Sebelumnya Author newbie ini mau ngucapin terimakasih buat yang ngreview.. sungguh kalian telah membuatku tambah semangat Nulis. Heheh..

Maaf juga ga bisa balas reviewnya satu-satu,dikarenakan sang authornya sesuatu ,nyahahah... alasan!

Oia,aku disini ga bisa menjamin Naruto tidak menderita,hehe.. tapi,tenang aja ko.. semuanya dapat porsi yang sama. Ya udah! Kebanyakan capcup.

Selamat membaca! ^,^

Disclaimer: sudah tahu pasti kan?

Pair : sasufemNaru

Rate : T

Gendre: romance,drama.

WARNING: OOC,GAJE,ABAL,typos ,DLL

Chapter 2 (pernyataan Cinta)

Naruto datang kesekolahnya dengan berseri-seri,wajah semangat dan senyum manisnya yang terlihat hangat,membuat siapa saja yang melihatnya terpesona. Apalagi 2 lesung pipitnya itu,membuat semua siswa menahan nosebleed,sangat manis dan cantik. Dan membuat para siswi melihatnya iri karena merasa Naruto terlalu cantik. Uh.. kasihaaan...

"ohayou Naru-chan" sapa beberapa siswa yang berpapasan dengannya,dan Naruto membalasnya dengan ramah,membuat fansnya bertambah banyak saat itu juga.

Sebuah tepukan dipundak Naruto membuat Naruto menoleh kearah belakang.

"ah..ohayou Hinata-chaan~" sapa Naruto riang

"o-ohayou Naru-chan" balasnya lembut. Naruto celingukan mencari sesuatu. "kemana pemuda berisik itu?" tanya Naruto kepada hinata,bermaksud menanyakan kiba.

Hinata menggeleng saat mendengar panggilan Naruto kepada kekasihnya itu "kiba-kun sepertinya terlambat"

"ah.. dasar dia itu pemalas!" cibir Naruto. Hinata hanya tersenyum geli, tidak merasa sakit hati saat kekashinya dikatai. Toh.. memang begitu kenyataannya.

"um.. Naru-chan,kau berhutang penjelasan ke-kepadaku" ujar hinata dengan mata menyelidik sekaligus penasaran kearah Naruto.

"hehehehe" naruto nyengir. Kemudian ia segera menyeret hinata ke kelas,bermaksud menjelaskannya didalam.

...

"j-jadi,selama ini N-Naru-chan s-setiap hari bertemu dengan sasuke-senpai dihalaman b-belakang?!" tanya Hinata dengan mata melotot.

Naruto mengibas-ngibas tangannya malas ,"ah.. hinata-chan tidak usah sekaget itu kali!" bola sapphirenya memutar tak habis pikir.

"TAPI NARU-CHAN! KENAPA KAU TAK PERNAH MEMBERITAHUKU?!" pekik Hinata OOC ,membuat naruto melongo dengan tatapan horror.

"hinataaa! Gagapmu ketinggalan!" ralat Naruto tak penting.

"E-eh? Go-gomen" hinata menutup mulutnya,sadar sama gagapnya lagi.

"hihihi.. kau lucu Hinata-chan. Emm.. kupikir itu tidak penting. Kan Cuma mengobrol doang." Ucap Naruto enteng.

Hitata tepuk jidat "Naruuu...!" serunya gemas "i-tu adalah hal yang A-neh ta-hu!"

"Aneh?"

"ha'i. Kata neji-niisan, Sasuke-senpai itu ti-dak per-nah de-kat dengan seorang g-gadis. Kurasa mu-ngkin dia menyukaimu Naru-chan" sahut Hinata. Mengingat saat ia menanyakan perihal sasuke kepada sepupunya yang sekelas dengan sasuke.

Naruto nampak berpikir "masa iya sih?"

"pasti. Kamu bi-lang sasuke-senpai selalu me-nemanimu dibelakang se-kolah setiap hari kan? Terus dia juga sering mengajak ngobrol kamu kan? I-tu je-las Naruu-chan" ujar hinata sedikit gagap.

"Entahlah.." tiba-tiba ekspresi sedih nampak diwajah Naruto melihatnya hinata mengernyit heran.

"ke-napa? Sepertinya kau ju-ga menyukai sasu-ke –senpai."

Wajah Naruto merona mendengarnya.

"huh sok tau!" sewot naruto. "tapi Hinata-chan aku merasa tidak pantas untuk sasuke-senpai.." lirihnya pahit. "kau tau kan aku ini orang miskin,dan tidak cantik,sedangkan sasuke-senpai itu pangeran sekolah yang jelas kaya raya.. uh.. jauh sekali denganku. Lagian tidak mungkin sasuke-senpai menyukaiku. Mustahil itu" sangkal Naruto dan merendahkan diri,nggk nyadar dirinya sangat cantik.

Hinata tersenyum mendengarnya. "li-hatlah dirimu Naru-chan,kau itu sa-ngat cantik dan sa-ngat pantas de-ngan sasuke-senpai bahkan de-ngan aktor paling tam-pan sekalipun. Kekayaan harta i-tu itu tidak penting,dan ka-u mempunyai harta yang jauh lebih baik. Kau mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki setiap orang,yaitu..." hinata menunjuk dadanya seraya tersenyum "ketulusan" lanjutnya lembut.

Naruto tertegun sebentar,sebelum memeluk Hinata haru. "Hinataa... aku sayang Hianata" lirihnya tulus.

Ah.. hinata memang sangat baik.

...

Seperti biasa Naruto selalu menghabiskan waktu istirahat nya ditaman belakang sekolah,dan seperti biasa pula sasuke dengan setia menemaninya.

"kenapa kau tidak memakan bentomu?"

"aku belum lapar"

"kau harus makan dobe"

"uh.. kenapa harus teme? Kau juga tidak makan,aku tidak protes"

"hn"

"..."

"dobe.."

"apa teme?"

"cepat makan!"

"tidak mau!"

"makan!"

"kenapa kau memaksaku makan? Aku bilang aku tidak lapar! Huh!"

"karena aku suka meliahatmu makan dobe"

"eh?"

"cepat makan! Se-ka-rang!"

"uh.. i-ya ba-baiklah" dan sekarang Naruto sedang berusaha menghilangkan rona merah dipipinya karena mendengar alasan sasuke memintanya untuk makan. Tapi bukannya menghilang,saat ini Naruto yakin wajahnya semakin memerah karena sasuke kini tengah memandangnya intens.

"kau jangan melihatku seperti itu!"

"hn"

Naruto memakan bentonya dengan sedikit gugup "kau mau teme?"

"hn" gumam sasuke sembari menganggukan kepalanya sedikit.

"ini.." naruto menyodorkan bentonya tepat didepan wajah sasuke.

"aku tidak mau jika makan sendiri."

"maksudnya?" tanya Naruto tak mengerti.

"dobe.."

"TEME!"

"suapi aku idiot!"

"eh..? ba-baiklah" dan Narutopun mengambil sumpitnya kemudian menyuapi sasuke dengan wajah yang dipastikan merah padam. Dan sasuke sangat menyukai itu. Mhuahahah.. sasuke sangat merasa bahagia sekarang.

"wow! Aku tak percaya ini!" pekik seorang pemuda manis.

"ja-jangan keras-keras ki-kiba-kun. Nan-ti me-reka mendengar!" tegur Hinata kepada kekasihnya yang memang suka lebay itu.

"hehehehe.." kiba hanya nyengir nervous.

Lalu..?

"mereka benar-benar romantis". Bisik kiba,namun entah kenapa nadanya terdengar iri sekaligus miris. Hinata melirik Kiba dengan pandangan yang sangat aneh.

Dan kalian semua tahu? ternyata Kiba dan Hinata mengintip Naruto karena penasaran,setelah mendengar cerita dari Naruto,tentu saja kiba diberitahu Hinata. Setelah Naruto pergi,Hinata menyeret Kiba ke halaman sekolah. Dan ternyata yang paling ekspresif sampai terpekik malah kiba,yang awalnya ogah-ogahan kesana.

"se-baiknya kita pergi Ki-ba-kun" ajak Hinata akhirnya karena tak enak juga rasanya jadi penguntit.

...

Setelah selesai makan siang dan menyuapi sasuke, Naruto bertanya..

"Ne,senpai kau merasa tidak, dari tadi kita seperti ada yang mengawasi?"

Sasuke menoleh kebelakang "hn" gumamnya 'idak tenar sepertinya aku tadi melihat dua orang yang mengintip' batinnya heran,tapi tidak peduli juga.

...

"shika-kun,apa kau tahu dimana sasuke-kun?" tanya seorang gadis cantik dengan mata hijau emeraldnya kepada seorang pemuda yang kini tengah menenggelamkan kepalanya pada sebuah bangku.

Dengan segenap rasa malas yang ia punya pemuda berambut Nanas itu menjawab "aku tidak tahu sakura"

"masa sih shika-kun tidak tau? Kau kan sahabatnya" gadis bernama sakura itu ngotot.

"mendokusai.. dan aku bukan pengawalnya asal kau tahu"

"tapi apa kau tidak pernah bertanya kemana dia selama ini? Masa setiap istirahat sasuke-kun tidak ada sih?" tanya gadis itu beruntun.

"kenapa aku harus bertanya?" sahut shikamaru jengkel.

"cih! Kau menyebalkan shika!" gerutu sakura dongkol. "baiklah aku pergi! Tolong sampaikan pada sasuke-kun,aku ingin berbicara dengannya pulang sekolah!" dengan itu sakura meninggalkan shikamaru dengan segenap kekesalan yang ia bawa.

Diluar kelas..

"kau kenapa sakura? " tanya ino heran yang sedari tadi menunggu sakura diluar kelas. Tapi,setelah sakura keluar wajahnya asem banget.

Sakura mendengus "sasuke-kun tidak ada" ujarnya sebal

"lagi?" beo ino.

"ya.. aku curiga sasuke-kun bersama gadis gatal itu"

"maksudmu gadis manis dan cantik berambut pirang itu?" tanya ino menyebutkan ciri-ciri Naruto.

Sakura memutar matanya sebal "jangan membuatku bertambah kesal ino!" ujarnya keras.

"ups! Sorry!" ino menutup mulutnya dengan sebelah tangan dengan ekspresi yang dibuat-buat menyesal.

...

Setelah pulang sekolah naruto lagi-lagi pulang bersama sasuke. Dah hal ini tak sengaja dilihat oleh sakura. Melihat itu ia menjadi geram. Dengan langkah tergesa-gesa sakura menghampiri sasuke dan Naruto yang saat itu tengah berjalan menuju parkiran.

"sasuke-kun!" panggil sakura kencang. Sasuke dan Naruto berhenti,lantas mereka menoleh kearah sakura yang kini tengah menatap mereka dengan pandangan tajam.

"..." sasuke tidak menjawab,dia hanya memandang sakura dengan wajah stoicnya. Sedangkan Naruto kini tengah memperhatikan sakura lekat-lekat 'cantik' pikirnya.

"kenapa kau meninggalkanku? Padahal aku menunggumu!" seru sakura dengan Nada manja.

Sasuke menatap sakura jengah "kenapa harus?" ucapnya sangat datar,sehingga membuat Naruto menoleh kearah sasuke,dia tidak pernah mendengar nada itu sebelumnya.

"aku kan sudah membuat janji denganmu lewat shikamaru!" rengeknya.

"kapan aku menyetujuinya,Haruno?"

Dengan wajah memerah karena kesal sakura mengepalkan tangannya erat "tapi.."

"jika tidak ada yang penting. Aku pergi.." potong sasuke cepat seraya menggaet tangan Naruto.

Sakura sungguh geram melihatnya. Dia tak pernah merasa diabaikan seperti ini sebelumnya oleh seseorang. "sasuke-kun!" pekiknya memanggil sasuke yang kini tengah berjalan meninggalkannya sendiri menghiraukan panggilan sakura.

"sial!" desisnya sakit hati. Mata emeraldnya memandang punggung sasuke dan naruto dengan sorot mata yang sangat marah.

"gadis itu.. akan membayar mahal semua ini! Lihat saja Nanti!" desisnya berbahaya.

...

"kenapa kau bersikap seperti itu kepada senpai cantik itu?!"

"hn"

"kau tidak boleh bersikap seperti itu kepada seorang gadis tahu!" semprot Naruto marah.

"hn"

"jika seperti itu,kau itu jahat tau!"

"hn"

"gah! Hentikan hn ga jelasmu itu! Dasar pelit bicara!" naruto cemberut,pipinya menggembung minta dicubit.

"hn"

"kau menyebalkan!" dengus Naruto.

"berisik dobe! Kau membuatku tidak konsen menyetir"

"tapi kau menyebalkan teme!"

"itu tidak penting dobe" sahut datar sasuke.

"tapi-"

"diam atau kuperkosa sekarang juga!" potong sasuke yang membuat Naruto menganga spechleess. Dengan berat hati dan muka tertekuk Naruto memilih diam. Masih sayang keperawanannya.

Melihat Naruto diam dengan wajah cemberut,sasuke menyeringai senang.

"kenapa ?takut eh?" goda sasuke jahil.

"DIAM!"

...

Sasuke dan Naruto tengah duduk dukursi sebuah cafe sederhana. Karena hari ini hari sabtu dan Naruto libur bekerja,jadilah sasuke mengajak Naruto makan siang. Sebenarnya sasake amat sangat tidak Niat duduk dikursi sebuah cafe Yang bernama Ichiraku ini. Tapi,karena saat sasuke menanyakan cafe mana yang menyediakan makanan paling enak,dan Naruto dengan cepat dan bersemangat menjawab Ichiraku,yang sasuke ketahui adalah cafe yang menyediakan makanan kurang sehat nan berlemak menurutnya alias RAMEN. Awalnya sasuke berniat menolak,akan tetapi Niat sucinya ia urungkan dikala melihat wajah Naruto berbinar dengan senyuman lebar menghiasi wajah cantiknya. Dan akhirnya sasuke mengalah,karena tidak tega membuat Naruto kecewa karenanya. Sungguh pemuda yang baik hati.

"ji-san tambah lagi!" seru Naruto kepada pria paruh baya yang kini tersenyum maklum kearah Naruto.

Sasuke menatap tak percaya kearah gadis disampingnya "kau sudah memakan 2 mangkuk porsi besar,dobe!" komentar sasuke setengah takjub karena ia baru melihat seorang gadis yang rakus begitu terhadap makanan yang berlemak. Hey dia saja masih belum menghabiskan setengah ramennya.

"aku nyam~ bahkan nyam~ bisa memakan lebih banyak dari ini!" seru Naruto dengan bangganya sembari mengunyah ramen dimulutnya.

Sekali lagi sasuke menatap tak percaya kearah Naruto."kau tak takut gendut dobe?" tanya sasuke. Setahunya semua gadis begitu cenderung menghindari makanan berlemak,bahkan ada yang rela melakukan diet dengan alasan takut gendut. Lah Naruto? Boro-boro! Yang ada gadis ini menerobos batas aman porsi yang seharusnya.

Naruto menggeleng cepat. Ia menelan ramennya sebentar "itu tak masalah. Buktinya aku tak gendut sampai sekarang" sahut naruto santai.

"hn" gumam sasuke sembari tersenyum geli. Naruto memang gadis yang berbeda. Penuh kejutan dan sangat menyenangkan. Sekali lagi Naruto membuat sasuke menambah persen cintanya kepada dirinya.

'120%' hitung sasuke dalam hati.

Setelah 4 mangkuk porsi jumbo terhabiskan , naruto dan sasuke keluar Ichiraku. Tentu saja hal itu membuat sasuke menggeleng tak percaya karenanya.

Namun, akhirnya Sasuke mengajak Naruto kesuatu tempat. Tempat yang disebut-sebut tempat rahasianya,sebuah taman yang tersembunyi dari keramaian sehingga membuatnya sepi. Dan sekarang mereka tengah duduk disebuah bangku dengan pemandangan danau buatan didepannya.

"whooaaa.. indah sekali!" gumam Naruto takjub melihat pemandangan taman yang sangat asri dan indah dipenuhi bunga.

"kau suka?" tanya sasuke.

"Tenju saja!" tukas Naruto cepat. Sasuke mengangguk puas. Mereka berdua terdiam. Menikmati suasana tentram itu dengan pikiran masing-masing.

"Naru.." panggil sasuke lembut.

"hmm?" Naruto menoleh.

Sasuke menarik nafas sebentar "aku ingin menyampaikan sesuatu padamu." Hal itu membuat Naruto gugup karena sasuke kini tengah memandangnya dengan sorot mata yang sangat lembut. Dan hal itu sukses membuat jantung Naruto berdegup lebih cepat.

'apa yang akan dikatakan sasuke-senpai? kenapa dia menatapku begitu?' batin naruto gugup.

"ya?" sahut Naruto sembari menahan Nafas menunggu kalimat apa yang akan keluar dari mulut sasuke.

"aku mencintaimu. Maukah kau jadi kekasihku?" tanya sasuke to the point. Mata Naruto melebar,rasanya ia sedang melayang . entah karena senang mendengar pernyataan sasuke yang tiba-tiba itu atau tidak percaya. Yang pasti ia sedang kaget sekarang. Naruto menelan ludah dengan gugup apalagi kini matanya memandang lurus kearah onyx yang memandangnya serius.

"se-senpai serius?" tanyanya susah payah.

"aku belum seserius ini sebelumnya. Jadi ?" tanya sasuke lagi. Sejujurnya saat ini sasuke tengah menahan kegugupan dan degdegannya terhadap jawaban Naruto. 'kenapa si dobe diam saja?' batin sasuke panik.

"..."

"..."

Naruto bingung ia harus menjawab apa. Sejujurnya ia merasa senang ketika sasuke menyatakan cintanya barusan,akan tetapi ia belum yakin dengan perasaannya sendiri. Apa ia mencintai sasuke? Namun jika dirinya dekat dengan pemuda berambut emo tersebut dirinya merasa nyaman dan senang sekaligus. Apa berarti dirinya itu menyukai pemuda tampan ini? Entahlah.. tapi..

"apa senpai tidak malu menyukai orang sepertiku? Sen- "

"mencintaimu!" ralat sasuke cepat memotong perkataan Naruto.

Naruto mengangguk dan melanjutkan "ya.. Senpai tau, aku ini orang biasa saja,tidak sederajat dengan senpai. Dan kenapa senpai bisa memilihku? Padahal masih banyak gadis yang lebih cantik dari pada aku. Dan -"

"cukup Naruto!" potong sasuke lagi-lagi dengan tegas. "aku tidak melihat dirimu dari derajat atau hal yang tak penting lainnya. Asal kau tahu Naru.. kau adalah gadis paling cantik yang pernah kutemui selain ibuku" kata sasuke lembut.

Naruto tertegun mendengarnya. "tapi senpai.." lirih Naruto sedih. Sasuke tak tahan melihatnya dengan cepat ia membingkai wajah mungil Naruto dengan kedua tanggannya yang kekar "Tatap aku Naru.." perintah sasuke lembut. "apa yang membuat mu tidak yakin terhadapku?" tanya sasuke selanjutnya.

Naruto menuruti perkataan sasuke,ia memandang onyx sasuke yang saat ini tengah memancarkan keteguhan,kesereruisan, kejujuran, dan cinta yang begitu dalam kepadanya.

Blush

Pipi Naruto merona karenanya,kemudian ia menggeleng lemah. Tidak ada. Tidak ada alasan yang membuatnya tidak yakin. Sasuke menarik sudut bibirnya sedikit,saat melihat mata jujur shapphire gadis didepannya.

"jadi kau mau menjadi kekasihku?" tanyanya tak sabar.

Naruto mengangguk kemudian tersenyum sangat manis kepada sasuke. Bersamaan dengan itu sasuke dengan cepat mendekap Naruto kedalam pelukan Hangatnya erat,ia menyalurkan sejuta kebahagiaan yang dirasakannya kepada Naruto.

"terima kasih Naru.. aku janji akan selalu membuatmu bahagia disisiku" janji sasuke manis. Naruto membalas pelukannya "ya.." jawabnya lirih sembari menyamankan dahinya dibahu pemuda yang baru saja menjadi kekasihnya. Sekali lagi KEKASIHNYA. # Yeiiiy.. ! author guling-guling sendiri.

Sasuke melepaskan pelukannya. Ia tersenyum lembut terhadap Naruto yang kini wajahnya berwarna menyaingi buah favoritnya,tomat.

Cup

Sasuke mengecup bibir Naruto lembut. Mata naruto terbelalak 'my first kiss' batin Naruto. Awalnya sasuke berniat hanya mengecup saja,namun dirinya tak tahan untuk melumat bibir yang ternyata sangat lembut dan manis dimulutnya itu. Dengan lembut sasuke melumat bibir ranum milik Naruto,Naruto yang terbuai dengan ciuman sasuke akhirnya menutup mata seraya membalas ciuman itu dan mengalungkan kedua tangannya dileher sasuke. Sasuke tersenyum senang didalam hati ketika Naruto terlihat sangat menikmati ciumannya. Hingga pada akhirnya sasuke berani memainkan lidahnya untuk masuk kedalam rongga mulut Naruto,namun Naruto masih menutup mulutnya,dengan tidak sabar sasuke akhirnya menggigit kecil bibir bawah Naruto. Naruto yang kaget secara tidak sadar membuka mulutnya,tidak menyia-nyiakan kesempatan akhirnya sasuke melasakkan lidahnya kedalam rongga mulut naruto. Lidah sasuke mengobrak abrik habis ronga mulut Naruto. Ciuman tersebut berlangsung lama sebelum Naruto meronta karena kehabisan Napas. Sasuke segera melepaskan ciumannya,dan menatap Naruto yang kini terengah dengan wajah yang sangat merah,membiarkannya menghirup udara sebentar sebelum cuiman itu terjadi lagi,lagi,lagi dan lagi.

Pohon sakura dan danau sore itu menjadi saksi bisu terjadinya dua insan yang bersatu saling mencintai,dengan suasana yang sungguh sangat romantis.

Sasuke memangku naruto diatas pangkuannya,tangannya melingkar dipinggang sang gadis yang begitu ia cintai dengan erat. Seakan tak mau melepaskannya. Tubuh mungil Naruto bersandar pada dada bidang sang kekasih,saat ini hati mereka terasa berbunga dan sangat bahagia. Dagu sasuke ia simpan dibahu Naruto,sembari menghirup aroma citrus yang memabukan ditengkuk Naruto yang ia yakini kini sudah menjadi aroma candu bagi hidungnya.

"Ne,senpai?"

"hn?"

"itu ciuman pertamaku tahu!"

Sasuke tersenyum bahagia mendengarnya "hn. Aku juga" jawabnya sembari mempererat dekapannya kepada Naruto.

Tbc..

Bagaimana? Jelek atau kurang puas kah? Maaf yaa,chapter kali ini agak pendek dari chap sebelumnya. Janji deh chap depan bakal lebih banyak (itu juga kalo yang riview banyak). #nyahahahaha.. modus!

Jadi?

Mohon reviewnya minnaa.. ^.^