Title: Love Story In School
Cast: All Member Exo
Pairing: HunHan(Slight KaiHan), KaiDO, BaekYeol, ChenMin, TaoRis, SuLay
Genre: Romance, Humor, School Life
Rated: T
Disclaimer: Semua cast punya Orang tua, Tuhan, dan Entertaiment masing-masing. Dan cerita asli pemikiran saya sendiri.
Warning: Yaoi, AU, OOC jadi sangat beda banget sama aslinya (terutama Kris), Gaje, Alur yang kecepetan, dan temukan kewarningan-kewarningan(?) yang lain.
p.s.= Chap 1 dan 2 lebih menjurus ke humornya. Romancenya akan lebih diperbanyak dichap selanjutnya
Its Yaoi fanfic
.
.
If you hate Cast and Story on this fanfic, please don't read
.
.
No Straight
.
.
-Happy Reading-
.
.
.
Sudah 2 minggu Chen menempati sekolahnya yang baru ini. Sudah 2 minggu pula ia mendapat pembullyan dari sekelompok anak yang 'fenomenal' di kelasnya tersebut. Tapi walaupun ia sering di bully, ia tetap tidak menghiraukannya. Kenapa? Karena Chen tidak tahu bahasa apa yang mereka pakai #gubrakk.
Sekarang saatnya pelajaran olahraga. Chen sedang duduk di kelasnya yang mulai sepi karena teman-temannya secara bergantian sedang ganti baju. Ia juga sedang menunggu Xiumin yang masih makan.
"Hm.. Chen, kajja kita ganti baju. Aku sudah selesai" Ujar Xiumin sambil menaruh kembali bekalnya.
"Ne, kajja hyung"
Akhirnya mereka pun berjalan menuju ruang ganti baju. Saat memasuki ruang ganti, XiuChen melihat ada Kai, Chanyeol dan Lay yang masih berada di ruang tersebut.
"Wah... Ada Baozi dan SpongeChen disini" Kata Kai pada Xiumin dan Chen. Sedangkan mereka hanya berjalan dengan cuek dan mulai berganti baju.
"Hahaha... Kau ingin ganti baju. Boleh juga, aku ingin melihat tubuhmu. Apakah sama kotaknya dengan wajahmu" Ujar Chanyeol langsung.
Chen yang sudah akan membuka bajunya kembali mengurungkan niatnya. Ia kembali menutupi badannya. Xiumin yang mendengarnya hanya menggeram marah.
"Dasar pervert. Sana keluar, kan kalian sudah selesai ganti baju" Geram Xiumin sambil mendorong ketiga namja tersebut dengan kekuatan Baozi Level 4 nya(?).
"Sudahlah Chen, jangan pikirkan mereka. Mereka hanya bercanda kok" Ujar Xiumin pada Chen.
"Gomawo hyung" Ucap Chen.
Chen pun langsung membuka bajunya. Xiumin yang tanpa sengaja meliriknya langsung ber-blushing melihat tubuh tersebut. Chen pun heran melihat Xiumin yang diam saja semejak ia membuka bajunya.
"Hyung, kenapa diam saja. Ayo ganti baju, yang lain sudah menunggu" Ucap Chen menyadarkan lamunan Xiumin.
"Ne. Aish... Kau sangat polos, Chen" Lirih Xiumin
"Hah? Aku belum polos hyung, lihat aku belum membuka celanaku" Ucap Chen sambil menunjuk celananya.
"Ya ya ya ya, tidak usah dikatakan juga!"
Xiumin pun langsung membuka bajunya. Chen yang melihat tubuh Xiumin pun hanya diam saja. Ia hanya melipat-lipat bajunya dengan santai. Kenapa? Karena Chen tidak yadong dan masih murni. Tidak seperti Xiumin #plakk.
"Nah, selesai. Kajja Chen, kita keluar!" Ajak Xiumin. Tapi, tiba-tiba seseorang memegang rambutnya dan mengelusnya pelan. Sedangkan Xiumin, kembali ber-blushing.
"E-eh? Waeyo Chen?" Tanya Xiumin gugup.
"Rambutmu sedikit panjang, hyung. Kau jadi terlihat cantik seperti yeojya, sebaiknya kau potong rambutmu. Sebelum guru-guru itu membotaki kepalamu" Nasihat Chen sambil masih memegang rambut Xiumin.
"Ya ya, kajja kita keluar Chen" Kata Xiumin sambil berlari meninggalkan Chen sendiri di ruang ganti. Chen pun mengikuti Xiumin keluar ruangan.
.
.
.
"Nah, jadi pelajaran untuk kali ini adalah permainan basket. Jadi, kita akan lakukan pembagian kelompok. Kelompok 1 adalah Kai, Chanyeol, Tao, Luhan, Lay dan Yoochun. Dan kelompok 2 adalah Henry, Chen, Suho, Baekhyun, Key dan Minho. Ayo, ayo buat formasi!" Seru Choi Seonsaengnim, guru olahraga mereka.
Semua nama yang disebutkan pun mengambil formasi masing-masing.
"Huh, curang. Masa kelompok 1 anggotanya rata-rata tinggi, sedangkan kelompok 2 anggotanya 'kurang tinggi'" Keluh Minho. Semua anggota kelompok 2 –minus Minho– menatap Minho tajam.
"Maksudmu kami pendek, begitu?" Tanya Suho tajam. Minho hanya menunjukkan jari berbentuk tanda 'peace'.
"HWAITING?! LUHAN HYUNG SARANGHEYO!" Teriak seorang namja yaitu, Sehun.
Semua anak-anak kelas X-6 langsung menatapnya heran. Kecuali Luhan yang ber-blushing ria. Bahkan Choi Seonsaengnim juga menatap Sehun heran.
"Hey, bihun(?). Mengapa kau disini? Bukannya kelasmu sedang ada jam pelajaran sekarang?" Teriak Kai dari jauh. Sehun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehehe... Tidak kok, aku hanya mau ke toilet. Annyeong~" Pamit Sehun sambil melesat pergi meninggalkan murid-murid yang masih melongo.
"Bukannya toilet laki-laki ada di sebelah kelasnya ya? Kenapa ia malah berlari ke toilet perempuan?" Tanya Xiumin heran.
"Sudahlah jangan di pikirkan. Lebih baik kita mulai pertandingan ini..." Seru Choi Seonsaengnim.
Setelah mengatur formasi, kelompok 1 dan 2 pun mulai bersiap. Pluit dibunyikan, Chanyeol segera mengambil bolanya dan menggiringnya menuju ring lawan. Minho berusaha menghalau Chanyeol yang sedang menggiring bola menuju ringnya. Tapi, bola tersebut malah berpindah ke tangan Suho.
"Yeeeey... Dapat!" Seru Suho senang. Sedangkan Chanyeol hanya mendengus kesal.
"Kajja..., cepat-cepat!" Teriak Baekhyun tak sabaran. Suho segera menggiring bolanya menuju ring lawan, tapi...
BRUK
Sebuah kelereng sedang menggelinding ke arahnya. Lalu, ia pun menginjaknya dan akhirnya terjatuh dengan posisi tak elit. Kai yang melihat ada kesempatan langsung mengambil bola tersebut dan menggiringnya.
"Aish.. Suho hyung, kau tak apa-apa?" Tanya Chen khawatir sambil membantu Suho berdiri.
"Tak apa-apa Chen-ah, kajja kita rebut bolanya!"
Permainan pun berlanjut. Kai yang sedang menggiring bolanya tiba-tiba dihadang oleh Henry. Henry berusaha merebut bola dari tangan Kai, tapi karena tinggi badan Henry yang lebih pendek dari Kai membuatnya susah untuk merebut bola.
"Aish... Kau tinggi sekali Kai-ah!" Seru Henry sambil berusaha merebut bola dari tangan Kai.
"Salah kau kenapa pendek, ge. Makanya jangan makan mochi terus..." Ujar Kai sambil menggiring bolanya lebih cepat.
Saat Kai ingin melempar bolanya, tiba-tiba bolanya tidak jadi memasuki ring karena dorongan seseorang. Ternyata Minho yang mendorong bola tersebut. Bola tersebut terpental-pental menuju seseorang.
"CHEN! AWAS DIBELAKANGMU?!" Teriak Xiumin histeris.
Chen pun menoleh dan...
DUKK
Bola tersebut pun mengenai kepala kotak(?) Chen dengan sangat keras. Chen memegang kepalanya yang sangat sakit. Tiba-tiba tubuh Chen ambruk ke tanah. Semua murid yang ada disana langsung terkejut. Terutama Xiumin.
"CHEEEN?!" Teriak Xiumin. Ia pun langsung menghampiri tubuh Chen yang tergeletak di tengah lapangan. Minho dan teman-teman lainnya juga ikut mengerubungi Chen.
"Chen, irreona, irreona!" Seru Xiumin sambil mengguncang-guncangkan tubuh Chen yang pingsan.
"Kajja, kita bawa ke UKS" Ujar Minho sambil menggendong tubuh Chen. Biar bagaimana pun, Minho tetap saja pelaku pelemparan bola tersebut.
.
At UKS
.
"Aish.. Chen palli irreona. Kau tidak apa-apakan? Bangunlah Chen, kumohon" Lirih Xiumin sambil memegangi tangan Chen. Minho yang melihat kedua orang tersebut merasa bersalah, karena telah membuat Xiumin sedih. Tapi, yang membuat Minho kasihan adalah Xiumin memperlakukan Chen layaknya orang yang sudah meninggal.
"Chen.. Aish, Yak! Minho, ini semua salahmu?!" Teriak Xiumin pada Minho. Minho pun terkejut sampai ia jatuh dari kursi tempat ia duduk.
"Karena lemparan bolamu, Chen jadi pingsan. Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan kepalanya. Bagaimana jika kepalanya bocor? Bagaimana jika ia hilang ingatan? Bagaimana jika ia trauma? Dan yang paling parah, bagaimana kepala kotaknya berubah menjadi segitiga?" Cerocos Xiumin panjang lebar. Minho hanya melongo.
"Ya, ya aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab. Jika hanya terbentur bola basket kepalanya akan baik-baik saja, tidak akan bocor atau lupa ingatan. Tapi, jika kepalanya berubah jadi segitiga bukannya itu lebih bagus"
PLETAK
Minho mengelus kepalanya yang dijitak oleh Xiumin. Xiumin menatapnya tajam, seolah-olah arti tatapannya adalah 'berani kau rubah kepala Chen, akan kurubah kepalamu jadi trapesium(?)'. Minho menelan ludah gugup.
"B-baiklah, jika kepala Chen menjadi segitiga akan kuubah lagi kepalanya jadi kotak kembali. Dengan cara melemparnya bola basket lagi.." Ujar Minho. Xiumin menggangguk.
Tapi, Chen yang pingsan kenapa malah kepalanya yang diributkan -_-
_00OEXOO00_
Terlihat seorang namja tinggi berkulit Tan di sebuah ruang ganti. Ya, ia adalah Kai. Ia sedang terduduk di pojok ruangan. Sepertinya ia sedang sakit. Sedari tadi ia terus memegangi kepalanya yang berdenyut. Tak lama kemudian datanglah namja tinggi berkulit seputih susu.
"Lalala~~ Eh? Ada Kai? Sedang apa kau?" Tanya namja tersebut.
Kai masih memegangi kepalanya, "Aniyo Sehun, kepalaku sakit sekali" ujarnya.
"Omo.. Mau ku antar ke UKS. Kajja, kita kesana" Ucap Sehun sambil membantu Kai berjalan. Mereka memang sahabat sejati.
.
At UKS (lagi)
.
"Annyeong~, Xiumin hyung, Minho hyung, Chen hyung. Eh, ada Luhan hyung dan Kyungsoo hyung juga.." Sapa Sehun saat memasuki ruang UKS.
"Ne, annyeong Sehun-ah" balas mereka –minus Chen-
Sehun segera membaringkan tubuh Kai ke kasur. Kyungsoo yang melihat namja chingunya tersebut, segera menghampirinya.
"Omo.. Kai-ah, ia kenapa Sehun?" Tanya Kyungsoo khawatir.
"Mollayo, katanya kepalanya pusing" Jawab Sehun yang sedang menimbang berat badan. "Mwo? Aku naik 5 kg?"
Semua -minus Chen- hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan magnae tersebut. Luhan pun menutup laptop yang sedang dimainkannya. Ia menghela nafas.
"Kenapa tidak kau 'kerok' saja?" Saran Luhan.
Sehun mengernyitkan dahinya bingung, " Apa itu 'kerok'?" Tanya Sehun merasa tidak familiar dengan kata tersebut.
"Nanti akan kujelaskan. Mungkin Kai hanya masuk angin, jadi kau kerok saja.."
"Huft… Baiklah" Sehun berjalan ke tempat tidur Kai. Perlahan, ia mengguncangkan tubuh Kai pelan dan mendekatkan mulutnya ke telinga Kai.
"Kai, irreona. Kajja kuobati.." Kai yang merasa terganggu dengan bisikan setan eh Sehun maksudnya langsung terbangun dan mendudukan dirinya di atas tempat tidur.
"Waeyo?" Tanya Kai dengan suara khas orang bangun tidur dan mata setengah tertutup.
Sehun menarik nafas dan.. "KAJJA KUOBATI AGAR KAU TIDAK PUSING LAGI. Dasar tuli" Teriak Sehun tepat ditelinga Kai. Alhasil Kai terlonjak kaget hingga dirinya terduduk tegap.
Sehun menghela nafas. Dengan semangat ia melompat ke belakang Kai, bersiap untuk mengeroknya. Tapi, sedetik kemudian ia terdiam.
"Luhan hyung… Bagaimana caranya mengerok?" Tanya Sehun dengan wajah polosnya.
"Jadi pertama-tama kau harus membuka baju Kai terlebih dahulu. Tapi jangan seluruhnya, bagian punggungnya saja yang terlihat. Lalu kau olesi punggungnya dengan minyak. Misalnya minyak angin atau minyak untuk anak bayi, jangan minyak untuk memasak. Setelah itu kau gesekkan sebuah koin pada punggung Kai hingga punggungnya berwarna merah. Arraseo?" Jelas Luhan panjang lebar.
Sehun menganggukkan kepalanya, tanda ia mengerti. Segera ia membuka baju Kai dan melemparnya kesembarang arah. Luhan dan Kyungsoo yang melihatnya hanya memberikan tatapan aneh pada mereka berdua. 'Huh.. Mereka seperti ingin melakukan 'itu' saja' Pikir mereka berdua.
Tiba-tiba…
SRET
Entah karena Sehun yang terlalu semangat atau baju Kai yang terbuat dari bahan yang kurang bagus, terdengar suara sobekan dari baju Kai.
"Hun-ah, suara apa itu?" Tanya Kai penasaran.
Sehun mulai berkeringat dingin. Ia harus menjawab apa? Tapi, karena Sehun adalah anak yang polos + jujur, jadi ia memutuskan untuk jujur. Sewaktu SMP, ia selalu diajarkan oleh gurunya untuk berlaku jujur walaupun itu susah ataupun berat. Hmm… Bagus. Tirulah sifat Sehun yang ini..
"Hehehe…. Bajumu sobek, Kai" Jawab Sehun jujur. Kai yang mendengar jawaban Sehun yang polos tersebut hanya menunjukkan wajah kesalnya.
"Huh… Kau selalu begitu. Kau pernah menyobek bukuku hingga berkeping-keping. Kemarin kau membuatku tertimpa 2 kursi sekaligus dan membasahi bajuku dengan cat warna. Sekarang, kau membuat baju olahragaku sobek #poor Kai. Huft… Baiklah aku maafkan, aku sedang tidak mood untuk marah hari ini" Ujar Kai sambil mengambil bajunya yang terlempar untuk menutupi daerah dada dan perutnya.
Sehun hanya tersenyum tidak jelas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia pun langsung mengambil minyak tawon(?) yang ada di rak dan mengolesinya keseluruh bagian punggung Kai.
"Umm.. Kai, apa kau punya uang koin?" Tanya Sehun
Kai langsung melempar koinnya dan ditangkap dengan sigap oleh Sehun.
"Pelan-pelan ya, Sehun" Peringat Kai. Sehun mengganguk dengan semangat. Pertama-tama Sehun mengeroknya dengan pelan dan lembut, bahkan hamper tidak terasa. Kai mulai mengeluh.
"Aish.. Lebih keraslah sedikit! Itu tidak terasa"
"Ne, cerewet!"
Sehun mulai mengerok lagi. Tapi, karena Sehun yang kelewat semangat bahkan melebihi 'Semangat 45', ia mulai mengeroknya lebih keras, keras dan…
"AAAAAAWWWW…. APPO?!" Teriak Kai keras hingga membuat semua orang disana terlonjak kaget. Bahkan Chen yang sedang pingsan jadi terbangun karena suara Kai. Dan itu membuat Xiumin heboh sendiri.
"Woooaaa… Chen kau bangun?" Seru Xiumin histeris. Sedangkan Chen masih berusaha mengumpulkan nyawanya.
Ok, back to SeKai. Sehun ber-smirk ria mendengar suara teriakan Kai yang cetar membahana. Katanya jangan pelan-pelan, giliran keras malah kesakitan. Dasar…
"Waeyo? Sakit ya? Sebentar, sedikit lagi akan selesai…" Ujar Sehun santai. Ia pun mempercepat kerokannya. Hal itu membuat Kai menggigit bibirnya karena kesakitan. Luhan dan Kyungsoo saja merasa kasihan melihat keadaan Kai.
"Nah, Finish!" Seru Sehun puas. Ia pun melihat koin yang habis dipakainya untuk mengerok Kai. Sedetik kemudian ia langsung cemberut dengan ekspresi yang menggemaskan.
"Yah.. Koinnya berubah warna jadi hitam. Padahal tadi kan masih bening. Sudah tidak terpakai lagi" Keluh Sehun sambil melempar koinnya sembarah arah dan kebetulan mengenai kepala Chen yang belum berhasil mengumpulkan nyawanya. Alhasil, Chen tertidur kembali.
"Chen.. Kenapa tertidur lagi. YAK! Oh Sehun?! Kau membuat Chen tertidur lagi. Padahal aku masih ingin bercerita banyak kepadanya" Pekik Xiumin kesal. Sehun hanya tersenyum polos sambil menunjukkan tangannya yang berbentuk 'peace'.
"Mianhae hyung, aku tidak lihat tadi" Kata Sehun. Xiumin hanya mendengus kesal. Hampir saja ia mengeluarkan kekuatan Baozi level 12 (?) nya.
"Aish… Bihun, punggungku sakit sekali. Mungkin punggungku sekarang langsung putih karena kau" Seru Kai kesal.
Sehun membulatkan matanya, "Jinjja? Baguslah kalau begitu. Kalau perlu, aku akan mengerok wajahmu sekalian supaya putih. Hahaha…." Semua orang di ruangan tersebut –minus Chen– tertawa keras. Bahkan Xiumin melupakan kekesalannya pada Sehun.
"Hahaha… Kau benar Sehun-ah. Supaya fansnya bertambah banyak Hahaha…" Kata Kyungsoo yang sedari tadi hanya diam.
Kai hanya mendengus sebal mendengar namja chingunya sendiri ikut-ikutan mengejeknya. Ia pun segera memakai bajunya yang sobek(?) dan merapihkannya. Segera Kai menarik Kyungsoo keluar ruang UKS.
"Yaah… Mereka berdua malah pergi. Tidak asyik lagi…" Ujar Minho yang dari tadi hanya terdiam saja.
Luhan yang melihat pemandangan tersebut langsung menghentikan tawanya. Sebersit rasa cemburu merasuki hatinya. Ia akui sampai sekarang ia masih menyukai ah maksudnya mencintai Kai. Walaupun Kai sudah mempunyai seseorang yang telah mengisi hatinya seseorang. Ia jadi ingat kejadian waktu itu.
-Flash Back-
Luhan POV
"Haah… Akhirnya selesai juga"
Aku menghela nafas lega melihat hasil kerjaku sendiri. Sebuah kain berwarna biru lembut dengan gambar bentuk segi enam membentuk kata 'EXO' berwarna pink. Menurutku tidak buruk juga.
Aku segera melipatnya dan memasukkannya ke kekantong bajuku. Lalu, aku segera berjalan keluar dari kelas yang sudah sepi karena penghuninya telah pulang 2 jam yang lalu. Aku sengaja membuat ini untuk sahabatku, Sehun. Pasti ia akan senang. Oh ya jam berapa sekarang. Hmm… Jam 5 sore. Aku segera mempercepat langkahku keluar dari sekolah ini.
Dari jauh aku melihat sesosok namja tinggi dengan senyum lebar menghampiriku. Aku menajamkan penglihatanku. Ternyata itu Chanyeol atau biasa aku dan Baekhyun memanggilnya SD (es-di). SD adalah singkatan dari Suara yang di Download. Mengapa begitu? Karena suara dengan wajahnya sangat berbeda jauh. Pertama kali bertemu Chanyeol, ia sangat imut. Bahkan aku berpikir jika ia didandani seperti yeojya maka akan sangat cantik karena wajah imutnya.
Tapi, ternyata semua pikiranku tentang dia buyar setelah mendengar suaranya yang berat. Aku tidak percaya mendengarnya. Segera saja aku bertanya:
"Umm… Chanyeol-ah, apakah itu suara aslimu?"
"Ne, tentu saja. Ada masalah?"
"Apa benar kau tidak men-download suaramu?"
"Enak saja. Ini suara asli tahu, malah aku berpikir wajahmu yang di Download hingga menjadi baby face seperti sekarang"
Eh, kenapa aku malah bercerita tentang Chanyeol ya? Tujuanku mem-flash back, kan hanya mengingat pertemuanku dan Kai. Baiklah, akan kuceritakan.
"Hey babi fes, sedang apa kau disini?" Tanya SD itu.
"Sedang membuat kejutan untuk Sehun. Tapi jangan panggil aku seperti itu, dibacanya baby face bukan babi fes.." Ucapku tidak terima. Dia aneh-aneh saja.
"Terserah kaulah, apakah kau mau pulang? Kajja, aku juga ingin pulang.." Ujar Chanyeol sambil merangkulku. Aku pun mengikuti langkahnya yang panjang itu. Temanku yang satu ini memang unik.
Dari jauh aku melihat namja tinggi berkulit gelap berjalan berlawanan arah denganku dan Chanyeol. Ia membawa plastic di tangan kanannya yang berisi ikan Lohan. Huh.. Nama ikan itu menyamai namaku saja. Tapi kami berbeda. Ikan itu berjidat jenong(?) sedangkan aku rata. Mungkin ikan itu banyak pikiran, ia pasti memikirkan kapan ia akan kawinkan, kapan ia pertama kali berciuman dengan ikan lain dan punya anak berapakah nanti setelah dikawinkan. Eh? Kenapa pemikiranku bisa sejauh ini. Sudahlah, lupakan tentang ikan itu. Yang terpenting sekarang adalah namja berkulit gelap itu.
"Hey bro, what's up?" Seru namja itu sambil meninju pelan bahu Chanyeol.
Chanyeol tersenyum lebar, "Ne. Sedang apa kau dengan ikan lohan itu?"
"Untuk aku rawatlah, jika ia sudah besar nanti akan aku lepaskan ke laut" Jelas Namja itu. Ia pun melihatku sebentar dan menoleh ke Chanyeol.
"Siapa dia?" Tanya Namja itu sambil menunjukku.
"Ohh.. Dia, dia adalah temanku. Luhan, perkenalkan ini temanku Kai"
Kai menjabat tanganku dan tersenyum lembut. Tampannya… Kenapa tiba-tiba pipiku memanas ya melihat senyumannya.
"Kim Jongin Imnida. Biasa dipanggil Kai"
"Xi Luhan Imnida. Biasa dipanggil Luhan"
Aku tersenyum. Sepertinya aku mulai menyukai sosok seseorang yang baru kukenal sore ini.
Luhan POV End
-Flash Back End-
Luhan menghela nafas berat. Ia kemudian berjalan keluar dari ruang UKS mengikuti pasangan KaiDo. Sehun yang melihatnya kemudian menghentikan tawanya. Ia menundukan kepalanya dalam dan mulai bernyanyi…
Ku berlari kau kepeleset
Ku berjalan kau tersandung
Ku menyebrang kau tertabrak
Ku pergi kau kesasar
Kucoba untuk menyelam tapi kaunya malah tenggelam
Memang engkau selalu sial...
Setelah menyanyikan itu, kemudian ia pergi menyusul Luhan. Minho dan Xiumin yang masih di dalam ruangan itu hanya menatap bingung 4 orang yang sudah pergi itu.
"Mereka kenapa?" Tanya Xiumin heran. Minho hanya mengendikkan bahunya. Kemudian ia melihat jam tangannya, "Omo… Aku harus pergi sekarang. Mian hyung.."
Xiumin mendengus kesal karena satu persatu teman-temannya pergi meninggalkannya. Ia pun kembali duduk disamping Chen.
"Ternyata saat tidur, kau terlihat tampan Chen~" Lirih Xiumin sambil memegang pipi Chen yang sedang tertidur dengan damai.
Xiumin mendengar bel yang sudah berbunyi manandakan bahwa murid-murid boleh pulang. Ia beranjak dari tempat duduknya.
"Chen, aku ingin ke kelas mengambil tasmu dan tasku. Kau tunggu disini ya.." Ujar Xiumin sambil mengusap-usap kepala Chen.
Xiumin berjalan keluar ruangan dan tinggalah Chen yang sedang forever alone.
_OOoEXOoOO_
Terlihat seorang namja manis dengan dimple dipipinya di sebuah ruangan. Ia meliukkan tubuhnya lincah kesana kemari sesuai iringan lagu. Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok namja pendek berkulit putih yang menghampiri namja ber-dimple tersebut.
"Mau apa kau kemari, Suho-ah?" Tanya namja ber-dimple tersebut sambil mematikan alunan lagu yang sedang diputarnya.
"Tentu saja melihatmu menari, Lay.." Jawab namja yang dipanggil Suho tersebut. Lay pun mendudukan dirinya disamping Suho sambil meraih handuk yang dibawanya.
"Berapa hari lagi kompetisi dancemu akan dimulai?" Tanya Suho.
"2 minggu lagi" Jawabnya singkat.
Suho hanya mengganguk-angukan kepalanya tanda ia mengerti. Tiba-tiba ia mengangkat kepalanya, seperti mengingat sesuatu.
-Flash Back-
Suho hendak membereskan peralatannya sebelum pulang. Tapi, sebuah kertas pink terselip di tasnya. Segera ia membukanya dan tulisannya adalah…
'Cuhoo Loph Cingie polepel'
(Dengan hiasan lope-lope disekitarnya)
Suho hanya menggelengkan kepalanya, memaklumi anak-anak iseng yang mungkin menulisnya. Tapi yang tidak Suho percayai adalah apakah benar Lay menyukainya? Apakah benar anak dari anggota kelompok yang suka membully Chen dengan bahasa bilingual itu, menyukai Suho?
Haah… Tidak dapat dipercaya. Suho menyimpan kertas tersebut dikantongnya dan berjalan keluar kelas.
-Flash Back End-
Suho dengan malu-malu menepuk pundak Lay, membuat sang empunya menoleh kearahnya.
"Waeyo?" Tanya Lay heran. Suho menyerahkan kertas tadi pada Lay. Lay menatapnya lama hingga akhirnya ia menyerahkan lagi pada Suho.
"Menggelikan sekali.." Komentar Lay. Suho hanya mengangguk tanda setuju.
Ia pun menarik nafas panjang, "Apakah benar, kau menyukaiku?" Tanya Suho sambil menatap mata Lay.
Lay tidak menjawab pertanyaan Suho. Ia malah membereskan peralatannya dan berjalan ke pintu ruangan. Sebelum melangkahkan kakinya keluar, ia membalikkan badannya dan menatap Suho dalam.
"Jika kubilang ya, bagaimana?" Ujar Lay hingga akhirnya ia menghilang dibalik pintu. Sedangkan Suho, ia masih mencerna perkataan Lay barusan.
.
.
.
"Luhan hyung~ tunggu!" Teriak Sehun dari kejauhan. Luhan menoleh menatap namja putih tersebut.
"Wae Sehun-ah?" Tanya Luhan pelan. Sehun memegang pundak Luhan lembut. Ia sedikit melirik para fujoshi yang sedang memekik tertahan di balik semak-semak.
'Dasar pengganggu' batin Sehun.
"Waeyo Sehun?" Tanya Luhan dengan suara cukup keras. Sehun kelagapan.
"Eh, i-iya, tad-tadi kenapa kau tiba-tiba keluar hyung?" Tanya Sehun mulai Stay Cool. Luhan menghela nafas.
"I-itu – "
"Jangan bilang karena KaiSoo lagi…" Potong Sehun. Luhan tersentak kaget. Sehun menarik pundak Luhan dan sedikit mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan.
"Dengar ya hyung, kuingatkan sekali lagi Kai sudah mempunyai kekasih yaitu Kyungsoo hyung, Dio hyung atau apalah itu. Jadi jangan kau ganggu hubungan mereka berdua yang sudah terjalin sangaat harmonis. Walaupun mereka baru jadian sekitar 2 hari lalu, tapi tetap saja kau tidak boleh membuat hubungan mereka retak" Peringat Sehun sambil menatap mata Luhan dalam.
"N-ne, aku tahu Sehun-ah. Mianhae…" Ucap Luhan sambil menunduk. Sehun memutar bola matanya.
"Kyungsoo hyung atau Dio hyung itu baik kepadamu, jadi jangan buat dia sedih karenamu. Aku tahu kalian telah berteman baik" Nasihat Sehun. Luhan kembali mengganguk. Ia merasa Sehun lebih dewasa dibandingkan dirinya. Padahal ia dan dirinya masih lebih tua dirinya.
"Baiklah hyung, sekali-kali kau pindahlah dari Kai atau bahasa kerennya Move On dari Kai si Bibir setebal kasur(?) itu" Ujar Sehun sambil mengacak-acak rambut Luhan lembut dan mencium keningnya. Sedetik kemudian terdengar suara pekikan tertahan.
"Kyaaa – mmmmpffh"
Sehun mendengus kesal. Kemudian ia meninggalkan Luhan sendirian di tengah koridor yang mulai sepi.
"Baiklah mungkin aku harus Move On dari Kai dan pindah ke Sehun. Aku akan berjuang. Hwaiting Luhan~" Ujar Luhan menyemangati dirinya sendiri. Kemudian ia berlari kecil menuju kelasnya sambil tersenyum bahagia.
_OOoEXOoOO_
"Taonnie~ Kajja kita pulang bersama…" Ajak seorang namja manis pada namja bermata panda yang sedang sibuk dengan peralatannya.
"Mian ge, aku sedang ada tugas jaga hari ini~" Kata Tao dengan mata polosnya. Baekhyun akhirnya mendesah pasrah.
"Yaah… Tao. Padahal aku ingin menembak si SD besok"
"Hah? Memangnya gege seme?" Tanya Tao sambil memiringkan kepalanya. Baekhyun mengernyitkan dahinya heran.
"Sekali-kali uke yang menembak tidak apa-apa kan, Panda~. Lagipula aku tidak tahan melihat kelemotan otak mesum Chanyeol" Jawab Baekhyun sambil mencubit pipi Tao gemas. Tao meringis kesakitan.
"Memangnya gege ingin memberinya apa?" Tanya Tao penasaran. Baekhyun terlihat berpikir.
"Mungkin coklat. Chanyeol sangat suka coklat" Ucap Baekhyun sambil menerawang. Tao hanya mengganguk-anggukkan kepalanya.
"Aku sebenarnya juga ingin memberi Kris gege sesuatu" Ujar Tao sambil tersenyum.
"Eh? Kris? Gege?" Kata Baekhyun heran mendengar kejanggalan dalam kata-kata Tao. Tao yang mendengar perkataan Baekhyun langsung kelagapan.
"E-eh? Maksudnya Kris seonsaengnim" ralat Tao cepat.
"Kudengar kau ingin memberikan Kris Seonsaeng sesuatu. Oooh… Uri Tao sudah besar eoh?" Ujar Baekhyun sambil tetap tersenyum jahil.
"I-itu, aish.. Sudahlah aku ingin bersiap-siap" Seru Tao sambil berlari keluar kelas. Baekhyun hanya tertawa nista(?). Kemudian ia menyambar tasnya dan berjalan keluar kelas.
"Hmm… Aku memasak di klub memasak saja ya" Lirih Baekhyun pelan. Akhirnya ia berjalan menuju club memasak untuk membuat coklat.
-TBC-
Author's Curcol Area:
Haah… Akhirnya finish juga. Ga nyangka ada yang suka FF gaje ini. Padahal pernah mikir mungkin ni ff bakalan ga ada yang suka. Apalagi humornya terlalu gaje dan pasaran. Huwee… Disini hampir ga ada TaoRis sm BaekYeol mommentnya. Maafkan saya wahai Taoris dan Baekyeol Shipper T_T
Chap depan AKAN diusahakan dibanyakkin semua moment pairingnya. Baru akan lho, belum beneran #ditendang exotics. Di Chap ini SuLaynya juga baru muncul…
Ok, ga usah banyak Bacon(?), mari kita balas review:
: Waw… Sangat singkat dan padat. Gomawo chingu~ Review lagi ne?
EarthTeleport: Mwo? Malam-malam ketawa? Jangan deh nanti dilempar piring sm tetangga #plakk, Hehehe… Boong ding. Jinjja? Gomawo~ Ok, akan diusahain, asalkan banyak yang Review.
Gomawo chingu~ Review lagi ne?
lisnana1: Jinjja? Iya, aku juga sering ketawa kl ngebaca FF aku sendiri #lah. Lirik lagu yang tiba-tiba berubah itu dapet inspirasinya waktu aku sm Dongsaeng aku lg bwt lagu dari Cakra Khan terciptalah lirik tersebut #curcol. Kl Antonimnya Kris terinspirasi waktu ngeliat video antonim 'ngapak cilacap' di Youtube. Insya Allah HunHannya bakalan dibanyakin.
Ini udah dilanjut kok. Gomawo~ Review lagi ne?
siscaMinstalove: Hahaha… Iya, ya poor Kris. Itu terinspirasi dari video antonim 'ngapak cilacap' yang ada di Youtube. Mwo? Mikir yang enggak-enggak? Kan ada warningnya 'Jangan Yadong' di bold lagi… Tao emang polos ky anak kecil
Gomawo~ Review lagi ne?
Oh Hyunsung: Oh ya? Aku juga suka ngakak ngebaca FF sendiri #lah. Lagu CakraKhan itu terinspirasi dari aku sm Dongsaeng aku lg bwt lagu dari CakraKhan dan.. terciptalah lirik tersebut #curcol. Kl Antonim terinspirasi waktu nonton video antonim 'ngapak cilacap' di Youtube.
Gomawo~ Review again ne?
Tania3424: Waah... Subuh2 ngakak? Awas digeplak sm ortu lho #plakk. Hehehe... Gak ding bercanda ^_^ V
Ok, ini dah dilanjut. Gomawo~ Review again ne? :)
ajib4ff: Iya... Jinjja? Makasih ya chingu...
Iya, Tao memang aku bikin kepribadiannya ganda. Soalnya bosen ngeliat Tao polos2 terus. Sekali-sekali berbeda lah...
Si Kris juga bisa dikonyolin ya... Soalnya Kris yg dingin dan angkuh itu dah biasa kl yang ini luar binasa #ehh
Iya gomawo ya sudah Review. Review lagi ne? :)
putriii:Iya dong, aku juga ga setuju kl Luhan sm Kai, tp tenang Luhan sm Sehun bakalan bersatu kok. Tenang aja~
Hehehe... Lagu cakrakhan itu terinspirasi wkt aku sm dongsaeng aq bikin lagu, jadinya begitu deh... Kl antonim itu emang aku terinspirasi wkt nonton Video antonim 'ngapak cilacap', km nonton yg itu bukan?
Tao emang bener2 dah tuh anak... Si Kris ngenes abis...
Iya mereka pk bahasa campuran, namanya Bilingual
SuLay udah ada tuh #nunjuk atas. Tp dikit sekali. Maafkan aku...
Ini dah dilanjut. Review lagi ne? :)
Big Thanks ya untuk semua Reader...
