Pairing: SasuSaku~~

Judul : Cruellity of Love (Chapter two)

Author: TateyamaAyano

Disclaimer: MASASHI KISHIMOTO :3 :3 :3

Genre : Hurt/Comfort , Romance


Author Note :

Really really sorry all... Chapter 1 terlalu pendek dan typos serta salah menggunakan kata.. .-.*abis ngecheck ulang*

Smogaa chapter yang ini better.

Ini updatenya cepat, karena author yang unyu cetar ini nyihir biar bisa cepet , seneng ga ? kalo seneng bilang author kece deh ~~ #eh #digamparpembaca

Di chappie ini ga ada tragedi yang WOW banget ._. Sorrryyy for typos yak.

Enjoy baca yeeeeee

:D Oke deh Hepi riding.

#bedanyasamaenjoybacaapa

#abaikansaja


Chap 2

"Somethings made your eyes go cold" - Taylor Swift (Haunted)


Sasuke POV

Aku mengejar si gadis berambut lavender itu. Ia menangis dan berlari keluar Coffee Shop.

"Hinata , tunggu, biar ku jelaskan ! " teriakku, Hinata tetap tidak peduli, ia terus lari. Sampailah di sebelah rumah , di sebidang tanah kosong yang luas

Aku lihat Hinata sendang menangis disana. Aku segera berlari memeluknya damengusap punggungnya.

Hinata terus sana tangan cukup kuat untuk memegangnya.

"HINATA, JUST PLEASE, STOP . AKU DAPAT MENJELASKAN SEMUANYA OKE ? TENANG DULU." Teriak ku yang sudah disertakan beberapa tetes air mata

"Dengarkan aku, tatap mataku. Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan pindah ke London, aku akan sekolah disana. Hubungan kita tidak sampai disini bukan ?" Kataku selembut mungkin.

Hinata memegang pipiku "Apakah kau akan tetap mencintaiku ? , Apakah kita bisa selamanya ?"

"Ya, Forever and Always. " Aku tersenyum dan tatapan dalam.

"I Love You" Kata Hina

"I always love you too Hina-chan"

lalu kedua bibir kami saling menyatu.. softly with passion.


Aku berjalan pulang ke rumah Hinata. Sesampainya aku menyadarkan diri bahwa disana tidak ada seorang pun.

"I'll miss you Sasuke-kun" Kata Hinata terisak

"i'll miss you too" Kataku

Aku memeluknya , lalu,

bibir kami mulai bersatu lagi, aku menggotong nya ke kamar tidurnya.

And you know what happen.


NORMAL POV

Sekitar pukul 4 pagi Sasuke sudah siap di bandara. Hinata dan Kakak ku, Itachi menunggu di terminal A 3. Ia berjalan bersama Hinata meninggalkan terminal , sedangkan Itachi menunggu di terminal sambil mendengarkan lagu.

Ya. Namanya Sasuke Uchiha. Ia memiliki seorang kakak dan ya, Orang tuanya tidak jelas hubungannya seperti apa. Dan yang pasti, ia sudah tidak punya ibu, Ia hanya memiliki ayah yang selalu sibuk di London, sedangkan Sasuke dan kakaknya tinggal di Tokyo.

Kakaknya sudah bekerja, sehingga jika Sasuke pergi, kakaknya tetap dapat hidup sendiri.

"Hinata-chan, .." Kataku.

"Ya , Sasuke-kun. Mengapa ?"

"A-aku hanya ingin bertanya mengapa kau memilihku sebagai pacarmu ." Tanya Sasuke tergagap

Well itu pertanyaan yang mudah dijawab. Sasuke adalah cowok terpopuler di sekolah nya dan Hinata adalah queen popularity di sekolahnya. Jadi mereka 'Jatuh Cinta' hanya karena mereka sama - sama populer.

"Karena kau adalah lelaki yang baik Sasuke-kun ! tidak seperti laki" lain !" Jawab Hinata yang sepertinya berbohong. Jika Hinata pun putusdengan Sasuke, apa yang terjadi ? Ya , hanya dengan mengedipkan matanya , ia sudah tidak akan jomblo lagi.

Sasuke puas dengan jawaban Hinata. Ia tersenyum tanda kesuksesan mengencani queen of popularity.

Sasuke pun sampai di McDonald's. Ia memesan HotCakes 2 lalu kembali dalam pembicaraan antara ia dengan Hinata. Sasuke hanya duduk sulu dan memikirkan apakah anak yang ada di rumahteman ayahnya seorang perempuan atau lakilaki. Ia hanya melamunkan hal tersebut.

Sasuke POV

"Hey Sasuke ?. " kata Hinata memecah lamunan sasuke.

"Ya ? Hinachan. ?"Tanya ku starristik

"Kau hanya memainkan breakfast mu, ayo cepat dihabiskan. Aku menungguimu ! huh lelet sekali kau !" Katanya

"Sabar Hina-Pesawatku sudah akan flight ,ayo kita pergi!" Kataku setengah berteriak.


Aku duduk di seat pesawat ku dengan rasa capek.

"Huh untung saja aku larinya cepat" Kataku sambil meminum air putih.

'Semoga saja aku sampai dengan cepat dan aku dapat langsung tidur. itu hal yang kuinginkan saja."

Di depan Sasuke terdapat seorang bapak. apak yang mengoroknya seperti menggunakam Toa. Walaupun ia memakai headset super tebal milik First Class, tetap saja keras suaranya.

Suara kencang serta jalan yang tak halus membuat ku bangun.

Aku melihat ke jam tangan Guci ku. Dan sudah pukul 12! perjalanan 6 jam culup melelahkan, walaupun aku hanya bermain game karena tidak bisa tidur.

Perjalanan menuju London masih sekitar 1 jam lagi. Aku masih sangat penasaran dengan anak yang dibicarakan ayahku.

Ayah ku bercerita bahwa ia seorang anak yatim-piatu yang dirawat oleh tantenya yang super kaya. Tapi apakah dia perempuan ?

yah kuharap begitu, entah mengapa. hanya kuharap ia perempuan...

Aku sudah mengambil bagasiku, ya, dan aku laparnya bukan main (ingat aku juga manusia). Kuputuskan untuk makan ramen di bandara tersebut

30menit kemudian aku keluar dari restoran tersebut lalu keluar dari terminal.

Disana aku bertatapan dengan gadis berambut pink yang , yah cukup manis. Mata bewarna emerlandnya indah menatapku. Tapi entah itu siapa.

Tiba-tiba seorang perempuan datang kepadaku, dan berserta anak dengan rambut pink itu. "Oh, Sasuke ? Saya Tsunade, teman ayah anda. Mari, ikut kami." Kata orang itu

Aku hanya diam saja bingung ingin menjawab apa, tampang nya yahh, cukup dipercaya juga.

Aku berjalan di belakang Tante ini, yah aku 'manusia baru'di London. Mana aku berani jalan sendiri.

Umm, Sasuke, Sakura, tunggu disini, aku akan menyetirkan mobil ku kesini." Kata tante sambil berjalan.

Aku menunggu disana bersama si gadis. Yep , aku hanya bersikap dingin saja. Hinata still the one

"emm,, Namaku Sakura. Sakura Haruno." Kata si gadis membuka pembicaraan.


Sakura POV

Ia hanya menatap ku dingin , ia menghela nafas dengan tampang acuh-tak acuh.

"Sasuke, Sasuke Uchiha" katanya , sambil mengeluarkan iPhone nya.

Sudah bagus aku ada niat berbicara dengannya dan tersenyum, laki-laki tidak tahu diri, aku tuan rumah juga kau tahu. Aku menatapnya dengan kesal tapi ia masih tak acuh. Yah buat apa juga aku mengurusi cowok seperti itu.

"stupid boy" kataku berbisik.

Mobil tanteku sudah sampai di depan terminal itu. "Masuklah Sasuke dan Sakura-chan"

"Haik" kataku sambil menempatkan diri di kursi. Si Sasuke hanya duduk dan hanya menatap semua orang dengan tatapan "aku boss disini".

What a selfish boy.


Aku masuk ke dalam kamarku. Aku duduk di tempat tidurku, lalu merebahkan diri. Dibenakku masih ada satu juta pikiran. Aku masih ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Sasuke sehingga matanya selalu dingin . Itu hal yang aneh..

Well, aku tuan rumah disini. Aku mungkin akan jadi pembimbing mu di kota ini. Apakah kau tidak bisa bersikap nice ?

Aku masih kesal. Kemungkinan besar kekepoan ku terhadapnya menghambat self-harm ku . Doakan saja aku normal sampai aku tidur.


Sasuke POV

Aku melihat jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 12.35.

Bunyi petir terdengar di semua sudut masih tidak bisa tidur. Disini suara petirnya terlalu keras. Aku hanya memainkan iPhone ku saja.

"Damn this game" kataku sebal. Aku sudah game over 4 kali. Bayangkan , betapa menyebalkannya.

Perasaan ku aneh, sepertinya baru saja terdengar suara tangisan dari kamar sebelah. Aku keluar kamar. Aku membuka pintu kamar tersebut, kebetulan saja belum di kunci.

Disana , aku melihat Sakura menangis entah mengapa. Sepertinya ia takut hujan berserta petir menggelegar gila seperti ini. Aku memeluk Sakura, aku mengusap usap punggungnya. Yah, kupikir-pikir ini hal biasa , Hinata juga takut petir dan ia pasti menangis ketika mendengar petir mengelegar dimanapun ataupun bunyinya kencang atau kecil, entah mengapa aku melakukan untuk si rambut pink ini, mungkin refleks kebiasaan atau apa. entahlah , tapi sepertinya ia membutuhkan pelukan.

Sepertinya tangisannya berhenti, dan aku tak tahu ia sudah tidur atau belum.

"eh, apa kau sudah tidur ?" Tanyaku. Ia tak menjawab. Beres, semoga saja ia tak ingat aku memeluknya.


Sakura POV

Aku membuka mataku, aku melihat jam yang terletak di meja dekat tempat tidur unguku. Disana menunjukan jam8.42AM. Untung saja hari ini hari minggu. ugh petir tadi malam memang gila. Aku duduk di tempat tidurku dengan tatapan kosong. Aku berusaha mengingat segala sesuatu yang terjadi.

"Aku tai malam tidak bisa tidur dan menangis karena aku takut petir" Kataku mengingat-ingat

"Lalu, aku merasakan orang memelukku. Iya itu yang terjadi ! adayang memelukku. Well, jujur saja, pelukkannya hangat juga. Lalu selanjutnya aku tidur dengan tenang." Kataku kembali. 'hanya, kira-kira siapa yang memelukku tadi malam. Pelukkan misterius yang hangat.' kata ku di benakku.

"Jika Tante yang melakukannya ? ah tidak mungkin, kamarnya di lantai satu sedangkan aku di lantai tiga. Jika seorang maid ? pasti mengetuk pintu terlebih dahulu. ... Tunggu, apakah si anak baru itu ?" Kataku kaget. Jantungku berdebar cepat.

"yah well, GOOD MORNING WORLD BE NICE TO ME, I LOVE YA'LL" Kata ku sambil menyadarkan diriku yang terlalu banyak melamun.


Aku mengisi bath tub di kamar mandi dengan air serta sabun aroma vanila bercampur strawberry. Benakku masih berisi sejuta alasan yang memungkinkan mengapa si anal baru memelukku.

"Mungkin , apakah dia menyukaiku ?" Kataku berbisik. "Tapi kita baru bertemu, berarti itu tidak mungkin. Kira-kira apa kemungkinan lainnya ya" Kataku lagi.

"Aku pastikan saja bahwa yang memelukku si anak baru."Kataku sambil memakai shirt polos berserta varisity bewarna merah dan putih.


sampai juga aku sampai di kamar makan. Jarak ruang tidur ku dengan ruang makan jauh juga. Dari lantai tiga, turun ke lantai satu, berjalan sekitar 20 meter lurus sampai ujung. Ya, rumah tanteku sudah seperti istana pada Dinasti Qin.

"ohayou gozaimasu!"Kataku semangat ke tanteku, karena di meja ada choco muffin.

"Ohayou sakura-chan. Apakah kau tidak membimbing Sasuke kemari ? Aku takut ia nyasar ke ruangan lain." Kata Tsunade sambil mencuci tangannya.

"Tenang saja lah tante. Sebentar lagi ia akan sampai. Kemarin kan sudah diperkenalkan oleh para maid tentang ruangan di rumah ini" Kataku tidak peduli smbil mengunyah muffin.

"Siapa tahu dia lupa" Kata Tsunade lagi "Sudah lah tante~ maid di mana-mana , katakan saja dari Sabang sampai Merauke berisi maid. Si anak baru tidak akan nyasar." Kataku panjang lebar.

"OhayouTante" Terdengar suara dingin, datar, tidak punya niat berbicara dari ujung ruangan. "Ohayoujuga , Sasuke . Duduklah dimana saja yang kau mau. Ambil beberapa potong muffin ya." Kata tante ku

Aku memperhatikannya dengan tatapan kesal. Sudah di baik-baiki, ia hanya tamu (yang akan tinggal kurang lebih 2 tahun) tidak mengucapkan terima kasih, anak tidak tahu diri.


"Ayolah tante. Masa aku di siru menemani bocah itu ? Ia sangat tidak sopan, memalukan, ughhh.." Kataku mengomel.

"Kau hanya tante minta menemaninya keliling London. Hanya itu Sakura. Kau akan mendapatkan 30 pound deh jika kau menemani Sasuke." Kata tanteku pasrah

Aku tersenyum puas. 30 pound* ditangan jika aku menemani si bocah.

"Oke deal tan " kataku. Semoga si bocah baik kepada ku.

*1 pound sekitar 13 idr , jadi 30 pound , sekitar 390idr.


"Hey kau , sedikit bisa ?" Kata ku kesal menunggu

"Sabar aku hanya mengambil slr ku. what's the big deal man?" Balasnya kesal

"Yah , jika kau perhi sendiri berlama-lamaan sih tidak apa. Masalahnya aku yang mengantar mu keliling London!" Kataku dengan nada ibu-ibu memarahi anaknya.

"Terserah kau lah"

Bagus, ia mengalah. Akhirnya ia mulai tau diri.

"Oke aku siap Nona tour guide " Katanya dengan menyentak kata nona.

Aku mengacuhkannya. Aku hanya lanjut berjalan. Sepertinya si anak baru ini tak separah yang ku kira.


Sasuke POV

Aku melihat-lihat hasil picture yang ada di kamera ku. Aku tersenyum sendiri ketika melohat foto-foto yang ada disana. Well, London memang sangat indah. Sekarang aku dan Si rambut pink ini berada di Big Red Bus.

Yah indah pemandangannya jika kau duduk di bagian atas. Sakura duduk di bagian luar sedangkan aku dibagian mulai memotret pemandangannya yang ada lagi. Tanpa sadar, aku sudaha memotret Sakura lebih dari 15 kali. Itu hal yang uhum well, agak gila.

"Are you capturing me ?" Tanyanya tiba-tiba

"Emm , tidak sengaja." Jawabku singat jelas dan dingin. Mana aku mengakuinya sudah memotret nya 15 kali.


"So , we arrive at London Eye." Kata Sakura sambil tersenyum lebar.

"Disini , jika pas saat-saat low season, sepi sekali, sehingga kau dapat menikmatinya terus menerus." Katanya lagi. "Aku akan menunggu si Starbuck's yang letaknya di dekat sini. Jika kau sudah selesai , datanglah saja atau misscall aku saja. Selamat menikmati suasana" Katanya panjang lebar sambil tersenyum. Ia pergi. Aku sendirian tanpa manusia disini.

"Ya , ini hari pertama ku di London."Kataku sambil duduk.

"I already miss Tokyo i guess.."

Tanpa tersadar air mata mulai jatuh di pipiku. Aku benar benar kangen dengan Tokyo. Dengan kakakku, dan tentu saja, Hyuuga Hinata. Semuanya terasa berbeda.

Aku hanya ingin semuanya di London eye bersamaku.

"Apa kau menangis ?" Tanya seorang perempuan yang bersuara familiar.

" hanya kehilangan home town ku." Kataku kembali.

Aku menengok kebelakang, dan mendapati Sakura sedang memegang 2 gelas Starbuck's.


Author Note :

Sampe sini dlu ya all :3

Lebih panjang kann ?

itu sory bagian belakangnya langsung stop ._. soalnya udh mulai keluar lyric :3

Thankie for read this chapter :)

Stay Baca For Next Chapter

Update ASAP :D