DF!

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

Cerita ini hanya untuk hiburan semata. Tidak ada keuntungan komersial yang kami dapat dari membuat cerita ini.

Genre : parody/ friendship

Rated : T

Chapter 15.

DAFUQ

.

.

.

Hari itu, cuaca cerah. Para kunoichi tengah berkumpul, bercanda tawa, menikmati hari santai mereka saat sedang tidak ada misi.

Mendadak saja, tanpa angin tanpa hujan, badai aneh mendadak datang. Seorang anak kecil meloncat keluar dari persembunyiannya dengan wajah yang tampak berapi-api.

"Ini semua gara-gara kalian!" ujarnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ino dan kemudian Hinata. Sakura yang melihat kedua temannya ditunjuk-tunjuk secara tidak senonoh (?) hanya bisa mengangkat alis.

"Kalian … gara-gara kalian, kak Neji jadi tewas!"

"What the?" Sakura hampir tersedak ludahnya sendiri. Ia kemudian melotot bingung terhadap anak anak berkuncir dua tersebut.

"Dan kau!" ujar anak itu lagi sambil menunjuk ke arah Sakur. "Kalau kau tetap bersama mereka, kau akan menghadapi nasib sial! Ingat kata-kataku ini, Kak!"

"Tu-tunggu! Kamu ini siapa, sih? Datang tiba-tiba dan seenaknya menuduh?" tanya Sakura menggantikan kebingungan kedua temannya yang masih membatu saking shock-nya.

"Aku … aku hanya mencemaskan nasib Kakak. Kalau terjadi sesuatu pada Kakak aku … hiks!"

"Heei! Tapi kamu sudah keterlaluan! Seenaknya saja menuduh kami sebagai penyebab tewasnya Neji!"

"Ne-Neji-nii …."

"Aku tidak tahu apa maumu, tapi kamu nggak berhak mengatai-ngatai sahabatku!" ujar Sakura dengan wajah kesal karena lagi-lagi kedatangan makhluk aneh.

Mendadak saja, bocah kecil itu mendengus. "Huh! Pokoknya aku sudah memperingatkan! Jangan curhat padaku ya kalau suatu saat nanti Kak Sakura mengalami masalah karena dua orang itu!"

Dan dalam sekejap saja, bocah kecil itu menghilang. Bagaikan jelangkung, anak aneh itu datang tak diundang, pergi nggak bilang-bilang! Meninggalkan Sakura, Ino, dan Hinata yang masih terbengong-bengong tidak mengerti.

"Siapa … anak tadi?" ujar Ino sambil menunjuk ke arah di mana anak aneh itu terakhir terlihat.

"Tidak tahu," jawab Sakura sambil menunduk. "Tapi yang lebih penting …."

"DAFUUUQQQ!" teriak mereka bertiga nyaris bersamaan.

"Ne-Neji-niisan kan belum mati di fanfict iniiii! Se-seenaknya saja dia ngomooongg!" teriak Hinata dengan panik sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.

Sakura dan Ino mengangguk bersamaan sebelum kemudian mereka menenangkan Hinata. Ketiganya kemudian memutuskan untuk tidak mempermasalahkan lagi mengenai kedatangan anak jelangkung tadi dan memilih mengalihkan topik pembicaraan. Pada akhirnya mereka mulai menggosipkan hal lain yang lebih menarik.

Ah, cuaca hari ini pun tetap cerah~.

***chapter 15. Owari***


Abis ini, kami berdua stop dulu bikin DF, kecuali ada ide-ide asyik nan baru nan segar lagi.

Oke deh, sampai nanti di ff-ff kami yang lain! :3

Untuk chapter ini pun, 'met membaca!

Arigatou,

Devil Foxie