Annyeong….

Uri-neun…Lian Cul Ah dan Park Soo Hoon ^^

Kembali membawa FF baru, FF ini terinspirasi dari Drama Korea bergenre hubungan Homosexsual/ Gay berjudul "Life Is Beautiful" , akan ada beberapa bagian yang berbeda dengan drama aslinya karena drama tersebut cukup panjang, jadi kami mengambil beberapa bagian yang memang penting.

Cast : Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Victoria

Sunny

Other SUPER JUNIOR member

Mr & Mrs Cho

Mr & Mrs Lee

Lee Sungjin

Rated : M *marture Content

Genre : Hurt , Drama, & Romantic

Desclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik diri mereka sendiri, orang tua mereka, dan Tuhan

Summary : Ini bukan tentang salah atau benar, dosa atau bukan, tapi inilah Cinta kami.

WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC

Junjung (?) Asas per- FF'an : NO COPY, NO BASH, DON'T LIKE DON'T READ

HAPPY READ ^_^

.

.

.

"Apa yang kalian lakukan?" sebuah suara mengagetkan Sungmin dan Kyuhyun saat mereka melepaskan kecupan bibir singkat itu, Kyuhyun membalikan tubuhnya dan mendapati Sungjin berdiri didepannya dengan wajah penuh tanya, 'apa lagi sekarang?' batin Kyuhyun, baru tadi ia dan Sungmin kepergok Eomanya saat mereka berciuman dan sekarang gantian Sungjin yang yang melihat ia dan Sungmin berciuman.

Sungjin masih menatap lekat pada Sungmin dan Kyuhyun, dan terutama pada Sungmin, Sungmin hanya mampu menghela nafas lalu menundukan kepalanya, sungguh ia kembali menyesali ciumannya dengan Kyuhyun barusan, harusnya ia sadar mereka sudah berada di apartement keluarga Sungmin, tapi dengan entengnya mereka kembali berciuman meski itu hanya sebuah kecupan singkat.

"Kau pulanglah"bisik Sungmin parau dan sangat kecil namun tetap terdengar ditelinga Kyuhyun

"Sungjin-ah…" Kyuhyun tak menggubris ucapan Sungmin, ia ingin menjelaskan pada Sungjin sendiri.

"Pulanglah Kyu..kembali ke dorm, besok aku akan menghubungi mu" pinta Sungmin lagi, Kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat, Sungjin hanya terdiam melihat pertengkaran kecil itu

"Pulanglah hyung, sudah terlalu malam, kau pasti ada pekerjaan besok. Aku ingin masuk dulu" dengan segera Sungjin melewati Sungmin dan berlalu dari situ.

"Aku akan menyelesaikannya, kau kembalilah ke dorm" Sungmin hendak berjalan pergi namun Kyuhyun mencegahnya, Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan meminta Sungmin masuk kedalam mobilnya.

Kyuhyun menatap lekat Sungmin yang terlihat begitu lelah, ia terus menggigit bibirnya, seakan menahan sesuatu yang berat namun tak bisa ia ungkapkan, Kyuhyun mengarahkan tangannya ke wajah Sungmin, namun dengan cepat Sungmin memalingkan wajahnya, Kyuhyun menghela nafas berat.

"Ini benar-benar tidak boleh terjadi…" lirih Sungmin, Kyuhyun kembali menatap Sungmin yang masih enggan membalas tatapannya.

"Semua orang akan tahu" lanjut Sungmin

"Mianhae" ucap Kyuhyun pelan, Sungmin balas menatap Kyuhyun.

"Semua akan baik-baik saja" Kyuhyun mengusap pipi Sungmin dan kali ini tidak ada penolakan

"Tapi kenyataannya tidak Kyu…kau tahu, semua akan menganggap kalo kita gila!" geram Sungmin sambil menyingkirkan tangan Kyuhyun dari pipinya.

"Aku sudah tidak tahan" dan ucapan Sungmin ini membuat Kyuhyun tersenyum pahit lalu menggelengkan kepalanya.

"Jangan berpikiran yang tidak-tidak Lee Sungmin!" bentak Kyuhyun saat mengerti arah pembicaraan Sungmin, Sungmin kembali membuang muka.

"Ini tidak akan berhasil Kyu…Eomma mu, dan kini Sungjin, bahkan aku rasanya siap mati melihat wajah Sungjin tadi"

"Tidak…tidak akan Sungmin, jangan berfikir sedikit pun bahwa kita akan berpisah. Kita sudah melalui nya lebih dari 5 tahun, dan aku tidak akan membiarkan mu melepas semua hanya karena ini"

"5 tahun kita menjalaninya tanpa diketahui diluar member Super Junior, tapi sekarang tidak…aku tidak bisa menjalaninya sedangkan semua orang tahu dan aku yakin tak ada satupun orang yang menganggap hubungan yang kita jalani ini suatu kenormalan" kata Sungmi lagi dengan teriakan kearah Kyuhyun.

"Sunny tahu, Victoria tahu" ucap Kyuhyun sambil tersenyum, kenyataannya Sunny dan Victoria tahu hubungan mereka berdua namun mereka biasa saja.

"Kau membicarakan Sunny dan Victoria sedangkan aku membicarakan keluarga kita Cho Kyuhyun! Bisakah kau berfikir lebih dewasa? Jikapun Sunny dan Victoria tau, mereka tak bisa keberatan dengan hubungan kita, mereka tak bisa berbuat hal lain, tapi tidak dengan keluarga kita. Sudah ku katakan padamu, semuanya ada ditangan keluarga kita, dan kini seharusnya kita sadar, mereka tahu dan mereka tidak akan pernah menyetujui hal seperti ini Kyu"

Kyuhyun memukul setir mobilnya dengan cukup keras, ucapan Sungmin benar-benar membuatnya frustasi.

"Pulanglah ke dorm, aku akan menginap disini" Sungmin merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya, mencium pipi Kyuhyun, lalu keluar dari mobil dan berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam didalam mobil. Kyuhyun melihat Sungmin hingga hilang dari pandangannya, ia mendongakan kepalanya keatas, dan saat mencoba menutup matanya, air matanya mengalir melewati pipinya.

.

.

.

"Sungjin-ah" ucap Sungmin sambil membuka pintu kamar Sungjin, dilihatnya Sungjin tengah duduk diatas kasurnya sambil membaca buku, Sungjin meletakan bukunya.

"Masuklah hyung" Sungmin pun masuk kedalam kamar Sungjin, ia menutup pintu kamar itu rapat, lalu menghampiri Sungjin dan duduk di depan Sungjin.

"Mianhae"lirih Sungmin, ia menundukan kepalanya dalam dihadapan Sungjin.

"Jadi…berita bahwa kalian menjalin hubungan itu adalah benar?" kata Sungjin, dan membuat Sungmin menatap Sungjin tak percaya, ia tak mengerti maksud ucapan dongsaengnya itu. Sunjin tersenyum lalu memeluk hyung yang paling ia sayangi itu.

"Aku sudah curiga sejak awal, aku pikir semua itu hanya sebatas berita dibuat-buat, aku pikir perlakuan Kyuhyun hyung pada mu memang cukup posesif karena dia menyayangi mu, tapi..ternyata kalian benar-benar menjalin hubungan special itu"

"Mianhae…"ucap Sungmin lagi, ia merenggangan pelukan dongsaengnya itu.

"Ani hyung…kau tidak perlu meminta maaf pada ku, aku tidak akan menceritakan pada siapapun termasuk Eomma dan Appa"

"gomawo"

"Pergilah kekamar mu, tidurlah hyung, kau terlihat sangat berantakan"pinta Sungjin, sebenarnya Sungjin sedikit heran dengan penampilan Sungmin, saat tadi mereka bertemu di Kona Beans, ia terlihat baik-baik saja, tapi sekarang wajahnya tampak sangat lelah, Sungjin ragu ini hanya karena ia memergoki Sungmin dan Kyuhyun yang tengah berciuman, Sungjin tak mau menambah beban hyungnya.

Sungmin tersenyum lalu kembali memeluk Sungjin, dan ia meninggalkan kamar Sungjin. Sungmin masuk kedalam kamar kosong, kamar yang memang sengaja disiapkan untuknya jika ia menginap di apartement ini.

Sungmin membaringkan badannya di atas kasur empuk itu, mencoba memejamkan matanya, sungguh ia merasa sangat lelah sekarang, pikirannya masih terpusat dengan ucapan Eomma Kyuhyun, dan jujur saja, meskipun Sungjin mengatakan bahwa ia sudah tahu dan tak akan menceritakan semua yang ia tahu kepada orang tuanya, tapi tetap saja hal itu masih mengganjal dihati nya.

Sungmin kembali membuka matanya, mengambil handphone dari saku celananya lalu menghubungi Leeteuk

"Yeoboseo" sapa orang diseberang

"Hyung…malam ini aku menginap di apartement orang tua ku" ucap Sungmin.

"Nde…baiklah, kau bersama dengan Kyuhyun? Ia belum sampe di dorm, dan tadi mobil ku dibawa manager hyung"

"Mungkin sebentar lagi Kyuhyun sampai di dorm, oh hyung…besok aku tak ada jadwal jadi aku tidak kembali ke dorm dulu, senin aku hanya ada jadwal di Sukira, jadi aku kembali ke dorm setelah sukira"

"Apa terjadi sesuatu Sungmin-ah?" tanya Leeteuk tiba-tiba, Leeteuk bisa menangkap sesuatu sedang terjadi, tidak biasanya Sungmin meminta ijin seperti ini.

"Aku akan menceritakannya besok jika kita bertemu, sudah dulu hyung..jaljayo"

"Nde…Jaljayo, istirahatlah" dan sambungan telephone itu dimatikan lebih dulu oleh Leeteuk. Sungmin menghela nafasnya, ia sudah memutuskan apa yang harus ia lakukan besok.

.

.

.

.

Sungmin membuka matanya perlahan, mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang masuk dari jendala kamarnya. Sungmin melirik jam dinding yang terpasang disana, jam menunjukan pukul 10, sepertinya ia tidur sangat lelap semalam hingga bangun sesiang ini, Sungmin tak pernah bangun sesiang ini, biasanya di dorm ia bangun cukup pagi, membantu Ryeowook menyiapkan sarapan untuk member yang lain, dan membangunkan Kyuhyun. Kyuhyun? Tiba-tiba Sungmin sangat rindu dengan namja yang lebih muda dari nya itu, sungguh Sungmin juga mencintai Kyuhyun seperti Kyuhyun mencintainya.

"Sudah bangun chagi? " Sungmin memiringkan kepalanya, melihat kearah pintu, ada Eommanya baru saja masuk kedalam kamar itu.

"Nde Eomma…"ucap Sungmin pelan, perlahan ia bangun dari tidurnya lalu bersandar pada bantal besar, Nyonya Lee, berjalan mendekati Sungmin, lalu duduk didepan Sungmin, mengusap lembut kening Sungmin, Sungmin tersenyum kecil.

"Bangun, lalu mandi..Eomma sudah menyiapkan sarapan untuk mu" Sungmin menganggukan kepalanya, Nyonya Lee lalu keluar dari kamar itu, ia sedikit terkejut saat mendapati anak sulungnya tidur terlelap di kamar itu semalam saat beliau hendak mencari sesuatu, dan pagi tadi sebelum berangkat ke kampus, Sungjin memberitahu Eommanya bahwa Sungmin semalam ada di apartement mereka.

Sungmin memutuskan untuk segera mandi, setelah itu ia langsung keluar dari kamar, menghampiri Eommanya yang tengah berada di dapur. Nyonya Lee duduk di kursi didepan Sungmin, mengambil mangkuk Sungmin lalu mengisinya dengan nasi dan memberikannya pada Sungmin.

"Makanlah" pinta Nyonya Lee

"Sungjin dan Appa?" tanya Sungmin saat tidak mendapati doangsengnya dan Appanya.

"Sungjin ada kuliah pagi, sedangkan Appa ada pertemuan dengan klien bisnisnya" Sungmin hanya mengangguk mendengar ucapan Ibu nya, Sungmin mengambil sumpitnya lalu mulai makan dalam diam. Nyonya Lee terus saja memandang wajah Sungmin heran, tak biasanya melihat putranya begitu murung.

"Apa makanannya tidak enak? Kau terlihat tidak menikmati makanannya Sungmin-ah"

"A….Ani…masakan mu selalu enak eomma, aku akan memakan semuanya" Sungmin memaksa dirinya tersenyum, namun sepertinya gagal, karena hal itu semakin membuat Nyonya Lee penasaran dengan keadaannya, namun nyonya Lee juga enggan jika harus memaksa Sungmin bercerita.

Selesei makan, Nyonya Lee membersihkan meja makan, sedangkan Sungmin masih duduk terdiam dikursinya sejak tadi, tak beranjak sedikitpun, diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.

"Eom…Eomma…bisakah kita berbicara sebentar" ucap Sungmin akhirnya dengan nada getir, Nyonya Lee mematikan kran air, melepaskan sarung tangan cucinya, lalu duduk kembali berhadapan dengan Sungmin.

"Waeyo chagi?" Nyonya Lee tersenyum sambil menatap Sungmin, benar-benar membuat Sungmin semakin bersalah.

"Aku tahu Eomma adalah wanita yang hebat, eomma akan lebih mengerti, maka dari itu aku ingin menceritakan sesuatu pada Eomma" Sungmin mencoba menatap Eommanya, Nyonya Lee semakin yakin bahwa terjadi sesuatu dengan Sungmin.

"Ada apa Sungmin? Apa kau ada masalah dengan perusahaan management?" tanya Nyonya Lee khawatir.

"Ani eomma"

"Lalu? Apa kau ada masalah dengan Sunny? Apa kau menghamilinya?" tanya Nyonya Lee lagi

"Ani Eomma, aku dan Sunny tak pernah menjalin hubungan apapun selama ini, kami hanya teman" Sungmin menggelengkan kepalanya.

" Lalu?" Nyonya Lee semakin penasaran dengan keadaan Sungmin, Sungmin menghela nafasnya, mencoba meyakinkan diri nya sendiri, inilah keputusannya yang semalam ia putuskan sendiri, inilah yang terbaik. Memberitahu Eommanya sebelum eommanya tahu dari orang lain dan akan semakin terluka.

"Aku menjalin hubungan dengan seseorang selama ini dan bukan Sunny, sudah 5 tahun lebih" ucap Sungmin pelan, Nyonya Lee tersenyum mendengar ucapan Sungmin.

"Itu bagus chagi? Kenalkan orangnya pada Eomma, kenapa sudah selama itu kau tak memberitahu Eomma, Eomma pikir kau berpacaran dengan Sunny karena dia lah yang paling dekat denganmu"

"Dia…seorang namja"Nyonya Lee terdiam menatap Sungmin tak percaya, ingin rasanya Sungmin bunuh diri sekarang juga setelah mengatakan ini, ia menatap Eommanya yang terdiam setelah mendengar ucapannya, dan detik berikutnya air mata mengalir diwajah Nyonya Lee.

"Mianhae Eomma" Sungmin menundukan kepalanya dalam, ia sungguh tak sanggup melihat wajah eommanya sekarang

"Kenapa Sungmin? Apa Eomma ada salah pada mu, apa selama ini kami kurang memperhatikan mu" air mata tak mau berhenti mengalir diwajah cantik yang mulai menua tersebut, hatinya begitu sakit mendengar pengakuan putranya.

"Ani eomma…ini semua salah ku..mianhae..jeongmal mianhae eomma, eomma boleh melakukan apapun pada ku, aku minta maaf" Kini Sungmin pun ikut menangis. Nyonya Lee terdiam bebarapa waktu, beberapa kali mengusap air matanya. Ini tidak masuk akal, namun begitulah kenyataannya, putranya sendiri yang mengatakan hal itu, bahwa putranya menjalin hubungan…dengan seorang pria.

"Siapa orangnya? Apa aku mengenalnya?" tanya Nyonya Lee dengan nada getir, sejujurnya ia tak sanggup jika harus mengetahui siapa orang yang telah menjalin hubungan dengan putranya tersebut, dan Nyonya lee semakin syok saat Sungmin menganggukan kepalanya, memberi tanda bahwa Nyonya Lee mengenal siapa orangnya.

"Siapa dia chagi?"

Sungmin menelan ludahnya, sungguh ia takut.

"Siapa dia Sungmin-ah?" Nyonya Lee bertanya lagi

"Kyu…..Kyuhyun…" Sungmin masih menundukan kepalanya, dan jawaban ini sungguh menjadi tamparan lagi untuk Nyonya Lee, putranya menjalin hubungan dengan Kyuhyun, dongsaengnya sendiri di Super Junior, yang sudah dianggap Nyonya Lee sebagai putranya sendiri, dan lagi-lagi air matanya mengalir.

"Tolong beritahu hal ini pada Appa, aku tidak yakin jika aku yang memberitahu sendiri Appa tidak akan membunuh ku, lebih baik aku bunuh diri" pinta Sungmin

"Apa maksud mu Lee Sungmin?" tanya Nyonya Lee geram, ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Sungmin saat ini.

"Aku selalu mencoba untuk mengakhirinya Eomma, tapi aku tidak sanggup, aku selalu berusaha berlari tapi kenyataannya aku sendiri kembali ketempat yang sama, aku tidak bisa berbohong lagi, kenyataannya inilah diri ku, aku mencintainya Eomma..mianhae" lirih Sungmin, Nyonya Lee menutup mulutnya dengan punggung tangannya, mencoba meredam tangisnya, sedalam itukah perasaan Sungmin terhadap Kyuhyun? Sesulit dan seberat itukah Sungmin menjalaninya?, Nyonya Lee meraih tangan Sungmin lalu menggenggamnya, membuat Sungmin memberanikan diri menatap Eommanya.

"Kau pasti mengalami hal yang sulit selama ini, Eomma menangis..bukan menyesali apa yang terjadi pada mu, hanya saja eomma sangat terkejut, ini bukan hal yang mudah diterima Sungmin-ah, tapi bagaimana pun, Eomma tidak akan menyalahkan mu…terima kasih sudah mau berkata jujur pada Eomma" Nyonya Lee berusaha tegar, ia tak ingin Sungmin semakin terbebani dengan sikapnya yang membuat Sungmin semakin terpuruk.

"Gomawoyo Eomma…mianhae" ucap Sungmin lagi, Nyonya Lee berdiri lalu berjalan mendekati Sungmin dan memeluk putranya tersebut, Sungmin balas memeluk Eommanya erat, ia bisa merasakan Eommanya tengah menangis sekarang.

"Eomma akan ceritakan pada Appa mu, meski eomma tidak yakin, tapi eomma harap Appa mu bisa mengerti" ucap Nyonya Lee sambil merenggangkan pelukannya dengan Sungmin.

"Gomawo Eomma…Sungjin juga sudah tahu eomma" kata Sungmin

"Sungjin?"tanya nyonya Lee bingung, Sungmin mengangguk

"Sungjin berjanji untuk tidak memberitahu siapapu termasuk kalian,tapi aku tidak bisa hidup dalam kebohongan lagi eomma, untuk menatap wajah Sungjin pun aku tak sanggup.!"kata Sungmin masih terisak, Nyonya Lee menghapus air mata Sungmin.

"Adakah orang lain yang mengetahui hubungan mu dengan Kyuhyun?" Tanya Nyonya Lee lagi

"Semua member tahu, Sunny pun tahu, dan juga…..Eomma Kyuhyun" lirih Sungmin sangat pelan, Nyonya Lee menghela nafasnya

"baiklah,kita lihat nanti apa yang bisa kita lakukan!"kata Nyonya Lee sambil memeluk Sungmin lagi.

.

.

.

.

Pengakuan Sungmin seperti pukulan telak bagi nyonya Lee. Putra kebanggaannya memilih jalan cinta yang begitu rumit. Bagi nyonya Lee, Sungminnya sangat tampan, ia bisa mendapatkan siapapun yang ia ingin. Tapi pada kenyataannya nyonya Lee harus menelan pahit menerima kenyataan bahwa Sungminnya berbeda. Hanya bagaimana sekarang cara bagi nyonya Lee untuk memberitahu pada suaminya.

"Yeobo aku pulang!"sapa tuan Lee ketika memasuki apartement mewah mereka

"kau sudah pulang?ingin kubuatkan sesuatu?"tanya nyonya Lee dengan wajah yang masih saja sendu

"aku ingin kopi yeobo!"pinta tuan Lee yang dijawab dengan nyonya Lee yang langsung menuju dapur diikuti tuan lee dibelakangnya.

"apa kau lelah?"tanya nyonya Lee sambil mengaduk kopi buatanya, sembari mempersiapakan hatinya untuk mengatakan tentang Sungmin.

"ani..wae?"kata tuan Lee lalu mengambil kopinya dan menuju kamar tidur mereka diikuti nyonya Lee dibelakangnya.

"sebelum matahari terbenam bagaimana kalo kita berkencan yeobo?"tanya nyonya Lee

"kencan?baiklah!"jawab tuan Lee mengiyakan

"Tapi sepertinya kau lelah,kita berkencan disini saja!"kata nyonya Lee, kamar mereka mungkin tempat yang paling tempat untuk membicarakan hal itu

"tidak apa-apa aku tidak lelah!"sanggah tuan Lee

"Duduklah yeobo ada yang ingin kubicarakan!"pinta nyonya Lee sambil menggenggam tangan suaminya, meminta suaminya untuk duduk berhadapan dengannya

"Ada apa kenapa wajahmu begitu pucat?"tanya tuan Lee khawatir, ia segera duduk berhadapan dengan istrinya, lalu mengusap pipi istrinya, dan Tuan Lee bisa menebak, memang sesuatu terjadi

"Apa jika kukatakan kau tidak akan marah?"Nyonya Lee mencoba memastikan, sejujurnya ia cukup takut untuk membicarakan tentang Sungmin pada suaminya, tapi mau tidak mau dia harus memberitahukannya

"Apa ini sesuatu yang cukup penting?"tanya Tuan Lee yang dijawah anggukan oleh nyonya Lee

"Jangan khawatir katakan saja! Ada apa?"kata Tuan Lee sekali lagi

"Ini soal Sungmin...ketika kita memintanya untuk lebih serius pada sunny pasti dia akan bersikap gugup !"kata nyonya Lee mulai membicarakan Sungmin

"Mungkin dia masih belum siap untuk melangkah lebih jauh yeobo, posisinya sebagai artis dengan jadwal yang begitu padat, dan lagi pula fansnya mungkin akan syok jika mengetahui hubungan mereka, atau mungkin Sunny yang belum siap untuk lebih serius menjalin hubungan dengan Sungmin..apa aku benar?"uca Tuan Lee dengan senyum yang mengambang, baginya ini pembicaraan yang memang penting, ini tentang masa depan putra sulungnya, putranya yang sungguh membuatnya bangga.

"Dia menyukai seorang pria!"jawab nyonya Lee lantang dengan air mata yang menetes dipipinya

Senyuman Tuan Lee perlahan memudar. Ia masih mencerna perkataan istrinya. Senyuman itu beralih menjadi senyuman getir yang menyakitkan. Seolah kini batu besar tengah menindihnya. Itulah yang dirasakan Tuan Lee. Dengan keterkejutannya ia memandang wajah cantik istrinya.

" Sungmin kita mencintai seorang pria bukan wanita, ia tidak pernah mencintai Sunny!"kata nyonya Lee

Tuan lee masih diam dan memandang wajah istrinya.

"Darimana kau mendengar hal bodoh seperti itu?"tanya tuan Lee marah

"Sungmin yang memberitahuku langsung, Sungjin sudah mengetahuinya. Dia bilang dia tidak bisa lagi hidup dalam kebohongan,bahkan menatap wajah Sungjin pun ia tak mencoba menghindar tapi tak mampu, itulah sebabnya ia bersikap biasa pada Sunny. Jika kau berkata untuk membunuhnya maka ia akan membunuh dirinya sendiri!"jawab nyonya Lee dengan nada meninggi, sungguh ini begitu berat untuknya

Suasana dikamar tuan dan nyonya Lee masih sedikit kaku. Tuan Lee masih belum bisa menerima dengan kenyataan yang baru saja ia peroleh.

"Haruskan aku percaya ini?"kata tuan Lee membuka suara

"Semuanya keluar dari mulutnya sendiri!"Nyonya Lee mencoba untuk tegar

"Bagaimana dia hidup?bagaimana dia bisa hidup seperti ini?"kata Tuan Lee dengan air mata yang menetes

"Selama ini aku selalu beranggapan kenapa orang seperti itu bisa hidup?tapi sekarang malah terjadi pada anak ku!"lanjut Tuan Lee masih dengan isakan kemudia nyonya Lee memeluknya dengan erat.

"Kumohon…jangan bertengkar dengannya,jangan tanyakan mengapa,jangan melarangnya. Jangan menghakiminya yeobo.!"kata nyonya lee dengan tangisan yang sudah tidak bisa terbendung lagi.

"Haruskah aku bersikap seperti itu?"tanya Tuan Lee masih dengan airmatanya, ditanggapi anggukan oleh istrinya

Tangis mereka berdua pecah. Sulit memang menerima kenyataan bahwa anak kebanggaannya yang begitu tampan harus menjalani hidupnya menjadi seorang gay. Ingin mengingkarinya pun percuma karena semuanya telah terjadi. Dan siapa yang mampu ketika melihat anaknya menangis karena kesalahannya dan siapa yang tidak bahagia ketika anaknya bahagia bersama orang yang dicintainya meskipun itu cinta yang terlarang. Tapi itulah yang dirasakan pasangan suami istri,Tuan dan Nyonya Lee.

.

.

.

Sendiri

Menyepi

Mungkin inilah yang terbaik untuk Sungmin sekarang, setelah mengatakan pada Eommanya, Sungmin memutuskan untuk pergi, dan disinilah dia sekarang. Disebuah kamar hotel dipinggiran kota Seoul, Sungmin memilih menenangkan dirinya sendiri, pikiran, perasaan dan hatinya kacau, ia bahkan tak berniat menghubungi Kyuhyun. Sungmin merebahkan tubuhnya di king bed itu, ia menutup matanya, mencoba mencari ketenangan, Sungmin sadar setelah ini ia harus menghadapi sesuatu yang lebih berat.

Sungmin merasakan getaran disaku celananya, ia mengambil handphonenya, sedikit terkejut saat melihat nama yang tertera dilayar handphonenya, dengan ragu Sungmin menekan tombol terima panggilan itu.

"Yeoboseo" ucap Sungmin pelan

"…."

"Aku berada di hotel biasanya" kata Sungmin

"….."

"Nde, aku akan menunggu disini" segera Sungmin memutuskan panggilan tersebut, menghela nafas panjang, lalu kembali merebahkan tubuhnya, sebelum semuanya dimulai, ia ingin beristirahat sebentar.

TEBECE…

masih aneh part 3 ini? XD

nyahahahahaa…

GOMAWO udah mau baca ^^b