Annyeong….PART 9
Uri-neun…Lian Cul Ah dan Park Soo Hoon ^^
Kembali membawa FF baru, FF ini terinspirasi dari Drama Korea Yaoi berjudul "Life Is Beautiful" , akan ada beberapa bagian yang berbeda dengan drama aslinya karena drama tersebut cukup panjang, jadi kami mengambil beberapa bagian yang memang penting.
Cast : Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Victoria
Sunny
Other SUPER JUNIOR member
Mr & Mrs Cho
Mr & Mrs Lee
Lee Sungjin
Rated : M *marture Content
Genre : Hurt , Drama, & Romantic
Desclaimer : Kyuhyun dan Sungmin milik diri mereka sendiri, orang tua mereka, dan Tuhan
Summary : Ini bukan tentang salah atau benar, dosa atau bukan, tapi inilah Cinta kami.
WARNING : TYPO(S) / YAOI / BL/ NC
Junjung (?) Asas per- FF'an : NO COPY, NO BASH, DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READ ^_^
.
.
.
"Yeobseo appa"sapa Kyuhyun mengangkat telpon genggamnya
"….."
"Haruskah sekarang"Tanya Kyuhyun tidak yakin.
"…"
"Tidak bisakah aku sendiri saja?"Tanya Kyuhyun mencoba untuk menawar, sekarang menjadi semakin bingung dengan permintaan sang appa
"….."
"Nde arasso, aku akan kesana sekarang"kata Kyuhyun lalu menutup panggilannya.
Sungmin beranjak berdiri lalu berjalan mendekat kearah Kyuhyuh yang mengalihkan handphonenya dari telinganya "ada apa?kenapa ayahmu menghubungimu?" tanya Sungmin, rasa khawatir tiba-tiba menyerang pikirannya, meski Appa Kyuhyun sudah memberi restu, tapi Sungmin masih selalu kepikiran jika berhebungan dengan orang tua Kyuhyun tersebut, apalagi memingat Umma Kyuhyun yang belum menunjukan akan memberi restu, atau mungkin tidak akan pernah memberi restu sama sekali.
"Appa meminta kita menemuinya sekarang"kata Kyuhyun sambil meremas ponsel yang masih berada dalam genggamannya
"Mwo?"Sungmin terkejut, namun kemudian Sungmin mengangguk, meski ia tak tahu sama sekali apa yang ingin Appa Kyuhyun bicarakan dengan mereka berdua.
"Bersiaplah dan kita berangkat"kata Kyuhyun sambil berjalan kearah lemari lalu mengambil baju ganti dan mantel hangat untuk Sungmin dan untuknya.
Selesei mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih sopan, mereka berdua bergegas menuju mobil milik Kyuhyun yang tengah terparkir di bassment dorm mereka. Tampak sangat jelas bagaimana raut wajah mereka. Bersikap untuk tidak terjadi apa-apa pun sangat tidak mungkin. meskipun mereka tegar dan kuat tapi jika selalu saja dihadapkan masalah seperti ini tidak menutup kemungkinan membuat mereka untuk menyerah sampai disini. Mungkin pada akhirnya mereka memang harus menyerah pada keadaan yang menghakimi mereka. Mungkinkah ini balasan dari sikap egois mereka selama ini. Banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran mereka. tak ada yang mampu menghapus keheningan ini. mereka berdua hanya mampu diam tanpa bisa membuka mulut mereka yang tiba-tiba kelu. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
Dan disinilah mereka berada. Tepat didepan kediaman keluarga Cho yang mewah. Tidak heran mengapa Kyuhyun menjadi member terkaya nomor tiga mengingat usaha ayahnya dalam bidang pendidikan. Karena usaha milik ayahnya itu juga yang membuat nyonya Cho sulit sekali untuk memberikan restu kepada putranya yang memiliki cinta yang "special". Setelah melepas sabuk pengaman miliknya Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin lembut seakan ingin menguatkan Sungmin dengan apapun yang terjadi nanti. Dan Sungmin hanya mampu tersenyum, hanya itu yang mampu ia lakukan. Pikirannya terlalu kalut dan bibirnya terlalu kelu untuk mengatakan sesuatu. Mereka berdua lalu turun dari mobil milik Kyuhyun dan berjalan beriringan menuju ke dalam rumah mewah itu.
"Tuan muda sudah datang? Tuan besar menunggu kalian diruang keluarga" sapa kepala pelayan kediaman keluarga Cho. Mereka berdua mengikuti kepala pelayan itu menuju ruang keluarga. Tampak dalam keluarga tersebut sang kepala keluarga tuan Cho tengah duduk dan menikmati secangkir teh yang ada ditangannya sedangkan nyonya Cho tengah membolak balik majalah fashion terbaru.
"Permisi tuan besar, tuan muda sudah datang"kata kepala pelayan itu sambil membungkukkan badan kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga.
" Kalian berdua duduklah"pinta tuan Cho pada kedua pemuda yang kini tengah berdiri kaku. Kyuhyun dan Sungmin terdiam sesaat, melihat ada Umma Kyuhyun disana, membuat Kyuhyun maupun Sungmin tampak gugup. Kyuhyun dan Sungmin pun duduk berhadapan dengan Tuan Cho.
Dalam duduknya nyonya Cho hanya mampu memandang anaknya sendu, tak mengucapkan apa-apa, bahkan tak memanggil Kyuhyun sayang seperti biasanya karena Kyuhyun sedniri juga hanya terdiam melihat sang ibu yang terdiam memandangnya.
"Jadi apakah kalian benar – benar bersama?"Tanya tuan Cho yang berhasil membuat Kyuhyun membelalakan mata.
"Appa"hanya itu yang mampu Kyuhyun katakana, terkaget karena tiba-tiba sang appa menanyakan hal tersebut, bingung akan menjawab apa.
"Maksudku apa kalian benar-benar saling mencintai?"Tanya tuan Cho sekali lagi ingin memperjelas hubungan mereka
"Yeobo"sela nyonya Cho tidak percaya
"Biarkan mereka menjawabnya terlebih dahulu yeobo" kata tuan Cho menenangkan istrinya
Sekali lagi tuan Cho menatap lekat kedua pemuda yang ada dihadapannya "apa kalian benar-benar bisa menjaga cinta kalian? Apa kalian mampu menanggung segala hal yang nantinya menjadi konsekuensi kalian? Apa kalian siap dengan semua itu tanpa merepotkan siapapun termasuk manajemen kalian?"
"Apapun akan aku lakukan untuk melindungi Sungminku appa. Apapun nanti masalah yang ada didepan aku akan siap menjadi tameng untuk kekasihku. Kami telah bersiap untuk kemungkinan yang ada"jawab Kyuhyun mantap
"Meskipun itu kemungkinan buruk? Kemungkinan dimana kalian bisa saja berpisah?" ucap Nyonya Cho lirih, ketakutan terbesarnya kini adalah Kyuhyun akan semakin terluka jika tetap nekat dengan apa yang ia jalani saat ini.
"Bagiku kemungkinan yang ada adalah kebahagiaan eomma.. bukankah saat itu aku mengatakan bahwa aku tidak akan menyakiti Sungmin hyung? Karena itu aku akan melakukan apapun agar kemungkinan terburuk itu tidak terjadi" kata Kyuhyun mantab, inilah moment terbaik untuk meyakinkan sang Umma, Kyuhyun ingin umma nya benar-benar menerima keadaan mereka, dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
"Baiklah Kyuhyun hiduplah sesuai dengan apa yang kau inginkan, jika kau bisa bahagia bersama Sungmin maka bahagialah kalian berdua. Carilah kebahagiaan kalian sendiri. kalian sudah besar. Hiduplah sesuai dengan cara yang kalian anggap benar."kata tuan Cho
"Yeobo" Nyonya Cho menatap lekat suaminya karena tidak percaya dengan restu yang begitu mudah diberikan sang suami untuk putra yang paling ia cintai itu.
"Sungmin jagalah Kyuhyun. Aku tahu kau mencintaiya dan hanya kau yang mampu mengendalikan Kyuhyun. Aku percayakan anakku padamu" Pinta tuan Cho pada Sungmin tanpa memperdulikan nyonya Cho.
"Terima kasih banyak abonim maaf jika kami mengecewakanmu"jawab Sungmin masih menundukan kepalanya
"Yeobo"nyonya Cho masih tidak terima dengan keputusan suaminya.
"Yeobo sudahlah.. jangan perlakukan Kyuhyun seperti ini. bukankah dia anak yang kau lahirkan dari rahimmu? Bukankah dia yang selama 26 tahun ini selalu memanggilmu eomma. Berhentilah sampai disini. Sudah saatnya kita membiarkan anak-anak kita memilih jalan kebahagiaan mereka sendiri. jika kau masih bersikap seperti ini maka kau yang akan tersakiti. Berhentilah. Cukup sampai disini. Restui mereka"kata tuan Cho menjelaskan kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu mendekat kearah nyonya Cho yang tengah terisak mendengar semua perkataan suaminya.
Kyuhyun mendekat kearah kedua orang tuanya lalu memeluk mereka.
"Mianhe eomma..tapi aku mohon restui kami" pinta Kyuhyun seraya memeluk kedua orang tuanya erat. Nyonya Cho masih terdiam dengan airmata yang terus mengalir namun beberapa detik kemudian nyonya Cho membalas perkataan Kyuhyun dengan pelukan yang erat. Sungmin masih terdiam ditempat duduknya memandang keluarga Cho saling berpelukan.
"Kau tidak ingin memelukku Sungmin-ah?"Tanya nyonya Cho setelah melepas pelukan suami dan anaknya. Dengan sedikit ragu Sungmin melangkah kearah nyonya Cho dan memeluknya. Dan kini mereka berempat tengah berpelukan meluapkan segala perasaan yang selama ini terpendam. Tanpa dijelaskan lebih jauh lagi, semua sudah jelas. Kenyataannya Nyonya Cho hanya selalu dibayangi ketakutan tentang apa yang akan menimpa Kyuhyun, karena sejujurnya ia tahu hanya dengan Sungmin, Kyuhyun akan mendapatkan kebahagiaannya.
"Sudah malam kalian menginaplah saja" Tuan Cho melepaskan pelukannya lalu menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian.
"Tidak abonim kami tidak ingin merepotkan" jawab Sungmin sambil tersenyum sambil menatap Kyuhyun lalu ditanggapi anggukan oleh Kyuhyun.
"Ini sudah malam sangat berbahaya menyetir pada malam hari" lanjut Nyonya Cho
"Eomma terlalu berlebihan bukankah kami ini pria kami bisa menyetir kapanpun kami mau"kata Kyuhyun menenangkan eommanya yang terlihat begitu khawatir.
"Baiklah, eomma akan mencabut restu eomma jika kalian masih tetap menolak untuk menginap"ancam nyonya Cho lalu beranjak pergi.
"Yakk eomma jangan seperti itu..baiklah kami menginap"kata Kyuhyun sedikit berteriak.
Tuan Cho dan Sungmin hanya bisa tersenyum melihat adegan ibu dan anak yang kenak-kanakan.
.
.
.
"Apa yang kau rasakan Min?" Tanya Kyuhyun sambil menatap wajah Sungmin lekat. Saat ini mereka telah berada dikamar Kyuhyun dan tengah berbaring lengkap dengan piyama mereka.
"Apakah ini nyata? Ini bukan mimpi kan Kyu?" Sungmin balik bertanya. Tanpa menjawab Kyuhyun menggeser tubuhnya hingga kini ia berada diatas Sungmin.
~Chu~
"Apa masih seperti mimpi?"Tanya Kyuhyun dengan senyum jahilnya
"Aishhh kita sedang dirumahmu, jangan macam-macam, cepat singkirkan tubuhmu" Sungmin mencoba mendorong tubuh Kyuhyun menjauh dari tubuhnya, tapi tidak berhasil. Kyuhyun lebih kuat menahan tubuhnya untuk tetap menindih tubuh Sungmin.
"Tapi aku ingin seperti ini Chagy.. bukankah kamarku jauh dari kamar orang tuaku"ucap Kyuhyun seductif
"Aishh tetap saja sangat memalukan jika orang tuamu mengetahui ini"kata Sungmin kesal
"Chagy" Kyuhyun masih bertahan dengan posisinya sambil menciumi wajah Sungmin.
"Cepat tidur atau kau sama sekali tak akan pernah mendapatkan jatahmu"kata Sungmin dengan nada mengancap. Kyuhyun langsung diam dan kembali keposisi awal dan menarik selimut tebal lalu memejamkan mata tanpa protes sedikitpun.
Sungmin yang melihatnya hanya tersenyum, ia juga membenarkan selimutnya, menyamankan posisi tidurnya mendekat dengan tubuh Kyuhyun, dengan poasti Kyuhyun meraih tubuh Sungmin lalu mendekapnya, Sungmin balas mendekap Kyuhyun lalu mereka berdua mencoba untuk tidur.
.
.
.
.
"Kau tau kemana perginya mereka?"Tanya Yesung khawatir mengetahui dua dongsaengnya tidak ada dikamarnya, apalagi member dilantai 11 adalah tanggung jawabnya, jika nanti Leeteuk sang leader mengetahui Kyuhyun dan Sungmin tidak berada di dorm selarut ini, dia bisa disalahkan.
"Bukankah mereka tadi dikamar"jawab Eunhyuk sambil membuat susu strawberry didapur
"Aku pikir juga seperti itu tapi ternyata mereka tidak ada dikamar"jawab Yesung
"Kau sudah mencoba menghubunginya?"Tanya Ryeowook yang terbangun karena Shindong memintanya untuk memasak makanan. Kini mereka bertiga duduk di ruang tengah lantai 11. Meski sudah dini hari, tapi rasa kantuk seakan hilang jika mereka sudah berkumpul bersama seperti ini.
"Ahh benar juga akan kucoba hubungi salah satu dari mereka"kata Yesung lalu mengambil ponsel miliknya disaku celana piyamanya.
"Yeobseo Kyuhyun ah kau dimana?kenapa tidak ada didorm?apa kalian baik baik saja?"
"…"
"ahh begitu? Baiklah tidurlah dengan nyenyak, jaljayo"
"…"
"Dimana mereka hyung?" Tanya Eunhyuk penasaran saat Yesung menutup panggilannya.
"Dirumah Kyuhyun" jawab Yesung sembari kembali memasukan handphone disaku celananya.
"Mwo? Jadi apa Eomma Kyuhyun sudah menerima hubungan mereka?"
"Apa terjadi sesuatu dengan hubungan mereka?"Tanya Yesung penasaran
"Haruskah aku memberitahumu hyung?" Eunhyuk membalas lirikan mata Yesung
"Yakk aku ini hyungmu.. aku harus tahu apa yang sedang terjadi pada dongsaengku"
"Dan aku dongsaengmu yang tidak suka punya hyung terlalu ikut campur"kata Eunhyuk jahil lalu menjulurkan lidah pada Yesung. Yesung yang kesal lalu mengejar Eunhyuk yang berlari menuju kamarnya.
"Ikan teri berhenti" teriak Yesung, Ryeowook hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua hyung nya itu.
.
.
.
.
Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang hangat menyapa setiap insan yang bersiap untuk menghadapi hari ini. hari ini akan menjadi hari yang begitu indah mengingat bagaimana semalam Kyuhyun dan Sungmin telah mendapatkan restunya. Mulai sekarang mereka tidak akan lagi bersikap egois dengan hubungan mereka. mulai hari ini mereka akan menjalani kisah mereka dengan keeterbukaan. Sekarang hanya tinggal bagaimana cara mereka ketika suatu saat nanti semua fans mereka mengetahui hubungan special mereka. meskipun Kyuhyun tidak peduli akan hal itu.
"Aku mencintaimu Kyu"kata Sungmin lalu mengecup bibir Kyuhyun. Lalu beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Kyuhyun yang masih bergelut dengan mimpinya.
.
.
.
.
"Selamat pagi eommonim?"Sapa Sungmin, ia sudah mandi dan kini berjalan menuju dapur saat melihat Nyonya Cho berkutat sendirian didapur.
"Kau sudah bangun?mana Kyuhyun?"Nyonya Cho tersenyum kepada Sungmin, namun tak mendapati putra nya saat Sungmin keluar dari kamar.
"Dia masih tidur eommonim..mungkin dia kelelahan"jawab Sungmin sopan
"Duduklah akan kubuatkan kopi untukmu"
"Tidak usah eommonim biar aku saja"
"Duduklah"paksa Nyoinya Cho, dan Sungmin hanya mampu menuruti, meski masih canggung tapi Sungmin berusaha untuk bersikap biasa.
Sungmin duduk sambil memperhatikan ibu dari kekasihnya itu menyiapkan kopi untuknya. Semua ini masih seperti mimpi baginya. Sungmin masih belum percaya bahwa ia akan mendapat restu dari ibu Kyuhyun yang sejak awal menolak untuk memberi restu. Semuanya seperti sebuah keajaban. Sungmin sungguh bangga dikelilingi oleh orang-orang yang bisa menerima hubungannya dengan Kyuhyun. Sungmin tersenyum sendiri dalam duduknya, teringat bagaimana ia dulu juga sempat sering bermanja pada Nyonya Cho karena Nyonya Cho sangat menyayangi nya seperti dengan member lainnya, tapi kali ini, Sungmin bahkan diterima sekaligus menjadi kekasih Kyuhyun.
"Apa yang kau lamunkan?" Nyonya Cho berjalan mendekati Sungmin yang duduk, terdiam. Nyonya Cho menyodorkan kopi untuk Sungmin dan satu cangkir kopi sendiri untuknya, lalu duduk berhadapan dengan Sungmin.
"A…Ani eommonim"jawab Sungmin tergagap.
"Mulai sekarang kau bisa memanggilku Eomma"kata nyonya Cho sambil menikmati kopinya
"Eom…Eommonim..aku" Sungmin tidak percaya dengan apa yang diucapkan Nyonya Cho
"Minumlah kopimu" ucap Nyonya Cho sambil tersenyum kearah Sungmin, Sungmin mengangguk lalu meminum kopi yang dibuatkan oleh eomma Kyuhyun.
"Eomma mu bukankah menjadi eomma Kyuhyun? Jadi aku adalah eomma mu juga. Aku akan menemui Eomma mu setelah ini, dan semua sudah baik-baik saja" lanjut Nyonya Cho, Sungmin tersenyum menanggapi ucapan Nyonya Cho. Ya…semua sudah baik-baik saja. Setidaknya keluarganya dan keluarga Kyuhyun sudah menerima mereka.
"Kenapa kau tidak membangunkanku Min?"Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin dan eommanya yang sedang mengobrol berdua. Kyuhyun terbangun dan tidak mendapati Sungmin disisinya, ia pun segera beranjak dan mandi lalu baru keluar kamar.
"Tidurmu nyenyak sekali Kyu aku pikir akan lebih baik jika kau tidur lebih lama lagi"Sungmin melempar senyum terbaiknya kepada Kyuhyun yang berjalan mendekatinya lalu mengusap kepalanya sesaat.
"Kita harus pulang sekarang Leeteuk hyung sudah memintaku untuk segera datang ke acara variety show, Yesung hyung bahkan menelpon ku saat kau sudah terlela-p semalam"kata Kyuhyun sambil mengambil secangkir kopi yang Sungmin pegang lalu meminumnya.
"Kalian tidak sarapan disini terlebih dahulu?"Nyonya Cho memandang Kyuhyun dan Sungmin bergantian.
"Kami sudah ditunggu untuk jadwal pagi ini eomma"kata Kyuhyun sembari meletakan kembali cangkir kopi yang sudah kosong tersebut.
"Begitukah? Kalo begitu hati-hati dijalan, sampai bertemu di Kona Beans nanti malam nde"
"Sampaikan salamku untuk appa eomma"kata Kyuhyun lalu menggenggam tangan Sungmin, memintanya untuk beranjak dari duduk manisnya
"Kami pergi eomma..terima kasih banyak"kata Sungmin sambil membungkukkan badan
"Kalian harus sering-sering kesini"kata nyonya Cho lagi saat Kyuhyun dan Sungmin sudah bersiap keluar dari rumah.
"Nde"jawab mereka berdua serempak, menundukan kepala, lalu pergi dari kediaman keluarga Cho.
"Kau memanggilnya eomma?"Tanya Kyuhyun tidak percaya. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ketempat yang sudah Leeteuk beritahu. Hari ini Super junior harus memenuhi jadwal untuk menghadiri sebuah variety show.
"Apa tidak boleh?" Sungmin menatap Kyuhyun yang berkonsentrasi menyetir
"Bukan begitu..hanya saja"
"Eommamu yang menyuruhku memanggilnya seperti itu" Sungmin tersenyum senang, Kyuhyun memandang Sungmin sebentar lalu ikut tersenyum.
"Ahh baguslah kalo begitu" Kyuhyun menghela nafas lega, semua memang sudah lebih baik.
.
.
.
.
.
.
Kedua insan yang sedang dimabuk asmara ini sama sekali tidak bisa menyembunyikan raut wajah mereka yang begitu bahagia. Raut wajah yang selama 5 tahun ini tidak bisa lepas dari rasa kekhawatiran dan egois yang mereka miliki. Raut muka itu kini selalu diselimuti oleh riang tawa yang begitu lepas tanpa beban yang memenjarakan mereka. benteng pertahanan itu telah kokoh kembali dengan puing-puing restu yang telah mereka terima dari masing-masing orang tua mereka.
"Kau tahu Min aku sama sekali tidak menyangka jika pada akhirnya kita bisa melewati semua ini"kata Kyuhyun sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh montok kekasihnya. Saat ini mereka sedang berada dikamar mereka. Tempat yang menjadi persatuan cinta mereka. Kyuhyun terus menciumi bahu putih milik Sungmin yang terpampang jelas didepan Kyuhyun.
"Aku rasa kita memang pria yang hebat dan special Kyu"jawab Sungmin sambil membetulkan letak selimut yang menutupi tubuh telanjang mereka.
"Special?"Kyuhyun sedikit mengernyitkan alisnya bingung dengan perkataan kekasihnya.
"Cinta kita dan perjuangan kita bukankah special? Cinta kita mampu bertahan dalam keadaan yang seperti ini. meskipun aku sempat ingin menyerah tapi ternyata aku kembali lagi kepelukanmu"kata Sungmin sambil mengelus lengan yang tengah memeluknya.
"Aku rasa kau sudah bergantung padaku Min"
"Aku rasa begitu Kyu. Kau seperti candu dalam hidupku. Kau juga seperti oksigen dalam setiap helaan nafasku, aku benar-benar mencintaimu Kyu" Sungmin menatap wajah tampan Kyuhyun lalu mengusap peluh yang masih tertinggal didahi Kyuhyun.
"Seharusnya aku yang mengucapkan itu Min, aku tahu karna itu aku tidak akan pernah membiarkan kemungkinan terburuk menimpa kita, apapun akan ku perjuangkan demi cinta kita" ucap Kyuhyun meyakinkan, ia menggengam tangan Sungmin yang masih saja menelusuri tiap lekuk wajahnya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?"
"Kita akan menemui orang tuamu memberitahu mereka bahwa kita telah menerima restu dari ibuku setelah itu kita akan mempertemukan kedua orang tua kita untuk membicarakan pernikahan kita"
"Eomma mu tadi bilang, ia sendiri yang akan berbicara pada eomma ku soal kita" Kyuhyun menatap Sungmin, Sungmin tersenyum lalu mengangguk.
"Tapi…apa kau yakin Kyu? Kita masih terikat kontrak dengan SM, apa yang akan terjadi dengan fans mengetahui tentang ini?" Wajah Sungmin berubah menjadi sendu, mengingat bahwa masih banyak tanggung jawab yang harus ia selesaikan tentang hubungan mereka berdua.
"Mereka akan mendukung kita. Tenang saja"
"Tapi banyak juga yang akan menghujat kita. Tidak semua orang bisa menerima hubungan seperti ini Kyu"lirih Sungmin
"Kita akan mencari jalan keluar yang tidak akan merugikan siapapun chagy"ucap Kyuhyun mantab, sebnarnya ia tidak peduli dengan tanggapan siapapun termasuk fans terhadap hubungannya dengan Sungmin, bagi Kyuhyun, restu dari orang tua mereka jauh lebih dari cukup
"Ada aku, semua kan baik-baik saja. Bukankah kita sudah melewati yang jauh lebih sulit daripada ini?" lanjut Kyuhyun, Kyuhyun menarik tubuh Sungmin lebih mendekat padanya, lalu kembali merubah posisinya kembali menindih Sungmin.
"Tapi….aaaahhhh Kyuuhhhh" Desah Sungmin tertahan, Kyuhyun bergerak lamban pada tubuhnya
"Sudahlah Chagi ayo kita teruskan yang tadi" Kyuhyun melumat bibir Sungmin, mencoba memancing kembali gairah Sungmin, menggerakan miliknya yang memang masih bersarang di hole Sungmin semnjak permainan mereka sebelumnya. Bergerak lamban, naik turun, dengan gerakan konstan tapi pasti menusuk Sungmin tepat
"Mmppptttt…Nnhhhh…ssshhh" Sungmin kembali mendesah tetapi tertahan karena Kyuhyun terus menciumnya, Sungmin membuka kakinya lebih lebar agar Kyuhyun lebih dalam memasukinya.
Desahan itu kembali terdengar dari ruangan mereka. setelah beristirahat sebentar akhirnya mereka memulai lagi penyatuan cinta mereka. desahan demi desahan keluar dari bibir seksi milik Sungmin. Bibir berbentuk M itu dengan seksinya menyebutkan nama Kyuhyun berkali-kali menandakan bahwa dia menikmati setiap sentuhan dan tusukan yang Kyuhyun berikan. Inilah yang membuat keduanya tidak bisa berpisah, keduanya saling bergantung sama lain.
"Aaaannhhhh!kyuhyun…kyuhhh…aaahhhhh…kauuu lebih Kyu….lebih lagi…aaaahh…. Ahhhhh,,,,ssshhhh!"rancau Sungmin. Mendengar desahan Sungmin, Kyuhyun semakin terlena akan kenikmatan yang ditawarkan oleh tubuh polos yang ada dibawahnya. Bisa sungmin rasakan milik Kyuhyun yang besar dan memenuhi holenya berdenyut-denyut dan panas, memberikan sensasi yang menyenangkan pada syaraf di sepanjang dinding hole Sungmin.
Sungmin membuka matanya ketika merasakan jilatan pada telinganya yang basah. Dirasakannya Kyuhyun menyentuh nipplenya dan tangan satunya menyentuh junior milik Sungmin untuk meredam rasa sakit sekaligus nikmat yang menyerang.
" Aaaaaaghhh~!"desah Sungmin ketika Kyuhyun memasukinya lebih dalam. Kyuhyun kemudian menarik pinggulnya hingga hanya kepala juniornya yang tertinggal didalam hole Sungmin, lalu menghentakanya dengan cepat kedalam, Ia tarik lagi lalu hentakan lagi. Kali ini lebih cepat dan keras dari sebelumnya.
"Aaahhh..ahh!aahhh…aaahahhh!akhhh..ahhhh,,akkkhhhhh!" pekik Sungmin merespon tusukan-tusukan Kyuhyun dibawah sana. Tanpa mengurangi frekuensi tusukannya yang semakin membawa mereka ke dalam kenikmatan. Cairan hangat keluar dari junior Sungmin, ia mendapatkan klimaksnya lebih dulu. Kyuhyun masih menggenjot tubuhnya dengan sangat cepat.
"Ooohh….aaaaahhhh….aaaahhhhhh…..ah..ah…Kyu…." Sungmin masih terus mendesah karena Kyuhyun masih menusuknya tepat pada G-Spotnya, setiap kali ujung junior Kyuhyun menyentuh bahkan menekannya membuat tubuh Sungmin berkedik sekaligus merasakan nikmat.
"AAAAAAAAAAAAAANNGHHHHH~~~teriak Kyuhyun ketika dirinya melepaskan klimaksnya sambil menggeram di tengkuk Sungmin. Kyuhyun bisa merasakan spermanya mengalir deras dan banyak. Kyuhyun mengangkat wajahnya dari tengkuk Sungmin diliriknya wajah sungmin yang kini terkulai lemas di hadapannya. Lalu Kyuhyun membawa Sungmin dalam pelukannya. Dengan lembut ia mengecup bibir Sungmin yang sudah bengkak akibat ciuman panasnya tadi.
"Tidurlah aku mencintaimu chagy"
"Aku juga mencintaimu Kyu"
"Sekarang jangan berfikir terlalu berat lagi, jalan cerah sudah menanti kita, percayakan semua hidupmu padaku akan aku perjuangkan segalanya untukmu"
"Terimakasih Kyu, aku beruntung memilikimu"
"Aku jauh lebih beruntung bisa mencintaimu dan memilikimu seutuhnya, sekarang pejamkan matamu dan bukalah matamu esok hari dengan perasaan bahagia yang menyelimutimu, SARANGHAE"
"Nado saranghae"
Hidup memang tak seindah apa yang kita rancang. Mereka masih percaya cinta, karena mereka masih percaya Tuhan. Mungkin cinta mereka ini adalah sebuah cinta yang salah. Tapi mereka hanya ingin menikmati bahagia, menikmati rasa nyaman mencintai dan dicintai. Dan mereka tak akan pernah mengutuki apa yang telah terjadi, karena apapun dan bagaimanapun rancangan Tuhan akan tetap indah.
Dear God…
In Your Majesty, Your create differences..
In our arrogance, we question Your wisdom..
In Your mistery, You create temptation..
Lead us to the joy of love redivined..
Amin?
( Kyuhyun-Sungmin )
FIN.
~Bukan berarti cinta itu indah jika bersama..
Dan bukan berarti cinta itu sakit jika berpisah..
Tapi bukankah cinta akan lebih indah dan pantas jika kita mau memperjuangkannya sampai dimana kita tidak mampu untuk mendapatkannya..
Cinta bukanlah angin yang hanya berhembus lalu menghilang begitu saja
Tapi cinta adalah udara yang selalu ada dan selalu dibutuhkan.
kita tahu, hidup ini adalah sebuah perjalanan dan kita hanya diberi kesempatan satu kali. Tak ada rewind, tak diizinkan kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita.
berkorban itu adalah sebuah keindahan, ada senyum dibalik air mata, ada tawa dibalik helaan nafas dan ada kenikmatan dan rasa yang membuncah ketika melihat orang lain tersenyum bahagia.
Sekali lagi, kita yakin, Tuhan itu ada...dan Dia tersenyum ketika kita berani berkorban untuk orang yang kita sayangi...karena Tuhan akan membayar pengorbanan kita dengan sesuatu yang jauh lebih indah dari apa yang kita rasakan sekarang…
GYAAAAAA….SELESAI…FINISH..AKHIRNYAAAA…*sujud sukur
hehehehe…mianhae jika part ini lama banget publisnya ^^V
2 author super mecum ini lagi sibuk menyelesaikan skripsi
Mianhae juga kalo part End ini agak mengecewakan…Skripsi membuat kami tidak bisa beryadong lebih baik seperti sebelumnya XDD
OKHAE….Gomawo buat semua yang udah mau baca…
Gomawo juga karena sabar menanti (?)
Dan juga…Gomawo atas Riview yang diberikan..kami sangat menghargai setiap masukan ataupun kritikan yang diberikan.
Dan akhirnya..BYEEEEEE…..sampai ketemu di FF kolab berikutnya
*Kapan ya ==' ragu XDD
