"Kenalkan, ini sahabat sekaligus partner 2nd brand gue, Heltern. Haruno Sakura. "
Astaga. Sepertinya, tidak ada pesona yang bisa mengalahkan kakak-beradik ini.
Naruto & All characters belongs to Masashi Kishimoto
Warning : ooc, typos, bahasa tidak baku dan disarankan untuk membaca Pak Ganteng! Dulu.
if you're not mind to read this story just get away from my play ground.
.
.
.
.
.
"Everything in the universe has a purpose. Indeed, the invisible intelligence that flows through everything in a purposeful fashion is also flowing through you." Wayne Dyer
"Itachi. Itachi Uchiha."
"A..a..Haruno..Sakura."
1 detik, 2 detik, 3 detik, 4 detik, 5 detik, 6 detik..
"Hello, what's with you guys?" Kushina tertawa, memecah keheningan diantara jabat tangan yang classy; which is Itachi tidak melepaskan tangan gue. Itachi dengan kikuk segera menarik tangannya. Fiuh. 6 detik yang…euhm lama sekali.
"Minum?" Kushina menawari Itachi.
"Cabernet Sauvignon." ─Red wine? Good choice, Itachi. Seksi.
"Ada apa? Biasanya Chardonnay. Apa nona disamping gue menarik perhatian lo?" Kushina tertawa. Gue harap Highlighting blush powder pucat MAC yang terpulas rapi di pipi ini sanggup menutupi rona merah yang tiba-tiba menjalar. Ternyata keputusan untuk tidak pakai blush on adalah pilihan tepat.
Oh-oh. Itachi memberikan death glare nya.
"Apa kau tidak ingin minum, nona Haruno?"
"Ah maaf, aku tidak minum. Panggil Sakura saja." Gue memberikan senyuman terbaik sambil menunjuk kearah gelas bening berwarna oranye di atas meja bar; orange jus.
Posisi gue saat ini adalah 3 seat bar dari kiri ke kanan; Gue, Kushina, Itachi. Gue benar-benar sadar dengan tatapan curi-curi pandang Itachi kearah gue. Sekarang jadi benar-benar tidak nyaman.
Entah sudah berapa lama mereka ngobrol, gue hanya memandangi gelas bening di atas meja bar. Gue memberi gesture kearah toilet.
"Perlu diantar?" Laki-laki tampan ini menawarkan dirinya. Tidak usah dibilang juga, sangat tidak perlu.
Kushina menaikkan sebelah alisnya, tertawa. Gue menggelengkan kepala.
.
.
Gue memperhatikan pantulan diri gue di cermin.
Iphone mengalunkan lagu Houdini, Foster The People. Shion.
"Yes?"
"Dimana kak?"
"Rouge."
"Cepet pulang kak, kaa-san udah on the way dari bandara."
"How do you know?"
"Tadi dia nelpon. Naik taxi"
"Kenapa gak minta jemput pak Genma?"
"Gak tau, katanya biar cepet."
Telepon dimatikan. Gue tertawa, gue bahkan tidak tahu kaa-san habis darimana.
Pintu dibuka, 4 orang perempuan masuk sambil tertawa. 2 masuk ke dalam bilik toilet, 2 lagi merapikan riasan disamping gue. Jelas sekali bagaimana si rambut hitam yang mengenakan mesh dress with puffed ski-nya Lanvin beige memandang iri pada dress yang gue pakai. Ah Lanvin Beige-nya sudah masuk rack sale 50% off di Saks. Sedangkan yang berambut biru sepertinya lumayan memiliki fashion grade yang lebih tinggi, Multi Printed Silk Georgette Dress-nya Alexander McQueen melekat manis di tubuhnya. Ia menatap masam pantulan dirinya di cermin. Don't ask me how do I know what they wear, It's a talent ;) Gue masuk ke dalam bilik, sebelum gue dengar si Lanvin Beige membuka percakapan.
"Udah, lupain aja."
Tak ada respon dari si Alexander McQueen, terdengar bunyi air di wastafel.
"Bukannya lo udah sama adiknya Kushina? Lo bilang, lo bahagia." Oh-oh, adiknya Kushina? Naruto maksudnya? Si Alexander McQueen ini kekasihnya?
"Gue tetep gak bisa lupain Itachi." A-apa? Itachi? Si Uchiha maksudnya? Wow, gue beruntung tidak langsung keluar toilet.
"Lo masih shock liat dia di bar? Udah dong Hinata, itu kan udah 5 tahun lalu. Waktu itu lo masih kelas 12, Itachi mahasiswa tingkat 2. Cinta monyet kan?"
Lama, tak ada respon. Gue memutuskan keluar dari bilik. Gue menyesal mendengar terlalu banyak.
Saat berjalan kearah bar, gue menengok sekilas ke dance floor. Astaga, Suigetsu ngeliat gue. Gue mempercepat langkah, ide untuk pura-pura mabuk terlintas di kepala gue supaya dia tidak mengajak ngobrol macam-macam dan gue dibopong pulang oleh Kushina.
Yak, terlambat.
"Hey, gorgeous."
"Sorry, buru-buru."
Uh-oh, tangannya menahan pergelangan tangan gue.
"Wait. Perlu gue antar?" Bau semillon menguar dari tubuhnya ─is he drunk?
"No, thanks." Kalau gue mengiyakan, sama saja dengan menggali kuburan sendiri.
"What if… a glass?" Dia mabuk.
"I don't repeat my words."
Suigetsu tertawa, "You're way too expensive, darl."
"Excusme." Terlalu jijik meneruskan conversation ga penting macam ini.
.
.
"Kush, sorry duty calls."
"Masih jam setengah dua belas. Buru-buru banget sih?" Wanita berambut merah ini memutar matanya bosan.
"Kaa-san pulang."
"Oh?"
Itachi menyahut, "Perlu diantar?" mengulangi pertanyaan yang sama saat gue hendak ke toilet.
"No, thanks. Ada supir kok."
"Ok, see you." Gue tersenyum seadanya.
"Eh, wait." Dia menggamit pergelangan tangan gue. Apa-apaansih? Jadi kaya Suigetsu begini.
"Boleh minta nomermu?"
"Euh.. emm.." Gimana ya?
"Gak boleh ya?"
Gue membuka clutch dan menyerahkan kartu nama berisi alamat blog dan business number gue.
"Thanks."
Gue tertawa. Call me maybe, eh? Haha.
.
.
.
.
.
Sudah jam 00.30 saat gue sampe rumah.
"Kagure, kaa-san udah pulang?" Tanya gue pada salah seorang pelayan.
"Belum, nona." Good. Gue berlari keatas dan segera melepas outfit of the day malam ini, menghapus make up dan mengganti baju dengan Angel White Bow Print Cami With Lace-nya Juicy Couture dan printed nan pant-nya Piamita Pajama yang super comfort. Gue kembali ke bawah dan duduk di samping Shion yang masih menonton tv.
"How is it going?" Shion bertanya basa-basi.
"Just had a greaaat party." Gue menjawab dengan aksen australi yang super lebay demi menanggapi pertanyaan ga pentingnya.
Shion memutar mata bosan. Sekitar 15 menit kami menonton adegan Angelina Jolie mengemudi mobil dengan jantannya dalam box office Salt yang entah udah keberapa kalinya gue tonton.
Seseorang membuka pintu. Kaa-san datang.
"Hey my lovely princess." Dia memeluk gue dan Shion bergantian. Tetap cantik sejak 3 bulan yang lalu terakhir kali gue melihat kaa-san. Ia mengenakan Beaded Waist Tunic Top-nya Lipsy Tunic yang baru-baru ini lagi 'in' di runaway. Gue merasakan atmosfir ini, yang sebenarnya, baik gue maupun Shion tidak ada yang mengharapkan kedatangan kaa-san. Buat kita, dia pulang pun percuma. Tetap saja tidak akan bisa diam dirumah lebih dari sehari.
"Kalian belum tidur karena nungguin kaa-san?" Enggak kok, gue abis dari party.
"Iya. Shion udah ngantuk banget nih, kaa-san juga pasti capek. Kita tidur yuk." Bohong. Shion adalah seorang insom sejati yang susah banget tidur sebelum jam 1. Hal kaya gini aja, kaa-san gak tau. Salah satu dari kita bahkan ga ada yang berniat bertanya abis dari mana dia.
"Iya, kaa-san capek banget. Anyway, kaa-san bawa banyak outfit dan hot item buat kalian. Tapi kita buka besok aja deh ya." Kaa-san mencium kening kita berdua lalu berjalan ke kamarnya.
Shion mengernyit, gue tepuk pundaknya sekilas dan tersenyum sekenanya meninggalkan dia di ruang tv.
.
.
.
.
"The woman is the most perfect doll that i have dressed with delight and admiration."
— Karl Lagerfeld
Pagi ini gue mengenakan the outnet Bouclé-tweed jacket-nya Oscar De La Renta as outerwear yang kita tahu ini adalah must-wear-item untuk menutupi kecacatan sailor tua ini dan black two tone-nya Adams Spike Sneaker. Berhubung masih jauh dari jam telat, mampir ke Hungry Jacks's untuk takeaway Chicken Gourmet menjadi pilihan tepat sebelum ke sekolah.
Sampai di sekolah gue segera mengambil beberapa barang di loker dan segera ke kelas. Tenten ternyata sudah sampai dan sedang duduk manis di tempatnya sambil memainkan Blackberry Z10-nya. Gue segera duduk dan meletakkan pink Rockstud Zippered Shoulder Garavani di atas meja, lalu tiba-tiba kepikiran... pak Sasuke
Argh apaansi?
"Bonjour, girl." Tenten menyapa, gue tersenyum seadanya.
"Udah denger interkom?"
"Belom. Kan baru sampe, ada apa?"
"Something about sains Olympiad. Yaudah, paling juga ntar lo dapet emailnya kalo emang berhubungan sama lo." KHS dari gue junior sampai senior highschool emang selalu begini, menyampaikan sesuatu lewat interkom dan mengirimi email ke siswa yang bersangkutan. Mulai dari festival sekolah, sampai sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan akademis.
Baru unlock iPhone, Bener aja. Ada 3 email masuk.
*HauteCouture – Discount 30%off for every purchase─ skip
*Barneys – New item Salvatore Ferragamo─ I don't really like this brand, skip!
*KHS – Jadwal Pembinaan Olimpiade─ Open.
Astronomy– Senin, Selasa, Jumat/Mrs. Anko M. / R.04 / 15.00-18.00
Matematika - Selasa, Rabu, Jumat/ Mr. Sasuke U. / R. 01 / 15.00 – 18.00
Biology – Senin, Selasa, Kamis 14.30─ 17.30 / Mr. Yamaguchi / R. 03/ ─ skip skip skip
Sekarang hari apa? Selasa. Uh- Oh.
.
.
.
.
.
"Silakan masuk." Gue merutuki keputusan gue untuk lansung masuk ke room 01 begitu bubaran dari homeroom class. Perasaan tadi Shikamaru udah keluar, kirain dia udah disini duluan. Sial.
"Haruno Sakura?"
"Ya, pak."
"Saya lupa memberitahu, hasil incog test putaran minggu lalu sebelum saya masuk homeroom kamu dan menggantikan pak Asuma, yang lolos cuma kamu."
"Lalu Shikamaru?"
"Nilainya tidak mencapai 50%."
"Berapa nilai saya pak?"
"95%"
Jadi… selama 3 bulan penuh, gue akan belajar hanya berdua.. dengan pak Sasuke?
"Nah sebelum saya mulai pelajaran, Sakura, kau ada hubungan apa dengan aniki?"
…. A-apa?
つづく
[a/n : eh anoo.. mm itu… saya bikin karakter Sakura jadi anak yang agak-agak slacker disini. Karakter yang… hati nurani nya jujur banget ya? Haha. Soalnya saya kebanyakan baca fic, dimana karakter Sakuranya lembut-lembut banget. Terlalu jauh dari realita (yaemang sih namanya juga kan fiksi) Belum pernah baca yang karakternya ada semacam "nurani sakura" gitu. A-a-akhir kata… re-review? *mendadak gagap* ]
Mireiga : iyaa ini udah update :)
Ngambang : berisik lu yeee XD
Mako-chan : a-apa? Ka-kamu… lesbi? *menjauh*
Nadialovely : makasih banyak ya nadia-chan ;)
Karimahbgz : sip, ini udah ada.
Haru-kun uchiha : sebenernya…niatnya sih ga bikin sakura 'tajir banget', tapi sepertinya sudah terbentuk image yang seperti itu yah? Heuuh :/
By the way : ini sudah yaaa ;)
Jen ryan : sakura kelas 10. Yahhh sepertinya sih…. Semoga banget deh engga mainstream :/ ini tentang sekuel-prekuelnya plis baca uneg-uneg gue, cek pm :"
