HARD LIFE and LOVE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D

HARD LIFE and LOVE

Kamera yang dipegangnya jatuh ke tanah. Sungmin jatuh terduduk sambil memegangi perutnya. Dia menatap nanar perut dan tangannya yang dipenuhi darah. Orang-orang yang melihatnya pun segera berlarian menuju ke arahnya.

"Nona, nona anda tak apa-apa?!" seru seorang pria.

Sungmin ingin menjawab, tapi dia tak mampu menjawab. Dia hanya mampu membuka mulutnya dan mengerang.

"Ah, dia ini kan Tan Sungmin!" seru seorang wanita.

Pandangan mata Sungmin mengabur, kemudian gelap.

: HARD LIFE and LOVE :

Heechul menggerutu pelan karena masalah perusahaan yang seakan tak ada habisnya. Laporan terus berdatangan mengenai masalah di cabang yang ini, cabang yang itu, membuat Heechul pusing.

Heechul menutup laptopnya kasar dan memejamkan matanya sambil memijat keningnya, berharap rasa pusing di kepalanya berkurang.

Ponsel yang diletakkannya di samping laptopnya berbunyi. Heechul mengambil ponselnya dan membaca nama yang tertera di layar ponselnya.

"Yeoboseyo.."

"Yeoboseyo, benarkah ini Tan Heechul Ibu dari Tan Sungmin?"

"Ah, ya. Ada apa? Mengapa ponsel anak saya bisa ada di Anda?" tanya Heechul segera.

"Tan Sungmin mengalami musibah dan sekarang dia sedang dibawa ke Seoul Hospital."
"APA?!"
"Dia ditusuk orang di taman dan sekarang saya menemaninya dalam ambulans menuju Seoul Hospital."

"Ah, saya akan ke Seoul Hospital segera!" seru Heechul.

Heechul langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas. Heechul bergegas menghambur keluar dari ruang kerjanya. Persetan dengan semua masalahnya, yang dipikirkannya sekarang hanyalah keadaan Sungmin.

Para karyawan yang melihat Direktur mereka berlaku seperti itu hanya bisa menahan heran. Heechul langsung mendorong pintu ruang kerja Siwon. Siwon yang sedang sibuk membaca dokumen pun terkejut.

"Umma ada –"

"SUNGMIN DITUSUK ORANG!" seru Heechul histeris.

Sontak Siwon langsung berdiri tegak. Wajahnya diliputi kepanikan.

"Maksud Umma?

"Ayo ayo cepat kita pergi!" seru Heechul.

Heechul langsung keluar dari ruang kerja Siwon. Siwon mengekor Heechul di belakang. Semua karyawan terheran-heran melihat tingkah dua orang yang posisinya paling tinggi di Tan Group Korea tersebut.

Di area parkir, Heechul langsung masuk ke dalam mobilnya. Siwon mengikuti Heechul. Heechu bergegas menyalakan mesin mobil dan mengebut, seperti biasanya.

Siwon terus berdoa sepanjang jalan agar mereka dan Sungmin tidak kenapa-napa. Heechul mengebut bak orang gila, sehingga Siwon takut jika nantinya mereka yang akan kecelakaan dikarenakan oleh kecepatan mobil yang seperti ini.

Sesampainya di Seoul Hospital, Heechul memarkirkan mobilnya asal dan langsung turun dari mobil. Seorang laki-laki duduk di kursi tunggu Unit Gawat Darurat. Begitu dia melihat Heechul dan Siwon, dia langsung berdiri.

"Ada apa dengan Sungmin? Ada apa?!" tanya Heechul cepat.

Siwon menuntun Heechul untuk duduk. Siwon mengelus-elus punggung Heechul, berusaha menenangkannya.

"Tadi saya melihat Nona Sungmin ada di taman, tapi tiba-tiba dia berteriak dan begitu saya menghampirinya, dia sedang memegangi perutnya yang berdarah. Kemudian dia pingsan." Jelas lelaki itu.

Heechul menggelengkan kepalanya cepat. "Siapa.. Siapa yang tega melukai anakku.. Siapa?!" tangis Heechul histeris.

Siwon memeluk Ibunya yang menangis. Dalam hatinya dia merasa bahwa ini adalah kesalahannya juga. Seandainya tadi dia lebih memaksa Sungmin untuk membawa bodyguard, mungkin semua ini tak akan terjadi.

"Ini tas dan kamera Nona Sungmin, tadi saya amankan." Lelaki itu mengulurkan tas pink Sungmin pada Siwon.

Siwon mengangguk. "Kami berhutang pada Anda, kami pasti akan membalasnya nanti."

Lelaki itu tersenyum. "Tidak perlu, Tuan Siwon. Nona Sungmin baik-baik saja, itu sudah merupakan hadiah bagi saya."

Dengan hati yang dikuatkan, Siwon mengeluarkan ponselnya dan memencet nomor telepon Ayahnya.

: HARD LIFE and LOVE :

Hangeng mengamati Zhoumi dengan serius. Saat ini Zhoumi sedang mempresentasikan proyek baru Tan Group pada kolega-kolega kerja Tan Group. Kali ini tentang pembangunan hotel baru. Seperti biasanya, presentasi Zhoumi berjalan dengan baik dan sempurna.

"Baby Baby Baby ooh.. Baby Baby Baby ooh~"

Hangeng tersentak kaget begitu mendengar ringtone ponselnya yang menggunakan lagu Justin Bieber. Buru-buru dia meminta maaf pada kolega-koleganya dan bergegas mengangkat telepon.

"Ada apa Siwon?"

"Appa.. Appa.. Sungmin ditusuk orang.."

"HAH? APA?!"
Semua peserta rapat menoleh heran pada Hangeng, Zhpumi pun menatapnya heran, tapi Hangeng tak peduli.

"Dia ditusuk, dan sekarang dia ada di Unit Gawat Darurat.."
"Appa segera ke Korea! Kau tunggu Appa!"
Hangeng menutup telepon dan segera membereskan berkas-berkasnya dan memasukannya secara asal ke tasnya.

"Appa, ada apa?" tanya Zhoumi.

"Kau selesaikan presentasimu ini, Appa mau ke Korea. Adikmu Sungmin ditusuk orang." Kata Hangeng cepat.

Zhoumi melongo. "Appa, aku ikut!"
Hangeng menggeleng tegas. "Selesaikan pekerjaanmu ini! Nanti setelah selesai, baru kau susul ke Korea! Appa pergi dulu!"

: HARD LIFE and LOVE :

"Jadi, tugas kalian adalah membuat lagu ballad. Dikumpulkan dua minggu lagi. Kelas selesai." Kata dosen, lalu keluar dari kelas.

Kyuhyun meregangkan tangannya sambil menguap. Mata kuliahnya yang terakhir baru saja selesai, setelah ini dia bisa langsung pulang dan tidur. Kyuhyun buru-buru membereskan mejanya.

"Kyu!" sapa Krystal.

Kyuhyun tersenyum tipis. "Ya, ada apa?"

"Nonton, kau mau? Temani aku, ada film bagus di bioskop. Aku yang traktir." Pinta Krystal manja.

"Ah, aku tidak bisa. Aku mau langsung pulang saja, capek sekali."

Raut wajah Krystal yang tadinya berseri-seri pun berubah menjadi keruh dalam sekejap.

"Ayolah, sekali saja. Sejak aku kembali ke Korea, kita tak pernah jalan-jalan seperti dulu lagi.."

Belum sempat Kyuhyun menjawab, ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dari saku.

From : Tan Siwon

Sungmin ditusuk orang. Dia ada di Unit Gawat Darurat Seoul Hospital. Ke sini sekarang. Sungmin akan membutuhkanmu nanti.

Membaca pesan dari Siwon membuat wajah Kyuhyun langsung memucat. Yesung, Donghae, dan Eunhyuk yang melihatnya pun heran.

"Kyu, ada apa?" tanya Eunhyuk.

"Sungmin.. Dia ditusuk orang!" seru Kyuhyun, lalu segera berlari keluar dari kelas.

Yesung, Donghae, dan Eunhyuk ikut panik. Mereka bergegas menyusul Kyuhyun, tak memperhatikan betapa pucatnya wajah Krystal.

: HARD LIFE and LOVE :

Heechul masih menangis sesenggukan di kursi tunggu. Tangannya sibuk mengetik di ponselnya karena Zhoumi terus menanyakan Sungmin. Siwon berjalan mondar-mandir menunggu dokter. Sedangkan laki-laki yang menolong Sungmin sudah pulang karena Siwon memintanya untuk pulang, Siwon melihat wajah lelaki itu begitu lelah jadi Siwon memintanya pulang setelah sebelumnya menanyakan nama dan alamat lelaki itu.

Zhoumi sudah berkali-kali menghubunginya menanyakan keadaan Sungmin. Siwon tidak bisa menghubungi Hangeng karena Hangeng masih ada di pesawat.

Mereka sudah tidak ada di depan Unit Gawat Darurat lagi. Mereka sedang berada di depan Ruang Operasi karena luka tusukan Sungmin cukup dalam.

Siwon mendongak begitu mendengar suara langkah kaki. Dilihatnya Kyuhyun yang berjalan setengah berlari ke arahnya, diikuti oleh Yesung, Donghae, dan Eunhyuk. Wajah Kyuhyun diliputi kepanikan.

"Dia kenapa? Sungmin kenapa?" tanya Kyuhyun panik.

"Dia ditusuk orang! Kami tidak tahu motifnya apa!" jawab Siwon tak kalah panik.

Kyuhyun mendecih tak sabar. Eunhyuk menghampirinya dan menenangkannya, lalu Eunhyuk membawanya duduk di kursi tunggu.

Kyuhyun menatap Heechul yang duduk di sampingnya. Wajah cantik wanita yang sangat diidolakannya itu kini bersimbah air mata. Kyuhyun memberanikan diri meletakkan tangannya di bahu Heechul.

"Dia akan baik-baik saja, dia gadis yang kuat. Dia akan segera sembuh." Kata Kyuhyun menguatkan Heechul.

Heechul tersenyum tipis. "Kau benar-benar mencintainya ya, Kyu?" tanya Heechul pelan.

Kyuhyun mengangguk. "Sangat. Dan aku ingin dia yang jadi istriku nanti."

Pintu Ruang Operasi terbuka dan seorang dokter keluar. Mereka semua langsung menghambur ke arah Dokter.

"Bagaimana Sungmin?" tanya Heechul cepat.

"Nona Sungmin tak apa-apa. Untung saja tusukan itu tidak merusak tubuhnya terlalu parah. Saya sudah jahit lukanya. Dia sudah kami tempatkan di VIP Rose. Tapi dia masih dalam pengaruh obat bius, mungkin dia akan sadar sekitar satu jam lagi."

Heechul mengelus dadanya lega, begitu pula dengan yang lain pun ikut menghela napas lega.

"Terima kasih, dok." Kata Siwon.

Mereka semua bergegas menuju ke kamar VIP Rose. Begitu masuk, suasana sangat sepi. Sungmin masih tak sadarkan diri.

Heechul mendekati Sungmin dan mengecup pipinya berkali-kali. Siwon menarik baju rumah sakit yang dikenakan Sungmin ke atas dan melihat bekas jahitan yang cukup lebar di sana. Hati Siwon miris

"Kasihan, kasihan adikku." Bisik Siwon pelan.

Kyuhyun maju mendekati Sungmin. Dia menatap wajah Sungmin dan kemudian mengelus kepala Sungmin dengan penuh sayang.

"Gadis kelinci, ada aku di sini. Ini ada Kyu.." bisik Kyuhyun pelan.

"Sebenarnya siapa yang tega mencelakai Sungmin seperti ini?" tanya Siwon muram.

Semua yang ada di ruangan itu menggelengkan kepala. Mereka sama sekali tidak mempunyai gambaran siapa yang telah mencelakai Sungmin.

: HARD LIFE and LOVE :

Begitu mobil merahnya berhenti di depan rumah, Krystal bergegas turun dan langsung masuk ke dalam rumah.

"VIC! VICTORIA! VIC!" seru Krystal keras.

"Aku ada di depanmu, jadi jangan teriak-teriak." Jawab Victoria.

Krystal maju dan menemukan Victoria sedang asyik memainkan iPad nya sambil duduk santai di sofa.

"Vic! Kau yang menyuruh orang untuk menusuk Sungmin? Gila! Kau gila!" tanya Krystal langsung.

Victoria meletakkan iPad nya dan menatap Krystal heran. "Apa yang kau bilang tadi?"

Krystal menghentakkan kakinya ke lantai dengan tidak sabar. "Sungmin ditusuk! Ditusuk! Apa kau yang merencanakan semua ini?"

Victoria menggeleng. "Kau menuduhku merencanakan kejahatan pada Sungmin?! Hell shit, seharusnya aku yang menuduhmu begitu! Kau ini kan liciknya seperti ular!"
"Kenapa kau jadi menuduhku hah? Selicik-liciknya aku, aku tak akan pernah mencelakakan orang! Apalagi Sungmin!" balas Krystal.

Victoria tertawa hambar. "Sudahlah Krys, aku tahu ini semua pasti kau dalangnya. Kau menuduhku untuk alibimu kan, maaf saja tidak bisa." Victoria berlalu meninggalkan Krystal.

Krystal menggigit bibirnya dongkol. Dia benar-benar tidak merencanakan akan mencelakakan Sungmin. Jika Victoria juga tidak, lalu siapa?

: HARD LIFE and LOVE :

Kini di ruang rawat Sungmin hanya tersisa empat orang. Yesung, Donghae, dan Eunhyuk sudah pulang. Kibum sudah datang, dia langsung datang ketika ditelepon Siwon. Di luar, para wartawan sudah berkumpul, membuat mereka harus mengerahkan bodyguard untuk menghalangi para wartawan itu.

Sungmin menggeliat pelan, membuat Heechul, Siwon, Kyuhyun, dan Kibum langsung bereaksi. Heechul mendekatkan tubuhnya pada Sungmin.

"Minnie, ini Umma. Apa yang kau rasakan? Sakit?" tanya Heechul lembut.

Tak ada jawaban dari Sungmin. Perlahan Sungmin membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Sungmin membuka mulutnya, tapi segera saja dia langsung memekik kesakitan. Dia tidak bisa membuka mulutnya terlalu lebar, karena nanti jahitan di perutnya akan ikut tertarik ke atas.

"Sakit.." lirih Sungmin pelan.

Kyuhyun maju dan mengecup kening Sungmin. "Ditahan ya. Nanti segera sembuh." Kata Kyuhyun lembut.

Siwon ikut maju dan mengecup pipi kanan Sungmin, sedangkan Kibum mengecup pipi kiri Sungmin.

"Kau ini bandel sekali. Apa kau tidak punya pekerjaan lain selain membuat kami khawatir?" tanya Siwon gemas.

"Maafkan aku.." jawab Sungmin. "Appa di mana? Zhoumi Oppa? Henry noona?"

"Appa sedang dalam perjalanan kemari, chagi. Nanti Oppa dan noona mu menyusul." Jawab Heechul sambil mengusap-usap rambut Sungmin.

Sungmin menutup matanya lagi. Dia merasakan sakit yang amat sangat di perut bagian kanannya. Dia berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi tadi. Tadi dia ada di taman dan ada suara seorang lelaki memanggilnya, lalu lelaki itu menusukkan sesuatu ke perutnya.

Sungmin berusaha mengingat wajah lelaki itu. Tapi di saat dia ingat wajahnya, percuma saja karena dia tidak tahu siapa lelaki itu. Kini Sungmin berusaha mereka siapa yang telah merencanakan ini, siapa yang telah mencelakakannya.

Sungmin jadi merasa sedih. Apa salahnya sehingga dia mendapat musibah seperti ini? Sungguh, Sungmin tak kuasa menahan sakit di hatinya. Lebih sakit daripada sakit di perutnya.

"Kalau masih sakit, tidur saja." Kata Heechul.

"Kyu.." Sungmin tak mempedulikan perkataan Heechul, malah dia memanggil Kyuhyun.

Kyuhyun mengenggam tangan kanan Sungmin. "Ya? Aku di sini, Sungmin. Aku selalu di sini."

"Sakit.."

Kyuhyun mengecup tangan Sungmin yang ada di genggamannya. "Kalau aku bisa, andai aku bisa, akan kubuat aku yang merasakan sakit itu sehingga kau tak perlu menderita seperti ini, Sungmin.."

"Sakit sekali.. Hatiku sakit.." kata Sungmin lagi.

"Apa yang bisa kulakukan untuk menyembuhkan hatimu? Katakan padaku, Sungmin. Akan aku lakukan semua yang kau minta.."

Sungmin menggelengkan kepalanya pelan. "Siapa yang tega mencelakaiku, Kyu? Kenapa dia jahat sekali.."

"Aku tidak tahu, Minnie. Tapi aku janji aku akan cari tahu dengan segera. Akan kubuat dia merasakan sakit yang setimpal dengan apa yang kau rasakan."

Air mata keluar dari kedua mata Sungmin yang indah. Dengan lembut Kyuhyun menggunakan tangannya untuk menghapus air mata Sungmin.

"Jangan menangis, aku selalu ada di sini bersamamu. Aku tak akan meninggalkanmu, kau jangan khawatir.."

Sungmin mengangguk pelan. Dia percaya pada Kyuhyun, karena dia begitu mencintai Kyuhyun dan dia tak ingin Kyuhyun pergi darinya.

: HARD LIFE and LOVE :

Hangeng keluar dari bandara dengan perasaan kalut. Dia bergegas masuk ke dalam taksi dan menyebutkan Seoul Hospital sebagai tujuannya. Saat Hangeng baru turun dari pesawat tadi, ponselnya menerima pesan dari Zhoumi bahwa Zhoumi akan berangkat ke Korea bersama Henry.

Henry terus berkirim pesan dengan Siwon, menanyakan keadaan Sungmin. Hangeng ingin sekali segera melihat keadaan Sungmin. Zhoumi pun berkali-kali mengiriminya pesan. Saat ponselnya diaktifkan tadi, pesan dari Zhoumi langsung memenuhi ponselnya.

"Maaf, apakah anda Tan Hangeng?" tanya supir taksi.

Hangeng mengerutkan dahinya heran. "Ya, bagaimana anda bisa tahu?"

"Anak sulung saya bekerja di Tan Group Korea. Apakah Anda ke Korea untuk menjenguk nona muda Sungmin?"

"Ah, kau tahu tentang kejadian hari ini?" tanya Hangeng bersemangat.

"Tentu saja. Itu sudah menjadi perbincangan hangat hari ini."

"Sebenarnya bagaimana kejadian sebenarnya?"

"Tadi anak bungsu saya kebetulan berada di tempat kejadian. Dia berkata bahwa dia melihat nona muda Sungmin sedang berjalan-jalan sendirian sambil membawa kamera. Anak saya berniat akan mendekatinya untuk meminta foto bersama, tapi sebelum dia menghampiri nona muda Sungmin, dia melihat seorang lelaki yang menusukkan pisau ke perut nona muda Sungmin." Jelas supir taksi.

Hangeng memekik pelan. "Anak anda tahu soal itu? Bagaimana dia menceritakannya pada Anda?"

"Dia meminta saya menjemputnya di taman itu. Ketika saya sampai, saya heran mengapa banyak sekali orang yang berkerumun di satu titik sambil membawa kamera. Lalu dia menjelaskan semuanya. Katanya seorang lelaki telah membawa nona muda Sungmin ke rumah sakit setelah menelepon ambulans."

"Terima kasih sekali atas informasi Anda. Tolong lebih cepat sedikit, saya sudah tidak sabar melihat keadaan anak saya." Pinta Hangeng.

Taksi itu pun mulai melaju lebih cepat. Sampai akhirnya mereka tiba di Seoul Hospital. Hangeng membayar taksi dan turun. Hangeng langsung disambut oleh para bodyguard dan mereka langsung mengawal Hangeng masuk.

Hangeng merasa terganggu dengan banyaknya orang dan kamera di lorong kamar VIP. Begitu melihat Hangeng, mereka langsung menghambur ke arah Hangeng. Dengan sigap para bodyguard pun melindungi Hangeng dan berusaha membuka jalan untuk Hangeng.

"Maaf, saya sendiri saja belum tahu keadaan anak saya. Bagaimana bisa saya memberikan komentar? Tolong biarkan saya lewat!" kata Hangeng emosi.

Para bodyguard yang berbadan kekar terus berusaha membuka jalan sampai mereka ada di depan pintu kamar VIP Rose. Hangeng bergegas masuk ke dalam ruang rawat Sungmin.

Heechul langsung menghambur memeluk Hangeng begitu melihatnya. Heechul menangis terisak-isak dalam pelukan Hangeng.

"Siapa lagi yang berusaha mencelakai anak kita? Kenapa rasanya kehidupan keluarga kita begitu susah.." isak Heechul.

"Ssst.. Kita pasti akan menemukannya, aku janji.."

Siwon maju mendekati Hangeng dan Heechul, lalu dia mengambil tas Hangeng dan meletakannya di sofa.

Hangeng melepaskan pelukan Heechul dan mendekati Sungmin yang tidak tidur meski matanya terpejam.

"Appa datang, chagi.." bisik Hangeng pelan.

Perlahan Sungmin membuka matanya dan senyum tipis pun terukir di wajahnya begitu melihat siapa yang datang.

"Kau baik-baik saja?"

"Iya, Appa. Hanya sedikit sakit.."

"Katakan pada Appa siapa yang menusukmu."

Sungmin menggelengkan kepalanya pelan. "Aku tidak tahu siapa dia. Begitu menusukku, dia langsung berlari pergi."

Hangeng menghela napas pelan. Kemudian dia menatap Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk pelan pada Hangeng.

"Kau harus lebih ketat menjaga Sungmin."

"Pasti."

Sementara itu Siwon yang sedari tadi diam saja pun membuka tas Sungmin dan mengambil kamera Sungmin. Siwon membuka foto-foto yang telah diambil Sungmin dan dia memekik ketika menemukan sebuah foto.

"Ini! Ini foto lelaki yang menusuk Sungmin!" seru Siwon.

Hangeng, Heechul, dan Kibum segera mengerumuni Siwon. Kamera Sungmin adalah kamera DSLR dan tentunya focusnya sangat bagus. Di foto itu, tampak jelas wajah lelaki yang menusuk Sungmin. Dia mengenakan jaket berwarna hitam dan topi hitam. Wajahnya menyiratkan bahwa dia masih muda.

"Akan aku cari siapa dia. Akan kutanya siapa yang telah menyuruhnya membunuh anakku." Kata Hangeng geram.

"Tapi sepertinya aku kenal wajahnya." Celetuk Kibum pelan.

"Apa? Siapa dia?!" tanya Hangeng langsung.

"Wajahnya seperti penjaga toko kaset yang ada di dekat Seoul National University. Mirip, tapi aku tidak tahu sih kalau itu benar dia." Jawab Kibum.

Hangeng dan Siwon mengepalkan tangan mereka geram.

"Akan kucari dia! Dia akan menyesal telah berusaha membunuh Sungmin!" seru Hangeng.

: HARD LIFE and LOVE :

Krystal menggigit bantal sofa dengan gemas saat dia melihat infotainment. Semuanya dipenuhi oleh berita Sungmin yang masuk rumah sakit lagi. Kali ini bukan karena thypus tetapi karena ditusuk.

Krystal sangat takut jika nanti dia dituduh sebagai dalang di balik insiden ini. Kyuhyun pasti akan mencurigainya dan melaporkannya ke polisi.

Tapi Demi Tuhan, Krystal berani bersumpah. Selicik-liciknya dia, dia tidak akan pernah berani untuk melukai, bahkan berusaha membunuh. Walaupun Krystal tidak menyukai Sungmin, tapi dia juga tidak sejahat itu sampai berusaha untuk membunuh Sungmin. Krystal mencurigai Victoria, tapi Victoria sendiri mengatakan bahwa dia bukan dalangnya.

"Masih saja menonton berita Sungmin, bukankah kau sendiri yang mencelakainya?" sindir Victoria yang baru saja datang.

Krystal menatap Victoria sinis. "Bukan aku!"

Victoria menyedekapkan kedua tangannya di depan dada. "Masih berani menyangkal? Aku tahu kau sangat menginginkan Kyuhyun dan kau akan melakukan semua demi mendapatkan Kyuhyun. Tapi caramu benar-benar kotor." Komentar Victoria.

"AKU TIDAK MERENCANAKAN SEMUA INI!" seru Krystal keras. "PASTI KAU YANG MERENCANAKAN! KAU INGIN MEMBUNUH SUNGMIN! KAU SENDIRI YANG BERKATA BAHWA KAU HARUS BISA MENDAPATKAN KYUHYUN LAGI!" dada Krystal naik turun menahan gelora amarah.

Victoria tersenyum sinis. "Ya, memang. Tapi aku juga tidak akan membunuh Sungmin. Dia itu temanku. Memangnya kau mengenal Sungmin sebaik aku? Tidak kan? Sebenci-bencinya aku pada Sungmin, aku tidak akan berusaha membunuhnya."

"Tapi aku juga tidak ingin membunuh Sungmin!" balas Krystal.

"Jika bukan kau, dan bukan aku, lalu siapa lagi? Apakah ada gadis konglomerat lain di luar sana yang juga menginginkan Kyuhyun? Tidak mungkin! Itu pasti kau!"

"TIDAK! SUDAH KUBILANG ITU BUKAN AKU!"

"Ya kalau bukan aku ya pasti kau." Kata Victoria enteng.

Amarah Krystal sudah sampai di ubun-ubun. Wajahnya merah.

"Memang bukan kalian berdua, tapi aku." Kata sebuah suara.

.

.

To Be Continued..

.

.

Argh! Ini nanti abis chapter 15 masih ada epilog ya!