Hai minnaaaa... ^^
Author muncul lagi nih dengan chap gajenya.. hehe..
maaf ga bisa bls reviewnya ya.. tapi maksih banyak udah nyempetin rivi...
karena kalian aku jadi tambah semangat nih.. hehe.. jd,jgn kapok buat komen,saran,dll..
oiya,mudah-mudahab dengan chap ini sebagian pertanyaannya terjawab.. makasih..
Disclaimer: sudah tahu pasti kan?
Pair : sasufemNaru
Rate : T
Gendre: romance,drama.
WARNING:STR AIGT,OOC,GAJE,ABAL,typos ,DLL
Chapter 3
Hari senin yang indah bagi pasangan baru kita alias SasuNaru,pagi yang cerah begitu mendukung suasana hati mereka yang sama-sama cerah. Saat ini Naruto tengah duduk manis disebelah sasuke yang kini mengemudikan mobil sportnya. Jelas saja pagi ini karena sasuke menjemput kekasihnya untuk berangkat sekolah bersama. Dengan kejutan dipagi hari,sasuke tiba-tiba sudah berada dijalan depan rumah Naruto. Dengan cool sasuke membukakan pintu mobilnya,sontak hal tersebut membuat Naruto tersipu. Gadis mana sih yang tak senang diperlakukan gentle seperti itu oleh kekasihnya yang super tampan?
Mobil sport sasuke benar-benar berhenti diparkiran sekolah. Mereka berdua turun bersama, saling bergandengan tangan dan berjalan beriringan dengan sangat serasi. Hal tersebut tentu saja menyita perhatian semua pasang mata yang melihatnya. Ada yang takjub,ada yang iri,ada yang shock,dan ada pula yang sakit hati melihatnya karena idola mereka kini sedang bermesraan dan sepertinya mereka adalah pasangan kekasih. Dalam sekejap berita ini pasti akan segera menyebar keseluruh pelosok sekolah dikonoha gakuen. Sang pangeran es Konoha telah mempunyai kekasih.
Sasuke mengantarkan Naruto kedepan kelasnya,tidak menghiraukan pandangan semua orang yang memandangi mereka. Karena saat ini dunia serasa hanya milik mereka berdua,yang lain ngontrak.
"belajar yang serius dobe" kata sasuke datar namun terdengar lembut sembari mengelus puncak kepala Naruto penuh sayang.
"kau juga Teme-senpai" sahut Naruto sembari memperlihatkan cengiran lima jarinya kepada sasuke.
"hn"
Naruto cemberut mendengar jawaban itu. "dobe?" panggil dobe sembari mendengus geli saat melihat ekspresi lucu Naruto.
"apa?"
Cup
Sasuke mengecup dahi Naruto penuh sayang.
Blush..
"temeee.. maluuu! Semua orang lihat!" pekik Naruto tak suka,ah malu sekali dia.
"hn"
Dengan gumaman tak jelas sasuke meninggalkan Naruto begitu saja yang saat ini tengah menggerutu sebal kepadanya.
Dan?
Semua fans sasuke mendadak mendapat shock teraphy karenanya.
"hiks.. hiks.. sasuke-kun! Tidaaaak!" teriak mereka histeris tak terima karena idolanya sudah mempunyai kekasih. Dan sungguh baru kali ini mereka melihat sasuke bersikap selembut itu dan seromantis itu kepada seorang gadis. Mereka Sungguh iri melihatnya sekaligus sakit hati karena bukan mereka yang ada dalam posisi itu. Kasihan.
Lalu?
Dengan wajah merah padamnya antara menahan malu sekaligus kesal Naruto berjalan kedalam kelasnya,kemudian duduk dibangkunya sendiri. Namun sepertinya ada yang aneh dengan kelasnya,kenapa sepi...?
Celingak celinguk
Pandang pandang
Kedip-kedip
"o-ohayou mi-minaaa!" sapanya gugup ketika semua orang didalam kelas kini tengah memandangnya dengan pandangan bermacam-macam.
Hening..
"ehm.. heheh.. pagi yang cerah ya" kata Naruto canggung.
Krik krik krik
Ha-ah.. sepertinya mereka masih shock.
...
"yo sas!" tegur shikamaru kepada sasuke yang baru datang.
"hn" balasnya pendek sebelum ia mendudukan dirinya disamping pemuda nanas yang menyapanya itu.
"jadi? Gadis itu adalah Namikaze Naruto?" tanyanya ambigu.
"hn"
"haah.. mendokusai. Kau benar-benar pandai mencari seorang gadis" kata shikamaru dengan nada malas. "kau berpacaran dengannya?" lanjutnya.
Sasuke menaikkan sebelah alisnya,"sejak kapan kau tertarik dengan urusan orang?"
"ck.. sejak aku melihatmu bergadengan tangan denganseorang gadis pirang yang sangat cantik" jawabnya sembari memuji Naruto.
"hn"
"sas,sepertinya ada gadis yang sedang mendidih diluar sana yang mencarimu."
"hn?"
Shikamaru mengarahkan dagunya kearah gadis yang saat ini sedang berjalan gusar kearah mereka,tepatnya sasuke. Kemudian sasuke mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjukan shikamaru.
Dan?
"sasuke-kun!" panggil gadis yang ternyata sakura itu.
Dengan malas sasuke menatap datar gadis pink yang sedang terlihat marah itu. 'mau apalagi gadis menyebalkan ini?' pikirnya.
Dengan mata berkaca-kaca dan wajah yang terlihat sangat kesal,sakura berseru keras "sasuke-kun! Apa kau benar-benar telah berpacaran dengan gadis pirang miskin itu?!"
Sasuke memincingkan matanya tak suka ketika kalimat tersebut terlontar mulus dimulut sakura "bukan urusanmu" desisnya tidak suka.
Namun sakura tak menghiraukan tatapan tajam dari sasuke,hatinya sekarang begitu panas,ia harus membuka mata sasuke agar ia tak memilih gadis yang salah. "tidak sasuke-kun! Buka matamu sasuke-kun! Kau salah memilih seorang kekasih! Dia itu gadis miskin yang memanfaatkan kekayaanmu! Gadis gatal itu pasti hanyan memanfaatkan kekayaanmu!" teriaknya kalap.
"DIAM!" Bentak sasuke keras,tubuh sakura menegang karenanya,ia membatu,perlahan air matanya turun. Ia tak pernah membayangkan sasuke akan membentaknya didepan semua orang. Dia dipermalukan.
"sa-suke-kun.." panggilnya kelu,hatinya sangat sakit dan tertohok saat ini. Apalagi sorot mata sasuke saat ini terlihat sangat murka kepadanya.
"jangan. Kau. Pernah. Menghina. Kekasihku" desis sasuke berbahaya,ia menekan setiap katanya dengan jelas. Kemudian sasuke memperhatikan penampilan sakura dari atas kebawah dengan tatapan jijik "dan asal kau tahu Haruno,kekashiku seribu kali jauh lebih baik darimu" ujarnya kejam.
Tangan sakura mengepal keras,air matanya semakin mengucur deras,lidahnya begitu kelu. Harga dirinya telah hancur ditangan sang Uchiha. Dan sakura sangat marah ketika dengan gamblangnya sasuke menyebut bahwa Naruto seribu kali lebih baik darinya. Sungguh hatinya sangat hancur saat ini. Dengan hentakan sakura berlari keluar kelas ,menyisakan sasuke yang menyeringai puas.
Jam istirahat berbunyi,handphone naruto bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk,dengan cepat ia membuka dan membaca isi pesannya.
From : teme-senpai
Dobe,aku tunggu dihalaman belakang.
Naruto tersenyum saat melihat isi pesan dalam handphonenya. Dengan cepat ia membalas.
To: teme-senpai
Ya.. aku segera kesana.
"mau kemana Naru?" tanya Hinata penasaran. Yang ditanya hanya nyengir polos. "K-au mau ber-temu dengan Sasuke-senpai ya? Cieeeee" goda Hinata balas dendam karena sekarang ia lah yang menggoda Naruto,bukan sebaliknya. Wajah Naruto memerah malu,hinata puas melihatnya.
"hihihi... su-dah per-gi sana! Sasuke-senpai pas-ti su-dah menunggumu!" titah Hinata.
"hehehe.. aku pergi dulu ya Hinata-chan! Jaa!" pamitnya,narutopun segera melesat pergi keluar kelas dengan membawa sekotak bento seperti biasa. Namun,hari ini ia menyiapkan lebih banyak dari biasanya karena rencananya ia akan makan berdua bersama sasuke. Membayangkannya,naruto merasa malu sendiri. Hihhi.. ia tak menyangka bahwa dirinya akan menjadi kekasih seorang pangeran sekolah. Rasanya seperti mimpi.
"loh.. katanya ada disini?" gumam naruto sembari mendudukan dirinya pada rumput hijau dibawahnya. Ia celiangak-celinguk mencari sosok sasuke yang katanya akan menunggunya disana. Naruto menghelan napas 'haah.. dasar! Malah aku yang menunggunya' gerutunya dalam hati.
Setelah menyimpan bentonya,Naruto menggeliat malas seraya memejamkan matanya menikmati semilir angin yang berhembus lembut menerpa wajah cantiknya. "nyamannyaaa..." lirihnya tersenyum lembut.
Tubuh Naruto menegang dikala ia merasa tangan kekar melingkari pinggang rampingnya,mata terpejamnya terbuka cepat "jangan menggodaku seperti itu dobe" bisik sasuke tepat ditelingan Naruto sehingga membuat Naruto merinding karenanya.
"siapa yang menggodamu teme!" seru Naruto sebal. Kapan ia menggoda sasuke?
"dengan pose dan wajah seperti itu kau seakan menggodaku dobe-chan" desah sasuke menggoda. Dikecupnya pipi kanan Naruto dengan lembut.
"a-ku ti-tidak menggo-damu teme!" gugup Naruto,sasuke menyeringai mendengarnya.
"aku meridukanmu dobe.." bisiknya lembut seraya menyimpan dagunya dibahu kiri Naruto,hidungnya menghirup aroma tubuh Naruto yang sangat ia sukai itu.
"teme kau manja sekali! Baru tadi pagi kita bertemu,masa sudah rindu?" dengusnya sembari berusaha melepaskan pelukan sasuke "teme lepaskan! Bagaimana jika ada yang melihat?" lanjutnya agak risih dengan perlakuan sasuke. Hey dia belum terbiasa menerima sentuhan seperti ini!
"biarkan saja mereka melihat" jawab sasuke santai.
"temeee~"
"hn" akhirnya sasuke melepaskan pelukannya dengan berat hati ,dan segera duduk disamping kekasihnya.
"heheh..." naruto nyengir "Nah begitu! Ayo kita makan!" ujarnya riang dan segera membuka bentonya dengan tangan mungilnya telaten.
"hn"
Selanjutnya acara makan siangpun berjalan dengan romantis dimana sasuke dengan manjanya ingin disuapi oleh Naruto,dan sebaliknya dirinya memaksa Naruto untuk makan dalam suapannya,saling menyuapi satu sama lain. Mengakibatkan wajah Naruto memerah karena malu. 'kamana perginya pangeran es yang dikatakan semua orang ?' pikir Naruto yang merasa sasuke sungguh OOC jika sedang bersamanya. Dan akhirnya,bento yang dibawa Narutopun habis tak bersisa. Dengan cekatan Naruro membereskan bekas makan siang mereka.
"teme?"
"hn?"
"kenapa kau senang sekali memelukku seperti ini sih?"
"hn"
"dan kenapa kau terus saja menciumku seperti ini terus sih?"
"hn"
"TEMEE! Hentikan! Dasar mesum!" seru naruto habis kesabaran.
"tidak" tolak sasuke pendek.
"haaah.." naruto hanya mendesah panjang. Pasrah dengan kelakuan mesum kekasihnyanya,yang saat ini terus menciumi pipi,leher,bahu dan puncak kepalanya. Disandarkanya punggungnya kepada dada bidang sasuke,tangannya menggenggam tangan sasuke yang kini tengah melingkar manis dipinggangnya. Saat ini Naruto tengah duduk dipangkuan sasuke.
"dobe"
"hmm?" naruto berbalik kearah sasuke dan..
Cup
Sasuke mengecup gemas bibir cherry Naruto sebentar. Dan segera melepaskannya.
"temeeee!" teriak Naruto dengan wajah yang sangat merah. Ah betapa sasuke sangat menyukai ekspresi seperti itu dari Naruto. Sasuke tersenyum lembut,dibelainya pipi tembem Naruto lembut.
"aku sangat mencintaimu Naru.." lirih sasuke mengeratkan pelukannya posessif.
"a-ku juga me-mencintai senpai" jawab Naruto malu-malu.
"Naru jangan panggil aku senpai lagi,panggil aku sasuke" pintanya kemudian.
"ba-baiklah.. sa-sasuke" jawab Naruto ragu.
Sasuke sangat mencintai Naruto dengan sepenuh hatinya. Ia tak tahu,cara apa yang digunakan Naruto sehingga membuatnya sampai seperti ini. Terjerat sangat dalam oleh gadis cantik itu. Sejak mengenal Naruto dunia sasuke yang abu-abu menjadi sangat berwarna dan bahagia. Sehingga sasuke tidak bisa membayangkan,bagaimana jika Naruto tidak ada disisinya. Jangan sampai itu terjadi,membayangkannya saja sangat mengerikan. Sasuke sangat mencintai Naruto sampai ketahap ia tidak bisa hidup tanpa Naruto. Ia tak habis pikir padahal ia baru mengenal Naruto dalam sebulan ini. Ini mengerikan,pikirnya. Sasuke berjanji takkan pernah melepaskan Naruto dalam hidupnya. Ia mematri'kan dalam benaknya bahwa Naruto hanya miliknya seorang.
...
Hinata menatap takut kearah senpainya yang kini menatapnya dengan pandangan menyelidik.
"kau temannya gadis pirang itu kan?" tanya sakura dengan pandangan sinis.
"mak-maksud sen-pai Naru-to?" tanya hinata takut-takut.
"siapa lagi!" jawab sakura meninggi.
"sakura jangan galak-galak. Hyuuga-san jadi takut" kata ino khawatir melihat Hinata yang ketakutan.
Sakura tak memperdulikannya. "kemana sekarang gadis gatal itu?!"
Hinata menggeleng lemah "a-ku tidak tahu senpai" bohongnya berusaha melidungi Naruto. Entah kenapa hinata merasa dirinya harus melindungi Naruto dari gadis menakutkan didepannya.
"jangan berbohong!" bentak sakura.
"Hey ada apa ini?!" tanya kiba sedikit marah saat melihat kekasihnya dibentak ,ia baru saja datang ingin mengajak hinata kembali kekelas setelah membayar makanan dikantin.
Sakura mendelik kearah Kiba,"aku hanya tanya" jawab sakura datar "jadi dimana sekarang gadis gatal itu? Katakan sekarang!" perintah sakura Bossy. Melihat Hinata yang gelisah dan ketakutan,membuat kiba kesal.
"a-ku ti-dak ta-hu" jawab Hinata lagi.
"kau sudah dengarkan? Dia tidak tahu!" seru kiba seraya mengamit tangan Hinata "ayo pergi,Hinata-chan!" lanjut kiba menyeret Hinata pergi dari hadapan gadis bermuka pysicopat itu. Hinata hanya menurut tanpa berbicara satu patah katapun. Meninggalkan sakura dalam keadaan menggeram kesal.
"sudahlah sakura.. untuk apa kau melakukan ini? Jika memang sasuke telah bersama gadis itu. Sebaiknya kau relakan saja" tukas ino lembut kepada sahabatnya.
"jangan bercanda ino!" bentak sakura sehingga ino sedikit tersentak takut saat melihat raut wajah sakura yang amat menyeramkan. "kau tidak mengerti ino.. kau tidak mengerti rasanya mencintai seseorang selama 5 tahun itu sangat tersiksa" lirih sakura pahit. Ino memandang sakura prihatin 'aku tahu sakura.. aku tahu.. tapi kau harus menerima bahwa selama itupun sasuke tak pernah mencintaimu. Cinta yang terlalu memaksa takkan membuatmu bahagia' sahut ino dalam hati. Ya,dalam hati. Karena Ino cukup waras untuk tidak mengatakannya secara langsung. Ia sudah tahu akibatnya jika berani mengatakan itu secara langsung terhadap sakura.
Yamanaka Ino adalah sahabat sakura sejak smp. Awalnya mereka adalah sepasang rival dalam memperebutkan hati sang Uchiha bungsu. Tapi itu dulu,hingga Ino menyadari bahwa usahanya dalam merebut hati Sasuke adalah hal yang sia-sia. Akhirnya Ino menyerah,dia memilih mendukung sakura saja. Cukup bagi ino hanya mengagumi sosok sasuke saja. Tapi tidak dengan sakura,sampai saat ini ia masih berusaha mendapatkan cintanya sasuke. Hal itu terkadang membuat Ino khawatir sekaligus kasihan terhadap sakura yang mengharapkan sebuah yang sia-sia dan tak pernah membuka hatinya terhadap orang lain,padahal banyak yang menyukai sosok cantik sakura,termasuk temannya yang bernama Neji Hyuuga.
...
Suasana belajar yang kondusif terlihat dikelas yang ditempati Naruto. Sang sensei menjelaskan dan para murid yang dengan serius memperhatikan setiap penjelasan yang terlontar dari guru bernama Kurenai itu. Namun,tidak dengan seorang gadis berambut indigo. Gadis itu tampak menunduk kearah bangku,tidak mendengarkan apa yang dijelaskan oleh senseinya didepan. Ia sedang berpikir mengenai nasib sahabatnya. Ia sangat khawatir kepada Naruto. Pasca pertemuannya dengan sakura,Hinata merasa orang itu berbahaya,hatinya berkata demikian. Diliriknya sang sahabat,yang kini tengah serius mendengarkan penjelasan senseinya. 'aku akut terjadi sesuatu yang buruk menimpamu naru..' lirih hinata dalam hati. Hinata sangat mengetahui nasib sahabatnya yang selalu pahit,dimulai dari tidak mempunyai teman,dijauhi,dihina yang terkadang membuat Naruto merendahkan dirinya. Nasibnya tidak sebaik kebanyakan orang,ia selalu terlihat kesepian dalam topeng cerianya itu. Dan sekarang ketika Naruto mendapatkan satu kebahagiaan dalam hidupnya,apakah itu akan direnggut kembali oleh orang lain? Hinata tak sampai hati membayangkannya jika sampai Melihat senyuman Naruto terenggut.
"Hyuuga-san! Tolong perhatikan penjelasannya!" tegur Kurenai yang ternyata menyadari salah satu siswanya tak memperhatikan. Hinata tersentak kaget,lamunanya buyar karena takut saat melihat pandangan mengintimidasi sensei killer didepannya.
"go-gomen sensei" kata hinata takut-takut. Naruto menoleh heran kearah Hinata 'tidak biasanya Hinata-chan melamun. Ada apa?' pikirnya bertanya.
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring kesetiap penjuru sekolah. Siswa-siswi konohagakuen pun berhamburan keluar kelas. Bergegas ingin segera pulang mengistirahatkan dari kegiatan yang membuat kepala mereka berasap. Sama halnya dengan Naruto,saat ini ia tengah berjalan bertiga dengan Kiba dan Hinata berniat pulang bersama menuju haltebus.
Merekapun berjalan melewati suatu koridor.
Tiba-tiba sajaa….
GUBRAAAAKKK!
"aduuuuuh… uuuuH!" Naruto mengaduh kesakitan. Tubuhnya jatuh menimpa lantai koridor sekolah,sebelah kakinya terperosok masuk kedalam selokan air sedalam 20 cm.
"aaaa..eeh… tidak apa-apa Na-naru-chan?" dengan gugup Hinata segera mengulurkan tangannnya dan membantu membantu Naruto berdiri.
Naruto tidak menjawab. Mata kakinya terasa perih dengan pandangan kabur,samar-samar,dilihatnya bayang-bayang seseorang dibelakang tubuh Hinata.
"Gaara-senpai?" kiba memanggil pemuda yang telah menabrak Naruto dengan wajah sedikit kaget.
Pemuda bertubuh tegap dengan bersurai merah bata yang dipanggil Gaara itu menatap datar kearah Naruto. Tidak meminta maaf ataupun berbicara apapun saat Naruto terlihat meringgis kesakitan akibat ulahnya. Mata shapphire Naruto berkilat marah,karenanya.
"tidak sopan" ketus Naruto.
"ayo kita ke UKS saja. Kakimu terluka Naru.." kata kiba khawatir melihat kaki Naruto mengeluarkan sedikit darah. Hinata mengangguk setuju. Kemudian,Hinata memapah Naruto yang berjalan tertatih meninggalkan Gaara yang masih terdiam mematung.
Tap
Tap
Tap
"tunggu!" ujar Gaara menghentikan langkah ketiga orang didepannya. Dengan serempak mereka menoleh kearah Gaara,yang kini sedang melangkahkan kakinya kearah Naruto.
"biar aku antar dia ke UKS,kalian pulanglah.." katanya dingin.
"tidak usah" sahut Naruto menolak. "ayo Hinata-chan" ajaknya seraya memalingkan muka dari Gaara.
Grep
"apa yang kau lakukan?!" teriak Naruto yang tiba-tiba tangannya digenggam erat oleh Gaara. "lepaskan!" pinta Naruto sedikit meringgis karena cengkraman Gaara sangat kuat.
"senpai!" pekik kiba dan Hinata bersamaan,khawatir kepada Naruto.
"aku bilang aku yang mengantarkan!" ujar Gaara ngotot.
"tidak ma-KYAAAAA!" teriak Naruto kaget karena tiba-tiba tubuhnya melayang keudara.
"NARUTO!" Kiba dan hinata berteriak seraya mengejar Gaara yang kini tengah menggendong Naruto kearah UKS.
"hey turunkan akuu!" protes Naruto keras terus memberontak.
...
Sasuke berjalan beriringan dengan tim basketnya dikoridoor sekolah menuju lapangan,hari ini adalah jadwal ekstrakulikuler basket. Maka dari itu,sasuke tidak bisa mengantarkan Naruto ke Cafe. Tadi ia menitipkan Naruto kepada Kiba dan Hinata agar menemaninya sampai kehalte. Jika saja ia bukan kapten tim basket sekolah ia akan bolos latihan hari ini. Lebih memlilh mengantarkan Naruto dan menunggunya diCafe,takut-takut para lelaki genit yang menggodanya. Haah.. punya pacar yang sangat cantik seperti Naruto memang membuatnya sedikit kerepotan apalagi dengan rasa cemburuannya dan keposessifannya yang besar. Lamunan sasuke terhadap Naruto tiba-tiba buyar ketika ia mendengar teriakan Naruto.
"tidak ma-KYAAAAA!"
"NARUTO!"
"hey turunkan akuu!"
Mata sasuke menyorot sangat marah ketika ia melihat kekasihnya yang tengah digendong oleh senpainya ,Gaara. Ia semakin menggeram ketika melihat Naruto terus memberontak. Dengan cepat sasuke menyusul kearah mereka. Dilupakannya tim basketnya yang kini menatapnya bingung.
"lepaskan dia!" perintah sasuke tiba-tiba mencegat didepan Gaara. Naruto tersentak mendengar suara kekasihnya yang terdengar mengerikan.
"suke..." bisiknya memanggil sang kekasih.
Gaara tak bergeming,ditatapnya sang Uchiha dengan pandangan tak kalah tajam. Sementara itu hinata memeluk tangan kiba takut-takut karena merasakan aura yang sangat mengerikan yang keluar dari tubuh kedua senpainya yang terkenal sama-sama dingin itu.
"turunkan!" desis sasuke sembari mengepalkan tangannya menahan diri agar dirinya tidak menghajar muka senpai bertato 'ai itu.
"kenapa kau menyuruhku menurunkannya? " tanya Gaara datar.
"karena. Dia. Adalah. Kekasihku. Dan aku tidak suka melihatnya disentuh oleh orang lain!" jawab sasuke menekankan disetiap kata yang menyebut Naruto adalah kekasihnya. Gaara tertohok mendengarnya,kemudian ditatapnya wajah Naruto intens sebelum menurunkan Naruto. Setelah menurunkan Naruto,Gaara berbalik begitu saja meninggalkan mereka begitu saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Dengan segera sasuke mendekap Naruto kedalam dadanya erat. Naruto yang melihat gurat kemarahan dari kekasihnya hanya membalas pelukan sasuke,seraya berkata "aku tidak apa-apa suke. Dia hanya mau mengantarku ke UKS saja" lirihnya,membuat ketegangan ditubuh sasuke sedikit mereda.
Sasuke melirik kearah pasangan KibaHina yang tengah menatap kearahnya dengan pandangan khawatir "kalian pulanglah.. biar Naru aku yang antarkan" ujar sasuke.
Kiba mengangguk mengerti "baiklah.. sampai jumpa" pamitnya bersama Hinata.
...
"ukh..." rintih Naruto menahan rasa perih dikakinya. Sasuke dengan telaten membersihkan luka yang terkoyak dimata kaki Naruto " tahanlah.. sebentar lagi" kata sasuke lembut,tidak tega juga melihat ekspresi kesakitan Naruto.
"iissh.. pelan-pelan suke" pintanya. Sasuke tak menyahut,ia terus membersihkan luka Naruto dan memberinya obat merah. "selesai.." kata sasuke datar.
"Arigatou suke.." ucap Naruto tulus. Sasuke hanya tersenyum kecil menanggapi. Ia mengecup bibir Naruto sekilas,kemudian memeluk Naruto.
"ada apa?" tanya Naruto heran melihat tingkah sasuke yang tiba tiba. Sasuke hanya menggeleng pelan. 'kau membuatku khawatir,dengan lukamu Naru. Dan sekaligus takut ketika melihatmu disentuh oranglain,takut kau berpaling dariku' batinnya jujur seraya mengecup dahi Naruto lama. Naruto memejamkan matanya menikmati kecupan lembut sasuke. Naruto tidak tahu apa yang sedang dipikirkan sasuke saat ini.
"suke?"
"hn"
"bukannya kau ada latihan diclub basketmu?" tanya Naruto teringat ketika melihat sasuke mengenakan seragam club basketnya.
"biar saja. Aku akan mengantarkanmu pulang" sahut sasuke tidak peduli. Padahal anggotanya sedang menunggunya,dan sang pelatih yang menggerutu atas ketidak hadiran sasuke saat ini diluar sana.
"aku akan bekerja suke. Aku takkan pulang"
"jangan keras kepala Naru. Dengan kondisi kakimu yang seperti ini? Kau harus pulang"
"aku tidak apa-apa suke. Lagian ini hanya luka kecil saja" sahut naruto meyakinnkan.
"tidak Naru,kau harus pulang" titah sasuke ngotot.
Naruto menghela nafas panjang "jangan berlebihan suke. Aku tidak-apa-apa. Aku tidak mau dipecat hanya gara-gara luka kecil seperti ini"
"hn. Tapi aku akan menunggumu" tukas sasuke keras kepala.
Naruto mengangguk pasrah menghadapi keprotektifannya sasuke yang terkadang berlebihannya itu. Naruto melirik jam tangan putihnya,'aku pasti terlambat' batinnya. Sekarang jam menunjukan pukuk 1.45,yang berarti 15 belas menit lagi jadwalnya untuk bekerja. Naruto segera bergegas berdiri,dan merapihkan pakaiannya yang agak kusut. Sasuke membatu dengan menyelempangkan tas Naruto pada bahunya.
"aku harus cepat.. iiish" Naruto sedikit meringgis saat kakinya ia gunakan untuk berjalan terasa sedikit kelu. Mungkin karena ada sedikit memar dikakinya.
"kau yakin dobe?" tanya sasuke meyakinkan,khawatir saat melihat Naruto. Naruto menganggukkan kepala seraya tersenyum manis kearah sasuke. Tiba-tiba sasuke membungkukan badannya,lalu menoleh kearah Naruto "Naiklah.." perintahnya datar dengan pandangan tidak ingin ditolak. Lagi-lagi Naruto hanya pasrah,dengan wajah yang sedikit memerah dengan ragu naruto menaiki punggung sasuke. Tangannya memeluk pundak sasuke erat karena takut terjatuh.
"kau berat dobe" keluh sasuke berpura-pura sambil terus berjalan .
"teme! Kalau begitu turunkan aku cepat!" marah Naruto dengan menggembungkan pipi gembilnya. Sasuke hanya terkekeh seraya terus berpura-pura mengeluh atas berat badan Naruto tapi tetap tidak melepaskan Naruto juga. Sementara itu Naruto semakin manyun dan kesal karena ulah kekasihnya yang memang suka menggodanya itu.
Karena asik dengan dunia mereka berdua,sasuke dan dan Naruto tidak menyadari ada sepasang mata jade yang mengawasi gerak gerik mereka dengan pandangan tak suka.
"bidadari..." lirihnya. "sayangnya ada seorang yang telah memilikinya" gumamnya pelan seraya terus menatap kepergian pasangan yang sedang bermesraan itu hingga tak terlihat lagi.
Bibir pucatnya menyunggingkan seringai misterus "tapi... tidak ada yang melarang kan jika aku berusaha membuat bidadari itu berpaling?" tanyanya entah pada siapa. Siluet pemuda itupun menghilang dibalik belokan koridoor.
Tbc..
Huwaaaa... minta sarannya yaaa? Review please..
