Cast: All Member Exo

Pairing: HunHan, KaiDO, BaekYeol, ChenMin, TaoRis, SuLay

Genre: Romance, Humor, School Life

Disclaimer: Semua cast punya Orang tua, Tuhan, dan Entertaiment masing-masing. Dan cerita asli pemikiran saya sendiri.

Warning: Yaoi, AU, OOC jadi sangat beda banget sama aslinya (terutama Kris), Gaje, Alur yang kecepetan, dan temukan kewarningan-kewarningan(?) yang lain.

p.s.= Jika ada yang lupa sama jalan ceritanya, bisa baca chapter sebelumnya

Its Yaoi fanfic

.

.

If you hate Cast and Story on this fanfic, please don't read

.

.

No Straight

.

.

-Happy Reading-

.

.

.

Seorang yeojya cantik dengan rambut panjang dan tampak masih memakai baju lomba terlihat sedang berjalan sendirian di sebuah taman di arena lomba tersebut. Ya, yeojya tersebut adalah Hyoyeon. Si dancing machine dari geng Soshi tersebut. Sepertinya ia sedang ber-galau ria.

"ChenMin sudah jadian. BaekYeol, HunHan, KrisTao, SuLay dan KaiDo juga sudah dari beberapa minggu yang lalu. TaeNy eonni juga sudah. YulSic, YoonHyun, SooSunn sedang PDKT. Lah, sekarang aku dengan siapa?" Ujarnya dengan nada sedih.

Maklum, semua orang-orang terdekatnya sudah mendapatkan pasangan masing-masing. Sedangkan ia? Perilaku sudah tomboy, jiwa seme juga yang paling greget dan kerasa, jiwa preman juga paling menonjol, di club dance ia dimasukkan ke club dance namja. Tapi mengapa ia sendiri yang tidak mendapat pasangan? Poor Hyoyeon #plakk.

Saat sedang berjalan sendirian di taman tersebut, tiba-tiba seorang yeojya menabraknya.

BYUR..

"YAKK?!" Teriak Hyoyeon kesal. Seorang yeojya tampak melihatnya dengan tatapan bersalah. Yeojya tersebut memakai tanktop pink dibalut jaket baseball biru lembut, dengan celana legging berwarna hitam. Dikepalanya tampak bando kelinci berwarna merah lucu. Rambutnya yang pendek dan matanya yang sipit tampak begitu manis dimata Hyoyeon. Hyoyeon terus melihat yeojya tersebut tanpa berkedip.

'Cantik sekali' Batin Hyoyeon sambil tetap tidak melepaskan tatapan matanya pada yeojya tersebut.

"Hey.." Kata yeojya tersebut sambil melambaikan tangannya didepan wajah Hyoyeon. Tiba-tiba saja emosi Hyoyeon yang berada di ubun-ubun kembali turun saat mendengar suara lembut milik yeojya tersebut. Sedetik kemudian, Hyoyeon tersenyum lembut.

"Ne, waeyo?" Tanya Hyoyeon sambil tersenyum manis.

"Kau tidak marah kepadaku?" Ujar yeojya tersebut dengan tatapan polosnya.

Hyoyeon langsung menepuk jidatnya pelan. Bahkan ia sampai lupa jika ia ingin memarahi yeojya didepannya ini.

"Tentu saja tidak" Ketus Hyoyeon singkat dan segera berbalik untuk kembali berjalan-jalan. Saat sedang berjalan, ia dapat merasakan seseorang mengikutinya dari belakang. Dengan sangat kesal, ia pun membalikkan tubuhnya menghadap orang tersebut

"Ada apa lagi, hah?" Tanya Hyoyeon dingin. Yeojya didepannya hanya memiringkan kepalanya imut.

"Aku hanya ingin berjalan-jalan denganmu. Tadi, aku dan teman-temanku berjalan-jalan sekitar sini. Ternyata aku terpisah dari rombonganku dan akhirnya aku tersesat hingga bertemu denganmu" Jelas yeojya tersebut panjang lebar.

Hyoyeon hanya menganggukan kepalanya singkat, "Siapa namamu?"

"Jung Yong Joo. Tapi kau bisa memanggilku Nicole" Jawab yeojya tersebut. Hyoyeon tersenyum manis.

"Kim Hyo Yeon imnida. Kau bisa memanggilku Hyoyeon atau Hyonnie" Kata Hyoyeon. Sepertinya Hyo mulai genit dengan gadis imut didepannya ini #plakk.

"Baiklah, daripada kita tidak jelas ingin melakukan apa disini, lebih baik kita pergi ketempatku. Teman-temanku banyak yang berada disana" Ajak Hyoyeon sambil menggandeng Nicole pergi.

.

.

.

"Eh, eh lihatlah! Hyoyeon membawa seorang yeojya" Seru Yuri pada orang-orang yang berada didekatnya.

"Mana, mana. Eh iya, benar" Timpal Suho yang melihat Hyoyeon.

Saat Hyoyeon dan Nicole mendekati kerumunan anak-anak, serempak anak-anak langsung menyoraki Hyoyeon.

"Cie... Hyoyeon noona/ Hyonnie, sudah dapat couple ya... Chukkae ne" Ujar Lay sambil menjabat tangan Hyoyeon. Dengan kasar, Hyoyeon menepis tangan Lay dengan wajah memerah karena malu. Nicole yang berada disebelahnya juga menunduk malu.

"Enak saja! Aku baru bertemu dengannya tahu!" Sentak Hyoyeon. Yoona pun langsung menghampiri Nicole yang berada di sebelah Hyoyeon.

"Siapa namamu?"

"Nicole" Jawab Hyoyeon mewakili jawaban Nicole. Semua anak-anak yang berada disana tersenyum jahil.

"Tuh kan benar" Seru Sooyoung.

"Sudahlah, kami ingin berjalan-jalan dulu ne.." Ujar Hyoyeon sambil berjalan menjauhi kerumunan anak-anak tersebut. Setelah Hyoyeon dan Nicole sudah pergi, anak-anak tadi segera berkumpul untuk berdiskusi.

"Hey, sebaiknya nama apa yang pantas untuk Hyoyeon dan Nicole itu" –Suho.

"Bagiamana jika YeonCole" –Sooyoung.

"Tidak, tidak itu jelek" –Yoona.

"Kalau HyoCole" –Seohyun.

"Bagus sih, tapi terdengar seperti Jengkol tahu" –Lay.

Semua mata memandang pada Lay. Sebenarnya HyoCole (read: hyokol) itu jika dibaca tidak terdengar seperti Jengkol. Tapi mungkin Lay yang terlalu berlebihan atau ia yang senang dengan makanan khas Indonesia itu, ia jadi mengait-kaitkannya dengan Jengkol.

'Dasar maniak Jengkol(?)' Batin anak-anak tersebut minus Lay tentunya.

_OOoEXOoOO_

Dua orang namja terlihat sedang berlari-larian di tengah kerumunan orang-orang yang sedang bersantai. Baju seragam yang dipakai keduanya tampak kotor. Penampilan mereka berdua juga mengerikan. Dengan debu yang melumuri baju keduanya, rambut mereka yang sudah acak-acakan, wajah mereka yang menyiratkan kekesalan dan kemarahan serta mulut keduanya yang terus mengucapkan sumpah serapah. Mereka berjalan menuju rombongan SM High School.

"Yak.. Kalian siap- eh, Baekhyun? Chanyeol?" Tegur Tiffany setelah tahu siapa yang datang.

"Dimana HunHan?" Tanya balik BaekYeol. Tiffany segera menunjuk pasangan HunHan yang sedang tiduran dibawah pohon. Keduanya menggeram marah. Segera mereka menghampiri HunHan Couple.

"Luhan! Sehun! Yakk... Bangun kalian?!" Teriak Chanyeol sambil menyiram keduanya dengan Pop Ice yang berada ditangannya. Alhasil Sehun dan Luhan langsung terbangun.

"CHANYEOL, apa yang kau lakukan?" Seru Sehun sambil memeluk Luhan hyungnya. Ia sedikit merinding begitu melihat Baekhyun dan Chanyeol yang men-death glare dirinya dengan sangat tajam. Luhan sedikit bergerak-gerak didalam pelukan Sehun.

"Ada apa Sehun-ah?" Tanya Luhan sambil berusaha melepaskan pelukan Sehun.

"Apa yang kau lakukan pada MinChae Couple, hah?" Marah Baekhyun.

"Yang mana?"

"Itu lho, rekaman suara kami saat sedang mem-bully MinChae Couple" Jelas Baekhyun sambil mengingat kejadian yang dilaluinya bersama Chanyeol waktu itu.

Flash Back

"BAEKYEOOOLLL..."

"ANDWAEEEEE..."

Baekhyun dan Chanyeol yang sedang main bola bekel(?) pun langsung melemparkan bolanya kearah CL dan Minzi. Alhasil CL yang menginjak bola tersebut langsung terpeleset hingga Minzi yang berada dibelakangnya juga ikut terpeleset dengan posisi yang tidak elit. Ternyata BaekYeol memanfaatkan waktu tersebut untuk berlari sekencang-kencangnya.

"Yak.. Jangan lari kalian!" Kedua yeojya tersebut langsung bangun dari jatuhnya dan berlari mengejar BaekYeol yang sudah menjauh.

Baekhyun dan Chanyeol terus berlari hingga mereka berdua sampai pada suatu tempat.

"Hah, tanah merah? Sejak kapan disini ada tanah merah?" Kata Chanyeol kebingungan.

"Sejak MinChae Couple berubah menjadi sepasang harimau dan hyena. Cepatlah kita kabur!" Seru Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol tanpa tahu apa yang ada didepannya. Ternyata jalur yang dilalui BaekYeol Couple salah. Mereka malah melewati tanah merah yang basah karena air hujan. Alhasil mereka berdua terpeleset.

"Yak.. Baekkie, jangan asal menarik-narik. Lihatlah, kita jadi terpeleset kan!" Bentak Chanyeol karena kini mereka berdua malah terjatuh dengan kotoran dibaju mereka. Baekhyun hanya nyengir gaje.

"Hehehe... Mian Yeolli. Aku kan tidak lihat kalau ada tanah merah disini" Ujar Baekhyun sambil berusaha berdiri. Saat mereka ingin berdiri, tiba-tiba saja Minzi dan CL sudah berada didepan mereka. Sontak, BaekYeol melempar tanah sebanyak-banyaknya pada mereka berdua.

"Hey, hey, ChanBaek! Hentikan!" Seru Minzi sambil menutupi wajahnya.

Kesempatan ini kembali dimanfaatkan BaekYeol untuk kabur. Saat sedang berlari, tiba-tiba Baekhyun tersandung kucing(?) yang sedang lewat. Karena tidak mau menendang kucing, akhirnya Baekhyun melompati kucing tersebut dan langsung terjatuh. Chanyeol pun ikut terjatuh, karena ia juga sedang menggandeng tangan Baekhyun.

"AWW... BOKONGKU!" Teriak Chanyeol kesakitan. Baekhyun segera memukul mulut Chanyeol dengan botol terdekat.

"Berisik, kajja kita lari lagi" Kata Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol hingga berdiri. Akan tetapi Chanyeol malah menarik kembali tangan Baekhyun hingga Baekhyun terjatuh dipangkuan Chanyeol.

"YAKK... Channie! Apa yang kau lakukan?" Seru Baekhyun sambil terus meronta-ronta di pangkuan Chanyeol. Dari jauh Baekhyun dapat melihat Minzi dan CL yang semakin mendekat. Baekhyun menghela nafas 'Saat genting-gentingnya seperti ini dia malah mencari kesempatan' pikir Baekhyun.

"A-Aku..."

"KENA KALIAN!"

"AAAA... ANDWAEE.."

Kedua BaekYeol tersebut pun berpelukan satu sama lain. Minzi dan CL yang melihat mereka berdua hanya cengo seketika. Sedangkan BaekYeol sudah berteriak-teriak tidak jelas. Mereka masih memeluk satu sama lain. Tiba-tiba saja ide cemerlang terlintas di otak Chanyeol.

"Baekki~ Kau tahu kan kalau rata-rata yeojya di sekolah kita adalah Fujoshi?" Bisik Chanyeol. Baekhyun hanya menggangguk sambil terus berteriak-teriak.

"Bagaimana jika kita melakukan hal yang disukai Fujoshi pada umumnya. Seperti berciuman mungkin" Ujar Chanyeol asal. Baekhyun membulatkan matanya. Hei, mereka sedang berada di tempat umum. Walaupun sedikit sepi sih.

Baekhyun terlihat ragu dengan tawaran Chanyeol. Tapi mau bagaimana lagi. Daripada mereka berdua berakhir menjadi bacon dan telur mata sapi, lebih baik melakukan hal-hal yang gila. Tanpa aba-aba Baekhyun langsung mencium Chanyeol tepat dibibirnya. Chanyeol sedikit terkejut, namun pada akhirnya ia menutup matanya juga. CL dan Minzi yang melihat mereka berdua seketika membeku. Melihat moment Yaoi didepan mereka siapa yang tidak tertarik, hm?

Chanyeol mulai melumat bibir Baekhyun tapi ditahan oleh Baekhyun. Saat sedang berciuman mereka berdua tampak bergerak-gerak. Sepertinya mereka memakai bahasa tubuh, mari kita artikan(?):

'Ck, jangan lumat-lumat kau! Ini ciuman pertamaku tahu' –Baekhyun.

'Sebentar saja Baekki~ Aku- aww... Jangan gigit bibirku' –Chanyeol

'Rasakan! Dasar pervert, mencari kesempatan dalam kesempitan'

'Itu namanya tidak greget Baekki. Ayolah~'

'Tidak mau!'

Dengan segera Baekhyun melepaskan ciumannya dengan Chanyeol. Ia terkejut dengan pemandangan yang tersaji didepannya. Chanyeol yang bingung dengan sikap Baekhyun langsung mengikuti arah pandang Baekhyun. Ia juga terkejut, tapi sedikit berlebihan. Mata yang membulat, hidung yang membesar, dan mulut yang menganga lebar. Saat ada lalat lewat didepan mulutnya, segera ia memukulnya dengan raket nyamuk(?) terdekat.

"M-mereka sekarat?" Tanya Chanyeol ragu. Baekhyun segera menjitak kepalanya keras.

"Enak saja! Kau menyumpahi mereka?" Ujar Baekhyun sedikit kesal.

Bagaimana tidak kaget, dihadapan mereka terdapat dua orang yeojya yang terbaring dengan darah yang mengalir di kedua hidungnya. Biasalah Fujoshi, pasti kalau menonton momentnya pasti pikirannya langsung berfantasi ria. Contohnya duo MinChae ini. BaekYeol hanya menggelengkan kepalanya heran.

"Baru ciuman saja sudah heboh, apalagi NC-an..." Ucap Chanyeol sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Dasar pervert!" Seru Baekhyun sambil memukul tangan Chanyeol dengan wajah yang memerah menahan malu. Chanyeol hanya terkikik geli melihat kelakuan namja chingunya. Tanpa sengaja, mata Baekhyun melihat ada sesuatu ditangan Minzi. Segera ia mengambilnya dan mengamatinya.

"Yeolli, Kau tahu tidak ini punya siapa? Sepertinya familiar" Kata Baekhyun sambil memutar-mutar ponsel yang berada digenggaman tangannya. Chanyeol tampak mengamati ponsel tersebut dan menemukan stiker chibi HunHan menempel dibagian belakang ponsel tersebut.

"Pasti punya Sehun, kalau tidak Sehun ya Luhan" Ujar Chanyeol yakin. Saat menyalakan ponselnya, Chanyeol melihat ada rekaman sesuatu terpampang dilayar ponsel tersebut. Karena iseng, Chanyeol memutarnya dan betapa terkejutnya mereka berdua bahwa rekaman tersebut adalah rekaman suara mereka berdua saat mem-bully MinChae.

Flash Back Off

"Begitu ceritanya..." Tutup Baekhyun mengakhiri kultumnya. HunHan hanya menganggukan kepalanya (sok) polos. Sedetik kemudian, Baekhyun men-death glare keduanya dengan tatapan mata tajamnya. HunHan Couple bersiap-siap untuk kabur. Tapi, Chanyeol menahan keduanya dengan kedua tangan besarnya. #buset tenaganya kuat banget XD

"Mau kemana kalian, hm?" Tanya Chanyeol dengan nada yang sama saat CL menahan dirinya dan Baekhyun.

"KYYYAAA... AMPUN~"

"NYAHAHAHA... TIDAK AKAN!"

Selanjutnya terjadilah kejar-kejaran antara kedua Couple tersebut. Couple paling ceria bertengkar dengan Couple paling manis. Bahkan BaekYeol belum membersihkan diri mereka sendiri setelah berkejar-kejaran dengan MinChae Couple. Dasar... Namanya juga anak muda.

.

.

.

.

Seorang namja tinggi dengan kulit tan tampak bersender di salah satu pohon sambil mengunyah permen karet. Beberapa menit sekali, ia melihat arlojinya sebentar dan berdecak kesal.

"Aish.. Mengapa lama sekali.." Ujarnya kesal.

"KAI?!" Panggil seseorang pada namja berkulit tan tersebut. Kai menoleh.

"Wae Suho hyung?"

Suho berjalan menuju Kai. Akan tetapi saat ia sudah berdiri disamping Kai, sekilas ia mendengar suara orang sedang berbisik-bisik. Suho hanya memutar bola matanya malas mendengar suara bisikan-bisikan yang menurutnya sudah sangat basi.

"HEY, KALIAN. JANGANLAH BICARAKAN TENTANG TINGGI BADANKU. IT'S HURT!" Teriak Suho kesegala arah(?). Kai yang melihat Suho hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya maklum. Padahal dalam hatinya ia bergumam 'Huh, tidak kenal, tidak kenal'. Hyungnya yang merupakan anggota OSIS tersebut memang sangat sensitif jika ada orang yang membicarakan tinggi badannya. Beruntung dia memiliki badan yang cukup tinggi, tapi masalahnya terdapat pada warna kulitnya.

"Sudahlah hyung, nasib menjadi orang pendek" Ujar Kai sambil menepuk-nepuk pundak Suho.

PLETAK

Sebuah 'belaian lembut' mendarat di kepala Kai. Kai mengusap-usap kepalanya yang sekarang mungkin sudah berdenyut-denyut.

"Huh... Mentang-mentang kau tinggi!" Seru Suho sarkartis. Kai hanya mendengus kesal.

"Baiklah, lebih baik kita duduk dulu hyung" Ajak Kai sambil duduk pada tempatnya berdiri, diikuti Suho. Setelah menyamankan posisi duduknya, mereka berdua memulai untuk berbincang-bincang sebentar.

"Jam berapa sekarang?" Tanya Suho.

"Sekitar jam 1 kurang. Huft... Beberapa menit lagi" Kata Kai.

"A-"

TEETEEENEET... TENEETT... #backsound gagal

Ucapan Suho terputus saat mendengar suara terompet berbunyi dengan sangat keras. Otomatis Kai dan Suho berdiri dari tempat duduknya. Suho yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi hanya memasang wajah bingung.

"Ada apa ini?" Tanya Suho.

"Ani, hanya saja pengumuman akan segera dilaksanakan. Kajja hyung, kita bersiap-siap" Ajak Kai sambil menarik tangan Suho menuju tempat penonton untuk melaksanakan pengumuman lomba.

Saat sedang berlari, seseorang tanpa sengaja mendorong Suho hingga ia tersandung dan jatuh. Suho meringis kesakitan saat tubuhnya bergesekan dengan tanah. Tapi tidak sampai disitu, beberapa manusia tampak berlari kearahnya. Suho membulatkan matanya. Jangan sampai dirinya terinjak-injak. Ia pun memejamkan matanya pasrah. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan melingkar diperutnya dan mengangkatnya serta menggendongnya seperti karung beras. Suho segera meronta-ronta sambil merenggut sambil tetap memejamkan matanya karena dirinya diperlakukan layaknya karung beras(?).

Suho merasakan dirinya seperti didudukan pada kursi. Segera ia membuka matanya dan mendapati dirinya sudah duduk di kursi penonton dengan keadaan sehat wal alfiat(?). Ia pun menolehkan kepalanya kesamping dan mendapati Lay yang tersenyum manis padanya. Suho pun membulatkan matanya untuk kesekian kalinya.

"Lay.." Panggil Suho tak percaya.

"Waeyo hyung?" Tanya Lay sambil tetap tidak melepaskan senyuman manisnya.

"Kau tadi yang menggendongku?"

"Oooh.. Yang tadi? Tidak kok, tadi itu tukang angkat karung beras(?) yang lewat melihatmu. Lalu ia pun mengangkatmu hingga sampai kesini" Jelas Lay. Suho semakin membulatkan matanya lebih besar dari mata milik Dio.

Tak lama kemudian sekumpulan anak-anak yang diketahui adalah geng Soshi dan geng fenomenal X-6 pun mendekati SuLay yang sekarang sedang cengo bersama itu.

"Ciee~ Yang tadi digendong sama Lay ge" Seru Tao sambil mendorong badan Suho hingga Suho langsung nyungsep(?) ketanah dengan wajah yang lebih dulu mendarat. Alhasil semua orang yang melihat moment tersebut langsung tertawa terbahak-bahak, termasuk Lay. Haduh... Namjachingunya satu ini sudah mudah dibully, pendek, juga sering menjadi bahan bullyan kedua setelah Chen. Poor Suho... ^_^ V

"Cuih! Huks.. Tao-ah, kau kejam sekali pada hyungmu yang pendek ini" Ucap Suho nelangsa sambil mengeluarkan rumput yang sempat memasuki mulutnya saat terjatuh tadi. Sedangkan Tao sudah tertawa keras sambil memegangi perutnya. Dengan sabar Lay pun menepuk-nepuk pundak Suho lembut sambil mengisyaratkan kedua geng berbeda kelamin(?) tersebut untuk pergi.

Setelah mereka pergi, Lay pun kembali tertawa terkikik membuat Suho bertambah kesal karnanya. Lihatlah, wajah yang tadinya putih bersih dan tampan tadi menjadi kotor seperti tanah merah yang dimainkan ChanBaek dengan rerumputan kecil yang menghiasi bagian pinggir wajahnya. Dan jangan lupakan wajahnya yang memelas itu menambah kesan lucu pada wajah Suho.

"Sudahlah, kau bersihkan dulu wajahmu itu. Pengumuman masih 20 menit lagi. Aku akan menjaga tempat dudukmu.." Ujar Lay sambil mendorong-dorong tubuh Suho. Dengan cepat Suho berlari ke toilet terdekat sambil menutupi wajahnya dengan tangan. Lay yang melihatnya hanya terkikik geli. Orang itu memang sangat lucu.

Saat sedang menunggu, tiba-tiba Lay mendengar suara host dari atas panggung, 'Kepada para peserta lomba, harap bersiap backstage sekarang'. Lay hanya tersenyum tipis. Ia pun membenarkan bajunya, merapihkan wajahnya, menata rambutnya. Terakhir ia memanggil Tao yang berada disebelahnya.

"Ta-"

"Waeyo ge?" Tanya Tao dengan cepat. Lay tersenyum manis memamerkan dimplenya.

"Aniyo aku hanya ingin menitip Suho hyung nanti. Kau jagalah tempat duduknya kalau ia kembali dari toilet" Peringat Lay. Tao hanya mengangguk mengerti.

Setelah Lay pergi menuju backstage, Suho datang dengan wajah segar bugarnya. Ia kebingungan begitu melihat kursinya ditempati oleh Kris Seonsaengnim. Ia pun bertanya pada Tao yang berada di sebelah Kris.

"Tao-ah, aku duduk dimana?" Tanya Suho to the point.

"Disan-" Mata Tao terbelalak ketika melihat Kris disebelahnya. Padahal itu adalah kursi Suho yang telah dititipi Lay. Sebuah ide pun terlintas di otak Tao.

"AHA! Bagaimana jika gege duduk dipangkuan Tao?" Tawar Tao. Suho menggeleng, "Tidak Tao, biarkan aku yang memangku ka-"

BRUK

Sebuah boneka panda yang tidak diketahui asalnya terbanting begitu saja ditanah yang menimbulkan suara 'Bruk' yang hanya didengarkan oleh semut(?). Oh ya, kan semut tidak punya telinga #plakk. Tao berdiri dengan mata yang memerah karena debu. Dengan perhatian, Kris menetesinya dengan insto(?). Setelah matanya kembali jernih, Tao pun menatap tajam Suho yang berada didepannya. Suho hanya menundukkan kepalanya takut karena tatapan mata Tao seperti ingin menelanjanginya.

"Dasar gege tak tahu diri!"

JLEB

"Kau itu pendek dan aku itu tinggi!"

JLEB

"Kau itu kecil dan aku itu besar!"

JLEB

"Aku itu berat, sedangkan kau ringan!"

JLEB

"Kau mau saat kau memangkuku kau malah gepeng(?) seperti daun?"

JLE- eh, tunggu yang itu benar.

Suho kembali menundukan kepalanya malu, bahkan wajahnya sudah memerah karena malu. Dasar, sudah pendek bergaya lagi #plakk. Dengan tidak ikhlas, ia langsung melompat hingga mendarat diatas paha Tao dengan mulus. Otomatis, Tao pun berteriak keras.

"AAAWW..." Teriak Tao. KrisHo yang berada didekatnya langsung terlonjak kaget.

"Waeyo baby panda?" Tanya Kris prihatin. Tao menunjuk Suho yang berada dipangkuannya.

"Ini ge, bokong Suho ge itu lancip(?) tahu" Keluh Tao kesal. Suho yang mendengarnya hanya mendumel dalam hati. Memangnya bokongnya selancip apa hingga bisa menyakiti Tao?

"Hey, KrisTaoHo! Perhatikan ke depan. Jangan ribut dengan urusan sendiri saja" Tegur Chanyeol layaknya guru gagal. KrisTaoHo hanya mengangguk dan memperhatikan ke panggung.

"Baiklah para hadirin sekalian, sudah 1 jam lamanya kita menunggu. Kami akan bacakan pemenang lomba berdasarkan hasil keputusan dewan juri" Ucap sang Host sambil mengeluarkan kertas kecil dari saku bajunya.

Semua peserta menunggu dengan cemas. Peserta dan suporter dari SM High School juga menunggu dengan wajah yang pucat dan tingkah yang sangat abnormal. Kai yang menari ballet sepanjang kursi penonton hingga ia terus ditatap oleh orang-orang disekitarnya dan dimarahi karena telah meninggalkan backstage tanpa izin(?).

Sedangkan di backstage terlihat HyoYulYoon yang sedang berpelukan satu sama lain sambil membaca doa. Doa-doanya antara lain, Surat Yasin, Al-Qur'an 30 Juz, Surat Al-Fatihah, Surat-surat pendek lainnya dan tidak lupa berdzikir. Bagus, sangat alim. Tapi yang aneh adalah, sejak kapan mereka bertiga jadi islam?

Semua penonton mulai resah. Sang host juga terlihat kebingungan dari tadi karena ia terus membolak-balikkan kertas yang dipegangnya. Peserta dari SM High School makin tidak karuan. Hingga sebuah suara membuat sebagian besar dari mereka langsung mendengarkan dengan seksama.

"Juara Lomba Dance Berdasarkan Kostum Versi Yeojya" Mulai sang host. Peserta masih mendengarkan dengan seksama.

"Juara 3 adalah...

-TBC-

Author's Curcol area:

Annyeong~ #bow. Saya kembali lagi ke FFN , selama tiga bulan ini saya terus merindukan FFN beserta penghuninya. Akan tetapi karena masa hiatus dan tugas sekolah yang membuat saya sibuk jadi saya gak bisa kesini tepat waktu. Apalagi dengan modem yang rusak T_T. Setelah dipikir-pikir ternyata selama saya hiatus banyak yang sudah saya lewatkan tentang EXO.

Ultah HunHanTaoHo, juga COMEBACK EXO.. #tiup terompet. Akhirnya Exo gak ngasih PHP lagi ke para Fansnya. Okelah, maaf jika FF Comeback saya terlalu pendek #nyengir kambing. Endingnya juga ngegantung banget -_-. Tanpa banyak bacot,

Akhir kata:

Review Please... #sambil gwiyomi bareng Sehun