DF!
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.
Genre : parody/ friendship
Rated : T
Chapter 3.
DRACULA
.
.
.
Ada yang tidak beres dengan Sakura, pikir Ino saat ia melihat sahabatnya yang berambut merah muda tersebut.
Tidak aneh jika Ino berpikir demikian. Sakura tampak gelisah, berkali-kali lehernya tampak bergerak seolah ia tengah menelan sesuatu. Tatapannya tampak garang dengan alis yang mengernyit. Sesekali gadis itu bahkan mendecak dan menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.
Ino semakin bingung saat Sakura bahkan seolah tidak menggubrisnya. Tatapan emerald gadis itu seakan menerawang jauh.
"Dekorin!" panggil Ino lagi akhirnya.
Sekali ini, Sakura menoleh. Lagi-lagi lehernya sedikit bergerak.
"Kau kena—hei, hei! Mau apa kau?" tanya Ino panik saat tiba-tiba Sakura memegang tangannya.
Lalu, sekonyong-konyong….
GRAAAUKKK!
"GYAAAAAAAAA! APA-APAAN KAU?" teriak Ino sambil mendorong sahabatnya itu di dahi. "Kenapa kau tiba-tiba menggigitku, heh? Dan … astagaaa! Daraaaahhh!" seru Ino semakin panik saat menyadari tangannya berlumuran darah.
"Itu darahku, kok. Darah dari gusiku. Jahitannya terbuka lagi! Cih! Dokter itu nggak becus menjahitnya!" ujar Sakura sambil menyeka sisa-sisa darah yang sedikit mengucur di dagunya.
"H-haaah? Terus, untuk apa kau menggigitku tadi?" tanya Ino sambil membersihkan tangannya yang terkena darah Sakura. Wajahnya tampak menyiratkan ketidaksukaannya terhadap benda merah yang agak kental tersebut. Ino bahkan bergumam 'ewww' saat ia dengan terpaksa menyeka darah Sakura hanya dengan tangannya yang lain.
"Yaaa … karena jahitannya terbuka (lagi), aku jadi merasa seperti drakula yang terus-terusan meminum darah," ujar Sakura yang kemudian memberi jeda sejenak karena tampaknya lagi-lagi ia terpaksa menelan darah yang keluar dari gusinya. "Karena itu sekalian saja … aku ingin merasakan bagaimana jadi drakula benaran yang menghisap darah. Harusnya di leher, sih. Tapi kalau harus di leher, aku memilih untuk menggigit cowok tampan seperti Sasuke-kun~…."
Krik.
Dan Ino hanya bisa melongo mendengar alasan polos yang dikemukakan sahabatnya tersebut.
***chapter 3. Owari***
A/N:
Devil Foxie: here you go! Chapter 3!
V3: serius deh, aku ngerasa kayak drakula atau vampir atau apa waktu gusiku berdarah mulu.
Suu: wkwkwkwk *cuma bisa ketawa*
V3: *nelen layar*
Suu: mom, daripada nelen layar mending bales-balesin review dulu deh~ XD
V3: aku lagi? Oke deh.
skyesphantom : iyaa, temenan sama org lebay emang enak, seru banget ga akan bosen, apalagi kalo ada kejadian lebay, wakakakaa.
Michelle I. Xe : iya langsung dibikin, mumpung lagi semangat XD
Devil foxie: nanana, karena lagi panas di luaran sana, kami dengan sengaja meng-update cerita ini. Terima kasih banyak untuk semua yang udah baca, review, nge-fave, serta nge-follow~. Jaa, mata! XD
Arigatou,
Devil Foxie
