Annyeong….
Uri-neun…Lian Cul Ah dan Park Soo Hoon ^^
Kembali membawa FF baru, FF ini terinspirasi dari Drama Korea Yaoi berjudul "Life Is Beautiful" , akan ada beberapa bagian yang berbeda dengan drama aslinya karena drama tersebut cukup panjang, jadi kami mengambil beberapa bagian yang memang penting.
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Victoria
Sunny
Other SUPER JUNIOR member
Mr & Mrs Cho
Mr & Mrs Lee
Lee Sungjin
Rated : M *marture Content
Genre : Hurt , Drama, & Romantic
Desclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik diri mereka sendiri, orang tua mereka, dan Tuhan
Summary : Ini bukan tentang salah atau benar, dosa atau bukan, tapi inilah Cinta kami.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC
Junjung (?) Asas per- FF'an : NO COPY, NO BASH, DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READ ^_^
.
.
.
.
"Baiklah…aku akan datang bersama nya" ucap pemilik suara diseberang telephone
"Datanglah besok saat makan siang di restoran biasanya" pinta Tuan Cho
"Nde" jawab Kyuhyun lagi.
Tuan Cho memutuskan sambungan telephone dengan putranya, Cho Kyuhyun. Tuan Cho menghela nafas, mengingat hal yang terjadi pada istrinya kemarin.
*Flashback On
Tuan Cho tengah membaca buku baru yang ia beli, sebagai pemilik lembaga pendidikan Tuan Cho memang sangat suka membaca buku, beliau adalah orang yang sangat pintar, tidak heran jika seorang Cho Kyuhyun, magnae Super Junior itu juga dikenal karena kejeniusannya. Tuan Cho agak kaget saat pintu kamar nya terbuka dan ternyata sang istri masuk kedalam kamar lalu menutup pintu dengan cukup keras, Tuan Cho hanya memperhatikan istrinya berjalan dengan langkah keras, meletakan tasnya, lalu masuk kedalam kamar mandi, tak berselang lama, Nyonya Cho keluar sudah dengan piyama tidurnya dan siap untuk tidur, berjalan ke arah ranjang, lalu membaringkan tubuhnya disamping tubuh suaminya tanpa menyapa suami nya.
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya tuan Cho, memastikan apa yang terjadi pada istrinya, Nyonya Cho memandang wajah suami nya, lalu berpaling.
"Ani" jawab nya singkat lalu mulai memejamkan matanya
"Ceritakan" ucap Tuan Cho lagi, Nyonya cho membuka matanya kembali.
"Apa menurut mu sesuatu yang terlarang itu bisa menjadi sesuatu yang berharga? Indah? Menggelikan sekali" Nyonya Cho menatap wajah suami nya kembali, Tuan Cho mengerutkan keningnya, tanda ia tak mengerti dengan ucapan sang istri.
"Apa maksud mu? Katakan dengan jelas"pinta Tuan Cho lagi karena penasaran dengan keadaan istrinya sekarang.
"Lupakan lah"
"Kau bertemu dengan Kyuhyun? Dia menanyakan keberadaan mu tadi" kata Tuan Cho lagi, mencoba mengalihkan pembicaraan mereka yang memang tidak jelas.
"Aku sedang tidak ingin membicarakan Kyuhyun, jaljayo" Nyonya Cho menarik selimutnya, lalu memejamkan matanya, Tuan Cho memandangnya tak mengerti. Baru kali ini beliau melihat istrinya mengatakan tak ingin membicarakan Kyuhyun, putra mereka yang sangat mereka banggakan, bahkan istri nya setiap hari selalu mengatakn betapa bangga nya ia memiliki putra seperti Kyuhyun, dan tiba-tiba berkata seperti itu, ditambah lagi istri nya mengatakan hal yang terlarang?
*Flashback Off
Tuan Cho meletakan handphone nya di atas meja kerja nya, ia duduk sendirian diruang kerjanya, pikirannya dipenuhi dengan sikap istrinya, tadi saat pulang pun istrinya tampak tak bersemangat, wajahnya menyiratkan sedang mengalami masalah, dan itu pasti berhubungan dengan Kyuhyun, dan soal hal yang terlarang yang sempat istri nya ucapkan semalam. Tuan Cho menyimpulkan sendiri apa yang tengah terjadi, maka dari itu, ia meminta Kyuhyun datang menemui nya dengan Sungmin. Semua pasti ada hubungan dengan Kyuhyun dan Sungmin, Tuan Cho sudah menyadari hal ini pada akhirnya akan benar-benar terbukti sendiri. Kecurigaannya selama ini sangat beralasan, ia tak mempermasalahkan sejak dulu, karena ini bukan suatu kesalahan, tapi ia pun sadar, saat orang lain tahu, hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat tidak masuk akal dan sangat tidak diharapkan. Namun inilah kenyataan, dan Tuan Cho sejak awal sudah siap jika apa yang ia tahu adalah suatu kebenarannya.
.
.
.
"Nuguya?" Tanya Sungmin dengan raut muka penuh tanya saat Kyuhyun mematikan panggilan di handphone nya, Kyuhyun menatapnya sayang, lalu mengusap lembut kepala Sungmin.
"Appa" jawab Kyuhyun singkat lalu menggandeng tangan Sungmin untuk duduk di kasur Sungmin, Sungmin mengikuti Kyuhyun lalu duduk disebelah Kyuhyun yang menggenggam erat tangannya.
"Appa mu ingin bertemu dengan kita?..U..untuk apa Kyu?" tanya Sungmin pelan, terdapat nada getir disetiap ucapannya baru saja, jujur saja, Sungmin masih belum siap jika harus menghadapi sesesuatu yang berat lagi, 2 hari ini tenaganya bagai terkuras untuk menyelesaikan masalahnya dengan keluarganya, belum dengan Umma Kyuhyun, dan sekarang ditambah Appa Kyuhyun.
"Tenang saja, semua akan baik-baik saja, sekali ini, biarkan aku yang akan menyelesaikanya, kau tidak perlu memikirkan apapun..Mianhae Min…maafkan aku karena membiarkan mu berjuang sendiri untuk 2 hari ini, pasti kau mengalami masa yang sulit, dan dengan bodohnya, aku tidak sekalipun menghubungi mu karena ketakutan ku sendiri" sesal Kyuhyun, Sungmin mencoba tersenyum.
"Aniya, aku baik-baik saja"
"Tidurlah, kau pasti lelah, besok kita bertemu appa" Sungmin menganggukan kepalanya, Kyuhyun mencium keningnya dengan lembut, beralih ke pipi kirinya, lalu perlahan bibir mereka bertemu, Kyuhyun memagut bibir Sungmin dengan lembut, tanpa ada nafsu disana, hanya ada ungakapan cinta yang tulus dan kerinduan yang begitu dalam, serta ungkapan maaf, dan Sungmin sangat menyukai ciuman Kyuhyun yang seperti ini, tak beberapa lama Kyuhyun lalu melepaskan tautan bibir mereka. Mata mereka saling bertatapan, Kyuhyun membelai lembut pipi Sungmin, dengan segera Sungmin meletakan tangannya diatas tangan Kyuhyun yang tengah membelai nya penuh sayang, perlahan Sungmin mendekatkan lagi wajah nya dengan wajah Kyuhyun, kembali mempertemukan bibir mereka, dengan senang Kyuhyun menyambut pagutan bibir Sungmin pada bibir nya, tetap lembut.
"Sex me up Kyu" bisik Sungmin lirih tepat disamping telinga Kyuhyun setelah ia melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Kyuhyun, Kyuhyun menatap Sungmin tak percaya, dan Kyuhyun semakin terkejut saat Sungmin memposisikan dirinya diatas tubuh Kyuhyun yang masih duduk diatas kasurnya, Kyuhyun tersenyum lalu menarik tengkuk Sungmin cepat, melumat kasar bibir kissable milik kekasihnya itu. Kecipak saliva menjadi tanda ciuman panas yang dengan mereka lakukan, saling balas melumat dan lidah mencoba saling melilit satu sama lain, mencoba mencari kepuasan.
"mmmpppp…mmmm Kyuh…" desahan keluar dari bibir Sungmin saat Kyuhyun melepaskan ciumannya, namun hanya beberapa kali tarikan nafas Kyuhyun kembali membawa bibir Sungmin dalam ciuman memabukan, kini gairah yang bermain, gairah yang tengah membara yang dirasakan Kyuhyun maupun Sungmin.
Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin pelan untuk berbaring tanpa melepas pagutan bibir mereka lalu dengan cepat ia menindih tubuh Sungmin. Tubuh Kyuhyun terasa kembali panas padahal dia baru saja mandi, jari-jari Sungmin yang bermain didadanya yang sedikit terbuka karena ia masih menggunakan bathdrop membuatnya semakin tak bisa lagi menahan bahwa ia juga sangat menginginkan Sungmin.
Kyuhyun menciumi setiap inci tubuh Sungmin, tak ada bagian yang terlewatkan, seluruh wajah Sungmin ia hujani ciuman memabukan, tanganya dengan lincah membuka perlahan baju Sungmin sambil sesekali membelai lembut setiap lekuk tubuh Sungmin yang sudah sangat ia hafal. Memberi tanda di kulit putih susu milik Sungmin mempertegas bahwa Sungmin hanya miliknya
"NNgggg…Kyuhh…aaahhh…." Lenguh Sungmin saat ia merasakan benda panjang masuk kedalam tubuhnya, tubuh Sungmin langsung panas dan tegang seketika, jari Kyuhyun benar-benar selalu membuatnya menjadi gila, sentuhan Kyuhyun selalu membuat Sungmin tak bisa menahan lagi mendapatkan apa yang ia inginkan. Kyuhyun selalu lembut dalam menyentuh Sungmin, pergerakan jarinya didalam Sungmin membuat Sungmin menggeliat sambil terus mendesahkan namanya.
"Mendesahlah Min…" ucap Kyuhyun sembari terus menggerakan jarinya yang terus menekan postrat Sungmin membuat Sungmin mendongakan kepalanya dan terus mendesah, tangannya yang satu membelai junior Sungmin yang tengah menegang, lidahnya terus menari disekitar paha dalam Sungmin, dan ini benar-benar membuat Sungmin gila.
Sentuhan demi sentuhan Kyuhyun berikan pada tubuh Sungmin, membuat Sungmin terus menggeliat tak tenang, Sungmin menarik nafas kuat saat merasa Kyuhyun tengah mempersiapkan miliknya untuk menggantikan jari-jarinya yang sedari tadi memanjakan hole Sungmin.
"NNggghhh…ssshhhh…." lirih Sungmin tertahan saat merasakan Kyuhyun memasuki dirinya, terasa sakit, tapi dia yang menginginkan ini, Sungmin ingin Kyuhyun selalu menyentuhnya, menikmati setiap inci tubuhnya. Ciuman Kyuhyun, belaian Kyuhyun, Sungmin benar-benar merasa sangat dicintai saat Kyuhyun menyentuhnya dengan begitu halus.
"Ahhh….ahh….ahhh….ooohhhh….aaahhhh…."desah Sungmin semakin tak terkendali,Kyuhyun mendorong kuat junior nya keluar masuk dalam hole Sungmin. Sungmin mencengkeram erat sepreinya, Junior Kyuhyun terus menerus mengenai postratnya hingga membuatnya kehilangan kendali karena nikmat, setiap hentakan Kyuhyun mengandung arti yang dalam untuk Sungmin. Sungmin hanya memberikan hati dan tubuhnya kepada Kyuhyun dan inilah yang membuatnya berani jujur kepada keluarganya mengenai hubungan mereka. Sungmin begitu mencintai Kyuhyun seperti Kyuhyun mencintai dirinya, semua sudah tidak perlu diragukan lagi. Mereka telah melangkah sejauh ini, dan kedepannya mereka akan jalani bersama.
Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sungmin yang begitu menggoda, matanya terpejam, mulutnya menganga dengan kilatan saliva diujung bibirnya karena mereka terus berciuman, tubuh Sungmin tersentak-sentak sesuai dengan irama hentakan pinggulnya.
"Ooouhhh Kyuhh…aaahhh…ahhh…disanah….aaahhh…" Sungmin kembali mendesah, Kyuhyun benar-benar membuatnya melayang, seakan mencoba melupakan apa yang akan mereka hadapi esok, bagi mereka hari ini adalah hari ini, mereka ingin menikmati setiap persatuan tubuh mereka sebagai tanda cinta yang begitu dalam, meski terdengar hanya mementingkan nafsu tapi inilah kenyataannya, yang terpenting hati mereka terikat.
"AAaarrrgghhh…" Kyuhyun dan Sungmin mendapatkan orgasme bersamaan, detik berikutnya Kyuhyun ambruk di atas Sungmin, nafas mereka saling bertahutan.
"Saranghae Kyu" lirih Sungmin pelan, dan dibalas ciuman lembut dari Kyuhyun.
.
.
.
Nyonya Cho duduk sendirian di sebuah restoran sembari menikmati kopi yang telah ia pesan. Sesekali melirik kearah jam tangan karena orang yang ia tunggu tak juga datang. Nyonya Cho menunggu Victoria, kemarin saat ia di Kona Beans, Nyonya Cho memang sengaja meminta Victoria untuk datang menemuinya, Nyonya Cho memang cukup kenal dekat dengan Victoria, Victoria memang memiliki hubungan baik dengan Kyuhyun dan semua orang tahu itu, ditambah lagi Nyonya Cho juga tahu Victoria menyukai putranya.
Jujur saja, Nyonya Cho cukup menyukai Victoria, dia gadis yang baik, jika saja Kyuhyun memiliki hubungan khusus dengan Victoria, Nyonya Cho tak akan keberatan, tapi kenyataannya berbicara lain.
"Annyeong eommonim" sapa seseorang yang tak lain adalah Victoria, ia datang sendirian, untung saja tak ada schedule apapun sehingga saat ditelephone oleh Umma Kyuhyun, Victoria bisa menemui beliau. Victoria duduk tepat didepan Nyonya Cho.
"Maaf kemarin aku menyuruh mu tiba-tiba datang ke Kona Beans lalu meminta mu untuk meninggalkan ku" ucap Nyonya Cho, kemarin memang saat Nyonya Cho dan Victoria keluar dari kona beans, Nyonya Cho meminta Victoria untuk meninggalkannya.
"Nde, tidak apa-apa eommonim"
"Kau masih dekat dengan Kyuhyun kan? Kau tak ada masalah dengannya? Kyuhyun masih menghubungi mu kan?" tanya Nyonya Cho bertubi-tubi, Victoria menjadi sedikit bingung, karena jujur saja dari kemarin ia tak mengerti maksud Nyonya Cho. Mengajaknya ke Kona Beans tapi lalu mereka berpisah, dan sekarang tiba-tiba mengajak bertemu dan menanyakan hal seperti itu.
"Eommonim...apa ini ada hubungannya dengan ucapan mu pada Lee ahjumma kemarin? Apakah ini ada hubungannya dengan Kyuhyun dan Sungmin oppa?" tanya Victoria memastikan.
"Da...Dari mana kau tau hal ini?" Victoria tersenyum mendengar pertanyaan NYonya Cho, ternyata tebakannya benar, Nyonya Cho memang sedang mempermasalahkan tentang KyuMin
"Mereka saling mencintai eommonim…aku sudah berusaha membuat Kyuhyun menyukai ku, tapi semuanya sia-sia, dia hanya mencintai Sungmin oppa, dan aku tak ingin memaksanya, karena memaksanya pun percuma, bagi Kyuhyun hanya ada Sungmin" ucap Victoria mencoba menjelaskannya jujur. Victoria mencintai Kyuhyun, ia sangat mencintai Kyuhyun, menjadi sahabat Kyuhyun adalah hal terbaik yang pernah ia lewati setelah mengenal Kyuhyun, dan perasaan cinta akhirnya tumbuh, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, Kyuhyun tak membalas cintanya, bahkan mencoba untuk melihatnya saja tidak, dan dengan gampangnya Kyuhyun mengatakan bahwa dia mencintai Sungmin saat Victoria mengungkapkan perasaannya. Perasaan kaget sekaligus kecewa dirasakan Victoria, namun seiring waktu dan Victoria mengetahui bagaimana hubungan Kyuhyun dan Sungmin membuat Victoria berhenti mencoba membuat Kyuhyun menyukainya, meski ia ragu apakah sanggup untuk berhenti mencintai Kyuhyun.
Nyonya Cho memandang Victoria tak percaya, bagaimana mungkin Victoria mengatakan hal itu, menerima hubungan Kyuhyun dan Sungmin hanya dengan alasan klise yakni mereka saling mencintai.
"Bagaimana mungkin kau dengan semudah itu menerima kenyataan Kyuhyun mencintai Sungmin, membicarakan hubungan mereka saja membuat ku begitu terluka" lirih Nyonya Cho, sungguh ia tidak siap dengan kenyataan bahwa Kyuhyun berhubungan dengan Sungmin.
"Aku tahu ini sulit diterima eommonim, tapi mereka saling mencintai, itulah yang membuat ku memutuskan untuk berhenti berharap pada Kyuhyun"
"Cobalah kembali mendekati Kyuhyun" ucap Nyonya Cho sepat, Victoria membelalakan matanya tak percaya.
"Eom…eommonim….kau tidak berniat memisahkan mereka bukan?"
"Semuanya terlalu sulit, aku hanya meminta mu mencoba sekali lagi" pinta Nyonya Cho, Victoria terdiam tak tahu harus menjawab apa. Satu sisi ia sangat mencintai Kyuhyun, tapi disisi lain ia tahu semua hanya akan sia-sia, tapi tak ada yang mustahil bukan?
.
.
.
Disinilah Kyuhyun dan Sungmin sekarang, disebuah restoran eksklusif, terdapat ruang private di restoran tersebut, sehingga mereka tak perlu dengan pembicaraan privasi mereka. Setelah menunggu beberapa saat, Kyuhyun dan Sungmin berdiri lalu menundukan kepalanya kepada Tuan Cho yang baru saja datang lalu duduk didepan Kyuhyun dan Sungmin.
"Kau ada masalah dengan ibu mu?" tanya Tuan Cho langsung, membuat Kyuhyun dan Sungmin saling berpandangan sedikit takut.
"A..Ani appa" jawab Kyuhyun gugup, jujur saja ia sedikit takut dengan appanya, meski appanya termasuk orang yang santai dan seperti sahabatnya sendiri, tapi Kyuhyun sekarang memiliki firasat lain, ini pasti berhubungan dengan hubungannya dengan Sungmin karena tuan Cho juga meminta Sungmin untuk bertemu, atau malah Nyonya Cho yang mengatakan sendiri pada Tuan Cho.
"Jadi Ibu sudah tahu tentang kalian?" Tanya Tuan Cho lagi
"A..appa….a..aku"
"Aku sudah tahu semuanya, kau tidak perlu setakut itu, jadi benar ini yang membuat Eomma mu terlihat seperti sangat marah dan kecewa?" Dan Kyuhyun hanya mengangguk pelan, meski sebenarnya ia juga heran dari mana appanya tahu soal hubungannya dengan Sungmin.
"Aku akan mencoba bicara dengan eomma mu"
"Appa….kau tak keberatan dengan hubungan kami?" Tanya Kyuhyun, Tuan Cho menghela nafasnya, lalu menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian.
"Jika ada orang yang menyadari hubungan kalian sejak awal, mungkin itu aku, kau putra ku dan aku selalu mencoba memahami apa yang kau lakukan dan kau rasakan, dan aku begitu menyukai Sungmin, aku juga selalu memperhatikan kalian, bagaimana mungkin aku tak bisa menyimpulkan sendiri tentang hal sebesar ini" ucap Tuan Cho tegas, Kyuhyun menundukan kepalanya.
"Mianhae Appa" lirih Kyuhyun
"Semua sudah terjadi, aku tidak akan mempermasalahkan hal ini, yang jadi masalah adalamh eomma mu, mungkin akan cukup sulit meyakinkan dia"
"Mianhae Abbonim" kini Sungmin ikut mengeluarkan suara, mendengar suara Sungmin membuat Tuan Cho tersenyum, ditambahk lagi Sungmin menatapnya.
"Bukan kah aku tetap fanboy mu Sungmin-ah" canda Tuan Cho membuat Sungmin tersenyum meski tiu hanya senyum tipis, semua ketakukannya sebelum bertemu dengan Appa Kyu tak seperti yang ia pikirkan, bahkan jauh lebih mudah.
"Gomawo Abbonim" Sungmin menundukan kepalanya, ia sungguh beruntung mengenal Tuan Cho yang cukup bijaksana dengan keadaann yang ada meski Sungmin sendiri juga menyadari pasti hal ini tidak semudah itu diterima kenyataannya, tapi setidaknya satu masalah akan ketakutannya tak terbukti dan kini hanya tinggal satu hal lagi yang perlu diselesaikan.
.
.
.
"Yah…Shindong hyung..kenapa kau memakan snack beras ku" rengek Eunhyuk sambil memandang sendu snack beras yang ada ditangan Shindong, itu miliknya, ia sengaja membawanya sejak dari dorm karena ia kelaparan meski sudah makan tadi, Shindong hanya tersenyum tanpa dosa.|
"Aku lapar Eunhyuk-ah, nanti akan kuganti dengan milik ku jika kita sudah ada di dorm"
"Tapi aku kelaparan sekarang" lirih Eunhyuk putus asa, Eunhyuk duduk disebelah Sungmin dan Ryeowook yang tengah memainkan I-Phone mereka, member yang lain hanya menyaksikan hal yang sudah sangat biasa mereka lihat itu. Super Junior tengah berada diruang make-up khusus untuk Super Junior, mereka telah selesai di make-up dan sekarang hanya ada member SJ diruangan itu. Super Junior akan tampil dengan artis lain termasuk artis-artis dari SM.E, mereka mendapatkan ruang yang berbeda untuk make-up.
"Diet mu gagal hyung" ucap Kyuhyun sambil menepuk pundak Shindong, dan Shindong hanya menyengir, dietnya tak gagal, terbukti badannya sudah lebih kurus sekarang, ia hanya kelaparan sekarang, Kyuhyun mengangkat bahunya lalu berjalan menghampiri Sungmin.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun sebentar lalu menatap kembali layar i-phone nya
"Ani" jawabnya singkat, dan Kyuhyun menyengirkan bibirnya kearah Sungmin dan tak ada tanggapan karena Sungmin sendiri tak melihatnya, Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah samping saat ada tangan yang menyentuh lengannya, Kyuhyun menatap dengan wajah penuh tanya pada Leeteuk yang ternyata memegang lengan Kyuhyun. Leeteuk menarik Kyuyun untuk duduk di kursi agak berjauhan dengan member yang lain dan Kyuhyun hanya mengikuti saja.
"Masalah kalian sudah selesei?"Tanya Leeteuk langsung pada Kyuhyun, Eunhyuk sempat menceritakan pembicaraannya dengan Kyuhyun pada Leeteuk, Leeteuk cemas itu beralasan, apalagi Sungmin tidak juga menceritakan apa yang terjadi hingga membuat ia tak kembali ke dorm selama 2 hari.
"Hmm…sudah hyung, tenang saja, semua sudah baik-baik saja"
"Jinja?" Kyuhyun mengangguk sambil tersenyum
"Baiklah, aku percaya pada mu, kalian sudah semakin dewasa dan dapat menyelesaikan masalah kalian-masing-masing, karena sejujurnya kau dan Sungmin adalah salah satu yang selalu ku khawatirkan jika aku berangkat wamil" Ucap Leeteuk, sembari tersentum kepada magnaenya itu, Kyuhyun balas tersenyum, meski ia sendiri tahu bahwa satu masalah besar harus ia selesaikan dan mungkin saja ini cukup sulit.
"Kalian bersiap, waktunya kalian ke stage" ucap seorang Crew yang tiba-tiba membuka pintu ruangan itu dan meminta Super Junior untuk bersiap naik ke stage.
Super Junior membawakan beberapa lagu hits mereka, begitu juga dengan artis lain, setelah hampir 3 jam acara tersebut berlangsung, Super Junior yang mengisi lagu bagian terakhir acara setelah lagu terakhir selesai mereka kembali ke ruangan make-up tadi, satu perkerjaan hari ini selesei dan sekarang waktunya untuk kembali ke dorm.
Selesai berganti pakaian, member Super Junior segera menuju mobil van mereka, namun tidak dengan Siwon, ia membawa mobil sendiri seperti biasanya karena ia tak berangkat dari dorm bersama dengan yang lain.
"Sungmin oppa" suara dari arah belakang membuat Sungmin dan Siwon yang berjalan diurutan belakang membalikan badan mereka dan melihat kearah sumber suara.
"Waeyo Suny-ah?" tanya Sungmin
"Kau lupa dengan wine yang ku janjikan? Aku membawanya sekarang, ada dimobil ku, mau ku ambilkan?" tanya Sunny, dia memang berniat memberikan wine yang sengaja ia beli di Jepang utnuk Sungmin yang memang wine holic, Sungmin terlihat berfikir sebentar.
"Siwon-ah, boleh aku membawa mobil mu? Kau pulanglah dulu ke dorm" pinta Sungmin
"Nde…aku akan menginap di dorm saja, besok aku tak ada syuting pagi, jadi bawa saja" Siwon memberikan kunci mobilnya pada Sungmin lalu berjalan pergi meninggalkan Sungmin.
"Kita bertemu ditempat biasa saja" kata Sungmin pada Sunny, Sunny mengangkat jempol tangannya kearah Sungmin tanda setuju, toh ia juga membawa mobil sendiri, sebentar saja keluar tidak masalah, lagi pula ini belum terlalu malam, masih jam 8 malam, dan lagi tak ada jadwal apapun setelah ini.
Sungmin dan Sunny berpisah, lalu berjalan menuju mobil masing-masing, bertemu di restoran yang beberapa kali mereka kunjungi dengan teman-teman yang lainnya, bukannya apa-apa, hanya saja jika Sungmin menerima wine pemberian Sunny di gedung stasiun televisi seperti ini takutnya jika ada media yang melihat dan memberitakan hal yang tidak sebenarnya. Sungmin masuk kedalam mobil Siwon, ia hendak menghidupkan mesin mobil jika saja tidak ada ketukan pada jendela mobil. Sungmin menurunkan kaca mobil, dilihatnya sosok Kyuhyun yang tengah menatapnya.
"Mau kemana?" tanya Kyuhyun langsung.
"Bertemu dengan Sunny, hanya sebentar saja"
"buka pintunya dan kau pindah kesamping, aku akan mengantar mu" ucap Kyuhyun langsung, Sungmin menghela nafasnya membuka pintu mobil, dan berjalan menuju pintu yang lain. Kyuhyun segera masuk kedalam mobil itu, dan menjalankan mobil ketempat yang Sungmin ucapkan.
Hanya beberapa menit waktu yang perlu ditempuh dari stasiun televisi tempat mereka tadi konser menuju tempat yang sudah ditunjuk Sungmin dan Sunny untuk mereka. Sunny sedikit terkejut saat melihat sosok Kyuhyun datang bersama Sungmin lalu duduk tepat didepan Sunny.
"Kebetulan sekali Kyuhyun oppa ikut, ini, kubelikan untuk kalian" ucap Sunny semangat sambil memberikan satu botol wine kearah Sungmin, Sungmin menerimanya lalu tersenyum kearah Sunny.
"Gomawo Sunny-ah" balas Sungmin, dan Sunny hanya mengangguk senang sambil memandang wajah Sungmin.
"Jangan menatap ku seperti itu Kyuhyun oppa" kata Sunny lagi tanpa menatap kearah Kyuhyun dan tetap menatap Sungmin, Kyuhyun terkejut lalu membelalakan matanya, Sungmin sendiri menatap wajah Kyuhyun tak mengerti.
"Aku tahu dari tadi kau menatap ku tak suka, ish kau itu pencemburu sekali oppa, suatu saat aku akan benar-benar membuat Sungmin oppa jalan bersama ku berdua saja tanpa ada kau" kini Sunny memandang Kyuhyun. Sunny tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun, Kyuhyun memang selalu cemburu pada Sunny, karena Sunny memang cukup berani terang-terangan mengungkapkan ketertarikannya pada Sungmin. Sunny pun tahu hubungan Kyuhyun dan Sungmin, dia sendiri yang menyadari nya dan saat menanyakan pada Kyuhyun, dengan santainya Kyuhyun menjawab iya dan membuat Sunny patah hati.
"hahahha..tenang saja oppa,, kau tahu sendiri Sungmin oppa lebih tertarik pada mu dari pada aku" canda Sunny lagi sambil menepuk-nepuk jari tangan Kyuhyun, membuat Sungmin tersenyum, sejak awal mengetahui hubungan KyuMin, Sunny memang lebih memilih untuk diam dan tak menceritakan hal ini pada orang lain, tapi karena dia terlanjur menyukai Sungmin, Sunny tetep berhubungan baik dengan Sungmin, bahkan kadang ia mengajak Kyuhyun dan Sungmin untuk bertemu, Sunny hanya ingin memastikan bahwa Sungmin baik-baik saja, bahwa Kyuhyun benar-benar menjaganya, dan dia juga mendukung hubungan Kyuhyun dan Sungmin karena Sungmin terlihat bahagia. Kyuhyun ikut tersenyum menanggapi candaan Sunny.
"Sudah malam, kau pulanglah ke dorm, terima kasih untuk Winenya"pinta Sungmin pada Sunny, Sunny menganggukan kepalanya lalu berlalu dari sana. Kyuhyun dan Sungmin juga memutuskan untuk langsung kembali ke dorm. Sepanjang perjalanan hanya pembicaraan singkat ada diantara mereka, hingga saat sudah tiba di tempat parkir dorm, Kyuhyun merasakan nada pesan di handphonenya, sebelum keluar dari mobil Kyuhyun membuka pesan itu, ia terdiam sebentar,lalu menatap kearah Sungmin.
"Kau masuklah dulu, aku ada urusan sebentar"
"Kau tidak ingin kutemani" Sungmin memberikan tawaran, Kyuhyun selalu saja menemaninya pergi, ia juga ingin menemani Kyuhyun kali ini.
"Ani…aku akan menceritakan pada mu jika sudah selesai" Kyuhyun mengusap kepala Sungmin pelan, Sungmin menghela nafas, menganggukan kepalanya lalu turun dari mobil, dan dia berdiri ditempat yang sama hingga mobil yang dikendarai Kyuhyun sudah hilang dari pandangannya
TBC
Mianhae jika part ini terlalu cepat alurnya dan agak mengecewakan…saya sedang agak streesss gegara laporan..ini nulisnya cepet-cepet =='
GOMAWO udah mau baca
Mianhe kita ga bisa bles satu persatu coment kalian..
Tapi kami benar2 terima kasih kalian mau menyempatkan diri untuk membaca ff abal ini..
