"Su-suke! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!" Naruto terpekik seraya mengeratkan pegangan tangannya pada Sasuke yang tengah mematung Shock disampingnya.
"..." Sasuke tak bersuara. Ia masih memandang lurus kearah gambar dimana Naruto tengah berpelukan dengan Gaara. Ah tidak! Sepertinya Narutolah yang dipeluk.
Hati Sasuke begitu panas. Rasanya,ditusuk pisau lebih baik. Melihat wanita yang dicinitainya dipeluk orang lain adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Tanpa berkata apapun,Sasuke segera menyeret Naruto dengan kasar entah kemana. Sementara itu,Naruto hanya bisa merintih tertahan saat tangannya terasa panas karena genggaman Sasuke yang erat dan kasar. Matanya terpejam,yang ia rasakan sekarang adalah rasa TAKUT.
Takut dengan semua kemungkinan yang akan terjadi nanti.
.
.
Disclaimer: sudah tahu pasti kan?
Pair : SasufemNaru
Rate : T
Gendre: Romance,Drama.
WARNING:STR AIGT,OOC,GAJE,ABAL,typos ,DLL
.
.
Menarik napas dalam,Sabaku Gaara mengepalkan tangannya kuat. Ia memandang apa yang terpampang didepan mading dengan tatapan datarnya,berbanding terbalik dengan hatinya yang bergejolak emosi.
Sial! Siapa yang melakukan ini?!
Sungguh,ini adalah kejadian yang menurunkan harga dirinya sebagai President Council. Dimana...
'SANG KAICHOU menjadi SELINGKUHAN dari gadis miskin bernama Namikaze Naruto,yang tak lain adalah kekasih dari PANGERAN SEKOLAH,Uchiha Sasuke'
Masih dengan wajah datarnya, Gaara berbalik,menghiraukan beberapa pertanyaan yang teman-temannya lontarkan kepadanya. Ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya,menghindari kerumunan teman-temannya.
"Siapapun yang melakukan itu! Takkan ku biarkan dia hidup tenang!" Desisnya pelan,sangat pelan.
Bukannya Gaara takut jabatan sebagai Kaichou-samanya terancam atau buruknya citra yang ia peroleh dari kejadian itu,peduli banget deh buat jabatan merepotkan itu. Tapi,yang membuatnya sangat geram adalah..
Orang itu telah membuat Naruto menjadi bulan-bulanan seluruh siswa,dan hal itu pastilah menyakiti gadis yang ia cintai.
TAP TAP TAP
"Gaara-kun..," panggilan lembut terdengar ditelinga Gaara. Lelaki bersurai merah itupun berbalik,menatap seorang gadis yang tengah menatapnya sendu.
"..."
"Semua itu tidak benarkan? " tanya gadis itu sangsi dengan nada khawatir.
Gaara menggeleng. "Hmm..," gumamnya sebagai jawaban tidak.
"Aku percaya kepadamu Gaara-kun."
"Terimakasih.. Yukata" ucap tulus Gaara kepada gadis cantik berambut hitam didepannya seraya tersenyum kecil.
"Un! Mau kemana Gaa-kun?"
"Mencari Neji," jawab Gaara pendek kepada sahabat dari kecilnya itu. Yukata mengangguk kecil,kemudian langkahnya mengikuti pria yang diam-diam selama ini dicintainya. Gaara sendiri tidak keberatan dengan kehadiran Yukata disampingnya,terbukti dengan ia tak bereaksi apapun.
'Aku tidak boleh membiarkan hubungan Naruto dan Sasuke-kun sampai putus. Karena.. hal itu dapat menjadikan kesempatan untuk Gaara-kun mendapatkan Naruto,' batin Yukata seraya mencuri pandang kearah Gaara.
.
...
.
Naruto terdiam. Untuk pertama kalinya ia menyadarinya Sasuke sangat menakutkan. Suasana atap itu begitu hening disekeliling mereka. Sasuke berdiri tepat didepan Naruto dengan kepala sedikit menunduk,sorot matanya menyiratkan berjuta emosi: marah,kecewa dan sakit hati.
"Maafkan aku," Naruto berbisik,"tapi aku tidak mengkhianatimu,percayalah suke."
"Lalu,apa kau bisa menjelaskan kenapa kau...," Sasuke memberi jeda sebentar, "berpelukan dengan Sabaku itu," lanjutnya mendesis.
Naruto terkesiap. Suara itu terdengar sangat dingin dan berat. Naruto hanya sekali pernah mendengar suara Sasuke seperti itu,saat Sasuke berbicara dengan Gaara,dimana Naruto pada saat itu akan dibawa ke UKS oleh senpainya.
Ia menggeleng keras,"Aku tidak merasa berpelukan dengan Gaara-senpai!" sanggahnya,keras. Matanya menyorot penuh harap. Berharap Sasuke tidak marah kepadanya.
"..."
"Kumohon Suke... Jangan tatap aku dengan pandangan seperti itu," lirihnya pelan dengan wajah menunduk.
"Apa yang kau sembunyikan selama ini kepadaku,Naru?" tanya Sasuke mengalihkan pandangannya kearah lain. Entah kenapa,melihat Naruto mengingatkan dirinya pada foto yang ia lihat dimading tadi. Membuatnya kembali merasakan gejolak amarah yang begitu kuat. Tangannya terkepal kuat. Ingin sekali ia memukul seseorang,memukul Sabaku Gaara.
"Hmm.. begitulah. Jujur saja,aku menyukai Naruto. Dan,tidak ada salahnya kan jika aku membuatnya berpaling darimu?"
"Aku hanya memberitahumu. Jika suatu saat Naru lebih memilihku kau tak terlalu kaget."
Sekelebat bayangan tentang percakapannya dengan Gaara,tiba-tiba terlintas dikepalanya. Rahangnya mengatup keras, "Katakan.. Apa yang kau sembunyikan dariku,Naru?" tanyanya sekali lagi saat Naruto hanya diam dengan tubuh terlihat menegang.
"Maaf...," ujar gadis surai pirang itu bergetar,ia sedikit ragu ketika ingin mengatakan hal ini kepada Sasuke. Lantas,gadis cantik itu menghela nafas seolah mencari sebuah kekuatan. Ia memberanikan diri untuk menatap onyx kekasihnya.
"Selama ini aku selalu mendapatkan Surat cinta dari seseorang setiap hari. Sungguh,aku tidak tahu pengirimnya adalah Gaara senpai. Hingga,kemarin pagi saat aku tak sengaja memergokinya memasukan surat kedalam lokerku," jelas Naruto.
"..." Sasuke tidak menyahut sama sekali,karena ia yakin Naruto belum menyelesaikan kata-katanya. Namun,saat mendengar penjelasan dari Naruto amarahnya semakin besar. Rasanya,ia sangat kecewa.
"Lalu ia menjelaskan semuanya,dan akhirnya ia menyatakan perasaannya kepadaku. Tentu saja,aku menolaknya. Kemudian tiba-tiba ia memelukku dan kami bersepakat untuk hanya berteman saja. Percayalah Suke,aku takkan pernah mengkhianatimu..." kata Naruto panjang lebar dengan harapan Sasuke mempercayai semua kata-katanya.
Namun,apa yang ia dapat? Naruto hanya melihat raut kekecawaan yang amat dalam disorot onyx kekasihnya. Ia menunduk kembali,rasanya sangat sakit ketika mendapati tatapan itu terarah kepadanya.
"Aku kecewa kepadamu Naru," desis Sasuke tajam dan jujur. Sungguh,ia sangat kecewa terhadap Naruto. Jadi,selama ini Naruto tidak jujur dan menyembunyikan hal sepenting itu darinya?
"Aku kecewa.." Katanya lagi,kali ini lebih pelan.
Naruto terkesiap,rasanya begitu perih saat mendengar kekasih yang ia cintai mengatakan hal itu.
"Maafkan aku Suke! Sungguh aku tidak bermaksud apa-apa!" pekik Naruto seraya berusaha menggenggam tangan Sasuke. Tapi..
Plak!
Dengan kasar Sasuke menepis tangan Naruto. Tanpa melihat lagi kearah si pirang ,Sasuke membalikan badannya dan bergegas pergi meninggalkan Naruto yang berteriak memanggil-manggil namanya,dengan putus asa.
"Suke kumohon jangan marah!" Naruto mengejar Sasuke dan berusaha menggenggam tangan kekasihnya,walau tetap Sasuke menepisnya hingga tak sengaja menyebabkan Naruto terjatuh kebawah.
Bruukh!
"Suke..." lirihnya dengan mata berkaca-kaca melihat punggung Sasuke yang semakin menjauh menginggalkan dirinya,tanpa peduli kepadanya yang terjatuh akibat perbuatannya. Tanganya mencengkram dadanya kuat,berharap rasa sakit dihatinya berkurang. Matanya terpejam,mengeluarkan beberapa bulir kristal bening mengaliri kedua pipinya.
...
Sakura bersenandung riang dibangkunya seraya mengotak atik ponselnya dengan lincah. Bibirnya tak lepas dari sebuah senyuman. Siapapun pasti tahu ,gadis cantik idola para siswa itu sedang berbahagia.
"Sepertinya ada yang sedang senang hari ini," sebuah pernyataan terlontar dari mulut gadis berambut pirang pucat,yang tak lain adalah Ino.
"Hihihi.. Kau memang selalu tahu,Ino."
"Ayolah.. Sakura.. Dari tadi kau hanya memasang ekspresi bahagia," kata Ino bermaksud mencibir.
"Kau tahu,Ino?"
"...?"
"Aku berharap Sasuke-kun membuka matanya,bahwa gadis itu benar-benar jalang," katanya dengan sinis.
"Haaah... Aku harap,orang yang menyebar foto itu bukan kau Sakura! karena,orang itu dalam masalah besar," ujar Ino mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Sakura merupakan masalah yang serius,dimana ia bermain api dengan Uchiha Sasuke dan Sabaku Gaara sekaligus. Hello...? berani sekali orang itu berurusan dengan orang-orang bahaya macam Uchiha dan Sabaku.
Sakura hanya mengangkat bahunya tidak peduli. "I see.."
'Yang aku peduli,hanyalah kehancuran gadis miskin itu.'
.
...
.
Teng Teng Teng..
Suara bel masuk membuat gadis berambut indigo cantik itu semakin gelisah. Matanya terus menatap kearah pintu kelas,menantikan kehadiran sang sahabat yang tak kunjung datang. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Naruto,yang sampai saat ini tidak membalas emailnya satupun. Rasa khawatirnya bertambah,saat ia mendengar beberapa temannya yang berbisik-bisik menggosipkan Naruto dengan panasnya. Satu yang Hinata tau..
Mereka semua sangat membenci Naruto.
"Naru.. Dimana kau?" lirihnya hanya mampu didengar oleh dirinya sendiri.
Tak lama kemudian,ketukan pitu kelas terdengar,Hinata berharap itu bukanlah Iruka-sensei yang datang mengajar.
Ceklek!
Pintu kelas terbuka,menampakan sesosok gadis cantik yang memasuki kelas. Hinata mendesah lega. Tapi..
Suasana kelas mendadak hening,semua mata tertuju pada Naruto. Sehingga,membuat Naruto merasa kikuk dan gugup saat dipandangi seperti itu oleh semua orang. Ia pun melangkahkan kakinya,namun baru saja Naruto melangkahkan kakinya,tiba-tiba suasana berubah gaduh,murid-murid perempuan saling berbisik sambil menatap Naruto dengan tatapan sinis.
Lalu?
"HUUUUUUUU!" Suara surak merendahkan terdengar pecah seisi kelas. Beberapa siswi,ada yang melempari Naruto dengan gumpalan kertas,ada juga yang mencibir Naruto dengan hinaan yang menyakitkan hati.
"Gadis jalang!"
"Tidak tahu diri!"
"Sok kecantikan! Padahal Cuma gadis miskin!"
"Murahan!"
Dengan kepala yang tertunduk,Naruto berusaha menulikan telinganya atas ucapan-ucapan menyakitkan teman-temannya. Ia berjalan kearah bangkunya,membiarkan dirinya dilempari beberapa bola kertas yang mengenainya. Ia sudah tahu,pastilah jadinya akan seperti ini. Dalam tangisnya yang tertahan Naruto berdoa :
'Kami-sama.. kumohon.. kuatkan hatiku'
Sementara itu,Hinata hanya bisa menatap Naruto dengan pandangan berkaca-kaca. "Naru..." bisiknya prihatin dengan nasib sahabat baiknya. Hintata yang sangat pendiam dan pemalu,tidak bisa berbuat apa-apa atas diperlakukannya Naruto seperti itu oleh teman-temannya.
"Aku selalu percaya padamu,Naru...," kata Hinata saat Naruto medudukan diri disampingnya.
Naruto menoleh,ia hanya bisa tersenyum pahit kepada Hinata, "Terimakasih..," lirihnya dengan suara yang amat pelan dan bergetar menahan tangis.
.
...
.
Shikamaru hanya bisa bergumam 'mendokusai' dalam hati,ketika melihat bagaimana keadaan Sasuke saat ini. pemuda berambut nanas itu bahkan tidak berani hanya untuk sekedar menyapanya. Kenapa? Karena ia tahu,mengusik Sasuke yang saat ini tengah diselimuti hawa membunuh itu bukan hal yang baik. Maka dari itu,ia hanya bisa menghela nafas. Lalu,melihat sekelilingnya dengan mata malasnya.
'Bahkan seluruh orang tak ada yang berani bersuara. Uchiha,memang merepotkan,' batinnya.
Lalu?
Drrrt... Drrrt..Drrrt..
Ponsel yang bertanda mendapatkan email itu,bergetar dalam kantung celana Shikamaru. Dengan cepat,ia membuka pesan itu.
From : Ino
"Shika,ku rasa benar Sakuralah yang melakukannya. Tolong jangan beritahu Sasuke,aku takut hal buruk akan terjadi ;( "
"Haaah.. mendokusai...," r apalnya seraya mendesah panjang.
.
...
.
Tak terasa,jam istirahat telah datang. Gadis bermata shapphire itu terus menerus menundukan wajahnya,tak berani melihat sekitarnya. Karena dengan menundukan kepalanya saja ia sudah merasakan pandangan menusuk dan tidak suka terhadapnya,ditambah dengan cibiran-cibaran panas itu.
Hinata sangat pahan dengan keadaan sahabat pirangnya. Ia mengusap punggung tangan Naruto pelan.
"Se-mua akan baik-baik saja Naru.. Aku dan Ki-ba akan selalu mem-bantumu," hiburnya dari tadi seakan ingin menguatkan. Naruto mengangguk,kemudian memandang Hinata dengan senyuman lemah dibibirnya sekakan berucap 'terima kasih' lewat postur tubuhnya.
Mereka berdua tidak menyadari bahwa ada seorang pemuda tampan yang menghampiri mereka berdua. Sementara,kedatangan pemuda itu menjadi sorot perhatian semua orang yang melihatnya.
"Naru... Bisa kita berbicara?" tanya pemuda itu suasana hening seketika,dan Naruto menoleh cepat kearah seseorang yang memanggilnya.
"Gaara-senpai...," lirihnya memanggil pemuda yang kini sedang menatapnya datar namun lembut.
Gaara terkesiap saat melihat sorot kesedihan dimata jernih gadis cantik didepannya,ia merutuk dalam hati. Bagaimanapun ini salahnya juga. Tapi sungguh,ia tak berniat membuat Naruto seperti ini. Yang ia mau adalah Naruto menjadi miliknya dengan cara yang sehat,tidak seperti saat ini.
"Gomen," kata Gaara pendek dengan suara beratnya. Nada penuh penyesalan sangat kentara terselip disuaranya.
"..."
"Aku berjanji akan mencari siapa pelaku dibalik semua ini,Naru...," ujarnya lagi tegas,saat Naruto tak bereaksi apapun terhadap perkataanya tadi.
Bibir berwarna Cherry yang sedikit lebih pucat dari biasanya itu melengkungkan sebuah senyuman lemah penuh keterpaksaan. "Tak perlu senpai. Ini hanyalah sebuah kesalah pahaman," Naruto memberi jeda cukup lama, "mungkin senpai hanya perlu menjelaskan kepada Sasuke saja," lanjutnya lirih.
Gaara menatap Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan,kemudian menangguk kecil sebagai jawaban. Walaupun,ia juga ragu Naruto dapat melihatnya dalam posisi kepala yang tertunduk itu.
Lalu,pemuda tampan yang tengah menjadi objek perhatian seluruh siswa itu pun berbalik,bermaksud meninggalkan kelas kohai cantiknya itu. Akan tetapi,tubuhnya berhenti bergerak saat ia melihat siluet pemuda bersurai raven tengah memandangnya sengit dibalik pintu kelas.
Lalu?
"Brengsek kau Sabaku!" tanpa aba-aba Sasuke langsung berlari kencang menerjang dan memukul Gaara telak.
BUK BAK BUK
"KYAAAAAAA!" suara teriakan panik itu bergema didalam kelas,para siswa yang melihat kejadian tersebut hanya bisa melotot horor dan takut,sebagian ada yang lebih memilih lari,takut-takut kena imbas dari kekacauan itu.
"SASUKE HENTIKAN!" Naruto berteriak ngeri kepada Sasuke,ia dengan segera menghampiri dua pemuda yang saling mengadu deathglare itu.
"Kenapa kau memukulnya Teme!" seru Naruto keras ,ia tak habis pikir kepada sikap Sasuke yang tempra itu. selalu bertindak tanpa berpikir,memukul tanpa bertanya.
Sasuke mendengus tak suka dengan keras,menatap Naruto dengan pandangan tajam dan kecewa. Sikap Naruto yang seperti itu malah membuat Sasuke semakin marah. 'Jadi,dia lebih membela si brengsek busuk itu? cih!' geramnya dalam hati.
Awalnya, Sasuke berniat untuk mengajak Naruto berbicara lagi. Ia akan berusaha percaya memaafkan Naruto. Namun,amarahnya begitu tersulut saat melihat Gaara berada didalam kelas Naruto,dan seperti sedang berbicara. Hingga akhirnya rasa cemburu yang berlebihan membutakannya,ia tak tahan dan segera memukul wajah menyebalkan Gaara.
"Aku benar-benar kecewa! Kau melanggar janjimu Naruto.." desisnya menusuk dan berlalu begitu saja.
Jleb!
Naruto mematung dengan shock. Wajahnya pucat dengan mata berkaca-kaca. Hinata,yang mengerti situasi segera menghampiri Naruto dan mendekapnya.
"Benar-benar gadis yang tak tahu diri! Sasuke-senpai pasti marah!"
Naruto berdiri dalam pelukan Hinata dengan wajah yang beruraian air mata. Mereka bukannya tidak mendengar kata-kata yang berseliweran tadi.
"Hinata.. Nata.." Naruto tergugu dibahu Hinata.
"Kenapa semua jadi seperti ini? aku tidak tahu lagi..." bisiknya sambil memejamkan mata. Perih. Hatinya terasa seperti ditusuk-tusuk pisau. Tatapan orang yang disekitarnya terasa seperti menghujamkan pisau itu lebih dalam lagi,setelah mendengar apa yang Sasuke katakan tadi. Tiba-tiba gadis itu meronta hebat dan berlari kencang.
"Naru,Naruto!" Hinata berseru. "Narutoooo!"
Naruto berlari terus tanpa mengindahkan panggilan Hinata. Kedua kakinya terus bergerak cepat,pandangannya buram oleh air mata. Napasnya terengah-engah dan dadanya terasa hendak pecah.
"Naruu.. kau mau kemana?! Naruuuu!" Hinata berteriak-teriak panik sambil mengejar sahabatnya. Sebentar saja tubuh Naruto menghilang ditengah kerumunan. Ketika,gadis itu akhirnya berhasil membebaskan diri dari orang-orang berlalu lalang. Sosok Naruto sudah tidak tampak lagi dihadapannya.
Hinata berdiri dengan tubuh gemetar. Beberapa meter dihadapannya,pintu sekolah terbuka lebar. Sepi,hening diluar lingkungan sekolah yang kini ramai. Hinata berlari lagi dan mengedarkan pandangannya. Sosok Naruto tidak tampak dimanapun. Hinata menggigil. Ia sangat mengkhatirkan sahabatnya.
Hingga..
"Biar aku saja yang mencarinya."
Suara baritone Gaara mengalihkan Hinata.
.
.
Sementara itu disudut lain didepan sebuah kelas. Dua orang gadis yang berbeda watak itu memandang kearah koridoor bekas dimana terakhir kali mereka melihat Naruto berlari meninggalkan mereka.
Plok.. Plok.. Plok..!
Sakura bertepuk tangan seraya terpekik "Ah! Kau lihat tadi Ino? Usahaku tak sia-sia memberika gambar itu kepihak mading. Akhirnya.. Sasuke-kun sadar bahwa gadis itu memang bukan gadis yang pantas."
Ino hanya mendesah pasrah atas sikap keterlaluan sahabatnya. "Semoga saja,ini tidak berefek terlalu ekstrem untuk hidupmu Sakura," ujar Ino dengan nada sarkastik.
Sakura mendelik tak suka atas apa yang Ino katakan,"Aku tidak mengerti kata-kata ambigumu Nona," katanya seraya berlalu pergi,mengekor Ino dibelakangnya.
"Sakura? Jadi.. gadis itu yang membuat semuanya jadi rumit.." bisik seorang gadis yang tak sengaja mendengar percakapan Sakura dan Ino.
Ia kemudian menyeringai senang. "Maaa... Lihat saja gadis licik! Kau akan memakan kembali kebusukanmu. Karena,gara-gara kau Gaara-kun mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mendekati Naru-chan."
"Aku harus menemui pemuda Hyuuga itu."
Gadis itupun melangkahkan kakinya dengan anggun,dari kemeja seragam rapinya menampakan sebuah name tag "Yukata Shihori".
.
.
TBC..
Araaa? Apa-apaan ini chap? #frustasi.
Kenapa jadi rumit gini?
Ah.. ga peduli! Hehe.. yang penting lanjut ah! # digampar
Eemmm.. kalo gitu Kira pasrah aja deh.. siap trima kritik dan flame mungkin? ;(
Apapun itu.. Kira mohooon...
.
.
REVIEWNYAAAA MINNA!
.. Eh.. KIRA LUPA MINTA MAAF DAN NGUCAPIN MAKASIH.
MAAF BUAT REVIEW KALIAN YANG BELUM SEMPAT KIRA BALES,
DAN MAKASIH BUAT KETERSEDIAANNYA MEREVIEW..
