Sequel Sparklin on Girls' Shoal
by affany hwali
Rate: M
Disclaimer: Semuanya milik Tuhan
Warning: NC-21 alot, Romance gagal, cerita pasaran, typo problems, tidak sesuai EYD, jauh dari sempurna, maksa.
a/n:
akhirnya seq ini selesai dan bisa gue publish! yeah~ ada yang nunggu dan mau baca?
sempet galau mau NC-17 aja atau NC-21. sempet terbengkalai juga karena ke-sok-sibukan gue. mian TT
bacot gue lanjut di bawah ea, reader baca aja dlo.
enJOY~
Kyuhyun terus memandang pada suatu objek yang berjarak 50 m di depannya. Kedua mata tajamnya terpaku pada gadis yang ia puja menggerakkan tubuhnya di dalam air. Gadis yang mampu meluluhkan hati acuhnya dengan paras dan bakatnya. Melumpuhkan persendiannya dengan sentuhannya.
Murid-murid lain juga ikut meramaikan arena renang bersama Kyuhyun. Walaupun hanya latihan, para penonton lebih heboh daripada saat olimpiade. Mereka bertepuk tangan, bersorak dan tak jarang juga yang berteriak –seperti biasa.
Ditengah-tengah latihan, Kyuhyun tak bisa menyembunyikan senyumannya. Bagaimana tidak, Sungmin sering menengok ke arahnya dan tersenyum tipis kepadanya. Membuat namja lain yang melihat bersorak gembira tak jelas.
Latihan selesai, kerumunan penonton sedikit demi sedikit berkurang. Suasana arena renang menjadi sepi tapi, Kyuhyun masih bertahan di bangkunya. Menunggu Sungminnya.
Ya, Sungminnya. Sejak kejadian sore itu mereka semakin dekat. Gossip beredar cepat. Walaupun banyak penggemar, baik dari Sungmin dan Kyuhyun (Kyuhun juga punya fans walaupun ga sebanyak Ming), yang awalnya tidak terima tapi, mereka akhirnya menerima.
KYUMIN
"Minnie-ya!" Sungmin hanya berdehem pelan.
"Si Cho Kyuhyun itu akhirnya berani mendekatimu." Ujar teman Sungmin yang tukang gossip.
Sungmin hanya mengulum senyumannya. Ia tidak menceritakan kronologi kedekatan hubungannya dengan Kyuhyun kepada siapapun.
Tapi apa yang dikatakan Heechul -si tukang gossip- itu benar juga. Semakin hari, Kyuhyun semakin percaya diri mendekatinya. Mereka sering makan bersama di kantin. Kyuhyun juga pernah mengantarnya pulang padahal arah rumah mereka berbeda.
"Selamat ya, penantianmu selama ini membuahkan hasil yang bagus." Cerocos Kibum yang sedang mengeringkan rambut. Sungmin tersenyum geli.
"Sungmin-ah, ponselmu berdering terus. Tadi aku lihat sudah ada 2 missed call." Junsoo menyerahkan ponselnya saat ia selesai membasuh. Kemudian sebuah pesan masuk.
Noona, appa mengajak makan malam di luar. Hari ini umma tidak masak. Kapan kau pulang? Sebentar lagi kami akan berangkat.
Sungmin melirik jam. Inikan masih jam lima, mereka kelaparan sekali, eoh?
Sungmin membalas;
Kalian pergi saja. Aku baru selesai latihan, mungkin aku makan malam bersama teman. Maaf ya.
"Minnie-ya! Kyuhyun menunggumu! Sepertinya kalian pulang bersama lagi." Eunhyuk –teman hebohnya- memulai kehebohannya.
Yang lain ikut meremaikan suana, menggoda Sungmin. Ryeowook yang juga jahil, menoel-noel dagu Sungmin.
"Diamlah! Aku malu." Sungmin berlari ke salah satu bilik restroom, memakai pakaiannya, diiringi dengan gelak tawa yang lain.
KYUMIN
"Mian, kau menuggu lama." Sungmin basa-basi.
"Anieyo. Gwenchana." Kyuhyun tersenyum lembut dan memberikan sebuah helm pada Sungmin.
Kyuhyun mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang. Ingin lebih lama bersama Sungmin. Menikmati pelukan lengan Sungmin di pinggangnya. Juga dada Sungmin yang menempel di punggungnya. Dada Sungmin yang bulat dan padat.
Ya, kau sedang menyetir, Cho Kyuhyun. Jangan berfikir macam-macam.
Ia memperinganti dirinya sendiri.
Setelah mengantar Sungmin rencananya Kyuhyun ingin pulang tapi Sungmin membujuknya untuk mampir, walau hanya sebentar.
"Umma, appa, dan Sungjin sedang keluar. Rumah jadi sepi." Kyuhyun mengerti, Sungmin baru saja melancarkan modus 'minta ditemani'. Akhirnya, ia memarkirkan sepeda motornya di pekarangan rumah Sungmin.
Sungmin membuka pintu rumahnya dengan kunci yang ia bawa, mengapit lengan Kyuhyun menariknya ke dalam rumah.
Kyuhyun duduk di atas sofa ruang keluarga Sungmin. Ia sedikit kikuk, bukankah harusnya ia berada di ruang tamu bukan di ruang keluarga. Tapi Sungmin menariknya kesini.
"Mau minum apa?" Sungmin tampak berseri-seri.
"Air mineral dingin saja."
Sungmin kembali dengan membawa segelas mineral dingin dan sekaleng cola. Ia duduk di sebelah Kyuhyun yang mulai lancang menyalakan televisi dan memilah channel.
"Mian tidak ada makanan. Umma tidak masak. Makanan ringan juga sudah habis."
"Gwenchana, tidak usah repot-repot." Kyuhyun meminum minumannya lalu menyenderkan punggungnya, menjulurkan lengannya ke samping di atas sandaran sofa.
Sungmin terus memperhatikan tingkah laku Kyuhyun. Merasa di perhatikan, Kyuhyun mulai salah tingkah.
"Wae?"
Tanpa izin dari pemiliknya, Sungmin melepas kacamata milik Kyuhyun. Kyuhyun berusaha merebut kacamatanya tapi, Sungmin menyembunyikannya di balik punggungnya.
"Kau lebih tampan tanpa kacamata ini." Mata mereka bertemu, saling memandang. Menyelami mata masing-masing mencoba memahami apa yang dipancarkan.
Perlahan pandangan Kyuhyun turun ke dua belah bibir M-shaped milik Sungmin. Sungmin yang mengerti mulai memajukan wajahnya mendekat ke wajah Kyuhyun. Kyuhyun menundukkan kepalanya.
CUP
Bibir keduanya bertemu. Hanya menempel, sebelum Kyuhyun mulai berani mengemut bibir atas dan bawah Sungmin bergantian. Bibir Sungmin terasa begitu lembut dan mencandu. Membuatnya enggan melepas tautan bibir mereka.
Sungmin mengusap tengkuk Kyuhyun pelan, membalas pagutan lembut Kyuhyun di bibirnya. Kyuhyun memiringkan kepalanya agar dapat mencium Sungmin lebih dalam. Merengkuh tubuh sintal Sungmin, menipiskan jarak di antara mereka.
Sungmin megalungkan lengannya di leher Kyuhyun dan meremas surai Kyuhyun. Ciuman lembut itu semakin panas. Kedunya saling melumat dan mempererat pelukan, meniadakan jarak.
Tangan Kyuhyun bergerak naik-turun di punggung Sungmin.
"Euumhhh.." Satu desahan lolos mengundang desahan lainnya.
Lidah Kyuhyun melesak masuk ke mulut Sungmin dan disambut dengan baik oleh lidah Sungmin. Mereka menautkan lidah. Suara kecipak saliva khas orang melakukan french kiss terdengar sayup-sayup dibalik suara televisi.
Setelah cukup lama berciuman, Kyuhyun menyudahinya. Ia memandang kedua mata Sungmin yang juga memandangnya. Ia bawa tangannya membelai pipi chubby Sungmin.
"Min-ah."
"Hm?"
"Sepertinya, akhir-akhir ini kita akan jarang bertemu." Kyuhyun menundukkan kepalanya. Sungmin tertegun sesaat.
Kyuhyun menghela nafas. "Aku akan menghadapi olimpiade dekat-dekat ini. Kau jugakan?" Kyuhyun sedikit melirik Sungmin.
"Kau sibuk latihan, aku juga akan disibukkan dengan bimbingan intensif." Kyuhyun menatap Sungmin yang masih terdiam. "Mian." Ia membawa tangan Sungmin kedalam genggamannya.
Sebuah senyumah hangat merekah di wajah Sungmin. "Gwenchana." Ia mengelus kepala Kyuhyun, menyisir surai yang berantakan karenanya tadi. Kyuhyun tersenyum lega.
"Kau harus berlatih soal-soal yang banyak. Agar saat olimpiade nanti lancar."
"Ne."
"Tapi sepadat itukah waktu bimbinganmu sampai kita tak bisa bertemu?" Bibir Sungmin terpout imut. Usapan di kepala Kyuhyu berhenti.
"Aku tak punya banyak waktu lenggang. Hanya waktu istirahat. Namanya juga intensifikasi."
"Ah, ne. Kau harus memanfaatkan waktu itu dengan baik. Istirahat yang teratur. Jangan lupa makan." Sungmin melanjutkan elusannya di kepala Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh ringan mendengar ucapan Sungmin.
Tangan Sungmin turun dari kepala Kyuhyun, menyusuri leher, bahu, dan dada Kyuhyun.
"Aku akan merindukanmu."
"Aku juga akan merindukanmu." Sungmin memeluk Kyuhyun, menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun.
Kyuhyun balas memeluk Sungmin, menyerukkan wajahnya di leher Sungmin.
"Aku harus pulang. Sudah semakin gelap." Sungmin melepas pelukan mereka dengan tak rela.
"Kacamataku dimana?" Sungmin memutar kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencarinya.
"Ini." Ia memakaikannya pada Kyuhyun.
"Gomawo." Kyuhyun mecium pipi kiri Sungmin sekilas.
Kyuhyun sudah di sepeda motornya hendak memakai helm saat-
CUP
Sungmin mengecup pipinya. Kyuhyun bengong menatap Sungmin. Sungmin hanya nyengir kuda. Lalu-
CUP
Kyuhyun menarik tubuh Sungmin mendekat ke tubuhnya dan mencium bibir Sungmin. Melumatnya beberapa kali dan melepasnya. Tak memperdulikan mereka ada di pekarangan rumah Sungmin dan bisa saja ada orang yang melihat.
"A-aku pergi." Pamit Kyuhyun aga terbata. Sedangkan Sungmin masih kaget karena keagresifan Kyuhyun.
"Ah, ne. Hati-hati."
"Jaga dirimu. Saranghae." Kyuhyun menyalakan mesin motornya. Sungmin? Dia bengong –lagi. Apa benar Kyuhyun baru saja bilang bahwa ia mencintai Sungmin?
Kyuhyun ingin melajukan sepeda motornya sebelum tangan Sungmin memegang lengan atasnya.
"Nado. Nado Saranghae."
KYUMIN
Sudah seminggu Sungmin tidak bertemu Kyuhyun. Mereka hanya berkomunikasi via text atau line telefon. Terkadang Kyuhyun menelefon Sungmin saat Sungmin berlatih sehingga tidak diangkat atau sebaliknya.
Olimpiade olahraga dan seni akan berlangsung besok. Sedangkan olimpiade sains masih ada seminggu lagi.
Kyuhyun ingin menonton penampilan Sungmin pake sangat. Namun mau bagaimana lagi, raganya terkekang oleh jadwal bimbingan.
Setelah bertanding pada hari pertama dan ke dua, regu Synchro Sungmin bersama teman-temannya berhasil masuk ke final yang akan di selenggarakan pada hari ke lima.
Sedangkan Kyuhyun? masih berkutat dengan tumpukan soal, berbagai macam rumus dan permohonan agar bisa menonton Sungminnya.
KYUMIN
"Chukkaeyo!" regu Synchro peraih medali emas itu langsung di kerubuti oleh teman-teman sekolah yang nonton dan mendukung setelah serah terima medali dan sesi pengambilan foto.
Sungmin mencari seseorang di antara kerumunan teman sekolahnya yang datang menonton. Sejak pertandingan pertama sampai pertandingan terakhir tadi –yang membawa regunya menjadi gold medalist- ia tak melihat namja itu.
Setelah menyambut teman-teman sekolah, para penari Synchro membasuh tubuh mereka. Tiba-tiba, tangan Sungmin ditarik seseorang. Baru saja ia akan memaki orang itu kalau orang itu bukan-
"KYUHYUN-AH!" Ia langsung menerjang tubuh kurus Kyuhyun, memeluknya erat-erat. Kyuhyun balas memeluknya. "Kau datang!"
"Tapi bagaimana bimbingannya?" Ia melepas pelukan.
"Kau bertambah kurus, eoh?" Ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Kyuhyun. "Padahal aku sudah berpesan-"
"Chukkae!" Kyuhyun mengehentikan omelan Sungmin. "Kau hebat. Aku melihatnya dari sana." Kyuhyun menunjuk salah satu sisi tribun. "Aku bangga."
Sungmin tersenyum senang. Kyuhyun melihatnya, menyaksikan ia dari kursi tribun bersama penonton lain di tengah-tengah kepadatan kegiatannya.
Olimpiade sains tinggal dua hari lagi. Sungmin tidak ada waktu bertanding lagi, tinggal menunggu upacara penutupan. Jadi selama dua hari itu, Sungmin menyibukkan dirinya dengan menjenguk Kyuhyun. Membawakan makanan dan mengobrol sebentar.
Mereka terlihat seperti pasangan suami-istri bukan?
KYUMIN
Kyuhyun berhasil lolos ke final dalam bidang studi matematika –seperti biasa. Kyuhyun memang rajanya matematika, tidak mengherankan.
Hari ini –Sabtu- merupakan hari pengumuman score yang otomatis menentukan siapa peraih juara. Menurut kabar, hasil dari olimpiade sains akan keluar pada sore hari. Beberapa siswa yang tidak peduli atau tidak berurusan lebih memilih pulang.
Sungmin merasa ia punya urusan dengan pengumuman hasil olimpiade itu. Bagaimanapun juga, ia merupakan perempuan yang cukup sangat dekat dengan salah satu pesertanya.
Pukul empat lebih lima menit -sedikit terlambat-, hasilnya keluar.
"Wah, aku sudah mengira. Hyung pasti meraih emas!"
"Dari awal aku sudah tau kau yang jadi gold medalist. Selamat ya!"
"Oppa, chukkae!"
Ucapan selamat Kyuhyun terima dari teman-teman yang juga mengikuti olimpiade sains juga para guru yang hadir. Banyak temannya yang juga meraih gelar juara. Baik matematika, fisika, kimia dan biologi.
Berita prestasi itu dengan cepat menyebar.
Kyuhyun-ah, chukkaeyo! Ayo bertemu di taman. PS: taman di belakang ruang kesehatan.
Kyuhyun tersenyum puas mendapat pesan singkat itu. Matanya tak bisa berbohong kalau kemanangan ini berkali-kali lipat lebih menyenangkan dan membanggakan baginya.
Sungmin mengucapkan selamat dan ingin bertemu dengannya.
Tapi, kenapa taman belakang? Taman itu jarang didatangi. Sepi.
Beberapa detik kemudian Kyuhyun terlihat kaget. Ia terlihat gugup untuk beberapa saat sampai akhirnya sebuah seringai tampan terukir di wajahnya.
KYUMIN
Kyuhyun melihat Sungmin tengah memainkan ponselnya sambil menyilangkan kaki kanannya diatas kaki kirinya. Tubuhnya ia sandarkan di bangku yang sedikit kusam.
Kyuhyun duduk di sebelah Sungmin yang masih sibuk dengan ponsel canggih masa kini. Ia menatap wajah Sungmin lama. Keduanya memilih untuk diam.
"Sudah kuduga." Kyuhyun sedikit mengerenyit mendengar perkataan Sungmin. Sedangkan Sungmin masih menggerakkan jarinya di layar sentuh sang ponsel. "You made it!"
Mata mereka bertemu. Sungmin melayangkan senyuman termanisnya untuk Kyuhyun –seorang. Kyuhyun balas tersenyum dengan malu-malu.
Sungmin mengangkat tangannya, memegang pipi Kyuhyun, membelainya perlahan.
CUP
Sungmin mendaratkan sebuah kecupan ringan di bibir tebal Kyuhyun. Menepuk-nepuk pipi tirus itu dan-
CUP
-mengecup bibir Kyuhyun –lagi. Kali ini lebih lama. Ketika Sungmin hendak melepas kecupannya, Kyuhyun menahan tengkuk Sungmin, menempelkan bibir mereka lebih lama.
Kyuhyun mulai menyesap bibir plump Sungmin, melumat bibir atas dan bawah –bergantian. Sungmin ikut ambil alih dalam ciuman. Ia membalas lumatan Kyuhyun di bibirnya.
Kyuhyun semakin menekan rahang Sungmin, memperdalam ciuman mereka. Sungmin mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun, membelai tengkuk namja yang ia puja itu.
Lidah Kyuhyun menjilat bibir Sungmin, meminta izin untuk masuk ke dalamnya. Sungmin mengizinkan, tentu saja. Lidah Kyuhyun mengajak lidahnya bertautan, saling membelit, merasakn panasnya cumbuan. Sungmin meremas lembut surai ikal-berantakan milik Kyuhyun.
Semakin lama, ciuman mereka semakin dalam dan panas. Tak peduli dimana mereka berada, toh sepi. Kedua kepala mereka bergerak miring ke kanan-kiri sesuai dengan tempo cumbuan. Mencari posisi nyaman. Keduanya larut sampai akhirnya mereka melepas pautan bibir mereka.
KYUMIN
Sungmin dan Kyuhyun merebahkan tubuh di atas rumput. Sungmin memejamkan matanya, sedangkan Kyuhyun memperhatikan wajahnya. Sungmin yang sadar diperhatikan membuka matanya dan menolehkan kepalanya.
Kyuhyun sedikit tersentak. Mata mereka bertemu tiba-tiba. Sungmin terkikik pelan.
"Mwoya?" Kyuhyun sedikit salah tingkah.
"Anieyo." Sungmin menjawab singkat sambil terus memandang manik cokelat Kyuhyun. Tak lama kemudian bibir kedunya kembali bertemu.
Sungmin bergerak ke atas tubuh Kyuhyun dengan bibir yang masih melumat bibir Kyuhyun dan dilumat Kyuhyun. Ia mendudukkan tubuhnya diatas perut Kyuhyun.
Dada mereka bergesekkan, mengalirkan impuls yang meletup-letup di dalam tubuh keduanya. Sungmin memainkan jemarinya di antara surai Kyuhyun. Kyuhyun tak ingin diam, ia mulai membelai punggung Sungmin.
Sungmin yang tak sabar menggigit bibir bawah Kyuhyun dan memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Kyuhyun. Kyuhyun –sebagai laki-laki- tidak terima didominasi oleh Sungmin. Ia melakukan serangan balik untuk Sungmin. Ia menyedot dan membelit lidah Sungmin dengan keras.
"Euumhh.." Sungmin mendesah tertahan.
Tangan Kyuhyun yang semula bermain di belakang, maju ke depan. Menyelipkan kedua telapak tangannya di antara dadanya dan Sungmin. Kemudian ia meremas pelan payudara Sungmin.
Sungmin sedikit menegakkan tubuhnya agar memudahkan Kyuhyun tanpa melepas pagutan bibir mereka.
Rambut panjang Sungmin jatuh ke bawah, Kyuhyun menyelipkannya di balik daun telinga Sungmin. Membelai lembut kepala Sungmin dengan satu tangannya yang masih aktif meremas payudara.
Perlahan tangan Sungmin turun dari kepala ke bahu Kyuhyun, mengusapnya pelan.
"Aahk!" Kyuhyun menjerit, melepas pagutan bibir mereka. Sungmin bingung kenapa Kyuhyun menjerit –kesakitan.
Kyuhyun bangun dari posisi terlentangnya, Sungmin memindahkan dirinya ke atas rumput. Kyuhyun mengusap kakinya.
"Wae?"
"Ah, ini." Kyuhyun menunjukkan semut merah yang ternyata menggigitnya. Sungmin memeriksa kaki Kyuhyun dan terlihat sebuah bentol di sana.
"Sebaiknya, kita pindah." Usul Sungmin. Ia berdiri dari duduknya menarik Kyuhyun agar ikut berdiri. Ia melangkahkan kakinya menuju gedung sekolah.
KYUMIN
Suara kecipak saliva mendominasi ruangan bercat putih –ruang kesehatan- tersebut. Kedua insan tengah memadu kasih dengan saling mencumbu.
Si yeoja duduk di atas ranjang kecil dan sederhana yang tersedia di sana. Sedangkan si namja berdiri di depannya.
"Hah, Kyuuhh.." Sungmin –si yeoja- mendesahkan nama namjanya saat Kyuhyun – si namja- mulai menciumi lehernya.
Memancing Kyuhyun untuk berbuat lebih, Sungmin membuka tiga kancing kemeja teratas seragamnya. Bahu dan dada bagian atasnya terekspos.
Kyuhyun terus menciumi tubuh bagian atas Sungmin. Mulai dari leher, bahu dan berakhir di sebagian dada Sungmin yang tak tertutup bra.
"Aaahh, Kyuhh.. Ahh..."
Sungmin menopangkan tubuhnya ke belakang di dua lengannya. Kepalanya menengadah, bibirnya mendesah.
Kyuhyun merasa bra Sungmin menghambatnya, langsung menyingkap bra Sungmin. Membuka semua kancing kemeja Sungmin dan mulai meremasnya kasar.
"Ouuhh, Kyuh. Kyu-ahh..." Sungmin semakin menggila karena rangsangan Kyuhyun. Kyuhyun sudah mengalami kemajuan.
Kyuhyun memandang kondisi Sungmin takjub. Kulit putih bersih Sungmin berkeringat dan tampak mengkilap. Libido Kyuhyun semakin naik. Ia lepas remasan pada payudara kiri Sungmin, ganti menghisapnya.
"Oh, Kyu-ahh.. Aahhh.." Sungmin membusungkan dadanya, mendorong kepala Kyuhyun lebih menempel dengan payudaranya.
Kyuhyun menghisap nipple Sungmin, memainkan lidahnya dan menggigitnya kecil. Sungmin meremas kasar surai Kyuhyun. Kyuhyun terus menghisap payudara Sungmin tanpa ampun.
Kyuhyun kembali mempertemukan bibir mereka setelah menghisap payudara kanan Sungmin sebentar. Sungmin merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Kyuhyun menyusul menindihnya.
Kyuhyun menyingkap rok sekolah Sungmin. Membelai paha berisi Sungmin naik-turun dengan tempo lambat. Sesekali ia menggesekkan telapak tangannya di kemaluan Sungmin yang masih tertutup.
Tangan Sungmin menjalar ke bawah. Kyuhyun yang larut dalam ciuman tak menyadari jemari lihai Sungmin membuka celana sekolahnya.
"Ah! Ooh.. Sssshh..." Kyuhyun kaget kala Sungmin meremas juniornya. Ia baru menyadari, tangan Sungmin menyelinap masuk ke underwearnya.
Sungmin mendudukkan dirinya. Kyuhyun mengangkakang di depannya. Ia keluarkan junior Kyuhyun lalu menundukkan kepalanya, menjangkau junior yang sudah menegang tersebut dengan bibirnya.
"Sssh, Minh..." Terpaan nafas Sungmin di juniornya membuat Kyuhyun mendesah.
Sungmin mencium junior Kyuhyun mulai dari pangkal hingga kepala. Menusuk-nusuk lubang Kyuhyun dengan lidahnya.
"Ssshh.. Aahhh..." Kyuhyun memejamkan mata menahan nikmat. Ia menyelipkan jemarinya di surai Sungmin yang tergerai.
Setelah menjilati bagian kepala, Sungmin melahap junior Kyuhyun. Bagian yang tak bisa terjamah mulutnya Sungmin urut pelan. Ia mulai mengeluar-masukkan junior Kyuhyun di mulutnya. Melilitkan lidahnya dan menghisapnya.
Semakin lama tempo blowjob Sungmin semakin cepat. Tangan Kyuhyun mencoba melepas kemeja Sungmin kemudian melepas kaitan branya. Kyuhyun mengusap punggung Sungmin, turun ke dapan, ke payudara Sungmin yang menggantung -posisi Sungmin menungging.
"Minh, cumh! Aaaassshhh.." Sungmin menelan semen Kyuhyun –tak semuanya. Semen Kyuhyun membasahi bibir, dagu hingga leher Sungmin.
Setelah melewati detik-detik pasca orgasmenya, Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin bersandar pada dinding di belakang Sungmin. Ia mencium Sungmin kasar. Tangannya masuk ke dalam rok Sungmin, menyapa sesuatu yang sudah basah disana.
"Eeemhh..." Sungmin mengangkat bokongnya, Kyuhyun langsung melepas underwear Sungmin. Sungmin menekuk dan membuka kakinya lebar-lebar. Memperlihatkan lubang merah muda mengkilap yang berkedut kepada Kyuhyun.
Kyuhyun menelan ludah gugup.
"Kyu?" Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari bawah ke atas –wajah Sungmin.
Sungmin tersenyum manis dan seksi dan menggoda dan menggairahkan dan merangsang dan –argh, Kyuhyun benar-benar sudah tak tahan.
Sungmin membimbing kepala Kyuhyun ke selangkangannya. Mengikuti insting, Kyuhyun mengecup bibir kemaluan Sungmin. Ia julurkan lidahnya untuk menjilat permukaan luar kemaluan Sungmin dan-
"Ooohh..." –Kyuhyun melesakkan lidahnya ke dalam lubang Sungmin. Ia menggerakkan ujung lidahnya di dalam lubang Sungmin, mengeluar-masukkan dan menghisap lubang Sungmin kuat-kuat. Sesekali menggelitik klitoris Sungmin dengan lidahnya atau menggigitnya.
"Kyuhh.." Sungmin membawa kedua tangan Kyuhyun menangkup payudaranya dan menuntunnya untuk meremas.
Tak lama kemudian Sungmin datang. Kyuhyun hisap cairan Sungmin hingga tetes terakhir.-_-
Kyuhyun hendak membuka celananya, membebaskan juniornya yang sudah kembali menegang dan memasukkannya ke lubang Sungmin. Mendominasi Sungmin yang ada di bawahnya tetapi sebuah pikiran melintas di otaknya.
Bagaimana jika Sungmin hamil.
Mereka masih sekolah. Nama keluarga akan tercoreng. Sungmin mungkin akan di jauhi. Terlalu banyak pikiran yang menggerayangi otak Kyuhyun tapi, sudah terlanjur. Kyuhyun juga butuh pelampiasan. Rasanya tidak enak berhenti disini saja.
Melihay keadaan Sungmin pun, mendukung keinginannya yang ingin terus melanjutkan.
"Sungmin-ah, tunggu di sini sebantar. Aku tidak akan lama." Kyuhyun membenahi seragamnya yang berantakan.
"Mau kemana?" Tanya Sungmin panik. Yang benar saja, ia mau di tinggal dengan keadaan seperti itu?
"Tunggu saja di sini, sebentar." Kyuhyun meninggalkan Sungmin.
KYUMIN
Penjaga kasir wanita melirik Kyuhyun yang masih menggunakan seragam.
"Aku sudah punya kartu tanda penduduk." Ia menunjukkan dompetnya tetapi, si penjaga kasir hanya menatapnya datar.
"Ayolah, aku sedang membutuhkannya. Lagipula aku sudah dewasa, jangan jadikan seragam sekolah sebagai alasan aku tidak boleh membeli ini." Kyuhyun mengetukkan kardus kecil yang ingin dibelinya di meja kasir.
Dengan segala kecerdikannya, Kyuhyun berhasil men-scan barcode produk dan lari keluar mini market dekat sekolahnya itu. Ia meninggalkan beberapa lembar uang terlebih dahulu, tentu saja. Wanita penjaga kasir sempat mencak-mencak dan memakinya.
Tapi, apa peduli Kyuhyun.
KYUMIN
Kyuhyun tediam sesaat di depan pintu ruang kesehatan. Ia menghembuskan nafasnya lewat mulut.
Sungmin masih disana, dengan rok dan kemejanya. Ia berdiri membelakangi pintu, saat melihat Kyuhyun datang ia langsung memeluk Kyuhyun.
"Aku kira kau meninggalkanku." Kyuhyun balas memeluknya.
"Tentu saja tidak." Ia mengecup pucuk kepala Sungmin dan mencumbunya –lagi.
Entah sejak kapan keduanya telah di atas ranjang. Kyuhyun telah menanggalkan seluruh pakaian Sungmin. Ia menelusuri seluruh bagian tubuh Sungmin dengan jari dan bibirnya.
Sungmin ikut aktif membelai tubuh bagian atas Kyuhyun setelah sebelumnya melepas kemeja Kyuhyun.
"Emh, Kyuhh..." Sungmin menggeliat di bawah Kyuhyun.
Setelah puas menjelajahi tubuh sintal Sungmin, Kyuhyun melepas celanya dan mengambil kotak yang ia beli.
"Kondom?" Sungmin mengerenyit. "Jadi, tadi kaui membeli kondom?"
Kyuhyun mengangguk sambil memasang kondomnya. Sungmin tersenyum simpul. Ia menarik wajah Kyuhyun untuk menatapnya dan mengecup bibir Kyuhyun sekilas.
"A-aku... takut kau hamil." Hening sejenak. "Bukannya aku tidak mau tanggungjawab, hanya saja-"
"Arasso." Sungmin memotong perkataan Kyuhyun. "Ayo lanjutkan." Sungmin melebarkan kakinya. Memperlihatkan lubang pinknya yang berkedut minta diisi.
Kyuhyun mulai melakukan penetrasi. Ia mendorong juniornya perlahan, tapi tetap saja Sungmin meringis menahan sakit. Kyuhyun membiarkan bahu dan punggungnya menjadi sasaran cakaran Sungmin melampiaskan rasa sakit.
"Ahh..." Keduanya mendesah bersama kala junior Kyuhyun telah masuk seluruhnya. Kyuhyun mulai memaju-mundurkan pinggulnya. Ia melihat bercak merah di juniornya. Ini tak hanya yang pertama baginya, juga bagi Sungmin.
"Le-bihh cehp-pat, Kyuh..."
"Ssshh, sempith se-kalih, Min-ahh.."
Biarkan keduanya menikmati sesi bercinta mereka untuk yang pertama kali ini.
They're young and going hard.
END
a/n:
Wow. 3k+. Baru pertama kali gue nulis segini panjangnya. Maaf ya, kalo maksa/kepanjangan/bertele-tele.
Soalnya gue nulis ini fic dari 3 minggu yang lalu tapi ga kelar-kelar. Tiap dapet ide baru nulis, jadi sorry kalo ada yang rancu atau gimana. Biasalah ya, orang sok sibuk. Banyak urusan /wlek
Semoga pada suka ficnya eak! Gue mau kawin sama Kyu kalo pada ga suka.
Makasih yang sudah mampir dan baca. Apalagi kalo review /modus. Maaf kalo update lama dan kurang memuaskan ceritanya. Ini gue udah usaha poool~
Sampe ketemu di fic gue yang lainnya (semoga ada), CYa!
