-My Bossy Boy-

Pairing: Ye-Kyu

Cast: Yesung, Kyuhyun and another SJ member

Genre: Drama, Romance

Rated: T

Desclaimer:

All character are belong to God and their self, tapi.. YESUNG boleh buat saya kan?

Warning: -

Turuti semua perintahku jika kau mencintaiku!

Himi Chan

Present

-STORY 1-

And tHe Story is Begin

PART 1


Kisah ini berawal dari satu bulan yang lalu..

"Anyeong haseyo, Namaku Cho Kyuhyun, senang bertemu kalian semua!"

"Baiklah, Kyuhyun-sshi semoga kau senang bersekolah disini, sekarang duduklah di bangku kosong di ujung sana."

"Ne, songsaengnim."

Aku bertemu dengan malaikat hatiku...

"Hei, Yesung! Apa kau tahu jika ada murid yang baru pindah ke sekolah kita?!"

"Dengar darimana kau, Sungmin?"

"Aigo, semua orang sudah tau tentang hal ini! Banyak yang bilang anak pindahan ini tampan! Sangat tampan!"

"Benarkah?"

"Ne!"

"Apa dia seangkatan dengan kita?"

"Anindeyo, dia hoobae kita. Dia kelas XI."

"Sepertinya menarik, siapa namanya?"

"Kalau tak salah, namanya adalah CHO KYUHYUN."

Malaikat hati yang berhasil menarik seluruh perhatianku dari awal aku bertemu dengannya...

"Itu dia!"

"Siapa?"

"Cho Kyuhyun! Siapa lagi?"

"D-dia.."

Aku tahu jika ini gila. Tapi aku benar – benar telah terpikat oleh pesonanya dari pertama aku memandangnya. Apa ini yang dinamakan 'cinta pada pandangan pertama', eoh?

"Arrrgggghhhhhh...! Apa – apaan ini? Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan Cho Kyuhyun!"

"Kau menyukaiku, Sunbae-nim?"

"E-eh..?"

Dan akhirnya aku menyatakan cintaku padanya, kepada malaikat hatiku..

"A-ku menyukaimu, ah tidak, aku mencintaimu, murid baru, Cho Kyuhyun!"

"Benarkah?"

Tapi ternyata aku salah, dia bukan malaikat, dia IBLIS!

"Baiklah, tapi jika kau ingin menjadi namjachinguku, kau harus MENURUTI SEMUA PERINTAHKU."

"..."

"Wae? Kau tak berani?"

"Aniyo, baiklah! Aku akan menuruti semua perintahmu! Jadi mulai sekarang kau adalah NAMJACHINGUKU, Cho Kyuhyun!"

Apa aku akan tetap mencintai iblis yang telah memikat hatiku?

Kita lihat saja..


"Hei, kau sudah dengar berita terbaru?! Katanya hari ini akan ada murid pindahan loh!"

"Jinjjayo?"

"Ne! Dan banyak yang bilang kalau dia itu tampan!"

"Jadi dia namja?"

"Ne!"

"Wah.. aku tidak sabar melihatnya!"

Sepanjang lorong sekolah bahkan hingga tiap sudut di semua tempat di sekolah ini sedang sibuk membicarakan satu hal. Ya, si anak baru yang telah menarik perhatian walaupun dia belum menampakkan batang hidungnya di sekolah ini. Apakah kata 'murid baru' adalah hal asing bagi mereka hingga mereka seheboh ini membicarakannya? Tentu saja tidak, bagi kalangan anak sekolah, murid baru merupakan hal yang biasa, hanya saja ini akan berbeda jika murid baru nya adalah seorang anak jenius yang tampan dan merupakan pewaris sebuah perusahaan besar di Korea Selatan. Bisa dibilang hampir semua siswa mulai membicarakan anak baru tersebut, menggosipkannya, bahkan ada yang mulai membentuk fanclub, tapi tentu saja ada yang tidak tertarik atau bahkan tidak mengetahui tentang hal ini.

"Woi Yesung!"seru namja bergigi kelinci.

Si namja bergigi kelinci itu terlihat melambai – lambaikan tangannya kepada namja lain yang baru saja tida di sekolah menggunakan motor sportnya. Merasa namanya dipanggil, namja tadi membalas lambaian tangan si namja bergigi kelinci.

"Ya! Sungmin-ah!"jawab Yesung.

"Bagaimana liburanmu?"tanya Sungmin ketika Yesung telah berdiri di hadapannya.

"Cukup menyenangkan, hanya saja tidak ada hal yang menarik."jawab Yesung seadanya.

"Ah.. mungkin lain waktu kita harus berlibur bersama, apalagi sebentar lagi kita akan lulus dari sekolah ini."

"Itu masih satu tahun lagi, Sungmin-ah."

"Tapi satu tahun itu akan berlalu cepat sekali, Yesung-ah."

"Ne.. ne.."

"Ppali! Ayo kita masuk ke kelas."

"Ne."


Sementara di kelas lain..

"Anyeong haseyo, Namaku Cho Kyuhyun, senang bertemu kalian semua!"sapa seorang namja dengan surai ikal berwarna coklat karamel. Kulitnya berwarna putih pucat, tubuhnya tinggi semampai, dan suaranya merdu didengar. Benar – benar pangeran sekolah.

"Baiklah, Kyuhyun-sshi semoga kau senang bersekolah disini, sekarang duduklah di bangku kosong di ujung sana."

"Ne, songsaengnim."

Kyuhyun berjalan menuju bangku yang telah di tunjukkan oleh songsaengnim barunya, sepanjang dia berjalan dapat didengar setiap anak membicarakannya, bahkan ada yang nekat mengambil gambarnya diam – diam. Hingga akhirnya dia duduk di bangkunya yang ada di sudut kelas, dia hanya diam, tidak mencoba berkenalan dengan teman sebangkunya. Sebenarnya dia berniat berkenalan dengan namja yang ada di sampingnya ini, tapi bagaimana caranya jika namja yang akan kau ajak berkenalan sedang tidur pulas disampingmu? Kyuhyun pun akhirnya mencoba mendengarkan pelajaran yang sedang diajarkan oleh songsaengnim barunya.

"Ahh.. membosankan."sahut Kyuhyun.

Padahal belum satu menit dia mendengarkan pelajaran. Akhirnya dia mengeluarkan sebuah benda hitam dari dalam sakunya. Tidak besar namun cukup panjang, berwarna hitam metalik, benda itu adalah benda kesayangan milik Kyuhyun, psp. Setelah mengatur psp nya agar ada dalam keadaan 'mute'. Diapun mulai memainkan game di dalam psp nya. Sesekali dia akan meringis jika lawan menyerang dirinya.

"Hei, seharusnya kau menyerang yang ini, setelah itu baru kau bisa maju ke level berikutnya."sahut seseorang yang ternyata adalah teman sebangku Kyuhyun yang tertidur tadi.

"Eoh? Kau sudah bangun? Kau tau permainan ini?"

"Tentu saja, kau sangat berisik! Aku sudah menyelesaikan permainan itu seminggu yang lalu."

"Mwoya? Benarkah? Bagaimana caranya?"

"Baiklah, aku akan mengajarkannya padamu. Namaku Shim Changmin, siapa namamu?"

"Kyuhyun. Cho Kyuhyun, senang berkenalan denganmu."

"Ne"


"Yesung-ah! Bangun! Ayo kita ke kantin!"

Sungmin sedang mencoba membangunkan Yesung yang ternyata tertidur di kelasnya. Yesung, namja bermata sipit dengan rambut hitam yang mengkilap.

"Aku masih ngantuk, Min."

"Ayolah!"

"Aisshh.. ne."sahut Yesung yang akhirnya beranjak dari bangkunya dan mengikuti langkah Sungmin menuju kantin sekolah mereka.

Yesung yang masih setengah sadar berjalan mengikuti Sungmin yang berjalan di depannya.

"Hei, Yesung! Apa kau tahu jika ada murid yang baru pindah ke sekolah kita?!"

"Dengar darimana kau, Sungmin?"

"Aigo, semua orang sudah tau tentang hal ini! Banyak yang bilang anak pindahan ini tampan! Sangat tampan!"

"Benarkah?"

"Ne!"

"Apa dia seangkatan dengan kita?"

"Anindeyo, dia hoobae kita. Dia kelas XI."

"Sepertinya menarik, siapa namanya?"

"Kalau tak salah, namanya adalah CHO KYUHYUN."

"Hmm.."

"Ah, Yesung. Aku mau mampir ke kelas Henry sebentar, kau tunggu disini dulu ne?"

"Aisshh, baiklah, jangan lama – lama!"

Sungmin hanya mengangguk dan kemudian berjalan meninggalkan Yesung. Sebenarnya Yesung cukup kesal ditinggal sendirian begini, lebih baik tidur di kelas ketimbang haris mondar – mandir di koridor sekolah tak jelas begini, pikirnya. Tapi apa boleh buat, dia tidak bisa menolak permintaan Sungmin. Akan sangat mengerikan sekali jika Sungmin sampai mengamuk, karena dibalik wajah imutnya, Sungmin adalah seorang ahli matrial art.

Brukk..

"M-mianhe.."sahut seseorang yang tak sengaja menabrak Yesun hingga jatuh.

"Aisshh.. dasar kau ini..."sahut Yesung kesal dengan mencoba berdiri kembali.

"Mian, sunbaenim. Aku tidak sengaja."

"Lain kali, hati – ha..."

Yesung tidak bisa melanjutkan kata – katanya. Entah mengapa suaranya tiba – tiba tercekat ketika melihat wajah seseorang yang telah menabraknya. Dia benar – benar terpesona melihat wajah orang itu, rambut ikal berwarna coklat karamel, mata indahnya yang cukup lebar, hidung mancung, bibir merah, dengan warna kulita yang putih pucat.

"Sunbaenim?"panggil orang itu menyadarkan Yesung dari lamunannya.

"E-eoh? Lain kali hati – hatilah."

"Ne, sunbaenim. Sekali lagi aku minta maaf, aku permisi dulu."

Yesung hanya bisa terus memandang punggung namja yang sudah menarik perhatian serta hatinya. Dia tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari namja tadi, bahkan hingga siluet namja tadi telah menghilang di perpotongan koridor.

"Wo! Yesung!"

"K-kau sudah kembali, Sungmin?"

Yesung menelohe ke arah asal suara yang sempat membuatnya kaget, ternyata Sungmin telah selesai dari urusannya bersama Henry.

"Tentu saja, bodoh. Kenapa kau bengong begitu?"

"A-aniya, hanya saja aku menemukan sesuatu yang menarik."kata Yesung dengan seringaian di wajahnya.

Sungmin hanya bisa heran mendengar kata – kata ambigu dari Yesung. Dia memang sama sekali tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Yesung, hanya ditinggal beberapa saat Yesung sudah menjadi aneh seperti ini. Akhirnya Sungmin pun hanya bisa menghela napas, tak ingin ikut ambil pusing dengan tingkah Yesung.

"Baiklah, kalau begitu ayo kita ke kantin."


Bahkan hingga memasuki jam pelajaran, pikiran Yesung masih dikuasai oleh sosok namja tak dikenal yang dengan sukses menarik perhatiannya. Dalam pikiran Yesung terus terbayang – bayang wajah namja tersebut, Yesung merasa jika namja tersebut begitu indah, tak ada satupun titik cacat yang kentara dari wajahnya. Bagi Yesung dia seperti malaikat. Begitu bersinar dan indah. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?

"Hei, Yesung!"

"A-ada apa, Sungmin-ah?"

"Kau melamun lagi."

"Benarkah?"

"Jangan pasang tampang bodoh mu itu di hadapanku. Sebenarnya apa yang sudah terjadi sampai kau jadi bodoh seperti ini?

"Rahasia.."

Dan Sungmin lagi – lagi hanya bisa mencibir kesal melihat tingkah Yesung. Benar – benar bodoh, pikirnya.

"O,iya. Bagaimana kalau kita nanti berkunjung ke ruang klub sebentar?"ujar Sungmin tiba – tiba.

"Apa? Kita sudah di kelas akhir Sungmin-ah, kita sudah tidak seharusnya mengurusi masalah klub."

"Kita hanya melihat – lihat, Yesung-ah. Lagipula setelah pulang sekolah kau sudah tidak punya kegiatan apapun kan?"

"Aisshh, kau ini."

"Ayolah, bukankah kau mantan ketua klub?"

"Hhhh... baiklah."

"Yeay!"

Lagi – lagi, Yesung tak bisa menolak permintaan Sungmin. Akhirnya, seusai pulang sekolah mereka berdua –Yesung dan Sungmin- pergi ke ruang klub yang dulu pernah menjadi milik mereka. ruang klub yang di kelilingi dengan alat kedap suara, tentu saja untuk menghalangi suara keluar dari ruang klub itu agar tidak mengganggu klub – klub yang lain. "Klub Musik", melihat tanda di atas pintu ruang tersebut, Sungmin tersenyum lebar dan membuka pintu ruangan tersebut.

"Yo! Wookie-ah!"panggil Sungmin kepada seorang namja berwajah tak kalah manis seperti Sungmin.

"Sungmin-hyung!"panggilnya dengan suara yang cukup melengking.

"Bagaimana perasaanmu setelah menjadi ketua klub sekarang?"

"Hahaha.. biasa saja, hyung. Wah, ada Yesung-hyung juga ternyata?"

"Yo!"

Yesung sebenarnya tak cukup tertarik dengan percakapan antara Sungmin dan Wookie. Tapi juga tak bisa mengacuhkan mereka berdua yang notabene teman dekat dan dongsaeng kesayangannya. Ya, mereka bertiga tergabung dalam klub musik. Yesung sudah masuk dalam klub musik sejak dua tahun yang lalu, sejak dia pertama kali memasuki sekolah ini. Sedankan Sungmin, dia baru memasuki klub musik setahun yang lalu bersama Ryeowook yang saat itu masih kelas X, hanya bedanya Sungmin masuk klub musik setelah dia mengenal Yesung sebagai teman sebangkunya di kelas XI.

"Permisi.."

Mendengar suara yang menginterupsi, ketiga namja tersebut –Yesung, Sungmin, dan Ryeowook- pun menoleh ke arah asal dari sumber suara tersebut. Kini terlihatlah, seseorang yang bertampang seperti malaikat, senyum lebar, mata cemerlang, rambut ikal berwarna karamel kecoklatan yang sungguh terlihat lembut.

"Kau mau bergabung dengan klub musik?"tanya Ryeowook.

"Ne, mohon bantuannya, Sunbaenim."ucapnya.

"Itu dia!"seru Sungmin tiba – tiba.

"Siapa?"

"Cho Kyuhyun! Siapa lagi?"

Yesung yang sedari tadi hanya terdiam, untuk kedua kalinya telah jatuh dalam pesona sosok yang ada di depannya ini.

"Ne, namaku Cho Kyuhyun, senang bertemu dengan kalian, Sunbaenim."

"D-dia.."


"Arrggghh..."erang Yesung frustasi.

Dia frustasi karena tak bisa menghilangkan Kyuhyun dari dalam pikirannya. Sejak pertemuan pertama mereka kemarin, Yesung terus – menerus memikirkannya. Bahkan wajah Kyuhyun masuk ke dalam mimpinya semalam. Dan hari ini, sejak dia melangkah masuk ke dalam sekolahnya dia sudah ingin menemuai Kyuhyun. Padahal dia tak tahu apa – apa tentang Kyuhyun, kecuali namanya. Tapi dia benar – benar telah dibuat tergila – gila oleh Kyuhyun hanya dalam sekali bertemu.

Dan disinilah dia sekarang. Di dalam ruang klub musik. Dia memutuskan untuk membolos pelajaran. Daripada dia mengikuti pelajaran tapi pikirannya tidak dapat fokus, lebih baik dia menyendiri di ruang musik.

Ting.. ting..

Yesung menyentuh tuts – tuts grand piano yang yang ada di dalam ruang musik tersebut. Alunan musik mulai terdengar dari grand piano tersebut yang berasal dari sentuhan jemari mungil milik Yesung.

"Arrrgggghhhhhh...! Apa – apaan ini? Kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan Cho Kyuhyun!"teriak Yesung tiba – tiba dan menghentikan permainan piano nya.

"Kau menyukaiku, Sunbae-nim?"seru seseorang yang dengan sukses membuat Yesung membelalakkan matanya.

"E-eh..?"

"Kau meyukaiku kan? Ye sung sun bae?"

"S-sejak kapan kau disini?"

"Sebelum kau masuk aku sudah ada disini."

"A-apa?!"

"Dan aku mendengar semua yang kau katakan. Bahkan aku mendengar permainan piano mu yang sangat indah."

"Kau..mendengarnya? Jadi kau sudah tau?"

"Ya, kau tak bisa berhenti memikirkanku kan, Yesung Sunbae?"

Yesung menelan ludahnya susah payah, dia benar – benar tak menyangka Kyuhyun akan mengetahui perasaannya secepat ini.

"Jadi aku tanya sekali lagi, apa kau menyukaiku Yesung Sunbae?"

"Ya! A-ku menyukaimu, ah tidak, aku mencintaimu, murid baru, Cho Kyuhyun!"

"Benarkah?"kini ganti Kyuhyun yang balik bertanya.

"Tentu saja! Tapi aku tau kau pasti menolak ku, apalagi kau dan aku baru pertamakali bertemu kemarin, kan? Jadi lupakan saja pernyataan cintaku ini."ucap Yesung putus asa. Yesung sadar jika kemungkinan cintanya akan diterima oleh Kyuhyun sangat tidak mungkin.

"Pabbo.."lirih Kyuhyun, raut wajah Kyuhyun sedikit memancarkan rasa kecewa.

"Apa yang baru saja kau katakan?"

"Aniyo, tapi bagaimana jika aku mau menerimamu, Yesung Sunbae?"

"E-eh? Benarkah?!"

"Ne."

"Jadi kau mau aku menjadi namjachingumu?"

"Benar, tapi jika kau ingin menjadi namjachinguku, kau harus MENURUTI SEMUA PERINTAHKU."

"..."

"Wae? Kau tak berani?"

"Aniyo, baiklah! Aku akan menuruti semua perintahmu! Jadi mulai sekarang kau adalah NAMJACHINGUKU, Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun menyeringai mendengar jawaban Yesung, kini tampaklah sosok Kyuhyun yang sebenarnya. Bukan sosok bagai malaikat seperti yang dikira Yesung pada awal saat mereka bertemu, tapi sosok devil yang sangat mengerikan.

"Lihat saja, aku akan menaklukanmu, Kyuhyun. Kau pasti akan benar – benar mencintaiku."

"Ini baru saja dimulai, Yesung Hyung."

END

Or

TBC?

Preview for the next chap:

"Mau apa kau?"

"Hmm.."

"Ja-jangan mendekat! Mau apa kau?"

"Tentu saja aku mau mendapatkan ciuman pertamaku dari namjachinguku, Kyunnie~"

.

.

"Hari minggu besok, kita akan dating."

"Baiklah."

"Dandanlah yang cantik, ne?"

"Ya! Aku ini namja, pabbo!"

.

.

"A-apa harus?"

"Kau sudah berjanji untuk menuruti semua keinginanku."

"Aiissshhhh..."

"Mati kau, Yesung hyung!"

.

.

"Ini baru awal dari penderitaanmu, hyung."

Anyeong Haseyo^^

Akhirnya Himi bisa publish chapter ini? Ada yang masih nungguin?

Mian kalau gag bisa penuhin harapan reader buat update cepet, Himi agak sedih, karena sider lebih banyak dari para reviewer (TT_TT)"

Tapi, Himi seneng dan ga nyangka respon reader ternyata besar ke ff Himi^^ Ghamsahamnida~

Semoga ff ini ga ngecewakan kalian.

*bow*

Dan, cuma buat info, chap selanjutnya udah jadi, so, kalau yang ada yang minta Himi bisa publish secepatnya. Tapi, tergantung minat para reader^^

Q and A:

Q: "Ini pairingnya YeKyu atau KyuSung?"

A: "Sesuai dengan keterangan cerita, main pairing cerita ini adalah YeKyu. Selain itu, Himi juga menghitung usulan pairing dari review reader, dan hasilnya YeKyu lebih banyak yang memilih. Mianhe buat para KyuSung Shipper m(TT_TT)m , tapi Himi pasti bakal buat ff KyuSung kox ke depannya. Jadi di tunggu aja ya.. "

Q: "Ini republish ya?"

A: "Iya, karena awalnya udah di publish, ternyata gag bisa dibuka. Jadi Himi publish ulang. Makasih buat SashaCloudie yang udah kasih tau^^"

Q: "Kamu cewek kan?"

A: "Hahahaha.. cewe jadi – jadian tepatnya.. ^^"

Dan, satu lagi. Err.. Himi gag begitu suka di panggil "Author/thor" panggil aja Himi. Ok?!

Panggil unni/saeng/noona/hyung(?) juga boleh (umur saya hampir 16th).

Mian gag bisa bales review reader seluruhnya.

Sekali lagi Ghamsahamnida udah mau baca cerita Himi, terus review ya?

Last, Mind to review?

-Himi Chan-