Saya balik! Hueheheh author mau minta maaf kalo ceritanya ngawur. Atau gak nyambung. Soalnya nih ya, author bagi cerita dulu#plakk. Laptop author lagi dirawat intensif di rumah sakit terdekat. Jadi saya ngetik nih ff di notebook orang. Sistem saya ngetiknya itu. Kalau saya dapet feels. Saya langsung ngetik. Dua atau tiga jam berikutnya langsung saya post. Pokoknya susah deh! Apalagi ff yang harus saya update ada 2!#malah curhat.
Oo iya untuk contoh jelmaan white wolf, black wolf sama moon kristal bisa diliat di foto ff ini ya?
Ya udalah. Author bales review duluu~
BunnyPoro : hehe cepet soalnya udah selesai ulangan nih! Pinter? AMIN dah!
Parkjc : ini udah dipanjangin kok! Sepanjang Kris#lah?
kang hyun yoo : wadeh! Couple apaan tuh! Yaiyalah kai cemburu! Pasangan aru tau!
Jaylyn Rui : Chanyeol emang mata-matanya si Yunho. Iyaa semoga nilai kita bagusss #doa bareng#
WulannS : coba kilat lagi. Tapi author juga harus update ff 'eternal love' jadi kalo gak terlalu kilat mohon dimaklumi ne?
DianaSangadji : kalo terlalu fokus sama KaiSoonya ceritanya gak ketahuan dong? Huehehehe
Brigitta Bukan Brigittiw : Sehun emang gak tau kondisi tuh! Emang cadel tuh anak! #lah?
siscaMinstalove : hueheehehe siapa ya kira-kiraaaa liat aja ya lanjutannya cinteeh
kyungieee : kalo penasaran terus baca ne?#maksa
ajib4ff : Huuehehehe siapa yaaw? Kasi tau gak yaaa? Liat lanjutannya aja ne? Makasih doanya ^^
Cast : KaiSoo and the other couple~~~.
Warning : OOC, YAOI, BL and Typo(s)
Dislaimer : Kai milik D.O, dan D.O milik saya#plakk.
Happy reading^^
Sekarang Kai sedang menunggu Jessica menjemputnya. Appanya menyuruh ia pulang dengan Jessica. Ia tak menolaknya karena ia takut tersesat lagi. Tak lama keluar seorang murid. Murid yang diingatnya sama sama ditempatkan untuk penampilan pembuka bersamanya. Xiumin. Kai mengingat nama tersebut karena tadi ia sempat berbincang dengannya di Aula.
"Apa kau melihat Chen?" Xiumin bertanya pada Kai.
"Eo? Chen? Eung,.." Kai terlihat berfikir. Tentu saja dia berpikir. Ia tidak tau yang mana yang namanya Chen!
"Kau pasti tidak mengenalnya ya? Huft.. mungkin ia masih didalam." Xiumin berdiri tepat disebelah Kai.
"eehehe" Kai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
.
.
Hening..
25 menit berlalu, Kai sudah ratusan kali mengumpat karena harus menunggu selama ini
"Kau keren sekali! Pasti Kyungsoo sangat senang!" Xiumin membuka obrolan.
"Eo? Hehe. Biasa saja!" Kai malu-malu.
"Tidak sepertiku. Berduaan saja susah!" Xiumin kesal. Dari nada bicaranya sangat jelas bahwa ia sedang kesal.
"Bahkan sekarang aku harus menunggunya!" Xiumin hendak meninggalkan Kai karena ia sudah lelah menunggu orang yang bernama Chen.
Namun tiba-tiba pergerakan Xiumin terhenti dan langsung didekap oleh seorang namja dari belakang.
"Mian Chagi. Tadi Yesung songsaengnim ingin berbicara denganku." Chen berbicara dengan dagu yang ditautkan pada bahu Xiumin.
Kai yang melihatnya langsung membuat kesimpulan bahwa namja barusan adalah Chen.
"Berbicara saja sana dengan songsaengnim! Aku sudah tidak peduli. Lepaskan aku!" Xiumin memberontak.
Kai agak canggung dengan keadaan ini. Ia menelpon jessica beberapa kali. Namun, sial nasibmu nak! Ia benar-benar kesal sekarang. Bagaimana mungkin ia terjebak diantara perkelahian antar sepasang kekasih? Oh Konyol!
Chen membalikkan tubuh Xiumin. Sedangkan Xiumin masih saja mengoceh tak jelas. Meluapkan semua emosinya yang ia tahan.
Tiba-tiba
'
.
.
.
Cup~
Chen mengecup bibir Xiumin singkat. Spontan Xiumin terdiam. Semburat merah kini muncul di kedua pipinya.
"Maaf sayang~ lain kali aku tidak akan seperti itu ne? Sekarang kita pulang oke?" Chen menatap Xiumin. Dan diangguki oleh Xiumin.
"Kami pergi dulu ya." Chen berpamitan mewakili Xiumin juga. Karena Xiumin masih belum bisa berbicara kurasa.
"sial! Bagaimana bisa ia melakukannya disini?" Kai mengumpat. Namun sedetik kemudian ia terdiam. Ia memikirkan bagaimana jika kejadian tadi terjadi padanya dan D.O. kai menampilkan Smirknya. Namun ia terhenyak saat sebuah mobil BMW yang membunyikan klaksonnya.
"SIALAN KAU JESSICA!" Kai memekik.
The Wolf
"HUAAH! Aku capek Tao-ah! Hosh. Hosh." D.O tersengal sengal ditengah latihannya.
"Kau masih harus banyak belajar Kyungsoo-ah. Kau terlalau lamban untuk seekor Srigala." Yunho menyahut dari belakang.
"eum.. Ahjussi benar. Kau harus meningkatkan kecepatanmu Kyungsoo. Dan juga kau harus bisa mengendalikan tubuhmu dalam bentuk serigala sepenuhnya." Tao menyambung.
"Kau harus menggunakan Taring dan kukumu Kyungsoo-ah." Sekarang Sehun yyang menambahkan.
"Satu-satu dong! Aku kan masih pemula!" D.O mengerucutkan bibirnya lucu.
"Aigoooo. Mereka hanya memberitahukan padamu sayang~" Jaejoong merangkul anaknya.
"tapi D.O masih capek eomma!" D.O mengadu pada eommanya manja.
"Jangan terlalu manja sayang~" Jaejoong mengelus surai milik D.O.
"Kau harus sudah memperbaiki semua yang Appa, Tao, dan Sehun sebutkan tadi sebelum bulan purnama nanti." Yunho menjelaskan.
"Memangnya kapan bulan purnamanya akan muncul?" D.O bertanya sambil menatap Manik mata milik Appanya.
"3 minggu dari sekarang." Yunho menjawab.
"Kita harus tetap berjaga-jaga. Apapun bisa terjadi pada saat itu." Yunho melanjutkan.
"Bukankah itu bertepatan dengan pentas seni disekolah kita Kyungsoo?" Sehun menerawang.
"AH! Iya benar!" D.O memekik.
"Jadi bagaimana Appa? Aku ingin ikut pentas seni itu~" D.O memujuk Appanya.
"Tenang saja. Kalian tetap bisa mengikuti acara tersebut. Tapi kau tetapp harus berjaga-jaga Kyungsoo-ah. Dan kau Sehun. Kau harus tetap siap kapanpun aku memanggilmu." Yunho menatap Sehun.
"Baiklah ahjussi" Sehun menjawab.
"Sebaiknya kita melanjutkan latihannya Kyungsoo-ah. Nanti malam aku ada janji" Tao menggerutu.
"Kau berjanjian dengan pacarmu yaaa?" Sehun menggoda Tao.
"eum.. Kau yang tidak punya pacar diam saja!" Tao menyindir Sehun.
"Sebentar lagi aku akan mempunya pacar kok! Liat saja!" Sehun menyolot.
The Wolf
Kai memasuki rumahnya dengan menghentakkan kakinya kuat-kuat. Ia masih sangat kesal dengan Jessica. Ditambah lagi D.O tidak membalas satupun sms yang ia kirimkan padanya.
Namun belum reda kekesalannya, sekarang ia melihat Luhan dan Kris sedang berbicara dengan Appa dan Eommanya.
"Sial!" Kai mengumpat. Ia hendak menghindari ke-5 orang yang berada dirumahnya ini. Termasuk Jessica.
Baru saja Kai hendak menaiki tangga, Jessica langsung menyahutinya. Benar-benar cari mati tuh anak.
"Kau mau kemana eoh? Pura-pura tidak mengerti kondisi ya?" Jessica mrngejek Kai.
Kai sudah benar-benar geram. Ia membalikkan badannya dan mengeluarkan taring dan mata biru miliknya. Ia menyeringai.
"Apa kau sudah bosan hidup ahjuma?"Kai menatap tajam Jessica.
"Kau belum terlalu kuat. Jadi jangan terlalu sok!" Jessica meremehkan Kai.
"Hentikan Jessica. Atau aku yang akan merobek dagingmu itu." Heechul angkat bicara. Jessica hanya mendelik dan terdiam. Tentu saja ia takut dengan saudaranya yang lebih tua itu.
"Kai. Kau sudah tau kan? Luhan dan Kris akan membantumu meningkatkan kemampunmu." Hankyung berbicara.
"Bulan purnama nanti kita akan menyerang mereka. Tapi kita harus tetap berjaga dengan keadaan apapun." Hankyung melanjutkan.
"Kita tidak ingin kau terlibat. Tapi kita tidak tau apa yang akan direncanakan mereka. Jadi pada saat itu kau akan ditemani oleh Jessica" Eommanya membantu menjelaskan.
"Baiklah. Asal mereka tidak menggangguku!" Kai menatap tajam kearah luhan. Sedangkan Luhan hanya menyeringai.
"Jangan terlalu kasar Kai. Kau itu sudah dewasa." Kris berbicara untuk pertma kalinya semenjak Kai datang.
"Bagaimana bisa pria kekanakan ini sudah mempunyai pacar?" Luhan mengejek.
Mendengarnya, Heechul langsung menatap Kai yang sudah terdiam dengan ucapan Luhan.
"Apa itu benar sayang? Apa dia manusia? Kau tidak seharusnya berhubungan dengan manusia." Heechul menghampiri Kai.
"Aku tidak peduli. Apapun dia aku tetap mencintainya. Kalian tidak bisa mencegah keinginanku yang satu ini." Kai meninggalkan mereka semua dan menuju ke kamarnya.
The Wolf
D.O baru saja selesai mandi. Lelah. Ia benar benar lelah sekarang. Ia melepas kalung permata merah miliknya. Kalung yang menghilangkan aura serigalanya dan juga fisik keserigalaannya. Setiap White Wolf mempunyai ini untuk bersosialisai diluar. Begitu juga Black Wolf. Ayahnya pernah mengatakan bahwa mereka juga menggunakan kalung yang sama seperti mereka hanya saja warna permata kalungnya biru. Kalung ini tidak akan berfungsi saat diterangi cahaya bulan penuh atau bulan purnama.
D.O sekarang sudah berbaring di atas kasur miliknya. Ia teringat dengan handpone miliknya. Ia pun meraih tasnya dan mengeluarkan Handpone miliknya. Saat dibuka D.O langsung tersenyum 15 message belum terbaca dan semuanya dari Kai. Mulai dari menanyakan "sedang apa Kyungie~". "Kau dimana?". "Apa Kau sudah makan sayang?". Sampai massage yang berisi kekesalan.
From : Kai
Kyungie~ah! Kau dimana? Kenapa tidak membalas massageku? Apa kau masih dengan Sehun eoh? Akan kubunuh dia besok!
D.O hanya terkekeh melihatnya. Setelah itu ia membalas massage tersebut.
To : Kai
Mian~ dari tadi aku gak megang hp Kai~ah. Aku tidak sedang bersama sehun kok. ^^ jangan cemburu terus dong!
D.O pun mengirimnya dan mencoba untuk memejamkan matanya. Namun, baru 5 menit ia memejamkan matanya, Handponenya berdering.
From : Kai
Baguslah kalau begitu. Aku cemburu karena aku sayang sama kamu kyungie~!. Apa kau belum tidur sayang?
D.O kembali terkekeh dan membalas massage tersebut
The Wolf
Yunho sedang berdiri di atap rumahnya. Entah apa yang ia lakukan. Namun beberapa saat kemudian seekor serigala putih meloncat ke atap rumahnya dan berubah wujud menjadi seorang manusia.
"Bagaimana Chanyeol-ah? Sudah kau tanyakan pada orang itu?" Yunho bertanya.
"Ne ahjussi. Orang tersebut menyuruh kita untuk datang pada saat bulan purnama nanti. Tepat seperti rencana tersebut." Chanyeol menjelaskan.
"Ingat! Tujuan kita hanya ingin membuat kristal tersebut kembali utuh. Bukan untuk menggunakannya!" Yunho menatap kearah langit.
"Eum.. dan juga ia menyuruh kita membawa pecahan yang kita miliki." Chanyeol menyahut.
"oo iya.. bukankah kemarin kau bilang bahwa orang itu satu sekolah denganmu?" Yunho bertanya.
"oh itu! Aku salah ahjussi. Lay hanya saudara dari orang itu." Chanyeol menjelaskan.
"oo ya? Siapa nama dari saudaranya itu.?" Yunho beralih kepada Chanyeol.
"Suho. Namanya Suho." Chanyeol menjawab.
"Baiklah! Teruskan pekerjaanmu. Lindungi Kyungsoo jangan lupa. Sekarang kau bisa pergi" Yunho menjelaskan.
"Baiklah." Chanyeol merubah posisinya menjadi posisi merangkak dan seketika ia berubah wujud kembali. Dan pergi meninggalkan Yunho.
"Semua ini harus selesai sekarang juga" Yunho menggumam sendiri.
"Tidak boleh ada korban lagi. Ini semua harus selesai." Lanjutnya
The Wolf
Kai sedang berbaring senang sambil memegang handponenya. Baru saja ia mengirim sebuah pesan untuk kekasih tercintanya.
to : Kyungie~
Baguslah kalau begitu. Aku cemburu karena aku sayang sama kamu kyungie~!. Apa kau belum tidur sayang?
Setelah sebuah pesan masuk. Kai secepat kilat membukanya.
From : Kyungie~
Aku baru saja mau tidur Kai~ kau?
Kai agak kesal karena isi pesan itu berarti Kekasihnya sudah ingin memasuki alam mimpi miliknya.
To : Kyungie~
Yasudah tidur saja ya sayang~ ku juga mau tidur. Jaljaa~
Kai mengirim pesan tersebut. Taklama kemudian sebuah pesan masuk. Setelah membacaya Kai tersenyum dan membuat posisinya untuk tidur.
From : Kyungie~
Baiklah. Jalja Kai-ah~
The Wolf
"Suho-ah. Bukankah dia teman satu sekolahku?" Lay bertanya pada Suho.
"Ya sayang. Ia adalah seorang White Wolf. Ia membuat perjanjian denganku." Suho menjelaskan.
"Apa tentang Pecahan Kristal yang kau jaga itu Suho-ah?" Lay bertanya lagi.
"eum." Suho hanya bergumam.
"Kenapa kau harus peduli tentang itu Suho-ah. Kau menderita karena kristal bodoh itu. Untuk apa kau menjaganya? Apa kau lupa bahwa ayahmu meninggal akibat mempertahankan pecahan kristal tersebut?" Lay mengoceh panjang lebar.
"Sayang~ Ini sudah tugasku. Sudah secara turun temurun ini dilakukan. Seharusnya kau sebagai kekasihku, kau harus membantuku sayang~" Suho memeluk Lay. Lay hanya membalas pelukan dari Suho. Ia tak bisa berkata apa-apa. Memang itulah kenyataannya.
Mereka Kekasih? Ya. Mereka adalah kekasih. Tapi orang-orang mengira mereka adalah saudara. Karena sejak keil Lay dirawat oleh orang tua Suho. Mereka baru pindah dari beijing. Dan mereka telah menjalani hubungan itu semenjak orang tua Suho meninggal.
"Tapi. Apa kau yakin orang tadi tidak hanya mengincar kristal tersebut?" Lay mendongakkan keplanya.
"Kalau mereka hanya ingin mengincar kekuatan kristal tersebut. Ia pasti sudah mencurinya. Bukan membuat kesepakatan seperti tadi. Tapi aku tidak yakin dengan Black Wolf." Suho menggumam.
The Wolf
Luhan sedang terduduk di balkon rumahnya. Hening tanpa suara. Tenang. Sangat tenang. Namun tiba-tiba handponenya berdering setelah dilihat. Terdapat massage dari nomor yang tidak ia kenal.
From : 08xx-xxx-xxx
Bagaimana caraku membuatmu tertarik Luhanie~?
Luhan mengerutkan alisnya. Entah mengapa ia tidak mengabaikan massage tersebut. Ia membalasnya.
To : 08xx-xxx-xxx
Siapa kau? Aku tertarik dengan orang yang berani blak-blakan. Dan aku suka orang yang memiliki style yang menarik. Tidak membosankan.
Tak berapa lama Handponenya berdering lagi.
From : 08xx-xxx-xxx
Baiklah. Kita lihat besok. Luhanie~
Luhan kembali mengerutkan alisnya. Ia tidak membalas massage terakhir itu ia mengabaikannya.
"Dasar bocah. Apa yang bisa kau tunjukkan huh?" Luhan menggumam pelan sambil tersenyum meremehkan.
"Tanpa melakukan apapun. Kau sudah membuatku tertarik padamu Sehun-ah" Luhan melanjutkan dan tersenyum sambil menutup matanya. Menikmati keheningan malam.
—The Wolf—
Huaaa gimana? Ada yang kurang jelas kah? Silahkan review ne? Makasih buat yang udah polow, favorite, atau review ne? Mian kalo rada-rada nggak nyambung. Asal readers tau. Tiap chapter tuh gak pernah author tunda atu cicil. Tiap author mau update. Ya langsung author ketik. Kalo udah selesai ya author update. Apalagi sekarang author harus ngebagi feel buat KaiSoo dan HunHan.. hehe mian yaa author jadi curhat hehe. Oo iyaaa di chap ini ChenMin dan Sulay udah keluar kaan? Buat HunHan dan Taoris emang sengaja dibuat gantung. Pas klimaksnya nanti baru jelas. Bentar lagi klimaks dari ceritanya kok. Tapi gatau juga sih#plaak.. Lanjutin gak niih? #digampar readers.
