DF!

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.

Genre : parody/ friendship

Rated : T

Chapter 9.

DISTURBER

.

.

.

"Eh?"

Kedua mata aquamarine dan emerald itu saling menatap bingung, jelas saja bingung karena tiba-tiba ada seorang gadis dengan mata berbinar yang menghadang mereka jalan untuk mengajak berkenalan. Kalau yang mengajak kenalan itu laki-laki yang super tampan dan imut seperti Koike Teppei, sih, tidak jadi masalah bagi mereka.

"Aku … sangat mengagumi kalian berdua," ucap anak itu yang kini tengah menggenggam masing-masing tangan Sakura dan Ino.

"Ng, anu … tapi kamu siapa?" tanya Sakura.

"Namaku Ame, dan aku selalu memerhatikan kalian berdua, kalian benar-benar idola bintang di desa ini! Salam kenal, yah? Aku sangat senang bisa berkenalan dengan kalian. Nah, sampai bertemu lagi, daaaah!"

Anak itu melambaikan tangannya sambil menyengir bahagia, seperti ada percikan sinar dan kupu-kupu terbang di sekeliling wajahnya.

"Kaukenal dia?" tanya Sakura pada Ino.

"Sama sekali tidak," jawab Ino sambil menggelengkan kepalanya, "sudahlah lebih baik kita cepat-cepat ke rumahmu, besok lomba masaknya, 'kan? Kau harus latihan dulu sekarang."

"Ah, benar juga."

Keesokan harinya tepat di tengah pusat desa ada perlombaan masak yang diikuti oleh para remaja desa Konoha. Sakura adalah salah satu peserta yang hadir di sana, begitu pula gadis yang mereka temui kemarin di tengah jalan itu.

"Ayo, Sakura, kamu pasti bisa!" kata Ino yang memberikan semangat.

Saat pertandingan dimulai, seluruh peserta mulai fokus pada masakannya masing-masing. Sakura dengan ahli memotong-motong wortel, tomat, dan kentang dan memasukannya ke dalam panci yang sudah dipanaskan. Ino melihat wajah Sakura yang berubah menjadi bingung, kemudian dia melihat Sakura yang pergi ke belakang tenda entah untuk apa.

Saat Sakura sedang tidak fokus, Ino melihat gadis yang bernama Ame itu memasukan sesuatu pada makanan Sakura sambil menyeringai licik. Sayang orang luar tidak bisa memasuki arena pertandingan jadi Ino tidak bisa memberi tahu Sakura tentang tindakan licik gadis tadi.

Begitu Sakura kembali dari belakang tenda, Sakura memasukan beberapa daging ke pancinya.

"Yak! Waktu habis!" ujar pembawa acara tersebut.

Para peserta mulai memberikan masakannya untuk dicicipi oleh juri. Reaksi juri berbeda-beda ketika mereka mencicipi masakan dari peserta lomba, ada yang memasang wajah kecut, wajah datar, dan juga tersenyum. Kini giliran masakan Sakura yang dicicipi, Ino melihat gadis bernama Ame itu menyeringai licik. Begitu sang juri mencicipinya….

"MASAKAN APA INI?!" jerit sang juri yang membuat Sakura tersentak kaget.

Baru saja Ino akan menghampiri juri untuk memberi tahukan tindakan curang Ame, sang juri melanjutkan kalimatnya.

"BENAR-BENAR ENAK! Kau sangat berbakat untuk menjadi koki, Nak! Selamat, aku putuskan anak ini yang menjadi pemenangnya! Masakan yang sangat luar biasa!"

Sakura bengong.

Ino terjatuh karena kaget mendengar kelanjutan kalimat itu. Sedangkan Ame … mulutnya menganga lebar karena tidak menyangka tindakannya malah membuat Sakura menjadi pemenangnya. Saat Ame masih menganga, ada seekor lalat yang lewat di depan mulutnya dan lalat itu tiba-tiba tergeletak di tanah tidak bernyawa.

.

.

.

Keesokan harinya, Ino sedang merangkai bunga bersama ibunya di kediaman Yamanaka.

"Aku tidak menyangka Sakura bisa menang, padahal masakan Sakura itu bisa dibilang sangat menyeramkan, Kaasan," Ino bercerita pada sang ibu ketika sedang membantu membereskan bunga di toko bunga keluarganya.

"Hahaha, tapi bagus, 'kan? Setidaknya masakan Sakura enak," jawab sang ibu.

Ino hanya tersenyum, entah Ino harus membeberkan atau tidak bahwa kemenangan Sakura itu berkat kelicikan Ame yang gagal.

"Ino, tolong antarkan bunga ini ke seniman bunga di blok sebelah," pinta sang ibu.

"Ah, biar aku saja," timpal suara yang entah kapan datangnya di dalam toko bunga tersebut.

"Ah, kau kan…."

"Aku bantu yaaa? Aku suka sekali dengan rangkaian bunga Yamanaka, begitu indah dan menyejukkan hati," potong Ame yang langsung menghampiri ibu Ino.

"Ehm, yaah kalau itu tidak merepotkanmu sih," ujar sang ibu sambil tersenyum ramah.

"Tidak, kok. Sama sekali tidak merepotkan."

Karena Ino juga sedang sibuk merangkai bunga, akhirnya mereka menyetujui tawaran Ame untuk mengantarkan bunga itu. Di tengah jalan, Ame mengeluarkan gunting dan mengubah bentuk bunga yang sudah dirangkai oleh Ino dan ibunya. Sambil tertawa licik Ame menggunting-gunting bunga tersebut.

Sakura yang tidak sengaja lewat situ melihat tindakan Ame yang aneh, langsung saja Sakura mengikutinya dari belakang. Saat Ame sudah berada di depan rumah seniman dan menyerahkan bunga tersebut.

"Ini kiriman bunga dari toko bunga Yamanaka," ucap Ame dengan bangga akan hasil karyanya itu.

Seniman itu terbengong melihat bentuk bunga yang baru saja Ame ubah bentuknya.

"Be-Bentuknya…."

Ame menyeringai puas.

"BAGUS SEKALI! Sangat kreatif! Saya sangat suka, saya akan menghampiri langsung keluarga Yamanaka untuk menawarkan hasil karyanya di pameran bunga nanti!" ucap seniman itu dengan mata berbinar-binar.

Dan Ame pun menganga kembali, namun kali ini tidak ada lalat yang melewati mulutnya yang sedang terbuka itu, mungkin lalat-lalat yang lucu itu sudah tahu akibatnya kalau melewati goa terlarang itu.

.

.

.

Keesokannya, Sakura dan Ino bertemu di taman Konoha.

"Ino! Kau harus tahu apa yang Ame lakukan padamu! Waktu dia membawa bunga-bungamu ke tempat seniman itu, dia mengubah bentuk bunga itu sendiri!"

"Kau juga harus tahu Sakura, saat lomba masak itu, dia memasukkan sesuatu pada masakanmu! Apalagi saat dia menyeringai licik, aku rasa dia pasti ingin mencelakai kita!"

Saat Sakura dan Ino sedang membeberkan kelakuan Ame, anak itu datang dengan wajah cemberut.

"Jangan kalian pikir kalian akan terus populer! Lihat saja, aku tidak takut dengan kalian! Walaupun kalian berdua, aku tidak sendirian! Aku punya teman dan keluarga yang mendukungku, juga temanku yang sempurna itu! Walaupun saat ini dia sedang berada di rumah sakit karena kena TBC akut dan penyakit aneh lainnya yang mengidap di tubuhnya, tapi dia selalu mendukungku!"

Saat Ame marah-marah sambil menunjuk-nunjuk Sakura dan Ino, mereka berdua hanya saling tatap dengan wajah datar, kemudian Sakura mendekati Ame sambil menyentil dahinya.

"Hey! I just met you."

"And this is crazy," lanjut Ino yang sedikit mendorong pundak Ame.

"But you're annoying," sambung Sakura lagi.

"Go to hell maybe!" ucap Ino dan Sakura bersamaan sambil mengibaskan rambutnya kemudian mereka ber high-five ria sambil meninggalkan anak itu sendiri.

"Uhhhh! HUAAAAHAAAA, MAMAAAA, AKU NGGAK NGERTI BAHASA INGGRIIISS!" Hanya jeritan tangis anak itulah yang mereka dengar selanjutnya.

Tapi mereka mengabaikannya, bahkan mereka hanya tertawa girang sambil berjalan menuju sunset yang indah di hadapan mereka.

Notes : bahkan lagunya Carly Rae Jepsen yang berjudul CALL ME MAYBE pun sudah terkenal di dunia shinobi!

***chapter 9. Owari***


Devil Foxie: hai, haaaaiii~ ada yang kangen dengan kami dan fanfict ini? X""D Maaf udah lama nggak update, tapi yaaa … sejak awal emang fanfict ini nggak bakal terjadwal siiih update-nya. Harap maklum ya~ *grin* Nah, untuk kesempatan kali ini, kami akan bagi dua untuk jawabin review-review-nya~ XDD

Suu: pssst, bocoran, si Mom lagi bikin fict untuk salah satu event sih~ :""p

V3: *serius ngetik* hah? Apa?

Suu: nggak~ ayo balesin revieeeew~!

Tsukiyomi Aori Hotori: eeeh? Tiba-tiba? Bukannya dari dulu ya si Naruto itu dong-dong? X""Da btw, aku istri mudanya Papi Minato, lho~ salam kenal! *plak*

Skyesphantom: kalo Naruto kepikiran Menma … kita … nggak kepikiran XDD

Vaneela: ehehehe~ iyaaa, ketahuan ya lagi promosi :P yap, kalau mereka harus jadi pelawak, berguru ke Cenpai dulu pastinya XD

MizuumiYuki: *sujud syukur* doa kita biar bikin situ terdampar terkabul juga. XD hahaha, iya, bisa-bisanya kalian sempet blank dulu yaaa *geleng-geleng* *orang yang gak berkontribusi hanya bisa protes* XP

Little QueenZhezad: eeeh? Sampai ngakak di depan pintu? Kita nggak bakal dituntut kan karena udah bikin anak orang mendadak ketawa sendiri, 'kan? *lirik kiri kanan* *takut*

kookynachita: iyaa, gara2 si copycat itu, udah ah jangan dibahas lagi. Biarkan orangnya diem tenang, nggak banyak cingcong lagi XD

mizu aleynn: hahhahaa, absurd ya? Kita juga ngakak sih bikinnya XD

Hiiragi Azusa: su-suami mu? Siapa? Teppei? *tiba2 ngakak* ini bukan Teppei beneran loh, ini Teppei-teppei-an XD LOL

Asdfghjkl: Hahahaaa, emang kapan Naruto jadi kreatif? XD

cherry angella: hyahahhaa, hanya bisa tertawa dan bilang makasih juga dipuji cantik begitu, LOL XD

Guest: pair-nya itu2 aja? Perasaan kami nggak mencantumkan pair di sini, ahahahahaaa. Ya, siapa yang nggak tepar bayangin mereka dibikin nista XD

Devil foxie: ufufufu~ sekian balasan review-nya~! Terima kasih banyak untuk semua yang udah baca, review, nge-fave, serta nge-follow~. Jangan lupa review lagi, ya~ XD

Arigatou,

Devil Foxie