Title: Love Story In School

Cast: All Member Exo

Pairing: HunHan(Slight KaiHan), KaiDO, BaekYeol, ChenMin, TaoRis, SuLay

Genre: Romance, Humor, School Life

Rated: T

Disclaimer: Semua cast punya Orang tua, Tuhan, dan Entertaiment masing-masing. Dan cerita asli pemikiran saya sendiri.

Warning: Yaoi, AU, OOC jadi sangat beda banget sama aslinya (terutama Kris), Gaje, Alur yang kecepetan, dan temukan kewarningan-kewarningan(?) yang lain.

p.s.= Di Chapter ini, humor dikurangi dan akan dibanyakan Romance…

Its Yaoi fanfic

.

.

If you hate Cast and Story on this fanfic, please don't read

.

.

No Straight

.

.

-Happy Reading-

.

.

.

Seorang namja manis terlihat sedang melakukan sesuatu di dapur yang ada di klub memasak. Ia sedang mengaduk-aduk adonan berwarna coklat yang sedang dipegangnya. Sesekali ia bersenandung kecil.

"Lalalala~~~ Ah sudah selesai. Tinggal dicetak dan dimasukkan kedalam kulkas. Lalu, jadilah coklat buatan Byun Baekhyun yang paling enak dan manis… Walaupun banyak rintangan saat membuat coklat ini" Serunya. Ia pun menuang adonan tersebut kedalam cetakan berbentuk beruang dan hati yang berukuran cukup besar. Setelah itu, ia memasukan cetakannya kedalam kulkas.

Sembari menunggu, ia pun mendengarkan sebuah lagu dari I-podnya sambil menuliskan sesuatu pada selembar kertas putih polos.

"Setelah itu salin ke kertas berwarna biru tua lalu dihias sebagus mungkin. Haah… Semoga ini berhasil" Gumamnya. Beberapa menit kemudian, ia menghentikan kegiatan menulisnya.

"Aish… Susah sekali membuatnya…Mungkin ini adalah resiko orang yang sedang jatuh cinta" Keluhnya sambil mendengus sebal. Asal kalian tahu, Baekhyun tidak pernah sekalipun menulis sesuatu yang berbau bahasa. Seperti, surat, cerita, puisi dan lain-lain. Baekhyun juga tidak pernah mendapat nilai diatas 80 pada pelajaran Bahasa.

Baekhyun amat benci dengan pelajaran yang super ribet itu –menurut Baekhyun–. Menulis sesuai tata bahasa, mendengarkan dengan teliti, membaca agar mendapat informasi dan beberapa tetek bengek yang akan kalian pelajari selama pelajaran Bahasa. Selama pelajaran tersebut, ia hanya menyontek pada Luhan jika ia diberi tugas oleh gurunya. Ckckck… Jangan ditiru ya…

Tapi, kenapa malah pelajaran Bahasa yang dibahas? Itu karena Baekhyun ingin membuat surat untuk seseorang dengan EYD yang tepat (jika bahasa Indonesia) dan Grammar yang benar (jika bahasa Inggris) serta Antonim yang diajarkan oleh Kris seonsaengnim (ingat Chap 1).

Tapi, semua itu tidak bisa ia lakukan mengingat pelajaran bahasa yang selalu mendapatkan nilai dibawah rata-rata #poor Baekhyun. Tapi, ia bertekad akan menulis surat tersebut dengan bantuan 'Buku Panduan Menulis Dengan Benar' yang dipinjamnya dari perpustakaan.

"Akhirnya finish juga…" Ujar Baekhyun lega. Walaupun ada sedikit kesulitan dalam membuatnya. Segera ia mengeluarkan coklat dari kulkas dan menyiapkan bahan untuk menghias coklat tersebut.

Baiklah, kita biarkan Baekhyun yang menghias coklatnya. Nanti, kita lihat hasilnya jika sudah selesai.

_OOoEXOoOO_

At UKS

Chen membuka matanya, membiasakan cahaya lampu yang memasuki retinanya. Ia melihat kesekeliling ruangan. Sepi. Itulah kesan yang ia dapat saat melihatnya. Ia pun mendudukan dirinya di tempat tidur. Ia kembali mengingat kejadian yang membuat ia berada di ruangan ini.

Saat sedang memperhatikan kearah lain, ia mendengar Xiumin berteriak histeris. Saat ia menoleh kebelakang, sebuah bola basket yang besar menghantam kepalanya atau lebih tepatnya dahinya hingga ia pingsan ditengah lapangan. Tunggu, kepala?

Chen pun memegang kepalanya. Kemudian ia menghela nafas lega. 'Haah… Untung saja kepala yang kusayangi ini masih kotak' Pikirnya. Mungkin hanya satu-satunya, Chen adalah orang yang menyayangi kepalanya yang berbentuk unik.

"Chen, kau sudah bangun?" Suara lembut itu memasuki telinga Chen. Xiumin hyung. Ya, hyung sekaligus temannya yang ia sayangi, selain kepalanya (?).

"Ne hyung, kau habis darimana?" Tanya Chen. Xiumin mengangkat tasnya dan tas Chen tinggi-tinggi.

"Aku mengambil tasmu dan tasku. Tadi kau pingsan selama 6 jam, jadi sekarang sudah waktunya pulang. Dan… ah, apakah kepalamu baik-baik saja?"

"Baik hyung. Masih kotak seperti biasanya" Jawab Chen sambil memegang kepalanya.

Xiumin tersenyum lembut. Sepertinya mereka berdua sangat menyayangi kepala kotak Chen. Xiumin pun memberikan tas Chen kepada Chen.

"Gomawo hyung" Ucap Chen sambil tersenyum. Setelah memakai tasnya, Chen pun mengulurkan tangannya pada Xiumin.

"eh?" Kata Xiumin bingung.

"Kajja kita pulang, aku akan mengantarkanmu" Ujar Chen sambil menarik tangan Xiumin. Sedangkan empunya tangan hanya menundukkan kepalanya malu. Mereka berdua pun berjalan beriringan keluar ruangan.

#Skip Time

"Hyung, dimana rumahmu?" Tanya Chen pada Xiumin.

"Ah.. Itu bangunan berwarna putih yang berada disebelah telepon umum"

"Ooohh.. Begitu. Baiklah hyung, sampai jumpa. Jangan lupa jaga kesehatanmu, belajarlah yang rajin dan satu lagi janganlah lupakan aku ya hyung…" Peringat Chen.

BLUSSH

Pipi Baozi Xiumin memerah karena ucapan Chen yang terakhir terkesan sangat narsis. Ya, ia akui ia sangat malu mendengarnya. Chen bingung melihat Xiumin yang masih terdiam.

"Hyung, kau tidak mau pulang?" Tanya Chen sambil mengibas-kibaskan tangannya didepan wajah Xiumin.

"Uhm.. eh, i-itu.. aku pulang dulu. Bye~" Jawab Xiumin tergugup-gugup(?).

Chen melihat tubuh Xiumin yang makin menjauh darinya. Sebersit perasaan kecewa muncul dihatinya. 'Kenapa ia harus pergi pada saat ini' Lirihnya. Ia pun menggelengkan kepalanya, mengusir segala pikiran buruk yang hinggap diotaknya dan berjalan menuju rumahnya.

.

.

.

Seorang namja tampan dengan tinggi diatas rata-rata terlihat sedang berjalan di koridor sekolah yang sepi. Jam sekarang harusnya ia sudah pulang, mengingat hari sudah hampir magrib. Tapi, apa yang ia lakukan di sekolah? Ayo kita intip:

"Dasar.. Tas menyebalkan. Mengapa harus tertinggal disaat-saat seperti ini?" gerutu namja tersebut yang diketahui bernama Kris. Ia terus menggerutu hingga ia sampai di kelas X-2.

"Dimana ya.. Ah, itu dia!" Pekik Kris saat menemukan tas berwarna hitam di atas meja guru. Ia segera mengambilnya dan berjalan keluar kelas. Tapi saat ia berjalan keluar, ia mendapati sesosok mahluk di depan pintu toilet laki-laki.

Tubuhnya tinggi, badannya ditutupi kain hingga membentuk jubah (bayangin kaya di opening MV mama), rambutnya berwarna hitam dan terlihat sedang memegang tongkat wushu. Dengan takut-takut, Kris menghampiri sosok tersebut. Tangan Kris yang bergetar pun berusaha menyentuh pundak sosok tersebut hingga…

HIYYAT…

Sosok tersebut melayangkan tongkat wushunya kebelakang, hampir mengenai kepala Kris. Sosok tersebut membalikkan badannya untuk menghadap Kris.

"T-tao?" Lirih Kris. Ternyata sosok tersebut adalah Tao, anak muridnya yang ia sukai. Eh… keceplosan.

"Kris ge!" Pekik Tao sambil menolong Kris yang sudah terkapar dengan tidak elit. Sedangkan Kris hanya meringis kesakitan karena lehernya terkena pukulan Tao. Untung bukan kepalanya.

"Kau tidak apa-apa ge? Aigoo… Maafkan aku.." Ucap Tao sambil membantu Kris duduk.

"N-ne Tao, mengapa kau memakai baju tersebut dan berdiri di depan toilet? Itu membuat orang-orang takut tahu jika melihatmu…"

Tao menghela nafas. Huh.. Guru baru ini memangnya tidak pernah diberitahu tentang ini?

"Sini ge aku jelaskan. Jadi, di sekolah ini ada sistem penjagaan dimana para siswa yang menjaga bukan satpam atau Security. Bukan siswa biasa yang melakukan ini, tapi siswa yang yang mempunyai mental yang kuat. Misalnya siswa yang mengikuti club wushu atau karate sepertiku. Itupun dilakukan bergiliran. Kami juga memakai baju seperti ini untuk menakut-nakuti pencuri yang akan masuk. Nah begitulah ceritanya…" Jelas Tao panjang lebar.

"Apakah hanya kau yang menjaga disini?" Tanya Kris lagi.

"Tidak kok masih banyak lagi. Ada Chanyeol ge, Sungmin sunbae, Kai ge, Lay ge dan masih banyak yang lain. Rata-rata ada 10 orang yang menjaga.." Jawab Tao santai.

"MWO? Lalu bagaimana cara kalian bersekolah esok hari?" Tanya Kris penasaran. Biar bagaimana pun ia adalah guru, jadi ia harus mengetahui segala penyebab tentang masalah murid-muridnya. Misalnya bolos sekolah.

"Tentu saja menginap" Jawab Tao santai (lagi). Padahal dalam hati ia berkata , 'Ini guru kepo amat sih'.

Kris terlihat berpikir keras. Jujur, selama bekerja sebagai guru, ia tidak pernah melihat anak muridnya seperti ini. Tapi, itu modus. Coba kalau yang seperti ini bukan Tao, apakah ia juga perhatian? Ia juga berkata 'kalian' sebagai pengganti kata 'kau'

"Apakah ada yang menyuruh kalian untuk melakukan semua ini?"

Tao mengendikkan bahunya, "Tidak ada. Ini hanya permintaan kami sebagai murid di sekolah ini" Jawab Tao.

Kris hanya ber-oh ria. Baru kali ini ia mendapati anak-anak pemberani di sekolah ini. Jarang-jarang ada yang seperti ini di sekolah lain. Tiba-tiba terlintas ide di pikiran Kris.

"Umm.. Tao, kapan kau akan pulang?" Tanya Kris. Tao mengernyitkan dahinya heran.

"Bukannya sudah kuberi tahu, aku menginap disini" Jawab Tao. Kris menepuk jidatnya. Bagaimana bisa ia lupa?

"Tapi, sekarang aku sedang tidak enak badan. Jadi aku memutuskan untuk pulang saja" Lanjut Tao lagi.

Yeah…

Itu adalah ide yang sedari tadi terlintas di otak Kris. Mengajak Tao pulang bersama. Dasar… Di manakah wibawamu sebagai guru Wu Yi Fan? Bagaimana jika murid-murid bahkan fansmu melihat ini? Haah…Tidak bisa dibayangkan.

"Aku ingin membuka jubah ini dulu ge~" rajuk Tao pada Kris. Kris yang melihatnya hanya menelan ludah gugup. Bahkan keadaan Tao sekarang lebih mirip anak panda yang kelaparan. Kyeopta~~

"B-baiklah, aku bantu" Ujar Kris gugup.

Kris pun membuka jubah Tao pada bagian depan. Sedangkan Tao bagian belakang, alasannya karena sudah terbiasa. Karena desain jubah tersebut berbelit-belit, maka mereka berdua harus melepaskannya dengan waktu yang cukup lama. Apalagi mereka melakukannya dengan jarak yang.. cukup dekat.

"Gege pelan-pelan, kainnya mengikat perutku terlalu kuat.." ujar Tao. Huh.. Ternyata membuka jubahnya susah juga ya…

Setelah beberapa lama kemudian, jubahnya berhasil dibuka. Tapi, karena jubah tersebut mempunyai tali yang panjang-panjang hingga akhirnya Kris menginjak salah satu tali tersebut dan…

CUP

Kris tersandung hingga wajahnya agak mencondong kedepan. Sedangkan Tao agak sedikit mendongak menatap Kris. Otomatis mereka telah berciuman tanpa disadari. Tao yang pertama kali tersadar langsung mendorong dada Kris dan segera membereskan peralatannya.

"Kris ge, aku pulang dulu. Annyeong~" Pamit Tao sambil berlari meninggalkan Kris.

Kris maupun Tao memegang bibirnya yang habis bersentuhan satu sama lain. 'Huh… Tadi kan ciuman pertamaku..' Batin keduanya.

Tanpa mereka sadari seorang yeojya diam-diam mengambil foto mereka saat tak sengaja berciuman.

_OOoEXOoOO_

Keesokan harinya

Terlihat seorang namja manis sedang menyiapkan peralatannya untuk berangkat sekolah.

"LUHAN HYUNG~ Kajja berangkat!" Teriak Sehun dari pintu luar rumah Luhan.

"Ne, ne aku akan keluar!" Seru Luhan –namja manis– tersebut. Ia pun mengikat tali sepatunya yang kanan, lalu segera berdiri mengambil tasnya.

"Sehunnie~ Aku datang…" Seru Luhan sambil membuka pintu. Tapi, saat melangkahkan kakinya kearah Sehun, tiba-tiba…

BRUK

Luhan menginjak tali sepatunya yang kiri yang belum diikat. Otomatis Luhan terjatuh kedepan. Refleks Sehun menangkap tubuh mungil Luhan yang terjatuh. Sesaat mereka bertatap-tatapan. Dunia serasa milik berdua. Tiba-tiba…

Dioles, dioles
Air ditermos, air ditermos
Dioles, dioles
Pengen makan pop mie
(pelesetan dari lagu opening 'MAMA')

Terdengar suara berat yang dipadukan dengan suara cempreng hingga menghasilkan suara abstrak(?). Otomatis Luhan dan Sehun mengalihkan pandangan mereka berdua kesumber suara.

"Hai~ HunHan…" Sapa kedua makhluk tersebut. Yang satu tinggi, yang satu 'kurang' tinggi. Yang satu bersuara berat, yang satu bersuara cempreng. Yang satu berambut keriting kriwil(?), yang satu berambut lurus tapi pendek. Siapakah mereka?

Ya benar, mereka adalah Dora the explorer dan Bots #plakk. Tentu saja bukan, mereka adalah BaekYeol yang sangat kompak. Yang satu tersenyum sangat lebar hingga semua giginya terlihat berkilau seperti iklan Pe***dent. Sedangkan yang satunya tersenyum lebar tapi tidak selebar temannya tadi. Hanya senyum biasa.

"Eh? Kami mengganggu ya? Hehehe… Mian" Ujar Baekhyun sambil terkikik. HunHan hanya mendengus 'Sudah tahu, malah bertanya' Batin mereka berdua.

"Sudah, sudah, jangan ber-Lovey Dovey pagi-pagi begini. Kajja kita berangkat" Ajak Chanyeol sambil menarik HunHan. Baekhyun pun berjalan sendiri dibelakang mereka bertiga.

'Huft.. Bagaimana caranya memberi coklat itu pada Chanyeol' Pikirnya. Berbicara coklat, ia jadi mengingat coklatnya di rumah. Eh? Tunggu? Coklat? Di rumah? Jadi masih di rumah? Astaga….

"Chingu deul… Aku pulang dulu. Ada yang ketinggalan" Teriak Baekhyun sembari berlari.

Ketiga temannya menggelengkan kepalanya maklum. Temannya yang satu ini memang pelupa. Pernah suatu hari Baekhyun lupa membawa tasnya ke sekolah. Alhasil Baekhyun kembali ke rumahnya dan tidak kembali lagi ke sekolah.

#SKIP TIME

"Annyeong semua…" Sapa Luhan dan Chanyeol pada seluruh penghuni kelas X-6. Tapi, tak ada satupun yang menanggapi mereka berdua. Mengapa demikian? Karena kelas masih kosong dan belum ada satupun murid yang masuk. Mungkin mereka datang kepagian, lihatlah sekarang masih jam 05.15 KST.

"Hyung, kita datang terlalu pagi.." Ujar Chanyeol sambil mendudukan dirinya di kursi. Luhan hanya menopang dagunya.

"Aku khawatir Sehunnie sendirian di kelasnya" Setelah berkata seperti itu, Luhan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kelas Sehun, yaitu X-4.

"Yah, aku sendirian" Keluh Chanyeol sambil menyandarkan kepalanya ke belakang. Tak sengaja matanya menangkap sosok namja sedang berjongkok di loker miliknya. Segera ia menolehkan kepalanya untuk melihat sosok tersebut. Sebenarnya ia takut karena hanya ia satu-satunya orang yang ada di kelas ini.

Ternyata Baekhyun eoh? Tapi, kapan Baekhyun sampai di kelas?

"Baekki, apa yang kau lakukan?" Tanya Chanyeol sambil mendekati Baekhyun.

Baekhyun yang mendengar suara tersebut langsung membalikkan badannya. Ia takut Chanyeol melihat perbuatannya tadi. Ia mencari-cari alasan yang tepat agar tidak ketahuan. Um.. Apa ya..

"T-tadi ak-aku hanya m-menaruh buk-buku. Ya, menaruh buku-buku" Jawab Baekhyun tak masuk akal. Padahal Baekhyun menaruh coklat buatannya di loker Chanyeol.

"Tapi mengapa harus di lokerku?" Tanya Chanyeol lagi. Ya ampun, demi apapun Chanyeol mulai kepo saat ini.

"Supaya lebih mudah diambil. Kau tahu, tempat lokerku sangat tinggi. Jadi, aku menitip saja di tempatmu.." Jawab Baekhyun lagi. Tapi, yang ini agak logis.

"Ooohh…" Respon Chanyeol. Haah.. Untung saja Chanyeol tidak bertanya macam-macam lagi.

"Baiklah, aku pergi dulu Chan…" Seru Baekhyun sambil berlari keluar kelas. Chanyeol menatap kepergian Baekhyun dengan tatapan aneh. Ada apa dengan temannya yang satu ini?

Daripada bingung, Chanyeol pun membuka lokernya untuk melihat buku-buku yang di simpan Baekhyun. Alangkah terkejutnya Chanyeol setelah melihat apa yang dipegangnya saat ini adalah coklat. COKLAT bukan buku.

Chanyeol pun membuka coklatnya dan menemukan surat. Disana tertulis 'From Byun Baekhyun'. Chanyeol terkikik geli. Saat ia ingin menggigit coklatnya, tiba-tiba…

"Hey bro, this is as hutangmu kepadaku. Thank you" Ujar Kai sambil mengambil coklat yang ada ditangan Chanyeol. Chanyeol yang menyadari bahwa coklatnya diambil segera berlari mengejar Kai.

"Kai… Tunggu…. Jangan diambil!" Teriak Chanyeol sambil berlari-lari mengejar Kai di koridor sekolah.

Tanpa mereka sadari, seorang namja manis terlihat mengintip kegiatan mereka berdua.

'Huft… Pabboya Jongin. Itu untuk Chanyeol tahu!' Kata Namja tersebut sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

_00OEXOO00_

Dua orang namja terlihat sedang berjalan beriringan di koridor sekolah. Mereka adalah Kai dan Dio atau kemarin kita biasa memanggilnya Kyungsoo. Sepertinya mereka masih malu-malu. Ya, mereka sudah resmi berpacaran, tapi mereka seperti orang yang bukan berpacaran.

Lihat saja sedari tadi Dio memegangi tangan Kai tanpa mau melepasnya. Seperti bapak dan anak yang ingin menghadap ke guru karena sang anak yang dihukum oleh guru. Maklum, mereka belum berpengalaman dalam berpacaran. Lagipula mereka baru saja jadian 3 hari yang lalu.

"Aish… Dio hyung, jangan pegang-pegang tanganku terus!" Ujar Kai risih. Sedangkan Dio hanya mendengus kesal.

"Bagaimana tidak pegang-pegang? Badan orang-orang ini terlalu besar. Lihatlah, aku hamper mau jatuh karena mereka"

"Kau terlalu berlebihan hyung!"

Mereka terus begitu saja hingga ke kantin. Saat di kantin, ia melihat ada Xiumin dan Lay yang sedang membeli ramyun.

"Ternyata ada yang sudah pacaran ya…" Sindir Lay pada pasangan KaiDo. Sedangkan mereka berdua hanya tersenyum kecil.

"Ne, hyung. Kalian juga ikut menyusul ya…" Saran Dio.

"Amin~ Gomawo Dio. Oh ya, Pajak Jadiannya mana?" Tagih Xiumin sambil mengadahkan tangannya.

"Nanti Xiumin hyung kami belikan teh botol Mirai Ocha yang berwarna hijau. Kalau Lay hyung kami belikan snack kripik kentang Lays sekantong plastik" Kata Kai.

XiuLay tersenyum. KaiDo tahu saja apa yang sedang mereka inginkan. KaiDo memang pasangan yang cocok. Mereka berdua sama-sama peduli terhadap orang lain. Jadi, tak heran mereka bisa bersama.

"Gomawo Kaido~ Kalian sangat baik. Kalian juga sangat sangat cocok. Pertahankan ya…" Ujar Xiumin.

Tanpa mereka sadari seorang namja tengah memperhatikan mereka berempat dengan tatapan cemburu. Tatapannya sangat menyakitkan.

"Luhan hyung, sedang memperhatikan apa?" Tanya namja satu lagi sambil mengikuti arah pandangan namja yang dipanggil Luhan tadi. Sehun, namja tadi pun tersenyum maklum. Ternyata KaiDo lagi eoh?

Ya, Luhan cemburu dengan ucapan Xiumin tadi. Mereka memang sangat cocok. Jadi, sudah tidak ada harapan lagi untuknya. Tapi, ia tetap bahagia walaupun Kai bahagia bukan karena dirinya. Oh ya, sudah berapa kali kata-kata ini diulang? -_-

"Sudahlah hyung, jangan dipikirkan. Ingatlah perkataanku yang kemarin, kajja temani aku ke School Roof" Ajak sambil menarik tangan Luhan.

.

.

.

"Hiks… Hiks… Jongin item jahat. Coklatnya tinggal sepotong. Hiks… Dasar, tiang jadi-jadian, bibir kasur, barongsai pengganggu, huuuh… Hiks" Isak Chanyeol di dalam kelas. Beruntung tidak ada orang di kelas, jadi tidak ada yang melihatnya.

Chanyeol menatap miris coklat ditangannya. Tinggal sepotong. Coklat yang tadinya sebesar buku tulis, sekarang mengecil sekecil penghapus pensil. Ini semua karena Kai yang memakan coklat buatan Baekhyun. Ia bersumpah, semoga Kai sakit perut 2 hari 2 malam setelah memakan coklat buatan Baekhyun yang merupakan jatahnya.

Dengan dramatis, Chanyeol menggigit sepotong coklat tersebut dengan air mata bercucuran dipipinya. Berlebihan memang, tapi inilah kenyataannya. Hey, kemana Chanyeol yang konyol dan Yadong? Kemana Chanyeol yang suka mem-bully Chen dengan bahasa bilingual? Ia memang seperti itu jika sedang sedih. Padahal itu adalah coklat dari orang yang disukainya, Baekhyun.

Saat sedang mengunyah coklat, tiba-tiba terdengar suara cempreng yang terdengar merdu.

"Channie~~"

DEG

Chanyeol terkejut. Buru-buru ia menghapus air matanya. Aish… Mau ditaruh kemana wajahnya? Mana mungkin wajahnya ia simpan didalam tas, ditumpuk dengan buku-buku tebal dan dilempar ke sungai penuh buaya? Oh, tentu saja tidak. Itu terlalu imajinatif.

Baekhyun memeluk tubuh tinggi Chanyeol. Chanyeol hanya mematung seperti patung pancoran #plakk. Tiba-tiba Chanyeol langsung berkeringat dingin. Bagaimana nasib coklat buatan Baekhyun?

"Uhm… Chanyeol-ah" Panggil Baekhyun pelan. Posisi mereka masih tetap berpelukan. Chanyeol mengangguk sebagai respon.

"Apa kau sudah membaca suratku?" Tanya Baekhyun. Chanyeol kembali mengangguk. Baekhyun menulis surat untuknya dengan bahasa yang sedang terkenal di kelasnya. Yaitu, bahasa BILINGUAL. Isinya sebagai berikut:

To: Chanyeol SD (Suara yang di Download)
From: Byun Baekhyun

Hmmm…. Hai Chanyeol. Sebelumnya, I'm sorry because rasa chocolatenya is not yummy. Maklum, aku baru study dan aku membuatnya dengan tergesa-gesa. Alasan I'm make a bar of chocolate ini ada sebagai hadiah for you. I like you sejak pertama kali bertemu with you. Aku ternyata baru sadar, bahwa inilah yang disebut Love At First Sight. So, would you be my namja chingu? Be my seme?

"Yeol?" Panggil Baekhyun sambil melepaskan pelukannya dan melambaikan tangannya didepan wajah Chanyeol. Chanyeol tersentak kaget.

"N-ne" gagap Chanyeol. Baekhyun menghela nafasnya. Sebenarnya ia juga mengintip semua kegiatan Chanyeol dari balik pintu. Mulai dari menangis, memakan coklat, berimajinasi ria, menghapus air matanya. Semua ia lihat secara detail. Sekarang ia ingin mengetes kejujuran Chanyeol.

"Apa kau sudah memakan coklatnya? Bagaimana rasanya?" Tanya Baekhyun dengan mata berbinar-binar.

Chanyeol menelan ludah gugup, "N-ne, sangat enak. Tapi rasanya agak aneh dan bercampur-campur. Ada rasa manis, asam, pedas dan pahit" Jelas Chanyeol.

"Oooh… Itu… rasanya bisa berubah karena suatu kejadian. Saat aku mengaduk adonannya, aku menyengol botol teh Mirai Ocha dan Kecap Bango sekaligus hingga menjadi manis. Aku kembali mengaduk, tiba-tiba seseorang melemparkan asam jawa (?) hingga masuk , datanglah ahjumma-ahjumma menumpahkan air merica. Aku terlalu banyak menambahkan buah coklat, jadi terasa pahit. Aku tidak sempat memisahkannya, jadi aku langsung mengaduknya saja…" Jelas Baekhyun dengan watados.

Chanyeol menganga. Ia berharap, ia tidak akan sakit perut karena coklat buatan Baekhyun. Tapi ia sangat yakin, Baekhyun pasti membuatnya dengan cinta.

"Aku berharap kau suka dengan buatanku yang agak… hancur itu" Ujar Baekhyun pelan. Chanyeol mengangguk sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Suasana hening pun menyelimuti keadaan diantara mereka berdua. Hingga sebuah suara menginterupsi.

"Baekhyun? Apa benar kau menyukaiku?" Tanya Chanyeol sambil menatap langsung kedalam mata Baekhyun. Baekhyun yang melihat tatapan mata Chanyeol, segera mengalihkan pandangannya kesegala arah, asalkan jangan Chanyeol. Ia juga memainkan jari-jari kecilnya gugup.

"Ani!" Jawab Baekhyun tegas. Chanyeol tersentak. Ia bersiap mengeluarkan air matanyalagi. Apa kalian tahu, bagaimana rasanya? Rasanya sangat sesaak…. Bagaikan hatimu yang tertimpa 2 ton batu yang besar.

"Aku memang tidak menyukaimu, tapi aku mencintaimu. Saranghae yeolli~~" Seru Baekhyun sambil naik keatas kursi dan melompat untuk memeluk Chanyeol. Otomatis mereka berdua terjatuh hingga terbaring denga posisi Baekhyun menindih Chanyeol.

"Ups!" Sadar akan posisinya, Baekhyun segera berdiri dan menarik Chanyeol agar ikut berdiri sama seperti dirinya. Baekhyun pun berjinjit dan mendekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol. Jarak antara mereka berdua sangat tipis, 5 cm, 4 cm, 2 cm dan…

BRAK

"Ciieee… Sudah jadian ternyata" Seru anak-anak kelas x-6 yang mendobrak pintu.

"Kyyyaaaa… BaekYeol Couple" Teriak para yeojya di kelas tersebut yang menjadi Fujoshi. Baekhyun dan Chanyeol menjauhkan wajah mereka yang sama-sama memerah. Sedangkan teman-teman mereka hanya menyoraki mereka berdua.

"Heey… Kalian semua. Jangan kalian soraki mereka berdua. Lebih baik kita selamati mereka berdua dan minta pajaknya" Saran Suho yang tiba-tiba memasuki kelas X-6. Semua anak-anak mengganguk setuju dan langsung menoleh pada BaekYeol.

"BaekYe– " Ucapan mereka langsung terputus begitu mendapatkan BaekYeol yang sudah menghilang dari tempatnya. Ternyata BaekYeol langsung kabur saat Suho datang. Aigoo… Benar-benar kompak!

"Yaah… Mereka pergi~" Keluh semua masyarakat(?) di kelas X-6 tersebut. Semuanya langsung bubar hingga kelas benar-benar hening seperti adegan BaekYeol tadi.

Tak lama kemudian, datanglah pasangan KaiDo memasuki kelas dengan tangan yang masing-masing membawa coklat. Mereka berdua berjalan menuju tempat duduk masing-masing.

"Kai, kau mendapatkan ini dari fans mu?"

"Ne, apakah hyung juga mendapatkannya dari fans hyung juga?"

"Ya, begitulah"

Ya, KaiDo memang pasangan yang beruntung. Mereka berdua memang cukup terkenal di sekolah. Selain cukup tampan, pintar dan kaya, mereka juga cukup ramah dan peduli pada orang-orang. Mereka cukup kompak dan perhatian satu sama lain. Ya, pokoknya KaiDo memang pasangan terbaik di sekolah itu. Lagipula yang meng-Shipper mereka berdua juga cukup banyak dari kalangan Fujoshi.

"Hyung, coba buka mulutnya. Aaaa~" Dio pun membuka mulutnya lebar-lebar memakan suapan dari Kai. Dio tersenyum manis.

"Gomawo Kai" Ujar Dio. Kai hanya mengangguk sebagai respon. Dio kembali memakan coklatnya sambil membaca buku pelajaran. Tiba-tiba dirinya mengingat sesuatu.

"Apa kau melihat Baekhyun, Kai?" Tanya Dio. Kai mengangguk.

"Ne, tadi ia kabur bersama Chanyeol. By the Way on the Busway diatap way way(?) Baekhyun dan Chanyeol sudah jadian lho…"

"Mwo? Bagaimana, kenapa bisa mereka jadian?" Tanya Dio dengan ekspresi andalannya 0_0.

Kai pun menjelaskannya secara detail. Mulai dari ia yang mengambil coklat Chanyeol, berkejar-kejaran dengan Chanyeol, dirinya yang memakan coklat Chanyeol, Chanyeol yang menangis tersedu-sedu dan menyumpahi dirinya, dirinya yang langsung sakit perut karena kata-kata sumpah Chanyeol, Baekhyun yang datang dan mereka yang berpelukan. Dan saling menyatakan perasaan satu sama lain.

Dio terdiam sesaat. Menurutnya, kisah ChanBaek adalah yang paling dramatis. Hingga tiba-tiba…

"Huwee…" Dio terisak kencang. Kai yang berada disebelahnya langsung terlonjak kaget.

"Kau kenapa Dio hyung?" Ucap Kai lembut sambil mengusak rambut Dio pelan. Dio masih terisak-isak.

"Huh, BaekYeol saja bisa romantis. Kenapa kau tidak?" Kai terlihat berpikir. Ya, saat-saat ia menembak Dio. Menurutnya cukup romantis, tapi tidak untuk bendanya.

FlashBack On

"Hyung, ini untukmu" Ujar Kai sambil menyerahkan sebuket bunga melati dengan bungkus berwarna merah yang indah. Dio menerimanya dengan perasaan bingung.

"Mengapa kau memberikanku ini, Kai? Wangi bunga ini membuat suasana menakutkan, right?" Kai tersenyum lembut. Ia pun memegang pergelangan tangan Dio.

"Kau tahu hyung, aku menyukaimu sejak kau masih SMP kelas 1. Waktu itu kau menjadi pemenang lomba menyanyi. Ternyata kau sangat indah. Baik suaramu, fisikmu serta hatimu. Maka dari itu, aku sangat mencintaimu. Maukah kau menjadi namjachinguku?" Ucap Kai sambil berjongkok dihadapan Dio.

Dio terdiam. Ia merasa tersentuh dengan segala ucapan yang dilontarkan Kai kepadanya. Akhirnya ia kembali tersenyum. Sangat manis.

"Ne, nado. Aku mau," Balas Dio sambil memeluk Kai. Sesaat kemudian ia kembali terbingung.

"Mengapa kau bisa tahu kalau aku menjadi pemenang lomba menyanyi?" Tanya Dio heran. Kai hanya tersenyum malu.

"Hehehe… Aku dulu adalah Stalkermu hyung," Jawab Kai sambil menundukkan kepalanya, jujur saja ia sangat malu mengakuinya didepan orang yang disukainya. Dio membulatkan matanya kaget.

"Kalau bunga melati ini, mengapa kau berikan ini kepadaku? Kenapa bukan yang lain saja?" Tanya Dio lagi.

"Karena biasanya, bunga ini dipakai untuk orang meninggal. Kalaupun ada wangi bunga ini, suasana akan terasa menakutkan. Maka dari itu, berarti aku akan selalu mencintaimu sampai kita berdua telah tiada di dunia ini. Dan jika ada yang berani mendekatimu, maka suasana akan terasa menakutkan. Itu karena aku tidak rela jika kau didekati oleh orang lain selain aku" Jelas Kai.

"Mengapa suasana akan menakutkan jika aku didekati orang lain?"

"Itu karena dari dalam tubuhku akan keluar aura hitam yang akan membuat orang yang mendekatimu akan takut karena aura hitamku"

"Hahaha… Kau terlalu posesif, Kai"

"Tapi kau tetap cinta kan hyung?"

"Kau bisa saja"

Flashback Off

"Setelah kupikir-pikir, cukup romantis kok hyung" Ujar Kai sambil menerawang. Dio hanya mendengus sebal.

"Menurutku tidak" Balas Dio agak kesal. Haah… Memangnya apa yang diinginkan Dio? Menembaknya ditengah lapangan sambil menari ballet? Oh tidak, terima kasih. Itu terlalu menggelikan. Yahh.. Walaupun ia anak ballet, tapi tetap saja ia tidak mau melakukan itu. Mau ditaruh dimana wajahnya?

"Itu sudah termasuk romantis hyung,"
"Tidak"
"Iya"
"Tidak"
"Iya"
"TIDAK!"
"IYA?!"

Baiklah kita tinggalkan pasangan KaiDo yang mungkin sebentar lagi akan bertengkar.

_OOoEXOoOO_

Seorang namja ber-dimple dan namja berpipi chubby terlihat sedang berbincang satu sama lain. Ya, mereka adalah Lay dan Xiumin.

"Hyung, kau tahu tidak, kemarin aku mengatakan perasaanku pada Suho hyung" Ujar Lay bersemangat. Xiumin tersedak karena kaget.

"Jinjja? Lalu, apa katanya?" Tanya Xiumin penasaran.

"Aku langsung pergi waktu itu" Ucap Lay kecewa. Xiumin mendesah kecewa.

"Yaah… Mengapa kau tinggalkan? Tidak seru!"

"Hehehe… "

Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ruang dance. Mereka berdua juga sama-sama mengikuti lomba dance yang diadakan 2 minggu lagi. Saat sedang berjalan tiba-tiba terdengar suara lagu yang dinyanyikan yeojya-yeojya.

I got a boy meotjin! I got a boy chakhan! I got a boy handsome boy nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin! I got a boy chakhan! I got a boy awesome boy wanjeon banhaenna bwa

"Hahaha… Suaramu aneh jika sedang bernyanyi, eonni"

"Kau juga!"

"Kalian berdua diamlah"

"DIAM KAU ITEM!"

Xiumin dan Lay melirik 3 orang yeojya yang sedang menyanyi dengan volume suara yang tidak bisa dibilang pelan. Mereka adalah Hyoyeon, Yuri dan Yoona. Mereka juga mngikuti lomba yang diikuti Lay dan Xiumin.

Merasa diperhatikan, ketiga yeojya tersebut menoleh kearah XiuLay dan tersenyum aneh. Mereka bertiga langsung menghampiri Xiumin dan Lay.

"Woooaa… Ada yang sedang 'I Got A Boy' nih!" Kata Yoona. Lay yang merasa tersindir hanya menundukkan kepalanya, malu.

"Tenang, kami tidak akan memberitahukan siapa-siapa kok. Kami akan membantu kalian mendapatkan 'Boy' kalian" Ujar Hyoyeon. Xiumin dan Lay membelalakan matanya kaget.

"Iya kami sudah tahu. Xiumin, kau dengan si SpongeChen. Sedangkan Lay dengan GuardianSuho itu" Ucap Yuri santai.

"Jinjja?" Tanya Lay agak ragu. Masalahnya mereka sama seperti dirinya. Suka mem-bully dan merupakan anggota geng fenomenal di kelas X-1.

"Ne, tidak usah khawatir. Kita kan teman" Ujar Hyoyeon sambil mengancungkan jari kelingkingnya. XiuLay hanya tersenyum bahagia, kemudian mereka berlima tertawa lepas.

"Aku akan selalu percaya pada kalian" Kata Xiumin lembut. Ketiga yeojya tersebut dan Lay tersenyum hingga kemudian mereka semua berjalan menuju ruang dance. Ya, sekarang mereka berlima telah resmi berteman. Walaupun mereka berbeda kepribadian dan hal lainnya, tapi itu tidak membuat mereka terpecah bukan?

Bagus… Contohlah kelima orang ini ^^. Apalagi HyoYulYoon ini berjanji ingin membantu XiuLay untuk mendapatkan cintanya. Bagaimanakah kisah mereka? Tunggu chap depan #plakk

.

.

.

Seseorang terlihat menggerakkan tubuhnya lincah mengikuti alunan musik yang diputarnya diatap sekolah yang sejuk. Sehun – orang itu– mendengar pintu atap sekolah dibuka menampilkan seorang namja manis berambut coklat madu yang lembut.

"Luhan hyung, sedang apa kau disini?" Tanya Sehun. Luhan hanya menundukkan kepalanya dalam.

"A-aku ingin memberikanmu ini" Ujar Luhan sambil memberikan sebuah kalung berinisial 'SL' dengan hiasan yang sangat indah.

"Kau ingin menembakku hyung?" Tanya Sehun dengan percaya dirinya. Pipi Luhan langsung bersemu merah. Padahal bukan itu tujuannya kesini.

"T-tapi aku tidak mencintaimu Hun,"

Sehun segera memegang pundak Luhan erat membuat empunya meringis kesakitan. Tapi Sehun tidak mempedulikan itu, yang ia inginkan sekarang adalah kepastian dari Luhan hyungnya.

"Aku berjanji akan membuatmu mencintaiku hyung. Jujur saja, aku menyayangimu dari dulu. Bahkan kita sudah sering bersama sejak dulu. Apa itu tidak cukup untuk membuatmu mencintaiku hyung?" Sehun agak memelankan suaranya saat mengucapkan kata-kata yang terakhir.

"Baiklah Hun, aku akan berusaha mencintaimu. Buatlah aku mencintaimu…" Ucap Luhan lembut. Sehun tersenyum manis. Akhirnya mereka mempertipis jarak diantara mereka dan menempelkan bibir secara bersamaan.

-TBC-

Author's Curcol Area:

Finish… Makasih ya untuk semua readers yang mau nungguin FF aneh ini. Untuk Chap depan kayanya agak lama updatenya. Banyak kegiatan… #alesan. Disini ceritanya mulai masuk kebagian Romance, tapi Humor juga ada kok. Tapi dikitt… sekali.

Ok, ini balesan Reviewnya ya:

tweety .airy: Setuju… Luhan harus sm Thehun #kibar bendera HunHan
Ya, Chen sm Xiumin udah taksir2an. Gomawo~ Review lagi ne? ^^

EarthTeleport: Ga kok, hp Sunbae ga error. Aku slh pencet jadi Chap 1 dan Chap 2 sm deh. Itupun ga sempet diedit, soalnya udah malam bgt… Chap 2 sudah dilanjut kok, silahkan baca ^^

lisnana1: Amin~ (?).Ini sudah dilanjut kok. Jinjja? Gomawo ne~
Ne, insya allah bakalan dibanyakin kalo cerritanya memungkinkan… Gomawo~ Review lagi ne? ^^

ICE14: Mungkin koinnya item karena saking itemnya kulit Kai yang cetar membahana ^_^ V. Semoga kulitnya bisa putih ya… Iya Lay suka, tapi beelum tentu Suho juga suka sm Lay juga lho… Ini dah dilanjut. Gomwo~ Review lagi ne? ^^

siscaMinstalove: Genre Fic ini memang Romance, Humor dan School life lho chingu~ Iya, menurut aku bagian yang lucu juga yang itu. Terinspirasi dari cara aku ngerok eomma aku #curcol. Ne, Luhan harus Move On! Ini dah dilanjut, KaiSoo insya allah bakalan dibanyakin. Gomawo, Review lagi ne? ^^

Kim Yoon Hye: Untuk dongsaengku ini, eonni bales dar Chap 1 sampe Chap 2 ya… Ne, menurut eonni itu aneh, Chanyeol makan koase, Cakrakhan itu buatan kita itu Daebbak.. Genre Fic ini memang School life, insya allah bakalan dibanyakin. Bisa dong, kan eonni yang bikin #lah. Km lebay deh… Jangan pasang wajah melas and bbuing2 deh, menakutkan ^_^ V.

Gomawo sudah Review saeng… Lain kali Review itu sekali aja ya…

putriii: Mian chingu, aku salah pencet jadi chap 1 dan 2 sama… Hp kamu ga error kok. Chap 2 sudah diupdate kok~

Tao: Hehehe… Kris emang modus disini… Iya, Lulu jangan nangis, sm aku aja cup, cup, cup #ditendang Sehun. Ini sudah dilanjut, akan diusahakan dipanjangin. Gomawo~ Review lagi ne? ^^

Akhir kata:

Mind To Review?