Annyeong….
Uri-neun…Lian Cul Ah dan Park Soo Hoon ^^
Kembali membawa FF baru, FF ini terinspirasi dari Drama Korea Yaoi berjudul "Life Is Beautiful" , akan ada beberapa bagian yang berbeda dengan drama aslinya karena drama tersebut cukup panjang, jadi kami mengambil beberapa bagian yang memang penting.
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Victoria
Sunny
Other SUPER JUNIOR member
Mr & Mrs Cho
Mr & Mrs Lee
Lee Sungjin
Rated : M *marture Content
Genre : Hurt , Drama, & Romantic
Desclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik diri mereka sendiri, orang tua mereka, dan Tuhan
Summary : Ini bukan tentang salah atau benar, dosa atau bukan, tapi inilah Cinta kami.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC
Junjung (?) Asas per- FF'an : NO COPY, NO BASH, DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READ ^_^
.
.
.
.
"Hyung apakah kalian akan menikah nantinya?"Tanya Sungjin dengan polosnya
"mwo?"semua orang orang yang berada di ruangan itu terkejut dengan pertanyaan polos Sungjin, Sungmin membelalakan matanya kearah Sungjin seakan memarahi adiknya itu, detik berikutnya Tuan Lee dan Nyonya Lee berusaha untuk bersikap biasa, sedang Kyuhyun sendiri menatap Sungjin tak tahu harus menjawab apa. Pernikahan mungkin sesuatu yang biasa dibicarakan jika itu dibicarakan oleh sepasang kekasih biasanya "namja-yeoja" tapi jelas tidak biasa jika untuk hubungan seperti yang Kyuhyun-Sungmin jalani. Sedang Sungjin sendiri menatap pada semua orang dihadapannya dengan wajah polosnya.
"Sungmin-ah, apa kau tidak ada siaran radio hari ini?" Tanya Nyonya Lee, mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka, Sungmin terkaget lalu menatap Eommanya.
"A..ani eomma" Sungmin menggelengkan kepala, lalu menarik nafas lega, pertanyaan Sungjin benar-benar membuat mereka jadi terkurung dalam situasi kaku. Tuan Lee melanjutkan makannya, Kyuhyun hanya menghela nafas pula, dia sungguh tidak tahu juga harus menjawab apa atas pertanyaan Sungjin. Menikah dengan Sungmin? Jelas Kyuhyun akan menjawab IYA, dia akan menikah dengan Sungmin, hidup bersama Sungmin selamanya dan memiliki Sungmin seutuhnya, tapi jelas tidak mungkin mengatakan hal itu didepan orang tua Sungmin disaat mereka baru saja mendapatkan restu itu, Kyuhyun tidak mau keadaan buruk menimpa hubungannya lagi dengan Sungmin, mendapatkan restu dari orang tua Sungmin saja sudah sangat melegakan Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, aku melihat mu kemarin saat bernyanyi solo di televisi ..suara mu benar-benar tak diragukan, kapan-kapan aku akan melihat mu langsung" ucap Tuan Lee sambil menatap Kyuhyun
"Gomapsumnida Abbonim" Kyuhyun menganggukan kepalanya sambil tersenyum, jujur saja selama ini dia hanya bertegur sapa dengan Appa Sungmin jika bertemu, bukan karena tak dekat tapi karena Kyuhyun sendiri tak berani berinteraksi dengan Tuan Lee, dan sekarang saat Tuan Lee menerimanya bahkan tak sekedar teman putranya tapi kekasih putranya, jelas ini membuat perasaan lega tak terkira bagi Kyuhyun. Appa Sungmin sama bijaknya dengan Appa nya, dan Kyuhyun tersenyum mengingat hal itu.
"pertanyaan ku tak ada yang menggubris…baiklah, ah aku sudah selesai makan, aku duluan, lelah sekali rasanya seharian aku kuliah….ah Kyuhyun hyung, PSP yang kupinjam dulu, buat aku saja ya, kau pasti punya banyak" Sungjin mengarahkan jempolnya pada Kyuhyun, Kyuhyun terkaget, bagaimana dia bisa lupa jika salah satu PSP nya dipinjam Sungjin saat mereka berada di Kona Beans, tapi akhirnya Kyuhyun mengangguk merelakan PSP tercintanya.
"Masih ada 1 di dorm, kita bisa membelinya lagi besok"ucap Sungmin tiba-tiba membuat Kyuhyun menatap kekasihnya itu, sedikit malu karena Sungmin membicarakan hal itu dihadapan orang tua Sungmin, Tuan Lee dan Nyonya Lee hanya tersenyum, imej yang dibangun sebaik mungkin malah dihancurkan sendiri oleh Sungmin yang masih tersenyum manis dihadapannya.
"Kyuhyun memang terkenal gamer yang hebat bukan? Eomma sering mendengarnya" canda Nyonya Lee, Sungjin ikut tertawa, lalu ia bangun dari kursinya, berjalan mendekati nyonya Lee lalu mencium pipi sang eomma.
"Jaljayo Eomma" bisiknya lalu berjalan menuju kamarnya
"Manja sekali dia eomma" protes Sungmin, Nyonya Lee hanya menganggukan kepalanya.
"Aku akan membersihkannya, kalian duduk dulu di ruang tamu"pinta Nyonya Lee yang langsung membersihkan meja makan ia menumpuk piring dan mangkuk lalu membawanya ke bak cuci. Kyuhyun, Sungmin dan Tuan Lee berpindah tempat duduk diruang tamu.
"Sudah berapa lama kalian berhubungan?" tanya Tuan Lee tiba-tiba, Kyuhyun dan Sungmin berpandangan sesaat.
"5…lebih dari 5 tahun appa"ucap Sungmin pelan tanpa memandang wajah Appa nya, Tuan Lee menghela nafas, sudah selama itu dan beliau baru tau.
"Kalian akan menikah?" dan pertanyaan yang sama keluar dari mulut Tuan Lee. Kyuhyun dan Sungmin terdiam tak tahu harus menjawab seperti apa, Nyonya Lee yang sedang mencuci piring hanya melihat kearah Suaminya, dan Sungmin serta Kyuhyun, dia hanya ikut mendengar apa yang mereka bicarakan, sejujurnya ini juga hal yang mungkin berat untuk dipikirkan.
"Aku tidak akan memberi ijin pada kalian untuk menikah…."ucap Tuan Lee tegas, dan menjadi sebuah tamparan yang cukup keras untuk Sungmin dan Kyuhyun.
"Kalian boleh menikah jika orang tua Kyuhyun menyetujuinya" lanjut Tuan Lee lagi, Kyuhyun menatap Tuan Lee tak percaya, mendesah lega lalu tersenyum, Sungmin hanya tersenyum, sedang Nyonya Lee masih mencuci sembari tersenyum manis, tidak menyangka suami nya akan sebijak ini.
"Jangan memaksa ibu mu untuk merestui kalian Kyu, mungkin butuh waktu, kalian seharusnya sudah sadar dengan konsekuensi hubungan yang kalian jalin"
"Nde Abbonim" Jawab Kyuhyun lugas, ia selalu ingat akan hal itu.
"Sudah cukup malam, kalian pulanglah ke dorm, besok kalian harus bekerja" pinta Nyonya Lee berjalan mendekati mereka yang sedang duduk bersama, Kyuhyun dan Sungmin mengangguk.
.
.
.
Sungai Han
Disinilah Kyuhyun dan Sungmin sekarang, setelah pulang dari kediaman Lee, mereka berdua memilih untuk tidak langsung kembali ke dorm. Saling terdiam didalam mobil, sibuk dengan jalan pikiran masing-masing. Masih teringat jelas setiap kata yang di ucapkan oleh Appa Sungmin.
"Kemarikan telapak tangan mu"
"Eoh?" Sungmin bingung dengan ucapan Kyuhyun barusan, Sunngmin mngerjapkan matanya kearah Kyuhyun, tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.
"Berikan telapak tangan mu pada ku"pinta Kyuhyun dan Sungmin menurutinya, Sungmin mengarahkan tangan kanannya kearah Kyuhyun lalu membuka tangannya. Kyuhyun membuka dashboard mobilnya, mengambil 2 kotak kecil dari sana, memperhatikan sebentar kotak itu lalu memberikan salah satu kotak itu pada Sungmin, Sungmin memandang kotak itu masih tak mengerti.
"Bukalah" pinta Kyuhyun lagi, Sungmin menurutinya, ia membuka kotak kecil itu perlahan, dan ia terkaget saat melihat isi dalam kotak itu.
"Cincin?" tanya Sungmin bingung, Kyuhyun menganggukan kepalanya.
"Untuk apa Kyu? Bahkan aku masih menggunakan cincin pemberian mu dulu" Sungmin mengangkat jari manis ditangan kirinya, memperlihatkan cincin putih pemberian Kyuhyun sejak lama kepada Kyuhyun.
"Lepaskan saja yang itu, lalu pakai yang baru dan pakailah di jari tangan kanan" ucap Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun tak mengerti, Kyuhyun membelai pipi Sungmin perlahan.
"Cincin ini sudah kupersiapkan sejak lama, aku selalu mencari waktu yang tepat untuk memberikannya pada mu, dan kurasa ini waktu yang tepat, ini cincin pernikahan kita" Sungmin membelalakan matanya tak percaya dengan ucapan Kyuhyun. Bagaimana mungkin Kyuhyun membicarakan pernikahan disaat situasi masih sulut seperti ini.
"K..Kyu…kau tidak ingat ucapan appa ku" Lirih Sungmin teringat sendiri oleh ucapan Appanya tadi, mereka tak seharusnya membicarakan hal ini sekarang.
"Kau hanya perlu memakainya, kita akan menikah jika eomma ku sudah merestui kita…aku akan menyelesaikannya Ming, bukankah kau percaya pada ku?" tanya Kyuhyun lembut, Sungmin menatap lekat mata Kyuhyun, dan ia menemukan keyakinan disana, sejak dulu Kyuhyun memang menepati apa yang ia janjikan, hanya saja untuk masalah Eomma Kyuhyun, Sungmin agak ragu.
"Kita akan menikah lalu punya anak" lanjut Kyuhyun sembari memberikan senyuman nakalanya, mencairkan suasana tegang diantara mereka, Sungmin yang tadinya gelisah lama kelamaan tertawa pelan mendengar ucapan namja lebih muda dihadapannya itu.
"Jangan membicarakan hal yang tidak mungkin terjadi" Sungmin mengalihkan pandangannya dari wajah Kyuhyun, ia menatap lurus kedapan, pemandangan Sungai Han yang begitu menakjubkan dimalam hari.
"Aku pernah membaca beritanya, namja bisa hamil"
"Kau terlalu banyak berkutat dengan Laptop mu, sehingga kau selalu memikirkan hal-hal yang tidak mungkin terjadi, kau itu jenius sekaligus bodoh tuan Cho" ledek Sungmin sambil tersenyum kembali memandang kearah Kyuhyun.
"Aku bodoh jika sudah berhadapan dengan mu Ming" ucap Kyuhyun pelan membuat Sungmin berhenti tersenyum.
"YAkk..jangan mencoba menggombal pada ku, aku bukan yeoja dan itu tak akan mempengaruhi ku" ucap Sungmin sebal memandang wajah Kyuhyun yang tengah memandangnya serius, Kyuhyun tersenyum lalu membelai kepala Sungmin, Kyuhyun memegang bahu Sungmin, lalu mengarahkan badan Sungmin untuk berhadapan dengannya, dan perlahan mendekatkan tubuh mereka, lalu Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin erat.
"Maafkan aku Ming" lirih Kyuhyun menenggelamkan wajahnya diperpotongan leher Sungmin, Sungmin menghela nafas lalu mengelus punggung Kyuhyun.
"Ani Kyu…tidak ada yang perlu dimaafkan" ucap Sungmin.
"Maaf"suara Kyuhyun terdengar semakin parau, Sungmin tak menjawabnya, ia merasakan lehernya basah, air mata Kyuhyun, ia tahu Kyuhyun menangis saat ini, hatinya bergetar hebat, rasa sakit sekaligus bahagia menjadi satu, tidak biasanya Kyuhyun sampai menangis seperti ini. Perlahan Sungmin merenggangkan pelukan mereka, Kyuhyun menundukan kepalanya.
"Aku mencintai mu" ucap Kyuhyun pelan masih dengan kepala menunduk, Sungmin tersenyum mendengarnya. Kyuhyun sangat sering mantakan jika ia sangat mencintai Sungmin, tapi ucapan Kyuhyun barusaja seakan menjadi ungkapan cintanya yang begitu tulus.
"Aku juga mencintai mu" jawab Sungmin, Kyuhyun memberanikan diri mengangkat kepalanya, menatap Sungmin yang tengah menatapnya, perlahan ia mendekatkan wajah mereka, Sungmin menutup matanya, seakan mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya, Kyuhyun akan menciumnya, dan benar saja, dalam hitungan detik benda kenyal menyentuh bibirnya, hanya mengecup lalu mendiamkan sebentar lalu melepaskannya, Sungmin membuka matanya.
"Gomawo" kata Kyuhyun berusaha tersenyum
"Cheonman"jawab Sungmin polos membuat Kyuhyun tak bisa menahan tawanya.
"Lalu bagaimana dengan mu? Kau bilang ini cincin pernikahan? Apa hanya aku yang akan memakainya?" tanya Sungmin, Kyuhyun segera membuka kotak yang masih ia pegang, sebuah cincin yang sama dengan yang dibawa Sungmin, Kyuhyun mengambil cincin itu, lalu memasangnya di jari manisnya,Sungmin tersenyum lalu ikut memakai cincin yang masih ada dikotak ditangannya, ia memasang juga cincin itu di jari manisnya. Perlahan Kyuhyun dan Sungmin mendekatkan tangan mereka, 2 cincin yang sama menjadi pengikat mereka.
"bagus bukan?" tanya Kyuhyun, Sungmin mengangguk senang, Kyuhyun membalas senyuman kekasihnya itu.
Kyuhyun sadar, disisi Sungmin lah ia akan mendapatkan kebahagian itu, dan ia selalu berharap agar ibunya segera memberi restu, karena hal ini tidak hanya menekan Kyuhyun tetapi juga menjadi beban untuk Sungmin sendiri.
.
.
.
.
Hari ini penuh kegaduhan muncul di dorm Super Junior, mulai dari Leeteuk yang sudah mengomel pagi-pagi karena Shindong kembali pada kebiasaan lamanya, makan banyak, dan untuk sementara melupakan dietnya, karena dia merasa sudah terlihat seksi dengan tubuhnya sekarang dan jdilah dia mulai makan banyak lagi, padahal Leeteuk sudah menyiapkan salad buah dan sayur untuk Shindong seperti biasanya, Eunhyuk yang masih berpindah-pindah tempat untuk tidur karena dia masih lelah, sampai Yesung yang memarahi Kyuhyun karena memainkan Koming, memakaikan baju pada anjing itu lalu pergi tak mau tanggung jawab.
"Hyung kau ada jadwal satu jam lagi" Sungmin mencoba mengingatkan Leeteuk yang masih duduk memasang wajah cemberut kepada Shindong yang asik makan tanpa mempedulikan leadernya itu.
"Ah iya…terima kasih sudah mengingat kan ku Sungmin-ah" Leeteuk hendak beranjak dari tempat duduknya, lalu kembali duduk lagi saat melihat hal yang berbeda ditangan Sungmin.
"Semalam kau dan Kyuhyun datang kerumah mu?" tanya Leeteuk sambil membenarkan posisinya menghadap Sungmin, Sungmin mengangguk, Shindong mengangkat kepalanya memandang wajah hyung dan dongsaengnya itu yang sepertinya membicarakan hal penting.
"Semua baik-baik saja?" tanya Leeteuk lagi memastikan.
"Nde hyung, tidak pernah sebaik ini" jawab Sungmin, meyakinkan hyung tertuanya itu, karena ia tahu, diantara semua member, Leeteuk lah yang selalu ikut memikirkan hubungannya dengan Kyuhyun.
"Dia memberi mu cincin baru?" tanya Leeteuk lagi, Sungmin memandang kejari manisnya, cincin pemberian Kyuhyun semalam sudah ia pakai sekarang.
"Sama dengan cincin yang dipakai Kyuhyun" Shindong ikut berbicara, tadi pagi ia memang sempat melihat jari Kyuhyun da nada cincin yang sama persis dengan milik Sungmin yang dipakai sekarang.
"Kyuhyun melamar mu?"
"A..ani…terlalu cepat untuk memikirkan sebuah pernikahan hyung" lirih Sungmin, Leeteuk mengangguk tanda mengerti, dia mengedarkan pandangannya kearah lain, ia menemukan sosok Kyuhyun yang tengah asik beradu game dengan Donghae.
"Aku rasa ia memang cukup bisa diandalkan"ucap leeteuk pelan
"eoh? Apa maksud mu hyung?" tanya Sungmin tak mengerti
"Semoga kalian bahagia" jawab Leeteuk seadanya, mengusap kepala Sungmin lalu beranjak dari tempatnya dan pergi dari dorm lantai 11, dia harus memenuhi jadwal. Sungmin menatap Shindong seakan bertanya maksud ucapan Leeteuk.
"Kyuhyun sangat mencintai mu, kurasa kau tahu itu" Shindong mengangkat piringnya yang sudah kosong dan membawanya ke bak cuci, Sungmin terdiam, ia memandang Kyuhyun, dan menyengirtkan dahinya saat Kyuhyun menerima sebuah panggilan di handphonenya lalu berubah raut mukanya. Tak beberapa lama, Kyuhyun memutuskan panggilan itu, memandang Sungmin.
"Eomma"ucapnya sangat pelan, namun Sungmin mengerti apa yang ia ucapkan.
.
.
.
.
Kyuhyun menghela nafasnya, mencoba mempersiapkan dirinya, perlahan ia melangkahkan kakinya, masuk kedalam sebuah bangunan rumah yang cukup megah, rumahnya, rumah kediaman keluarga Cho. Ibunya memintanya untuk datang kerumah saat menghubunginya tadi pagi, dank arena ia taka da jadwal sampai malam nanti di Radio Show, Kyuhyun memutuskan untuk menemui ibunya hari itu juga. Ia akan mencoba menjelaskan pada ibu nya. Lebih cepat masalah ini selesai maka akan lebih baik.
Kyuhyun mendapati eommanya tengah duduk sendirian di taman belakang rumah, Kyuhyun berjalan menghampiri beliau.
"Eomma" sapa Kyuhyun, Nyonya Cho memandang putranya tersebut.
"duduklah"pinta nyonya Cho pada Kyuhyun, dan Kyuhyun menurutinya, ia duduk berhadapan dengan eommanya.
"Tidak bisakah kau kembali seperti dulu?" tanya Nyonya Cho tiba-tiba, dan pertanyaan ini sudah diduga Kyuhyun, Kyuhyun hanya terdiam, Nyonya Cho tersenyum miris.
"Kau bahkan menolak Victoria" ucap Nyonya Cho lagi
"Eomma tahu apa jawaban ku" jawab Kyuhyun, ini benar-benar harus segera diselesaikan
Nyonya Cho memandang Kyuhyun tak percaya, ada rasa sakit, ia tak menyangka putranya benar-benar sudah bulat dengan keputusannya seperti itu.
"Kenapa Kyu? Kenapa harus seperti ini?" kini Nyonya Cho tak bisa membendung air matanya, Kyuhyun kini terluka, sungguh bukan maksudnya membuat Eomma yang begitu ia sayangi mengeluarkan air mata seperti ini, kini Kyuhyun tahu bagaimana perasaan Sungmin saat berhadapan dengan ibu nya saat mengatakan kebenaran ini, pasti sangat sakit melihat ibu mu menangis karena perbuatan mu.
"Mianhae eomma" ucap Kyuhyun
"Aku tidak pernah meminta apapun padamu, tapi sekarang bisakah kau mengabulkan apa yang aku minta?"
"Mianhae eomma…aku mencintainya" Kyuhyun masih pada pendiriannya, Sungmin sudah berani menghadapi dan meyakinkan orang tuanya, Kyuhyun pun ingin melakukan hal yang sama. Hancur sudah pertahanan nyonya Cho, air matanya mengalir deras, ia tak mampu mengucapkan apapun.
"Kumohon..maafkan aku eomma…tidak bisakah kau membiarkan ku kali ini mendapatkan kebahagian ku" Kyuhyun mencoba meraih tangan ibunya, tapi dengan cepat Nyonya Cho menolaknya.
"Kabahagian seperti apa? Kebahagiaan hubungan mu dengan Sungmin? Bagaimana bisa kau mencintai hyung mu sendiri Kyu? Kenapa?" lirih Nyonya Cho,sambil terus menghaus air matanya yang tak mau berhenti keluar.
"Disisi Sungmin aku merasa nyaman, didekatnya aku merasa bahagia, tidak bisakah eomma merasakan itu?, apa yang eomma khawatirkan selama ini tak akan pernah terjadi, semua akan baik-baik saja eomma…aku mohon…." Kini Kyuhyun pun tak kuasa menahan tangisnya, kenapa sesulit ini meyakinkan eommanya, kenapa harus seperti ini. Nyonya Cho memandang Kyuhyun yang tengah menunduk dihadapannya, ingin rasanya mendekap Kyuhyun yang tengah menangis, tapi ego melarangnya.
"Apa yang ada ditangan mu?" tanya Nyonya Cho saat melihat cincin ditangan Kyuhyun, tidak biasanya Kyuhyun mengenakan cincin. Kyuhyun mengangkat kepalanya, memandang sebentar kearah jarinya.
"Ini…cincin pernikahan kami"
"Cho Kuhyun!" bentak nyonya Cho
"Ku mohon eomma…aku benar-benar tak bisa melepaskannya" ucap Kyuhyun lagi.
"Kenapa kau bisa melakukan hal seperti ini?"Nyonya Cho kembali menangis, bagaimana mungkin Kyuhyun menikah tanpa restunya.
"Aku dan Sungmin…kami akan menunggu mu sampai kau merestui kami eomma,,,ku mohon beri aku kesempatan menemukan kebahagiaan ku sendiri" dan ucapan Kyuhyun membuat Nyonya Cho kembali terkaget, dan kini hanya kacau. Ia ingin Kyuhyun bahagia, dan beliau sadar kebahagiaan itu sudah muncul, tapi…hatinya masih ragu.
TBC
Minahae..mianhae..mianhae…hanya itu yang bisa saya ucapkan jika semuanya merasa tidak puas dengan part ini T.T
Maaf jika part ini sangat pendek..
Masih sibuk bgt…
Gomawo udah mau baca..
Terima kasih banyak..
