mengurusi konferensi pers katanya."
Mendengar jawaban Taemin, Kyuhyun langsung tersentak. Dia baru ingat tadi Sungmin meneleponnya dan memberitahu kalau malam ini ada konferensi pers mengenai hubungan mereka di kantor Tan Group.
Tanpa banyak bicara lagi, Kyuhyun langsung menyambar jaketnya dan segera memacu motornya menuju kantor Tan Group.
Sesampainya di kantor Tan Group, sudah banyak wartawan berkerumun di luar. Begitu melihat Kyuhyun, sontak mereka langsung mengarahkan kamera pada Kyuhyun. Kyuhyun menutupi matanya yang silau karena kilatan lampu flash. Beberapa bodyguard langsung menghampiri Kyuhyun dan mengawalnya ke dalam gedung.
Bodyguard-boyguard itu langsung membawa Kyuhyun menuju ke sebuah ruangan di mana Heechul, Siwon, dan Sungmin telah menunggu. Melihat kedatangan Kyuhyun, Sungmin langsung melompat berdiri.
"Kyu! Kukira kau lupa! Acara akan dimulai sepuluh menit lagi!" seru Sungmin sambil memeluk Kyuhyun.
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Maaf, aku lupa. Untung Taemin memberitahuku."
Heechul dan Siwon menatap Kyuhyun. Kyuhyun melempar senyum sopan pada mereka berdua.
"Ya sudah, tolong suruh para wartawan masuk kemari. Kyuhyun sudah datang, kita bisa mulai konferensi pers nya." Kata Heechul.
: HARD LIFE and LOVE :
Seusai konferensi pers, Sungmin mengajak Kyuhyun ke kafetaria kantor yang masih buka karena ada acara konferensi pers ini. Sungmin memesan cappucino dan Kyuhyun memesan cokelat panas.
"Sudah lega ya?" tanya Sungmin sambil mengaduk cappucino nya.
Kyuhyun mengangguk. "Ya, aku sangat lega."
"Bagaimana Krystal?"
"Aku tidak tahu. Jangan bahas dia sekarang, membahas dia akan merusak suasana." Kata Kyuhyun bosan.
Sungmin mengangguk. "Baiklah. Lalu ada apa dengan Victoria unnie?"
"Aish kau ini kenapa menanyakan dua orang itu?" tanya Kyuhyun sebal.
Sungmin tertawa. "Aku hanya ingin menanyakan mereka saja. Bagaimana reaksi mereka jika mereka melihat tayangan konferensi pers itu di infotainment."
"Mereka akan marah-marah, tentu saja. Aku ini sangat terkenal."
Sungmin memukul pelan lengan Kyuhyun. "Dasar kau ini."
"Apa saja yang kau lakukan seharian bersama Taemin sampai anak itu pulang dengan bermandi keringat?" tanya Kyuhyun.
Sungmin kembali tertawa. "Anak itu benar-benar ya! Dia mengajariku menari seharian! Padahal aku sama sekali tidak bisa dance dan akhirnya dia sendiri yang kelelahan!"
Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. "Anak itu juga pernah mencoba mengajariku dance! Tapi saat itu aku bodoh sekali sehingga aku tak bisa! Sekarang aku sudah mendapat pelajaran dance khusus dari Donghae dan Eunhyuk jadi nanti aku bisa menantang Taemin untuk battle dance!"
"Ah, tidak mungkin! Kalau tidak melihat secara langsung, aku juga tidak percaya kalau ada orang yang bisa menari seperti yang dilakukan Taemin tadi! Dia lincah sekali!" seru Sungmin semangat.
Kyuhyun menarik Sungmin mendekat ke arahnya dan Sungmin pun merebahkan kepalanya di dada Kyuhyun.
"Hei, aku sangat mencintaimu." Bisik Kyuhyun.
"Aku tahu."
: HARD LIFE and LOVE :
Victoria menghentakkan kakinya kesal begitu dia melihat infotainment. Isinya tentang konferensi pers serta Kyuhyun dan Sungmin saat kencan di Lotte World.
"Gila gila gila perempuan gila! Beraninya dia merebut Kyuhyun! Gila gila perempuan gila!" seru Victoria marah, membanting beberapa barang pecah belah.
Beberapa pelayan yang memperhatikan tingkah Victoria hanya diam saja. Mereka kebanyakan sudah bekerja di rumah keluarga Song sejak Victoria masih balita, sehingga mereka tahu watak Victoria. Kalau sedang marah, sebaiknya jangan ganggu Victoria atau akibatnya dipecat.
Krystal yang ada di kamarnya pun merasa terganggu dengan suara berisik yang ditimbulkan oleh Victoria. Dia sendiri heran mengapa Victoria mau pulang ke rumah padahal selama di Korea dia tidur di salah satu hotel milik keluarganya.
"Hei! Kau berisik sekali!" Krystal berteriak dari lantai dua.
Victoria mendongak ke atas dan menemukan Krystal. "Mantan kekasihku kenapa jadi berpacaran dengan Sungmin?!"
"Oh, kau baru tahu? Kau sangat ketinggalan info." tanya Krystal enteng.
"Aku mencintai Kyuhyun! SANGAT SANGAT SANGAT dan kenapa sekarang dia malah berpacaran dengan Sungmin dan mengumumkannya pada publik?! Hei kau! Bantu aku merebut Kyuhyun lagi!" seru Victoria marah.
Raut wajah Krystal yang tadinya santai kini berubah begitu mendengar perkataan Victoria. Wajahnya berubah menjadi merah menahan amarah.
"Dengar ya! Dulu kau sudah merebut Kyuhyun dariku dan kau tak bisa menjaganya dengan baik sehingga dia pergi dari pelukanmu! Lalu kau pikir, apakah sekarang aku mau membantumu kembali pada Kyuhyun?!" balas Krystal.
Victoria kembali melempar sebuah barang pecah belah. "JADI KAU JUGA MENYUKAI KYUHYUN?!" seru Victoria meledak-ledak.
"Jelas sekali! Dan kalau dulu kau tidak merebut Kyuhyun, aku yang akan memiliki Kyuhyun! Ini semua SALAHMU!"
Sekali lagi Victoria melempar sebuah barang. "KAU JUGA YANG SALAH! KENAPA DULU TIDAK MEMPERTAHANKAN KYUHYUN?! BODOH KAU, BODOH!"
"KAU KEJAM! LICIK!" balas Krystal.
"Yang licik itu kau! Adik sialan! Dosa apa aku sampai aku dapat adik sepertimu?!" seru Victoria sambil menunjuk-nunjuk Krystal.
"Yang seharusnya bertanya seperti itu seharusnya aku! Aku tidak pernah berharap punya kakak sepertimu! Kakak macam apa yang merebut orang yang dicintai adiknya?!"
"Kalau kau mencintai Kyuhyun seharusnya kau dulu mempertahankannya!" balas Victoria.
Krystal tertawa hambar. "Lalu setelah kau mendapatkan Kyuhyun, kau dengan bangga bisa menunjukkan pada dunia kalau kau berhasil mendapatkan Kyuhyun setelah merebutnya dariku. Tapi apa yang kau lakukan? Kau malah membiarkan Kyuhyun lepas darimu! Itu artinya kau membiarkan Kyuhyun kembali padaku!"
"TIDAK AKAN! KYUHYUN AKAN KEMBALI PADAKU! AKU PERNAH BERPACARAN DENGANNYA DAN KAU BAHKAN BELUM PERNAH!"
"Tidak peduli apa aku sudah pernah berpacaran dengan Kyuhyun atau bukan! Sudah, kau jangan berisik lagi! Menganggu! Dan ingat ya, AKU AKAN MEREBUT KYUHYUN!"
"AKU YANG AKAN MENDAPATKANNYA!"
: HARD LIFE and LOVE :
Sungmin berjalan-jalan di sebuah taman yang ada di dekat Sungai Han sendirian. Sebenarnya Siwon bersikeras jika Sungmin tidak mau ditemani bodyguard, maka sebaiknya Sungmin mau ditemani Kibum, tapi Sungmin menolak dan memilih berjalan-jalan sendirian.
Sungmin mengeluarkan kameranya dan mulai memotret pemandangan taman yang indah tersebut. Sungmin sangat gembira menikmatinya. Selama ini dia tidak pernah pergi sendirian tanpa ditemani oleh bodyguard.
"Sungmin!" panggil seseorang.
Sungmin menoleh dan melihat seorang laki-laki.
"ARGH!"
.
.
To Be Continued..
.
.
Sebenernya aku ada project baru dan memutuskan untuk hiatus. Tapi di fic yang satunya para readers minta aku buat nyelesain fic aku dulu baru fokus ke project baru aku. Ya sudah aku akan selesaikan fic ini dulu. Dan rencananya fic ini berakhir di Chapter 15, gimana? Chapter depan udah klimaksnya..
Dan setelah Hard Life and Love sama My Teacher Is My (Ex)Boyfriend tamat, aku bakal hiatus sebentar. Mungkin sekitar DUA BULAN...
Setelah hiatus aku bakal balik bawa FF WonKyu request dari salah satu reader. Dan masalahnya dia minta yang Hurt/Comfort, dan aku gak terlalu yakin bisa bikin genre itu. Yah, aku masih harus belajar banyak!
