Me: maaf all lama gak update DX
Elsword: hidupku tenang tanpamu
Me: cuh
Elsword: S*it
Me: saya lama gak update karena bingung cari-cari lagu yang cocok untuk BGM boss Chloe DX
Raven: saya akan membalas Riview:
Anon: saya tidak keberatan untuk mengubah fanfic ini menjadi bahasa inggris. Tapi spelling saya jelek DX saya takut ada banyak kesalahan kata. Jadi saya minta maaf tidak bisa memenuhi permintaan anda T-T. Anyway ini dia chapter 5 :D
Hospes: same here. Saya lebih suka EM dari pada VP. Karena VP terlalu... errr... gitu deh. Ini dia chapter 5! Battle start
Kurogane Billy: IYAP! Ini dia actionnya! Silahkan dinikmati P:
Ind Boy: maaf lama gak update DX terlalu asik main Elsword jadi gini deh. Tapi akhirnya bisa update juga. Ini dia chapter 5
Chung: mulai ceritanya
Feita Highschool: Let The Act Begins!
Elsword POV:
Hari ini kita akan pergi ke Henir Time Space untuk mencoba kekuatan kami. Kami sudah berada di pinggir sungai. "kalian siap?", kataku. "SIAP!", balas teman-temanku secara bersamaan. Gerbang dimesi mulai terbentuk dan kami melocat kedalam sungai.
Kami berada di luar angkasa yang penuh dengan box. "disana kalian, kalian sudah siap?", kata Henir. "ya, kami siap", balasku. "baiklah kalian bisa mulai dari dungeon White Mis Swamp", kata Henir. "White Mist Swamp?", tanya Aisha. "ya, kalian bisa ke dungeon itu dengan cara masuk ke dalam kotak yang ada disana", ia menunjuk kesebuah kotak berwarna kuning. "baiklah, apa kalian siap?" tanya Henir. "ya, kami siap!", jawab kami bersamaan. "baiklah, semoga berhasil", kaata Henir lalu ia mendorong kami kekotak itu.
"aaaaaaaaaaaaaaa!", kami semua jatuh di sebuah pinggir danau. "jadi ini White Mist Swamp?", tanya Chung. "Penyusup! Cepat bunuh mereka", pasukan bandit menghampiri kami. Kami mengeluarkan ElBox, dan mencoba untuk menghancurkannya, namun kotak ini sangat keras! "Whoa, tahan dulu! Bagaimana cara menghancurkan kotak ini", kataku. Kami dikepung oleh para bandit "apakah ini akhirnya...", kataku lalu pandanganku menjadi putih.
"d-d-dimana aku?". "kau berada di dalam Deep Memory". "Deep... Memory?". "ya, ini adalah tempat semua ingatanmu disimpan". "ingatanku?". "ya, semua ingatanmu. Ingatanmu tentang 'hari' itu". "hari... itu?", seketika tempat ini berubah. "t-t-tunggu dulu, ini... kenapa aku ada disini...". "hukum mati dia!". "jangan biarkan dia hidup!". "bunuh dia!". "t-t-tidak... ibu!", aku mencoba berlari ketempat ibuku akan dihukum mati, namun semuanya terlambat."i-i-ibu? IBUUUUUUUUUUUU!", setelah itu tempat ini berubah menjadi gelap. Sangat gelap.
"HAHAHAHAHA! DASAR BOCAH CENGENG!". "SIAPA DISANA?! TUNJUKKA DIRIMU", aku meninggikan suaraku. Lalu muculah seseorang yang mirip sepertiku? Namun yang berbeda matanya merah darah dan tidak memiliki bola mata. "siapa? Aku? Aku adalah kau", dia membalas. "apa yang kau bicarakan!? Aku bahkan tidak mengenalmu!". "heh, Dasar bocah cengeng! Hanya karena begitu saja kau menangis!". "DIAM KAU!". "heh, hanya dengan melihat 'orang-orang' itu tersakiti saja sudah membuatmu menangis". "AKU BILANG DIAM KAU". "orang-orang itu, mereka hanyalah penghalang bagimu! Mereka hanya sampah yang membuatmu terus berada di masa lalumu!". "DIAM KAU! KAU... KAU... KAU BUKANLAH DIRIKU!", aura hitam mulai mengelilingi 'makhluk' itu "hehehe... HAHAHAHAHA! Baiklah jika itu maumu! Akan kubuat kau mengaku! HAHAHAHAHAHAHA!", dia berubah menjadi makhluk hijau . "HAHAHAHA! Jika kau berani lawanlah aku!", teriak makhluk itu.
"ini adalah waktunya...", sebuah suara berbisik. "waktunya?", balasku. "kita tidak punya banyak waktu. Cepat hancurkan ElBoxnya". "tapi... benda ini sangat keras", balasku. "benda itu tidak bisa dihancurkan dengan tenaga. Tapi bisa dihancurkan dengan kenangan". "kenangan...". "sekarang pikirkan kenangan menyenangkan yang pernah kau alami. Jangan biarkan kenangan burukmu menghantuimu". "baiklah aku mengerti", aku menarik nafasku dalam-dalam lalu mengeluarkannya. "Box Charge!", aku menghancurkan ElBox dengan genggamanku.
Seketika aku dikelilingi aura merah. Aura ini memberikanku kekuatan yang sangat besar. Sebuah pedang yang berbentuk seperti di ElBox muncul didepanku. "dengan ini... aku akan mengalahkanmu! Dan melindungi orang-orang yang ku sayangi!". "HEH, BANYAK OMONG KAU!", dia mengeluarkan pedangnya dan mulai maju untuk meyerangku. "MATI KAU!", sebelum ia menebasku, aku melompat ke udara dan mengisi pedangku dengan tenaga api. "Sword Fire!", aku menghantam pedangku ke tanah dan membuat tanahnya hancur dan mengeluarkan kobaran api. Api itu mengenai tubuh makhluk hijau itu. "heh kau lumayan bocah, tapi kau habis disini! Armageddon Blade!" makhluk itu mengeluarkan aura pedang raksasa yang berwarna hijau. Aku menghindar dari pedang raksasa itu dan berlari kearah makhluk itu. "Explosive Fist!", aku memukul perut makhluk itu dengan pukulan api ku dan api itu menjadi ledakan kecil yang menyebabkan beberapa ledakan. "ku akhiri ini. Phoenix Talon!". Aku munculkan burung Phoenix dan melucurkannya keudara. Makhluk itu terbawa oleh Phoenix itu, dan diluncurkan kembali ketanah. "ARGGGGHHH! SIALAAAANNN!", teriak makhluk itu lalu musnah.
Aku terjatuh karena kelelahan lalu pedang di tangan ku berbicara. "kerja bagus. Namaku Cornwell. Tapi kita tidak punya banyak waktu berbincang. Kita harus menyelamatkan teman-temanmu". "baiklah". Tiba-tiba pandanganku menjadi putih dan...
Aku berada dalam kepunga bandit bersama teman-temanku. Aku langsung mengeluarkan ElBox "Box Charge!". Aku menghancurkan ElBox dan Cornwell muncul di depanku. "siap?". "ya". Aku melompat keudara dan mengisi pedangku dengan tenaga api lalu meluncurkanya ke tanah. "Sword Fire!". Tanah itu hancur dan mengeluarkan kobaran api. Semua bandit disitu musnah dalam kobaran api.
"wow Elsword! Bagaimana kau melakukanya?!", tanya Chung terkejut. "ya bagaimana kau menghancurkan ElBox yang sangat keras itu dengan mudah?!", tanya Raven terkejut. "kalian akan tahu pada saatnya", balasku. "heee... apa maksudmu", tanya Aisha. "kalian akan tau pada saatnya. Karena kalian sendiri yang akan membuat kalian mengetahuinya",balasku. "aku tidak mengerti", kata Rena masih kebingungan. "ya karena itu aku tidak bisa menjelaskannya", kataku. "Kerja bagus, kalian sudah menyelesaikan dungeon ini dengan baik, sekarang kalian bisa kembali dengan masuk ke kotak biru disana", kata Hologram Henir. kami memasuki kotak biru itu.
Kami kembali ke Henir Time Space. "kerja bagus, kalian boleh pulang. Di masa kalian sudah pukul 18:29:03", kata Henir. "ya terima kasih Henir", kata ku. "dan Elsword, sepertinya kau sudah mengerti sesuatu bukan? Kuucapkan selamat atas itu", lanjut Henir. "ya terima kasih", kataku lalu kami masuk ke kotak hijau yang kemarin kami gunakan untuk pulang.
Setelah kami kembali ke masa kami, kami langsung berpamitan untuk pulang. Sebelum Aisha pulang aku bilang akan mengantar dia pulang. "Aisha kuantar kau pulang", kataku. "eh? Tidak usah", balasnya. "tidak hanya saja aku punya firasat buruk", kataku lagi. "eh? Apa maksudmu?", tanya dia. "sudah akupun tidak tau. Kuantar kau pulang", jawabku. "baiklah", dia membalas.
Saat di pertengahan jalan aku merasakan sepasang mata mengintai kami. Aku melihat kearah tiang listrik namun tidak ada apa-apa. "ada apa Els?", tanya Aisha. "tidak, hanya saja seperti ada yang mengintai kita", balasku. "mungkin itu hanya perasaanmu saja", jawabnya. "ya mungkin, balasku lalu kami melanjutkan perjalanan.
Saat sampai dirumah Aisha, aku langsung pamit pulang. Diperjalanan kantong ku bergetar. ElBox ku bergetar. "Elsword, aku merasakannya", kata sesuatu dalam ElBox. "Cornwell? Apa yang kau rasakan?", tanyaku. "aura Demon", lanjutnya. "kau bercanda", balasku. "tidak aku serius, kita harus mulai berhati-hati", kata Cornwell. "baiklah". Jawabku.
"ka aku pulang!". "Dari mana kau?", tanya Elsa. "biasa, main dirumah teman", balasku. "baiklah, makan malam sudah siap. Cepat bersihkan dirimu, makan malam, lalu tidur", kata Elsa. "ya kak"
Setelah makan malam aku langsung ke kamar untuk tidur. Tapi sebelum ku tidur Cornwell memanggil. "Elsword... kenagan apa yang kau gunakan untuk memanggilku?", tanya Cornwell. "oh itu. Itu kenangan waktu aku masih kecil saat aku masih berada dalam kasih sayang ibuku. Dan setelah itu kenangan saat aku dan Aisha pergi berkencan. Itu adalah kenangan terbaik dalam hidupku", balasku. "oh. Yasudah kalau begitu cepat kau tidur besok akan lebih sulit dari hari ini.", kata Cornwell. "ya kau benar", balasku lalu tertidur.
? POV:
"bagaimana rencananya?", tanyaku. "berjalan baik, aku sudah menculik 'dia'", jawab gadis disampingku. "bagus, kalau begitu lanjutkan", balasku. "ya tuan", balasnya lalu menghilang dari hadapanku.
Me: selesai :v
Elsword: jadi aku ketuanya
Me: di game kau juga leader =,=
Elsword: i know that
Rena: jadi gimana nih chapter berikutnya?
Me: No Spoiler
Rena: terserah
Chung: Riview ya :3 *muka unyu ala pikachu*
SwitchON
