Me: akhirnya bisa update juga :D
Elsword: jadi Chapter ini tentang?
Me: Liat aja sendiri :P
Elsword: -_-
Raven: Seperti biasa saya akan membalas Riview dari para Reader yang setia menunggu Fic ini :D
Tummy: yaaayy! Saya akan tetap berjuang demi bangsa dan negara fanfic Elsword Indonesia! (pahlawan?) dan jangan pantau saya pake sniper karena bisa membahayakan XD. Ini Chapter 3 ;D.
nanashimai: Thx sarannya :D terus saya sudah coba nulis gk ngebut kayak Valentino Rossi (?). Chapter 3 here ~
xColorlessQueenx: saya update begini gara" saya lagi perang dunia ke 5(?) untuk memperebutkan jatah main komputer dengan kakak dan ibu saya (?). anywaybuswaynyungsepdiwartegpinggirjalan(?), ini chapter 3.
Hospes: kenapa Elsword dipanggil pengkhianat? Itu rahasia XD *digebugin*. Ini chapter 3 silahkan di makan(?)
Chung: mulai ceritanya!
Feita Highschool: Date and Stalker?
Aisha POV:
Hari ini adalah hari aku akan pergi bersama Elsword. Hanya berdua saja dan aku masih tidak percaya! Aku bergegas mandi dan bersiap. Aku memakai T-shirt berwarna hitam dan menutupinya dengan hoodie berwarna ungu serta dengan celana jeans berwarna biru. Setelah siap aku langsung mengirimkan Elsword pesan. "Elsword aku sudah siap. Jemput aku kalau kau sudah siap". Tak lama setelah ku mengunci ponselku aku menerima pesan . "kau sudah siap? Kalau begitu lihatlah keluar jendela. Aku buka jendela kamarku dan melihat Elsword dibawah dengan motor Ninjanya yang berwarna merah. Dia memakai T-shirt hitam dan ditutupi dengan hoodie berwarna merah serta celana jeans berwarna hitam. "aku akan segera turun!" ,teriakku dari jendela kamarku. "baiklah", dia menjawab. Setelah pamitan dengan ibuku, kami berangkat.
Setelah sampai di taman bermain, Elsword bertanya kepadaku "Aisha, kau mau main apa dulu". "ummm... bagaimana kalau kita main Roller Coaster dulu?". "errr... baiklah", kata Elsword. Ada apa dengan dia?
Setelah berada diantrian paling depan, wajah Elsword, tunggu... pucat? Apa dia sakit? "umm... Elsword? Kau tidak apa-apa? Apa kau sakit?", tanyaku. "t-t-tidak, aku tidak apa-apa hanya saja- UWAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriaknya saat Roller Coaster dijalankan. Setelah Roller Coaster telah berhenti Elsword keluar dengan muka sangat pucat. "A-a-aisha, t-t-tolong b-bantu a-a-aku...", katanya dengan wajah yang makin pucat. "Elsword, kau takut naik Roller Coaster?", tanyaku. "ya begitulah, heh-heh-heh" jawabnya. "kalau begitu, kemana selanjutnya? Kau saja yang tentukan karena tadi aku sudah memilih". "baiklah kalau begitu, kita kerumah hantu". "baiklah", tunggu... kenapa aku mengatakan itu? Aku paling takut dengan yang namanya 'hantu'.
Setelah sampai dirumah hantu kami masuk dan berada dalam sebuah ruangan. Ini seperti ruang mayat? Tanpa sadar aku memeluk lengan Elsword karena ketakutan. "E-e-elsword, ayo keluar dari sini , a-a-aku takut". "baiklah, ayo kita cari jalan keluar". Sebelum kami sempat beranjak, sesuatu keluar secara tiba-tiba dari bawah kasur. "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA! Elsword! Aku takut! ayo cepat keluar!", kataku berteriak histeris dan mempererat pelukaku pada lengan Elsword. "hey... Aisha, jangan menangis itu hanya boneka. Baiklah ayo kita keluar", jawabnya dan mengelus rambutku, wajahku memerah, untung saja ruangan ini gelap jadi tidak akan terlihat oleh Elsword. Setelah diluar aku baru sadar kalau dari tadi aku memeluk tangan Elsword. Wajahku kembali memerah dan menjadi lebih parah. Lalu aku melepaskan pelukanku dari lengan Elsword. "maaf, aku tidak sengaja". "tidak apa-apa, selanjutnya bagaimana kalau kita makan siang? Sudah jam 1 siang", katanya. "baiklah", aku membalas
? POV:
"hehehe, ini gosip besar!, ini gosip besar!" kataku. "heheh, ini akan menjadi bahan yang bagus untuk majalah FeitaMagazine" balas laki-laki disebelahku. Kami sedang bersembunyi di sebuah semak-semak. "hey, sepertinya mereka pergi ke foodcourt, ayo kita kesana Raven~". "ayo, Rena" balas Raven.
Elsword POV:
Saat kami sampai di foodcourt, aku memesan ramen dan dia hanya memesan mochi saja. Saat makanan sudah datang aku langsung menyantap ramenku seperti anak kecil yang tidak makan selama 5 tahun. "hehehe... Elsword kau makan seperti anak kecil saja", kata Aisha lalu mengelap kuah ramen yang ada di pipiku dengan ibu jarinya. "terima kasih", aku tersenyum kepadanya lalu ia membalas senyumanku. "setelah ini ayo pergi kesuatu tempat, aku akan menunjukanmu sesuatu"
Raven POV:
"hehehe. Ini akan menjadi semakin menarik", kata Rena. Kulihat Aisha mengelap pipi Elsword dengan ibu jarinya. "Rena! Ambil foto itu cepat sebelum terlambat!", kataku pada Rena. "yes! Aku dapat fotonya. Ini akan menjadi artikel yang menarik", balas Rena. "bagus!", lalu aku menguping pembicaraan mereka. "Elsword bilang, mereka akan pergi ke suatu tempat. Kurasa kita sudah cukup mengikuti mereka. Ayo habiskan waktu yang masih tersisa disini. Selagi kita masih disini", kataku pada Rena. "heeee... sudah selesai? Tapi baiklah, kurasa itu bukan hal yang baik untuk terus mengikuti seseorang di hari yang penting dalam hidupnya. Kalau begitu ayo kita naik Roller Coaster, lalu kerumah hantu~~", balasnya. "terserah padamu saja", jawabku. Lalu kita pergi dari foodcourt
Aisha POV:
Setelah keluar dari taman bermain Elsword membawaku kesuatu tempat, seperti tebing? Aku dapat melihat seluruh kota dari sini. Pemandangan ini sangat indah. Kami duduk di bangku dekat tebing. "indah bukan? Aku mengajakmu kesini untuk memeperlihatkan pemandangan ini padamu". "terima kasih Elsword, untuk hari ini, dan juga untuk semua yang kau lalukan untukku", kataku lalu mengistirahatkan kepalaku di pundaknya sambil melihat pemandangan. "tapi bukan ini saja yang akan kutunjukkan padamu", ia melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 7 malam. "lihatlah kelangit", katanya dan menunjukkan telunjuknya kelangit. Pada saat itu juga, berpuluh-puluh kembang api diluncurkan. Elsword bangun dari tempat ia duduk lalu membungkuk di depanku sambil mengeluar kan sebuah kotak. Ia buka kotak itu dan isinya adalah sebuah kalung yang berbentuk setengah hati. Lalu ia mengeluarkan kalung setengah hatinya lagi dari kantungnya. "Aisha... maukah kau jadi kekasihku?". Kata Elsword yang sukses membuat hati ku berdetak sangat cepat. "A-Aku... aku mau Elsword. Aku mau", katak lau berdiri. Ia pun juga berdiri. Perlahan-lahan wajah kami mendekat dan bibir kami menyatu. Kami berciuman di bawah sinar bulan dan ribuan kemeriahan kembang api, membuat malam ini adalah malam yang tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku.
Setelah itu dia mengantarku pulang. "Elsword, terima kasih untuk semua yang kau berikan padaku". "sama-sama, kalau begitu aku pulang dulu. Selamat malam Princess". "Selamat malam Prince". Kami berdua berciuman lagi dan setelah itu dia pergi. Aku langsung pergi kekamar ku dan langsung tertidur.
Me: AKU GAK AHLI BIKIN FIC ROMANCE!
Elsword: itu karena ke JombloNgenesan mu
Me: Shut up itu bukan hal yang buruk!
Elsword: terserah katamulah
Me: yosh karena ElSha sudah sejauh ini. Saya akan muculkan Pair lain. Dan sudah saya putus kan Ara akan ada di Fic ini dan akan di pair dengan OC :D
Elgang: YAAAAAYYYY!
Ara: akhirnya dapat job
Me: tapi saya masih butuh bantuan untuk OC pair Ara D: jadi yang mau, tolong sumbang OC mu ya ;D beserta penampilan dan personalitynya
Ara: jangan lupa Riview sodara-sodara ;D
SwitchON
