Gifuto
Bleach © Tite Kubo
Rated : K+
Genre : Friendship, General
Warning : OOC, Typo(s)?, AU, GaJe, Abal
makasih buat kakak-kakak yang udah review di chapter 'Mākā'
r: hola kakak ^^ makasih dah RnR. Hehe... ini fic emg kubuat tanpa konflik dan sebenarnya ini hanya satu fic oneshoot, tapi aku lanjutin jadi kumpulan oneshoot drabble, mungkin karena kakak gak ngikutin dari awal jadi kakak salah tangkap sama ceritanya.
Ichigo: makasih dah RnR kakak ^^ yosh... akhirnya kulanjutkan juga, namanya juga anak kecil. Satu nangis, yang lain ikut nangis kan XD ini dah dilanjutin. Semoga kakak menikmati :)
QRen: makasih dah RnR kakak ^^ ngegemesin yah... suka yg imut2 sih... yosh.. saya akan ramaikan fic IR XD
Voidy: makasih dah RnR kakak ^^ satu nangis, yang lain nangis. Repotnya. Hahaha XD aku akan terus berusaha agar ficnya tetep manis, soalnya ini fic isinya tingkah polos anak kecil. Jadi mungkin akan lebih mudah. Makasih reviewnya kakak :) Love You too :*
Just a sweet fiction
Don't Like, Don't Read, so…
Enjoy it!
.
.
Si gadis mungil, Kuchiki Rukia hanya terbengong menatap tiga orang dewasa yang sedang berbicara di depannya. Ibunya, ibu Ichigo, juga Rangiku nee-chan-nya. Entahlah, dia bingung dengan nada cepat yang mereka gunakan. Rukia bahkan tak bisa konsentrasi menggambar kelinci chappy-nya.
"Besok Ichigo-kun ulang tahun?" Rukia tersentak pelan mendengar jeritan kecil dari Rangiku nee-chan. Ia berpikir sejenak, apa itu ulang tahun? Hm... kalau tidak salah, ibunya mengatakan bahwa ulang tahun itu adalah saat dimana orang-orang bertambah usia. Tapi, tetap saja ia tak mengerti apa itu bertambah usia. Yang ia ketahui hanya satu, saat orang-orang berulang tahun, maka orang itu harus diberikan hadiah.
"Rukia, kau gambar apa? Jelek sekali." Rukia tersadar dari lamunannya setelah mendapatkan sindiran dari Ichigo. Jengkel dan marah, gadis mungil itu menarik buku gambarnya dan mendekapnya erat dengan alis tipis yang menukik ke tengah bersamaan.
"Ini chappy! Dan chappy itu imut!" protes Rukia. Gadis mungil itu hampir saja menangis, kalau saja ibunya tak mengambil dan menggendongnya, bisa dijamin Ichigo dan Rukia akan kembali menangis bersama.
"Baiklah Rukia-chan, kita pulang dulu yah sayang, sudah sore," sahut Hisana lembut. Rukia memeluk ibunya erat dan hanya menjulurkan lidahnya pada Ichigo yang berada di gendongan Masaki.
(...)
Rukia kesal dengan Ichigo yang mengejeknya siang tadi, tapi dia tetap ingin memberikan bocah itu hadiah. Rukia berpikir sejenak, ia bingung apa yang harus ia berikan pada Ichigo, hingga akhirnya sebuah ide terbersit di otaknya.
"Mungkin itu bica kujadikan hadiah," sahut Rukia sambil tersenyum manis.
(...)
Ichigo tercengang melihat Rukia menyodorkan sebuah kertas padanya. Ia bingung, ada apa dengan kertas itu? Kenapa Rukia memberikannya kertas, tapi melihat Rukia yang begitu keras kepala memintanya untuk membuka kertas yang terlipat itu, pada akhirnya Ichigo membukanya juga.
Dahi Ichigo bertaut saat melihat isi kertas itu. Ada seekor... kelinci? Dan... beruang dan... kelincikah itu yang lebih kecil dari dua hewan lainnya?
"Ini apa, Rukia?" tanya Ichigo bingung, laki-laki itu bertambah bingung melihat adanya mahkota di kepala beruang dan kelinci yang lebih besar. Kalau boleh jujur, Ichigo ingin sekali menertawakan gambar itu, sayangnya dia tak mau membuat Rukia menangis lagi.
"Itu hadiah untuk ulang tahunmu," jawab Rukia senang dengan senyuman di wajahnya.
"Hah? Ulang tahun?" tanya Ichigo bingung.
"Iya, ulang tahun. Macaki ba-chan kemarin bilang hari ini ulang tahunmu, jadi aku memberimu ini cebagai hadiah," jawab Rukia semangat.
"Maksud gambar ini apa?" Ichigo kembali bertanya, membuat Rukia hampir saja terpancing emosi karena terus bertanya.
"Kelinci itu aku, beruang itu kamu," jawab Rukia.
"Kenapa mereka pakai mahkota?" tanya Ichigo semakin detil.
"Karena mereka adalah raja dan ratu di kerajaan chappy. Kau rajanya, aku ratunya!" jelas Rukia.
"Raja dan ratu? Kenapa rajanya harus beruang?" jengkel Ichigo.
"Coalnya kadang-kadang Ichigo-kun ceram, jadinya aku pakai beruang. Dan ratunya itu imut dan cantik ceperti kelinci." Senyuman Rukia mengembang saat mengucapkan hal itu. Ichigo hampir saja melepas tawa yang ia tahan, tapi ia tetap tak mau tertawa.
"Lalu kelinci kecil itu apa?" tanya Ichigo untuk kesekian kalinya.
"Anak kita. Pangeran yang akan menggantikanmu nantinya." Santai Rukia menanggapi pertanyaan itu, gadis kecil yang polos yang menginginkan sebuah kerajaan kelinci dambaannya.
"Memangnya kalau kelinci dan beruang punya anak jadinya kelinci, yah?" tanya Ichigo kikuk. Rukia mengendikkan bahu.
"Entahlah, tapi aku ingin anaknya kelinci," jawab Rukia tak kalah kikuk.
"He..." lirih Ichigo tenang. Matanya masih tak lepas dari gambar yang ada di depannya.
"Ichigo -kun!" panggil Rukia. Ichigo mengangkat kepalanya dan menatap Rukia. Gadis itu sedang tersenyum manis padanya, hal itu membuat pipi Ichigo merona merah.
"Apa?"
"Cini cebentar." Gadis mungil itu menggerakkan tangannya, mengisyaratkan Ichigo agar mendekatkan telinganya pada bibir Rukia. Sepertinya Rukia ingin membisikkan sesuatu, jadi Ichigo menurut dengan meletakkan kertas di tangannya ke lantai dan mendekatkan wajahnya pada Rukia.
Alangkah terkejutnya Ichigo saat Rukia tiba-tiba menarik wajahnya dan mengecup bibirnya pelan. Dan setelah melakukan itu Rukia tetap tersenyum manis.
"Apa yang kau lakukan?" jengkel Ichigo.
"Eh? Kau tau tak cenang?" tanya Rukia kikuk. Ichigo hanya diam, bingung dengan kalimat Rukia. "Padahal biacanya ayah cenang, lho. Soalnya aku celing lihat ibu melakukan itu cebagai hadiah untuk ayah," sahut Rukia kikuk.
.
.
FIN – 14/07/2013
Yoi... Mina-sama, genki desuka? :D
Saya lanjutkan fic ini. Dan kali ini spesial buat ultahnya Ichigo OTANJOUBI OMEDETOU ICHIGO. hadiah dari Rukia adalah gambar, saya gak tahu fic yang ini manis atau nggak. Ini satu2nya ide yg nemplok dikepala saya -,-
huo... fic ini saya buat kemaren (karena kemaren akhirnya saya bebas dari tugas) dan baru di publish sore ini. Gomen ne... tapi saya sangat berterima kasih bagi yang sudah baca, follow bahkan sampe fave fic ini ^^ arigatou gozaimasu :3
Thanks for reading
Salam,
Ichiru
