DF!

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.

Genre : parody/ friendship

Rated : T

Chapter 13.

DORK

.

.

.

"INOOOOO!" Sakura berteriak keras (dan norak) sembari menggerakkan tangannya dalam gerakan yang meminta temannya yang sudah berlalu menjauh itu untuk segera mendekat. Yang dipanggil pun datang tergopoh-gopoh dengan ekspresi wajah cemas bercampur penasaran.

Ino kini sudah berdiri di sebelah Sakura, memandang bingung pada temannya yang sedang melihat suatu benda dengan gambar bergerak di dalamnya. "Ada apa, Sakura?"

"Kautahu benda apa ini?" tanya Sakura tanpa sedikit pun mengalihkan perhatiannya dari benda asing yang terletak mencolok di sebuah hutan. "Aku merasakan chakra yang cukup besar dari benda ini."

Ino menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinga sebelum ia ikut berjongkok di sebelah Sakura. Seharusnya, mereka segera kembali ke Konoha setelah menjalankan misi sederhana yang ditugaskan bagi mereka berdua—menulis surat lamaran pekerjaan dan menyelesaikan skripsi.

Eh?

Tapi, lupakan saja soal misi sederhana tersebut. Ya, ya, walau misi sederhana tersebut sama sekali tidak sederhana, tapi bukan tentang misi itu fokus utama cerita kali ini. Adalah suatu benda berbentuk kotak kecil yang menampilkan gambar bergerak yang menjadi target rasa ingin tahu kedua kunoichi Konoha tersebut.

"Apa, sih, itu?" Mata aquamarine Ino kini juga tidak bisa lepas dari benda aneh yang baru pertama mereka lihat tersebut.

"Ada gambar-gambar orang di dalamnya. Bergerak-gerak pula," jawab Sakura sambil mengerutkan alis. "Mereka kayak mengatakan sesuatu, ya?"

Ino mengangguk membenarkan. "Tapi tidak ada suaranya. Aneh." Refleks, Ino mendadak memukul benda tersebut dengan tangannya.

Mendadak saja, dari benda aneh yang dipenuhi chakra tersebut, terdengar suara keras. "Aku memang hanya seorang pangeran yang tertukar! Maaf saja aku tidak sesempurna mantanmu!" Dan suara itu bertepatan dengan adegan seorang lelaki yang tengah berteriak di depan wajah seorang perempuan.

Ino dan Sakura otomatis melonjak ke belakang—kaget.

"A-a-apa itu?"

Belum sempat kekagetan mereka terjawab, suara keras yang cetar membahana kembali terdengar.

"Lalu kenapa? Aku juga tidak se-4L y mantan pacarmu! Dan aku tidak mengungkit-ungkitnya! Jangan bawa-bawa soal mantan dalam masalah ini! Ini antara kamu dan aku!" teriak sang gadis dengan alis yang terangkat sekitar lima sentimeter dan bola mata yang melotot seolah nyaris keluar dari rongganya.

Dan yang menjadi respons sang lelaki kemudian,

"Ciyus? Miapah?"

Dalam sekejap, kekagetan Ino dan Sakura menghilang, digantikan senyum kecut dan (sok) paham yang mendadak muncul setelah keduanya bertukar pandang. Tak lama, keduanya pun menghancurkan benda asing yang dialiri chakra tersebut dengan pukulan mematikan kombinasi keduanya.

"Benda ini berbahaya! Bisa mencuci otak! Aku yakin!" ujar Sakura serius sambil menepuk-nepuk tangannya.

"Hu-uh! Aku tidak heran kalau benda aneh itu adalah ciptaan seorang ilmuwan gila yang mau menguasai dunia."

Sakura mengangguk setuju dan kemudian bersama Ino, ia langsung meninggalkan benda malang tersebut tergeletak hancur. Mereka punya tugas penting lain yang menunggu untuk diselesaikan.

Pada akhirnya, mereka tidak akan pernah mengetahui bahwa benda tersebut adalah prototype dari sebuah benda yang suatu saat akan menjadi benda terkenal yang disebut televisi. Sampai akhir juga, mereka tidak tahu siapa yang pertama kali menciptakan benda tersebut di dunia ninja.

Kemudian, sampai kapan pun mereka tidak akan tahu bahwa yang baru saja mereka lihat adalah sejenis film yang memang dirancang agar memiliki plot berlebihan khas salah satu negara dengan jumlah episode yang tidak kalah dengan jumlah episode salah satu seri animanga bertema ninja yang katanya sudah mendekati akhir tapi belum akan beres dalam waktu dekat. Terakhir, sampai kiamat pun, mereka mungkin tidak akan pernah menemukan orang pertama yang menciptakan bahasa yang seakan bermaksud mencuci otak manusia dengan kata-kata aneh yang terkadang menjadi percampuran antara angka dan huruf.

Oke, kadang tidak tahu apa-apa dan menjadi orang yang bodoh mungkin dapat menjadi opsi yang terbaik, kan? Yah … siapa yang tahu?

Notes: NYARIS saja bahasa alay mengontaminasi dunia shinobi. Tapi sekali lagi, dunia shinobi terselamatkan. Terima kasih pada Sakura dan Ino~!

***chapter 13. Owari***


Happy reading, guys!

Btw, fanfict ini akan kami complete, tapi nggak menutup kemungkinan kami akan lanjut suatu saat nanti. ;))

Arigatou,

Devil Foxie