Sama-samar gue mendengar suaranya. Kau bilang apa, Sasuke?

Ah.

Gelap.

.

.

Naruto & All characters belongs to Masashi Kishimoto

Warning : ooc, typos, bahasa tidak baku dan disarankan untuk membaca Pak Ganteng! Dulu.

if you're not mind to read this story just get away from my play ground.

.

.

.

.

.

.

.

"Fashion fades. only style remains the same." —Coco Chanel

.

.

.

.

"Jadi bagaimana?"

"Dia anemia."

"Itachi, kutegaskan sekali lagi. Kalau kau masih nekat menuruti kata-kata Tou-san, walaupun kau kakakku, akan tak akan menahan diri."

"Ada apa sih denganmu sas? Dengan atau tanpa cinta pun kurasa dia atau siapapun tak akan ada yang menolak Uchiha. Lagipula mana mungkin menolak kemauan Tou-san, aku belum ingin mati. Dan lagi, si Sakura ini manis juga."

"Sakura berbeda. Kalau kau tak bisa membuatnya jatuh cinta padamu, menyingkir saja. Dia tak akan bahagia."

"Bukankah kita sedang membicarakan bisnis, Uchiha Sasuke-san? Membicarakan cinta seperti bukan dirimu saja. Kemana harga dirimu? Membicarakan hal abstrak seperti itu."

"Aku lebih baik darimu yang cuma memikirkan uang dan uang."

"Oh lihat, ada pahlawan cinta disini. Aku jelas lebih menjanjikan daripada kau. Kau lihat, kau hanya seorang guru SMA. Christopher Haruno sudah pasti lebih memilih aku daripada kau."

"Aku muak denganmu."

"Tenang saja, Saskey-chan. Dia akan bahagia dengan hartaku. Tak ada yang lebih serasi selain pernikahan keluarga pemilik tambang emas di Konoha dengan pengusaha property sebesar Haruno Group."

"Kau gila Itachi."

"Kau kira kau sendiri bisa membuatnya jatuh cinta?"

"Itu bukan masalah besar."

"Aku khawatir dengan orang macam kau. Melibatkan perasaan dalam urusan bisnis."

"Kau yang gila. Melibatkan bisnis ke seluruh sendi hidupmu. Kau buta Itachi."

"Jika kau memang bisa membuatnya jatuh cinta padamu, kuserahkan seluruh wilayah tambang di negeri ini untukmu."

"Cih. Aku tak butuh itu."

"Kau naïf."

"Keluar dari sini sekarang atau aku yang menyeretmu keluar."

BLAM.

.

.

.

.

.

"I like looking nice, but I always put comfort over fashion. I don't find thin girls attractive; be happy and healthy. I've never had a problem with the way I look. I'd rather have lunch with my friends than go to a gym."—Adele

.

.

.

16.30

Cklek

"Kau sudah sadar?" Sasuke masuk. Gue ga pengen liat lo. Pergi lo jauh-jauh sana.

"Ya, apa yang terjadi?" Basa-basi sedikit itu perlu kan?

"Kau pingsan tadi pagi, anemia. Sudah baikan?"

"Saya tidak apa-apa. Saya ingin pulang."

"Akan kutanya dokter dulu. Rumahmu sudah kutelepon untuk mengabari, tapi tidak ada siapa-siapa. Hanya pelayan." Dibilang juga apa, kaa-san mana tahan di rumah barang sebentar aja. Shion baru pulang jam 6 ke atas.

"Ya, memang tidak ada siapa-siapa."

Cklek.

Seorang perawat datang. "Haruno-san silakan makan dulu dan minum obatnya. Kalau sudah tidak pusing lagi, setelah makan anda boleh pulang. Makanannya saya letakkan disini, jika butuh sesuatu tekan bel saja. Saya permisi."

"Makanlah."

"Ya, pak."

"Kubilang panggil aku Sasuke."

"Baik, Sasuke."

Gimana ya? Agak risih juga sih makan sambil diliatin gini. Aduh Sas, mata lo itu dalem banget. Ga tahan gue.

"Ada apa? Pusing?"

"Tidak. Saya ingin pulang."

"Baiklah. Tunggu, akan kutelepon supirku untuk menjemput di lobby."

Kalau dipikir-pikir, lebay juga ya. Dibawa ke UKS juga cukup. Yah daripada itu… Oh god! Apa selama tidur tadi gue berwajah seperti ini? Tanpa make-up repair dari pagi dan bibir nyaris kering tanpa pelembab?

Fiuh, untung MAC mini make-up kit ini kebawa di tas gue. Yeah, untung gak gue tinggalin di locker.

.

.

.

"Sekolah design New York akan lebih mendukung bakatmu sayang."

"Ya, kurasa New York lebih baik. Anyway, ada yang ingin kubicarakan dengan tou-san."

"Mengenai apa? Fashion showmu?Kau butuh apa untuk mengangkat nama clothing line mu? Kita bisa menyuruh orang-orangku untuk mensponsorimu."

"Bukan. aku akan membuatnya terkenal dengan caraku sendiri, tou-san. yah. tentang bisnismu."

"Ada apa? Kau tidak pernah menanyakan bisnisku kan."

"Lewat skype saja ya. Aku akan sign in dulu."

"Honey maaf, nanti tou-san hubungi lagi. aku harus segera ke main hall."

Cklek.

Mungkin keputusan gue benar. Gue ingin hidup bersama tou-san saja. Walaupun dia sibuk, setidaknya saat weekend dia tetap punya day off. Tapi pindah kesana tidak semudah membalik telapak tangan, gue rasa gue butuh waktu yang lama untuk mempersiapkan ini dan itu. Yah, ini berarti gue juga akan mundur dari olimpiade. Percuma, 2 minggu setelah insiden gue jatuh pingsan, gue benar-benar kehilangan mood di sekolah ini. Semuanya terasa begitu mainstream. Tiap jam pembinaan, gue selalu berhasil lolos dengan seribu alasan. Disaat yang bersamaan, gue juga memikirkan Sasuke. Gue tahu, gue memang jatuh cinta, sepertinya sih. Di mata gue, dia semakin tampan saja. Gue sadar, ketampanannya itu membawa kenikmatan bagi setiap orang yang memandang dia, tapi sekaligus bencana karena kalau gue pacaran dengan dia, itu sama saja merelakan diri gue sendiri buat makan hati tiap saat. Memang sih, gue juga ga mau punya pacar jelek. Yeah, gue bahkan ga tau apa mau gue sebenernya.

Lebih baik fokus ke collab brand gue dengan Kushina dulu, Heltern. Kita akan menggelar ready-to-wear fashion show nya Heltern. Parahnya, Mergee Tower yang disewa Kushina ternyata milik keluarga Uchiha. Ga perlu ditanya, sudah pasti hasil 'pertemanannya' dengan Itachi. Tau gini, mending bilang tou-san untuk dipinjemin salah satu gedungnya deh. Ah, rasanya nyesel udah sok mandiri kalau urusan sewa-menyewa tempat. Karena memang design dan outfitnya sudah dipersiapkan sejak lama, ini jadi tinggal masalah perdalaman konsep, fitting outfit untuk para model, dan dekorasi. Disamping masalah persiapan sekolah ke New York, sudah pasti gue akan sangat sibuk untuk 2 bulan ke depan. Dan dipastikan gue akan sering bolak-balik ke Mergee Tower. Tiba-tiba feeling gue gak enak. Semoga gak ada hal buruk yang akan terjadi.

Anyway, apply letter ini mungkin akan gue serahkan besok saja ke sekolah. Masa konfirmasinya pasti akan lama.

Ya, Sakura Haruno akan sekolah di New York.

.

.

.

.

つづく

[a/n : gomeeeeeeen! saya tiba-tiba inget fic ini. Pas dipikir-pikir lagi, bener-bener lupa alur dan endingnya. Ini singkat banget T.T maaf yah, semoga dengan chapter singkat yang ini bisa ngingetin saya akan endingnya pgts T.T]

akhir kata, review?