Me: IYAP! Switch here

Elsword: jadi bagaimana selanjutnya?

Me: liat aja sendiri manja amat sih lo

Elsword: set songong

Raven: sebelum ini berlanjut saya bacakan saja balasan Riview ya sodara-sodara:

xColorlessQueenx: nebak-nebak? Coba tebak warna celana dalam Elsword (HEY!). kidding :P. Eniweisupirbasweimarkirbasweidipinggirwarungmiayam (?). ini chapter 6!

Kurogane Billy: Ara? Dia akan keluar saat... tidak tahu XD karena dia akan jadi anak baru nanti. Kenangan mereka silahkan di pikirkan sendiri XD (makusa). THIS!IS!SPAR- *gaplok* i mean this is chapter 6 (C^ _^) *lebam*

Ara: sooooo kapan aku keluar?

Me: tunggu aja napa gak sabaran amat sih loe!

Ara: t-t-tapikan a-a-aku j-j-juga m-mau t-t-tampil TT_TT *cries*

Aren *datang dari mana nih anak?*: cup cup Ara jangan nangis nih aku kasih cookies :D

Ara: makacih aa Aren :3

Chung: cuit cuiwww~~

Aisha: dah mulai Ceritanya!

Feita Highschool: Kidnapped

Aisha POV:

d-d-dimana aku? "kau sudah sadar rupanya", kata seseorang dengan wajah mirip sepertiku, tapi rambutnya di kuncir dua kesamping dan dengan mata ungu gelap. "s-s-siapa kau?",kataku takut. "aku adalah kau, gadis penyendiri yang tidak memiliki teman sama sekali", katanya. "d-d-diam kau i-itu hanya masa lalu!", balasku. "heh... masih saja mengelak", balasnya. "a-apa yang kau bicarakan?! Elsword, dimana kau?", balasku. "hm... kau tidak mempunyai teman tidak ada yang akan menolongmu bahkan bocah idiot itu", katanya. "apa maksudmu?! Elsword bukan bocah idiot! Dan aku punya teman! Pasti akan ada yang menolongku!", balasku. "heh... kita lihat saja nanti", kataya lalu meninggalkan tempat ini. "Elsword... dimana kau?", kataku dan mulai menitikan air mata.

Elsword POV:

Aku berlari ke kelas dengan cepat. Saat sudah sampai di kelas. "Rena!", aku berteriak. "oh Elsword, ada apa kau berteriak pagi-pagi begini?", katanya memberikan senyuman kepadaku. "duduk dululah sobat, tidak ada yang mengejarmu, ini masih jauh dari jam pelajaran", kata Raven yang dari tadi mengobrol dengan Rena sebelum aku masuk. "ugh... baiklah. Rena, apa Aisha menginap dirumahmu semalam?", tanyaku. "huh? Apa yang kau bicarakan Elsword?", balasnya. "apa?! Jadi dia tidak menginap dirumahmu?! Tapi ibunya bilang kalau Aisha tidak pulang dia pasti menginap dirumahmu", balasku mulai khawatir. "ya dia memang sering menginap dirumah ku tapi tidak kali ini Elsword. Coba tanya Eve, mungkin dia tau sesuatu", kata Rena. "baiklah terima kasih", kataku lalu berjalan ke Eve yang sedag berbicara tentang hal yang tidak ku mengerti sama sekali dengan Chung.

"Eve! Apa Aisha menginap dirumahmu semalam?!", tanyaku. "tidak", jawabnya dengan wajah 'pokerface'nya itu. Aku kembali ke Rena dan Raven "Eve tidak tahu apa-apa. Bagaimana ini? Sekarang Aisha tidak datang ke sekolah. Bahkan orang tuanyapun tidak tahu. Apa yang terjadi dengan Aisha?"kataku. kami berfikir sejenak. "mungkin ini ada hubunganya dengan Henir Time Space!", kata Raven. "eh? Apa maksudmu?", tanyaku. "ya... mungkin saja Aisha di culik oleh para Demon", kata Raven. "hmmm... mungkin saja itu ada hubungannya. Kita bicarakan saat jam istirahat dengan yang lainnya.

Saat jam istirahat kami berkumpul di atap sekolah. "jadi, apa yang ingin kau bicarakan Elsword?", kata Chung. "aku ingin memberi tahukan bahwa Aisha menghilang", kataku dengan nada serius. "apa kau bilang?! Jangan bercanda Elsword!", kata Chung. "tidak ini serius, kita tidak bisa menemukan dia dimanapun. Dan satu-satunya tempat yang memungkinkan adalah... Henir Time Space", kataku.

"di Henir Time Space? Tapi bagaimana bisa? Bahkan tidak ada orang yang tahu kalau ada pintu dimensi lain di sungai itu", lanjut Chung. "karena itu, kemarin setelah aku mengantar Aisha pulang, Cornwell memberitahukan kepadaku bahwa ia merasakan aura Demon di wilayah sini", lanjutku. "Demon ada di masa ini?! Dan siapa itu Cornwell?", kata Raven tidak menyangka. Aku mengeluarkan ElBox dari kantong celana ku. Cornwell mulai berbicara. "aku merasakan aura demon di belakang tiang liastrik di dekat rumah Aisha. Tapi entah kenapa aura itu mirip dengan aura yang Aisha miliki", kata Cornwell. "mirip dengan aura Aisha?", kataku. "ya, bisa dibiling aura mereka sama. Hanya saja aura demon itu adalah aura buruk, dan aura Aisha adalah aura baik", lanjut Cornwell. "lalu maksudmu, Aisha diculik oleh demon itu? Dan dibawa ke Henir Time Space?", tanya Chung. "ya jelas sekali", kata Cornwell.

Lalu Eve mengeluarkan ElBox miliknya. "Elsword, kenapa kau bisa memanggil Cornwell dengan mudah? Sedangkan kami harus bersusah payah. Bahkan kami tidak bisa memanggil senjata kami", kata Eve lalu semuanya mengeluarkan ElBox mereka masing-masing. "kalian belum membangkitkan senjata kalian", kata Cornwell. "membangkitkan?", kata Rena. "ya, kalian bisa membangkitkan senjata kalian dengan cara mengingat kenangan terindah kalian. Dan jangan biarkan kenangan buruk kalian menghantuin kalian, karena itu akan membuat kekuatan kalian melemah. Semakin kuat kenangan baik kalian, semakin kuat kekuatan kalian", kata Cornwell. "baiklah aku mengerti, aku akan mencobanya nanti di Henir Time Space. Kita harus kembali, waktu istirahat hampir habis" kata Eve. "ya ayo kembali", kataku lalu memasukan kembali ElBox ku ke kantongku.

Setelah bell pulang sekolah berbunyi kami langsung pergi ke sungai untuk masuk ke Henir Time Space. Portal mulai terbentuk dan kami langsung melompat ke dalam portal itu.

"disitu kalian anak-anak! Teman kalian diculik oleh Demonic Side teman kalian", teriak Henir. "Demonic Side? Apa itu?", tanyaku. "huh? Apa aku belum memberitahu pada kalian?", balas Henir dengan nada innocent. "YA! KAU BELUM!", balas kami bersamaan. "haha, kalau begitu maaf. Jadi Demonic Side adalah sisi buruk dari kalian", jelas Henir. "sisi buruk kami?", tanya Chung. "ya sisi buruk kalian. Demonic Side bisa terbentuk dari kenangan-kenangan buruk kalian. Jadi jangan biarkan kalian di hantui oleh kenangan buruk kalian. Cornwell sudah memberitahukan kalian cara memanggil senjata kan? Kurasa aku bisa percaya pada kalian. Kalian bisa menemukan teman kalian dengan cara masuk kedalam kotak di sana", Henir menunjuk ke kotak berwarna ungu gelap. "baiklah! Ayo!", kataku dan kami masuk ke kotak itu.

Kami berada di sebuah gerbang sekolah. Tapi ada yang aneh langit gelap, dan sekolah ini aura dengan warna ungu gelap. " baiklah semuanya! Ayo kita masuk!". Saat kami masuk ke dalam sekolah itu kami diserang oleh makhluk... apa itu?. "i-i-tu... t-tidak mungkin! Itu Glitter! Anak dari Demon!", kata Chung. "bagaimana kau tahu?", tanya Raven. "yaa... aku suka membaca tidak seperti kau", kata Chung. Raven hanya sweatdrop. "aku tidak peduli meskipun itu Demon sekalipun! Aku akan mengalahkan mereka dan menyelamatkan Aisha! Box Charge!", teriakku dan kupanggil Cornwell. "ayo semuanya! Maju!", kataku lalu maju untuk melawan Glitter itu.

Chung mulai berkonsentrasi dan "Box Charge!", Chung menghancurkan ElBoxnya dan di punggung Chung muncul sebuah Cannon dan dimasing-masing tangannya muncul 2 pistol berwarna silver. "WOW! KEREN!", kata Chung dan sekumpulan Glitter menghampirinya. "heh... akan kucoba ini", Chung menarik nafas dan mengarahkan 1 pistolnya ke udara. "SharpShooter Syndrome!", Chung menembakan pistolnya dan menyebarkan aura silver yang kuat disekitarnya. Demon yang ada di sekitar Chung langsung terlempar dan musnah.

"baiklah giliranku! Box Charge!", Raven menghancurkan ElBoxnya dan tangan kirinya berubah menjadi tangan robot dan ditangannya muncul pedang. Beberapa Glitter menghampiri Raven. "baiklah coba ini! Cannon Blade!", Raven menembakakkan bola api besar dengan tangan robotnya ke depan dan menyebabkan beberapa Glitter hangus dan musnah, tapi masih ada beberapa. Glitter yang tidak terkena Cannon Blade itu menyerang Raven dengan tombaknya. "arghh... sialan kau! Terima ini! Bloody Accel!", Raven mengayunkan pedangnya diudara dan membentuk potongan berwarna merah yang membentuk lingkaran disekelilingnya dan menyebabkan Glitter itu musnah. "ughh...", Raven kesakitan.

"Raven! Kau tidak apa-apa?! Box Charge! Airelinna!", Rena membuat lingkaran berwarna hijau dengan energi natural untuk menyembuhkan luka Raven. Kecepatan Chung juga meningkat dari Airelinna Rena. "Terima kasih Rena!", teriak Chung dan terus menembakki Glitter yang ada.

"giliranku. Box Charge", kata Eve dengan nada datarnya. Di depan Eve muncul 2 orang yang seperti di ElBox miliknya dan disebelah kiri drone hitam melayang disebelah kanan drone putih melayang. "Oberon, Space Wrench. Ophelia Electronic Field", Eve memrintahkan Oberon dan Ophelia. Oberon mengayukan pedangnya yang membentuk huruf X dan meluncurkan shockwave berbentuk ke kedepan. Ophelia membentuk bola elektrik sihir raksasa dan meluncurkannya kedepan. "dan serangan itu sukses membuat semua Glitter disitu musnah.

"huh... akhirnya selesai juga. Ayo kita harus bergegas!", kataku lalu langsung berlari menuju lantai paling atas yaitu atap sekolah. Saat sudah di atap sekolah kami melihat Aisha sedang tertunduk di tanah. Tapi ada satu orang lagi yang mirip dengan Aisha, tapi aura gelap mengelilingi dia. Mungkin itu Demonic Side Aisha? "Aisha!", teriakku. "heh, itu dia si bocah idiot", kata Demonic Side Aisha. "heh, pengganggumu ada disini. Mereka akan menghianatimu. Sama seperti orang-orang yang dulu ada di kehidupanmu", lanjutnya. "D-DIAM! SUDAH KUBILANG DIAM!", kata Aisha dengan suaranya yanhg bergetar. "Aisha! jangan dengarkan di-", sebelum aku menyelesaikan kata-kataku... "diam kau! Plasma Cutter!", Demonic Side Aisha menembakkan laser tepat di dadaku. Seketika pandangan ku menjadi blur...

Aisha POV:

Aku mendengar suara sesuatu terjatuh. Saat kulihat kebelakang... "E-E-Elsword? Elsword!"" teriakku dan berlari kearahnya dan memeluknya. "Box Charge! Airelinna!", Rena menggunakan Airelinna untuk menyembuhkan luka-luka Elsword. "Sialan kau! Shooting Star!", Chung mengarahkan Cannonnya ke udara dan menembakkan beberapa misil yang mengarah ke Demonic Side ku. "heh, percuma. Mana Shield!", semua misil Chung berhasil di tahan oleh Mana Shield. "b-bagaima mungkin?!", Chung kaget. "Box Charge! Terima ini! Shockwave!", Raven melompat ke udara dan mengayunkan pedangnya yang membentuk potongan sabit dan meluncurkannya ke arah Demonic Side ku. Namun ia menghindar.

"hm, percuma saja. Mati kalian semua! Eging!", dia melempar bola kegelapan yang disegel kearah teman-temanku. Dan saat menyentuh tanah segelnya terbuka dan menyebabkan aura hitam mengelilingi area itu. "HWAAAAAAAAA!", semua teman-temanku berteriak kesakita. "t-teman-teman! Tidak... tidak mungkin...", kataku Shock. "heh, sekarang giliranmu", kata Demonic Side ku.

Lalu tiba-tiba waktu berhenti. "k-kenapa ini? Waktu berhenti?", kataku. "ini adalah saatnya Aisha", kata sebuah suara. "saatnya?", tanyaku. "ya, namaku Angkor aku adalah kelelawar kegelapan. Dengan membuat kontrak denganku kau bisa menjadi lebih kuat dan menyelamatkan teman-temanmu. Jadi kau setuju?", kata Angkor. "ya aku setuju, aku ingin menyelamatkan teman-temanku. Dan juga Elsword", balasku. "baiklah. Sekarang kau adalah tuan putriku. Dan sekarang ingatlah kenangan-kenangan terindahmu untuk menghancurkan ElBox. Jangan biarkan kenangan burukmu menghantui mu", kata Angkor. "baiklah aku mengerti", aku mengeluarkan ElBox ku dan berkonsentrasi. 'kenangan terindah... oh iya aku bisa menggunakan itu'. Aku menarik nafas dalam-dalam "Box Charge!", tongkat sihir (elemental master) muncul didepanku. Ku raih tongkat sihir itu dan waktu kembali berjalan.

"heh ada perlawanan juga akhirnya", kata Demonic Side ku. "akan kuakhiri ini, Infernal Wave!", aku menciptakan lightning bolt dan leuncurkannya kedepan lalu menciptakan meteor lalu meledakkannya. "arrgghhhh tidaaaakkk!", teriak Demonic Side ku lalu musnah.

Seketika itu lingkungan disini menjadi cerah. Dan teman-temanku sadar. Aku langsung berlari ke Elsword dan memeluknya. "Elsword... jangan menakut-nakutiku seperti ini lagi...", kataku dan mulai menangis. "ya, aku minta maaf membuatmu khawatir. Tapi sekarang aku sudah tidak apa-apa", balasnya lalu tersenyum. "terima kasih Elsword. Karena tidak meninggalkanku", kataku dan mempererat pelukanku. "ya, ayo kita pulang", balasnya.

Hologram Henir muncul. "sepertinya kalian sudah berhasil. Selamat untuk kalian semua. Kalian bisa kembali dengan masuk ke kotak disana", Henir menuju ke kotak berwarna ungu terang. "terima kasih Henir", balasku.

Saat kami kembali ke Henir Time Space. "kerja bagus kalian harus kembali. Di masa kalian sudah pukul 19:56:32.", kata Henir. "ummm... Henir aku ingin bertanya. Kenapa aku dan Aisha harus melawan Demonic Side kami untuk membangkitkan senjata kami? Sedangkan yang lainnya bisa langsung membangkitkan senjata mereka tanpa melawan Demonic Side mereka?", tanya Elsword. "simpan jawaban itu untuk nanti karena di masa kalian sudah larut. Yang bisa kuberitahukan hanya Kau dan Aisha itu 'Spesial'. Berbeda dengan yang lain", jawab Henir. "baiklah", balas Elsword. Lalu kami semua kembali ke masa kami dan pulang untuk beristirahat

Me: fiuh selesai

Elsword: gue nyaris mati

Me: suka-suka

Elsword: =,=

Me:oh ya di Fic ini Aisha bisa make skill EM dan VP :D

Aisha: yippi

Raven: so Riview?

SwitchON