-My Bossy Boy-

Pairing: Ye-Kyu

Cast: Yesung, Kyuhyun and another SJ member

Genre: Drama, Romance

Rated: T

Desclaimer:

All character are belong to God and their self, tapi.. YESUNG boleh buat saya kan?

Warning: -

Turuti semua perintahku jika kau mencintaiku!

Himi Chan

Present


"Aniyo, baiklah! Aku akan menuruti semua perintahmu! Jadi mulai sekarang kau adalah NAMJACHINGUKU, Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun menyeringai mendengar jawaban Yesung, kini tampaklah sosok Kyuhyun yang sebenarnya. Bukan sosok bagai malaikat seperti yang dikira Yesung pada awal saat mereka bertemu, tapi sosok devil yang sangat mengerikan.

^^Himi Chan^^

"MWOOO…?!"

Suara lengkingan tinggi terdengar dari bibir merah seorang namja manis dengan gigi kelincinya. Matanya melebar memandang tak percaya ke arah namja lain yang terlihat menenggelamkan wajahnya di antara lipatan kedua sikunya.

"Aiisshhh… diamlah!"

Namja yang tadi menenggelamkan wajahnya kini mulai bangkit dan menarik lengan namja manis bergigi kelinci tersebut. Sadar jika dia dan namja yang berteriak padanya tadi masih berada didalam kelas, dia tak ingin membuat sensasi diantara teman – teman nya yang lain sehingga berinisiatif membawa namja bergigi kelinci tersebut ke tempat lain. Tangan kanannya menutup mulut dan tangan kirinya digunakan untuk mendorong tubuh namja manis tersebut. Namja bermata sipit bak bulan sabit itu terus mendorong namja bergigi kelinci hingga tiba di atap sekolah dan lalu melepasnya.

"Ya! Kenapa kau menutup mulutku dengan tangan baumu itu!"

"Kau sangat berisik, Sungmin-ah!"

"Tapi.. Apa yang aku dengar itu adalah benar? Kau berpacaran dengan Kyuhyun?"Sungmin lagi – lagi memandang Yesung dengan tatapan tidak percaya, sedang Yesung yang kini menjadi aktor utama masalah ini hanya bisa menunduk, diam, tak tahu apa yang harus dia lakukan.

"Ya! Namja kura – kura! Jawab pertanyaanku!"

"Hhhhh… Aku sendiri bingung, Sungmin-ah. Aku juga masih tak percaya dengan ini semua."

"Bagaimana bisa? Kau baru sehari bertemu dengannya. Dan kalian bahkan belum mengenal satu sama lain."

"Aku tak tahu, semua terjadi begitu saja. Bahkan perasaan ini juga muncul begitu saja. Dan Kyuhyun, tiba – tiba menjadi namjachinguku…" jawab Yesung lirih.

Yesung kini duduk dan menyembunyikan wajahnya pada diantara lututnya, dia sendiri masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi padanya. Sungmin hanya bisa menghela nafas melihat tingkah sahabatnya ini. Dia tahu jika Yesung itu namja yang aneh, tapi untuk kali ini, tingkat keanehan dari Yesung sudah sangat tidak wajar. Bagaimana bisa dia jatuh cinta, menyatakan perasaan, dan kini berpacaran dengan seorang namja yang baru saja ditemuinya dan belum mengenalnya?

"Apa kau menyesalinya?"Sungmin kembali bertanya pada Yesung, berharap akan mendapat jawaban yang memuaskan dari namja yang ada di depannya ini.

"Aku tak tahu.."

Yesung kembali memberikan jawaban yang ambigu bagi Sungmin. Mata Yesung memandang ke arah langit biru yang terhampar luar di atas kepalanya. Menerawang awan – awan berbagai bentuk yang berarakan menghiasi lautan biru sang langit azure.

"Tapi yang pasti, aku mencintainya, Sungmin-ah."


Sedangkan di sisi lain..

"Mwo? Jadi kau sekarang berpacaran dengan Yesung sunbae?"tanya namja yang kita ketahui bernama Changmin kepada namja bersurai ikal yang tengah sibuk bermain psp.

Namja bersurai ikal itu hanya mengangguk sebagai jawaban, tak mengindahkan tatapan tak percaya dari Changmin. Bola mata onyx nya masih berfokus pada layar psp yang menampilkan gambar – gambar permainan yang dimainkannya.

"Kau yakin dengan apa yang telah kau lakukan, Kyu? Kau bahkan belum mengenal siapa itu Yesung sunbae."

Mendengar pertanyaan dari Changmin, Kyuhyun menghentikan sejenak permainan di psp nya. Dia kini ganti menatap ke arah Changmin dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Namun sesaat kemudian seringaian muncul dari kedua sudut bibirnya.

"Aku yakin dengan apa yang telah aku lakukan. Dan aku tak akan pernah menyesalinya. Ini akan menjadi permainan yang menarik."


Triiiiiiiiiiiiiinnngggggggg….

Suara bel berdering menandakan sudah waktunya bagi para siswa untuk pulang dan meninggalkan bangku sekolah yang telah mereka singgahi seharian. Terlihat banyak anak yang berhamburan keluar kelas dan para guru yang berjalan dari kelas menuju kantor guru. Ya, kelas yang tadinya terlihat penuh dengan anak – anak yang tengah menuntut ilmu itu kini telah sepi dan tak meninggalkan jejak kehidupan lagi. Tapi, ternyata hal itu tidak berlaku di semua kelas.

"Kau tidak pulang, Kyuhyun-ah?"tanya seorang namja jangkung yang terlihat telah menggendong tasnya kepada namja lain yang masih sibuk memasukkan barang – barang sekolahnya ke dalam tasnya.

"Kau duluan saja."jawab Kyuhyun dingin.

"Ayolah, kau murid baru disini, aku tak tega meninggalkanmu sendirian."

"Kau duluan saja."Kyuhyun mengulangi lagi jawabannya.

"Hhh.. dasar keras kepala."jawab Changmin menanggapi jawaban Kyuhyun yang dingin, hingga terlintas di otaknya untuk sedikit mengerjai Kyuhyun yang menurutnya sedikit menyebalkan ini.

"Ya! Apa yang kau lakukan tiang listrik?!"bentak Kyuhyun kepada Changmin yang kini tengah mengacak – acak rambutnya.

"Apa katamu?! Dasar manusia es!"

"Ya! Kau membuat rambutku berantakan!"

"Ehem.."Sebuah interupsi menghentikan kegiatan duo evil yang tengah bercek cok ria, dialah sang namjachingu, Yesung.

"Apa aku mengganggu?"tanya Yesung ramah, tapi terlihat sekali aura – aura gelap yang ada disekelilingnya berkebalikan dengan wajahnya yang menampakkan senyum manis.

"Ah.. tentu saja tidak Sunbaenim."jawab Changmin yang segera melepaskan tangannya dari tubuh Kyuhyun. Changmin merasakan aura menusuk dari tatapan Yesung, Changmin bukan orang yang tidak peka terhadap sekelilingnya, tanpa dilihatpun Changmin sudah merasa jika Yesung tengah cemburu.

"Aiiisshh… baiklah, aku pergi dulu. Aku tidak mau mengganggu pasangan baru yang sedang mesra – mesranya. Anyeong, Kyu, Yesung sunbae!"kata Changmin yang kemudian berjalan keluar dari kelas meninggalkan Yesung dan Kyuhyun yang kini tinggal di dalam kelas.

"Gwaenchana?"tanya Yesung yang kini menghampiri Kyuhyun yang kini kembali memasukkan buku – bukunya ke dalam tas.

Kyuhyun hanya membalas dengan anggukan, tak berniat memandang ke arah Yesung. Kini dia sibuk dengan psp nya yang sempat dia lupakan, ada satu level yang harus dia selesaikan untuk menamatkan game yang telah dua minggu terakhir dia mainkan. Yesung hanya memandangi kekasihnya yang mengacuhkannya, ya, mulai sekarang dia harus bersabar menghadapi namjachingunya. Meskipun ini bukan pertamakalinya Yesung berpacaran, tapi setidaknya, Kyuhyun lah pacar Yesung yang paling membuatnya bingung. Bingung dengan harus seperti apa dia memperlakukan Kyuhyun, mungkin lebih baik jika Kyuhyun menjadi namjachingu yang manja ataupun cerewet, karena dengan begitu Yesung bisa mengerti apa yang diinginkan Kyuhyun, tapi jika tingkah Kyuhyun yang dingin dan acuh tak acuh seperti ini, benar – benar membuat Yesung gila. Apalagi Yesung belum mengenal kepribadian asli dari Kyuhyun.

Yesung mendekat ke arah Kyuhyun dan menyentuhkan telapak tangannya ke rambut blonde Kyuhyun yang acak – acakan karena ulah Changmin tadi. Jemari tangannya menyisir rambut lembut Kyuhyun perlahan, merapikan helaian rambut Kyuhyun. Mungkin melihat jarak antara dirinya dan Kyuhyun yang sangat dekat, Yesung dapat mencium wangi rambut karamel milik Kyuhyun yang memabukkan dirinya. Cukup lama mereka bertahan dalam posisi tersebut, hingga akhirnya Kyuhyun berdiri dari tempat duduknya.

"Ayo, kita pulang!"

"Baiklah… chagiyaaa~"

Bruk! Sebuah tas mendarat dengan sempurna di wajah tampan Yesung, membuat si empunya mengaduh kesakitan karena gesekan yang cukup keras antara wajah dengan tas yang tidak lain dan tidak bukan adalah milik Kyuhyun.

"Bawa tas ku."

"Eh? Ta-tapi.."

"Kau sudah berjanji untuk menuruti semua keinginanku."

"Hhhh~ Arraso.."

Kyuhyun pun berjalan keluar dari kelas dengan seringaian yang tergambar di kedua sudut bibirnya dengan Yesung yang mengikutinya dari belakang dengan membawa dua tas. Sepertinya Yesung harus lebih bersabar lagi menghadapi si evil Kyu nya.

"Errr.. pulang sekolah, apa kau dijemput Kyu?"ucap Yesung membuka percakapan antara dirinya dan Kyuhyun.

"Ani."jawab Kyuhyun singkat.

"Jadi bagaimana kau bisa pulang?"

"Aku akan naik bis."

"Andwe!"

"Wae?"

"Kau pulang denganku saja! Aku akan mengantarmu."

"Ani, aku tidak mau."

"Aaa.. Waeyo? Apa kau tak mau kuantar? Bukankah kita pacaran?"

Kyuhyun menolah ke arah belakang, melirik Yesung yang kini bertampang menyedihkan, seperti hampir menangis, perlahan raut wajah Kyuhyun mulai melunak.

"Arra, kau boleh mengantarku pulang hari ini."

"Jinjja?!"

"Ne."

"Ja, Go!"seru Yesung yang dengan segera menarik tangan Kyuhyun.


Deru suara motor sport milik Yesung menguak keheningan di depan kediaman keluarga Cho, rumah Kyuhyun. Menandakan bahwa Yesung telah mengatarkan dengan selamat sang pujaan hatinya, Lord Evil Kyu.

"Terimakasih, sudah mengantarku." Ucap Kyu dan kemudian mengembalikan helm cadangan milik Yesung.

"Ne, chagiya~"ucap Yesung riang yang disertai dengan senyuman hangat yang hanya ditujukan kepada Kyuhyun.

"Baiklah, sampai jumpa besok, hyung."ucap Kyuhyun sebelum berjalan pergi meninggalkan Yesung.

Greb! Kyuhyun sedikit tersentak ketika tiba – tiba Yesung menarik tangannya. Kyuhyun pun kemudian memandang ke arah Yesung yang balas memberinya tatapan yang sulit diartikan bagi Kyuhyun.

'Apa yang dia lakukan?'batin Kyuhyun.

Namun perlahan, Yesung mulai mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun. Yesung terus memperkecil jarak antara dirinya dengan Kyuhyun, tentu saja Kyuhyun berusaha menjauh dari Yesung yang menurutnya semakin aneh. Tapi, Kyuhyun tetap tidak bisa bergerak, karena Yesung mencengkeram erat tangannya, tangan Yesung yang lainnya kini bergerak kearah wajah Kyuhyun. Karena merasa Yesung akan melakukan hal yang tidak – tidak padanya, reflek Kyuhyun memejamkan matanya rapat – rapat.

"Ada daun kering yang tersangkut di rambutmu, Kyu."

"E-eh?"

Tangan Yesung bergerak membersihkan rambut Kyuhyun dari daun kering yang tersangkut diantara helaian rambut halus berwarna coklat kemerahan itu.

"Waeyo, Kyu?" Yesung bertanya ketika melihat gelagat aneh Kyuhyun yang tiba – tiba menyembunyikan raut wajahnya dari Yesung. Dan Yesung bisa melihat dengan cukup jelas warna kemerahan di wajah Kyuhyun.

"Ahh.. apa kau berpikir aku akan melakukan sesuatu yang tidak – tidak padamu? Emm~ misalnya, men-cium-mu?"ujar Yesung dengan penakanan penuh arti pada kata terakhirnya.

Blush! Tepat sasaran! Bisa ditebak jika wajah Kyuhyun sangat merah sekarang.

"Apa aku benar?"

Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya, sedangkan seringaian Yesung kini terlihat di kedua sudut bibirnya.

"Hahahaha, sudahlah. Cepat masuk ke dalam dan beristirahatlah. Arraso?"

Kyuhyun hanya mengangguk, tanpa berniat sekalipun melempar pandangan ke arah Yesung. Dan detik selanjutnya, seperti yang dikatakan Yesung tadi, Kyuhyun segera berjalan masuk ke dalam rumahnya. Dan ketika Kyuhyun hendak menarik kenop pintu rumahnya, dia menoleh sebentar kearah Yesung, memastikan apakah Yesung masih berada di depan rumahnya atau telah pergi untuk pulang ke rumah Yesung sendiri. Tapi, seperti yang Kyuhyun kira, Yesung masih setia menunggu di depan gerbang rumah Kyuhyun. Bahkan, kini Yesung terlihat melambai – lambaikan tangannya kea rah Kyuhyun. Namun, Kyuhyun segera memalingkan wajahnya dan masuk ke dalam pintu rumahnya.

Blam!

"Bodoh! Apa yang tadi kau pikirkan Cho Kyuhyun?"rutuknya pada dirinya sendiri.


"Kyu.. kyu.."

Suara ketukan pintu berulang kali mengusik Kyuhyun yang terlihat sedang tidur diatas bed covernya. Tapi, suara ketukan tersebut belum cukup untuk membuat Kyuhyun bangun dari alam mimpi nya.

"Kyu.. bangun, ada tamu untukmu.."

Tamu? Satu kata itu membuat Kyuhyun mengernyit heran meskipun matanya masih terpejam. Sejak kapan dia mendapat seorang tamu? Dia cukup sadar jika dia adalah orang baru di daerah ini, dan lagi, teman – teman sekelasnya pun belum cukup mengenal Kyuhyun lebih dalam hingga berani bertamu ke rumah Kyuhyun. Kyuhyun membuka sedikit matanya, melirik kearah jam wakernya yang ada di meja nakas tepat di samping tempat tidurnya. Jam 06.00 pagi. Siapa juga yang bertamu pagi – pagi begini? Dan lagi, bukankah hari ini bukan hari libur sekolah? Kening Kyuhyun telah menampakkan perempatan dan wajahnya berkerut aneh, dia masih memikirkan siapakah 'tamu' yang eommanya maksud.

"Kyu.. cepat bangun!"

Kyuhyun tetap tidak mengindahkan teriakan eommanya dari luar. Malahan, dia menarik ujung selimutnya hingga ujung kepala, menutupi seluruh tubuhnya. Dan tak berapa lama, suara teriakan eommanya pun menghilang. Kyuhyun kembali terlelap dalam tidurnya, toh dia memang terbiasa bangun agak siang. Kyuhyun terlalu terlena dengan mimpinya hingga dia tak sadar bahwa kini ada seseorang yang memasuki kamarnya. Hawa keberadaannya bahkan tak Kyuhyun sadari.

SRET

Seseorang itu kini menarik selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun, hingga seperempat bagian tubuhnya. Dia kemudian berjalan mendekati jendela kamar Kyuhyun, menyibak korden lebar – lebar, memberi jalan bagi cahaya sang surya untuk menerangi kamar Kyuhyun. Dia kembali berjalan mendatangi Kyuhyun yang bahkan tidak bergeming sedikitpun. Dia berjongkok di depan Kyuhyun, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Kyuhyun.

"Kau punya phyltrum yang bagus, Kyu."ucap orang itu.

Di kemudian menyentuhkan jari telunjuknya yang agak kecil pada phyltrum Kyuhyun, menekannya beberapa kali.

"Engh.."

Kyuhyun sedikit menggeliat tak nyaman, namun belum juga membuka matanya.

"Hei, bagaimana kau punya hidung yang begini mancung?"tanyanya pada Kyuhyun, dan jari telunjuknya kembali menyusuri wajah Kyuhyun, bergerak dari ujung dahinya dan turun ke pangkal hidungnya.

"Kau tahu, wajahmu begitu lembut, tapi kenapa kata – katamu sangat pedas, eoh?"lagi – lagi orang itu bertanya pada Kyuhyun walau hanya dijawab oleh dengkuran halus dari Kyuhyun. Kini tangannya bergerak membelai pipi Kyuhyun.

Orang itu mendengus kesal, sepertinya dia belum bisa membuat Kyuhyun terjaga dari mimpinya. Dia kemudian meniup mata Kyuhyun menghemubskan udara kea rah kelopak matanya. Berhasil, Kyuhyun terlihat terganggu dengan tingkahnya, terlihat dari raut wajahnya yang kini bertaut agak kesal. Dia terus meniup – niup kelopak mata Kyuhyun.

Merasa terusik Kyuhyun mulai membuka matanya matanya perlahan, dan hal pertama yang dia lihat adalah senyum seseorang. Bibir yang merekah, menampakkan deretan gigi – gigi putih yang berjajar rapi. Kyuhyun makin mengangkat kelopak matanya, membiarkan pupil cemerlangnya melihat dengan jelas apa yang ada dihadapannya kini. Dan kini dia bisa melihat dengan jelas, siapa yang ada dihadapannya, dia Yesung.

1 detik

2 detik

3 detik

Kyuhyun masih terpaku melihat wajah Yesung yang masih tersenyum lembut padanya. Sepertinya Kyuhyun belum sadar, dia merasa masih berada di alam mimpinya.

"Annyeong.."

"Hwaaa!"

Kyuhyun kini sadar, yang ada dihadapannya bukan mimpi. Yesung benar – benar ada di dalam kamarnya. Kyuhyun secara reflek mendorong tubuhnya kebelakang. Dia terduduk dan langsung menutup wajahnya dengan selimut.

"Hei, kenapa kau kaget begitu? Padahal tadi kau tertidur seperti orang mati hingga tak sadar aku disini."ucap Yesung tanpa merasa bersalah karena telah masuk ke kamar orang secara diam – diam.

"Ba-bagaimana bisa?"ucap Kyuhyun, dia menurunkan sedikit selimutnya, menampakkan wajahnya, memandang kearah Yesung heran.

"Aku masuk dengan ini.."ucap Yesung memperlihatkan sebuah kunci kamar. Itu kunci cadangan kamar Kyuhyun, pasti eomma Kyuhyun yang telah memberikannya kepada Yesung.

"Ya! Dasar tidak sopan! Masuk ke kamar orang diam – diam!"murka Kyuhyun dan kemudian melempari Yesung dengan bantal – bantal yang ada di sekitarnya.

"Ya.. ya! Appo!"

"Aku melemparmu dengan bantal, bukan dengan batu!"

"Hei.. hei sudahlah.. Aku kemari untuk menjemput namjachinguku dan mengajaknya berangkat bersama, apa aku salah?"

"Tidak, tapi kau salah karena masuk ke kamarku diam – diam dan mengganggu tidurku."desis Kyuhyun tajam.

"Mianhe.. tapi bukankah tadi ahjumma sudah membangunkanmu? Aku kemari karena Cho ahjumma memintaku membangunkan anak lelaki satu – satunya tercinta."

"Aisshh.. eomma~"rutuk Kyuhyun pelan.

"Hahaha.. sudahlah, lekas mandi. Aku tak ingin kita terlambat."

"Aiiissshh…"Kyuhyun mendengus keras, dia mengacak – acak rambutnya. Bibirnya sedikit maju dan raut wajahnya terlihat kesal.

"Apa perlu aku memandikanmu?"pertanyan Yesung kini sukses membuat Kyuhyun menatap horror Yesung.

"ANDWE! Keluar dari kamarku sekarang juga! Keluaaarrrrrrr~!"

Dan dengan sekali tendang, Kyuhyun berhasil mengusir Yesung dari kamarnya. Kyuhyun kembali mengunci kamarnya, tapi tak lupa sebelumnya dia telah merampas kunci cadangan kamarnya dari tangan Yesung. Dia kembali mendengus keras dan memijit dahinya, Yesung benar – benar telah memberikannya 'shock terapi', apalagi di pagi hari seperti ini.

"Apa dia menyuntuh barang – barangku?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya, menatap setiap benda – benda yang ada di kamarnya, tak ada yang berubah.

"Sudahlah."akhirnya Kyuhyun melangakah pergi kearah kamar mandi.


Kyuhyun melangkah menuruni anak tangga yang ada di hadapannya. Dia berjalan kearah meja makan, dimana ada appa, eomma, dan noona tercintanya. Tapi ada yang berbeda pagi ini, ada satu orang lagi yang duduk di meja makan, ada Yesung, namjachingunya. Ah, jika dipikir – pikir hidup Kyuhyun terlalu sempurna. Di pagi hari dia telah dihadapkan dengan orang – orang yang mencintainya. Tapi entah kenapa hal itu tidak membuat dia cukup senang. Sepertinya mood nya berubah buruk ketika tahu Yesung masuk ke kamarnya tadi.

"Pagi, Kyunnie"sapa nyonya Cho.

"Ne, eomma."jawab Kyuhyun seadanya sepertinya dia pun masih memendam kesal terhadap eommanya yang seenaknya memberikan Yesung kunci cadangan kamarnya dan membiarkan dia masuk ke kamarnya.

"Aigoo, uri Kyuhyunnie sepertinya sedang kesal, eum?"goda eommanya.

"Menurut kalian?"

"Hahaha.. sudahlah, Kyu. Kau tahu Yesung-ssi telah menunggumu sejak pagi tadi. Karena kau sulit sekali dibangunkan. Akhirnya eomma menyuruhnya membangunkanmu."ucap nyonya Cho sambil menepuk lembut bahu Yesung.

Kyuhyun memandang malas kearah Yesung yang tersenyum lebar padanya. Bad mood nya benar – benar sulit hilang pagi ini.

"Ah, Kyu. Kenapa kau tak bilang jika kau kini sudah berpacaran dengan Yesung-ssi?"suara appa Kyuhyun menginterupsi.

Kyuhyun cukup kaget mendengar penuturan appanya. Pasalnya, dia belum bercerita apa – apa tentang hubungannya dengan Yesung kepada keluarganya, terlebih kepada appanya. Dia kembali melayangkan pandangannya kearah Yesung. Yesung kembali tersenyum pada Kyuhyun, lebih lebar lagi, hingga kedua matanya tak terlihat mengingat matanya yang sipit.

"Eum.. I-itu.."

"Kyuhyun hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk berbicara kepada anda, ahjusshi. Apalagi baru kemarin kami berdua jadian."ucap Yesung, menggantikan Kyuhyun yang gugup dengan pertanyaan appanya.

"Baiklah, tapi lain kali kau harus berbicara kepada appa. Dan Yesung-ssi, jika tolong jaga Kyuhyun baik – baik."

"Jadi, appa mengijinkan?"

"Tentu saja jika itu untuk kebahagiaanmu, apalagi kau bersama namja seperti Yesung-ssi, dia terlihat baik dan sangat sopan terhadap appa dan eommamu..."ucap tuan Cho.

Kyuhyun terenyuh mendengar jawaban appanya. Begitu bijaksana, memperlihatkan karakter seorang ayah yang benar – benar menyayangi putranya dan memprioritaskan kebahagiaanya melebihi apapun.

"…dan Yesung-sshi, jika Kyuhyun bertingkah menyebalkan, kau boleh memukulnya."ucap tuan Cho menyelesaikan kata – katanya yang sontak membuat Kyuhyun membulatkan kedua matanya.

"Appa~ apa kau tega membiarkan anak laki – lakimu yang tampan ini dipukul oleh namja berkepala besar seperti dia?"rajuk Kyuhyun kesal, sejak kapan Yesung mempengaruhi pikiran appanya, dan juga eommanya.

"Hahaha, terimakasih tetapi aku tak sangup jika ahjusshi menyuruhku memukulnya, aku terlalu menyayanginya. Tapi aku akan menjaga Kyuhyun baik – baik, kalian bisa mempercayai kata – kataku."ucap Yesung meyakinkan.

Semua memandang kearah Yesung dan tersenyum mendengar kata – kata Yesung. Tak terkecuali Kyuhyun.

"Ehem, aku memegang kata –katamu Yesung-ssi. Ku harap, kau benar – benar menjaga uri Kyuhyunnie dengan baik. Nah, cepatlah kalian berangkat. Jangan sampai kalian terlamat pergi ke sekolah."ucap tuan Cho.

"Ne, ahjusshi kami berangkat dulu."ucap Yesung yang berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk hormat kepada keluarga Kyuhyun.

"Ja, ayo kita berangkat, Kyu."ucap Yesung yang kemudian menarik pergelangan tangan Kyuhyun.


Mereka berangkat dalam keheningan. Tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Yesung focus terhadap jalan dan Kyuhyun terjebak dalm pikiran – pikirannya.

"Hei.."ucap Kyuhyun kini memecah keheningan.

"Ne?"jawab Yesung, namun pandangannya tetap focus kearah jalan.

"Apa yang telah kau perbuat? Kenapa appa dan eomma begitu membelamu?"tanya Kyuhyun, dia menumpahkan segala hal yang dia pikirkan tadi dalam bentuk pertanyaan.

"Ani, aku tidak melakukan apapun."

"Bohong, kau pasti sudah memberikan jampi – jampi pada mereka? Jangan – jangan kau mengancam mereka? Atau kau menyogok mereka? Atau mungkin kau menghipnotis mereka sehingga mereka patuh padamu? Atau kau memberi orang tuaku obat pencuci otak? Jangan – jangan kau alien yang bisa membuat semua orang patuh terhadapamu?"berbagai spekulasi memenuhi otak Kyuhyun, mengingat Yesung mungkin melakukan apa saja untuk memikat hati kedua orang tuanya.

"Hahahaha.. berhenti berpikiran bodoh, Kyu. Aku benar – benar tak melakukan hal – hal seperti apa yang kau pikirkan. Dan jika aku adalah alien tentu aku sudah menyuruhmu untuk diam dan mencintaiku saja."ucap Yesung.

"Kenapa kau pergi ke rumahku pagi – pagi sekali? Seperti orang bodoh saja."ucap Kyuhyun ketus.

"Alasannya? Kau ingin tahu?"ucap Yesung yang kemudian menghentikan laju motornya, karena kebetulan mereka terjebak lampu merah.

"Itu karena aku tak bisa berhenti memikirkanmu, bahkan semalam aku bermimpi tentangmu. Aku sangat merindukanmu, padahal baru kemarin aku mengantarkanmu pulang. Tapi aku sudah begitu merindukanmu, ingin bertemu denganmu. Itu sebabnya aku berangkat pagi – pagi sekali untuk melihatmu.."ucap Yesung.

Dan Kyuhyun kini sukses merasa berdebar mendengar kata – kata Yesung. Sontak, dia memalingkan wajahnya, tak ingin Yesung melihat semburat kemerahan yang ada di sekitar pipinya, meskipun bagaimanapun dia tahu caranya yang dilakukan Kyuhyun tetap tak berhasil membohongi Yesung.

"..tapi ternyata kau sangat sulit untuk dibangunkan."dan ucapan Yesung kali ini berhasil membuat Kyuhyun kembali mendapatkan bad moodnya.

Dan sebelum Kyuhyun kembali marah kepada Yesung, dia terlebih dahulu menjalankan kembali motornya dengan kecepatan tinggi.


Kyuhyun berjalan di koridor sekolah dengan santainya. Tangannya memegang benda hitam metalik, apalagi jika bukan PSP. Dia berjalan sembari memainkan PSPnya. Entah bagaimana bisa, tapi nyatanya Kyuhyun bisa berjalan tanpa sedikitpun menabrak atau menyenggol murid – murid lain yang juga berjalan di koridor itu. Tentu koridor sekolah cukup ramai, mengingat ini adalah waktu anak – anak berangkat ke sekolah. Berbeda dengan namja lain yang berjalan di belakang Kyuhyun. Dia sudah berkali – kali menabrak dan meminta maaf kepada setiap orang yang ditabraknya. Bahkan dia terlihat sedikit kesulitan berjalan, mengingat dia sedang menggendong dua buah tas. Tas pertama mungkin tak terlalu berat bagi dia, tapi tas kedua, tas yang benar – benar besar dan berat. Dan itu milik Kyuhyun. Entah apa yang Kyuhyun masukkan ke dalam tas tersebut. Sangat tak wajar jika membawa tas sebesar (dan seberat) itu ke sekolah. Tas itu lebih cocok digunakan untuk camping.

"Ugh.."

Bruk!

Yesung meletakkan tas Kyuhyun ketika sudah sampai di depan kelas Kyuhyun. Kyuhyun cuek dan tak peduli dengan Yesung yang terlihat berkeringat, padahal saat itu masih sangat pagi. Dia melenggang masuk ke dalam kelas dan duduk di bangkunya. Setelahnya, dia meletakkan PSP yang sedari telah dia mainkan dan memandang kearah Yesung yang masih mengambil nafas di depan kelas. Dia menatap Yesung, dan Yesung menatap balik ke arahnya. Jari telunjuknya bergerak menunjuk tas besarnya dan kemudian melalui jemarinya dia membuat isyarat kepada Yesung untuk mendekatinya yang ada di dalam dengan berat hati, Yesung kembali memanggul tas besar itu, membawanya kepada sang empunya, Kyuhyun.

"I-ini tasmu.. Kyuhyun.."ucap Yesung setelah meletakkan tasnya di bangku Kyuhyun.

"Gamsahamnida, ne. Yesungie hyung…"ucap Kyuhyun dengan senyum (yang dibuat – buat) manis.

"Kau berkeringat, hyung.."ucap Kyuhyun sambil menyeka keringat yang jatuh di pelipis Yesung. Yesung tersenyum lebar melihat perhatian Kyuhyun.

"Apa ini 'sangat' berat, hyung?"tanya Kyuhyun dengan nada imut yang dibuatnya. Yesung mengangguk sebagai jawaban.

"Ini sangat berat, Kyu. Bahkan badanku rasanya hampir remuk, sebenarnya apa saja yang kau bawa?"kini ganti Yesung yang bertanya pada Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai mendengar jawaban Yesung.

"Eum, ra-ha-sia.."ucap Kyuhyun berbisik di telinga Yesung.

"..Hyung, maaf jika ini merepotkan. Tapi ada sesuatu yang aku minta padamu. Kertas ku sepertinya terselip di jok motormu. Tolong, bawa kertas itu kepadaku."

"Mwo? Aku harus turun lagi ke parkiran dari lantai tiga ini?"

"Ne."

"Tapi-"

"Tidak ada tapi – tapian, Hyung. Kau berjanji menuruti semua perintahku."dan Yesung hanya bisa terdiam, karena ini artinya setiap ucapan Kyuhyun adalah MUTLAK untuk dituruti. Yesungpun melangkahkan kakinya ke ambang pintu kelas Kyuhyun.

"Hyung!"panggil Kyuhyun sekali lagi.

Yesung merasa terpanggil, menolehkan wajahnya kearah Kyuhyun. Dia tersenyum gembira melihat Kyuhyun tersenyum kearahnya, sepertinya Kyuhyun hendak mematalkan perintahnya tadi atau..

"Bawa tas ini juga, kau harus terus membawa tas ini hingga kertas itu ada di tanganku. Arraso?"ucap Kyuhyun semari menunjuk kearah tas besarnya.

..atau mungkin semakin menyiksa Yesung.

Dan Yesung pun melenggang pergi menjalankan perintah Kyuhyun dengan membawa tas besar Kyuhyun.

"Mengerikan, sebenarnya apa yang kau masukkan ke dalam tas mu itu?"tanya Changmin yang entah sejak kapan ada di samping Kyuhyun.

"Hmm.. hanya 7 buah kamus 1000 halaman dan sebuah monitor."ucap Kyuhyun santai.

"Mwo?! Mo-monitor? Maksudmu monitor computer?"tanya Changmin tak percaya.

"Ne. Monitor computer bekas milikku, yang aku punya saat aku masih ada di sekolah dasar."jawab Kyuhyun.

*reader jangan berharap monitor yang dimaksud Kyuhyun adalah monitor LED atau LCD. Tapi monitor yang dimasukkan Kyuhyun ke dalam tas adalah ,monitor tabung, yang bentuknya seperti televisi.^^ *

"Kau benar – benar mengerikan. salah apa dia sampai kau tega menjahilinya seperti itu?"tanya Changmin penasaran.

"Dia membuatku kesal pagi ini."ucap Kyuhyun singkat. Changmin hanya berjengit memandang kearah Kyuhyun yang kembali memainka PSPnya. Sepertinya teman yang baru ia kenal satu hari yang lalu cukup mengerikan. Dan sepertinya dia harus berpikir dua kali untuk membuat Kyuhyun kesal jika ia tak mau bernasib sama seperti Yesung.


Yesung berjalan tertatih kearah motor sport milinya. Ah, jika bukan demi Kyuhyun dia tak akan mau jadi seperti ini. Ini benar – benar karena Kyuhyun. Yesung telah jatuh pada Kyuhyun. Akhirnya dia sampai di motor sport miliknya, dia meletakkan tas Kyuhyun, dan meregangkan otot – ototnya. Dia memandang kembali motornya, dia melihat kertas yang terselip di jok motornya, sepertinya Kyuhyun sengaja meninggalkannya. Yesung meraih kertas tersebut dan melihat apa yang tertulis di dalam kertas tersebut. Dari matanya, dia cukup terkejut melihat isi pesan Kyuhyun.

:P

Sebuah emoticon, yang tentu Yesung tahu apa artinya.

"Hahahahahaha…"

Yesung tertawa keras, keras sekali. Bahkan dia terlihat hampir menangis karena tertawa terus menerus. Entah apa yang merasukinya. Meskipun Kyuhyun cukup sadis, tapi Yesung tak bisa membenci tersenyum memandang kertas itu. Dan detik berikutnya dia membuka tas sekolahnya dan mengambil sebuah pulpen, sepertinya dia hendak menulis sesuatu..


Langit telah menggelap, menampakkan mega hitam pekat yang menyelebungi lagit Seoul malam ini. Ya, ini sudah malam, meskipun belum cukup malam. Jam baru menunjukkan pukul 10 malam. Saatnya bagi anak – anak sekolah untuk beristirahat. Tapi Kyuhyun mungkin tak terhitung dalam anak – anak sekolah yang dimaksud. Dia terlihat mondar – mandir di dalam kamarnya. Sesekali dia memandang kearah kertas yang digenggamnya. Kertas yang pagi tadi sengaja dia selipkan di motor Yesung. Kertas itu kini ada ditangannnya, karena dia tadi pagi meminta Yesung untuk mengantarkan kertas itu ke tangannya lagi. Kini kertas itu terlihat sedikit lecek, mungkin karena terlalu sering digenggam Kyuhyun. Kyuhyun terus mondar – mandir di dalam kamarnya, dia terlihat ragu – ragu. Dan lagi – lagi, dia memandang kearah kertas itu.

:P

SARANGHAE KYUHYUNNIE!

YYY

899-3487-89xxx

Call me :)

Dia menghela napas, dan sedetik kemudian dia mengambil smartphone miliknya di meja nakas. Dia mulai mengetik nomor yang tertera di kertas tersebut. Ibu jarinya bergerak kearah tombol 'call' yang tertera di layar smartphone-nya. Tinggal satu mili jarak antara ibu jarinya dengan tombol tersebut, namun dia mengurungkan niatnya. Dia menggeleng, sepertinya menelepon bukanlah hal yang tepat, apalagi malam – malam begini, bisa saja Yesung sudah tidur, dan lagi dia tak mau mengganggu ketenangan orang lain dengan menelepon di jam malam seperti ini. Tapi, mungkin alasan terbaiknya adalah dia malu, dia merasa sangat malu dan belum cukup punya keberanian untuk menghubungi Yesung secara semi-langsung. Akhirnya dia memutuskan mengirimi Yesung sebuah pesan singkat.

Chagiya~ apa kau sudah tidur? Aku Kyuhyunnie~

Kyuhyun membaca pesan yang akan dia kirim kepada Yesung, tapi belum sempat dia kirim, pesan itu telah dengan terburu – buru dia hapus. Tidak! Ini terkesan murahan. Dia tidak pernah bersikap sok manis seperti ini kepada Yesung. Harus lebih natural. Diapun bergelut dengan pikirannya, dan tak berapa lama dia kembali mengetik di layar smartphone-nya. Meskipun kelihatannya isinya tak beda jauh dari pesan yang sebelumnya.

Kau sudah tidur? Aku Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum memandang isi pesan yang akan dia kirim kepada Yesung. Dan akhirnya dia menekan tombol 'send' di layar smartphone miliknya. Rasanya ada kelegaan di hati Kyuhyun setelah pesan itu terkirim. Kyuhyun kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur, sejujurnya dia cukup lelah karena terus mondar – mandir sedari tadi, tapi memang itulah kebiasaannya ketika dia gugup. Kyuhyun memandang kearah langit – langit, menunggu pesan balasan dari Yesung.

1 menit

2 menit

3 menit

5 menit

Dan tak ada balasan apapun yang masuk ke smartphone Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal. Dia membanting smartphone miliknya di atas kasur, tidak sampai membuat smartphone nya mengalami kerusakan.

"Yesungie pabbo!" umpatnya.

Voila, sebuah pesan masuk ke mailbox Kyuhyun, dan dengan segera dia mengambil smartphone-nya kembali dan melihat isi pesan tersebut. Itu balasan dari Yesung!

From: Yesung

To: Kyuhyun

Belum, aku menunggu pesan darimu.

Kau lama sekali, kukira kau tak akan mengirim pesan padaku.

Apa kau gugup? :)

Aku sangat gugup, ini pertamakalinya.. :D

Apa aku harus meneleponmu?

Tanpa Kyuhyun sadari segurat senyum menghiasi wajahnya. Dan segera dia membalas pesan dari Yesung.

From: Kyuhyun

To : Yesung

Meneleponku? Lain kali saja.

Siapa yang kau bilang gugup? Cho Kyuhyun tak pernah merasa gugup!

Dan untuk pagi tadi, aku.. aku minta maaf.

Kyuhyun cukup ragu untuk mengirim pesan yang ini kepada Yesung, pasalnya ini pertamakalinya dia meminta maaf kepada Yesung. Tapi akhirnya ibu jarinya menekan tombol 'sent'. Jujur saja, dia tak tega mem-bully Yesung seperti tadi pagi. Tapi otak evilnya tak mau berkompromi kepada siapa saja yang telah membuatnya kesal. Dalam kamus hidupnya, dia harus membalas orang yang telah berani membuatnya, sang pangeran Cho Evil Kyuhyun,merasa kesal.

From: Yesung

To: Kyuhyun

Hahaha..

Benarkah? Kenapa kau terus berbohong?

Aku tahu kau gugup.

Tak perlu minta maaf, aku yang harusnya berterimakasih.

Kau tahu, berkat pagi tadi otot – otot ku semakin terbentuk.

Aku tak akan bisa marah padamu, Kyuhyunnie.

Kyuhyun tertegun membaca pesan dari Yesung. Selain itu, entah mengapa pesan ini membuat jantungnya berdetak tak karuan. Apa ini artinya Yesung selalu memaafkan semua yang telah dia perbuat? Apa ini juga berarti Yesung benar – benar sangat mencintainya? Pandangan Kyuhyun berubah dilematis. Dia tak tahu harus membalas seperti apa. Kyuhyun tak pintar berkata – kata. Tapi terlihat keraguan yang besar di balik iris kecoklatan milik Kyuhyun. Apa yang harus dia katakana pada Yesung.

Kyuhyun tersentak kaget, ketika tiba – tiba ponselnya bergetar. Layar ponselnya menunjukkan adanya panggilan.

Yesung Calling

Dan lagi – lagi dia tertegun, melihat siapa yang meneleponnya. Apa yang harus dia lakukan. Mengangkatnya? Atau tidak, berpura – pura tidur? Tapi itu konyol sekali, baru beberapa saat dia berbalas pesan dengan Yesung dan alasan tertidur sangat tidak masuk akal. Akhirnya dia memilih menjawab panggilan dari Yesung.

"Yo-yoboseyo?"

"Yoboseyo"suara baritone Yesung terdengar melalui ponselnya.

"Ada apa?"

"Tidak ada apa – apa, aku hanya ingin mendengar suaramu."

"Aku tutup."

"ANDWE!"

"Bukankah kau sudah mendengar suaraku? Apa lagi?"

"Ada hal yang harus kubicarakan."

"Apa?"

"Err.. itu.. ehm.. a-anu… errr.."

"Aku tutup."

"ANDWE! Dengarkan dulu."

"Kalau begitu cepat!"

Terdengar helaan nafas dari Yesung, sepertinya dia gugup. Tak bisa dipungkiri, Kyuhyun pun sangat gugup, bahkan tangan bergetar memegang smartphone miliknya. Dan kegugupannya lah yang membuat dia hanya bisa mengeluarkan kata – kata dingin.

"Hari minggu besok, kau ada acara?"

"Aku belum tahu, ada apa?"

"Apa kau bisa meluangkan waktumu?"

"Untuk apa?"

"Hari minggu besok, kita akan dating."

"Baiklah."

"Dandanlah yang cantik, ne?"

"Ya! Aku ini namja, pabbo!"

"Kau namja tercantik yang pernah kulihat."

"Sekali lagi kau mengatakan aku cantik, ku patahkan lehermu."

"Hahaha.. baiklah kalau begitu. Hanya itu saja yang ingin aku katakan. Sebaiknya kau beristirahat, jaljayo."

"Ne, jaljayo."

Dan ketika Kyuhyun hendak memutus sambungan teleponnya dengan Yesung, Yesung terlebih dahulu menginterupsinya kembali.

"Ah! Kyu! Tunggu dulu."

"Ada apa lagi?"

"Eum.. SARANGHAE."

PIP!

Tiba – tiba secara reflek Kyuhyun menekan tombol merah yang memutus sambungan teleponnya dengan Yesung. Mungkin ini efek gugup yang berlebihan, membuat dia melakukan hal – hal yang cukup bodoh.

"Ya! Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?!"rutuknya pada dirinya sendiri, sepertinya dia menyesal memutus telepon Yesung secara tidak sengaja.

Mau bagaimana lagi, semua telah terlanjur. Tak mungkin Kyuhyun menelepon Yesung kembali. Dia sudah sangat malu. Dan tak memiliki keberanian yang cukup untuk menghubungi Yesung malamini. Akhirnya dia hanya bisa memandangi layar ponselnya.

"Nado, hyung."ucapnya entah pada siapa.


Hari ini, entah mengapa terasa begitu cerah. Matahari membiaskan cahayanya yang hangat, tak sampai menusuk kulit. Mungkin pengaruh musim semi, hingga wangi bunga bisa tercium dimana – mana. Rasanya seperti berada di surga, hmm.. namun, sepertinya indahnya cuaca pagi ini tak bisa mengalahkan indahnya suasana Kyuhyun. Kyuhyun? Ya, jika kalian melihat ke kalender, hari ini adalah hari Minggu, setidaknya untuk wilayah Korea Selatan. Dan hari minggu berarti hari dimana Kyuhyun dan Yesung untuk pertamakalinya berkencan.

"Aissshhh.. tidak.. tidak.."

"Tidak! Ini juga tidak!"

"Arrgghh.. mana yang harus ku pakai?"

Kyuhyun terlihat frustasi, sedari tadi yang dia lakukan hanya mengacak – acak isi lemarinya. Melempar – lempar pakaian yang dia anggap tidak cocok. Sudah hampir setengah jam dia memilih – milih pakaian, tapi dia belum menemukan yang cocok menurutnya untuk di pakai hari ini. Apalagi Yesung sudah menunggunya sedari tadi, padahal seharusnya dia masih punya waktu sekitar setengah jam lagi dari waktu janjian mereka. Kyuhyun lupa jika Yesung selalu datang setidaknya 1 jam lebih awal dari janjinya. Karena dari kejadian sebelumnya –seperti saat kejadian Yesung menjemput Kyuhyun untuk mengajaknya pergi ke sekolah bersama- seharusnya Kyuhyun bisa belajar mengenai kebiasaan Yesung yang cukup aneh ini. Yesung akan selalu datang lebih awal dari janjinya, jika Kyuhyun tanya alasannya, jawabannya adalah karena Yesung terlalu merindukan Kyuhyun.

"Aiisshh.. bodoh! Seharusnya dia datang tepat waktu! Bukan lebih pagi seperti ini! Bodoh! Bodoh!"rutuk Kyuhyun entah kepada siapa.

Kyuhyun akhirnya hanya asal mengambil beberapa pakaian yang ada di depannya dan mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti piyama yang sedari tadi di pakainya dan juga membersihkan diri. Tak mungkin dia pergi kencan tanpa mandi bukan?

Dan sejalan dengan Kyuhyun yang masuk ke dalam kamar mandi, pintu kamar Kyuhyun terbuka. Menampakkan namja berambut hitam legam klimis dengan mata sipit bak bulan sabit masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Tak sopan memang karena dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tapi toh itu juga sudah menjadi kebiasaannya.

Yesung masuk ke dalam kamar Kyuhyun, mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dia tak menemukan Kyuhyun, tapi dia tahu jika Kyuhyun berada di kamar mandi, terlihat dari suara gemericik air yang terdengar dari kamar mandi Kyuhyun yang tertutup. Yesung memutuskan untuk menghampiri tempat tidur Kyuhyun yang menarik perhatiannya.

"Ck.. ck.. ck.. berantakan sekali. Apa saja yang kau lakukan, eoh?"ucap Yesung ketika melihat tempat tidur Kyuhyun yang berantakan dan dipenuhi dengan pakaian – pakaian yang berserakan.

Yesung mengedarkan pandangannya sekali lagi, kini dia tertarik pada sebuah benda hitam yang terdapat pada meja nakas tepat di samping tempat tidur Kyuhyun. Yesung meraihnya, mengamati baik – baik benda hitam yang dia pegang itu.

"Jadi kau yang selama ini berani – beraninya mengambil alih perhatian namjachinguku, eoh? Apa hebatnya kau? Aku jelas berkali – kali lipat lebih tampan daripada kau."ujar Yesung pada PSP Kyuhyun yang ada di tangannya.

Tak bisa dipungkiri, Yesung cukup cemburu dengan keberadaan PSP Kyuhyun selama ini. Untuk beberapa waktu, Kyuhyun akan selalu memprioritaskan PSP nya dibandingkan dengan Yesung, bahkan tidak jarang Kyuhyun mengabaikan keberadaan Yesung untuk bergelut dengan PSP nya. Posessive? Anggap saja begitu. Tapi inilah kenyataannya. Cinta yang membuat Yesung terlalu ingin diperhatikan oleh Kyuhyun.

"Ya! Hyung! Sejak kapan kau masuk ke dalam kamar ku?!"teriakan Kyuhyun membuat Yesung mengalihkan perhatian dari PSP menuju Kyuhyun yang berdiri di belakang Yesung.

Yesung mengubah arah tubuhnya yang awalnya membelakangi Kyuhyun menjadi menghadap Kyuhyun. Dan jangan salahkan jika kini Yesung terperangah memandang pemandangan yang ada di hadapannya. Kyuhyun yang tengah memakai kaos v neck bewarna baby blue dengan skinny jeans yang membalut ketat kaki jenjangnya, belum lagi dengan kondisinya yang baru saja selesai mandi. Rambutnya yang basah dan bulir – bulir air yang menetes, mengarungi wajah dan kemudian melewati leher putihnya, handuk yang tersampir di bahunya belum cukup untuk menampung butir – butir air yang masih menempel di rambut Kyuhyun. Kulit putih Kyuhyun semakin terekspos karena sehabis mandi, tentu kulit akan terlihat lebih bersih dan pucat, belum lagi bibir nya yang terlihat merah merona. Arah pikiran Yesung kini hanya terpacu pada Kyuhyun semata, dirinya terhanyut dengan arus imajinya sendiri, terkekang dengan segala hal yang dimiliki Kyuhyun, terutama pesonanya. Mungkin inilah yang membuat Yesung tak segan – segan menerima tantangan Kyuhyun untuk menjadikan Kyuhyun namjachingunya.

"Yeppeo…"jawaban yang sama sekali tidak sinkron dengan pertanyaan Kyuhyun, salahkan otak Yesung yang masih terkekang dengan imajinya, hingga hampir melupakan segalanya.

PRAK!

Bunyi sebuah benda metalik terjatuh, PSP yang tadinya berada di genggaman tangan Yesung dengan suksesnya jatuh menghantam lantai keramik kamar Kyuhyun. Tidak sampai hancur berkeping – keping. Tapi cukup membuat sang pemilik PSP tersebut menampakkan muka yang sulit untuk diartikan. Kyuhyun yang awalnya kaget, kini mulai menampakkan aura – aura murka di sekelilingnya, sedangkan Yesung yang baru saja sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan hanya bisa memandangi nasib PSP yang malang.

"PSP KUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!"teriak Kyuhyun murka.


"Appa, Eomma, kami pergi dulu!"teriak Kyuhyun riang.

Terlihat Kyuhyun yang kini menggandeng lengan kokoh Yesung erat sembari menuruni anak tangga bersama Yesung. Mereka berdua berjalan menuju ruang keluarga kediaman Cho yang mana Appa dan Eomma Kyuhyun berada. Tingakah mereka benar – benar berubah, jika mengingat kejadian beberapa menit yang lalu di kamar Kyuhyun tadi, rasanya kejadian tadi hanya khayalan semata.

"Kalian akan pergi berkencan?"tanya tuan Cho.

"Ne!"jawab Kyuhyun bersemangat, entah apa yang merasukinya, tidak biasanya Kyuhuyn akan bersemangat seperti ini.

"Aigooo… Kyuhyunie bersemangat sekali, kau pasti sangat tidak sabar menghabiskan waktu bersama Yesung-ssi?"tanya nyonya Cho yang keheranan melihat tingkah tidak biasa anaknya.

"Ne… Aku sangat tidak sabar menghabiskan waktu bersama Yesungi hyung tersayang~"jawab Kyuhyun, yang entah disadari atau tidak, terkandung maksud tersendiri di kalimatnya, belum lagi smirk yang tersamarkan.

"Ne, baiklah. Appa mengijinkan kalian pergi, tetapi jangan sampai pulang malam, ne? Yesung-ssi, kau harus menjaga Kyuhyun baik – baik."ucap Appa Kyuhyun.

"Ne, Ahjusshi. Ahjusshi bisa percaya padaku. Aku pasti akan menjaga Kyuhyun baik – baik."ucap Yesung meyakinkan.

"Ah, Appa, seharusnya hari ini aku akan pergi menggunakan motor Yesungie Hyung. Tapi sepertinya motor Yesungie Hyung agak bermasalah, bolehkah aku pergi menggunakan mobilku? Lagipula Yesungie Hyung juga bisa menyetir mobil."tanya Kyuhyun tiba – tiba.

Pertanyaan Kyuhyun membuat Yesung berjengit, jelas saja apa yang dikatakan Kyuhyun mengenai motornya adalah bohong. Tidak mungkin Yesung membawa motor yang rusak untuk menjemput Kyuhyun, apalagi Yesung selalu merawat motornya. Yesung tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Kyuhyuhn. Tapi, Yesung hanya bisa pasrah mengikuti apa kata Kyuhyun, toh, menurutnya menggunakan mobil ataupun motor tak masalah baginya, asalkan dia bisa pergi berkencan bersama Kyuhyun hari ini.

"Ehmm.. baiklah. Silakan saja."

"Gomawo, Appa! Kajja, Hyung."


Seperti biasa, mereka selalu diam saat di perjalanan. Tidak peduli menggunakan motor ataupun mobil. Yesung terus fokus dengan jalanan, dan Kyuhyun kini fokus dengan layar smartphone miliknya. Tak ada yang memulai pembicaraan. Apa mereka berdua masih canggung? Mungkin saja. Tapi mungkin hal itu bukan jawaban yang tepat, jika dilihat secara seksama sekali lagi, sebenarnya raut wajah Yesung sedari tadi terlihat agak aneh. Sepertinya dia ingin mengajak berbicara Kyuhyun, hanya saja, dengan mood Kyuhyun yang benar – benar buruk seperti ini semenjak kejadian dia yang secara tidak sengaja menjatuhkan benda kesayangan+keramat milik Cho Kyuhyun, membuatnya mengurungkan niatnya. Yesung dibuat pusing dengan tingkah Kyuhuyn yang berubah – ubah. Kyuhyun yang awalnya sangat marah saat Yesung menjatuhkan PSP miliknya, tiba – tiba berubah menjadi Kyuhyun yang kelewat manis saat meminta ijin kepada orang tuanya untuk pergi berkencan bersamanya menggunakan mobil miliknya yang jarang ia gunakan, dan sekarang Kyuhyun yang sedang dalam keadaan 'super bad mood'nya. Tapi hal ini malah membuat seorang Kim Jong Woon alias Yesung semakin mencintai seorang Cho Kyuhuyn. Dan akhirnya, setelah mengumpulkan cukup keberanian, Yesung pun mulai mengajak bicara Kyuhyun.

"Apa kau baik – baik saja, Kyu?"tanya Yesung takut – takut.

"Tidak."jawab Kyuhyun singkat, datar, dan tajam.

"Apa kau masih marah?"

"Menurutmu?"

"Ayolah, maafkan aku.."pinta Yesung.

"Ani."

"Jebaall.."

"Ani."

"Baiklah, tapi jangan mendiamkan aku seperti ini."pinta Yesung sekali lagi, yang hanya dibalas anggukan oleh Kyuhyun. Sebenarnya itu bukan jawaban yang diharapkan Yesung, tapi cukup membuatnya sedikit tersenyu karena walaupun secara tidak langsung, artinya Kyuhyun masih mau berbicara dengan Yesung.

"Eum.. boleh aku bertanya, Kyu?"

"Ne."

"Kenapa kau berbohong mengenai motorku?"

"Bukan apa – apa, aku hanya ingin pergi dengan mobilku, lagipula sudah lama mobilku tidak digunakan."ucap Kyuhyun datar, dan terus menatap layar smartphonanya.

"Benarkah? Berapa lama mobil ini tidak digunakan?"

"Eumm.. sekitar 3 bulan."

"Mwo? Ti-tiga bulan?"Yesung kaget mendengar penuturan Kyuhyun, 3 bulan bukan waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar. 3 bulan tidak digunakan, jika tidak dirawat maka kendaraan akan rusak, dan Yesung yakin, Kyuhyun bukan tipe seseorang yang mempedulikan kendaraan seperti dirinya. Dan sesuai ramalan Yesung tiba – tiba saja mobil Kyuhyun berhenti dengan sendirinya. Yesung menatap heran Kyuhyun yang masih tidak acuh dengan mobilnya dan juga Yesung. Yesung pun memutuskan keluar dan membuka kap mobil, meneliti jika ada mesin yang rusak. Tapi Yesung tidak menemukan hal yang tidak wajar dengan mesin mobil Kyuhyun. Dia pun kembali masuk dan memandang dashboard mobil Kyuhyun, dan akhirnya dia menemukan alasan dibalik macetnya mobil Kyuhyun.

"Kyu, sejak kapan terakhir kali kau mengisi bensin mobil ini?"tanya Yesung.

"Eum.. tiga bulan lalu? Ani, mungkin 2 minggu sebelumnya? Aah.. aku lupa."jawab Kyuhyun asal.

Mendengar jawaban Kyuhyun, Yesung hanya bisa memijit pelipisnya, belum dimulai acara kencan nya dengan Kyuhyun hari ini, dia sudah harus mengalami masalah mobil mogok seperti ini. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang berat untuknya.

"Hyung, pom bensin masih 1 kilometer lagi."ujar Kyuhyun tiba – tiba.

"Apa kita harus menghubungi mobil derek?"ucap Yesung.

"Ani."

"Ne? Lalu apa yang harus kita lakukan, Kyu?"

"Dorong mobilku sampai pom bensin?"

"Mwo? 1 kilo bukan jarak yang dekat, Kyu."

"Aku tidak peduli."

"A-apa harus?"

"Kau sudah berjanji untuk menuruti semua keinginanku."

"Aiissshhhh..."

Dengan satu kalimat mutlak tersebut, Yesung tidak bisa mengelak dari setiap perintah Kyuhyun, itu memang bukan sebuah janji, tapi hal itu adalah sebuah keharusan. Keharusan bagi seorang Yesung untuk menuruti setiap perintah Kyuhyun selama Kyuhyun menjadi namjachingu nya. Dan dengan terpaksa, Yesung pun mulai mendorong mobil dengan Kyuhyun yang ada di dalamnya. Semua ini demi Kyuhyun, hanya demi Kyuhyun yang telah membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama. Dan Yesung tidak tahu, bahwa Kyuhyun yang ada di dalam mobil kini hanya tersenyum dan menampilkan 'evil smirk' terbaiknya. Sepertinya ini awal pembalasan Kyuhyun untuk PSP kepada Yesung.

"Mati kau, Yesung hyung!"


"Haahh… haahhh…"

Deru nafas Yesung yang tidak beraturan menyertainya ketika dia masuk ke dalam mobil setelah mengisi bensin mobil Kyuhyun tentunya. Segera dia bersandar pada jok mobil, merileks-kan otot – otot nya yang telah bekerja keras. Mendorong mobil seorang diri sejauh satu kilometer bukan hal yang mudah bukan?

Kyuhyun yang sedari tadi asyik dengan smartphone nya pun akhirnya mengalihkan perhatiannya pada Yesung, sedikit merasa iba dengan kondisi Yesung yang sepertinya kelelahan. Ini semua karena Kyuhyun, dia akui itu, tapi ini juga bukan salahnya seratus persen. Kalau saja Yesung tak menghancurkan moodnya hari ini dengan menjatuhkan benda tersayangnya, PSP, tentu kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Dan yang patut disalahkan untuk semua ini adalah sifat evil dari lahirnya yang akan selalu membalas dengan 'lebih kejam' siapa saja yang membuat mood nya buruk.

"Kau lelah, hyung?"tanya Kyuhyun.

"Hhhh.. Ne.."jawab Yesung seadanya.

"Apa kita batalkan saja acara kencan hari ini?"

"Mwo?! Ani!"

"Bukankah kau lelah? Lebih baik kau istirahat. Kita bisa berkencan lagi lain kali."

"Apa kau mengkhawatirkanku, Kyu?"

"Jangan terlalu percaya diri, hyung."

"Kau mengkhawatirkanku. Benar kan, Kyu?"

"Aku tidak bilang begitu."

Yesung tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun. Apakah hanya perasaannya? Tentu bukan, Yesung bukan tipe orang yang tidak pintar membaca pikiran orang lain, meskipun terkadang dia juga bertingkah terlalu polos. Tapi dia tahu, Kyuhyun yang ada di hadapannya saat ini tengah mengkhawatirkannya. Dan Kyuhyun, bukan tipe orang yang mengatakan segalanya secara blak – blak kan, tidak,Kyuhyun tak akan pernah mengatakan apa yang dirasakannya secara tesurat. Semua dia jabarkan dengan tersirat, tak perlu berkata – kata, dan Yesung tahu itu. Yesung mengerti, dia tak membutuhkan kata – kata dari Kyuhyun, cukup apa saja yang Kyuhyun lakukan untuknya, tak peduli seberapa keras Kyuhyun menyangkalnya, dia tahu Kyuhyun juga memiliki perhatian yang sama besar sepertinya, terhadapnya.

"Ahhh… baiklah kalau begitu, ayo kita lanjutkan kencan kita!"ujar Yesung.


Sepertinya langit telah berubah. Bertambah cerah dan semakin indah. Kita alihkan perhatian kita pada dua orang yang sedari tadi hanya duduk diam. Pemuda yang satu hanya diam sembari memainkan ponselnya, sedangkan yang satu lagi hanya diam dan mengamati apa yang sedang dilakukan namja yang ada di hadapannya ini.

"Hyung, ini sudah setengah jam dan kau hanya diam memandangku?"tanya Kyuhyun yang mulai jengah dengan kelakuan Yesung.

Siapa yang bisa merasa nyaman jika selalu di perhatikan dengan terlalu berlebihan seperti itu? Apalagi dengan namjachingumu sendiri. Sejak Yesung memutuskan untuk melanjutkan acara kencan mereka, permberhentian pertama mereka adalah di sebuah restoran. Sebenarnya Yesung sudah mengajak Kyuhyun untuk pergi ke sebuah taman bermain, ya, rencananya Yesung ingin bersenang – senang di taman bermain bersama Kyuhyun. Tapi Kyuhyun menolak, Kyuhyun lebih memilih untuk pergi ke restoran terlebih dahulu, mengisi perutnya yang pagi ini belum terisi apapun. Salahkan Yesung yang terlalu awal menjemputnya hingga dia tak sempat sarapan.

"Kau belum menyentuh makananmu, Kyu."jawab Yesung, dengan masih memandang Kyuhyun. Manik mata onyx hitamnya tak bisa lepas dari Kyuhyun, terus mengamati setiap inchi segala yang ada dalam diri Kyuhyun.

"Siapa yang bisa makan jika terus di pandangi seperti itu?"ucap Kyuhyun ketus. Dia lapar, sangat lapar, tapi dia tak bisa makan jika Yesung terus menerus memandanginya intens seperti ini. Gugup? Mungkin saja.

"Hmm.. baiklah.."ucap Yesung yang akhirnya mengalihkan perhatiannya ke arah jalan.

Kyuhyun menghela nafas lega, akhirnya dia bisa menyentuh makanannya. Dia mulai memasukkan setiap sendok makanan yang ada di piringnya, mengunyahnya dengan perlahan dan menikmati rasa yang di tangkap oleh indra pengecapnya, hingga dia tak sadar jika Yesung sedari terus meliriknya.

"Kyu."panggil Yesung tiba – tiba.

"Hn."

"Kyu~"rajuk Yesung, yang merasa panggilannya tidak diacuhkan oleh Kyuhyun.

"Apa?"

Yesung bergerak, mendekatkan dirinya pada Kyuhyun. Kepalanya mendekat hingga berada beberapa inchi, tepat di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun kini bisa merasakan deru nafas Yesung menyapu wajahnya. Yesung tersenyum misterius. Sebelum akhirnya, ssllrrppp… dia menjilat ujung bibir Kyuhyun.

"Kau mau menggodaku? Kau ingin aku menciummu, Kyu?"ucap Yesung akhirnya, setelah dia kembali ke posisi semula, duduk di hadapan Kyuhyun.

"Y-Yaa! Apa yang kau lakukan?! Siapa yang menggodamu?"ucap Kyuhyun, kini sembrat merah terlihat di pipinya.

"Ada sisa makanan di bibirmu. Kau sengaja bukan?"

"Dasar mesum!"teriak Kyuhyun yang kemudian berjalan meninggalkan Yesung. Marah? Sepertinya tidak, karena Kyuhyun terlihat tersenyum, meskipun samar.

"Ya! Tunggu, Kyu!"


Kyuhyun dan Yesung memutuskan untuk berjalan menyusuri trotoar, menghabiskan waktu bersama. Seharian ini yang mereka lakukan adalah berkencan, setelah makan bersama di restoran tadi mereka akhirnya pergi ke taman bermain, seperti keinginan Yesung. Hanya 3 jam mereka bermain wahana yang ada di taman bermain tersebut, sebelum Kyuhyun memutuskan keluar dari taman bermain karena merasa lelah. Dan akhirnya mereka pun memutuskan hanya berjalan – jalan saja. Seperti layaknya sepasang kekasih, mereka berdua berjalan bergandengan, meskipun ini atas inisiatif Yesung tentunya. Dan Kyuhyun hanya mengikuti alur yang telah di tentukan oleh Yesung, Kyuhyun tak banya bicara, dia hanya bicara saat perlu dan pasrah ketika Yesung memintanya untuk melakukan hal – hal yang cukup aneh menurutnya. Kyuhyun memijit pelipisnya, dia sedikit pusing, mengingat kejadian beberapa menit yang lalu saat Yesung memintanya untuk memilih hewan peliharaan yang ingin Yesung rawat. Ya, sudah lama Yesung ingin memilki seekor hewan peliharaan.

"Kyu, bagaimana kalau aku membeli itu?"tanya Yesung, meminta pertimbangan Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit heran dengan hewan yang di tunjuk Yesung. Gorilla? Apa dia tak salah? Yesung ingin merawat seekor bayi gorila? Hell! Dia tak bisa membayangkan jika di kamar Yesung akan ada seekor bayi gorila. Dan kemudian Yesung akan meminta Kyuhyun untuk merawat bayi gorila tersebut dan menganggapnya seperti anak mereka berdua? NO WAY!

"Tidak!"ucap Kyuhyun tegas.

"Bagaimana kalau buaya?"

"Kau ingin aku jadi makanan hewan peliharaanmu?"

"Ular kobra ini lucu sekali!"

"Ya! Kim Jong Woon! Pilih lah hewan yang sedikit 'normal'?!"

"Biawak ini manis~"

"Kau…"

"Tarantula ini sangat lucu!"

"YA! KIM JONG WOON!"dan berakhirlah perburuan hewan peliharaan Yesung dengan teriakan menggelegar Kyuhyun.

Kini mereka berjalan di sebuah taman, sepertinya hari ini memang benar – benar mendukung suasana hati Yesung. Musim semi, musim cinta. Bunga – bunga sakura bermekaran dengan indah. Tiupan angin lembut membawa helai – helai kelopak sakura, menghiasi setiap alur sang angin. Yesung tiba – tiba berhenti. Kyuhyun pun ikut berhenti, dia heran. Untuk beberapa saat Yesung hanya diam, tak mengatakan sepatah kata apapun. Kini Yesung berjalan beberapa langkah, di hadapkan tubuhnya, tepat di depan Kyuhyun. Lagi – lagi dia menatap Kyuhyun dalam. Dia meletakkan tangannya di kedua bahu Kyuhyun.

"Mau apa kau?"

"Hmm.."

"Ja-jangan mendekat! Mau apa kau?"

"Tentu saja aku mau mendapatkan ciuman pertamaku dari namjachinguku, Kyunnie~"

"Ci-ciuman?"

"Ne."

Kyuhyun kaget mendengar penuturan Yesung, dia begitu blak – blakan. Meminta Kyuhyun untuk berciuman. Yang menjadi masalah adalah, ini merupakan ciuman pertama Kyuhyun dengan seorang laki - laki. Tentu saja dia gugup, sangat! Kini jarak wajah Yesung dan Kyuhyun hanya beberapa inchi, jika Yesung maju sedikit saja, sudah pasti sebuah ciuman akan terjadi. Tapi Yesung belum melakukan apapun. Dia masih menatap Kyuhyun.

"Kyu."

"Ne."

"Apa yang harus kulakukan?"

"Eh?"

"Aku gugup, ini ciuman pertamaku. Apa yang harus kulakukan? Katakan."

"I-ini ciuman pertamamu?"

"Benar."

"Mmphhff…"Kyuhyun menahan tawanya, benar – benar polos! Seorang Kim Jong Woon benar – benar polos! Dia tak bisa berbohong kepada Kyuhyun. Dan entah mengapa Kyuhyun sangat senang mendengar penuturan Yesung.

"Aiisshh.. aku sudah berusaha menciptakan suasana romantis, kenapa kau malah tertawa, Kyu?"

"Hahahaha.. kau, ternyata tak pernah berciuman? Seumur hidupmu?"tanya Kyuhyun tak percaya.

Yesung mendengus kesal, dan detik berikutnya dia menarik tengkuk Kyuhyun. Menyatukan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Menyesap dalam bibir lembut Kyuhyun, tanpa nafsu. Kyuhyun awalnya sedikit terkejut dengan ciuman Yesung tiba – tiba, namun kini dia terlena. Dia menyukai ciuman Yesung. Dia suka ketika Yesung mengecap lembut bibirnya, mengulumnya bergantian. Bahkan Kyuhyun kini menarik tengkuk Yesung, menuntut Yesung untuk memperdalam ciumannya. Dan Yesung, menyambut dengan senang hati perlakuan Kyuhyun. Dan helai – helai kelopak sakura yang berguguran menjadi saksi ciuman manis mereka.

TBC

Anyeong^^

Akhirnya Himi bisa update chapter ini, mian bagi reader yang menunggu sangat lama.

Sebagai permintaan maaf Himi, chapter ini Himi buat sangat panjang, 24 halaman lho..

Apakah terlalu panjang? Dan membuat reader bosan?

Himi minta maaf kalu benar begitu.

Sebenarnya Himi sudah akan mengupdate ff ini beberapa bulan lalu, tapi dikarenakan jadwal Himi yang padat (maklum, Himi sudah kelas 3 SMA) sekolah, tugas – tugas, kerja kelompok, les dan sebagainya. Belum lagi laptop Himi yang sempat ngadat beberapa minggu.

Himi minta maaf.

O, iya. Himi membaca review para reader, Himi mau mengkoreksi sedikit. Kyuhyun tidak jahat! Tidak! Himi lah yang jahat karena telah membuat karakter Kyuhyun menjadi begitu jahat di ff ini. Jadi tolong jangan menyalahkan Kyuhyun yang jadi otoriter, salahkan Himi saja. Hhhehehe..

Dan untuk merayakan ulang tahun Himi yang ke 16 belas 2 Oktober lalu, akhirnya Himi membuat ff baru berjudul 'Sexy Boy', ada yang sudah baca?

Hahaha… telat ya? Ya sudahlah.

Dan Himi ingin mengatakan, mungkin Himi akan hiatus sebentar lagi. Reader pasti tahu kan beban anak kelas 3 SMA?

Oke, gak perlu panjang lebar lagi.

Himi hanya meminta kemurahan hati para reader untuk berkenan memberikan masukan mengenai ff Himi.

Boleh kritik, motivasi, atau saran yang sangat Himi harapkan. Review kalian benar – benar berarti bagi Himi.^^

Review, please?