Title : Cruellity of Love (Chap 5).
Author : Tateyama Ayano.
Disclaimer : Masashi Kishimoto.
Pairing : SasuSaku...
Genre : Romance, Hurt/Comfort.
Author note:
Sorrrryyyyyy for really lateeeee upddddaattteeeeeee and sory for typos.
Happy Reading
Chap 5
"I'm just the stupid girl who stuck in this cruell world."
Sakura POV
Sudah sekitar satu jam perjalanan , semuanya terlihat bosan, dan sudah ada yang tertidur. Sang supir masih menyetir di bagian supir dengan tenang. Aku duduk di ujung, dekat dengan jendela. Ya, RV ini sangat mewah dan besar.
Aku menikmati udara pagi di musim semi yang hangat serta angin sepoi - sepoi yang membelai rambutku.
Aku melihat ke Ayame, Yah, sepertinya ia tidak separah seperti apa yang ku bayangkan, Ia tidak liar , walaupun kalau ia berbicara tanpa dipikir sekali lagi .
Aku melihatnya duduk di pangkuan Sasuke sambil bermain iPhone nya. Well, siapa peduli ? Ia siapa ?
Menurutku ia hanya seorang manusia populer yang duduk di pangkuan manusia yang serumah denganku. Yah, itu benar bukan ?
Dan , agak menjijikan melihat 2 orang duduk berpangkuan di RV sebesar ini, dan anehnya lagi , mantannya, Sai duduk persis di seberang Ayame dan Sasuke. Cinta swgitiga ? I don't know. Mereka dalam posisi seperti itu.
Sedangkan aku ?
Pacarku meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dan ya meninggal. Sebenarnya itu semua salahku. Aku seharusnya tidak marah dalam sebuah masalah yang kecil. Sekarang, aku menyesalinya.
Tapi tidak ada pengembalian waktu. Dan aku sangat menyesali semuanya.
Air mataku yang terbendung di mataku tumpah. Semuanya keluar begitu saja. Semuanya terasa cruell.
I'm just a stupid girl who stuck in this cruell world.
Seorang memegang pundakku dari belakang. "Kau tak apa ?" tanya seorang.
"Me ? I'm fine. hanya memikirkan beberapa kenangan yang telah lewat." kataku menghapus air mataku dengan tangan kiriku. Aku menengok ke belakang dan mendapati ia adalah Ino.
"Cheer up girl. Kita sedang liburan" kata Ino sambil tersenyum. "Ya, aku tahu. Tapi kau mau bagaimana lagi ? Semuanya terlewatkan begitu saja. Everything come and flashes." balasku.
"Just chill. Cheer up " kata Ino lagi.
"Yep. I will." kataku membalas senyumnya.
"And by the way. Kau ingat sebentar lagi gradulation ? It's mean sebentar lagi kita akan gradulation." kata Ino ,
"Yap, aku ingat dan aku masih belum mempunyai pasangan untuk pergi ke prom night. Dan aku paling benci prom night karena aku single."
"Kau cantik kau tahu, tapi seperti yang aku bilang. Kau sama sekali tidak bisa berinteraksi dengan laki-laki. Ingat pas valentine lalu ?"
"Well, yah. Seorang lelaki memberiku coklat dan aku memukulnya dengan tasku. Aku tidak peduli tetapi yang pasti aku mendapatkan sebuah coklat mahal." kataku cuek.
"Tapi kau tetap harus mendapatkan prom. Ketua osis akan memanggilmu ke panggung karena kau wakil ketua OSIS." kata Ino yang bertampang jahil.
"Memalukan bukan ? seprang wakil ketua Osis tidak memiliki kencan di prom." tambah Ino.
"I still have 2 months , idc about that." kataku dengan tampang yandere. "And by the way. Kapan kita akan sampai ?" kataku lagi
"Mungkin 30 menit lagi untuk sampai di pemberhentian selanjutnya. Disana ada beberapa coffe shop dan beberapa restauran, mini market juga ada." kata Ino sambil melihat iPhone yang di layarnya terdapat peta & beberapa penjelasan.
"So I think I must go back to my seat. Okayy." kata Ino dengan tampang cuek. "Ya, kembali duduk bersama calon pacarmu" balasku dengan nada meledek. "Shut up you fool " kata Ino sambil memukul pundakku.
"Omg. Where the hell we stuck?" tanyaku dengan teriakan yang disertai lompatan kecil karena aku melihat sebuah tempat pemberhentian yang sangat besar dan yah , dapat dibilang keren. Sepertinya semua fasilitas ada disana. Semuanya terlihat sangat keren dan indah.
"Yap, mungkin ini pemberhentian paling keren yang pernah kita lihat" kata Ino yang ternyata berdiri di belakangku. "Kau akan kemana ?" tanya Ino dengan tangan di taruh di pinggangnya. Yap ia terlihat seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya yang nakal
"Kau terlihat seperti ibu-ibu dan aku akan pergi ke Starbuck's , disana menjual Glazzy Donut. Aku lagi tidak nafsu makan.
so aku ke sana saja." kataku sambil berjalan ke arah Starbuck's. "Ok kita berkumpul lagi pukul 2 ya. " kata Ino sambil berjalan dengan, well, calon pacarnya ? mungkin ?
Aku berjalan memasuki Starbuck's. Suara boots ku terdengar di lantai kayu coffe shop tersebut. "a Frappuchino and 2glazzy donuts." kataku ke seorang pelayan.
Aku duduk di meja dan kursi yang letaknya tidak jauh dari kasir.
Disana aku masih duduk sendiri. Berimajinasi tentang banyak hal. Aku tahu semua ini terasa sangat ribet, cruell, but i need a way out.
Aku benar benar membutuhkannya.
Aku sudah ingin mati semenjak Naruto meninggal.
Sekitar 3 hari sesudah Naruto meninggal, aku memotong pergelangan tanganku sampai 4 kali dalam sehari itu. Aku masih tidak apa.
After 2 days pass, Aku memasuki rumah sakit karena darahku mengalir terlalu banyak dan tanganku sudah tidak dapat digerakkan lagi. Kira - kira seminggu sesudah aku memasuki rumah sakit, aku mulai memotong tanganku lagi. Entah mengapa, tapi hanya mungkin sekali sehari.
After that, this is it. I stuck in this routine. And it won't stop
Note : Frappuchino itu produk Starbuck's yang baru. Info selengkapnya dapat menge check google.
"Hey Ino. Maaf aku sangat terlambat. Aku membeli sebuah frappucino terlebih dahulu. Jadi aku terlambat." kataku sambil berlari. "Yah, that's fine. Kita juga harus menunggu 2 manusia di sebelah sana yang sangat senang bertukar ludah." kata Ino sambil menunjuk Ayame dan Sasuke yang sedang, kau tahu. Bertukar ludah.
"mengapa kau tidak menyuruhnya untuk kembali ke mobil ?" kataku sambil memasukkan earphone ke telingaku. "Aku ? Menggangu kedua manusia itu yang sedang ciuman tidak jelas ? No. Lebih baik aku tidak mengenalinya." kata Ino yang sudah bertampang jijik.
"Hey sorry we're late." Kata Ayame dengan rasa tidak bersalah.
"Yep that's fine. Harap semuanya masuk ke dalam mobil. Aku tidak ingin menunggu seseorang lagi." kata Ino berteriak.
"Hey Ino" kataku memecah keheningan yang terjadi di mobil. "Ya ada apa." kata Ino. "Kapan kita akan sampai ? It feels like forever we sit here without doing nothing." kataku sambil bermain game yang ada di iPhoneku. "Kita baru seperempat jam berada di sini. Dan kita seharusnya sudah sampai. Ya mungkin sebentar lagi." Kata Ino yang duduk bersandar di pundak Shikamaru.
Jujur saja. Shikamaru terlalu banci untuk mengatakan Ia suka dengan Ino.
Mobil berhenti di sebuah rumah , yang dapat dibilang mirip dengan cottage yang terletak si pinggir pantai. "Wow , what an amazing view." kata ku setengah berteriak. "kita memiliki cukup kamar untuk tidur sendiri-sendiri. Apakah ada yang mau tidur berdua ?" tanya Ino dengan keras.
"Me , with Sasuke." kata Ayame dpsambil memeluk tangan Sasuke. "Okay . Ada lagi ?" Tanya Ino dengan suara kencang. "Okay sepertinya tidak ada lagi. Silahkan memilih kamar"
"Ino kau tidur sendiri ?"
"ofc yes. Kukira aku mau tidur dengan siapa ?" jawabnya sambil merapikan rambutnya.
"Dengan Shikamaru ? mungkin" jawabku disertai cengiran jahil yang membuatnya merasa sangat kesal.
"Don't be fooll you pink." kata Ino sambil memukul bahuku.
"it hurtttt, stop thattt. Just kidding okay ?" kataku sambil membuat tampang tampang yang kawai tapi, sebenarnya akan terlihat aneh dan konyol.
"You look freak and funny." kata Ino sambil tertawa kecil.
Aku mengunyah masakan laut yang ada di piringku. Ya, ternyata disini ada chef pribadi juga. Ada orang yang menangkapi ikan khusus untuk keluarga Ayame, nelayan pribadi mungkin ?
"Heyyyy allll let's play truth or dare. Everybody must joinnnn " kata Ino berteriak. Nobody notice her. Semuanya masih dalam kegiatan malas-malasannya sendiri.
"Kumohoonnn , aku sangat bosan. I'm bored to death !kumohonnn bermainlah." kata Ino dengan tampang memelas. Semuanya tetap dengan kesibukab masing - masing.
Ino menariki setiap orang untuk duduk. sekitar 10 menit kemudian, Ino bethasul membuat semuanya duduk melingkar di lantai.
Dan tepatnya , kita duduk dengan tampang malas serta ingin tidur.
"Hey babe, I don't want to join. I'll take a bath first." kata Ayame dengan tampang memelas lalu menyatukan kedua bibirnya kembali. Aku merasa muak melihatnya, dengan melihat tanpang Ino , ia sependapat denganku. Ya itu tampang paling menjijikan yang pernah ku lihat.
Author POV
Semua yang ada di sana. Kecuali Ayame, duduk melingkar. Semua duduk dengan cengiran menunggu siapa yang akan kena Truth or dare untuk pertama kalinya. Ino mengambil sebuah botol beer dan menaruhnya di tengah - tengah mereka. Sebelum memutar Ino mulai mengucapkan janji agar du Truth or Dare semua melakukannya dengan jujur dan benar-benar melakukannya.
"Oke, semua dari kalian harus mengucapkan janji - janji agar kalian melakukannya dengan benar." kata Ino sambil memegang botol beet yang transparan.
"I swear i'll do it"
"I swear i'll do it"
"I swear i'll do it"
Setelah semua mengucapkan janji-janjinya. Ino memutar botol beer itu.
Dan ,, arah botol itu mengarah ke dirinya sendiri. Peraturannya adalah, yang duduk di sebelah kiri kalian yang mendapat bagian untuk mengajukan pertanyaan truth / dare, bukan yang berada di seberang botol.
"Truth or Dare ?" tanya Sai.
" I take truth."
"Ketika umur berapa kau mendapatkan ciuman pertama mu ?" tanyanya.
"Why do you ask such a stupid private question ?" dengus Ino kesal.
"Duh ToD dan kau sudah mengucapkan janjimu." Jawab Sai janji sampil memperagakan gaya seorang ibu-ibu.
"Ugh, fine. Ketika aku berumur 15." kata Ino bermuka memerah
"You're blushing!" teriak Sakura tidak karuan.
"No I'm not !" Jawab Ino keras kepala
"What ever. But you're still blushing by the way." kataku sambil tertawa.
"Okay okay, next one." kata Ino mengalihkan pembicaraan.
Sakura POV
"UGH SHIT, WHY ME ?" teriakku sambil menjambak rambut ku. Why this thing must happen.
"Haha, kau kena juga Sakura!" kata Ino berteriak. Ya mungkin benar juga kalau aku mendaapat truth or dare dari sekitar 20 kali memutar botol. Kau bayangkan saja aku yang beruntung sendiri, itu menyenangkan, tapi jika kau mendapatkan pertanyaan.
Kau akan dibully habis-habisan.
Whatever" kata ku didalam hati. "So, Truth or Dare." Tanya Ino dengan tampang penuh dengan kejahilan. Mengapa sebelah kiriku harus Ino ?
"Truth. " jawabku pasrah.
"Kau tidak seru , well, aku mempunyai pertanyaan. Kau harus membuka rahasiamu yang satu ini." kata Ino dengan tampang menantang.
"Siapakah orang yang..."
Note :
Semuanya berawal dari sebuah game sederhana yaitu Truth or Dare. Game sederhana yang akan memulai sebuah kisah. Sebuah kisah yang kadang membuat orang menangis, bunuh diri , mungkin saja saling membenci.
Semua berawal dari sebuah permainan yang akan menjadi sebuah konflik yang sangat tragis. Tangisan akan turun dari banyak pihak, dan jatuh cinta akan ada di tengah-tengah, mereka semua.
Karakter disini belum semuanya bermunculan. Tapi, karakter disini akan ada faktor-faktor yang menggabungkan mereka semua. So, stay read. Untuk chapter 6, akan di update 13 April 2013 jam 11 malam ya. Kalau lebih, mungkin pukul 12.30. Tapi saya janjikan akan diupdate dengan chapter jauh lebih panjang.
Thankie for you all who read this :)
Terribly sorry for the late update.
Review maybe :)
Love, author
