[YAOI BaekYeol] -LIKE A STAR- ep.4
written by : babyLU
sudah pernah di post di fp exo fanfiction :)
Andai aku bisa kembali ke waktu dimana kita masih bersama.
Aku berjanji tak akan menyakitimu.
Aku berjanji tak akan pernah meninggalkanmu.
Dan aku berjanji, kelak aku tidak akan malu lagi untuk memberi tahu pada dunia bahwa kau kekasihku.
Orang yang selalu menganggapku bintang paling bersinar, Park Chanyeol . . .
.
.
.
Byun P.O.V
Braaaak!
Aku menendang keras pintu kayu yang bertuliskan 'redaksi koran' menggunakan kaki kananku.
Aku mencoba sedikit mengatur tempo nafasku yang masih menggebu karena berlari saat menuju kemari.
Tenang Baekhyun, kau harus menghadapi masalah ini dengan kepala dingin.
Jangan sampai image murid tampan-cool-cerdas-populer yang selama ini kau sandang terkelupas begitu saja hanya karena kau mengumpat dan berkata kasar. Amit-amit.
Semua pasang mata yang ada di dalam ruangan itu menoleh padaku termasuk sepasang mata milik . . .
Si bodoh Chanyeol?
Dia sudah ada disini? Dengan tubuh lemah berpenyakit miliknya itu mana mungkin dia mampu melawan semua anggota redaksi koran sekolah. Bodoh.
Lihat, dia sekarang malah memasang tampang cengo dengan mata membulat. Terkejut akan kehadiranku.
"byunnie apa yang kau lakukan disini?"
Pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut si bodoh. Tentu saja untuk menghajar siapapun yang menulis artikel tentang kita.
"siapa yang memuat artikel ini"
Aku melempar koran edisi pagi ini kearah mereka. Menatap satu-persatu tampang ketakutan yang melekat pada wajah mereka.
Hening. Tak ada satupun mulut yang terbuka untuk menjawabnya, hingga . . .
"aku . . ."
Aku menoleh pada suara yang terdengar jelas dibelakangku. Seorang yeoja dengan rambut hitam pendek bersandar pada engsel pintu.
Sial, aku lupa jika ketua redaksi sekolah adalah Kim Hyolin.
Yeoja itu berjalan mendekat padaku, menyandarkan sebelah tangannya di bahuku lantas bertumpu padanya. Dia makin mendekat, bahkan aku bisa merasakan hangat nafasnya menerpa belakang telingaku. Aaaarrrgh . . .!
"jadi ini oppa, alasanmu menolakku tempo hari . . ." bisiknya yang membuatku sedikit merinding.
Apa dia berniat membalas dendam mengenai penolakan tempo hari?
Aku memang menolak pernyataan cintanya, bukan karena si bodoh itu tapi karena aku memang tidak menyukai yeoja ini.
Aish tak pernah terbayangkan jika akan serumit ini saat dirimu menyandang predikat murid tampan-cool-cerdas-populer yang di idolakan setiap wanita dan pria.
"ternyata kau . . . gay"
Aku menepis kasar tangannya sedangkan dia malah menyeringai seram. Tenang Baekhyun, jangan panik.
Tarik nafas, hembuskan.
Tarik nafas, hembuskan.
"jaga ucapanmu Hyolin, mana- mana mungkin aku . . gay" gelagapku.
Sebaik apapun aku mencoba untuk tenang tapi tetap saja terasa gugup.
"lalu apa maksud dari foto ini?"
Aku melirik Chanyeol yang melangkah mendekati kami.
"Baekhyun belum pernah ke Planetarium dan dia memintaku untuk menemaninya. Itu hal biasa jika dua orang teman pergi bersama, Jadi kau jangan berfikiran macam-macam"
Aku melemparkan tatapan tajam padanya, jawaban macam apa itu?
Aku memintanya untuk menemaniku? Jelas-jelas dia yang memaksaku.
"teman? Haruskah bergandengan tangan juga? Kalian kelihatan mesra sekali di foto ini"
Telingaku memanas, aaaargh ini semua gara-gara si bodoh itu. Bisa tamat riwayat Byun Baekhyun jika sampai semua orang tau kalau kami memang berpacaran.
"TERSERAH, yang jelas sekarang juga aku ingin kau membuat pernyataan jika artikel yang kau muat ini adalah palsu" tuntutku. Aku ingin semua ini segera berakhir.
"tidak semudah itu oppa. Tidakkah kau sadar jika koran sekolah laku keras saat memuat artikel tentangmu, apalagi mengenai hubungan gelapmu ini. . ."
"brengsek"
Chanyeol menahan tubuhku yang hendak menerkam yeoja di hadapanku. Aku sudah hilang kesabaran.
"ingat Byunnie, dia yeoja" bisik Chanyeol.
"Dulu kau mempermalukanku di depan umum dengan membuang cokelat pemberianku di tempat sampah, bukankah kita impas sekarang"
Beginikah rasanya saat kepalamu di hantam dengan batu? Tiba-tiba saja kepalaku terasam berat.
Sial, ternyata Hyolin mencoba untuk balas dendam.
"maaf"
Aku menoleh pada asal suara berat di sebelahku.
"aku mewakili Baekhyun meminta maaf padamu" ujar Chanyeol mantap.
Si bodoh ini meminta maaf atas hal yang bukan menjadi kesalahannya? Demi aku?
Hyolin tertawa sarkatis.
"heh, bisa saja aku membuat pernyataan jika artikel yang baru saja ku muat adalah hoax. Tapi . . ."
Entah kenapa jantungku menjadi berdebar-debar menunggu ucapan apa yang akan keluar dari mulutnya. Mengerti akan kegugupanku Chanyeol menggenggam erat tangan gemetarku namun buru-buru kutepis.
Bodoh, dia hanya akan menambah Hyolin berfikiran yang macam-macam.
"sebagai gantinya harus ada artikel heboh lainnya"
"maksudmu?"
"akan sangat menghebohkan jika seorang Byun Baekhyun . . . menciumku"
"ANDWAEEEE!" teriak Chanyeol.
Eh? Bahkan aku sendiri yang bersangkutan belum sempat membuat penolakan tapi telah di dahului oleh namja ini.
Hyolin mengernyit heran "kenapa kau yang tidak terima, apa jangan-jangan berita tentang kalian memang benar?"
Aku menggigit bibir bawahku tanpa sadar, bisa kulihat Chanyeol menggelengkan kepalanya memintaku untuk menolak permintaan konyol Hyolin.
Aku tidak mungkin memberikan ciuman pertamaku kepada orang yang tidak kusukai tapi jika aku tidak melakukannya maka image gay akan terus melekat pada diriku.
"aku- aku . . ."
"tidak Baekhyun! Kau tidak boleh melakukannya"
"whhooo pacarmu melarang oppa" Hyolin menyeringai menatapku. Apa yang harus kulakukan tuhan?
Aku menatap mereka berdua secara bergantian lantas memejamkan mataku rapat.
Sudah kubulatkan tekad. Aku berjalan mendekati yeoja itu lantas mencengkeram tengkuknya, mendekatkan wajahnya padaku.
Aku bisa melihat dengan jelas seringai busuk yang terus terukir di bibir cherrynya.
Dia menjentikkan jarinya, meminta salah seorang anak buahnya untuk memotret berita heboh yang segera akan menggemparkan seisi sekolah. Tenang Baekhyun kau tinggal menutup matamu lalu menempelkan bibirmu pada bibirnya dan selesai.
"ANDWAE! Kau tidak boleh melakukannya"
Chanyeol menarik tubuhku menjauh dari Hyolin.
"apa hakmu melarangku?" tolakku.
"jika kau nekat menciumnya aku akan marah padamu" ancam si bodoh ini. Kau pikir aku takut huh?
"memangnya aku peduli jika kau marah padaku. Toh kau bukan siapa-siapa bagiku"
"Byunnie aku pacar- . . ."
Plaaaaak!
Chanyeol menatapku dengan mata terbelalak terkejut, jangan tanya kenapa karena aku sendiri juga terkejut kenapa tanganku malah menampar pipinya.
Sungguh aku tak berniat menamparnya, aku hanya ingin menghentikan ucapannya.
"ma- maaf"
Chanyeol menatapku tajam. Dia menarik tanganku untuk pergi dari tempat ini.
"oppa ini kesempatan terakhirmu, jika kau pergi aku akan menulis berita yang lebih heboh tentang kalian"
Aku menepis kasar tangan Chanyeol. Jika kalian beranggapan aku pengecut, oke aku memang pengecut. Aku terlalu takut jika imageku akan menjadi buruk.
"berhenti mencampuri urusanku Park Chanyeol! Aku hanya ingin menolong image kita"
"memangnya kenapa kalau mereka berfikir jika kita berpacaran? Toh kenyataannya memang begitu"
"aku bukan pacarmu dan berhenti menggangguku. KAU GAY MENJIJIKKAN"
Chanyeol tersenyum pahit. Wajahnya memang mengukir senyum namun bisa kurasakan jika senyum itu mengandung sejuta kesakitan bukannya kebahagiaan. Aku sadar jika ucapanku barusan mungkin telah menyakiti hatinya.
Aku kembali mendekati Hyolin dan bersiap untuk menciumnya.
Dia diam.
Berdiri dia ambang pintu seraya memandang padaku yang tengah memberikan ciuman pertamaku pada Hyolin.
Dari sudut mataku bisa kulihat jika dia membuang muka, tidak ingin melihat adegan yang tengah terjadi di hadapannya.
Dan kini, untuk pertama kalinya seorang Byun Baekhyun merasa menyesal karena telah menyakiti hati seseorang.
.
.
.
RnR pleaseee~ :D
