Pairing: SasuSaku
Judul : Cruellity of Love (Chapter 3)
Author: TateyamaAyano :D
Disclaimer: selaluuuu milik om Masashi Kishimoto
Genre : Hurt/Comfort , Romance
Author Note :
Nahh, Chapter kedua lebih mendingan kan dibanding pertamaaa ? :3 B) let's start. Chap 3 B) soorryy for typos
By the waysebelum start chapter ini author engga ketemu lyric yang related jadi, ga ada lyric ._. And sorry for the late update
Happy Reading minna-san ^^
Chap 3
Aku menengok kebelakang, dan mendapati Sakura sedang memegang 2 gelas Starbuck's.
"Oh ternyata kau." Kataku membalikkan tubuh. "Heh maaf jika menggangu, aku hanya membelikan mu segelas karena dari tadi kau belum minum, oke aku pergi " Katanya sambil menaruh gelas lalu pergi. Aku melihat ia berjalan menjauh , sepatu boots coklatnya berserta celana pendek jeans dengan baju atasan putihnya.
To be honest. Ia kelihatan manis juga .Tapi Hinata lebih berkelas dibandingkan dengan dia. Ia hanya gadis biasa yang sudah tidak ada orang tua.
Walaupun si gadis pink itu kelihatannya baik, tetapi ia tidak secantik Hinata. Aku tanya, buat apa kau menyukai gadis yang hanya berpenampilan cuek ?
Pukul 11.30 malam. Aku masih menikmati suasana London sangat indah. Tunggu. Aku melupakan sesuatu. Tunggu, tunggu, oke apa itu. Aku masih duduk dengan raut wajah tidak jelas. "Ya ! Sakura" Kataku terkejut. 'Apa yang akan ia lakukan menunggu aku sendirian di sana dan apa yang ku lakukan jika aku telat datang ?"Kataku sambil setengah berlari dan panik. Setelah 1 harian bersama dia aku hanya mendapati 2 kesimpulan. 1 Ia galak, paling malas menunggu.
Aku sampai di depan pintu starbucks. Aku pelan pelan membuka pintu starbucks. Ku lihat disana Sakura masih terbangun dan di mejanya sudah ada sekitar 2-3 cup large cofee. Aku hanya melongo melihatnya.
"emm. .. Sakura ? Maaf jika kau menunggu kelamaan." Kataku pelan. Sangat takut perempuan yandre yang tidak mirip yandere ini membunuh ku.
"Oh tak apa, aku juga tidak membatasi mu melihat pemandangan disana. Pemandangan disana memang indah. Tapi jika kau tertidur disana mungkin kau sudah ku omeli habis-habisan " katanya santai sambil beranjak keluar dari starbuck's
Jawaban tidak terduga baru saja ku dapati. Aku lega. Ya sangat. Aku termenung sekitar 1 menit disana. Entah apa yang ku termenungkan.
"Hey Sasuke, kau kesini sekarang, jangan membuatku menunggu sampai pukul 2 pagi. Menemani mu seharian bikin aku sangat capek tahu." Kata sakura setengah berteriak
pukul2.25AM
Aku masih belum bisa tidur ya, di benakku masih ada beberapa juta imajinasi dan pikiran yang membuat ku terbangun. Semuanya membuat ku gila . Tapi entah, aku akan berusaha menikmati masa-masa hidupku di London. Well, sepertinya aku sedikit kehilangan Tokyo. Aku masih kehilangan beberapa orang yang penting dalam hidupku.
Sakura POV
Aku mendengar jam weker ku di seluruh ruangan. Itu sangat menggangu, virus blue monday ku kambuh lagi. atau kecapekan juga tidak tahu. "Yah. selamat pagi dunia. Be nice to me." kataku dengan suara serak. Hari ini aku kembali sekolah, artinya dapat langsung bergosip dengan Ino.
Sasuke kembali masuk ke benakku. Ia terlintas di pikiranku. Si anak dengan sikap dingin berserta sisi lainnya yang hangat. kedua hal ini membuatkku merasa aneh. Tapi, aku tidak menyukainya.
Ya TIDAK menyukainya, ia hanya manusia yang serumah dengan ku dan manusia yang dikabarkan tanteku akan bersekolah di sekolah yang sama dengan ku. Itu sangat menyebalkan. Aku menginjakkan kakiku di lantai, setelah sekitar 5 menit melamunkan hal yang tidak seharusnya aku lamunkan.
Aroma pancake tercium sampai ke depan kamarku. Aku lari dengan kecepatan 500km/jam untuk merebut semua pancake itu.
Sesampainya di kamar makan, aku hanya melihat tanteku yang sedang memasak Tom Yam* yang sama sekali tidak kusukai dan Sasuke yang sedang meminum jus jeruk. Aku melihat sisa pancake dipiring hanya 3. Dengan tampang suram aku memulai memakan pancake ku dengan sirup mapple*.
Setelah selesai aku langsung keluar dari ruangan lalu pergi ke mobil mini cooper ku. "Hey Sakura" kata tanteku. "Ya tante ?" kataku . "Kau jangan enak pergi sendiri ! Sasuke akan ikut dengan,mu . Bawalah dia ke ruang kepala sekolah untuk mencari kelasnya , lalu bawalah dia ke ruang TU untuk mengambil jadwalnya." kata tanteku dengan tenang tanpa memikirkan aku repot atau tidak.
"Ta-" "Kau akan mendapatkan 20 pound serta ini surat ijin kau telat masuk kelas" kata tanteku sambil menyerahkan sebuah amplop putih.
Aku harus membawa seorang laki - laki dengan sifat dingin , tidak sopan , acuh tak acuh keliling kampung lalu aku mendapat 20 pound serta membolos 1 pelajaran dan pelajaran itu adalah matematika. Yah sudahlah . Aku langsung memasuki mobilku dengan cuek. Ia hanya mengikutiku tanpa berkata apa - apa.
*Tom Yam adalah masakan khas Thailand. Search google untuk info lebih lengkap.
*sirup maple adalah sirup yang berasal dari pohon mapple. Sirup ini berasal dari sirup ini kira-kira seperti madu.
Sesampainya di kelas, aku langsung memberikan surat ijin ku kepada guru biologiku. YAP, aku lolos dan diperbolehkan duduk. Aku duduk di samping ino dengan tampang 'Like a Boss' "Hey mengapa kau telat" tanya Ino berbisik. Aku tersenyum tanda kepuasan membolos pelajaran matematika, " Aku mengantarkan si lelaki baru itu ke ruang kepala sekolah dan TU untuk mengambil jadwalnya. tanteku yang menyuruhku ! dan dia memberikan surat itu kepadaku dan aku disuruh memberikannya ke guru." kataku penjang lebar dengan cengiran.
"You're the lucky one" kata ino pasrah. "Bagaimana tentang laki-laki itu ? Kau belum bergosip denganku dari kemarin , apakah kau berkencan dengannya ? apakah ia tampan?Siapa nama nya ?" tanya Ino penasaran.
DEG
"Uhmm, ia seorang yang dingin , menyebalkan , tidak tahu sopan santun dan kadang ia bisa baik. Dan kemarin aku tidak bergosip denganmu karena aku disuru tanteku menemaninya keliling London, aku dibayar 20 pound untuk itu. He's a weird guy, plus aku tidak berkencan dengannya. Kau lihat sendiri saja , dan namanya Sasuke Uchiha" Kataku penjang lebar dan terpotong - potong karena bingung menjawabnya, Yah, itulah hobi Ino, menanyakan pertanyaan sekaligus 5.
"Kau menjawab panjang sekali baka, by the way, kau dibayar 20 pounds hanya untuk menemani ia keliling London ? Gila"
" Kau sendiri yang bertanya panjang-panjang baka , yep, untuk menemaninya ke ruang kepsek dan Tu , aku dibayar 20 pounds juga, nanti malam" kataku dengan kedua tangan bergerak dibawah meja, aku bermain game di tengah pelajaran. Yah itulah hobiku.
"Apa kau tidak sekalian mengantarkannya ke toilet, mengajarinya cara menyisir rambut , menggosoki giginya ? kau bisa jadi konglomerat." kata ino setengah berteriak.
Guru biologi kami melihati kami berdua, aku pura - pura sibuk, semoga Ino kena ocehan. " Miss Ino, bisakah kau diam ? dan apakah 20 pounds berhubungan dengan pelajaran biologi ? tidak maka duduk kembali dan tutup mulutmu." kata si guru tajam. " I-i-iya se-sensei." kata Ino sambil duduk. "damn you" bisiknya ke aku. Aku hanya cekikikan dan kembali memaknkan iPhone ku.
Suara boots ku berdentang di depan rumahku. Aku mendorong pintu lalu masuk Ino ikut dengan ku,dan yah. Tentu saja, Sasuke . "Selamat datang nona Sakura dan Ino." kata sang maid lembut. "Nona mau makan siang apa ? saya akan membuatkannya untuk nona."
"Tidak usah repot-repot , ma-am, aku sudah makan. Kami hanya mau orange jus saja." kataku. "" Tunggu sebentar ya nona, saya akan ambilkan." kata sang maid.
"Hey." kata Ino memecahkan lamunanku. "Ya apa ?" "Sudah berapa lama self-harm mu tidak kambuh" tanya ino berbisik.
" entah benerapa hari ini aku capek dan tidak pernah memikirkan hal tersebut lagi." kataku santai. "Baguslah, and btw kau sudah mendengar tentang si perempuan baru itu ?" tanya Ino. "Ia kenapa ?" tanyaku kembali. "Kudengar, Si perempuan itu bernama . Dan sepertinya ia sudah mulai populer. . " Kata Ino sambil mengunyah buah Strawberry. "Ia sudah mulai populer hanya dalam sehari ? Wow. bagaimana caranya ? Ia baru di sekolah hari jumat dan sekarang ia sudah populer. Itu hebat" kataku dengan perasaah bingung. "Ia berkencan dengan Sai. Duh .. Coolest kid in school" kata Ino sambil memutarkan matanya. "Ta- Bagaim- Aku bingung. Ia baru sehari disini langsung bisa kencan dengan si playboy. Gila" kataku setengah terkejut.
"Kita lihat aksi selanjutnya saja. Apa gadis itu juga bitch." kata Ino sangat santai. Aku hanya memutar mataku. " Hey Sakura, mana si cowok baru itu? Bukankah ia tadi masuk ke rumah bersama kita ?"
" Ya, ia masuk bersama kita. Ia ada dikamar sebelah mungkin. Mungkin saja tersesat. Rumah ini sebesar kerajaan kau tahu" Kataku sambil membuka iPhone ku. "Ya aku juga berpengalaman tersesat. Itu hal biasa mungkin bagi orang di rumah ini" kata Ino sambil melihat-lihat apa yang ada di kamarku. "Aku akan ke toilet sebentar." kataku
Sasuke POV
Aku melihat ke sekeliling ruangan yang penuh dengan alat musik. Yah , lumayan juga untuk penghiburbkarena aku tersesat. Well, di seluruh bagian rumah ini ada telfon lokal yang hanya bisa menghubungi telfon yang ada di rumah itu, tapi aku tidak tahu nomor untuk menelepon maid room. Jadi aku putuskan untuk bermain musik.
Aku cukup baik bermain piano. Jadi aku putuskan untuk bermain beberapa lagu. Aku mulai dengan lagu Waiting outside the line . Sebelum menyelesaikannya, aku menyadari bahwa si gadis pink melihatku bermain piano.
Ampe sini dulu
Sorry late update
Sama sorry kependekan ._.
chapter 4 soon
Thankie for read this
Love, author
Mind Review ?
