A SasuSaku fanfiction

Cruellity of Love

Chapter Seven

(c)Tateyama Ayano


Author Note:

Gak telat update kan :3

Hope you like this chapter :). xx

Happy Reading minna-san~~~


Chap 7

The Sand Castle

"And everything has changed " - Taylor Swift (Everything Has Changed)


Gadis itu terbangun dari tidurnya. Ia sudah tidak ingat pukul berapa ia tidur, serta pukul berapa ia bangun. "Morning world." katanya sambil memegang rambut pinknya.

"Please be nice to me" katanya lagi

Ia mengambil iPhone nya yang terletak di kantong hoodienya sambil mengingat-ingat apa yang terakhir ia lakukan.

"Where's Sasuke anyway?" katanya kepada dirinya sendiri. Ia bangkit berdiri dari tempat yang baru saja ia duduki. Ia berjalan ke rumah yang ia tempati di pantai tersebut.

Sakura POV

Aku membuka pintu yang terletak di ruang tamu. Aku melihat Ino sedang membawa sarapan dan menaruhnya di meja makan. "Good morning, Kau sudah pergi ke pantai dari pukul 6 pagi, apa yang kau lakukan ?" tanya Ino sambil kembali memasak pancake.

Pukul 6? aku di pantai dari pukul 10 malam. "Well, aku hanya jogging lalu tertidur disana sampai sekarang, pukul 8.30" jawabku sambil berbohong.

"Bagaimana kau bisa tahu Ino ?" tanyaku sambil melepas hoodie ku.

"Aku bertanya kepada Sasuke dan ia mengatakan hal tersebut." kata Ino lagi. "Sasuke huh ?" tanyaku.

"Ia melihatmu. Itu saja..." tambah Ino. "Atau... mungkin saja ia menyu-"

"KAU SEKALI LAGI BERKATA SESUATU YANG GILA KUPUKUL KAU DENGAN RAKET TENIS" kataku sambil teriak sekencang kencangnya dan mengepalkan tanganku.

"AMPUNN SAKURA AMPUUNN" kata Ino sambil berteriak juga.

Tanpa tersadar semua orang yang ada di sana melihati kami seperti kami orang gila. Ya aku tahu ini baru pukul 8.. Nobody wants to wake up at 8AM on a holiday. Kecuali beberapa orang yang menyiapkan makan pagi dan menyapu dipagi hari.

"Mengapa ada keributan di pagi hati begini." kata Sai yang masih bertampang suram. "Ia yang mulai duluan." kataku sambil menunjuk Ino. "Ughh not mee. Salah sendiri kau .. kau.." "Salahnya." kataku yang memotong perkataan Ino.

"Ok fine. Aku yang memulainya. Tapi aku memasaki kalian semua." katanya sambil melihatiku dengan tampang pasrah.


Aku berjalan di pinggir laut. Disana sangat sepi. Yang lain bermain voli di depan rumah tempat kita menginap.

Aku melihat pemandangan laut yang sangat luar biasa indahnya. Semuanya terasa lengkap disana. Entah mengapa aku sangat menyukai saat-saat menyendiri di pantai. Aku duduk di pinggir pantai. Aku melihat pemandangan pantai di siang hari yang sangat indah.

Well, sangat menyenangkan juga melihatnya. Aku siap memotret view yang sangat menakjubkan ini.

"Ada sesuatu yang kurang" pikirku ketika melihat gambar yang terbentuk di iPhoneku.

"SANDCASTLE." teriakku sambil meloncat -loncat kerika mengingat-ingat apa yang indah untuk sebuah pemandangan pantai.

Aku memulai membuat sebuah istana pasir. Aku memulai memasukkan pasir dan air kedalam sebuah ember.


Sekitar 2 jam kemudian, istanaku masih belum terbentuk. Aku sudah rasanya capek sekali. Aku melihat iPhone yang berada di tanganku huah sudah menunjukkan pukul empat. Aku terpaku di tempatku melihat istana yang masih sama sekali bwlum terbentuk.

"I wonder if someone hel-"

"Hi" sapa seseorang.

"Emm... Sasuke ?" kataku terkaget - kaget.

"Yep. Ayame sedang mandi, aku pergi ke- Itu apa ?" tanyanya sambil menunjuk ke arah istana pasir ku yang sama sekali tidak terbentuk.

"Oh.. Haha... Itu sebuah istana pasir.." kataku dengan tatapan polos dan muka datar.

Seketika itu juga Sasuke tertawa terbahak-bahak. Ia terus tertawa, entah mungkin 5 menit ia tertawa. Ini pertama kalinya setelah beberapa bulan lamanya aku tidak melihat Sasuke tersenyum dari hatinya. Biasanya tampangnya selalu murung dan dingin.

His eyes always so cold. Mungkin aku tidakernah melihat kehangatan dari tatapan matanya. Aku tersenyum lebar, aku senang melihat seseorang yang berwatak dingin, mungkin seseorang yang terlalu dingin tersenyum dari hatinya. His 'real' smile.

"Hey, kau tertawa terlalu lama." kataku sambil melihatinya setelah sekian lama melamun.

Ia tidak mempedulikan perkataan ku dan masih terus tertawa. Aku masih menunggunya , aku mematung disana tanpa melakukan pergerakan , yeah , well. Kecuali bernafas.

"Ohmygod, are you kidding me " katanya sambil setengah tertawa.

Aku menghela nafas. "I spend 2 hours for make that , ." kataku sambil menekankan kata terakhir.

"Ok , Sorryy" katanya sambil menghapus air mata yang ada di pipinya.

"I don't forgive you, you must help me make a new one." kataku.

"What ? membuat Sand castle ? kau gila ? kau sudah membuat sebuah istana itu selama 2 jam, jika kau ingin membuat satu lagi kau ingin menghabiskan berapa jam ?" tanyanya panjang lebar.

"idc, aku ingin sekali memotret sebuah pemandangan indah ini." kataku dengan wajah memelas

"Ok fine." kata Sasuke. "Aku ambil kameraku dulu. tunggu disini." kata Sasuke sambil berjalan ke arah rumah.

Entah. Setelah sebuah ciuman yang berlangsung selama beberapa detik, semuanya berubah. Aku hanya berpikir ia berlaku lebih nice kepadaku. Seperti semuanya berubah, entah mengapa..

"Yah, setidaknya ia tidak membuat kesal aku lagi." bisikku kepada diriku sendiri. Aku masih terpaku ditempat. Menikmati enaknya udara di pantai dan indahnya laut biru.

"Semuanya telah berubah." kataku sambil tersenyum lebar.

"Apa yang kau lakukan ?" tanya seseorang dari belakang.

"Oh you're back, nothing. Come onn, leggo make one." kataku sambil mengambil ember.


"It's so cool." kataku dengan suara ultra kencang.

"Kita sudah menghabiskan berapa jam ?" tanya Sasuke

"Sepertinya 1jam, kita mulai pukul 5, sekarang pukul 6." kata Sakura sambil melihat iPhone yang berada di tangannya sekarang.

"Wow, that was a long time." kata Sasuke sambil merebahkan badannya di atas beribu butir pasir. "Kamu tidak memotret beberapa pemandangan ini ?" tanyaku kepada Sasuke.

"Sure. Tapi aku sangat capek, istirahat dulu."

"Boleh kupinjam ?"

"Mana boleh."

"Memang kenapa sihh ?"

"Rusak kau tanggung jawab."

"Aku tidak gaptek."

"Tidak peduli. Sekali kubilang tidak boleh ya tidak."

"Kau jahat."

"I'm not."

"You are"

"No."

"Yes, you are ."Kataku sambil menunjuk Sasuke.

"Apa yang kalian lakukan ?" tanya seseorang dari kejauhan.

Aku mencari sumber sang suara dari mana. Aku tak bisa menemukannya , tidak sampai 1 menit ada seseorang menepuk pundakku.

"Pacaran ?" tanya Ino.

"Tidak, ia hanya berjanji membantuku membuatbsebuah istana pasir." kataku sambil berdiri. "Apa yang baru saja kalian argumentasikan? Suara mu terdengar sampai dekat rumah pink head." kata Ino sambil menunjuk rumah.

"Sasuke tidak mau meminjamkan kameranya. " kataku sambil menunjuk Sasuke kembali.

"Lupakan. Kau hal kecil saja berteriak lalu memulai argumen yang gila." jawab Ino , lalu menghela nafasnya.

"By the way.." tambah Ino. "Istana pasirmu bagus juga." kata Ino

"Aku membuat 85% istana pasir itu." kata Sasuke datar.

"Enak saja, kau hanya mengambil ember yang berisi pasir dan air saja !" teriakku tidak kalah

"Tidak, siapa yang membuat bangunannya ? Kau menuang saja lasirnya hancur." tambah Sasuke. "Terserah kalian berdua." teriak Ino sambil membungkam mulutku dan mulut Sasuke.

"Aku pusing mendengar orang berargumentasi tentang hal sekecil ini. Stoop." kata Ino masih membungkam mulut kami.

"Mmok phine." kataku dengan suara tidak jelas (ok fine )

Sasuke pergi dari tempat entah mengapa. Ia kembali ke arah rumah. "Cepat hari sudah gelap." celotehnya


Aku terbangun dari tidurku yang sangat nyenyak. Aku tersadar aku terbangun di lantai karena aku terlalu asik menggambar di lantai. Aku meraih iPhone ku yang ada di meja.

"Ugh , baru pukul 5, masa aku sudah bangun?" kataku malas

Aku melihat kembali gambar yang kugambarb tadi malam karena tidak ada kerjaan lagi.

"Hmm... Good morning world.." kataku sambil melihati gambar tersebut.

"It looks nice." kataku seraya mengasir bagian yang termasuk bayangan.

Ketika menggambar, aku memulai merasakan sesuatu yang aneh. Perasaan aneh yang terjadi beberapa hari ini.

Entah mengapa ada perasaan 'Aneh' yang kurasakan sejak ciuman pada permainan tersebut.

Setelah setengah jam aku menggambar, aku mulai merasa capek dan lapar. Aku keluar dari kamarku untuk membuat coffee. Aku mengambil mug yang ada di dapur lalu mengisinya dengan bubuk kopi, susu, gula. Ku seduh dengan air panas , lalu ku aduk dengan sendok.

Aku melihat suasana ruangan di depan rumah, semuanya terlihat indah. Sudah lama aku tidak melihat dapn merasakan suasana setenang ini. Aku memejamkan mataku dan membiarkan masalah - masalah ku yang ada hilang begitu saja. ' I wish i could freeze this moment' pikirku.

Seseorang memegang pundakku. Entah siapa. "Ya ?" jawabku seraya menengok ke belakang. " Bangunmuu pagi juga eh ?" katanya

"Sasuke eh ? aku tertidur terlalu pagi kemarin."

"Apa yang kau lakukan kemarin sebenarnya ?" kata Sasuke

"Entah. Terlalu senang bermain pasir mungkin ? Sehingga aku secapek ini"

"Kau sih tidak meminta bantuanku. Kalau kau meminta bantuanku, kau akan lebih cepat selesai." kata Sasuke sambil mengeluarkan cengiran jahil nya.

situasi menjadi agak awkward, jujur saja, aku tidak biasa mengobrol dengan laki-laki dan, aku baru beberapa kali berbicara dengan Sasuke sehingga agak aneh jika aku secara tiba-tiba dekan dengan Sasuke.

"Hey." celotehnya yang memecahkan lamunanku.

"Ya ?" jawabku,

"Apa,, Apa yang kau rasakan ?" Tanyanya. "Maksudmu ?" tanyaku balik

"Apa yang kau rasakan ketika 'ciuman' itu ?" tanya Sasuke dengan tatapan tegang tapi, sama sekali tidak blushing.

Aku merasakan mukaku merah padam entah mengapa.

"Me-menurutku biasa saja." kataku sambil menutupi wajahku dengan rambut pink ku.

"Biasa saja huh ?" tanya Sasuke startistik. "Menurutku.."

Aku mengengok ke arah Sasuke dengan tatapan bingung.

"Itu ciuman spesial."

'What ?' pikirku. 'Apa ia gila ? Ia punya pacar! Apa ini semacam permainan atau apa ? Apa ia mengadakan kompetisi atau apa ?Apa aku belum sadar ? Is this thing happening ? Apa ia sudah muak dengan Ayame ?' pikirku secara cepat ketika 3 kata itu terlontar.

"Kau serius atau bercanda ?" tanyaku dengan tatapa 'i don't believe it are you serious'

"Yeah. Ciumanmu hangat atau entah, tidak seperti perempuan lainnya. Jujur saja." katanya sambil menundukkan mukanya.

Aku masih tidak habis pikir apa yang dipikirkan oleh dirinya.


Sasuke POV

Aku membuka mataku dan menemukan Ayame berada di sebelahku. Sepertinya ia sudah tidur dari pukul empat kemarin. Badanku masih terasa lelah , jadi aku memutuskan untuk tidur lagi.

Aku tidak bisa tidur kembali , dibenakku masih ada banyak sekali pikiran yang menghantuiku beberapa hari terakhir. Aku meraih iPhone ku yang berada di meja."Ughh , mengapa masih pukul 5 ?" Kataku kesal kepada diriku sendiri

Aku beranjak dari tempat tidurku , lalu aku membuka melihat suasana pantai yang sangat indah. Aku memutuskan untuk keluar dan melihat pantai.

Aku membuka pintu dan mendapati Sakura disana. That girl again ? Entah mengapa aku merasa aneh terhadapnya, masih ada beberapa rahasia yang tidak dapat ku ucapkan. the truth will hurt her, maybe.

"Hai" sapaku sambil menepuk pundaknya. Entah apa yang kupikirkan mengapa aku menepuk pundaknya. Oke mungkin aku agak gila

Note :

Mereka semakin dekat sejak kejadian di sebuah permainan.

Kenyataan dari rahasia yang dipendam Sasuke ini pahit.

Mungkin ini clue yang dapat saya berikan :

Seorang berbohong dan seorang akan menjadi korban. Seorang menangis, dan seorang akan meninggalkannya. Seorang akan menyesal dan seorang akan lari.


YOSH NI CAPTER KEPENDEKAN. GA TELAT UPDATE KAN ?

Okee ~~ Terus baca yaa, Sorry for typos and Sorry bagi kata-kata yang bukan bahasa Indonesia yang benar.

Terimakasih banyak bagi yang sudah baca. Chapter selanjutnya masih belum dapat saya pastikan akan diupdate kapan dikarenakan tugas yang menumpuk. :) Tapi saya akan update ASAP.


Review ? Flame ? Ditulis di review box yang terletak di bawah inii ~ :)

Love , AuthorAyano