ps: beberapa bagian yang di cetak tebal dan miring adalah flashback. saran saya, carilah waktu luang saat membaca ff ini. karena menurut saya chapter ini terlalu panjang^^ happy reading!
Hey, kalian!
Masih ingat dengan cerita ini?
Pagi yang cerah untuk hari ini. Sedikit berbeda dengan hari – hari lainnya, karena sebelumnya seringkali rintik hujan yang mengawali datangnya pagi. Namun sekarang, sinar hangat sang mentari telah menyambut pagi semua orang yang melakukan aktifitasnya hari ini.
Dan seperti biasa, di saat pagi seperti ini dia telah perlu bunyi alarm yang berdering keras untuk membangunkannya, dia punya insting tajam mengenai datangnya pagi. Dia segera bangkit dari tempat tidur, tak ingin bermalas – malasan. Dia membuka korden dari jendela yang ada di seberangnya dan tersenyum melihat pagi yang cerah hari ini. Hmm.. rasanya dia begitu bersemangat hari ini. Dia mengambil smartphone miliknya yang tergeletak di meja nakas. Setelah beberapa menit bergelut dengan smartphone miliknya, dia pun menekan tombol 'send' dan kembali meletakkan smartphone tersebut di meja nakas untuk segera berjalan menuju kamar mandi.
To : My Love Kyuhyunie
Selamat pagi Kyu! Apa kau tidur dengan nyenyak?
Hari ini begitu cerah! Aku akan menjemputmu, kita berangkat bersama!
Saranghae~
Cerita tentang pasangan teraneh sepanjang sejarah..
Dengan sifat dan kepribadian yang sangat bertolak belakang..
Suara gemericik air yang keluar dari shower terdengar dari dalam ruang kecil itu, kamar mandi. Ya, saat ini Yesung tengah mandi. Setelah sebelumnya mengirim pesan singkat kepada kekasih tercintanya, Kyuhyun, yang kini menjadi ritual tiap paginya. Yesung begitu bersemangat hari ini. Bagaimana tidak? Akhirnya dia bias kembali berangkat ke sekolah bersama dengan Kyuhyun. Sebenarnya Yesung selalu mengajak Kyuhyun untuk berangkat ke sekolah bersama, tapi Kyuhyun selalu menolak dengan alasan cuaca yang buruk. Memang benar, akhir – akhir ini memang hujan selalu datang, dan Kyuhyun lebih memilih berangkat dengan ayahnya yang mengendarai mobil.
Yesung menggosok seluruh tubuhnya dengan sangat bersemangat, bagaimanapun juga dia ingin terlihat bersih dan wangi di hadapan Kyuhyun, terlihat sempurna untuk kekasih tercintanya. Dan setelah selesai dengan ritual mandi paginya, dia segera keluar dari bilik shower yang ada di dalam kamar mandinya. Pergi ke arah gantungan pakaian yang ada di sisi lain kamar mandi, namun dia segera mengernyit heran menatap gantungan pakaian yang kososng, ooppss..sepertinya dia melupakan sesuatu. Ahh.. Lagi – lagi, dia lupa membawa handuk.
Yesung menepuk dahinya pelan, ah.. salah satu kebiasaan buruknya. Meskipun tidak selalu, tapi dia memang kerap kali lupa membawa handuk saat mandi. Yesung sedikit bingung, apa yang harus dia kenakan untuk keluar dari dalam kamar mandi. Haruskah dia keluar dengan telanjang bulat? Tapi, jika dipikir – pikir, bukankah tak masalah dia keluar dengan mengenakan handuk atau tidak? Bukankah kamar mandi ini adalah kamar mandi pribadinya yang secara otomatis kamar mandi ini ada di kamarnya sendiri dan hanya ada dia di kamarnya itu? Dan setelah beberapa saat berpikir dia pun memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, jangan ditanya dia keluar mengenakan apa, toh hanya ada dia seorang di dalam kamarnya. Yesung berjalan tenang menuju ke arah lemari pakaiannya, hingga..
"Hyung, aku mau pinjam buk…"
Dan detik itu pula, semua terasa terhenti. Jongjin masuk ke dalam kamar Yesung tanpa permisi. Salahkan pintu kamar Yesung yang tidak terkunci yang membuat Jongjin dapat dengan leluasa masuk ke dalam kamarnya. Yesung membeku melihat Jongjin di ambang pintu kamarnya dan Jongjin membeku melihat pemandangan di hadapannya, hyungnya yang dengan tidak elitnya bertelanjang bulat. Oh, Tuhan.. mata suci Jongjin telah ternodai.
Satu lagi ke biasaan buruk Yesung, dia selalu lupa mengunci pintu kamarnya.
"…"
"KELUAAAARRRRRR…!"
Dan pagi yang awalnya tenang itu pun akhirnya berakhir dengan kegemparan oleh Kim bersaudara itu. Ehm.. Kim Yesung, sebaiknya hilangkan kebiasaan – kebiasaan burukmu itu mulai sekarang.
Namun meskipun dalam perbedaan itu..
Selalu ada cinta..
Yesung keluar dari dalam kamarnya, dengan telah berpakaian seragam rapi tentunya. Dia berjalan menuruni anak tangga, menuju ke ruang makan yang ada di lantai satu rumahnya. Dilihatnya seluruh anggota keluarganya telah duduk di kursi masing – masing, dia pun turut mengambil tempat di satu kursi yang tersisa.
"Selamat pagi.."sapanya kepada seluruh anggota keluarganya.
"Selamat pagi, Yesungie.."balas Mrs. Kim lembut kepada anak sulungnya.
Yesung segera menghabiskan sarapan yang telah disiapkan oleh Mrs. Kim dengan cepat karena dia juga harus pergi menjemput Kyuhyun ke kediaman Cho segera.
"Aku berangkat dulu."ujar Yesung setelah menyantap habis sarapannya.
"Kenapa pagi – pagi sekali?"Tanya Mr. Kim yang kini meletakkan Koran pagi yang baru saja di bacanya.
"Aku harus menjemput Kyuhyun terlebih dahulu."
"Baiklah, hati – hati di jalan. Salam untuk Kyuhyun dan Mrs. Cho, ne?"ujar Mrs. Kim yang hanya di balas anggukan oleh Yesung, dan ketika Yesung akan melangkah meninggalkan ruang makan..
"Hyung.."panggil Jongjin.
Yesung terpaksa menoleh karena panggilan adiknya. Entahlah, dia sedikit canggung karena kejadian 'gila' tadi pagi. Sebenarnya dia malu setengah mati, dia yakin Jongjin pasti akan meledekinya.
"..aku Cuma mau bilang, aku pinjam buku musikmu.."
Yesung sedikit mengernyit heran, tumben sekali adiknya ini tak meledeknya. Ah, sudahlah. Bukankah itu lebih baik, artinya Jongjin telah melupakan kejadian tadi pagi yang membuatnya malu setengah mati.
"Terserah kau saja."
"..dan Hyung!"
Lagi – lagi Yesung gagal ketika akan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan, ada apa lagi Jongjin?
"Aku tidak menyangka 'itu' mu besar juga. Hahaha.."ujar Jongjin yang kini di sertai dengan tawa yang cukup keras.
DUAGH!
"Eomma, Appa. Aku berangkat dulu!"
Kini Yesung benar – benar melangkah keluar dari rumahnya dan segera mengendarai motor kesayangannya menuju rumah Kyuhyun. Meninggalkan Jongjin yang kini sekarat dengan kepala yang ada di atas piring makannya akibat 'belaian manis' dari tangan Yesung, dan kedua orang tuanya yang hanya bisa menggelengkan kepala karena tingkah polah kedua putra mereka.
Cinta yang 'aneh' itulah..
Maka kisah ini akan terus berlanjut..
-My Bossy Boy-
Turuti semua perintahku jika kau mencintaiku!
Pairing: Ye-Kyu
Cast: Yesung, Kyuhyun and another SJ member
Genre: Drama, Romance
Rated: T
Desclaimer:
All character are belong to God and their self, tapi.. YESUNG bolehbuatsayakan?
Warning:
OOC, membosankan, dan hal – hal buruk lainnya yang akan menjadi efek samping setelah anda membaca cerita ini mungkin saja terjadi.
Himi Chan
Present
Yesung memarkir motornya di halaman parkir sekolahnya. Dia segera melepas helm yang dikenakannya dan membantu seseorang untuk turun dari motornya. Hari ini dia memang tak berangkat sendirian seperti beberapa hari sebelumnya, kalian pasti bisa menebak siapa yang berangkat bersamanya bukan? Benar, dia Kyuhyun.
Yesung segera melepas helm yang dikenakan Kyuhyun dan menyimpannya rapi di jok motornya, tak lupa dia merapikan helai – helai rambut Kyuhyun yang sedikit berantakan karena memakai helm tadi. Dia pun merapikan kemeja seragam Kyuhyun yang sedikit kusut setelah berboncengan dengannya tadi. Dia tersenyum setelah melihat sang kekasih, Kyuhyun, telah kembali rapi seperti sedia kala. Dia akhirnya menggenggam erat telapak tangan Kyuhyun untuk menggandengnya, berjalan bersama menuju ke kelas mereka masing – masing. Hey, bukankah dia laki – laki yang sangat perhatian? Menjadi kekasih dari Cho Kyuhyun pasti membuatnya sangat bahagia-
"Hyung, bawakan tas ku!"
-atau tidak juga. Tapi bukan Yesung namanya jika tak menuruti apa saja perkataan Kyuhyun. Bisa dikatakan ini adalah salah satu wujud cinta Yesung kepada Kyuhyun.
"Arraso!"
Dan segera Yesung meraih tas Kyuhyun dan menyampirkannya di salah satu bahunya. Kini kedua buah bahunya penuh menggendong tas. Yesung hendak menggandeng tangan Kyuhyun kembali, namun Kyuhyun terlanjur berjalan mendahului Yesung sembari memainkan PSP tercinta nya. Meninggalkan Yesung yang menatapnya agak kecewa. Well, Kim Yesung memang harus sedikit bersabar dengan tingkah kekasihnya ini.
Yesung terus menguikuti Kyuhyun bahkan hingga masuk ke dalam kelas Kyuhyun yang notabene adalah adik kelasnya. Tak masalah bagi Yesung, hanya saja dia agak merasa risih dengan tatapan teman – teman Kyuhyun. Ada yang memandangnya aneh, heran, bahkan tak sedikit yang melihat Yesung dengan pandangan memuja dan penuh cinta. Ah, seandainya Kyuhyun pun bisa memandangnya seperti itu.
"Sampai kapan kau akan terus berdiri di situ, hyung?"
"Eh?"Yesung sedikit terkaget, ah, sepertinya dia terlalu memikirkan pandangan teman – teman Kyuhyun hingga melupakan Kyuhyun yang kini sudah duduk di bangku nya.
"Berikan tas ku! Dan cepat kembali ke kelasmu!"
"Ne, chagiya."dan Yesung pun menyerahkan tas Kyuhyun.
Yesung memperhatikan Kyuhyun yang terlihat masih sibuk dengan PSP nya. Aisshh, rasanya Yesung ingin sekali membuang PSP itu. Sejujurnya dia iri, kapan Kyuhyun akan memperhatikannya seperti Kyuhyun memperhatikan PSP itu?
Yesung sedikit membungkukkan badannya agar wajahnya dapat sejajar dengan Kyuhyun. Dia menatap bola mata Kyuhyun yang bergerak ke kiri-kanan mengikuti gerakan permainan di PSP nya. Dan terang saja, tatapan mata Yesung mengusik Kyuhyun.
"Wae?"Tanya Kyuhyun balik menatap Yesung.
"Kyu.."
"Hm?"
"Lebih tampan mana aku dengan PSP mu itu?"
"Mwo?"Kyuhyun mengernyit heran mendengar pertanyaan aneh Yesung. Sedangkan Yesung masih bertahan menatap Kyuhyun dengan mata tajamnya.
"Aish, cepatlah kembali ke kelasmu, hyung!"usir Kyuhyun, tak ingin berlama – lama di tatap Yesung seperti itu.
"Arraso… arraso… jangan lupa sepulang sekolah nanti aku juga akan mengantarmu. Sampai bertemu lagi nanti."ujar Yesung sembari mengacak pelan helai ikal Kyuhyun sebelum akhirnya pergi meninggalkan kelas Kyuhyun.
Kyuhyun hanya diam menatap Yesung yang berjalan pergi meninggalkannya. Dan ketika Yesung benar – benar menghilang dari pandangannya dia segera membenamkan wajahnya di lipatan kedua tangannya.
"Aisshh.. Kim Jong Woon.."gumamnya pelan.
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Yesung masuk ke dalam ruang kelas nya yang sudah terlihat ramai. Dia melirik kearah bangkunya, dia melihat teman sebangkunya yang telah duduk manis di sana. Sepertinya orang itu sengaja menunggunya.
"Hai, Min!"sapa Yesung pada sahabat baik yang juga teman sebangkunya, Sungmin.
"Yesung!"Sungmin tersenyum lebar kearah Yesung yang sedang meletakkan tas nya di atas bangku.
"Kau kelihatan gembira sekali hari ini, min."ujar Yesung memulai percakapan.
"Coba tebak, kenapa aku gembira hari ini?"
Yesung menatap Sungmin malas,
"Tak usah bertele – tele, ceritakan saja."
"Dasar kau ini, tidak seru.."ujar Sungmin sebal seraya menjitak kepala besar Yesung, membuat Yesung sedikit meringis kesakitan.
"..aku dan Ryeowook memutuskan untuk pergi bersama minggu ini."lanjut Sungmin.
"Jadi kalian akan berkencan?"
"Hei, hubungan kami belum sejauh itu. Aku dan Ryeowook bahkan belum berpacaran.."jelas Sungmin.
Yesung hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita Sungmin. Yah, dia tak bisa memberikan komentar ataupun saran apa pun. Dia sendiri tak terlalu mengerti tentang hubungan pacaran. Memang benar jika dia sudah menjalin hubungan dengan Kyuhyun, tapi kalau dilihat dari interaksi mereka yang bisa dikatakan jauh dari interaksi normal pasangan pada umumnya..hmm.. wajar jika dia memang tidak begitu mengerti.
"..jadi, bagaimana hubunganmu dengan Kyuhyun?"Tanya Sungmin.
"Biasa saja."jawab Yesung seadanya.
"Ya! Biasa bagaimana? Apa tidak ada yang special diantara kalian berdua?"ujar Sungmin ingin tahu.
Yesung mengangkat bahunya sebagai jawaban.
"Entahlah, menurutku hubungan kami biasa saja. Kyuhyun masih tetap manis seperti biasa dan aku masih tetap mencintai dia seperti biasa."imbuhnya.
Sungmin mengangguk paham mendengar jawaban Yesung.
"Tapi… Yesung-ah, apa kau yakin Kyuhyun juga mencintaimu?"Tanya Sungmin agak ragu.
Yesung mengernyit heran mendengar pertanyaan Sungmin. Apa maksud pertanyaan Sungmin? Apa dia meragukan hubungannya dengan Kyuhyun?
"Aisshh.. bukan maksudku meragukan hubunganmu dengan Kyuhyun.."kilah Sungmin yang sepertinya bisa membaca pikiran Yesung.
"..tapi, hanya saja jika melihat perlakuan Kyuhyun kepadamu. Apa dia terlihat seperti sedang jatuh cinta? Apa dia menjalani hubungan denganmu atas dasar cinta? Sekali lagi Yesung, aku sama sekali tak berniat merusak hubunganmu dengan Kyuhyun.."jelas Sungmin.
Yesung sedikit terkejut mendengar penuturan Sungmin, tapi itu memang benar. Perlakuan Kyuhyun memang tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta. Dia ingat, ketika mereka berdua memutuskan untuk berpacaran. Bukankah saat itu Kyuhyun hanya sedang menantangnya untuk menjalin hubungan lebih jauh? Memang sepertinya Kyuhyun tak pernah menjalani hubungan ini atas dasar cinta. Lalu bagaimana dengan ciuman mereka saat kencan kemarin? Apa benar Kyuhyun hanya menganggap hubungan ini sebagai permainan?
"Yesung dengar, aku tak ingin kau menyesal pada akhirnya. Jika kau ingin tetap melanjutkan hubunganmu dengan Kyuhyun, ada baiknya untuk memastikan perasaan Kyuhyun yang sesungguhnya terhadapmu. Apa dia benar – benar mencintaimu.. atau tidak?"ujar Sungmin bijak.
Yesung hanya diam dan memalingkan wajahnya dari Sungmin, berbalik memandang kearah jendela kelasnya yang menampakkan gambaran langit biru diluar. Bukan, dia tidak marah dengan kata – kata Sungmin tadi. Bahkan, dia benar – benar memikirkan saran Sungmin untuknya.
'Kyuhyun.. Apa kau mencintaiku?'
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Kyuhyun memandang malas kearah guru yang sedang mengajar di depan kelas. Dia bahkan sudah berulang kali menguap. Andai saja guru yang sedang mengajar itu tidak galak, dia yakin dia akan memilih bermain dengan PSP nya daripada mendengarkan pelajaran yang menurutnya sangat membosankan ini.
Srek.
Tiba – tiba sebuah kertas yang telah dilipat rapi disodorkan kepada Kyuhyun. Kyuhyun sedikit berjengit memandang kearah seseorang yang menyodorkan kertas kearahnya, Changmin. Changmin memberikan kode memaksa Kyuhyun untuk menerima kertas yang disodorkannya. Kyuhyun pun segera meraih kertas itu dan membukanya.
'Kau pasti sedang bosan? Benarkan?'
Kyuhyun menyangga kepalanya dengan tangan kirinya, sedangkan tangannya yang lain mulai menulis balasan di atas kerta itu dan kembali memberikannya kepada Changmin.
'Yup.'
Changmin kembali menulis sesuatu di atas kertas itu.
'Aku juga. By the way, bagaimana hubunganmu dengan Yesung sunbae?'
'Untuk apa kau ingin tahu?'
'Bukan apa – apa. Apa aku tidak boleh tahu?'
'Tidak.'
Changmin sedikit kesal membaca jawaban Kyuhyun. Bocah satu ini, sikapnya dingin sekali.
'Hey, Kyu. Sampai kapan kau akan bersikap dingin kepada Yesung sunbae?'
Kyuhyun kembali menatap malas kertas yang di berikan Changmin. Dia heran kenapa Changmin sangat ingin tahu tentang dia dengan Yesung hyung.
'Aku tak mengerti maksudmu.'
'Kenapa kau tak menunjukkan perasaanmu yang sebenarnya kepada Yesung sunbae? Kenapa harus menutupinya?'
'Menutupi perasaanku yang sebenarnya? Aku tidak.'
'Jangan berbohong. Aku yakin, tadi pagi saat teman – teman yang lain memandang Yesung sunbae dengan terpesona, kau pasti cemburu. Karena itu kau memintanya untuk cepat – cepat kembali ke kelasnya.'
Kyuhyun sedikit melebarkan kedua kelopak matanya ketika membaca tulisan Changmin. Sedikit semburat kemerahan tercetak di pipinya, jujur saja dia sedikit malu, tapi mau tak mau dia mengakui kalau apa yang di tulis Changmin di kertas ini memang benar. Dia heran bagaimana Changmin bisa tahu? Namun sedetik kemudian Kyuhyun merubah raut wajahnya menjadi kesal saat mendengar Changmin terkekeh pelan di sampingnya. Apalagi Changmin memandangnya dengan pandangan –benarkan apa kataku?- yang seolah – olah juga mengejeknya.
'Jangan sok tahu, Shim Changmin!'
'Apalagi ketika Yesung sunbae memandang wajahmu dari dekat, aku yakin jika satu detik saja kau terlambat mengusir Yesung sunbae kembali ke kelasnya, wajahmu pasti sudah merah seperti kepiting rebus.'
Kyuhyun mencengkeram erat kertas yang ada di tangannya. Dia bukannya tak mau mengakuinya, hanya saja rasa gengsi dalam dirinya memang terlalu tinggi. Bagaimana mungkin Changmin bisa tahu sejauh ini? Apa dia bisa membaca pikiran seseorang? Aish.. lagi, Kyuhyun memandang sebal kearah Changmin yang ada di sampingnya. Membuat Changmin secara reflek tertawa karena melihat wajah sebal Kyuhyun, dia merasa cukup berhasil menggoda 'cold guy' satu ini.
"Ehem.. Shim Changmin, apa yang sedang kau tertawakan?"
Dan seketika itu juga Changmin membatu, tawanya segera berhenti mendengar seseorang di depan sana menginterupsinya. Seseorang dengan kumis tebal dan tubuh gendut yang memandang tajam kearahnya.
"A-aniyo, songsaengnim."
"Baiklah silakan maju ke depan dan kerjakan semua soal yang ada di papan tulis!"
Glek.
Changmin kesusahan menelan ludahnya. Sial, kenapa guru galak itu harus memergokinya. Padahal mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang paling dia benci, tapi sekarang dia harus berhadapan dengan soal – soal itu di depan kelas. Ah, sial sekali dia hari ini! Changmin memandang Kyuhyun seakan – akan berkata –ini semua salahmu!- sedangkan kini giliran Kyuhyun yang tertawa melihat Changmin, dia membalasnya dengan pandangan mengejek.
"Rasakan, Shim Changmin!"gumamnya pelan dengan evil smirk yang tercetak jelas di wajahnya.
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Yesung berjalan menyusuri lorong koridor sekolahnya menuju kelas Kyuhyun. Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Seperti janjinya tadi pagi, dia akan mengantarkan Kyuhyun pulang ke rumahnya. Karena itu dia menjemput Kyuhyun di kelasnya. Sekilas dia sedikit mengingat percakapannya tadi pagi bersama Sungmin.
"Jadi bagaimana?"
"Mwo?" Sungmin memberikan pandangan tak mengerti kepada Yesung.
"Apa yang harus aku lakukan, Min? Bagaimana caranya aku memastikan jika Kyuhyun juga mencintaiku atau tidak?"Tanya Yesung.
Sungmin terdiam beberapa saat, dia terlihat memikirkan sesuatu. Suatu cara yang tepat untuk membantu sahabatnya ini. Sungmin menghela nafas sesaat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Yesung.
"Baiklah, kalau kau benar – benar ingin memastikan apakah Kyuhyun juga mencintaimu atau tidak. Ikuti kata – kataku…"
Yesung tersenyum melihat Kyuhyun yang masih menunggunya di dalam kelas, dia pun segera menghampiri Kyuhyun yang sibuk bermain PSP nya.
"Ayo, kita pulang, Kyu."ajak Yesung.
Kyuhyun melirik kearah Yesung sekilas, dan akhirnya dia pun mematikan PSP nya setelah mem-pause game yang tengah dimainkannya dan menyimpan PSP kesayangannya itu di dalam tas. Ketika Kyuhyun bangkit dari bangkunya, Yesung segera menggandeng tangan Kyuhyun. Kyuhyun sempat akan menolak, namun genggangam tangan Yesung terlalu kuat. Dia heran, kenapa telapak tangan Yesung yang tidak lebih besar dari telapak tangannya mempunyai kekuatan sebesar itu. Akhirnya dia pun pasrah berjalan bergandengan tangan bersama Yesung sepanjang jalan menuju tempat parkir.
Ketika mereka berdua tiba di tempat parkir, Kyuhyun dan Yesung segera mengenakan helm mereka masing – masing dan naik ke atas motor.
"Kyu~"panggil Yesung.
"Heum?"
"Kau tidak berpegangan?"
"Aniyo."Kyuhyun menggeleng, tangannya di lingkarkan di depan dada.
"Bagaimana jika nanti kau jatuh?"
"Aku akan memintamu bertanggung jawab jika aku sampai jatuh dari motormu."jawab Kyuhyun dingin.
Yesung menghela nafas, hanya meminta kekasihnya untuk berpegangan saja kenapa sulit sekali. Ini kan juga demi keselamatannya. Namun, Yesung kemudian tersenyum samar, sepertinya dia tak habis akal.
Brumm..
Yesung menarik gas motornya tiba – tiba, membuat Kyuhyun yang terkejut reflek segera memeluk Yesung erat. Bahkan kedua tangan Kyuhyun melingkar kuat di perut Yesung. Yesung tersenyum karena rencananya berhasil, tangan kirinya segera menahan kedua tangan Kyuhyun agar tetap memeluknya seperti itu.
"Nah, begini lebih baik."
Yesung segera melajukan motornya, sesekali Kyuhyun mencoba menarik tangannya, melepas pelukannya di tubuh Yesung. Namun usahanya sia – sia, ingat tenaga Yesung lebih besar daripada dia. Menyerah, Kyuhyun pun mulai menikmati pelukannya di tubuh Yesung. Dia mulai menyandarkan kepalanya di punggung Yesung. Bahkan ketika cengkraman tangan Yesung terlepas, kedua tangan Kyuhyun masih setia memeluk erat tubuh Yesung. Keduanya menikmati perjalanan pulang sekolah ini dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing – masing, sibuk untuk mentralisir degup jantung mereka yang berdetak cepat.
"Untuk mengetahui apakah Kyuhyun mencintaimu atau tidak, kau harus melakukan test.."
"Test?"Yesung mengernyit heran mendengar penjelasan Sungmin.
"Ya, kita test seberapa besar rasa cinta Kyuhyun kepadamu."jawab Sungmin meyakinkan.
"Bagaimana caranya?"Tanya Yesung penasaran.
"Pertama, dari cara dia membalas pernyataan cinta darimu."
"Pernyataan cinta?"
"Ya, aku yakin kau pasti pernah menyatakan perasaanmu kepada Cho Kyuhyun, bukan? Mengatakan 'Aku Cinta Kamu', 'I Love You', atau semacamnya?"
Yesung mengangguk.
"Lalu bagaimana reaksi Kyuhyun saat itu?"
Yesung berpikir sejenak, mencoba mengingat bagaimana reaksi Kyuhyun ketika dia menyatakan perasaannya. Namun tak berselang lama, raut wajah Yesung tiba – tiba muram. Dia ingat, tak pernah sekalipun Kyuhyun membalas ketika Yesung berkata 'Saranghae'. Bahkan cukup berkata 'nado' pun Kyuhyun tidak pernah. Saat Yesung mengatakannya lewat telepon Kyuhyun akan langsung memutus percakapan mereka. Ketika Yesung mengatakannya di hadapannya pun Kyuhyun akan langsung pergi menghilang ataupun menghindar dari Yesung.
"Mwo? Jadi Kyuhyun tak pernah membalas pernyataan cintamu?"Tanya Sungmin dengan tatapan tak percaya.
Yesung menggeleng kecewa. Membuat Sungmin sedikit prihatin melihat raut wajah sahabatnya ini.
"Tenang saja, cobalah sekali lagi. Dan kali ini coba kau pastikan dan perhatikan baik – baik reaksi Kyuhyun, arraso?"
Laju motor Yesung berhenti tepat di depan gerbang sebuah rumah bergaya eropa klasik, yakni kediaman Cho. Kyuhyun segera turun dari motor Yesung. Dia melepas helm milik Yesung dan menyerahkannya pada Yesung.
"Gomawo, hyung."ujarnya.
"Kyuhyunie, saranghaeyo."ucap Yesung membalas perkataan Kyuhyun.
Yesung diam beberapa saat, menunggu reaksi Kyuhyun. Namun Kyuhyun hanya diam membeku, tak menjawab apapun.
"A-aku masuk ke dalam dulu, hyung. Sampai jumpa besok dan.. hati – hati di jalan."hanya kata – kata ini yang lolos dari bibir Kyuhyun.
Kyuhyun mulai berjalan meninggalkan Yesung untuk masuk ke dalam rumahnya. Membuat Yesung mendesah kecewa. Ayolah Kyuu.. hanya cukup ucapkan 'nado'..
"Kyuhyun!"panggil Yesung.
Kyuhyun menoleh memandang Yesung yang memanggil nya. Apa ada yang tertinggal?
"Aku mencintaimu!"ucap Yesung cukup keras, sekali lagi menyatakan perasaannya.
Namun Kyuhyun kembali berbalik dan hanya memberikan kode lambaian tangannya sebagai jawaban. Kode yang seakan mengatakan agar Yesung segera pulang. Dan hal ini lagi – lagi membuat Yesung mendengus kesal.
"CHO KYUHYUN!"panggil Yesung lagi – lagi sesaat sebelum Kyuhyun membuka pintu rumahnya.
Kyuhyun tak menghiraukannya, dia tetap membuka pintu itu dan masuk ke dalam rumahnya. Namun sebelum dia menutup kembali pintu rumahnya, dia menyempatkan memandang Yesung yang masih setia di depan rumahnya.
Yesung yang masih belum menyerah segera membentuk 'love sign' dengan kedua tangannya yang melingkar diatas kepalanya. Berharap Kyuhyun akan menjawab perasaannya kali ini. Namun Kyuhyun hanya tersenyum samar dan kemudian menutup pintu rumahnya. Meninggalkan Yesung yang bernafas putus asa di luar sana. Baiklah..
TEST PERTAMA.. GAGAL!
Tapi, Yesung.. apa kau tahu? Di dalam rumah itu seorang Cho Kyuhyun sedang memegang dadanya. Mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdetak tak karuan karena pernyataan cintamu itu? Cho Kyuhyun bahkan mati – matian berusaha untuk tidak berteriak kegirangan seperti yeoja saking senangnya. Ah, sayang sekali kau tidak tahu, Kim Jong Woon..
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Keesokan harinya..
Yesung menghela nafas panjang di sela – sela meminum soda kaleng nya. Ia memang sedang duduk sendirian di kantin yang tak terlalu ramai siang ini. Sungmin yang biasanya menemaninya, entah pergi kemana. Awalnya tadi Yesung ingin menemui Kyuhyun, tapi dia ingat Kyuhyun sedang ada pelajaran olah raga siang ini, membuat Yesung terpaksa mengurungkan niatnya. Lagipula, Sungmin berkata jika Yesung harus sedikit menjauhi Kyuhyun dalam waktu dekat ini, yah setidaknya hari ini. Karena Yesung akan menjalankan rencana Sungmin.
"Baiklah, Yesung-ah. Kita jalankan test ke-dua.."ucap Sungmin.
"Test ke-dua?"
"Benar, untuk menilai apakah seseorang mencintaimu atau tidak ada banyak cara yang bisa dilakukan. Karena itu jangan menyerah.."ujar Sungmin menyemangati Yesung yang sepertinya masih bersedih karena test pertama telah gagal.
"Lalu apa yang harus kulakukan?"
"Test kali ini kita akan menjalankan sedikit scenario, karena itu dengarkan baik – baik…"
"Yesung oppa!"
Yesung menoleh keasal suara yang memanggilnya. Sesosok wanita cantik bak dewi sedang datang menghampirinya. Wajahnya yang cantik dengan bola mata indah dan surai kecoklatannya yang tergerai panjang, membuat wanita itu terlihat begitu sempurna di mata semua orang. Tak terkecuali Yesung. Yesung tersenyum melihat wanita yang kini duduk di sebelahnya.
"Yoona-ya.. ada apa?"Tanya Yesung pada wanita cantik yang dia panggil Yoona.
"Sungmin oppa yang menyuruhku kemari, dia menyuruhku menemuimu di sini."ujar Yoona yang ternyata juga teman sekelas Yesung dan juga Sungmin.
"Jadi Sungmin yang menyuruhmu kemari.."jawab Yesung mengangguk paham.
Yoona pun ikut mengangguk mengiyakan,
"Ne, dan aku akan membantu oppa menjalankan rencana yang telah Sungmin oppa buat. Kita akan menjadi partner!"ucap Yoona bersemangat.
Yesung tersenyum hangat mendengar kata – kata Yoona. Dia mengelus puncak kepala wanita cantik yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
"Baiklah, kalau begitu oppa mohon bantuannya.."ujar Yesung dengan senyum manisnya.
"Ne!"jawab Yoona sembari mengepalkan ke-dua tangannya bersemangat.
Yesung hanya bisa tertawa melihat tingkah Yoona yang menurutnya sangat lucu seperti anak – anak. Dan Yoona pun juga turut tertawa. Hey, bukankah mereka terlihat seperti pasangan yang romantic?
"..untuk test ke-dua kali ini, kita akan membuat Kyuhyun cemburu."
"Kyuhyun? Cemburu?"Yesung menampakkan wajah kebingungan.
"Benar, kita bisa lihat apakah Kyuhyun mencintaimu atau tidak. Jika Kyuhyun terlihat cemburu, maka itu artinya Kyuhyun mempunyai perasaan denganmu."terang Sungmin.
"Tapi jika tidak?"Tanya Yesung ragu.
"Jika tidak…"Sungmin terlihat enggan menjawab pertanyaan Yesung kali ini, ya dia tak ingin mematahkan semangat Yesung jika gagal nantinya.
"..Sudahlah, yang penting kita coba dulu test ke-dua ini."ucap Sungmin mencoba mengalihkan pertanyaan Yesung.
"Bagaimana caranya membuat Kyuhyun cemburu, Sungmin-ah?"
"Kau hanya cukup berdekatan dan terlihat mesra dengan seseorang. Aku yakin, Kyuhyun pasti akan cemburu jika melihat kau terlihat mesra dengan orang lain."
Yesung mengangguk paham mendengar penjelasan Sungmin.
"Tapi, siapa yang yang akan menjadi orang ketiga itu?"Tanya Yesung kembali.
"Soal itu, serahkan padaku. Kau cukup menunggu 'orang itu' di kantin siang ini, arraso?"
Dan seperti yang di katakana Sungmin tadi, orang itu adalah Im Yoona. Teman sekelas Yesung yang juga mantan ketua klub teater di sekolahnya. Yesung dan Yoona memang dekat sejak dulu, mengingat mereka berdua pernah menjadi teman sekolah saat Sekolah Dasar, dan saat menjalani masa High School mereka kembali bertemu. Ya, mereka memang teman lama. Karena itulah mereka sangat dekat, tapi hanya sebatas hubungan teman, tak lebih.
"Oppa, bagaimana kalau kita berjalan – jalan?"usul Yoona.
"Emm, ide bagus. Tapi kemana?"
"Kita pergi ke lapangan basket, bukankah Kyuhyun sedang ada jam olah raga sekarang ini?"
"Baiklah ayo.."
Yesung beranjak dari tempat duduknya. Dia sedikit kaget ketika tiba – tiba saja Yoona memeluk erat lengan kanannya. Tidak cukup dengan itu, Yoona juga menyandarkan kepalanya di bahu Yesung. Yesung memandang Yoona dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Ini acting oppa kita harus benar – benar terlihat mesra di depan Kyuhyun. Bukankah kau ingin membuat dia cemburu?"ucap Yoona menjawab tatapan penuh tanya Yesung.
Yesung menghela nafas, benar juga yang dikatakan Yoona. Lagipula, bukankah sudah ku katakan tadi jika Yoona adalah mantan ketua klub teater? Sudah pasti dia akan terlihat total dalam berakting. Apalagi berakting mesra dengan Yesung, akan sangat mudah baginya. Dan.. sepertinya Yoona juga menikmati dapat memeluk lengan Yesung mesra seolah – olah menjadi pacarnya. Meskipun berkebalikan dengan Yesung yang tidak begitu suka dengan tingkah Yoona, tapi mau bagaimana lagi, dia tetap harus menjalankan rencana ini.
Akhirnya Yesung dan Yoona pun berjalan bergandengan tangan menuju lapangan basket, tempat dimana Kyuhyun berada. Dan tentu saja, banyak siswa yang terkejut ketika melihat kedekatan Yesung dengan Yoona. Namun Yesung tak mengacuhkan tatapan heran dari orang – orang itu, walaupun sejujurnya dia merasa sedikit risih.
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
"Kyu!"panggil Changmin sembari menghampiri Kyuhyun yang sedang men-dribble bola menuju ring.
Mendengar panggilan Changmin, Kyuhyun terpaksa menghentikan permainannya. Ia menatap heran Changmin yang tiba – tiba datang menghampirinya.
"Ada apa?"Tanya Kyuhyun ketika Changmin sudah berdiri di depannya.
"Emmm.. itu.."Changmin member isyarat pada Kyuhyun untuk melihat kea rah seberang lapangan.
Kyuhyun yang penasaran segera mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjukan oleh Changmin. Dan sontak saja kedua pupil matanya melebar saat melihat Yesung sedang berjalan bersama seorang wanita cantik. Terlihat Yesung sedang berjalan sembari bercakap – cakap dan tertawa bersama dengan wanita itu. Jujur saja, hati Kyuhyun terasa panas. Namun, kyuhyun tetap mempertahankan wajah stoiknya, tak memperlihatkan ekspresi apapun melihat sang kekasih tengah bermesraan dengan wanita lain. Tapi jika dilihat dengan teliti, maka orang – orang di sekitar Kyuhyun bisa merasakan aura – aura gelap yang terpancar dari Kyuhyun. Bahkan Changmin saja bergidik ngeri.
"Kyu! Awaaaassssss…..!"
Tiba – tiba saja terdengar teriakan peringatan dari salah seorang teman sekelas Kyuhyun. Dan bagai gerakan slow motion, Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Yesung kearah suara yang memperingatinya tadi. Sebuah bola basket melayang tepat kearah Kyuhyun, dan Kyuhyun hanya bisa memandang syok kearah bola basket itu.
Duagh!
Bingo! Bola basket itu mendarat tepat di kepala Kyuhyun. Kyuhyun jatuh terduduk setelah bola basket itu menimpanya. Dia tidak pingsan, tapi dia merasakan pusing yang amat sangat.
"Kyu-ah, gwaenchana?"Tanya Changmin yang berada di dekatnya khawatir.
"Appo…"jawab Kyuhyun sembari mengusap kepalanya.
"Ayo, kuantar kau ke UKS.." Changmin berjongkok membelakangi Kyuhyun. Berniat menggendongnya.
Kyuhyun yang kepalanya masih merasa pusing hanya pasrah, dia pun mulai naik di punggung Changmin dan melingkarkan tangannya di leher Changmin. Membiarkan Changmin menggendongnya hingga ke UKS.
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
"Oppa! Kyuhyun.."Yoona menunjuk kearah Kyuhyun yang kini tengah di gendong oleh Changmin.
Yesung yang memang sedari tadi duduk membelakangi lapangan basket segera menoleh kearah yang ditunjuk oleh Yoona. Dia melihat Kyuhyun nya kini tengah di gendong oleh laki – laki lain, yah walaupun Yesung mengenalnya, Changmin.
"Kyuhyun.." gumam Yesung.
Entah mengapa tiba – tiba dia merasa cemburu melihat Kyuhyun dengan mudahnya digendong oleh laki – laki lain. Padahal saat dia meminta Kyuhyun untuk memeluknya ketika naik motor saja, Kyuhyun menolak. Aish, rasanya hati Yesung sedikit perih. Bagaimana ini, rencana nya kan Kyuhyun yang akan dia buat cemburu, kenapa malah dia sendiri yang merasa cemburu.
"Bagaimana, Yoona-ya? Apa Kyuhyun terlihat cemburu tadi?"Tanya Yesung mencoba mengalihkan rasa cemburunya.
Yoona yang mendengar pertanyaan Yesung hanya menghela napas. Sedikit raut kecewa dan tak enak hati nampak di wajahnya.
"Entahlah, oppa. Yang aku lihat Kyuhyun hanya diam saja melihat kita berdua. Dia tak menunjukkan ekspresi apa pun."jawab Yoona seadanya.
Lagi – lagi Yesung mendesah kecewa. Sebenarnya Yesung tak yakin jika Kyuhyun tidak cemburu melihat kedekatannya dengan Yoona. Tapi, apa sikap yang ditunjukkan Kyuhyun tadi itu terlihat seperti seorang kekasih yang sedang cemburu? Apalagi Kyuhyun sempat digendong oleh orang lain tadi. Sekali lagi..
TEST KEDUA GAGAL..
Mari kita lihat di sisi lain..
Changmin berjalan dengan penuh susah payah. Terlihat peluh mulai membasahi wajahnya. Demi Tuhan, dia menyesal telah menggendong Kyuhyun. Dia lupa jika letak UKS ada di lantai tiga sekolahnya, sehingga dia harus berjalan dari lapangan basket yang ada di lantai pertama. Apalagi ternyata dia baru tahu jika Kyuhyun itu berat, sangat berat malah. Tubuh tinggi kerempengnya tak cukup kuat menahan bobot Kyuhyun terlalu lama.
"Kyu.. hahh… hahh.. Kau ini manusia atau.. hahh.. karung beras? Beraaatt.. sekali.."ucap Changmin.
Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum evil, tak menanggapi perkataan Changmin. Dia berpura – pura tidur di gendongan Changmin. Dia tak mau Changmin sadar jika Kyuhyun tengah mengerjainya. Hei, salahkan mood Kyuhyun yang sedang buruk karena melihat Yesung bermesraan dengan wanita lain dan terkena lemparan bola basket. Tentu dia butuh pelampiasan, dan sialnya seorang Shim Changmin yang menjadi ajang pelampiasan mood buruknya. Kkkk~ Selamat berjuang Changmin!
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Beberapa hari kemudian..
"Sudahlah, Min."ujar Yesung putus asa.
"Yesung-ah, kita coba sekali lagi ne? Jangan menyerah begitu saja."jawab Sungmin.
"Aku tak yakin ini akan berhasil. Lihatlah, sudah dua test yang gagal. Sepertinya Kyuhyun memang tak mencintaiku.."jawab Yesung ragu.
"Kau mau menyerah seperti ini? Hey, bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau sangat mencintai Kyuhyun, Yesung-ah? Meskipun dua test telah gagal, bukan berarti Kyuhyun tak mencintaimu.."
"Tapi, kau sendiri yang meragukan jika Kyuhyun mencintaiku.."
"Karena itu aku menyuruh mu untuk menge-test Kyuhyun. Mungkin dua test kemarin memang gagal. Tapi cobalah sekali lagi, hingga kau benar – benar yakin jika Kyuhyun memang tak mencintaimu."ujar Sungmin meyakinkan.
"Tapi.."
"Sekali ini saja, Yesung-ah. Ini yang terakhir, setelah itu terserah padamu.."
Bel istirahat telah berbunyi semenjak beberapa menit yang lalu. Jalanan di koridor sekolah yang awalnya sepi pun akhirnya dipenuhi oleh murid – murid. Dan salah satunya Yesung, dia berjalan menyusuri koridor menuju ke kelas Kyuhyun. Sepertinya dia sangat senang hari ini, terbukti dengan senyuman cerah yang tergurat di wajahnya. Tak jarang banyak murid – murid yang menatapnya tak berkedip. Begitu terpesona dengan senyumannya yang begitu manis. Rasanya, siapapun yang melihat senyuman Yesung pun akan ikut bahagia.
Tiba – tiba saja Yesung menghentikan langkahnya, sepertinya dia memikirkan sesuatu. Dia memang sempat berpikir untuk menemui Kyuhyun di kelasnya, tapi dia putuskan untuk merubah pikirannya. Lebih baik dia dan Kyuhyun bertemu di suatu tempat yang lain. Yesung pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Kyuhyun. Dia meraih smartphone nya dan dengan segera memencet speed dial nomor 1 di smartphone nya.
"Kyuhyunnie.."
Yesung terlihat bahagia ketika Kyuhyun mengangkat panggilan darinya.
"Apa kau sibuk?"
….
"Bisakah kau menemui ku di halaman belakang sekolah?"
….
"Ne, aku menunggumu disana. Sampai bertemu nanti."
Pip!
Yesung memutus panggilannya. Dia segera berjalan menuju ke halaman belakang sekolah untuk menemui Kyuhyun.
"Baiklah, untuk yang terakhir. Kau bisa mengetahui perasaan Kyuhyun melalui pemberian.."ucap Sungmin menjelaskan.
"Pemberian?"Yesung memberikan tatapan penuh Tanya pada Sungmin, pertanda dia tak begitu mengerti dengan penjelasan Sungmin sebelumnya.
"Ne, berikan sesuatu kepada Kyuhyun, dan lihat bagaimana ekspresinya. Jika dia mencintaimu, maka apapun benda yang kau berikan padanya akan dia terima dengan bahagia."lanjut Sungmin.
Yesung terlihat ragu. "Apakah ini akan berhasil? Lalu apa yang harus ku berikan pada Kyuhyun?"
"Berikan benda – benda yang romantis, mungkin boneka?"usul Sungmin.
Yesung menggeleng. "Kyuhyun tidak suka benda seperti itu."
"Coklat?"
"Kyuhyun tidak suka makanan manis."
"Emm.. bunga?"
"Bunga…"
Yesung duduk di sebuah bangku panjang yang ada di halaman belakang sekolah menunggu kedatangan Kyuhyun. Sesekali dia menoleh kearah lorong, memastikan Kyuhyun telah tiba atau belum. Sesekali pula dia memandang kearah sebuket bunga mawar merah yang ada di tangannya. Dia tersenyum melihat buket bunga nya yang indah, dia bisa membayangkan Kyuhyun yang akan tersenyum manis saat menerima buket bunga darinya. Ah, Yesung tersenyum bahagia membayangkannya.
Tap.. tap.. tap..
Terdengar langkah kaki dari lorong, sepertinya Kyuhyun telah tiba. Dengan segera Yesung menyembunyikan buket bunga mawar itu di balik tubuhnya. Dia melambai kearah Kyuhyun, menyambut kedatangan Kyuhyun. Kyuhyun pun segera duduk di bangku yang sama dengan Yesung.
"Ada perlu apa hyung memanggilku kemari?"Tanya Kyuhyun.
Yesung tak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dia hanya tersenyum manis kearah Kyuhyun. Membuat Kyuhyun kini bertanya – tanya ada hal apa yang membuat Yesung memanggilnya kemari.
"Aku ingin memberimu sesuatu, Kyu.."jawab Yesung pada akhirnya.
Yesung pun mulai mengeluarkan buket bunga mawar merah yang sedari tadi dia sembunyikan. Dia menyodorkan buket bunga itu kearah Kyuhyun sembari tersenyum manis. Berkebalikan dengan Kyuhyun yang kini membelalakan matanya melihat buket mawar dihadapannya.
"Ini bunga untukmu.."ucap Yesung masih dengan senyuman cerahnya.
Yesung meraih jemari tangan Kyuhyun, mengarahkannya agar menerima buket bunga pemberiannya.
"..terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku, Kyu. Aku mencintaimu.."lanjut Yesung.
Jemari Kyuhyun bergetar menerima buket bunga pemberian Yesung. Matanya beberapa kali mengerjap, namun wajahnya tak menampakkan raut wajah bahagia. Bahkan raut wajah Kyuhyun saat ini lebih seperti orang yang sedang ketakutan, dia pun terlihat tak nyaman.
"Te-terimakasih, hyung.."ucap Kyuhyun sembari meringis dan menggaruk tengkuknya.
"Kyu, a-"belum sempat Yesung menyelesaikan kata – katanya, Kyuhyun tiba – tiba saja memotong omongannya.
"Hyung, a-aku harus segera kembali ke kelas. A-ada tugas yang harus ku kerjakan. Aku permisi dulu, hyung."ucap Kyuhyun beranjak dari bangku.
"Tunggu, Kyu.."Yesung mencoba menahan Kyuhyun.
Namun Kyuhyun langsung berlari meninggalkan Yesung seorang diri di halaman belakang sekolah dengan membawa buket bunga yang di berikan Yesung tadi. Yesung heran dengan tingkah Kyuhyun. Dia pun memutuskan untuk ikut berlari mengejar Kyuhyun. Yesung berada jauh di belakang Kyuhyun yang masih terus berlari meninggalkannya, namun Yesung masih dapat melihat Kyuhyun. Tiba – tiba saja Kyuhyun berhenti, entah apa yang ingin dia lakukan. Yesung yang mengejarnya pun ikut berhenti, namun dia memutuskan untuk bersembunyi dan mengamati gerak gerik Kyuhyun. Kyuhyun berjalan mendekat kearah dinding, ah bukan, dia mendekat kearah tempat sampah. Yesung bertanya – tanya apa yang akan Kyuhyun lakukan? Tunggu, jangan katakan jika Kyuhyun akan…
Kyuhyun terlihat menggumamkan sesuatu, dan setelah itu dia memasukkan buket bunga pemberian Yesung ke dalam tempat sampah. Kyuhyun pun segera kembali berlari meninggalkan tempat itu.
Yesung masih terpaku di tempatnya. Matanya masih memandang kearah tempat sampah, tempat dimana buket bunga yang dia berikan pada Kyuhyun berada. Yesung memegang dadanya, entah mengapa rasa begitu sakit dan sesak. Buket bunga mawar merah itu mewakili rasa cintanya kepada Kyuhyun, dan Kyuhyun membuangnya begitu saja. Bukankah itu sama artinya jika Kyuhyun membuang perasaan Yesung? Dan Yesung benar – benar terpukul saat ini.
"Kyu, kau benar – benar tak mencintaiku?"gumam Yesung lirih, entah bertanya kepada siapa.
TEST TERAKHIR GAGAL TOTAL!
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Yesung terlihat muram, ya, semenjak kejadian saat istirahat tadi Yesung terlihat tak bersemangat. Rasanya, kebahagiannya hilang begitu saja. Sepanjang pelajaran Yesung hanya diam, bahkan saat Sungmin mengajaknya berbicara pun Yesung tak pernah mengacuhkannya. Membuat Sungmin khawatir, pasalnya Yesung yang sehari – harinya banyak bicara tiba – tiba saja menjadi pendiam. Tatapan Yesung pun menjadi kosong, tak jarang Sungmin memergoki Yesung tengah melamun. Sungmin tahu, satu hal yang bisa membuat Yesung seperti ini adalah Kyuhyun. Dan dia bisa menebak, ini pasti ada kaitannya dengan test yang terakhir. Bisa dipastikan jika test terakhir berakhir seperti dua test sebelumnya, yaitu gagal, atau mungkin malah lebih buruk. Namun Sungmin tak ingin bertanya apapun pada Yesung untuk memastikan benar apa tidak perkiraannya tadi, dia lebih memilih diam. Karena Yesung sepertinya benar – benar terpukul dan tak ingin diganggu.
Bel pulang sekolah berdering, dan sepertinya kebisingan ini menyadarkan Yesung dari lamunannya. Setelah songsaengnim menutup pelajarannya, seluruh murid segera berhamburan keluar kelas. Tak terkecuali Yesung, malahan Yesung yang paling mendahului teman – temannya. Yesung segera keluar kelas dan berjalan ke ruang kelas Kyuhyun. Yesung tahu, saat ini dia masih sangat sakit hati dengan kejadian tadi, namun tetap saja dia harus menemui Kyuhyun sekarang. Bukan, dia bukannya mau memarahi Kyuhyun tentang masalah tadi atau pun hal lain semacamnya. Dia tak bisa, dia terlalu mencintai Kyuhyun. Dia lebih memilih menunggu Kyuhyun untuk jujur kepada dirinya.
Yesung pergi menuju kelas Kyuhyun tak lain hanya untuk menjemput Kyuhyun dan mengantarkannya pulang seperti biasa. Bagaimanapun juga, hal ini telah menjadi kewajiban Yesung sebagai namjachingunya. Sesakit apapun hati Yesung, dia tak mungkin menelantarkan Kyuhyun. Karena Yesung hingga saat ini pun masih mencintai Kyuhyun, meskipun Kyuhyun sepertinya tidak mencintainya.
Yesung masuk ke dalam kelas Kyuhyun, namun dia sedikit kaget karena tidak mendapati Kyuhyun di dalamnya. Yesung mencoba mencari Kyuhyun di sekitar area kelas, namun hasilnya nihil. Kyuhyun tidak ada dimanapun.
"Maaf, kau tahu dimana Kyuhyun?" ucap Yesung yang memutuskan untuk bertanya kepada salah satu hoobae nya yang juga teman sekelas Kyuhyun.
"Kyuhyun, sepertinya dia sudah pulang.."jawabnya.
"Kyuhyun sudah pulang?"tanya Yesung tidak percaya.
"Ne, dia ijin pulang lebih awal bersama Changmin tadi."
Deg.
Rasanya dada Yesung semakin sesak saat mendengar Kyuhyun telah pulang dengan orang lain. Kyuhyun bahkan tak berbicara terlebih dahulu dengannya. Yesung hanya bisa tertawa getir, ternyata memang benar, Kyuhyun tak pernah mencintainya dari awal. Hubungan mereka selama ini hanyalah sebuah permainan baginya.
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
At 07.00 p.m
Drrrttt… drrrttt… drrrtttt…
Kyuhyun mengerjapkan matanya, tidurnya terganggu mendengar suara smartphone nya yang bergetar. Kyuhyun meraih smartphone nya yang berada di meja nakas di samping tempat tidurnya. Dia melihat kearah layar,
Yesungie hyung Calling
Kyuhyun sedikit terkejut, segera saja dia merubah posisinya yang awalnya telentang di tempat tidur menjadi duduk. Dia sandarkan tubuhnya di kepala ranjang, untuk menyamankan tubuhnya. Sebelum mengangkat panggilan dari Yesung, dia beberapa kali berdehem untuk mengecek suaranya. Dia tak mau Yesung mendengar suaranya yang serak karena baru saja bangun tidur.
"Yoboseyo."jawab Kyuhyun pada akhirnya.
"Yoboseyo, Kyuhyun-ah..." –Kyuhyun tersenyum mendengar suara Yesung yang lembut.
"..apa aku mengganggumu, Kyu?"
"Aniyo, hyung."
"Kau dimana? Kau sedang apa, Kyu?"
"Aku di rumah. Aku sedang menjawab panggilanmu, hyung."jawab Kyuhyun seadanya.
Kyuhyun bisa mendengar Yesung terkekeh di seberang sana, mendengarnya pun membuat Kyuhyun ikut tertawa kecil.
"Maksudku, sebelum menjawab panggilanku. Apa yang kau lakukan?"
"Aku tak melakukan apa pun."
Sejenak tak ada jawaban apapun dari Yesung, Kyuhyun yakin Yesung kini sedang mengangguk – anggukan kepalanya mendengar jawabannya.
"Ada perlu apa kau meneleponku, hyung?"tanya Kyuhyun yang penasaran.
"Hmm.. aku hanya ingin memastikan kau baik – baik saja.."
Kyuhyun sedikit tertegun, dia baru ingat jika dia tak memberitahu Yesung perihal tadi siang. Dimana dia memilih pulang bersama Changmin.
"Hyung, soal tadi siang.. a-aku.."Kyuhyun mencoba menjelaskan-
"Tidak apa – apa, aku tak akan marah.."-tapi Yesung telah memotong penjelasannya terlebih dahulu.
"Mi-mianhe, hyung."ujar Kyuhyun lirih.
Untuk beberapa saat, tak ada yang berbicara diantara mereka. Keduanya terdiam. Kyuhyun menunggu kata – kata Yesung, dia sempat panic, takut jika ternyata Yesung mematikan teleponnya. Tapi saat Kyuhyun mengeceknya panggilan mereka masih tersambung.
"Kyu.."
Kyuhyun baru saja ingin menanyakan keberadaan Yesung karena terlalu lama diam.
"..ada yang ingin ku bicarakan denganmu."
Kyuhyun sedikit was – was, entahlah hatinya merasa tidak enak. Tidak biasanya nada suara Yesung menjadi sangat serius seperti ini.
"Bicara saja, hyung."
"Kyuhyun-ah, sebaiknya kita akhiri saja semua ini.."
Deg.
Rasanya ada anak panah yang menembus jantungnya kala itu juga. Rasanya hati Kyuhyun begitu sakit, sangat sakit.
"A-apa maksudmu, hyung?"
"Hubungan kita ini, sebaiknya diakhiri saja. Ini yang terbaik untukmu dan juga untukku.."
Pip!
Kyuhyun memutus hubungan teleponnya dengan Yesung. Tidak, dia tak ingin mendengar kata – kata Yesung lebih jauh lagi. Dia tak ingin mendengar hal menyakitkan itu lagi. Perasaan Kyuhyun benar – benar hancur sekarang, hatinya terlalu sakit. Yesung memutuskannya secara tiba – tiba tanpa ada alasan. Terbaik untuknya Yesung bilang? Yang benar saja, tahu apa Yesung tentang dirinya. Justru hal ini adalah hal terburuk baginya. Setega itukah Yesung? Setelah dia bermesraan dengan wanita lain beberapa hari yang lalu sekarang dia memutuskan Kyuhyun. Sebenarnya apa arti Kyuhyun di mata Yesung? Bukankah baru tadi siang Yesung mengatakan bahwa dia mencintai Kyuhyun? Apa semua ini hanya kebohongan belaka?
"Hahahaha.."
Kyuhyun tertawa, namun terlihat begitu mengerikan. Dia tertawa di dalam tangisannya. Menertawakan kebodohannya. Menertawakan dirinya sendiri yang terlalu mempercayai Yesung. Bodoh, dia sangat bodoh. Namun sedetik kemudian dia menangis pilu, meski tak ada isakan. Tangisan yang menyakitkan dalam diam.
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
"Hubungan kita ini, sebaiknya diakhiri saja. Ini yang terbaik untukmu dan juga untukku.."
Pip! Tut.. tut.. tuuutt… tiba – tiba saja panggilan terputus.
"Kyu? Kyuhyun-ah?" Yesung mencoba memastikan.
Namun sia – sia, Kyuhyun benar – benar memutus panggilannya. Yesung melepas smartphone yang sedari tadi menempel di telinganya. Tubuhnya yang awalnya berdiri dengan bersandar di dinding, kini merosot hingga terduduk di lantai.
Tidak bisa lagi, Yesung sudah tidak bisa menahannya lagi. Bulir air mata kini jatuh membasahi kedua pipinya. Berkali – kali Yesung menghela nafas panjang. Mencoba menahan isak tangis yang sesekali lolos dari bibir merahnya. Yesung hanya bisa berharap semoga yang dipilihnya ini adalah benar. Jika memang Kyuhyun tak mencintainya, dia harus rela melepaskan Kyuhyun. Dia tak ingin mengikat Kyuhyun tanpa ada rasa cinta di dalamnya. Ini semua demi Kyuhyun.
Ya, demi Kyuhyun..
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Keesokan harinya..
"Yesung-ah! Gwaenchana?"tanya Sungmin khawatir.
Dia begitu kaget ketika baru saja tiba di kelas mendapati Yesung yang terduduk di bangkunya dengan pandangan kosong. Wajah Yesung terlihat kusut, rambutnya tak tersisir rapi, dapat dilihat dengan jelas lingkaran hitam di kedua matanya.
"Aku tak apa – apa, min."jawab Yesung singkat.
Sungmin semakin khawatir ketika mendengar suara Yesung yang parau. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kawannya ini? Ini bahkan jauh lebih parah dari kemarin. Apa Yesung tidak tidur semalam?
"Kau yakin tak apa – apa, Yesung-ah?"tanya Sungmin kini mencoba mengecek suhu badan Yesung.
Yesung menepis tangan Sungmin yang mencoba menyentuh dahinya.
"Aku baik – baik saja. Jangan khawatir.."
Sungmin diam, dia tahu Yesung saat ini sedang tak ingin di ganggu oleh siapapun. Tapi tetap saja, Sungmin tak dapat membendung rasa khawatirnya. Dia tidak bisa membiarkan Yesung terus seperti ini. Sebagai kawan baik, dia ingin mencoba menolong Yesung. Ya, dia harus membantu Yesung! Dan satu hal yang dapat Sungmin lakukan, yakni menemui akar permasalahan dari semua ini. Menemui Kyuhyun. Dan tanpa berkata – kata, Sungmin pergi meninggalkan Yesung menuju ke kelas Kyuhyun.
Sungmin berlari dengan tergesa – gesa, dia harus secepatnya menemui Kyuhyun. Dan setibanya di depan kelas Kyuhyun, Sungmin segera masuk ke dalam nya dan mencari sosok Kyuhyun. Namun Sungmin tak dapat menemukannya.
"Kau mencari siapa, hyung?"tanya seseorang kepada Sungmin.
Sungmin segera menoleh keasal suara tersebut, dan yang dia lihat adalah seorang laki – laki dengan tinggi yang terlalu berlebihan. Bahkan tinggi badan Sungmin kalah jauh darinya. Seorang laki – laki berambut raven dengan warna tubuh yang lebih gelap dari Sungmin.
"A-aku mencari Kyuhyun? Kau tahu di mana dia?"tanya Sungmin kepada laki – laki itu.
"Ah, Kyuhyun. Sepertinya dia tidak masuk hari ini, dia sakit sejak kemarin."
"Mwo? Sakit?"
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
"..Sung.. Yesung.."
Yesung yang mulai tersadar dari lamunannya menoleh keasal suara yang memanggilnya.
"Kau memanggilku, min?"tanya Yesung kepada Sungmin yang ada di sampingnya.
Sungmin menatap Yesung intens, seperti menginterogasi Yesung secara tidak langsung. Sedangkan Yesung hanya diam saja menerima tatapan mata Sungmin.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Yesung-ah?"
Yesung menghela napas menanggapi pertanyaan Sungmin, entahlah, dia merasa enggan untuk menceritakan kejadian semalam.
"Baiklah jika kau tak ingin menceritakannya.."ucap Sungmin sembari menghela napas, sepertinya dia menyerah untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi pada Yesung.
"..tapi aku hanya ingin memberitahumu satu hal. Kyuhyun, dia tak masuk sekolah hari ini..."ucap Sungmin yang di sambut dengan tatapan mata terkejut Yesung.
".. Kyuhyun sakit sejak kemarin, Yesung-ah."
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Di sinilah Yesung sekarang, berdiri di sebuah rumah yang sudah tak asing lagi baginya. Rumah dengan gaya eropa modern yang hampir setiap hari selalu dia datangi semenjak dia berpacaran dengan Kyuhyun. Ya, rumah kediaman keluarga Cho.
Yesung terlihat ragu ketika akan mengetuk pintu kayu itu. Dia merasa segan untuk bertamu ke rumah Kyuhyun jika mengingat kejadian semalam, namun dia tak bisa diam saja mengetahui Kyuhyun sakit, bahkan sejak kemarin. Yesung merutuki dirinya yang bahkan tak bisa menyadari jika Kyuhyun sakit kemarin. Dan akhirnya dengan tekad yang kuat, Yesung memutuskan untuk mengetuk pintu rumah Kyuhyun.
Cklek.
Seorang wanita paruh baya terlihat membuka pintu itu, dia tersenyum memandang Yesung yang menunggu diluar.
"Yesung-goon."sapanya.
"Ne, ahjumma."
"Silakan masuk."ucap wanita itu yang ternyata adalah Mrs. Cho.
Mrs. Cho mengarahkan Yesung agar duduk di sofa ruang tamu.
"Kau ingin menjenguk Kyuhyun?"tanyanya lembut.
"Ne."
"Dia sedang ada di kamarnya, dia baru saja istirahat."
Yesung sedikit kecewa mendengar ucapan Mrs. Cho. Kyuhyun baru saja istirahat, itu artinya dia tak bisa menemui Kyuhyun, tak mungkin dia mengganggu orang sakit yang sedang beristirahat.
"Emm.. boleh saya tahu Kyuhyun sakit apa?"tanya Yesung.
"Ah, Kyuhyun hanya terkena alergi. Kyuhyun sebenarnya alergi terhadap bunga, dan sepertinya dia menyentuh bunga kemarin sehingga seluruh tubuhnya menjadi gatal dan kemerahan. Tapi tadi pagi keadaan nya sudah jauh membaik, hanya saja dia meminta untuk istirahat dan tidak berangkat sekolah hari ini. Kau tak perlu terlalu khawatir."ujar Mrs. Cho.
Yesung membatu mendengar penjelasan Mrs. Cho. Ternyata, alasan Kyuhyun membuang buket bunga mawar itu adalah karena dia punya alergi terhadap bunga. Itu artinya, Yesunglah yang telah membuat Kyuhyun sakit. Dan apa karena itu juga Kyuhyun pulang lebih awal dan meminta Changmin mengantarnya. Kyuhyun pasti tak ingin membuat Yesung khawatir dan merasa bersalah jika tahu dia sakit karena buket bunga pemberian Yesung. Aisshh.. Yesung merasa bersalah sekarang.
"Ah, Yesung-goon. Semenjak kau berpacaran dengan Kyuhyun sepertinya kita belum pernah berbincang – bincang bukan?"tanya Mrs. Cho.
"A-ah, ne ahjumma."
"Aku sebenarnya ingin mengucapkan selamat atas kemenangan mu di lomba music tahun lalu."ujar Mrs. Cho.
"Bagaimana ahjumma tahu jika saya memenangkan lomba music tahun lalu?"tanya Yesung bingung, bukankah keluarga Kyuhyun baru saja pindah tahun ini dan baru saja mengenal. Tapi bagaimana bisa dia tahu?
"Ah, Kyuhyun tak menceritakannya kepadamu? Sebenarnya aku dan Kyuhyun sudah pernah bertemu dengan mu sebelumnya, saat perlombaan music tahun lalu. Kyuhyun menjadi peserta untuk tingkat junior high school sedangkan kau peserta di senior high school. Pantas saja kau tak melihat kami.."
Lagi – lagi Yesung membatu. Jadi, dia dan Kyuhyun sudah pernah bertemu sebelumnya? Dan Kyuhyun sudah tahu siapa Yesung sebenarnya. Tapi kenapa Kyuhyun tak pernah mengatakannya? Apa arti ini semua?
"..Aku dan Kyuhyun sangat terpesona dengan suara mu saat menyanyi. Kau bernyanyi dengan sangat indah. Kau pantas menjadi juara. Dan semenjak itu Kyuhyun selalu mencari tahu tentangmu, dia bahkan pindah sekolah karena mengikutimu. Sepertinya dia menyukaimu, dan tak ku sangka kalian berdua langsung berpacaran."lanjur Mrs. Cho dengan penuh senyuman.
Oke, bisakah Yesung berteriak sekarang? Rasanya ada puluhan batu rasa bersalah yang jatuh menimpanya. Sekarang dia tahu jika Kyuhyun memang mencintainya, sangat mencintainya. Dan dia sempat tidak tahu dan meragukannya. Bahkan semalam dia memutuskan hubungannya. Yesung merasa menjadi orang terjahat di dunia. Ya Tuhan…
"Ahjumma, bisakah aku menemui Kyuhyun? Ku mohon.."tanya Yesung memohon.
Mrs. Cho terlihat menimbang – nimbang, antara memperbolehkan Yesung atau tidak.
"Tentu saja, Yesung-goon. Tapi jangan membuat istirahat Kyuhyun menjadi tak nyaman, ne?"
Yesung mengangguk mantap dan segera pergi menuju kamar Kyuhyun. Tanpa permisi ataupun mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung membuka kenop pintu Kyuhyun yang tidak terkunci. Yesung tertegun melihat kamar Kyuhyun yang sedikit gelap, jendela dan juga korden kamar Kyuhyun terlihat tertutup di siang hari seperti ini. Membuat cahaya matahari yang masuk sedikit terhalangi.
Yesung berjalan mendekat, namun tak bersuara. Mata Yesung menangkap sesuatu yang membuatnya tertarik. Setangkai bunga mawar yang tergeletak di meja belajar Kyuhyun. Yesung meraih bunga mawar itu. Mawar merah ini, mawar merah miliknya. Jadi, Kyuhyun masih menyisakan satu untuk di simpan? Anak itu, padahal dia tahu jika dia alergi bunga, kenapa masih nekat menyimpan mawar ini. Dasar keras kepala.
Dan saat itu juga, air mata Yesung menerobos keluar. Yesung menangis, mengingat betapa besar kesalahannya kepada Kyuhyun. Dia segera mendekati sosok yang tengah tertidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga batas dada. Yesung duduk di pinggiran tempat tidur. Dia memandang wajah Kyuhyun baik – baik. Wajah pucat yang terlihat sembab, sepertinya Kyuhyun menangis semalaman. Yesung juga bisa melihat beberapa ruam kemerahan di tubuh Kyuhyun.
Yesung membelai wajah Kyuhyun dan beralih mengelus helai rambut Kyuhyun. Membuat Kyuhyun mulai terbangun dari tidurnya. Kyuhyun mulai mengerjapkan matanya perlahan. Menyesuaikan matanya, agar sang retina dapat menangkap cahaya – cahaya yang mulai memasuki matanya. Kyuhyun mulai menyadari ada seseorang di sampingnya, tapi dia belum bisa melihatnya dengan jelas. Dan lagi – lagi, Kyuhyun mengerjapkan matanya.
"Ye-Yesung hyung.."gumam Kyuhyun terkejut mengetahui Yesung ada di sampingnya.
"Ne, Kyu."jawab Yesung.
Kyuhyun segera memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin bertemu Yesung saat ini, dia masih sakit hati. Yesung sedikit kecewa dengan tingkah Kyuhyun yang tak mau memandangnya, namun dia mengerti saat ini Kyuhyun pasti sangat membencinya.
"Kyu, a-.."
"Untuk apa kau kemari, hyung?"tanya Kyuhyun dingin, memotong omongan Yesung.
"Kyu, aku i-.."
"Bukankah kita sudah putus? Kau tidak perlu kemari."
Yesung segera meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya, berharap Kyuhyun mengerti bagaimana perasaannya saat ini.
"Kyu, ku mohon dengarkan aku dulu. Aku mohon.."
Dan untuk beberapa saat keduanya diam, tak ada yang memulai pembicaraan. Keduanya sibuk pada pikiran masing – masing. Setelah Yesung merasa bahwa Kyuhyun akan mendengarkannya, Yesung mulai menjelaskan semuanya kepada Kyuhyun.
"Kyu, maafkan aku. Aku benar – benar tak bermaksud memutuskanmu. Aku melakukan itu karena aku merasa kau tak pernah mencintaiku. Aku telah mencoba untuk mengetest mu, apakah kau mencintaiku atau tidak. Tapi kau bahkan tak pernah membalas pernyataan cintaku dan tak terlihat cemburu saat aku bermesraan bersama Yoona. Dan terakhir kau tak menjelaskan padaku jika kau mempunyai alergi bunga sehingga aku salah paham jika kau tak mencintaiku. Karena itulah aku melakukan hal itu kemarin, aku.. aku hanya tak bisa jika kita terikat dengan cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan. Maafkan aku, Kyu.. jebal, maafkan aku.."jelas Yesung panjang lebar.
Kyuhyun mulai membalik badannya, memandang kearah Yesung yang tengah menangis di hadapannya. Dia bangkit untuk dapat duduk agar berhadapan langsung dengan Yesung. Dia mengamati wajah namjachingunya ini. Perlahan tangannya mendekat kearah kepala Yesung, menuju ke pipi Yesung dan..
"Pabbo!"teriak Kyuhyun sembari memukul – mukul pelan kepala besar Yesung.
"Ah, Appo, Kyu~"teriak Yesung pura – pura kesakitan.
"Aku tak bermaksud untuk tak membalas pernyataan cintamu, aku hanya sangat gugup untuk mengatakannya. Dan saat aku diam, bukan berarti aku tak cemburu, hyung. Aku hanya ingin terus percaya padamu..."ucap Kyuhyun lirih.
Yesung tersenyum, sejujurnya dia begitu bahagia sekarang. Akhirnya Kyuhyun mau berterus terang padanya. Rasanya seluruh beban di pundak Yesung menghilang begitu saja. Seluruh kesedihan dan kesalah pahamannya terhapus sekarang.
Yesung membawa Kyuhyun ke dalam dekapannya, dan memeluknya erat. Mencoba sebanyak mungkin menyesap wangi tubuh Kyuhyun. Kyuhyun pun hanya diam saja berada dalam dekapan tubuh Yesung, perasaannya pun tak kalah bahagia, sama dengan Yesung. Perlahan mereka berdua mulai berbaring bersama di ranjang Kyuhyun.
"Jadi, kita berdua.."ucap Kyuhyun ragu.
Yesung tersenyum, dia mengerti apa yang akan dikatakan oleh Kyuhyun.
"Cho Kyuhyun, bersediakah kau sekali lagi menerima Kim Jong Woon yang bodoh ini menjadi namjachingumu? Aku berjanji tak akan pernah lagi meragukanmu.."ucap Yesung tulus sembari menatap intens kedua bola mata Kyuhyun, membuktikan jika tak ada keraguan lagi di hatinya.
Kyuhyun diam, dia terlihat berpikir sejenak.
"Ne, aku bersedia.."jawab Kyuhyun pada akhirnya.
Kedua tersenyum bahagia. Tanpa aba – aba Yesung mencium kening Kyuhyun sekilas, lalu beralih ke bibir tebal Kyuhyun, memberinya ciuman penuh cinta tanpa ada nafsu sama sekali. Sadarkah? mereka berdua baru saja melangsungkan pernikahan di atas ranjang. Kkkk~
-My Bossy Boy-
By Himi Chan
Hei, ini belum memasuki musim semi. Bunga – bunga di taman belum saatnya bermekaran. Namun entah mengapa ada perasaan hangat musim semi di sini. Semua orang yang berpapasan dengan mereka berdua –Yesung dan Kyuhyun- bahkan bisa melihat cerahnya wajah kedua pasangan aneh ini. Kyuhyun yang tengah memainkan PSP nya dengan Yesung yang selalu setia mengekorinya.
Kyuhyun memasuki kelasnya dan segera duduk di bangkunya. Yesung yang mengekorinya segera berdiri di samping Kyuhyun.
"Hyung! Taruh tas ku di meja!"
"Baik chagi."jawab Yesung dan segera meletakkan tas Kyuhyun di mejanya.
"Hyung! Ambilkan buku matematikaku!"
"Ne, chagiyaa.."dengan sigap pula Yesung segera mengambil buku matematika Kyuhyun.
Yesung sedikit jengkel ketika Kyuhyun selalu tak mengacuhkannya untuk terus bermain PSP nya. Yesung hendak mengambil PSP Kyuhyun hingga..
"Hyung! Jangan sentuh psp ku!"
"Mian.."
Belum selesai, Yesung yang gemas dengan usilnya menoel – noel pipi Kyuhyun yang sekarang bertambah chubby.
"Hyung! Jangan ganggu aku, aku sedang bermain game!"
"Ahh.. Kyu.."
Yesung yang kesal akhirnya hanya menatap wajah Kyuhyun dengan tampang cemberut.
"Hyung! Jangan pandangi aku seperti itu!"
"Baiklah, tapi aku punya satu pertanyaan?"
"Wae?"
"Apa kau benar – benar mencintaiku?"
"Ne."
"Apa kau benar – benar sangat mencintaiku?"
"Ne."
"Apa kau..."
"Cukup, hyung! AKU BENAR – BENAR AMAT SANGAT MENCINTAIMU SEKALI SELAMANYA, KIM JONG WOON!"
TBC or END?
Akhirnyaaa~ *lap keringet*
Emmm.. sebaiknya saya final kan di sini saja ceritanya atau.. ada yang masih ingin ff ini lanjut?
Terserah kepada reader^^
Maaf, saya tidak sempat membalas review reader sekalian.. lain kali akan saya balas, janji!
Bagi yang telah menunggu lama, semoga chapter ini tak mengecewakan.
Bagi yang ingin mengenal saya lebih jauh, silakan berteman dengan saya^^
Fb: Himi Chan
Selamat membaca..
