Me: Saya jadi bingung. Kenapa saya ketagihan main Elsword padahal dulu Cuma iseng-iseng download :v

Elsword: mungkin karena ketampana gueh yang cetarmembahanabadaisentosanusadanbangsa

Eve: *nampar Elsword*

Elsword: ow...

Raven: seperti biasa saya akan melakukan hal kebiasaan saya. Membalas Riview :D :

xColorlessQueenx: saya sudah sangat sabar selamana ini menjadi JoNes. Melihat teman-teman saya bareng cewek sakit hati T_T. Oh iya kenapa Kibou ni Tetsu gk dilanjutin aja? Ato gk diubah ke bahasa Indonesia, saran aja :3. Eniweibasweinabrakgedungparlementer (?) chapter 4! THX Riviewnya ;D

Hospes: kenapa Rena dan Raven tau? Itu insting tajam Raven XD. Pertamanya Elsword emang ngajak Raven. Tapi Raven punya firasat. Jadi dia tolak deh tuh permintaan. Trus di kasih taulah ke Rena XD. And THX for the riview :d

Kurogane Billy: greget? Padahal saya iseng-iseng bikin fanfic ini XD. Dan bila mad dog tau dia akan Awakening mode:greget XD. Chapter 4 is here ;D~~

Elsword: Sabar yang jadi JoNes.

Me: Shut up

Chung: sebelum ini berlanjut kita mulai ceritanya!

Me: eit eit eit. tunggu dulu! Aku ingin menyampaikan pesan:

Bagi para reader setia fanfic ini. Saya sudah putuskan untuk mengubah genre fic ini menjadi adventure karena kedepannya akan ada petualangan dan battle. Jadi mohon maaf atas perubahan ini ,

Chung: udah?

Me: :D

Chung: mulai ceritanya!

Feita Highschool: Past is Past

Raven POV:

Aku... dimana?... ini... tunggu dulu, kenapa aku disini. Tempat ini dipenuhi dengan kobaran api, teriakan orang-orang tak bersalah, dan suara senjata terdengar di seluruh penjuru tempat ini. "tunggu... kalau begitu... Seris! Seris! Dimana kau?", aku berlari sambil meneriakan namanya. Saat sampai di sebuah rumah, aku melihat pemandangan yang tidak ingin kulihat. "S-S-Seris... tidak... TIDAAAAAKKKKK!". "R-R-Raven... sebelum ku pergi... aku ingin kau tau bahwa a-a-aku-...". "Tidak... Tidak mungkin... Seris!".

Aku segera lari dari tempat itu lalu dikejar oleh para pasukan yang menyerang tempat ini. Aku terhenti karena di depanku adalah sebuah jurang. Semua senjata mengarah padaku, dan dari belakang pasukan itu maju seseorang dengan suara tawa yang kukenal... tunggu dulu... tidak mungkin... "Kenapa Raven? Terkejut?". "Alex, aku tidak percaya... kau... kau mengkhianati kami!". "heh, memang itu adalah bagian dari rencana ku. Dan sekarang matilah kau...", ia mendorongku kearah jurang dan.

Aku terbangun dari tidurku karena aku jatuh dari tempat tidurku. "ow... sial mimpi itu tidak bisa dikeluarkan dari kepalaku". "Raven! Suara apa itu? Kau terjatuh lagi?" suara ayahku, sebenarnya ayah angkatku. "kau ini, cepat persiapkan dirimu. Ini sudah jam 6 pagi". "baik ayah". Aku langsung mandi, memakai bajuku lalu turun untuk memakan sarapanku. Setelah selesai dengan sarapanku aku berangkat ke sekolah. "ayah! Aku berangkat!"

Setelah sampai di sekolah, aku disapa oleh Rena. "pagi Raven! Kenapa dengan wajah itu?", tanyanya. "ah tidak apa-apa, hanya saja aku mendapat mimpi itu lagi", balasku. "oh... ayolah Raven. Itukan hanya masa lalu. Yang sudah ya sudahlah, karena beginilah hidup sekarang. Kita harus berjalan menuju masa depan yang baik, jangan hanya diam disatu tempat karena masa lalu yang selalu menghantuimu", katanya lalu tersenyum padaku. "terima kasih, Rena" balasku. "sama-sama. Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana ya reaksi 'mereka'?", tanyanya lagi. "sudah bisa ditebak", balasku lalu kami tertawa.

Saat sampai di kelas kami membuka pintu kelas dan langsung disambut oleh Elsword dan Aisha dengan raut wajah marah. "Raven, Rena! Apa maksudnya ini!", kata Elsword lalu menyerahkan majalah yang berjudul 'FeitaMagazine'. "hmm... oh itu, itu artikel buatan kami bagus kan?", kataku dengan wajah innocent ku. "bagus ya? Kau bilang ini bagus? INI MEMALUKAN!", jawabnya berteriak padaku.

Pada saat itu juga Ms. Stella berada dibelakangku dan Rena. "ada apa ribut-ribut begini? Raven apa itu?", tanyanya sambil melihat majalah yang kupegang. "oh ini, silahkan dilihat sendiri bu", kataku dan memberikan majalah tersebut kepada Ms. Stella. "oh, aku mengerti baiklah kalian masuk kekelas lalu duduk".

Kami masuk ke kelas lalu duduk di bangku kami masing-masing diikuti dengan Ms. Stella. "anak-anak! Aku punya berita baru! Hari Minggu kemarin Elsword mengajak siswi baru Aisha, untuk pergi bersamanya ke taman bermain hanya berdua saja dan menyatakan perasaannya pada Aisha. Ayo beri selamat untuk mereka!". Satu kelas bersorak ria. "hahaha selamat ya Elsword!", kata Chung. "diam kau PIKACHUNG", balas Elsword. "Aisha, bagaimana rasanya jatuh cinta?", tanya Eve dengan muka datarnya. "uhhh... Eve, kurasa pertanyaan itu terlalu monoton", balasku. "yasudah! Kalau acara penyelamatan bisa dilanjutkan pada jam istirahat, kita mulai pelajaran hari ini", kata Ms. Stella, dan pelajaran pun dimulai.

Waktu istirahat tiba. seperti biasa, kantin di penuhi dengan siswa-siswi yang sedang 'perang' memperebutkan 'harta karun'. Untung saja aku membawa bekal dari rumah, dan Rena juga membawa. Jadi kami putuskan untuk makan diatap.

Kami makan dalam keheningan, sampai aku tak sengaja melihat wajah Rena ... dia mengingatkanku pada Seris. Apa jangan-jangan itu kau Seris. "Seris...". "Raven, kau mengigau lagi?". "sepertinya, aku masih belum bisa melupakan hari itu" kataku dan mulai menitikan air mata. Hari itu adalah hari yang tidak ingin ku ingat seumur hidupku. Hari dimana aku kehilangan semua yang ku miliki. Hari dimana aku kehilangan keluargaku, temanku, dan Seris. Aku sudah mencoba untuk melupakan semua itu selama ini tapi sepertinya hal itu masih menghantuinku. Dan Alex, aku akan membalaskan dendamku suatu hari nanti.

Kurasakan sesuatu memelukku. Rena memelukku. "Raven, tenanglah itu bukanlah akhir dari segalanya. Itu adalah hal yang harus kau lupakan. Kau tidak bisa seperti ini terus. Seris juga pasti tidak ingin kau seperti ini. Seris pasti sedih melihatmu seperti ini.". "aku tahu Rena, terima kasih. Aku akan mencoba untuk melupakan hal itu, dan menjadi lebih kuat. Terima kasih Rena", kataku lalu memeluk balik Rena.

"oh ya Raven. Kemarin saat aku sedang melewati pinggir sungai aku melihat sesuatu yang aneh", kata Rena. "aneh? Apa maksudmu?", tanyaku. "sungainya bergelombang seperti membentuk suatu pintu. Seperti portal ke dimensi lain. Aku melihatnya sekitar jam 5 sore. Saat pulang sekolah", jawab Rena. "dimensi lain? Kau tidak bercandakan? Ayo kita cek nanti setelah pulang sekolah kita ajak juga yang lainnya", balasku. "baiklah", balas Rena

Bel pulang sekolah berbunyi kami ber 6 (Aku, Rena, Elsword, Aisha, Chung, Eve) pergi ke sungai untuk mengecek. "Rena, kau serius soal ini?", tanyaku. "ya, aku serius", balas Rena. Kami semua melihat kearah sungai dan portal itupun terbentuk. "itu dia! Itu yang kulihat kemarin!" kata Rena. Ia coba untuk menyentuh air sungai itu dan tangannya tertarik kedalam sungai itu. "Rena!", aku menangkap tangan Rena dan yang lain membantuku menarik Rena. Namun tarikan dari sungai itu lebih kuat dan kami semua ikut masuk kedalam sungai itu

Kami berada di sebuah tempat asing. Seperti luar angkasa tapi ada banyak kubus dimana-mana. "Oi! Kalian semua tidak apa-apa?!", teriakku. "eh? Setauku kita tidak bisa bernafas di luar angkasa kan?", kata Chung. "kita ada dimana?",tanya Eve. "aku tidak tahu. Mungkin kita ada di dimensi lain?", kata Aisha. "aku tidak peduli di mana. Tapi aku ingin pulang!", teriak Rena. Kami menyadari ada yang hilang. "tunggu, dimana Elsword?", tanya Aisha. "aku disini!", kami melihat Elsword di jepit oleh 2 buah kubus. "bantu aku keluar dari sini!", katanya, lalu kami bantu dia keluar dari benda itu. "uhhh... sebenarnya dimana kita?", tanya Elsword. Tiba-tiba ada suara seseorang "Siapa disana?!".

Elsword POV:

"Siapa disana?!". Seseorang yang memakai topeng abu-abu berambut putih, dan matanya sebelah emas menghampiri kami. "Manusia?! Bagaimana kalian bisa masuk kesini?!", tanyanya lagi. "eerrr... bukannya kau juga manusia?", aku memberanikan diri bertanya. "aku bukan manusia, aku adalah Henir, Guardian dari tempat ini, Henir Time Space", jawabnya.

"time space? Jadi maksudmu ini ruang antar waktu? Jadi kita bisa pergi ke masa lalu atau masa depan dengan pergi ke tempat ini?", tanya Eve. "tebakan yang bagus gadis kecil, sebenarnya fungsi Henir Time Space adalah untuk memantau kejadian-kejadian di dunia. Namun para Demon mulai menyerang Henir Time Space dan menyebabkan mereka dapat pergi ke manapun dan waktu apapun. Aku melihat demon sudah hampir memasuki zamanmu, jadi kalian harus bisa mencegahnya agar tidak terjadi kehancuran di zaman kalian. Tapi aku melihat masa depan, ada 8 orang anak yang akan menyelamatkan zamanmu dari kehancuran. Dan itu adalah kalian", jelas Henir.

"jadi... kita dikirim kesini untuk menyelamatkan dunia? Tapi bagai mana caranya?", tanya Chung. "kalian membutuhkan ini", kata Henir dan memberikan kami... sebuah box? Tapi box kami berbeda dengan box box lain yang ada. Punya kami memiliki warna yang berbeda. Warnaku Merah dan bercorak hitam ada gambar pedang (cornwell). Aisha berwarna ungu dan bercorak putih ada gambar tongkat sihir (senjata Elemental Master Aisha). Rena berwarna hijau dan bercorak kuning ada gambar panah dan sepatu (Rena Wind Sneaker). Raven berwarna abu-abu dan bercorak biru ada gambar sebuah pedang dan tangan robot (Blade Master). Eve berwarna putih dan bercorak pink ada gambar 2 buah drone yang berwarna putih dan hitam dan ada gambar seseorang laki-laki dengan wajah robot dan perempuan dengan wajah manusia namun ada garis robotnya. Chung berwarna biru dan bercorak putih ada gambar cannon dan 2 buah pistol. "apa ini?", tanya Raven. "itu adalah El Box, kalian dapat menggunakannya dengan menghancurkan box lalu berkata 'Box Charge!' dan senjata kalian akan terpasang dengan sendirinya", jelas Henir.

"aku mengerti tapi bagaimana kita menyelamatkan dunia? Pasti ada syaratnya kan?", tanya Aisha. "pertanyaan bagus. Kalian harus mengumpulkan 5 buah batu El yang tersebar di seluruh Henir Time Space ini. Di setiap box yang ada disini memiliki setiap ruang waktu dan tempat jadi hati-hati menyentuh box-box itu atau kalian akan pergi ke tempat yang salah", jelasnya lagi. "tunggu dulu, tadi aku terjepit 2 buah box, kenapa aku tidak terkirim ke tempat atau waktu lain?", tanyaku. "itu karena box yang menjepitmu adalah box berwarna putih, box itu sudah tidak aktif lagi karena demon sudah tidak ada di tempat itu atau wakt itu, bisa dibilang box itu sudah tidak aktif lagi.", jelas Henir.

"jadi setiap kami mengalahkan demon di satu tempat atau waktu, box yang kita masuki itu akan berubah warnanya menjadi putih atau sudah nonaktif?", tanya Rena. "tepat", balas Henir. "baiklah kalau begitu dimensi mana yang harus kami masuki pertama?", tanyaku. "kusanrankan kalian pergi kesini besok saja karena di zaman kalian sudah pukul 19:49:50", jelas henir. "kurasa benar katanya jika kita memaksakan diri itu hanya akan membuat kita kelelahan", saran Chung. "kau benar, lalu bagaimana caranya kita pulang?",tanyaku. Henir menjentikkan jarinya lalu kelar box raksasa berwarna hijau. "setiap kalian ingin kembali ke masa kalian, masuklah ke box ini", kamipun masuk ke box itu cahaya keluar dari box itu dan.

Kami kembali ke pinggir sungai tempat kami masuk ke Henir Time Space. Kami cek saku kami masing-masing dan ada El Box. "jadi itu bukan mimpi", kataku. "kalau begitu kita harus istirahat dan persiapkan diri kalian untuk bertarung besok", kataku. "YA!", semuanya menjawab dan pulang kerumah masing-masing.

"kak aku pulang", teriakku. "dari mana saja kau?", tanya Elsa. "main di rumah temanku", jawabku. "owh, yasudah kalau begitu makan malam dan kerjakan PR mu", katanya lagi. "iya kak", kataku.

Setelah selesai makan malam aku menuju kamarku dan berbaring dikasurku. Aku mengeluarkan El Box dari sakuku lalu berkata "menyelamatkan dunia heh? Ini akan jadi sangat menarik", aku masukan El Box ke saku ku lalu tertidur

Me: sepertinya fic ini nyasar alurnya ya? Tapi tidak apa-apalah yang penting hepi

Elsword: yaaaaayyyy time for the ACTION GUYS!

Elgang: YEEEEEAAAAHHHH!

Me: Ara sudah kuputuskan pairmu Aren :3 dan kalian berdua masih kelas 1

Ara: Oke :3

Me: So Riview sodara-sodara :3

SwitchON