SEHUN POV
Aku terbangun dari mimpi indahku karena perutku sedang konser. Aku pun segera keluar kamar dan mencari Lay noona untuk dibuatkan makanan karena Eomma dan Appa pergi dari rumah untuk beberapa minggu. Aku mencari Noona dikamarnya. Tetapi, tidak ada.
' Barangkali Noona sudah kedapur untuk memasak.' Pikirku.
Akupun turun kebawah. Yang dipastikan langsung terhubung dengan dapur. Tapi yang kulihat disana bukanlah Lay noona. Melainkan, seorang Yeoja yang cantik jelita bagaikan bidadari turun dari planet EXO. Demi apa yeoja secantik bidadari itu datang kerumahku. Siapakah dia?
" Nugutheyo?" tanyaku yang membuat dia kaget dan memecahkan gelas yang dipegangnya. Ia melihatku seperti melihat hantu. Ekspresinya menunjukan rasa takut.
" Nugu?" katanya. Selama beberapa saat kami hanya berpandangan tanpa sepatah katapun.
" Luhan! Waeyo?! Apa yang terjadi!" tiba-tiba Lay noona datang. "OH MY GOD!" teriak Lay noona yang membuat kami berdua sadar.
" Eh! Mian Lay gelasnya..." kata yeoja itu sambil mengambil pecahan gelas.
' Jadi Yeoja itu temannya Lay noona.' Batinku.
" Aish... sudah sudah biar aku saja yang bersihkan." Kata Lay noona.
" Tapi, aku yang pecahkan itu gelas." Ucap Yeoja manis itu.
" Kau sana sama D.O saja!" perintah Lay noona.
" Tapi..."
"Sudah tidak apa-apa..."
Setelah itu Yeoja manis itu pegi keruang tamu. Aku lihat Lay noona membersihakan pecahan gelas tadi seperti yang dilakukan yeoja manis itu sebelumnya. Aku mendekat kearah Noona.
" Noona, tadi temannya Noonakan? Thiapa namanya?"tanyaku pada Lay noona.
" Ne. Namanya dia Luhan, wae?" jawab Lay noona sambil mengambil pecahan gelas dan membuangnya di plastik dan ia pergi ke belakang.
" Dia thekolah mana Noona?" Tanyaku lagi sambil mengikuti Lay noona yang berjalan ke pintu belakang.
" Dia itu sekelas denganku." Jawab Lay noona setelah ia membuang plastik ke belakang. Lalu Noona balik ke dapur sambil membuat minuman. Mungkin buat Luhan yeoja itu danemmm siapa tadi... oh iya D.O.
" Kok aku nggak tau?" bingungku. Kalau yeoja itu –maksudku Luhan - sekelas dengan Lay noona berarti dia sunbae dong... Luhan noona cocok juga.
"Kamu sih nggak pernah ke kantin." Kata Lay noona menghibur.
"He... he... biatha." Kataku sambil cengengesan.
"Ya biasa. Biasa dengan dance anehmu itu. Ini bawa!" ucap Lay noona memerintahku membawakan nampan yang ada gelas berisi bubble tea.
"Ini kemana?" tanyaku sambil menerima nampan itu.
"Ya kemana lagi... ya ke ruang tamulah.." jawab Lay noona.
"Ne.. ne..ne..." ucapku kesal. Setelah itu aku mengikuti Lay noona ke ruang tamu. Di sana ada Luhan noona dan seorang Yeoja yang mungkin itu adalah D.O noona.
"Lay Eonni! Emm siapa dia?" ucap D.O noona bertanya-tanya heran mungkin karena aku.
"Namjachinguku." Jawab Lay noona.
'Lay noona!' batinku mendengar jawaban Lay noona. Masa aku yang ganteng ini dan perlu digaris bawahi namdongsaengnya Lay noona adalah namjachingunya.
"Heh dia benar namjachingumu Lay? Kalau begitu Suho oppa kau kemanakan Nyonya CHOI...?" ucap Luhan noona membuatku binggung.
'Bukankah Suho itu sunbae kelas 3 ya? Lalu ada hubungan apa dengan Lay noona?' batinku bertanya-tanya. Kulihat wajah Lay noona memerah seketika.
"Kau bicara apa sih?" Ucap Lay noona yang masih setia dengan wajah memerahnya.
"Siapa ya... yang baru jadian?" Tanya D.O noona.
"Emangnya iapa?" Lay noona Berbalik bertanya.
"Siapa ya? Kok nggak ada yang ngerasa." Kata Luhan noona dengan nada menyindir.
'Jadian? Oh... ternyata begitu toh... Ck ck ck Lay noona PJ-nya... kalu nggak ada, awas saja akan ku lapor ke Eomma dan Appa.' Batinku mulai menjadi evil maknae seperti Kyuhyun Super Junior.
"Ya! Ya! Ya! Aku tau sekarang apa yang kalian bicarakan! Bagaiman kalian bisa tau?" Lay noona mengintrogasi Luhan noona dan D.O noona.
"Kami kan punya mata-mata yang hebat dan aku bisa meramal." Jawab Luhan noona sambil menyeringai evil yang sepertinya aku pernah melihatnya.
'Kenapa senyum Luhan noona sama seperti senyum Kyuhyun Super Junior?' batinku.
"Ya! Kalian mengintaiku ya?!" ucap Lay noona sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tentu saja!" kata D.O noona polos.
"Lebih baik kau jangan seperti itu Lay. Kau benar-benar mirip kelinci." Ucap Luhan noona sependapat denganku.
"Aishh... kalian berdua..." Ucap Lay noona berdesis.
"Ok! Kita balik ketopik awal! Siapa dia Lay eonni?" tanya D.O noona serius.
"Dia namdongsaengku." Jawab Lay noona malas.
"Kok aku nggak pernah tau kau punya namdongsaeng?" tanya Luhan noona.
'Karna aku tidak pernah ketemu denganmu Luhan noona, My sweet deer...' batinku mendengar ucapan Luhan noona seperti itu.
"Karena dia sibuk dengan dance anehnya." Jawab Lay noona yang benar tak masuk akal. Tapikan itu memang kenyataannya.
"Dance aneh?" bingung D.O noona.
"Dia kelas 10 dance." Ucap Lay noona mengerti dengan ucapan D.O noona.
"Apa semua yang masuk kelas dance aneh-aneh?" heran Luhan noona.
"Sepertinya iya." Ucap Lay noona.
"Ya percaya Lay eonni yang pacarnya bukan kelas Dance." Kata D.O noona dengan wajah cemberutnya.
"Ha ha ha mian, aku lupa kalau orang yang kau sukai itu kelas Dance." Ucap Lay noona menenangkan D.O noona yang cemberut. Tapi sepertinya, D.O noona tambah cemberut.
"Kau tidak mengenalkan dia pada kami?" tanya Luhan noona.
"Kalau mau kenalan sama dia, kenalan saja sendiri." Jawab Lay noona ketus.
"Kalau begitu kuberi tau kau pacaran dengan Suho oppa pada Ahjuma dan Ahjussi." Ancam Luhan noona.
"Ya! Jangan begitu dong... namanya Sehun." Pasrah Lay noona dengan ancaman Luhan noona. Untuk kesan baik aku memperkenalkan diriku sendiri.
"Lee Thehun imnida." Ucapku memperkenalkan diri.
"Thehun?" ucap D.O noona bingung.
"Sehun! Dia itu nggak bisa bilang S jadi seperti itu." Bela Lay noona.
'Aishh kenapa aku dilahirkan tidak bisa bilang S sih. Sepertinya aku benar-benar candel seumur hidup.' Batinku merana tapi ku usahakan tersenyum walau kesannya gimana gitu.
"Oh... Kim Kyungsoo imnida. Panggil saja D.O." ucap D.O noona memperkenalkan dirinya.
"Cho Luhan imnida." Kata Luhan noona memperkenalkan dirinya.
'Cho? Kok sama seperti marganya Kyuhyun Super Junior ya? Semnyumnya –seringainya- tadi juga mirip." Heranku.
"Luhan noona, orangtua Luhan noona thiapa?" tanyaku memberanikan diri.
"Appaku Cho Kyuhyun dan eommaku Lee Sungmin ralat Cho Sungmin." Jawab Luhan noona.
"Eh... Cho Kyuhyun, Lee Thungmin Thuper Junior itu!" Ucapku kaget dan sudah dipastikan imageku hancur sudah dihadapan Luhan noona, ani tapi dihadapan Lay noona dan temannya.
"Waeyo? Bukannya Appa dan Eommamu juga anggota Super Junior... kenapa kaget? Lagipula D.O, Appa dan Eommanya juga Super Junior." Kata Luhan noona seakan-akan sudah biasa dengan itu.
"Benarkah?!"tanyaku heboh lagi. Ck ck ck kenapa aku meruntuhkan imageku lagi dihadapan calon yeojachinguku.
"Ne. Kang In-ahjussi dan Leeteuk-ahjuma." Jawab Luhan noona.
"Appa dan Eommanya Thuper Junior?!" Kataku plus dengan heboh.
"Ne... Uh Lay, kenapa dongsaengmu imut seperti ini sih..." ucap Luhan noona sambil mencubit pipiku yang lumayan tembem.
"Luhan lepaskan dongsaengku sekarang!" Teriak Lay noona seperti kerasukan Unicorn.
"He.. he.. he... habisnya dongsaengmu begitu imut." Kata Luhan noona dengan tidak berdosa.
" Aku bukan manis tapi tampan Luhan noona."Belaku dengan kesal jika aku dibilang imut. Kan aku tampan...
" Ne ne ne Hunnie tampan imutku..." Ucap Luhan noona membuatku memerah. "Uhh Kau tambah imuttt..." lanjut Luhan noona sambil memelukku.
'Uhhh Kalau seperti ini terus aku nggak kuattt. Deer noona cium aku sekalian.' Batinku.
"Luhan jangan peluk-peluk adikku!" teriak Lay noona. "D.O bantu aku melepaskan Luhan dari Dongsaengku!" perintah Lay noona.
'Andwae!' Batinku tidak terima dengan perintah Lay noona.
"Andwae!" Teriak Luhan noona.
"Aishhh D.O-ah ayo tarik Luhan!" ucap Lay noona yang mulai menarik Luhan noona. "D.O kau tarik Sehun!" Lanjut Lay noona memerintah.
"Ne." Terima D.O noona atas perintah Lay noona.
"Andwae! Aku masih ingin memeluk Hunnie!" Teriak Luhan noona sambil menguatkan pelukannya padaku.
Karena saling tarik-menarik aku kehilangan keseimbangan dan jatuh ke belakang sambil menarik Luhan noona. Jadi, kami berdua jatuh dan tak sengaja.
Cup
Bibirku dan bibir Luhan noona bertemu. Kami berdua diam selama beberapa saat. Dari sudut pandangku kulihat D.O noona dan Lay noona memandangi kami dengan mulut yang menganga dan mata yang melotot sempurna. Setelah itu Luhan noona sadar dan langsung bangun. Kulihat wajahya ada tetesan airmata.
"Mianhae..." ucapku sesudah kubangun dari jatuh yang yang tak sengaja itu.
"Hiks... My First Kiss ! Hwuaaa Eomma serigala berbulu ayam ini telah merebut first kissku Eomma! Hwuaa..." tangis dasyat Luhan noona membuatku bengong.
'Serigala berbulu ayam? Yang ada itu serigala berbulu domba kali... Tapi, luhan noona tadi bilang first kiss. Ah senangnya... aku merebut first kiss Luhan noona dengan first kissku juga.' Batinku menari nari ala history EXO.
"Aku mau pulang!" ucap Luhan noona menyadarkanku dari alam batin. D.o noona dan Lay noona dari alam baka ralat cengok mereka.
"Ya! Luhan kau mau kemana! Kita belum latihan!" teriak Lay noona melihat Luhan noona pergi.
"Latihan saja sendiri! Aku mau pulang titik nggak pakai koma!" balas Luhan noona.
"Aishh.. ini semua gara-gara kau evil!" teriak Lay noona menatapku tajam.
"Ini themua bukan thalahku Lay noona yang manith..." kataku menenangkan Lay noona yang sudah memasuki mode evil rabbit.
"Ini semua salahmu!"
'oh tidak aku tidak akan selamat dari amukan Lay noona yang seperti Monkey eomma pada Fish appa. Siapapun tolong aku!'
SEHUN POV END
NORMAL POV
Keesokan hari
"Luhan noona annyeong hatheyo!" Ucap seekor Serigala berbulu ayam pada Deer yeoja, Luhan.
"Sehun ah sini-sini duduk bareng sini!" ajak Luhan pada Serigala berbulu ayam, Sehun. "Anak baik!" lanjutnya sambil menepuk kepala Sehun.
"luhan, kau salah makan?" tanya Lay dan D.O berbarengan.
"Ani." Jawab Luhan singkat sambil tersenyum.
"Luhan noona... Luhan noona..." kata Sehun.
"Ne. Waeyo?" tanya Luhan.
"Thehun ingin makan itu!" ucap Sehun sambil berpupp eye ria.
"Ini?" kata luhan membenarkan apa yang diucapkan Sehun.
"Ne. Tapi dithuapin thama Luhan noona ya! Thehun pingin dithuapin Luhan noona." Kata sehun dengan nada manjanya.
"Ok sini! Aaa…" ucap Luhan sambil menyuapi Sehun. Sehun yang digitukan mau-mau aja.
'Pasti ada yang tidak beres dengan Luhan. Kemarin ia ngambek sehabis dicuri ciuman pertamanya. Sekarang...' Batin D.O dan Lay menerawang kejadian kemarin.
"Luhan eonni!" Teriak yeoja yang menggenggam tangan temannya dari kejauhan.
"Oh Baekkie... Sini!" balas Luhan berteriak pada yeoja yang memanggilnya itu.
"Dia siapa Luhan?" tanya Lay pada Luhan yang setelah membalas teriakan dari Yeoja itu kembali melanjutkan acaranya dengan Sehun.
"Oh Baekkie... dia Yeojadongsaengku." Jawab Luhan yang tak lepas dari suap-menyuapnya.
"Lalu disampinya siapa?" tanya Lay lagi.
"Mungkin sahabatnya. Namanya siapa Baekhyun?" tanya Luhan ke yeoja yang dipanggil Baekkie atau Baekhyun aslinya.
"Tan Zi Tao." Jawab Baekhyun singkat.
"Ohhh.. kajja duduk sini!" Ajak D.O sambil tersenyum.
"Gomawo. Tao kajja!" terima Baekhyun. Ia dan Tao –temannya- duduk disamping D.O. Karena dari tadi ia bingung dengan Eonnienya yang lagi menyuapi seseorang dari tadi. Ia penasaran siapak orang itu.
"Sehun!" kaget Baekhyun melihat Sehun yang ternyata orang sedari tadi disuapi oleh Eonnienya.
"Kau kenal Baekkie?" tanya Luhan yang cukup kaget dengan teriakkan Sehun yang cetar membahana. Tapi, Luhan tetap tak meninggalkan acaranya.
"Ne. Aku kenal." Jawab baekhyun tenang.
"Diakan kelas Dance? Sedangkan kau kelas vokal." Heran Luhan.
"Oh itu karna Tao, Eonnie. Diakan sekelas dengan Sehun. Jadi aku lumayan mengenal dia secara tak langsung." Jawab Baekhyun.
" Oh ya udah." Ucap Luhan sambil melanjutkan acaranya yang tertunda. "Ayo Sehun aaa..." ucapnya lagi tak memperhatikan Baekhyun yang kesal.
"Kenalkan Lay imnida." Kata Lay memperkenalkan diri.
"D.O imnida." Ucap D.O ikut-ikutan memperkenalakan dirinya juga.
"Lay eonnie, waeyo Luhan noona seperti itu? Padahal ia paling tidak suka kalau nyuapin orang lain." Tanya baekhyun pada Lay.
"Aku tidak tau. Ia tiba-tiba seperti itu. Padahal kemarin ia tidak seperti itu." Jawab Lay.
"Mwo? Seperti apa?" Tanya Baekhyun lagi.
"Dia menagis gara-gara firstkissnya berhasil dicuri." Jawab lay.
"Jinjja?! Padahal Luhan noona selalu menjaga ciuman pertamanya!" kaget Baekhyun nggak percaya yang dikatakan oleh Lay.
"Lay-ah!" panggil salah satu kumpulan 4 namja yang berada di depan mereka alias yang muncul tiba-tiba di depan mereka. Membuat Lay, D.O, Baekhyun dan Tao kaget.
"Suho oppa!"
"Kai oppa!"
"Chanyeol oppa!"
-_- ... |*.*|
"Nggak ada yang panggil aku." Pudung salah satu namja gara-gara tidak disebutkan namanya oleh salah satu yeoja saja.
"Ha ha ha ha Kris.. mungkin kau tidak terkenal" kata namja lain yang berperawakan jerapah membuat namja tadi .aka. Choi Yi Fan atau Kris tambah pudung. "Oh iya! Panda kenapa kau berada disini?" tanya namja Jerapah itu pada Tao.
"Aku sama sahabatku kesini Chanyeol oppa. Oppa sendiri kenapa sendiri kesini?" jawab tao berbalik bertanya pada namja jerapah .aka. Tan Chanyeol.
"Oh itu.. ku tadi sama naga ngikutin Suho dan Kai. Eh nggak taunya kesini. Lalu kau manis -nunjuk Baekhyun- kenapa kau tau namaku?" ucap Chanyeol sambil menggoda baekhyun.
"Ano... ano.." kata Baekhyun terbata-bata.
"Dia tau nama oppa gara-gara lihat pertandingan basket kemarin yang Oppa ikuti." Ucap Tao membantu Baekhyun yang kesusahan mencari alasan. Baekhyun yang dibantupun hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Diam kau Pandadongsaeng!" kata Chanyeol. "Namamu siapa manis..?" goda Chanyeol pada Baekhyun.
"Cho... Cho Baekhyun." Jawab Baekhyun.
"Baekhyun, manis sekali namamu. Seperti orangnya."Jujur Chanyeol berhasil membuat Baekhyun memerah sempurna.
"Suho oppa, kau tidak memperkenalkan mereka pada kami?" Tanya Lay.
"Tidak perlu." Jawab Suho.
"Suho, kau tidak memperkenalkan mereka padaku dan Chanyeol? Aish kau pelit sekali sih!" Ucap Kris seenak naga.
"Tidak perlu, palingan mereka sudah tau nama kalian." Kata Suho dengan kutus. Mungkin ia tidak ingin ada saingan yang akan merebut kelincinya.
"Tapi kami belum tau nama mereka." Ucap Chanyeol ikut-ikutan, "Kecuali dia -nunjuk Tao dan Baekhyun- ." Lanjutnya.
"Iya iya cukup satu saja terutama panda yang manis ini." Kata Kris menggombal. Dia hanya tau nama samarannya Tao yang tadi Chanyeol ucapkan. Sepertinya Naga kita ini tertarik dengan Panda polosnya Jerapah.
"Naga sialan jangan goda yeojadongsaengku!" Teriak Chanyeol melihat Tao yang digoda.
"Emangnya dia yeojadongsaengmu tah Jerapah?" balas Kris dengan nada yang meremehkan.
"Dia memang yeojadongsaengku!" kata Chanyeol penuh penekanan yeojadongsaengku.
"Buktinya apa? Lagipula kau tidak mirip dengamu." Ucap Kris.
"Namanya Tan Zi Tao. Dia nggak mirip denganku karena wajah dia nurun Appa. Sedangkan aku campuran Appa dan Eomma!" Terang Chanyeol kesal.
"Aku masih tidak percaya..." Ucap kris meremehkan Chanyeol.
"Tao! Kau jelas..." Kata Chanyeol terhenti gara-gara.
BRAKK
" Kalian mengganggu acaraku dengan Sehun. Kalau mau kenalan jangan rame!" Ucap Luhan yang merupakan pelaku penggrebakan meja dengan emosi.
"Tan Chanyeol imnida." Ucap Chanyeol memperkenalkan dirinya dengan suara sangat pelan.
"Choi Yi Fan imnida." Ucap Kris ikut-ikutan dan tentu saja dengan suara yang pelan juga.
"Tan Zi Tao imnida."
"Cho Baekhyun imnida."
"Lee Yixing imnida."
"Kim Kyungsoo imnida."
"Choi Jong In."
"Choi Suho.
"Bagus seperti itu! Sehun... perkenalkan dirimu!" kata Luhan.
"Lee Thehun imnida." Ucap Sehun menuruti ucapan Luhan.
"Cho Luhan, Sehun ayo makan lagi!"
"Ne."
'Luhan eonni benar-benar menakutkan. Mirip Bunny eomma.' Batin Baekhyun sesudah acara Luhan marah marah tak jelas.
'Kalau seperti itu kau benar-benar evil Luhan.' Batin Lay dan D.O serasi.
'Eonni Baekhyun kerennnn. Seperti Eomma!' batin Tao kagum dengan Luhan.
'Untung aku jatuh cinta sama lay bukan sam si Rusa itu.' Batin Suho mengelus dada.
'Gila itu yeoja manis-manis ternyata...'Batin Kris dan Chanyeol.
'namja itu siapanya Luhan? Aku nggak terima kalau Luhan dengan dia!' batin Kai sambil menatap Sehun dengan tajam.
'Kok perasaanku ada yang natap aku ya? Ah sudahlah yang penting disuapin sama Luhan noona!' Batin Sehun nggak sadar sedari tadi ada seseorang yang akan menjadi saingannya merebut Luhan menatapnya dengan tajam.
'Kalau beginikan enak, tidak rame... Hi hi hi Sehun imut kalau makan pinginku cubit deh...' Batin Luhan.
"Sehun kau mau nambah lagi nggak?"Tanya Luhan melihat piring yang tadi penuh dengan makanan kini habis.
"Tidak uthah Noona. Thebentar lagi mathuk." Jawab Sehun yang sebenarnya nggak ikhlas.
"Bagus! Kalau gitu, kau harus belajar yang rajin!" Ucap Luhan menasehati.
"Ne, itu thudah pathti Noona! Noona..." kata Sehun plus dengan gerak-geriknya yang aneh.
"Ne. Waeyo?" Tanya Luhan melihat Sehun yang gelisah sendiri seperti orang yang kebelet pi2s.
"Poppo..."Jawab Sehun malu-malu.
'What the -piip- ' batin SuLayKaiDoChanBaekKrisTao bersamaan.
Cuppp~~~
"Sudah.."Kata Luhan dengan wajah memerah.
"Gomawo Luhan noona! -Cupp-."Ucap terimakasih sehun dengan sebuah Ciuman singkat dan sengat cepat tepat pada bibinya Luhan. Luhan yang menerima itu memerah dan hendak marah. Tapi sayang orang yang akan ia marahi telah pergi dengan kecepatan cahaya.
'Cih kurang ajar bocah itu. Sepertinya sainganku telah mendahuluiku.' Batin Kai yang telah mengeluarkan hawa tigernya.
'Hi hi hi dapat dua ciuman dari luhan noona. Satu di pip dan satu di bibir.' Batin Sehun kesenangan.
"Ehm." KrisTaoChanBaekSuLayD.O berdehem.
"Sepertinya kutukanku berhasil ya Luhan eonni..." Goda Baekhyun.
"Kutukan apa?" Tanya Luhan heran.
"Itu lohhh Eonni..." jawab kesal Baekhyun.
"Yang mana?" Tanya Luhan lagi.
"Aishhh Eonni!" Teriak Baekhyun pada Luhan yang lagi dalam mode lola.
"Sudahlah aku balik kekelas saja."
TBC
Yoshh chap 2 update! Selamat ulang tahun ya Sehun. Sebagai kado yang ini lah yang kuberi. Terima kasih atas reviewnya!
Jongmal Gomayo. Arigatou Gozaimazu. Matur Nuwun. Terima Kasih. Mator Selangkong. Xie Xie. Dan seluruh bahasa didunia yang menyangkut tema Terima Kasih. Sebagai ucapan terima kasih author kita sambut HunHan!
Luhan : Hai... terima kasih atas sambutannya.
Sehun : Luhan noona kadoku mana?
Luhan : Panggil aku Hyung! Bukannya kadomu sudah?
Sehun : Belum...
Luhan : Itu yang diatas..
Sehun : mathih kurang. Thehun minta lagi...
Author : Husss sana-sana kalau mau yadongan. Mohon reviewnya!
-Bungkuk 90 derajat-
