Disclaimer: sudah tahu pasti kan?
Pair : SasufemNaru
Rate : T
Gendre: romance,drama.
WARNING:STR AIGT,OOC,GAJE,ABAL,typos ,DLL
.
.
Hari-hari berikutnya disekolah Naruto selalu mendapatkan surat cinta misterius,atau bunga yang tiba-tiba saja ada dibangku kelasnya. Awalnya Naruto mengira itu adalah ulah kekasihnya. Tapi kalau dipikir-pikir,sasuke bukanlah orang yang seperti itu. Dan untuk apa juga sasuke mengirimkan hal-hal yang seperti ini. Toh dia kan sudah menjadi kekasihnya ,kalau mau bilang sesuatu tinggal bilang saja langsung atau mengirimnya lewat sms kalau malu. Jadi siapa orang yang telah mengirimkan semua ini padanya?
Dan tidak cukup itu,hari-hari Naruto juga terkadang terasa sangat sial karena selalu saja ada kejadian yang mengakibatkan dirinya terluka,atau sekedar mendapatkan surat teroran yang berisi dirinya harus meninggalkan Sasuke. Namun tak dipedulikannya hal itu. Dan hal itupun tak Naruto beritahu kepada sasuke,karena takut membuatnya khawatir mengingat sikap over protektifnya yang sudah akut. Tapi ada satu yang Naruto yakini disini adalah surat cinta dan surat terornya adalah dari 2 orang pengirim yang berbeda. Karena dari surat cinta yang ia dapat berinisial S.G. Dan Naruto benar-benar buta siapa itu S.G. karena sayangnya ia tak pernah tahu Nama marga Gaara adalah Sabaku.
"Naru kau terlihat pucat" sasuke berbicara khawatir ketika melihat wajah pucat kekasihnya.
"tidak apa-apa suke.. mungkin aku hanya kecapean" jawab Naruto sedikit lemas,memang benar Naruto kecapean,akhir-akhir ini cafe tempatnya bekerja selalu ramai ditambah cape pikiran mengenai surat cinta dan peneror itu. Dan satu lagi ia harus lebih giat lagi belajar karena sebentar lagi akan ada ujian tengah semester.
Bukannya lega,sasuke nampak semakin khawatir kepada Naruto,entah kenapa Naruto seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya. "akhir-akhir ini kau sering melamun Naru.. seperti banyak pikiran. Ada apa?" tanyanya lembut dengan suara baritone khasnya yang datar. Naruto kembali menggeleng.
"mungkin aku pusing karena harus terus belajar untuk mempertahankan beasiswaku" jawabnya jujur. Memang benar ko demikian meskipun masih ada hal yang lainnya. "suke.. aku lelah.. aku mau tidur~" lanjutnya dengan manja.
"hn. Tidurlah.." sasuke berbicara seraya menyeloyorkan kakinya kedepan dan menepuk pahanya,memberi isyarat kepada Naruto untuk tidur dipangkuannya. Saat ini mereka sedang berada diatap sekolah.
Naruto nyengir senang "heheh... baiklah" ujarnya sembari membaringkan kepalanya dipaha sasuke. "suke~ bangunkan aku saat bel masuk berbunyi yaaa!" wantinya,yang hanya dijawab gumaman tak jelas seperti biasa oleh sasuke.
Dengan cepat Naruto tertidur,nafasnya terdengar teratur,menandakan Naruto telah nyenyak dalam sekali ya? Sasuke tersenyum lembut saat melihat wajah damai Naruto saat ini,dibelainya sayang surai pirang Naruto yang tergerai bebas dengan lembut. Ia sedikit menundukkan badannya,dengan perlahan ia mengecup bibir merah Naruto dengan lembut. Tidak menuntut hanya sebatas menempelkan bibirnya dan bibir Naruto. 'haaa.. kenapa aku begitu mencintaimu Naru?' batin sasuke aneh.
...
"nghh.." lenguh naruto. Matanya mengerjap-ngerjap lucu berusaha mengembalikan nyawa tubuhnya.
"sudah bagun sayang?" sapa sasuke sembari tersenyum kecil melihat tingkah menggemaskan Naruto saat bangun tidur. Kenapa Naruto selalu cantik dalam keadaan apapun sih? Apa karena cinta? Ada yang bilang kalau dengan cinta apapun menjadi indah,dan itu memang benar. Tapi Naruto memang benar-benar cantik ko.
"jam berapa ini? Apa sudah masuk?" tanyanya dengan suara agak lemah khas orang bangun tidur.
Sasuke menggeleng kecil "kau baru tidur 25 menit,dobe" jawabnya sembari melirik kearah jam tangannya.
"mmmh... hoaaam.. aku masih ngantuk" keluhnya dengan Nada manja. Dengan ogah-ogahan Naruto bangun dan mengucek matanya sedikit.
"mau bolos?" sasuke bertanya menantang.
"TIDAK!" jawab Naruto cepat setengah berteriak. Naruto paling tidak suka membolos. Haduh bagaimana Nasib beasiswanya jika dirinya bolos? Dipecat iya!
Dengan gemas sasuke menarik pipi Naruto berlawanan arah "makanya jangan tidur lagi dobe.. sebaiknya kita kembali kekelas. Sebentar lagi masuk" ucapnya dengan sangat gemas.
"uh.. huke.. hahit. Lehashan!" rintih naruto tidak jelas. Akhirnya sasuke melepaskan cubitan mautnya,yang saat itu langsung dihadiahi wajah cemberut Naruto pertanda ngambek.
"Ayo!" sasuke menggandeng Naruto yang masih manyun untuk pergi tidak menghiraukan kekasihnya yang semakin tertekuk.
"kenapa sih si teme itu hobbynya menganiaya pipiku yang mulus ini?" gerutu naruto plus Narisnya yang ga penting. Sasuke hanya mengacuhkannya,sudah biasa menghadapi sikap Naruto yang marah-marah begitu. Anehnya,malah ia menyukai Naruto yang seperti itu.
...
Mata jade seorang pemuda tampan menyorot tajam kearah pasangan SasuNaru yang kini sedang berjalan dengan serasinya. Akan tetapi, Matanya berubah lembut dikala melihat senyuman menawan dari gadis pujaan hatinya.
"aku akan segera memiliki senyuman bidadari itu" bisiknya sangat pelan sehingga hanya dirinya saja yang mendengar.
"aku sungguh tak tahan melihat sasuke-kun bersama gadus miskin itu,ino!"
"sakura.. relakalah sasuke untuk Naruto. Dia terlihat bahagia dengan gadis itu.."
"tidak! Tidak akan pernah! Lihat saja,akan kubuat menyesal karena sudah merebut sasuke-kun"
"hentikan sakura! kau keterlaluan! Kau sudah meneror Naruto dan melukainya selama ini.."
Telinga Gaara tidak sengaja mendengar percakapan antara dua gadis itu. Mendengar Nama pujaan Hatinya disebut-sebut. Dan apa itu tadi? Meneror dan melukai? Apa maksudnya semua itu?
Dengan langkah yang tergesa,Gaara menghampiri kedua Gadis cantik itu. "Apa maksud kalian dengan meneror dan melukai Naruto?" tegur Gaara tiba-tiba dengan sedikit nada yang terdengar marah sontak hal itu membuat sakura dan Ino terlonjak kaget.
"Gaara senpai?" panggil Ino sedikit Ragu. Mata jade Gaara mengintimidasi kedua sosok gadis hingga membuat mereka ketakutan.
"jelaskan! Apa yang aku dengar barusan!" perintahnya. Ino dan sakura menelan ludahnya paksa. Mereka masih kaget yang tiba-tiba seorang Sabaku Gaara menegur mereka dengan begitu marahnya setelah mendengar Nama Naruto. Seingatnya,Gaara adalah siswa populer seperti sasuke yang sama-sama dingin dan dipuja banyak orang,ketua Osis pula. Tidak pernah peduli dengan sekitarnya walaupun ketua Osis. Apalagi seorang Gadis.
Sakura yang lebih dulu mengembalikkan kekagetannya bertanya heran "Apa maksud senpai?" tanyanya pura-pura tak mengerti.
"jangan mengelak! Apa maksud kalian meneror dan melukai Naruto?" desak Gaara tak sabar. Sakura mengkerutkan dahinya heran sebelum alisnya terangkat seakan tak percaya dengan apa yang dipikirkannya.
"senpai menyukai gadis miskin itu?" tanyanya tak percaya. Mendengarnya Ino terbelalak tak percaya.
"..." Gaara terdiam,namun diamnya Gaara cukup membuat kedua gadis itu mendapat jawaban.
Benar! Sabaku Gaara sang pangeran sekolah menyukai Naruto.
Melihat itu sakura menyeringai misterius 'ini akan lebih mudah' batinya senang.
"a-noo senpai.. ma-masalah itu biar aku jelaskan" ujar sakura dengan nada manis. Gaara mengerling aneh kearah sakura. aneh sekali perubahan mood gadis didepannya ini,Pikir Gaara. Namun ia tetap tidak peduli,seberapa manispun orang didepannya ini,jika dia telah menyakiti Naruto maka orang itu takkan termaafkan oleh Gaara.
Sakura dapat menangkap aura tidak suka dari Gaara,"baiklah.. aku akan menjelaskan ini semua senpai. Tapi.." sakura mengerling kearah sekitar. "sebaiknya kita tidak bicara disini"
Gaara hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Lantas ia pun mengikuti sakura pergi.
Namun,tiba-tiba langkah sakura terhenti,Gaara menatapnya bingung.
"Ada apa?" tanyanya dingin. Nampak sakura menghela Nafas dan mengerling kearah ino yang saat itu sedang memandang sakura dengan padangan bertanya.
"ino.. maaf sebaiknya kamu tidak ikut dalam pembicaraan 'kami berdua' deh" sakura berbicara dengan menekan pada kalimat 'kami berdua' pertanda tak ingin ino terlibat dan mengusir.
Ino hanya memutar matanya sebal. "ya.. yaa.. aku tidak ikut campur urusan kalian berdua" ujarnya dengan nada menyindir seraya mengangkat kedua tangannya keatas.
Sakura mengangguk puas. "ayo senpai!"
Mata jernih aquariue nya memandang punggung sakura dan Gaara yang saat itu langsung meninggalkannya sendirian dengan pandangan sendu 'aku harap kau tidak berbuat yang nekad sakura' lirihnya dalam hati.
...
Shikamaru menguap lebar dengan cueknya didepan seorang gadis yang saat itu sedang menatapnya dengan pandangan amat terganggu atas tindakan yang kurang sopan itu.
Depan seorang gadis menguap lebar?
Entahlah.. mungkin jika itu bukan Shikamaru yang mempunyai otak jenius,kaya raya,dan berwajah tampan meski terhalang dengan ekspresi malasnya,pastilah gadis itu telah mendendangnya sampai tepar. Namun,ditahannya keinginan kejamnya karena pemuda didepannya memang shikamaru,pemuda yang diam-diam ia sukai.
"ah.. aku lelah menegur tindakkan tidak sopanmu itu shika.." desahnya dengan nada frustasi. Sementara shikamaru hanya memutar matanya malas.
"mendokusai.." gumamnya.
Gadis itu mendengus kecil "jadi,ada apa kau menyeretku kemari shika?" tanya gadis itu sedikit ketus.
Pandangan shikamaru mendadak serius,wajah tampanya semakin tampak. Mau tak-mau hal tersebut membuat gadis didepannya merona gugup. 'a-aduh.. kenapa shikamaru memandangku seperti itu sih?' batinnya deg-degan.
Shikamaru terlihat menarik nafas panjang,ia sudah memantapkan hati untuk mengatakan hal ini kepada gadis cantik didepannya.
"aku hanya mengatakannya sekali. Jadi, tolong dengarkan baik-baik" wantinya menuai anggukan dari gadis didepannya.
"aku menyukaimu. Apa kau mau jadi kekasihku?"
"A-Apa?!"
...
Naruto memandang keluar jendela,tak menghiraukan soal biologi yang seharusnya ia kerjakan. Jari-jari tangannya mengetuk-ngetuk meja dengan berirama,menuai lirikan aneh dari Hinata,teman sebangkunya.
"ru.. Naruuuu!" panggil Hinata tak sabar saat melihat teman blondenya lagi-lagi ketahuan melamun. Hinata mulai cemas,karena seminggu ini sahabatnya lebih terlihat banyak melamun.
Naruto tersentak kaget,hinata menghela nafas "tuh kan k-au me-lamun lagi,Naru. A-da apa?" tanyanya lembut.
Naruto hanya tersenyum seraya menggeleng sebagai jawaban.
"baiklah.. ka-lau ada apa-apa. Sebaik-nya kau ce-rita saja Naru. Ohya.. kau harus segera mengerjakan soalnya" tukas Hinata mengingatkan.
"ya"
Naruto bukannya tak ingin cerita kepada Hinata,tapi ia tak mau membuat sahabatnya itu khawatir dan terepotkan olehnya. Hinata terlalu baik dan terlalu banyak direpotkannya,sehingga Naruto tidak mau menambah daftar merepotkannya itu.
Padahal..
Naruto sungguh membutuhkan teman berbagi,untuk sekedar melegakan bebannya.
...
Sasuke berjalan dengan cool dan gagah dikoridoor sekolah,menuai tatapan kagum bagi siapa saja yang melihatnya. Tapi,sasuke sih cuek saja,kenapa harus peduli?
Kecuali jika Naruto yang memandangnya demikian,itu sih lain cerita. Sasuke akan segera menerjangnya dan menciumnya.
Sasuke tersenyum dalam hati setiap membayangkan gadis yang begitu ia cintai itu. Aduh.. padahal baru 3 jam yang lalu ia ketemu dengan Naruto,kenapa ia begitu merindukannya lagi sih?
"Uchiha.." panggil seseorang membuat sasuke berbalik kebelakang melihat siapa yang telah memanggilnya.
Sasuke hanya menatap datar pemuda berambut merah yang telah memanggilnya tanpa bertanya ada apa.
"bisa kita bicara sebentar?" tanya Gaara dengan Nada datar.
"hn" jawab sasuke tak jelas seperti biasa,namun Gaara mengertikannya 'iya' saat melihat tidak ada gestur penolakan dari Sasuke.
"aku hanya ingin meminta ijin untuk mendekati Naruto" ujar Gaara santai.
Sasuke terkesiap, "Apa maksudmu?" timpalnya bernada sinis mulai tak enak perasaan.
Gaara menyeringai tipis melihat reaksi Sasuke yang tidak disangkanya akan se-ekspresif itu, "hmm.. begitulah. Jujur saja,aku menyukai Naruto. Dan,tidak ada salahnya kan jika aku membuatnya berpaling darimu?" tukasnya datar dan terdengar sangat enteng.
Tangan sasuke mengepal kuat, giginya bergeletuk menahan amarah "lakukan atau kau mati,sabaku!" desisnya berbahaya,melupakan kesopanan yang seharusnya ia perlihatkan kepada senpai ketua osisnya itu. Ia menahan diri agar dirinya tidak memukul wajah datar menyebalkan senpai didepannya.
Sementara Gaara hanya mengedikan bahu tak peduli "aku hanya memberitahumu. Jika suatu saat Naru lebih memilihku kau tak terlalu kaget"
"jaga Ucapanmu,sabaku!" ujar sasuke emosi. Sementara Gaara hanya tersenyum meremehkan.
"tenang saja,cara yang kulalukan itu akan sportif. Cinta butuh perjuangan bukan?" timpal Gaara dengan Nada sing asong.
"brengsek!"
Dan?
BAK BUK BAK BUK!
BRUGH!
"iiisssh.."
Sasuke memukul Gaara membabi buta dengan segenap emosinya sampai Gaara tersungkur kelantai. Sasuke Melupakan imej yang mungkin akan menjadi buruk karena telah berani memukuli seorang ketua Osis. Sedangkan Gaara hanya menerima tanpa melakukan perlawanan. Hal tersebut justru membuat Sasuke semakin menggila memukuli Gaara karena merasa dirinya direndahkan . sementara itu seluruh murid yang melihat adegan tersebut hanya bisa menonton karena tidak mau terlibat dengan duo jagoan sekolah itu. Bisa-bisa malah mereka yang tumbang. Mereka hanya bisa memandang kasihan kepada Gaara yang saat ini sudah babak belur.
"ASTAGA! SASUKEEE! HENTIKAN!" Teriak seorang gadis blonde berlari panik melihat kekasihnya memukuli orang.
Naruto segera menarik sasuke yang terus memukul Gaara "SASUKE! Apa-apaan kau! Berhenti!" seru Naruto panik seraya terus berusaha memisahkan sasuke dari Gaara. Akhirnya Sasuke berhenti memukuli Gaara karena Naruto merentangkan tangannya melindungi Gaara dari tinju sasuke.
Mata sasuke menyorot marah dan tajam,wajahnya begitu merah karena amarah. Hal itu membuat Naruto takut. Karena baru pertama kali melihat wajah sasuke yang seperti itu. 'a-apa yang terjadi sebenarnya?' batin Naruto bingung.
"sa-sukeee.." lirih Naruto sedikit takut. Melihat wajah kekasihnya yang seperti ketakutan,akhirnya sasuke menarik nafas panjang berusaha menenangkan emosinya.
Melihat sasuke yang sudah sedikit tenang,Naruto segera menghampiri Gaara yang saat itu tengah terduduk dilantai dengan luka lebam diwajah dan sedikit darah diujung bibir.
"Senpai,tidak apa-apa?" tanyanya khawatir melihat Gaara seraya menjulurkan tangan membantu Gaara berdiri.
Gaara menyambut tangan Naruto dengan senang hati ,kemudian ia berdiri sembari sedikit merintih.
"tak apa" jawab Gaara pendek tersenyum tipis.
Naruto menghela napas sedikit lega "syukurlah.."
Melihat adegan itu lantas membuat Sasuke geram dan cemburu. Ia segera menarik lengan Naruto sedikit kasar.
"teme! Apa-apaan kau?!" Pekik Naruto kepada Sasuke,ia berusaha melepaskan cengkraman sasuke yang berusaha menyeretnya meninggalkan Gaara.
"Ayo pergi Dobe!" sasuke sedikit membentak . Hal itu sontak membuat Naruto tertohok. Sasuke membentaknya?
Namun Naruto berusaha melepaskannya "lepaskan teme! Kita harus menolong senpai Gaara dulu!"
"DOBE!" bentak sasuke habis kesabaran. " . per. Gi. SE-KA-RANG!" lanjut sasuke mendesis sembari menekan kata-perkata kalimatnya sehingga terdengar sangat mengintimidasi dan menakutkan sekaligus. Tentu saja,hal itu membuat Naruto terbelalak membatu,karena inilah kali pertama Sasuke memperlakukannya seperti itu.
Dan?
Sasuke pun menyeret Naruto yang saat itu masih shock meninggalkan Gaara yang memandangi mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.
Sementara itu,disudut lain dibalik dinding pemisah antara kejadian tadi berdiri 2 gadis cantik berambut cerah berdiri memandangi semua adegan yang terjadi itu.
"hihihi... Ini adalah awal pertunjukkan~" kekeh seorang Gadis bermata hujau Emerald dengan senangnya,terlihat raut puas diwajah cantiknya.
Sedangkan gadis lainnya hanya menatap Khawatir kepada Naruto yang saat itu tengah diseret Sasuke dan gadis disampingnya bergiliran.
'apakah semua ini benar?' batinnya miris. Kemudian menghela nafas panjang. 'mudah-mudahan semuanya tidak terjadi hal buruk'
"jangan pernah berubah Sakura,kumohon" bisiknya sangat pelan.
"kau bicara apa Ino?" tanya Sakura karena ia tidak bisa mendengar apa yang sahabatnya katakan.
Ino tersentak "ah.. tidak! Maksudku... ayo kita pulang!"
...
Sasuke membuka pintu mobilnya dengan tergesa,didudukkannya Naruto dengan paksa sehingga membuat Naruto sedikit meringgis saat sasuke sedikit membantingnya masuk kedalam mobil. Naruto sangat takut sekarang. Benar-benar takut melihat Sasukenya bersikap seperti itu.
Brugh!
Suara debaban pintu yang dibanting terdengar keras. Sasuke,kemudian memasuki mobilnya dan duduk dibelakang stir dengan nafas yang terdengar memburu. Kepalanya menoleh kearah Naruto yang saat itu tengah menundukan kepalanya takut. Melihatnya,sasuke merasa bersalah.
Jika sedang emosi,ia memang suka bertindak sedikit kasar dan tidak berpikir.
Dalam keheningan,sasuke tiba-tiba memeluk Naruto erat. Kepalanya ia benamkan diperpotongan leher Naruto. "maafkan aku" lirihnya pelan. Naruto yang sempat menegang,akhirnya mendesah dan membalas pelukan kekasihnya. Ia sama sekali tidak mengerti dengan sikap yang berubah-ubah dari kekasihnya ini. Namun yang Naruto ketahui,saat ini kekasihnya sedang merasa kalut.
"sebenarnya ada apa suke? Sampai kau memukuli Gaara-senpai seperti itu?" Tanya Naruto akhirnya mengeluarkan unek-unek dihatinya yang sejak tadi ia tahan,Naruto berbicara sedikit hati-hati,takut membuat sasuke marah kembali. Menggeleng,Sasuke tidak menjawab pertanyaan Naruto.
"kamu jangan pernah tinggalkan aku Naru.." alih-alih menjawab sasuke malah berbicara seperti itu. Jelas membuat Naruto bingung. naruto melepaskan pelukannya,membuat sasuke sedikit kecewa.
"ada apa sebenarnya suke? Aku bingung" tanya Naruto sembari membelai wajah tampan kekasihnya. Memejamkan mata,Sasuke meresapi setiap sentuhan yang diberikan Naruto. Kemudian ia membuka matanya mendapati Shapphire teduh tengah memandangnya lembut,ia menghela napas. Naruto memang pandai membuat emosinya turun dan tenang kembali. Lantas ia menggenggam tangan mungil Naruto yang sedang membelai pipinya lembut.
"berjanjilah.. kau takkan meninggalkan aku" ucap sasuke dengan nada memohon. Naruto semakin heran dengan kekasihnya itu. Bukanya menjawab malah membuat Naruto semakin bingung. tapi..
"ya aku berjanji" sahut Naruto seraya tersenyum tulus,sangat cantik dimata Sasuke .
"arigatou.." sasuke mengangkat bibirnya mengulas sebuah senyuman yang hanya diperlihatkan kepada orang yang ia cintai saja.
Sasuke menangkup wajah Naruto dan mencium bibirnya mesra. Ia bisa melihat tatapan lembut pada kedua bola mata Naruto saat ini. Hal itu membuatnya semakin memeperdalam ciumannya dengan lembut,mencicipi rasa manis dari mulut kekasihnya. Erangan terdengar samar dari mulut Naruto saat sasuke memperdalam lagi ciumannya,menghisap lembut bibirnya. Membuat sensasi menggelitik didada Naruto. Ia merengkuh tubuh Naruto lebih dekat dengannya,Narutopun mengalungkan tangan kelehernya. Sasuke memiringkan kepalanya dan melesakan lidahnya yang disambut dengan senang hati oleh Naruto. Ciuman itupun semakin panas,sasuke menjelajahi setiap inci dalam rongga mulut kekasihnya. Membuat naruto mengerang kembali. Hingga kebutuhan oksigenlah yang membuat kecupan panas itu terhenti. Sasuke melepaskan ciumannya disaat Naruto sedikit mendorong dada bidang Sasuke.
Mereka berdua terengah dengan wajah yang memerah. Sasuke tersenyum melihat kekasihnya,kemudian mengecupnya lagi sekilas dan melepaskan pelukannya. Karena bisa gawat kalau ia lepas kontrol,ia sekuat tenaga menahan hasratnya agar tak menyerang Naruto yang saai ini sedang menampakan wajah sayu menggodanya. Uh.. adakah wanita yang lebih cantik dan manis selain Naruto sekarang? Jawaban sasuke pastilah Tidak.
Sasuke menstarter mobilnya kemudian melajukannya keluar sekolah. Perjalanan berjalan tenang,dengan hati yang senang tentu saja. Hingga...
"OH TUHAN! HABISLAH AKU!" Teriak Naruto tiba-tiba membuat sasuke terlonjak dan mengerem mendadak mobilnya yang untungnya tidak ada mobil dibelakangnya.
Baiklah.. sasuke lupa bahwa kekasihnya adalah orang yang sangat berisik dan penuh kejutan.
"berisik dobe! Ada apa?" tanya sasuke sedikit kesal dan kembali menjalankan mobil sport hitamnya.
"temee~ aku terlambat kerja.. hiks. INI SEMUA GARA-GARA KAMU TEME!"
"hn"
"bagaimana iniiiii hiks...?" panik Naruto berlebihan padahal baru telat satu menit. Sementara sasuke hanya mendengus cuek dan bersikap biasa saja.
"dasar teme mesum! Gara-gara kamu aku telat! Dasar mesum ,brengsek, jelek lagi!" gerutu Naruto habis-habisan.
Sasuke mendesah mendengarnya,ia merasa naik jet coster saat berhubungan dengan Naruto. Tadi ia merasa cemburu dan sangat marah,kemudian kembali tenang dan bahagia karena adegan romatis tadi,dan sekarang ia merasa jengkel mendengar gerutuan yang terus terlontar dari mulut kekasihnya. Merepotkan,pikir sasuke mulai mengikuti trade mark sahabatnya.
Lalu?
'kau memang selalu bisa membuatku lepas kendali dari imej Uchihaku dobe ' batin Sasuke yang benar-benar merasa sering sekali OOC jika bersama Naruto.
.
Baru nyadar sas?
...
Gaara berjalan dengan menanggung rasa perih diwajah lebamnya dan ngilu diperutnya akibat pukulan Sasuke yang luarbiasa telak itu. Menolak setiap orang yang datang untuk menolongnya. Ia mengusap sedikit darah yang terdapat diujung bibirnya yang sobek. Kemudian tersenyum tipis seraya mendengus kecil saat melihat sedikit darah ditangannya.
"kuanggap ini adalah bayaran sebagai Izin aku akan merebut Naruto darimu,Uchiha" desisnya pelan.
"dengan begini aku tidak akan segan-segan dan tidak enak hati padamu" lanjutnya menyeringai.
Ia pun berjalan kearah parkiran sekolah. Tidak menyadari seorang gadis cantik yang mengikutinya dari belakang yang menatapnya dengan tatapan sendu.
'Gaara-kun.. Kenapa kau sama sekali tak pernah melihatku? Kenapa kau lebih memilih merebut kekasih orang' batin gadis itu miris sebelum berbalik berlawanan arah dengan Gaara.
.
.
Tbc...
Jiaaaah.. makin aneh aja ni fic.. ada saran or kritik? Tapi.. sekedar pemberitahuan.. disinilah sebenarnya awal dari konfliknya.. heheh..
Ohya.. kira mohon jangan panggil kira,senpai dong.. kira itu newbie banget didunia FFn ini.. (-,-)7
Ada yang percaya tidak kalo kira baru punya akun 3 minggu lalu,dan kenal dunia Ffn 2bulan yang lalu? (-,-)7
Awalnya kira nyoba-nyoba baca,eh.. malah pengen nyoba nulis. Pas publish,reaksinya cukup bagus. Jadi kira terusin deh. Heheh.. itu karena review temen-temen semua. Kira pikir ga bakalan ada yang mau baca..
Tapi?
Hiks.. kira terharu.. makasih yah buat yang review.. jangan kapok loh ngasih saran or kritik buat kira.. ^,^
Jadi..
Please review Ok..?
