DF!

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.

Genre : parody/ friendship

Rated : T

Chapter 6.

FANS

.

.

.

Aneh.

Ada yang aneh dari seorang Haruno Sakura yang kini sedang senyum-senyum sendiri sambil membaca secarik kertas. Yamanaka Ino pun sampai melihatnya dengan tatapan ngeri.

"Kau tahu? Wajahmu yang cengengesan seperti itu membuatku merinding!" ujar Ino.

"Hihihi, kau nggak tahu yah? INI, LIHATLAH! Jeng jeng jeng jeeeeeng! Haruno Sakura, umur 16 tahun mendapatkan surat dari penggemar rahasia!" jawab Sakura sembari menyodorkan kertas surat tersebut.

Ino menatapnya penuh curiga. "Senpai, kau adalah pujaanku, aku benar-benar kagum padamu sejak pertama kali melihatmu, jidatmu begitu lebar dan indah sehingga ingin sekali aku bermain bola di situ," gumam Ino.

"Hehehe, kau iri, eh?" ledek Sakura.

"Kau … yakin ini bukan prank?" tanya Ino curiga.

"Ya … nggak tahu juga, sih? Aku mau coba balas ah," jawab Sakura dengan semangat. Ino pun hanya memutar bola matanya dan kemudian membiarkan Sakura bersenang-senang dengan fantasy-nya akan penggemar rahasia tersebut.

Namun, pada akhirnya, setiap Ino bermain ke rumah Sakura, yang mereka bicarakan hanyalah penggemar rahasia Sakura yang selalu mengirimkan surat melalui anak-anak kecil yang berhasil mendapatkan alamat rumah Sakura entah dari mana.

"Masih balas-balasan surat?" tanya Ino yang sedang menikmati coke diet di kamar Sakura.

"Iya! Ini! Baca ini!"

Ino mengambil kertas surat yang Sakura berikan padanya.

"Aku senang sekali Neechan membalas surat-suratku hingga aku bisa mengobrol banyak dengan Neechan. Ini membuat hatiku berdebar-debar. Neechan tahu? Semua surat Neechan aku simpan dalam kotak spesial…." Ino menghentikan kegiatan membacanya itu. Alisnya mengernyit. "Sejak kapan dia memanggilmu 'Neechan'?"

"Sejak beberapa surat yang lalu," jawab Sakura santai.

Ino mengerucutkan bibirnya. "Dia… fans-mu? Siapa namanya? Ah, si Hikaru ini…."

"Kalau sudah tahu nama, bukan penggemar rahasia lagi yah namanya?" tanya Sakura sambil menulis jawaban surat itu.

"Kau tahu nggak tampangnya bagaimana?" tanya Ino yang membuat Sakura berhenti menulis.

"A-Aku nggak tahu," jawab Sakura kaku.

"Kau ini gimana, sih?! Kalau misalkan tiba-tiba dia itu om-om gendut, jelek, mesum bagaimana?!"

"Ino kau menakut-nakutiku!"

"Ah, coba kauminta fotonya!" usul Ino.

Dan Sakura pun menuliskan jawaban surat itu yang berisikan tentang keinginannya untuk bisa mendapatkan foto orang tersebut.

Keesokan harinya, balasan surat itu pun datang.

"Sakura Oneeeeechaaaaaan!"

Suara panggilan anak-anak kecil yang biasa mengantarkan surat itu kembali terdengar. Sakura dan Ino segera berlari dari lantai dua. Begitu surat diterima, mereka pun kembali ke kamar Sakura dengan suara langkah kaki mereka yang bagaikan monster itu.

"SAKURA! JANGAN LARI-LARI DI DALAM RUMAH!" Ibunya pun mengomel. Tapi tentu saja Sakura maupun Ino tidak ada yang menggubris, keduanya sudah tidak sabar melihat isi surat dari 'fans' Sakura.

"Buka, buka, buka," ucap Ino tidak sabar.

"Astaga, Ino! Aku deg-degan!"

Sakura perlahan membuka tutup amplop surat tersebut. Pertama dia membuka kertas suratnya terlebih dahulu.

"Maaf, yah, kalau wajahku jelek, tidak sebanding dengan wajah Neechan yang cantik itu," gumam Ino membaca suratnya.

Keduanya sangat berdebar-debar saat Sakura mengambil kertas foto yang berada di dalam amplop tersebut. Sakura bahkan beberapa kali menelan ludahnya sendiri, beruntung kali ini bukan darah dari gusinya yang dia telan. Begitu kertas foto itu dibalik.

Krik.

Krik.

Bersamaan dengan itu, wajah Ino dan Sakura berubah datar.

"I-Ini kan…," ucap Ino

"Yang di rumah sakit itu…," sambung Sakura.

"Si Hikaru yang penyakitan, yang diangkut oleh perawat gembrot," sambung Ino kemudian.

"DAN DIA CEWEEEKK!" teriak mereka bersamaan.

Sakura dan Ino kini saling tatap sebelum mereka tertawa canggung dengan nada yang terbilang datar. Bukan hanya karena ternyata fans Sakura adalah seorang cewek, tapi juga karena saat ini yang orang bernama Hikaru kirimkan adalah foto dengan pose yang dibuat seolah wajahnya paling imut sealam semesta.

***chapter 6. Owari***


Devil Foxie: lalalala~ kemunculan kembali Hikaru~ masih ada yang ingat ama tokoh yang satu ini? Kalau lupa, baca chapter 2, ya? Ufufufu~

Suu: lagi gak ada ide buat cuap-cuap nih~ langsung bales-balesin review kali aja, ya? *nyodorin mic ke mom*

V3: uhuk-uhuk! Okaylah….

Hotori Aoryu Kago : oh pake akun collab, fict collab di-review dengan akun collab? Hhmm, nais nais XD

skyesphantom : hahahahahaaa, menyindir apa nih? XD (Suu: nyindir apa ini? *ikut belagak pilon*)

kookynachita : hehehehee, ketauan deh…. Sengaja kok nyindirnya. LOL. Ini kan kayak buku harian kita berdua *nyanyi lagu kemesraan iniii~ janganlaaah cepat berlaluuuu~* (Suu: kemesraan ini~ ingin kukenang selalu~….)

Michelle I. Xe : udah dong, besi aku jilat-jilat malah, tak kira es krim -_- hahahahaa, dulu aku pernah ngemut uang logaman, dan itu rasanya lumayan kayak darah XD (Suu: mommy-ku ternyata….)

Rei Jo : hahahaa, yaa memang fict ini ada yang bikin ngakak dan ada juga yang bikin garing XP (Suu: makanya genre-nya juga digeser jadi parody, soalnya ada yang lebih ke 'nyindir' daripada ngelucu X""Da *ngeles*)

WonderWoman Numpak Rajawali : iyaaa, enak baca fict ringan, kalo fict berat kasian ... kasian author-nya maksudnya XD

Devil foxie: done! terima kasih banyak untuk semua yang udah baca, review, nge-fave, serta nge-follow~. Jangan lupa review lagi, ya~ XD

Arigatou,

Devil Foxie