DF!
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.
Genre : parody/ friendship
Rated : T
Chapter 2.
FAT
.
.
.
Hari itu, Yamanaka Ino tengah berbaik hati untuk mengantarkan Haruno Sakura check-up rutin untuk masalah giginya. Tak lama, mereka pun sampai di gedung kuno rumah sakit tempat dokter yang melakukan operasi gigi Sakura sehari-hari bekerja.
Sebelum masuk ke rumah sakit, di tamannya mereka melihat sekumpulan bocah sedang berlari-lari mengejar bola bersama seorang gadis yang tampaknya lebih muda dari mereka. Namun, tragedi terjadi tidak lama setelah mereka keasyikan memerhatikan.
Gadis dengan rambut hitam yang dikepang dua itu mendadak terbatuk—bahkan sampai terlihat darah mengalir dari sela di antara bibirnya. Tak pelak, anak-anak kecil di sekeliling sang gadis langsung berteriak-teriak memanggil seorang perawat yang sebelumnya tengah tertidur di atas bangku di bawah sebuah pohon rindang.
"Demi Tuhan! Hikaru-chaaan!" teriak si perawat bertubuh bongsor itu langsung tergesa-gesa mendekati sang gadis yang sudah meringkuk kesakitan.
Sakura dan Ino yang menyaksikan kejadian tersebut seolah enggan beranjak. Keduanya terpaku hingga sosok perawat tersebut berhasil membawa sang gadis masuk ke dalam rumah sakit.
"Kasihan sekali, ya?"
"Gadis itu?" tanya Sakura sambil mengangkat alisnya. "Yah, mungkin dia kena TBC atau apalah…."
"Bukan, perawat itu," tukas Ino sambil menggerakkan tangannya, "dengan tubuh segembrot itu, mana ada yang mau sama dia? Hiii, aku nggak kebayang deh kalau tubuhku sampai segembrot itu! Amit-amit!"
Sakura terdiam sejenak sebelum ia menjawab dengan wajah serius, "Kalau kau segendut perawat tadi … dapat dipastikan kau yang akan dimainkan anak-anak tadi sebagai bolanya."
…
Krik.
Krik.
"SAKURAAAAA!"
"Ahahahaha!"
Sakura tertawa-tawa atas leluconnya sendiri dan melupakan hal penting.
Ya, jika dia tertawa terbahak-bahak seperti itu, maka jahitan di gusinya akan terlepas (lagi).
"GYAAA! JAHITAN DI GUSIKUUU!"
"KYAAAA! Ayo cepat masuuukk!"
Dan keduanya pun buru-buru masuk ke rumah sakit untuk menemui dokter gigi yang akan menangani pengobatan Sakura.
***chapter 2. Owari***
A/N:
Devil Foxie: banzaaaai buat chapter dua! Setelah hari yang panjang (akibat masalah you-know-what), akhirnya kami mutusin buat update kilat, dari pada panas melulu, ya gak?. Ahahaha. Tapi tetep, jangan terlalu berharap bahwa kami akan selalu update kilat, yak~.
Suu: btw, serius lho, saya ini orangnya suka mencemaskan berat badan seperti Ino. T^T Dan saya emang pernah bilang ke V3, kalau saya nambah gendut lagi, bisa-bisa jadi bola sepak ntar. Wkwkwkwk.
V3: *ngakak* err … sumpah. Jahitan aku nyut-nyutan, dari tadi ngakak mulu, pain killer abis pula. Terasa banget setiap tusukan di gusi mulai cenat cenut *salah scene*(Suu copas jawaban V3 yang sebenernya membahas hal lain tapi ternyata pas untuk saat ini) :P
Suu: yosh! Waktunya bales-balesin review yang udah masuk~ *mencoba melupakan soal berat badan* kali ini, semua review akan dibalas oleh V3~!
V3: Okeeey~
skyesphantom: iyah! Padahal cuma cabut gigi, tapi lebay yah? (Suu: mom emang lebay :P)
Kira-chan Narahashi: hahahaa, namanya juga permohonan terakhiiirr XD
kookynachita: iyah Ka, curahan hati banget ini mah. Waktu mau dibelek gusi aku, itu rasanya malaikat pencabut nyawa lagi tertawa nista di depan aku =3=
MizuumiYuki: hahahaa, lo harus ikutin fict ini sampe puncaknya, Ty XD (Suu: di mana puncaknya, mom?)
Michelle I. Xe: iyaa, aku abis operasi. Suu cerewet kayak Ino? Bahkan dia melebihi Ino! Hahahahaaa (Suu: fitnah, woy!)
Devil foxie: yaaak~ sekian dulu buat cuap-cuap kali ini. Terima kasih banyak untuk semua yang udah baca, review, nge-fave, serta nge-follow~. Jaa, mata! XD
Arigatou,
Devil Foxie
