Nobody Knows—

Author: Rin

Chapter: 5/5 (END)

Disclaimer: All casts is belong to themselves.

Rated: T

Pair: WonKyu (Siwon – Kyuhyun), slight KiWook, YeHae.

Genre: Romance, a bit (failed) humor. Lol. ._.

.

Warning: AU, Shonen-ai/BL, OOC, Crack Pair, fluff gagal karena saya biasanya nulis yang nyerempet(?) angst atau minimal hurt/comfort -,-v, dll.

.

For: KyuKi Yanagishita and All WonKyu Shipper.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

Kyuhyun tidak bisa fokus sekarang. Bahkan ketika Seohyun sedari tadi berbicara kepadanya. Sesekali pikirannya melayang entah kemana. Ia juga tidak menyadari kalau Seohyun sudah tidak mengeluarkan suara apapun lagi, dan kini tengah menatapnya. Tanpa disadarinya ia malah menggigit bibirnya dan tatapan matanya berpindah-pindah tidak jelas.

Benar-benar tipe uke… Batin Seohyun, antara ingin facepalm dan juga merasa senang.

Baru melihat posisi Siwon dan eonnienya yang terlalu dekat itu saja sudah membuatnya kehilangan fokusnya sekarang, apalagi kalau melihat yang lebih lagi. Lalu selanjutnya apa yang harus ia lakukan? Pergi begitu saja? Bukannya jadinya malah aneh ya…

"Oppa…"

Tidak ada jawaban. Kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan berbagai spekulasi tidak jelas lainnya. Apa Siwon memang sudah punya yeojachingu dan kebaikannya beberapa hari terakhir ini hanya bentuk dari kesopanannya saja? Atau mungkin ini semua—

—tunggu!

Kyuhyun tersentak. Ia bergegas berdiri, terlalu tiba-tiba hingga Seohyun sedikit kaget melihatnya.

"Wae, oppa?" Tanyanya, bingung.

"A-ah, mianhae, Seohyun-ssi. Bisa kita lanjutkan ini lain kali? Aku baru ingat kalau aku ada urusan setelah ini… ne?" Kyuhyun sedikit salah tingkah, menyadari tindakannya barusan memang sedikit mengagetkan.

Seohyun diam. Ia sepertinya menyadari apa yang tengah terjadi. Dan sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, Kyuhyun telah lebih dulu pergi dari perpustakaan, sambil meminta maaf pada orang-orang di sana yang mungkin terganggu olehnya.

Yeoja itu mengambil ponselnya, mencari nomor kontak seseorang. Didekatkannya ponsel tersebut ke telinga, terdengar nada sambung beberapa kali hingga seseorang di seberang sana mengangkat panggilannya. Dan belum sempat orang itu mengeluarkan suaranya, yeoja itu telah terlebih dulu mengeluarkan suaranya.

"Oppa~ Ini gawat, pokoknya siaga satu~!"

Dan namja di seberang sana hanya bisa mengeluarkan satu kata.

'Hah?'

.

.

.

Kyuhyun segera berlari menuju wilayah kelas dua, sesekali menabrak beberapa orang yang memang kebetulannya berada di koridor. Sambil meminta maaf, ia terus melanjutkan langkahnya, kemana lagi memangnya kalau bukan kelas sepupu gilanya itu. Saking terburu-burunya, ia bahkan melupakan peraturan sekolah yang melarang para siswanya berlarian di koridor.

Dan kebetulannya mumpung ini masih jam istirahat, jadinya tidak masalah kalau ia mendobrak pintu kelasnya kan?

BRAKK!

"Kibum-hyung~!"

Kyuhyun menyapukan pandangannya ke setiap sudut kelas, mencari sosok namja berkacamata yang menyebalkan itu, mengabaikan tatapan heran dan aneh dari beberapa penghuninya. Dan ketika iris gelapnya menemukan sosok lain yang—walau bukan orang yang dicarinya—sangat dikenalnya.

"Wookie-hyung~!"

Yang dipanggil hanya bisa mengerjapkan kedua matanya, menatap Kyuhyun seolah anak itu adalah hal terajaib yang pernah ada di dunia ini. "Aaa… ne?"

Kyuhyun melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam kelas dan menghampiri kekasih sepupunya itu. "Mana Kibum-hyung?"

"Ng… nuguya?"

Kyuhyun ikut mengerjapkan kedua matanya, sama seperti apa yang dilakukan oleh Ryeowook barusan. Dan seperti baru tersadar apa kesalahannya, ia baru ingat sesuatu. Ia lupa dengan kacamatanya, dan Ryeowook yang tidak pernah melihatnya tanpa kacamata jelas sedikit tidak mengenalinya—ah, atau mungkin sebenarnya tidak mengenalnya sama sekali mengingat bagaimana reaksi hyungnya yang satu ini yang terlalu polos untuk ukuran remaja seusianya.

"Ini aku, Cho Kyuhyun. Mana Kibum-hyung?"

Butuh waktu beberapa belas detik, hingga Ryewook bisa menangkap inti pertanyaan Kyuhyun. "Aa… Kyuhyunnie? Bukannya dia ke kelasmu? Tadi dia bilang mau ke sana karena ada yang harus dibicarakannya denganmu…"

"Aa…" Kyuhyun terperangah. Ke kelasnya? Tapi seingatnya orang itu tidak sekalipun muncul di kelasnya. Terakhir kali mereka bertemu ya tadi pagi ketika ia sedang menggalau ria di koridor mengenai penampilannya.

"A-ah, gomawo, hyung…" Kyuhyun membalikkan badannya, ingin melanjutkan kembali pencariannya, tapi—

Srett.

—Ryeowook telah lebih dulu menahan pergelangan tangannya.

"Wae, hyung?" Kyuhyun menatap Ryeowook, yang kini justru menatapnya dengan intens seolah sedang menelitinya. Dan hal itu membuatnya sedikit gugup. Bukan apa-apa, tapi diperhatikan sampai seperti itu tanpa ia tahu kenapa benar-benar membuat perasaan jadi tidak enak.

"Kau manis, Kyu. Harusnya kau lebih sering berpenampilan seperti ini~!"

Mwo…ya?

.

.

.

Siwon benar-benar ingin membenturkan kepalanya sekarang. Pikirannya tidak fokus dan ini semua gara-gara Kyuhyun. Ia memang tidak bisa seenaknya beranggapan kalau yeoja tadi itu adalah pacarnya, bisa jadi hanya teman sekelasnya saja—walau ia sebenarnya tidak punya hak untuk membuat spekulasi apapun. Kyuhyun pacaran atau tidak, jelas bukan urusannya kan?

"Hhh…"

Dan bahkan karena hal itu, ia jadi melupakan fakta bahwa ia saat ini tidak sendiri. Di sampingnya Yoona hanya memperhatikannya sambil diam, tidak ingin mengeluarkan suara apapun. Rasanya ia jadi mengerti bagaimana perasaan Kibum yang hobi sekali mengganggu ketua OSISnya ini, karena memang memperhatikan wajah gelisahnya saja benar-benar terasa menyenangkan. -_-

Drrrtt… drrrttt…

Yoona tersentak ketika ponselnya bergetar, sementara Siwon kelihatannya tidak terlalu peduli akan hal itu, terlihat dari dirinya yang masih saja melamun dan melupakan keberadaan yeoja di sebelahnya. Ia mengambil ponselnya, ada sebuah pesan masuk. Dan kedua alis matanya berkerut melihat isi pesannya.

From: Seohyun

Eonnie~ Siaga satu!

Maksudnya apa coba?

Drrtt… drrrttt…

Kembali bergetar kali ini dari Kibum. Setidaknya isi pesan yang ini jauh lebih bisa dimengerti dibandingkan yang tadi.

"Oppa…"

Tidak ada jawaban dari Siwon, dan Yoona hanya bisa melengos kesal. Ia menggoyangkan badan Siwon agak keras. "Oppa!"

Sedikit keras, walau tidak cukup keras untuk didengar oleh petugas perpustakaan, dan itu berhasil membuat Siwon setidaknya kembali ke dunia nyata.

"A-ah… ne?"

"Ada yang ingin bertemu dengan oppa di halaman belakang sekolah."

"Hah?"

Yoona sedikit panik. Alasan apa coba yang harus dibuatnya agar Siwon mau pergi ke tempat itu tanpa perlu banyak bertanya. Kibum-oppa, kau benar-benar membuatku repot. -_-

"Itu… Kibum-oppa ingin bertemu denganmu… di sana."

"Hah? Kibummie?"

"Aish, sudahlah, oppa. Cepat sana pergi, waktu istirahat tinggal sebentar lagi, siapa tahu dia mau mengatakan sesuatu yang penting~!"

Siwon hanya bisa melemparkan tatapan bingungnya, tapi tetap menuruti perkataan Yoona untuk pergi ke tempat itu.

.

.

.

Kyuhyun masih berlari mengelilingi sekolah, mencari keberadaan hyungnya itu. Hampir setiap sudut tempat di sekolah ini yang menjadi tempat orang itu diam sudah ia datangi tapi orang itu seperti hilang ditelan bumi. Memangnya dia punya ilmu sihir apa?

Drrrttdrrrttt

"Ah…" Kyuhyun menghentikan langkahnya, lalu mengambil ponselnya. Ada pesan masuk. Dan itu dari Kibum!

Cepat-cepat ia membuka pesannya dan langsung mengerutkan alisnya. "Ha?"

From: Kibum-hyung

Kalau kau mencariku, aku ada di halaman belakang sekolah.

Tempat itu bukan tempat favorit hyungnya, jadi wajar saja kalau ia tidak mencarinya sampai ke sana. Lagipula tempat itu sepi dan tidak terlalu menarik perhatian jika dibandingkan halaman depan atau samping.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia segera melarikan kedua kakinya menuju tempat yang dimaksud—mengabaikan dirinya yang merasa aneh dengan pesan itu. Kalau hyungnya itu tahu ia sedang mencarinya kenapa tidak datang menghampirinya saja?

Kyuhyun tiba di halaman belakang sekolah, dan seperti yang sudah ia duga, tempat itu sepi. Hanya ada tiga murid yang berada di sekitarnya—tapi masih berada di dalam bangunan. Ia melangkahkan kakinya memasuki halaman. Rumput yang sudah tumbuh tinggi sedikit membuatnya kesulitan untuk berjalan.

Langkahnya terhenti di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Kalau saja tempat ini dirawat dengan baik mungkin akan jadi tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Kyuhyun menyapukan pandangannya, siapa tahu kalau Kibum berada di sekitar sini. Tapi kosong. Di luar hanya ada dirinya sendiri. Lalu kemana orang itu?

"Kyuhyun-ah?"

Deg.

Kyuhyun tersentak. Dan spontan ia membalikkan badannya. Bukannya ia tidak tahu siapa yang baru saja memanggilnya, hanya saja suara itu memang benar-benar mengagetkannya. Tidak, di saat seperti ini, bukan orang ini yang ingin ditemuinya—ia malah berusaha untuk menghindari orang ini sebisa mungkin sebelum ia bisa bertemu dengan Kibum.

"Aaa…" Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa, karena itu ketika kedua matanya bertatapan dengan Siwon ia bergegas untuk pergi. Sebisa mungkin, harus pergi.

Grep.

"Kyuhyun-ah…"

Langkahnya terhenti, karena Siwon menahan kedua tangannya dan itu membuatnya otomatis langsung menghadap Siwon yang kini malah menatapnya.

"N-ne?"

"Kenapa langsung pergi?"

"H-hah?"

"Terlihat sekali kalau kau berusaha menghindariku barusan, wae?"

"Aa…" Kyuhyun merutuki kerja otaknya yang kini jadi agak lambat, bahkan untuk memikirkan satu alasan yang masuk akal.

"Kyuhyun-ah?"

"A-aku… sedang mencari Kibum-hyung. Aku benar-benar membutuhkannya sekarang, makanya… aku harus cepat-cepat menemuinya…"

Siwon mengerutkan alisnya. Bukannya tadi Kibum yang meminta dirinya untuk menemuinya di tempat ini? Kenapa yang ada di sini malah Kyuhyun? Namja berkacamata itu juga tidak terlihat dimanapun. Tempat ini sepi, dan setiap orang yang lewat pasti akan dengan mudah diketahui.

"Bukannya dia ada di sini?"

Kyuhyun terdiam. Kedua matanya mengerjap beberapa kali. Genggaman Siwon di tangan kanannya merenggang. Dan Siwon kali ini benar-benar tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari wajah Kyuhyun. Kyeopta

"Apa? Dari mana hyung tahu?"

"Dia sendiri yang memintaku untuk menemuinya di sini…"

"Aaaaahhhh!"

Siwon tersentak kaget. Kyuhyun tiba-tiba berteriak, dan mengingat jenis suaranya adalah yang bisa mencapai nada tinggi jelas saja ia kaget.

"W-wae?"

"Ini KONSPIRASI, hyung~!"

"Hah?" Dan sungguh, Siwon kali ini hanya bisa melongo mendengar ucapan Kyuhyun yang… sulit untuk dimengerti. -_-

"Kibum-hyung sengaja membuat kita bertemu di sini, makanya dia bilang kalau dia ingin menemui kita di sini. Itu maksudnya, hyung~!"

"Untuk apa dia melakukan itu?"

"Untuk… untuk…" Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan alasan apa yang mendasari sepupu kurang kerjaannya itu melakukan hal ini. Ia tahu alasannya—sebenarnya, tapi mengatakannya pada Siwon hanya akan membuatnya malu—

—karena hyungnya itu sedang berusaha membuatnya mengakui perasaannya di hadapan yang bersangkutan.

"Untuk?"

Kyuhyun menggigit bibirnya. Dan ini membuatnya terlihat sangat manis—hanya di mata Siwon. -_-

"B-bukan apa-apa…"

"Kyuhyun-ah?"

"Ne?"

"Kau punya pacar?"

Kyuhyun hanya bisa mengerjapkan kedua matanya. Pacar? Teman saja bisa dibilang ia hampir tidak punya sama sekali, kenapa orang ini malah menanyakan hal itu?

"H-hah?"

"Yeoja yang tadi bersamamu itu… pacarmu kan?"

"MWO!?"

Lagi. Sekali lagi Kyuhyun kembali berteriak, dan itu cukup membuat Siwon harus menahan diri untuk tidak mengelus dadanya. Tidakkah namja di hadapannya ini menyadari seberapa tinggi suaranya itu?

"Aku tidak punya pacar, hyung. Lagipula tadi itu aku sedang mengajarinya."

"Ah, begitu ya…"

Kyuhyun tidak mengerti kenapa Siwon menanyakan hal itu dan kenapa terdengar kelegaan dari nada suaranya begitu ia mengatakan kalau Seohyun itu bukan pacarnya. Ah, apa mungkin?

"Kenapa hyung tiba-tiba menanyakan hal itu?"

"Ani…"

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. Ia yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Kalau seperti ini, bolehkah ia berharap?

Siwon hanya bisa memandang ke arah lain. Kalau boleh jujur, situasi ini sebenarnya sangat bagus untuk menyatakan perasaannya. Apalagi ia tahu kalau yeoja yang tadi bersama Kyuhyun itu bukan pacar anak ini. Tapi… hanya saja… ia masih ragu.

Ddrrttt… ddrrrrttt

Ponsel Siwon bergetar. Ada pesan masuk, dari Kibum.

From: Kibummie

Apa yang kau tunggu, Siwonnie pabbo? Aku sudah bersusah payah membuat kalian berdua bertemu di sana, kalau kau kembali ke kelas tanpa hasil, untuk selanjutnya aku tidak akan membiarkanmu mendekati Kyuhyun lagi.

Jadi ini ulah Kibum? Bagus sekali.

"Kyuhyun-ah…"

"Ne?"

"Mau jadi namjachinguku?" Siwon mengucapkan kalimat itu dengan sangat cepat dan pelan, dan membuat Kyuhyun menatapnya tidak mengerti.

"Err… bisa kau ulangi lagi, hyung? Kau mengatakannya terlalu cepat dan pelan, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas."

Siwon menarik nafasnya perlahan, mencoba untuk menenangkan jantungnya yang sebenarnya sedang berdetak cepat sekarang.

"Saranghae…"

Kyuhyun menatap Siwon, mulutnya sedikit terbuka. Tidakkah ia salah dengar? Apa pendengarannya tersumbat sesuatu? Yang ia dengar barusan pasti hanya halusinasi saja… iya kan…?

"Kyuhyun-ah… mau jadi namjachinguku?"

"Kau… pasti bercanda kan, hyung?"

"Aku serius, Kyuhyun-ah…"

Benar, ini pasti hanya candaan belaka. Orang ini tidak mungkin menyukai dirinya. Tidak ada yang menarik dari dirinya, kecuali mungkin hanya fakta bahwa ia lebih pintar dibandingkan dengan siswa lainnya. Lagipula orang ini sudah punya kekasih… iya kan…?

"Bukannya kau sudah punya pacar… hyung…?"

Giliran Siwon yang kali ini hanya melongo. "Pacar? Siapa?"

"Yang tadi bersamamu?"

"Ah… yang itu ya… bukan kok…"

"Tapi…"

Siwon menghela nafasnya. "Dengar, Kyuhyun-ah… aku tidak punya pacar, dan mengenai pernyataan cintaku barusan, yang itu aku benar-benar serius."

"Tidak mungkin… hyung…"

"Kenapa tidak mungkin?"

"Aku bukan orang yang menarik sama sekali, hyung. Kau pantas mendapatkan orang yang jauh lebih baik dariku, hyung. Biarpun aku juga menyukaimu, tapi tetap saja—"

"Apa? Kau bilang apa barusan?"

Kyuhyun langsung membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Kelepasan. Ia kelepasan mengatakan bagaimana perasannya. Ya Tuhan, padahal ia berusaha keras untuk merahasiakan ini, dan sekarang malah keluar dengan sendirinya—tanpa disadari.

"Kau juga… menyukaiku?"

"A-ani… aku tidak mengatakan apapun…" Kyuhyun langsung membalikkan badannya dan ingin segera pergi dari tempat ini. Ayolah, ini memalukan. Wajahnya pasti sudah memerah sekarang.

Grep.

Sebelum Kyuhyun bisa melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, Siwon kembali menahannya, kali ini dengan memeluknya dari belakang. Dan Kyuhyun hanya bisa mematung diam. Rasanya waktu jadi berhenti sama sekali dan ia tidak tahu harus melakukan apa atau mengatakan apa.

"H-hyung?"

"Aku tidak akan melepaskanmu, Kyuhyun-ah…"

"Tapi ini sesak, hyung…" -_-

"Ah, oke, mianhae…"

Siwon melepaskan Kyuhyun dan namja berambut coklat itu membalikkan badannya. Kepalanya tertunduk. Dan Siwon bisa melihat kalau wajah anak itu sebenarnya sudah memerah.

"Aku tidak menarik sama sekali, hyung…"

"Bagiku kau menarik, Kyuhyun-ah."

"Penampilanku tidak ada menariknya sama sekali, hyung…"

"Bukannya bagus, jadinya tidak akan ada yang menyadari kalau kau semanis ini…"

"Aku—mwo? Aku tidak manis, hyung!" Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan mempoutkan bibirnya.

"Jadi…?"

"Ng… kalau aku bilang iya, bagaimana?" Kyuhyun kembali menundukkan kepalanya. Jinjja, bahkan hanya untuk mengatakan hal itu saja sampai menghabiskan waktu selama itu? -_-

Siwon tersenyum lebar, dan Kyuhyun hanya bisa merona melihat itu. Kalau dilihat di posisi sedekat ini ternyata namja di hadapannya ini benar-benar terlihat… tampan…

Namja bertubuh tegap itu kembali memeluk Kyuhyun, kali ini lebih erat. "Gomawo~"

Perlahan—sedikit ragu—Kyuhyun mengangkat kedua tangannya, lalu membalas pelukan Siwon.

Nado saranghae…

Dan untuk hal ini, keduanya benar-benar berterima kasih pada Kibum—hanya saja caranya itu yang sangat menyebalkan!

.

.

.

"Benar-benar manis, eonnie…" Seohyun melongokkan kepalanya sedikit dari balik tembok yang menghadap ke halaman belakang. Sementara Yoona berdiri di sisi tembok yang satu lagi, melakukan hal yang sama dengan Seohyun.

"Kau benar…"

Dan refleks keduanya langsung mengambil ponsel mereka dan merekam kejadian pelukan kedua namja itu. -_-

Sementara Kibum berdiri tak jauh dari keduanya, menghela nafas melihat kelakuan dua yeoja itu. Tapi tanpa keduanya, ia juga tidak bisa melakukan rencananya. Intinya, ia benar-benar berterima kasih pada keduanya.

Kibum menolehkan kepalanya kembali melihat Siwon dan Kyuhyun. Setidaknya ia sudah mengganggu mereka, jadi tidak masalah dengan kejadian setelahnya.

Ng… selanjutnya, kurasa mengganggu Yesung-hyung dan Hae-hyung lumayan menarik juga…

Ide gila lainnya, eoh? -_-

"Mereka manis, Kibummie…"

Kibum menoleh dan mendapati Ryeowook yang kini sudah berdiri di sebelahnya. "Jadi ini yang kau sembunyikan dariku, eoh?"

Kibum mengendikkan bahunya. "Mungkin…"

Kibum memegang tangan Ryeowook lalu menariknya pergi dari sana, sebelum kedua fujoshi itu menyadari keberadaan mereka. Bisa-bisa mereka yang jadi objek foto berikutnya. -_-

"Wookie-hyung, kita membolos untuk sisa pelajaran hari ini, ya…"

"Hah?"

.

END

.

a/n saya bener-bener minta maaf kalau misalnya ini terlalu lama update. ^^a Ada beberapa hal yang membuat saya sedikit gak mood dengan ff ini, diantaranya ya… otak fluff saya menguap entah kemana -_-v

Saya juga minta maaf kalau misalnya chapter terakhir ini berasa gimana gitu, tapi, btw, ada yang mau sekuel dimana Kibum gangguin YeHae couple? xD

Saya minta maaf juga review gak bisa saya bales, ini udah mepet lho. -_-v

Hehe, mind to review? ^^

.

BEST REGARDS

RiN—

.