Sankyuu buat reviewnya readers.

Semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Disclaimer : Masashi Kishimoto-Sensei

Typo (s), abal, aneh, OOC, etc.

Dont like, dont read, dont flame.

Chapter 3.

Naruko tepat berada di depan Sasuke. Mata onyx Sasuke tidak berhenti menatap keindahan Naruko, sementara mata biru safir Naruko menatap 'sedikit' tajam pada Sasuke.

"Teme no baka." Ujarnya, kemudian melewati Sasuke yang sedang mencerna apa yang baru saja diucapkan oleh kekasihnya padanya. Dengan anggun Naruko menghampiri Itachi dan Hinata.

"Itachi-nii, Hinata, umm... " Naruko menggerak-gerakkan jari lentiknya, memikirkan kata apa yang cocok diucapkan pada pasangan yang baru saja bertunangan di depannya. Apa dia harus mengatakan dengan jujur apa yang selama ini ada di dalam otaknya ? 'Itachi-nii, Hinata, ma'afkan aku sudah menuduh Hinata akan bertunangan dengan Sasuke, dan aku sudah berniat tidak akan datang ke pesta pertunangan kalian.' Bayangan Naruko saat meminta ma'af sambil berlutut didepan Itachi dan Hinata, sambil menarik-narik gaun Hinata dari bawah membuat gaun Hinata menjadi kusut, Hinata yang tidak terima gaunnya menjadi kusut gara-gara Naruko langsung menendang Naruko, dan jduukkkk... Naruko terlempar cukup jauh tepat didepan Sasuke. Dengan gerakan cepat Naruko menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak mengharapkan hal seperti itu terjadi dikehidupannya.

"Selamat ya." Ucapnya tersenyum lembut.

"Terimakasih Naruko." Jawab Hinata diikuti dengan senyuman manis miliknya, begitu juga dengan Itachi.

"Dobe kenapa kau terlambat hah ?" Sasuke menghampiri Naruko dan bertanya dengan tidak lembutnya pada Naruko,

"Bukan urusanmu." Jawab Naruto ketus, menghindari jawaban yang tidak ingin dikatakannya. Naruko sungguh tidak ingin berkata jujur pada pikiran negatif yang selama ini ada di dalam otaknya.

"Jangan bilang jika kau berpikir Sasukelah yang akan bertunangan dengan Hinata, ah ?" Seringaian jahil khas Uchiha muncul dibibir tipis milik Itachi. Tentu saja itu membuat Naruko gelagapan setengah mati, ditambah Itachi bertanya dengan begitu jelas padanya di depan Fugaku, Mikoto, Minato, dan Kushina. 'Ya ampun !' Batinnya. Ke empat orang tua itu hanya tersenyum kecil menanggapi apa yang baru saja diucapkan Itachi.

"Jujur saja Naru-Hime." Desak Sasuke,

"Diam kau teme." Bisik Naruko.

"Sudah salah tidak mau mengaku." Sasuke ikut-ikutan berbisik.

"Memangnya kenapa ? Kau tidak suka ?"

"Tentu saja."

"Huh.."

"Hm.. Fugaku apa kau tidak keberatan jika kau segera menggelar pesta pertunangan untuk kedua kalinya ?" Minato bertanya pada Fugaku sambil melirik dua anak SMA yang tengah saling berbisik itu. Bibirnya tersenyum kecil melihat tingkah kedua anak tersebut.

"Tentu saja tidak, jika itu bersangkutan dengan putri semata wayangmu, Minato." Jawab Fugaku yang membuat Naruko dan Sasuke menghentikan acara bisik berbisik mereka. Tentu saja warna merah padam langsung menghiasi wajah putih Naruko. 'Apa-apan mereka ?' Batinnya malu-malu.

"Sepertinya kalian akan segera menyusulku ?" Gurau Itachi, membuat Naruko semakin blushing.

"Aku juga tidak mau kalah darimu, baka aniki." Jawab Sasuke, yang langsung mendapat jetokan? gratis dari Naruko.

Gelak tawa keluarga Namikaze dan Uchiha menghiasi suasana pesta pertunangan Itachi dan Hinata. Tentunya itu karena tingkah laku Naruko dan Sasuke, calon penerus Namikaze dan Uchiha.

.

.

.

"Sasuke ?" Panggil Naruko sambil memalingkan wajahnya kearah kanan, dimana Sasuke duduk disampingnya. Mata onyx Sasuke yang semula menatap keseluruhan Konoha dari atas bukit itu dengan perlahan membalas tatapan dari kekasihnya.

"Hn ?"

"Ma'af." Ucapnya, tanpa mengalihkan tatapannya pada bola mata indah di hadapannya. Senyuman tipis pun dilukis Sasuke saat mendengar permintaan ma'af dari kekasih tercintanya ini.

"Tidak apa." Sasuke mengelus lembut rambut Naruko.

"Aku memang bukan pacar yang baik, aku selalu berpikiran buruk tentangmu, aku tidak pernah mau mendengarkan penjelasanmu, ma'af Sasuke." Naruko menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajah murung yang sudah pasti sangat tidak disukai Sasuke.

"Aku mengerti."

"Kau tidak marah ?" Naruko kembali menatap mata Sasuke, berharap Sasuke mengatakan bahwa dia tidak marah karena kelakuannya.

"Tentu saja aku marah dobe."

"Huh !" Naruko membuang muka, kecewa dengan jawaban yang dilontarkan Sasuke,

"Lalu kenapa kau tidak memarahiku ?"

"Aku marah, tapi aku tidak ingin memarahimu. Mendengarmu mengakui kesalahanmu itu sudah cukup untuk meredam kemarahanku."

"Sasuke..." dan kembali Naruko menatap mata onyx Sasuke, mendengar apa yang baru saja dikatakan Sasuke membuat Naruko semakin merasa bersalah. Dia sering marah pada Sasuke, tapi Sasuke tidak pernah membalas rasa marah Naruko. Ah dia sangat beruntung memiliki kekasih seperti Sasuke.

"Terimakasih."

"Hn."

Keduanya duduk dalam diam, mata biru safir dan mata onyx itu memperhatikan seluruh Konoha. Cukup lama mereka diam seperti itu. Sampai akhirnya Sasuke,

"Naruko ?"

"Ah iya ?" Naruko memalingkan wajahnya kearah Sasuke. Naruko mendapati wajah Sasuke sudah tepat berada di depannya. Hanya berjarak beberapa senti, sampai Naruko bisa merasakan hembusan nafas Sasuke. Mata Sasuke menatap dalam mata safir Naruko, dan tatapan itu tidak hanya berlangsung beberapa detik saja. 'Sebenarnya dia itu mau apa ?' Tanya batin Naruko yang tidak tahan dengan tatapan Sasuke. Sasuke hanya menatapnya tanpa mengucapkan patah kata apapun, atau melakukan hal apapun. Hal apapun ?

'Apa dia mau... Ihihiiiiiiiii.' batin Naruko tertawa nista. Ah semoga dia bisa mendapatkan ciuman pertamanya malam ini.

"Sasuke... Apa kau ?"

"Hn ?" Tanpa menjawab pertanyaan Sasuke, Naruko langsung memejamkan kedua bola matanya. Membuat Sasuke tersenyum kecil melihat kelakuan Naruko.

1 detik, 3 detik, 1 menit, 1 menit setengah...

'Kenapa lama sekali' batin Naruko dongkol, Naruko pun membuka kedua bola matanya. Hal pertama dan kembali yang dilihatnya adalah dua bola mata onyx keturunan Uchiha.

"Kau mengantuk Naruko ?"

Gubrak! 'TEMEEEEEE KAU...' Geram batin Naruko, Sasuke hanya tersenyum kecil melihat wajah tidak menyenangkan Naruko. Sepertinya malam ini dia sudah berhasil mengerjai kekasihnya sendiri.

"Aku mau pulang." Dengan wajah cemberut Naruko meninggalkan Sasuke. Sementara Sasuke dengan wajah tersenyum mengikuti Naruko dari belakang.

.

"Kau marah ?"

"Tidak."

"Kau marah karena aku tidak menciummu ?"

"Tidak."

"Benarkah ?" Sasuke coba mendesak.

"Kenapa kau jadi cerewet Teme ?" Naruko membalikkan tubuhnya kearah pengemudi. Cup ! Dengar gerakan cepat Sasuke mencium bibir Naruko. 'Ciuman pertamaku...' Batin Naruko tersenyum senang.

"Jangan marah lagi." Ucap Sasuke setelah melepaskan ciumannya.

"Hn." Angguk Naruko tersenyum senang. Sasuke melajukan mobilnya menuju kediaman Namikaze untuk mengantarkan kekasihnya pulang.

"Oh ya Sasuke, bukankah besok dilapangan dekat sekolah akan diadakan acara semacam pensi untuk menutup liburan musim panas ?"

"Hn, kau akan tampil ?"

"Hmm... Entahlah !" Naruko sedikit berpikir, jika dia datang apa dia akan tahan dengan teriakan teriakan para gadis yang mengidolakan Sasuke ? 'Memikirkannya membuat kepalaku sakit.'

"kau sendiri ?" Naruko balik bertanya. Dan dijawab dengan kedikan bahu, 'menyebalkan.' Rutuk Naruko yang mendapat jawaban tidak jelas dari Sasuke.

'Apa yang akan dilakukannya saat acara pensi nanti ?'

TBC

Review please _/|\_