Life Is Beautiful KyuMin ver / Part 4
Annyeong….
Uri-neun…Lian Cul Ah dan Park Soo Hoon ^^
Kembali membawa FF baru, FF ini terinspirasi dari Drama Korea Yaoi berjudul "Life Is Beautiful" , akan ada beberapa bagian yang berbeda dengan drama aslinya karena drama tersebut cukup panjang, jadi kami mengambil beberapa bagian yang memang penting.
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Victoria
Sunny
Other SUPER JUNIOR member
Mr & Mrs Cho
Mr & Mrs Lee
Lee Sungjin
Rated : M *marture Content
Genre : Hurt , Drama, & Romantic
Desclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik diri mereka sendiri, orang tua mereka, dan Tuhan
Summary : Ini bukan tentang salah atau benar, dosa atau bukan, tapi inilah Cinta kami.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC
Junjung (?) Asas per- FF'an : NO COPY, NO BASH, DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READ ^_^
.
.
.
"Yeobseo.."ucap Sungmin pelan
"….."
"aku berada dihotel biasanya"kata Sungmin
"….."
"nde aku akan menunggu disini."segera Sungmin memutuskan panggilan tersebut,menghela nafas panjang lalu kembali merebahkan tubuhnya. Sebelum semuanya dimulai ia ingin istirahat sebentar. Ia ingin mendinginkan pikirannya yang begitu kacau dua hari ini. mungkin memang sudah saatnya semua akan terbongkar. Seberapa besar bendungan itu pasti akan ada kapasitasnya, begitupula dengan hubungan Kyuhyun dan Sungmin. Seberapa besar dan kuat pertahanan mereka pasti mereka memiliki celah kecil yang jika terkoyak sedikitpun maka semua akan berakhir. Keluarga, celah itulah yang selalu ditakutkan Sungmin. Sungmin rela dihujat siapapun karena hubungannya dengan Kyuhyun tapi Sungmin tak akan pernah rela ketika keluarganya tersakiti karena Sungmin. Mungkin memang saatnya bagi Sungmin untuk mengungkap siapa sebenarnya Sungmin.
.
.
Meski masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang telah tuan Lee dengar tapi tuan Lee mencoba untuk tetap tenang meski tidak dapat dipungkiri bahwa wajahnya yang tenang memancarkan perasaan kecewa yang begitu besar. Bagaimana tidak kecewa ketikaa putra yang dibanggakan harus memilih jalan berbelok dan terjal padahal takdir sudah memberikan jalan yang lurus dan halus. Tuan Lee juga merasa kecewa pada dirinya sendiri, timbul banyak pertanyaan yang berkecamuk dipikirannya. Mungkinkah ini semua salahnya yang terlalu sibuk dengan perusahaan atau kesalahannya yang membiarkan putranya menjadi member Super Junior yang membuatnya bertemu Kyuhyun. Semua terjadi begitu saja seperti bom yang telah memporakporandakan keuntuhan keluarga Lee.
"jangan marah..aku mohon jangan terlalu memojokannya yeobo!"kata nyonya Lee ketika mengantar suaminya menuju mobil yang terparkir.
"dia sudah sangat terluka!"kata nyonya Lee sekali lagi. Suaminya masih diam lalu masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengamannya.
"kau mengerti?"lanjut nyonya Lee dengan airmata yang mulai keluar dari mata indahnya. Namun semua sia-sia ketika tuan Lee tak menjawab semua perkataan istrinya dan langsung pergi begitu saja dengan wajah yang sendu dan airmata yang tidak mau berhenti.
.
.
.
`tok..tok..tok..`
Ketukan pintu dari luar kamar Sungmin membuatnya gugup. Perlahan Sungmin bangkit lalu menghela nafas dan mengatur degup jantungnya. Entah kenapa kakinya lemas begitu saja. Tangannya begitu sulit digerakan. Semua tubuhnya tidak mau bekerja sama dengan Sungmin.
`tok..tok..tok..`
Sekali lagi orang dibalik pintu itu mengetuk dengan pelan namun keras. Perlahan Sungmin membuka knop pintunya. Dengan wajah yang masih saja sendu karena airmata ia menyapa seseorang yang datang menemuinya.
"appa..!"sapa Sungmin
Tanpa menjawab tuan Lee masuk kedalam ruangan kamar hotel sungmin dan berdiri tepat didekat sofa. Masih dengan posisi membelakangi Sungmin,tuan Lee meneteskan airmatanya menahan sakit yang luar biasa. airmatanya benar-benar tak mampu dibendung lagi. Setelah menyeka airmatanya tuan Lee berbalik menghadap Sungmin.
"Maaf..appa minta maaf."ucap tuan Lee sedikit terisak
"apaa!"kata Sungmin gugup
"maaf Sungmin maaf!"kata tuan Lee sekali lagi
Mendengar kata maaf dua kali dari ayahnya membuat Sungmin tak mampu lagi memandang lekat mata ayahnya. Airmata yang tadinya mampu ia tahan ini kembali mengalir membasahi pipinya yang putih. Airmata ayahnya membuat Sungmin lemas tak berdaya. Dengan perlahan ia pun bersujud dihadapan ayahnya.
"aku minta maaf appa..aku benar-benar minta maaf."kata Sungmin pilu
"tidak Sungmin..aku hanya terlalu keras..aku fikir hubungan seperti ini hanya terjadi pada orang lain,namun kenyataannya hubungan seperti itu malah menimpa putraku sendiri. ibumu berkata untuk tidak menghakimimu. Tapi aku butuh waktu untuk memahami semua ini!"kata tuan Lee sambil memandang Sungmin yang tengah sujud menunduk dihadapannya.
"kau..apa kau benar-benar tidak bisa merubahnya? Kau tidak bisa melakukannya?"lanjut tuan Lee terisak
Mendengar permintaan ayahnya Sungmin hanya mampu terdiam dan semakin menunduk dengan airmata yang semakin banyak. Kini pertahanaanya benar-benar runtuh ketika berada dihadapan ayahnya. Benteng kokoh yang selama 5 tahun lebih ini berdiri dengan sombongnya kini runtuh begitu saja ketika tuan Lee memintanya untuk berubah. Namun sekali lagi Sungmin tidak bisa dan tidak mungkin merubah segalanya. Ayahnya masih memperhatikan Sungmin yang menangis dihadapannya. sakit,itulah yang juga dirasakan tuan Lee tapi ia jauh lebih sakit lagi ketika anaknya bersujud dan menangis begitu pilu. tuan Lee tidak pernah melihat Sungmin seperti ini.
"aku tahu..aku mengerti Sungmin –ah."kata tuan Lee berusaha tegar sambil menyeka airmatanya. Lalu bersujud dihadapan Sungmin dan membantu Sungmin berdiri agar sejajar dengannya dan menatapnya.
"maaf..appa benar-benar minta maaf!"kata tuan Lee menangis
"maaf appa..aku mohon maafkan aku! Aku benar-benar minta maaf."akhirnya Sungmin mengeluarkan suaranya yang dijawab dengan pelukan erat dari tuan Lee. Mereka berdua saling berpelukan mencurahkan segala perasaan yang mereka rasakan. Tangis mereka pecah bersamaan.
"tidak ada yang perlu dimaafkan, kau memiliki ibu yang hebat, ibumu menangis sangat banyak!"kata tuan Lee masih memeluk Sungmin dan mereka semakin larut dalam tangisan mereka.
Setelah pertemuan itu Sungmin dan tuan Lee memutuskan untuk menginap dihotel. Setelah Sungmin mengikuti trainee ia hampir tidak pernah menghabiskan waktu bersama dengan ayahnya seperti hari ini. pertemuan yang penuh dengan airmata ini diakhiri dengan mereka yang meminum wine bersama.
.
.
.
Semenjak dua kejadian yang tiba-tiba dan Sungmin memutuskan untuk menginap dirumahnya Kyuhyun hanya menghabiskan waktunya berada didorm. Semua member hanya bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Mereka tidak ingin bahkan tidak mau ikut campur dalam masalah yang Kyuhyun hadapi sebelum ia sendiri yang memberitahu member lainnya. Waktunya hanya dihabiskan didalam kamar dengan wine-wine miliknya dan Sungmin. Entah sudah berapa wine yang habis diminumnya. Pikirannya sangat kacau. Ia tidak siap bahkan tidak ingin jika pada akhirnya mereka harus berpisah. Kyuhyun benar-benar tidak bisa hidup tanpa Sungmin. Jika ia harus kehilangan keluarganya pun ia siap tapi mungkin Sungmin tidak akan menyukainya. Saat ini Kyuhyun benar-benar seperti orang bodoh yang tidak bisa berbuat apa-apa. kejeniusannya hilang begitu saja ketika mendapati Sungmin tersakiti seperti ini. Kyuhyun juga sakit,dia juga merasakan apa yang Sungmin rasakan tapi Kyuhyun akan lebih sakit ketika Sungminnya menangis dan meminta mengakhiri segalanya.
Tok..tok..tokk..
"boleh aku masuk Kyu?"kata Eunhyuk mencoba untuk membujuk Kyuhyun
"…."
"apa sama sekali aku tak boleh masuk?baiklah kalo begitu..istirahatlah!"kata Eunhyuk lagi
CKLEK
Pintu kamar Kyuhyun terbuka dan menampakan wajah Kyuhyun yang kacau. Eunhyuk yang telah menjauh dari pintu berbalik dan memandang wajah kacau Kyuhyun.
"gwenchana?"Tanya Eunhyuk khawatir lalu masuk kedalam kamar Kyuhyun lalu menutup pintu
"…"
"apa terjadi sesuatu? Apa kau ingin bercerita?"Tanya Eunhyuk lagi dan mendekat kearah Kyuhyun lalu duduk disampingnya
"apa aku harus menyerah Hyung?"akhirnya Kyuhyun berbicara
"mwo?"jawab Eunhyuk bingung
"apa memang seharusnya aku mengakhirinya?"kata Kyuhyun frustasi
"kalian bertengkar? Dengar Kyu di dunia ini, ada sesuatu yang tidak dapat dipaksakan. Tapi bisa untuk diperjuangkan."kata Eunhyuk
"…"
"selama kau masih bisa berjuang, maka berjuanglah. jika sudah tdk bsa berjuang, maka berlindunglah, jika sudah tdk bisa berlindung, maka mundurlah, jika sudah tdk bisa mundur, maka menyerahlah, dan jika sdh tdk bisa menyerah, maka akhirilah. Tapi mengingat bagaimana kalian selama ini aku rasa kau tidak bisa mundur lagi..bukankah kau mencintainya?"kata Eunhyuk lagi
"Hyung…!"kata Kyuhyun sedikit terisak.
"aku tau kau bisa Kyu..kau bahkan bisa melakukan hal yang orang lain bahkan sulit hanya untuk memikirkannya."kata Eunhyuk menjelaskan sambil merangkul magnae tersayangnya.
"terima kasih hyung..terima kasih."kata Kyuhyun lalu memeluk hyungnya.
Setegar apapun orang pasti juga membutuhkan sandaran. Sekuat apapun batu karang pasti akan terkikis juga. Begitu juga dengan Kyuhyun seberapa kuat dirinya tidak menutup kemungkinan dirinya membutuhkan seseorang untuk berkeleh kesah. Bukan berarti lemah hanya saja seberapa kuat orang pasti dia punya cirinya sendiri dalam kesedihan.
.
.
.
.
Hari ini Sungmin dan ayahnya akan pulang kerumah mereka setelah menginap dihotel. mereka telah biasa seakan-akan tidak terjadi apa-apa. meskipun ayahnya masih meminta waktu untuk menerima keadaan Sungmin tapi bagi Sungmin ini sudah sangat membuatnya lega. Tidak ada lagi kebohongan yang ia simpan bagi keluarganya.
"kalian sudah pulang?"sapa nyonya Lee yang menunggu mereka didepan pintu
"eomma?"Sungmin kaget
"cepat masuk dan kita makan..Sungjin sudah menunggu!"kata nyonya Lee sambil memeluk Sungmin. Mereka bertiga lalu masuk kedalam apartemen mewah milik keluarga Lee.
"kenapa pegi tidak mengajakku appa?"kata Sungjin merajuk
"yak..jangan merajuk seperti itu..berapa umurmu?"sentak tuan Lee
"aishh appa selalu saja begitu!"kata Sungjin menggerutu
"sudah-sudah ayo kita mulai makannya yeobo!"pinta nyonya Lee
Sungmin benar-benar beruntung mempunyai keluarga yang bisa menerima dirinya apa adanya. Mungkin Sungmin memang egois karna bahagia tetapi melukai beberapa orang namun Sungmin sudah tidak mampu lagi menghindari keegoisannya sendiri.
"Eomma setelah ini aku akan ke Sukira!"kata Sungmin sambil membereskan pakaiannya dengan bantuan ibunya.
"apa kau tidak lelah?"Tanya nyonya Lee khawatir
"ani,,justru aku sangat bersemangat sekali eomma..karena kalian aku menjadi semangat..terima kasih eomma!"kata Sungmin sambil memeluk ibunya.
"jaga dirimu baik-baik..makanlah dengan baik dan jangan terlalu banyak berfikir!"kata nyonya Lee menasehati
" baik eomma.. apa eomma akan pergi?"Tanya Sungmin
"eomma akan kekona beans!"jawah nyonya Lee
"eomma…!"kata Sungmin kaget
"tidak apa semua akan baik-baik saja..kami tetap akan menjadi rekan bisnis..jangan terlalu dipikirkan..cepatlah berangkat chagy..hati-hati dijalan!"jawab nyonya Lee sambil memeluk Sungmin dan mencium kedua pipi Sungmin.
Setelah berpamitan Sungmin pergi ke sukira dengan diantar oleh supir keluarga Lee. Ada sedikit perasaan lega yang muncul dalam dirinya. Kini hanya tinggal menyeleseikan masalahnya dengan Kyuhyun lalu dengan ibunya Kyuhyun meskipun Sungmin merasa khawatir dengan hubungan ibunya dan ibunya Kyuhyun tapi Sungmin yakin ibunya mampu membantunya untuk menyeleseikan semua ini. Sungmin mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi,
silahkan tekan bintang untuk meninggalkan pesan"
"aishh kemana dia!"gerutu Sungmin
.
.
.
Kona beans hari ini sangat ramai. Semenjak dibuka kona beans tidak pernah sepi dari para pembeli yang kebanyakan adalah fans dari Super Junior. Dengan anggun dan senyuman yang ramah nyonya Lee masuk kedalam kona beans dan tersenyum ramah kepada para fans yang menyapanya. Ia berjalan menuju kearah nyonya Park dan nyonya Cho duduk yang berada dipojokan jauh dari kerumunan para pembeli.
"annyeong eonnideul!"sapa nyonya Lee ramah dengan senyuman yang manis kepada kedua orang yang sudah dia anggap sebagai saudaranya itu.
"ohh annyeong..kau sudah datang?duduklah disini!"jawab nyonya Park dan mempersilahkan nyonya Lee untuk duduk
"permisi nyonya maaf saya mengganggu tapi ada sedikit masalah didapur!"kata salah satu pegawainya
"benarkah?"jawab mereka bertiga serempak
"nde..!"jawab pegawai itu gugup
"baiklah biar aku saja yang mengurusnya..kalian teruskan melipat tissue ini!"kata nyonya Park lalu pergi menuju dapur di ikuti pegawainya.
Sepeninggal nyonya Park suasana menjadi hening. Nyonya Lee dan nyonya Cho hanya berdiam tanpa mengeluarkan suara. Tak ada diantara mereka ang ingin memulai pembicaraan. Hubungan mereka menjadi sangat kaku sekarang ini. keduanya merasa sangat canggung.
"emm eonni kau baik-baik saja?kau tidak enak badan?"Tanya nyonya Lee berusaha membuka pembicaraan.
"ani..aku baik-baik saja..apa kau membutuhkan sesuatu?teh mungkin?aku akan mengambilkannya untukmu!"kata nyonya Cho lalu berdiri namun dengan cepat dicegah oleh nyonya Lee.
"bisakah kita bicara sebentar eonni?"Tanya nyonya Lee sedikit ragu.
Perlahan nyonya Cho duduk kembali, membenarkan letak duduknya agar nyaman.
"eonni..aku!"
"apa kau ingin membicarakan mereka?"sahut nyonya Cho
"eonni aku tahu ini menyakitkan..aku juga merasa terkejut dan kecewa ketika Sungmin datang padaku dan menceritakan semuanya kemarin tapi aku tidak bisa berbuat apapun!"kata nyonya Lee terisan
"kenapa kau bisa menerimanya semudah ini?"Tanya nyonya Cho
"aku hanya memikirkan satu hal ketika Sungmin mengatakannya padaku eonni..aku hanya berfikir bahwa dia adalah anakku dan akan tetap menjadi anakku apapun keadaanya.!"jawab nyonya Lee sambil menyeka airmatanya
"apa yang kau lakukan hingga kalian bisa menerima mereka begitu saja?"Tanya nyonya Cho terisak
"memisahkan mereka pun sudah terlambat..aku hanya ingin anakku bahagia eonni!"kata nyonya Lee lirih
"Sungmin eommaa..!"kata nyonya Cho tidak percaya dengan apa yang dikatakan rekan bisnisnya sekaligus dongsaengnya.
"apa aku salah eonni?apa aku salah jika aku menginginkan kebahagiaan anakku?aku tidak bisa melihatnya menangis..aku hancur ketika dia hancur dan aku akan mati ketika melihatnya menangis..bukankah mereka anak-anak kita eonni?anak yang kita lahirkan?"kata nynya Lee dengan tangisan yang semakin menjadi
"aku iri padamu..aku iri dengan sikapmu yang begitu hebat mampu menerima semua ini!"kata Nyonya Cho lirih
"eonni…"kata nyonya Lee terkejut
"tapi ..aakkuuu!"
"omonim….ohh ahjumma anyeonghaseyo!"sapa seseorang yang mendekat kearah tempat duduk nyonya Cho dan Lee
"ohh annyeong Victoria ssi!"sapa nyonya Lee sambil menyeka airmatanya.
"ada apa kemari victoria?"Tanya nyonya Cho sambil menyeka airmatanya juga
"aku hanya ingin mengajakmu untuk makan siang omonim..apa kau sibuk?"Tanya Victoria
"Sungmin eomma bukankah seharusnya Kyuhyunku bersamanya?"kata nyonya Cho memandang Victoria tanpa menjawab pertanyaan Victoria. Victoria hanya diam karena dia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan.
"aku tahu eonni..aku juga berharap Sungminku seperti itu tapi kenyataannya mereka berbeda..aku akan mengalah asalkan anakku bahagia eonni!"kata nyonya Lee
"aku benar-benar iri padamu… Victoria ayo kita pergi!"kata nyonya Cho lalu pergi diikuti Victoria yang membukukkan badan terlebih dahulu pada nyonya Lee.
Nyonya Lee hanya memandang kepergian nyonya cho dengan senyum manisnya. Mungkin semuanya akan berakhir disini atau mungkin akan berawal dari sini.
"Sungmin ah apakah yang aku katakan barusan bisa membantu?"kata nyonya Lee pada dirinya sendiri.
.
.
.
Sungmin dan Ryeowook telah menyeleseikan jadwal siarannya di sukira. Kini mereka tengah berada didalam mobil bersama dengan manager mereka. Sejak tadi sore Kyuhyun sama sekali tidak bisa dihubungi. Entah apa yang terjadi dengan Kyuhyun sekarang.
"ada apa hyung?"Tanya Ryeowook pada Sungmin yang tengah gelisah menatap layer ponselnya
"sejak tadi aku sama sekali tidak bisa menghubungi Kyuhyun!"jawab Sungmin panik
"sejak kemarin Kyuhyun hanya dikamar saja hyung ia hanya keluar ketika makan saja!"jawab Ryeowook menjelaskan
"begitukah?"kata Sungmin masih dengan mencoba menghubungi Kyuhyun.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai didorm super junior. Dengan cepat Sungmin membuka pintu mobil lalu berlari menuju dorm mereka diikuti Ryeowook yang erlari kecil dibelakangnya. Mereka masuk kedalam dorm bersamaan.
CKLEK
Pintu dorm terbuka, Sungmin dan Ryeowook masuk kedalamnya.
"apa yang kau lakukan hyung?"Tanya Ryeowook ketika mendapati Shindong membuka kulkas mencari-cari makanan.
"kalian sudah pulang?aku kelaparan Wookie!"kata Shindong masih mencari-cari makanan
"aku masuk kekamarku dulu wookie..selamat malam Shindong hyung!"
"istirahatlah..selamat malam!"jawab Shindong tanpa melihat wajah Sungmin karena sibuk dengan pencariannya.
"akan kumasakan sesuatu untukmu hyung!"kata Ryeowook yang iba melihat keadaan hyungnya yang kelaparan
"benarkah?gomawo wookie..!"kata Shindong senang.
.
.
.
Perlahan Sungmin membuka pintu kamarnya lalu menutupnya kembali. Keadaan kamarnya begitu berantakan. PSP tergeletak disembarang tempat dan botol-botol wine yang berserakan. Keadaan kamar begitu gelap tanpa penghuni. Sungmin tak menemukan Kyuhyunnya didalam kemar. Sungmin mendekat kearah kamar mandi dan mendengar suara gemercik air.
"tok..tok..tok.."Sungmin mengetuk pintu kamar mandi pelan
"siapa?"Tanya Kyuhyun dari balik kamar mandi
"aku..bisakah kita bicara sebentar?"Tanya Sungmin sedikit ragu
Mendengar suara Sungmin,Kyuhyun langsung membuka pintu kamar mandi dan keluar mendekat kearah Sungmin.
"kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?"Tanya Sungmin khawatir.
Kyuhyun diam dan memandang lekat mata Sungmin.
"aku mengkhawatirkanmu!"lanjut Sungmin
"apa kau sudah menyeleseikan sendiri?"kata Kyuhyun dingin
"sudah menyeleseikan sendiri?"Sungmin balik bertanya
"bukankah kita sudah berakhir?bukankah malam itu kau yang memintanya?aku mencoba untuk menyiapkan diriku sedini mungkin oleh karena itu aku mematikan poselku!"kata Kyuhyun
"bukankah ini sangat bagus untukmu?ini bisa menjadi pelajaran untukmu yang menganggap semua hal mudah!"jawab Sungmin
"aku sangat bahagia sekarang Kyu!"kata Sungmin lagi dengan senyum manisnya
"syukurlah jika kau bahagia..mungkin memang ini jalan yang terbaik bagi kita..berpisah!"kata Kyuhyun dingin dengan penekanan saat mengatakan berpisah.
"appa,eomma bahkan Sungjin..kau tau apa yang terjadi?kami berempat menikmati makan siang kami dengan bahagia seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa!"kata Sungmin lagi
"mwo?"Tanya Kyuhyun bingung dengan ucapan Sungmin.
"Sungjin berjanji untuk tidak memberitahu pada eomma, tapi aku tidak bisa hidup didalam kebohongan lagi apalagi ini menyangkut keluargaku. Oleh karena itu aku memberitahu mereka tentang kita.!"kata Sungmin menjelaskan
"benarkah?"Tanya Kyuhyun tidak percaya. Lalu ia mendekat kearah Sungmin dan memeluknya
"aku tidak pernah menyangka ayahku mampu melakukan itu..dia bisa menerima kondisiku sekarang meskipun butuh waktu untuk lebih memahami!sikapnya membuatku gila"kata Sungmin sambil mengeratkan pelukaanya.
"wae?apa karna kau sangat bahagia hingga membuatmu gila?"Tanya Kyuhyun dan melepas pelukannya
"karna aku membenci diriku sendiri yang hidup seperti ini dan menyakiti orang-orang yang aku sayangi.!"kata Sungmin
"jangan berbicara seperti itu!"kata Kyuhyun
"karna aku juga merasa bersalah padamu. Aku meninggalkanmu dalam kegelapan sendirian..maaf Kyu aku minta maaf!"kata Sungmin terisak
"kau sangat beruntung Sungmin..kau benar-benar lelaki sejati..aku sangat iri padamu..kau bisa memberitahu semua itu pada keluargamu!"kata Kyuhyun memuji Sungmin
"ini semua karna eomma!"kata Sungmin dengan mata yang telah berkaca-kaca. Kyuhyun memeluknya lagi. Kali ini Kyuhyun benar-benar bahagia. Sungminnya telah kembali padanya dengan restu ditangannya. Tinggal bagaimana sekarang Kyuhyun menyeleseikan ini semua dengan keluarganya.
"aku benar-benar beruntung punya mertua seperti eommamu!"kata Kyuhyun bangga
"aishhh kau terlalu besar kepala tuan Cho..memangnya siapa yang akan menjadi mertuamu?"kata Sungmin sambil menjitak Kyuhyun
"memangnya kau tidak mau menikah denganku?"Tanya Kyuhyun
"emm Kyu..kenapa kau memilihku dan memberikan cintamu untukku?kau tampan,bahkan dengan satu kali kedipan semua wanita akan datang padamu!"Tanya Sungmin
"….."
"yak kenapa diam?apa tidak ada alasan sama sekali kenapa kau mencintaiku?"Tanya Sungmin jengkel
"kau tau Min aku seperti orang gila. Aku suka segala sesuatu tentang dirimu. Itulah alasanku kenapa aku tidak membuka hatiku sama sekali untuk yang lainnya. Karna disini telah penuh segala tentangmu!"kata Kyuhyun sambil membawa tangan Sungmin menyentuh dadanya.
"Kyu…!"Sungmin masih terkejut dengan kata-kata Sungmin.
"jadi mari kita seleseikan semua ini bersama, mari kita tetap bergandengan tangan, jangan pernah sekalipun kau berani melepasnya!"kata Kyuhyun lalu menggenggam tangan erat Sungmin lalu mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Jarak mereka semakin dekat dengan hembusan nafas yang bertabrakan. Untuk kesekian kalinya mereka berciuman. Meluapkan kebahagiaan yang mereka dapatkan meski tak seutuhnya. Ciuman lembut yang saling menguatkan satu sama lain. Ada banyak hal yang harus mereka lewati setelah ini.
~ shining star! like a little diamond, makes me love
nehgen ggoomgyul gateun dalkomhan misolo nal balabomyuh soksakyuhjwuh
hangsang hamggeh halgguhla til the end of time~
Alunan lagu shinning star mengalun diponsel Kyunyun yang menandakan sebuah panggilan. perlahan Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin lalu menyeka airmata Sungmin yang mengalir dipipi chubynya dan memberikan senyum terbaiknya. Kyuhyun mendekat kearah meja dipojokan kamarnya dan mengambil ponselnya.
"Yeobseo"sapa Kyuhyun pada seseorang deseberang telfon
"….."
"baiklah aku akan datang bersamanya"kata Kyuhyun lagi
"…."
"nde.."kata Kyuhyun lalu menutup sambungan telfon itu
"Nuguya?"Tanya Sungmin pensaran
t.b.c
