Gini yaaa author jelasin beberapa hal dulu. ChenMin bukan warewolf. Karena kemaren ada yang nanya couple ini. Author masukin deh. Makanya moment mereka yang paling so sweet. Sedangkan HunHan dan TaoRis saya buat gantung karena mereka termasuk pemeran utama. Sedangkan ChanBaek. Chanyeolnya memang whitewolf. Tapi baekhyunnya mereka nggak tau bagsa mereka masing-masing. Karena kalung yang mereka pake itu menyembunyikan aura Wolf milik mereka masing-masing. Oke deh sekian~
Balasan review kemaren~
Kang Hyun Yoo : iyaaa mereka pada musuhan. Ini udah dilanjut kok kak ^^
ajib4ff : sebenrnya bukan yang tarzan-tarzan. Tapi yang eunhyuk-eunhyuk(?) kan monyet pada suka gantungan di pohon#Digigiteunhyuk. Baek bukan wolf ^^. Kalo Layho itu mereka kekasih yang menjaga the Moon kristal. Gomawo doanyaa~
Brigitta Bukan Brigittiw : hehe saya emang sengaja buat mereka semesra mungkin. Karena chap selanjutnya mereka bakalan jarang muncul. Haha Lulu emang suka jual mahal. Sampe males saya beli sama lulu#lah? Apaan coba?
BBCnindy : #bighug# selamat datang readers baruuu~ sebenarnya gak ada istilah readers baru ato lama.. pertama-tama makassiiih udah mau baca fict abal gaje milik saya~. Iya ini udah dilanjut koook.^^
Jaylyn Rui : sengaja dibikin rumit. Serumit hairstyle milik sehun(?). mereka bukan vampir loh! Tapi kelelawar vampir#gubrak
kyeoptafadila : makasih udah bilang baguus~ jadi terharu nih#lap iler. Hehe author coba kuatin lagi nih di chap selanjutnya.
WulannS : tentang serigala yang baik dan yang jahat bakal dijelasin disini ya~ silahkan baca aja~
KaiSoo Fujoshi SNH : iya niih author sempat bingung mau gimana pas actionnya. Tapi dapet feel pas denger lagu wolf. Semoga aja yah feelnya bagus. Dan actionnya bagus~ dan semoga aja greget.
BunnyPoro : diatas udah dijelasin ya babe!
Regitata : akuh gak misahin KaiSoo koook. Soalnya ganahaaaaan :D tapi author nih sukanya buat cerita yang pisah dulu baru bersatu lagi. Kyk ff hunhan yang tengah di post juga. Hhehe
siscaMinstalove : ngapain terharu? Gak usah terharu! Langsung nangis aja!#plakk. Iyaaa orang yang dimaksud tuh Lay. Dia kekasih suhoo alias LayHo~. Hehe iyaaa pas bulan purnama nanti bakalan ada actionnya. Dan semoga aja greget~
Yuna K : kalo kamu manis saya apaan dooong? –"
Cast : KaiSoo and the other couple~~~.
Warning : OOC, YAOI, BL and Typo(s)
Dislaimer : Kai milik D.O, dan D.O milik saya#plakk.
Happy reading^^
Hari ini adalah hari sabtu. Hari dimana hanya akan ada kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah. Hari ini mereka ber-12 juga disuruh untuk datang ke sekolah untuk latihan.
Kai sedang berdiri di depan gerbang. Ia sedang menunggu kedatangan kekasih tercintanya D.O. tak lama kemudian ia melihat D.O datang bersama sehun. Saat D.O keluar ia pun langsung menghambur kearahnya.
"Pagi sayaaaaaang~"
"eum. Pagi." D.O udah senyam senyum malu.
Taklama Sehun pun keluar dari mobil sport hitamnya. Kai sudah hampir memekik melihat Sehun dengan style yang errr... ia benar-benar kalah kali ini.
"YA! Kau apakan rambutmu eoh?" Kai menunjuki rambut Sehun yang ia buat seperti pelangi. Alias warna-warni.
"Kau bodoh ya Kai? Tentu saja aku warnai" Sehun mentertawakan Kai.
"Hei! Kalau yang itu aku juga tau!" Kai kesal. Ia mengumpat beberapa kali pada Sehun.
"Kau iri ya? Karena Hairstyle milikku lebih keren eoh? Sebenarnya ini salah satu upaya untuk mendekati Luhan." Sehun merapikan rambutnya.
"EO? IRI KAU BILANG? LIHAT SAJA AKU AKAN MENGUBAH RAMBUTKU MENJADI LEBIH KEREN!" Kai benar-benar memekik. Sampai-sampai D.O harus memegang lengannya agar tidak menerjang Sehun saat itu juga.
"Okey. Aku tunggu" Sehun hanya memasang wajah datarnya dan berjalan meninggalkan Kai dan D.O.
"Lihat saja nanti. Aku pasti lebih keren! Apa-apaan dia? Karena Luhan? Oh tuhan! Dia pasti Gila" Kai mengomel ditempat.
"Sudahlah Kai. Itu haknya. Lagipula jika kau memang iri itu wajar kok" D.O mengerjapkan matanya lucu.
"Kyungie sayaaang~ pacarmu ini pasti jauh lebih keren darinya. Dan aku tidak iri padanya! Lihaat saja nanti pada saat pentas seni!" Kai mengepalkan tangannya.
"Sudahlah. Kita masuk saja sekarang." D.O berjalan duluan. Dan diikuti Kai dari belakang.
The Wolf
Sehun sedang berjalan di koridor sekolah. Namun terhenti saat melihat sesosok namja dengan rambut merah maroon yang sedang berdiri di taman belakang sekolah. Melihatnya Sehun pergi untuk menghampiri namja tersebut.
"Bagaimana sekarang?" Sehun duduk di kursi yang tepat berada di belakang namja tadi. Luhan. Luhan lah namja tersebut. Ia pun membalikkan wajahnya menatap Sehun.
Luhan tersenyum dan menundukkan wajahnya. Ia kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Sehun.
"Kenapa kau melakukan ini?" Luhan bertanya pelan. Untuk pertama kalinya Sehun mendengar Luhan berbicara tanpa nada keketusan di dalamnya.
"Menurutmu?" Sehun memancing Luhan.
"Kau hanya main-main. Kau tidak tau perasaanmu yang sebenarnya. Kau masih bocah." Luhan menjawab masih dengan posisi membelakangi Sehun.
.
.
Grep
Sehun memeluk Luhan dari belakang. Menghirup aroma tengkuk Luhan. Hangat. Luhan merasakan kehangatan menjalar di sekujur tubuhnya.
"Tidak hyung. Aku benar-benar mencintaimu. Sungguh! Apa kau butuh bukti? Atau kau memang tidak menyukaiku Luhan Hyung?" Sehun berbicara setengah berbisik di bahu Luhan.
Luhan hanya membatu dengan perlakuan Sehun. Ia tak tau harus menjawab apa. Sungguh. Ia berharap akan ada yang datang dan merusak semua ini. Namun kenyataannya pahit. Tak ada seorangpun yang melalui tempat itu.
"Lu?" Sehun mengangkat wajahnya dari bahu Luhan. Sekarang ia telah membalikkan tubuh Luhan untuk berhadapan dengannya.
"Coba kau tatap mataku. Apa aku terlihat main-main Lu?" Sehun menatap Luhan lekat-lekat.
Luhan menatap Sehun. Sungguh! Sekarang ia menggigit bibir bawahnya agar ia tak menangis sekarang. Ia takut ia menjalani jalan yang salah. Luhan masih ragu dengan Sehun.
"Kau menyebalkan!" Luhan memukul dada Sehun agak keras.
"Lu.." Sehun menangkup wajah Luhan.
"Jika memang kau tidak menyukaiku. Aku bisa menjauhimu." Sehun menatap Luhan sendu. Setelah itu ia menarik tangannya dari wajah cantik Luhan. Dan ia beranjak dari tempatnya.
"Kau benar-benar menyebalkan!" Luhan sedikit menekan perkataannya. Membuat Sehun berhenti dan membalikka tubuhnya untuk menatap Luhan.
"Kau menyebalkan OH SEHUN! Kau sudah membuatku tak bisa berhenti memikirkanmu!" Luhan memelankan suaranya. Namun Sehun masih bisa mendengar kalimat tersebut.
Sehun tersenyum sekarang. Tentu saja ia senang. Luhan secara tidak langsung telah menerima pernyataan cintanya. Ia kembali mendekati Luhan yang sudah menundukkan wajahnya.
"Lu. Aku akan membuatmu bahagia sayang~" Sehun memeluk Luhan.
"Aku hyungmu!" Luhan memukul dada Sehun pelan.
"Baiklah Lulu Hyung~" Sehun sedikit menekankan nada bicaranya.
Sekarang Sehun menatap Luhan lekat-lekat. Luhan yang awalnya menunduk pun mendongak karena merasa dipandangi. Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan dan.
.
.
.
Cup~
Sehun menempelkan bibirnya pada bibir Luhan. Luhan yang awalnya terkejut, sekarang telah menutup matanya. Ia menikmati sentuhan tersebut. Tak ada nafsu didalamnya. Hanya perasaan Cinta. Cinta yang tulus.
The Wolf
Di Aula. Sebagian dari mereka telah berkumpul disana. ChenMin yang sedang ber-lovey dovey, Lay yang sedang latihan sendiri, Kai yang gak mau lepas dari D.O, dan Baekhyun yang sedang merajuk dengan Chanyeol. Sedangkan para pelatih dan penanggung jawab sudah berkumpul. Mulai dari Eunhyuk, Yesung songsaengnim, Choi songsaengnim, dan Sungmin.
Sekarang Sehun dan Luhan memasuki Aula sekolah dengan berpegangan tangan. Kai yang pertama kali melihatnya hanya cengo dan menghentikan aktivitasnya. Disusul dengan Choi songsaengnim yang udah kayak fujo akut.
Sekarang HunHan sudah berhenti dan menatap satu sama lain.
"Kita pisah disini sayang~" Sehun mengecup kening Luhan sekilas dan pergi ke arah teman-temannya.
Adegan barusan sudah membuat Aula sepi. Terkejut. Sayang? Jadi mereka sudah jadian? Itulah pertanyaan yang berkelebat di pikiran mereka yang berada disana.
"Sehun-ah. Kau sudah pacaran dengan Luhan?" Baek menyambar duluan.
"eum" Sehun bergumam dan tanpa mengalihkan pandangannya pada Luhan yang berada di sebrang sana.
"UAAA! Gimana ceritanya?" Chanyeol ikutan nyosor.
Sehun menatap temannya dengan tatapan datarnya.
"aku tidak akan cerita pada kalian." Sehun mengalihkan pandangannya lagi.
"cih! Apa-apaan Luhan itu? Ckck" Kai menatap Luhan tajam.
"Kai-ah. Mulai sekarang jangan macam-macam kau dengan kekasihku. Atau aku akan mencabik-cabik dagingmu itu." Sehun menyeringai.
Kai hanya mengalihkan pandangannya malas. Sambil memutar bola matanya.
Setelah menunggu beberapa menit. Akhirnya latihan pun dimulai.
The Wolf
-skip-
Hari ini adalah hari dimana pentas seni akan diadakan. Pentas seni tersebut akan dimulai pukul 19:00 KST. Hari ini juga. Adalah hari dimana White Wolf akan menyerahkan pecahan Moon kristal pada Suho.
-Yunho house-
"Tepat setelah matahari terbenam." Yunho menatap semua yang berada disana.
Sehun, Tao, D.O, dan istrinya Jaejoong.
"aku tidak meminta bantuan dari yang lainnya karena kurasa itu akan merepotkan." Yunho melanjutkan.
"Jaejoong dan Tao harus pergi bersamaku. Dan Sehun, kurasa kau juga harus berangkat bersamaku." Yunho menatap Sehun.
"Baiklah." Sehun menjawab tegas.
"Aku kesekolah gapapa kan?" D.O menatap ayahnya.
"ne. Disana sudah ada yang akan menjagamu" Yunho menatap anaknya.
"Sehun. Pergi cari tau kemana Suho akan pergi petang nanti."
"Baiklah" Sehun pun pergi dari ruang tamu itu.
"Kita harus menyelesaikan ini semua sekarang"
-Hankyung house-
"Hankyung-ah! Aku tidak mau tau! Kristal tersebut harus kau dapatkan!"
"Tapi appa. Kita tidak tau kekuatan mereka sekarang."
" Aku tidak mau mendengar alasanmu!"
"Kris, Luhan, Jessica dan istrimu harus pergi petang nanti untuk mencegah mereka!"
"tapi, Jessica aku kirim untuk menjaga Kai di sekolah"
"Sooman ahjussi. Kenapa kau selalu seenakmu saja? Kau menyuruh kami sedangkan kau tidak pergi" Jessica menggerutu
"Kau jangan banyak bicara sicca!" Sooman membentaknya.
"Baiklah. Kita akan pergi nanti" Heechul bangkit dari duduknya.
"Apa aku juga harus ikut?" Kris bertanya pelan.
"tentu saja! Kau harus ikut!" sooman menyahut cepat.
The Wolf
18:45 KST.
Cuaca sedang mendung dan mengakibatkan cahaya bulan tidak sampai ke permukaan bumi. Mengakibatkan Kai, D.O dan Chanyeol tidak berubah menjadi wujud wolf mereka. Itu sebuah keuntungan karena mereka sedang berada di sekolah.
-Yunho house-
"Ia akan pergi ke pentas seni disekolah nanti. Ia akan menyaksikan penampilan dari saudaranya" Sehun melapor pada Yunho.
"Baiklah. Kita akan kesana" Yunho bangkit dari duduknya. Dan diikuti oleh Jaejoong dan Tao.
"Hunie~" To memnggil Sehun sebelum ia keluar.
"Eum?" Sehun menyahut.
"Pikiranku tidak enak" Tao berucap lirih.
"Sudahlah Tao. Mungkin kau hanya gugup" Sehun menenangkan Tao. Dan mereka pun pergi menuju 'Sky senior high school'.
The Wolf
-school-
Sekarang mereka yang ditempatkan untuk penampilan pembuka sedang beriap-siap dibelakang panggung. Mereka telah menggunakan Kostum gothic serba hitam. Karena mereka akan menampilkan lagu milik EXO-Wolf.
"Dimana Sehun?" Kai bertanya pada D.O.
"Dia ada keperluan, jadi posisinya digantikan oleh Taemin" D.O menjelaskan tanpa menatap kai. Ia gugup.
"Kurang ajar dia! Padahal aku ingin memperlihatkan Rambutku ini" Kai mengusap rambutnya yang telah dikepang-kepang.
Kai yang sadar tidak mendapat sahutan dari D.O pun mengalihkan pandangannya pada sang kekasih.
"Kau gugup eoh?" Kai bertanya.
"eum" D.O mengangguk.
"tenanglah. Tidak apa-apa" Kai mengelus surai hitam milik D.O.
The Wolf
Yunho, Jaejoong, Sehun, dan Tao dengan wujud srigalanya, saat ini sedang menuju ke sekolah D.O.
Namun, baru di tengah perjalanan mereka terhenti karena sesuatu yang berada dihadapan mereka saat ini. Black wolf. mereka sekarang berada tepat dihadapannya. sama-sama berwujud serigala. Namun beberapa detik kemudian mereka berubah wujud menjdi manusia dalam waktu yang bersamaan.
"Lu?"
"S-Sehun?" Luhan terbata.
"Duizhang?"
Kris yang berada tepat dihadapan Tao hanya menunduk.
"Yunho-ssi" Hankyung berkata penuh penekanan.
"Hankyung-ssi. sudah lama kita tidak bertemu."
"Ne. sudah sangat lama" Hankyung menyeringai
"Jaejoong-ah! kau semakin cantik ternyata"Heechul menatap Jaejoong.
"kau juga" Jaejoong menatap remeh kearah Heechul.
"Duizhang? apa-apaan ini?" Tao sedikit memekik.
"Jadi ini white wolf yang kau pintai informasi Kris-ah?" Hankyung menatap remeh kearah Tao.
"informasi? jadi kau menyisipkan mata-mata diantara kami?" Jaejoong setengah marah.
"hahah Ne! kalian kira kami berada disini berkat informasi dari siapa eoh?"
"Kurang ajar kau HANKYUNG!" Yunho sedikit memekik.
"Kau yang terlalu bodoh!"
"Aku tidak peduli. Dan kalian harus menyingkir sekarang!"
"Kami tidak mau!" Hankyung meremehkan.
Sejenak, Sehun, Tao dan Jaejoong menatap Yunho. Taklama mereka mengangguk seakan mengerti hanya dengan menatap Yunho. Dan Dengan seketika mereka berubah wujud menjadi serigala dan memisahkan diri alias berpencar. Tapi tidak dengan Yunho. Ia masih berdiri di hadapan Hankyung.
"Kalian Kejar mereka!" Hankyung memekik. Setelah pekikan tersebut. Luhan, Kris dan Heechul pun mengejar Sehun, Tao dan Jaejoong.
"Kenapa kau membuang waktumu disini eoh?" Yunho memulai percakapan diantara mereka.
"Kau pasti tau apa yang aku inginkan." Hankyung menatap Yunho tajam dengan manik biru miliknya.
"Kau mau menyerahkannya dengan baik-baik atau aku paksa eoh?" Hankyung melanjutkan.
"Aku tidak akan memberikannya bodoh!" Yunho berkata dengan nada suara yang agak inggi.
"Baiklah! Aku harus menggunakan cara kasar kalau begitu" Hankyung mengeuarkan taring dan kukunya dan siap menerjang Yunho.
"Baik! Kita lihat siapa yang akan menang nanti" Yunho menyeringai dan mengeluarkan mata merah menyalanya. Diikuti taring dan kukunya.
Jaejoong berhenti seketika saat melihat seekor serigala yang menghalanginya. Bersaaman mereka merubah wujud menjadi manusia. Heechul. Orang yang bermanik mata biru berada tepat di depan jaejoong saat ini. Jaejoong menyeringai.
"Kau masih cantik Jaejoong-ah" Heechul menyeringai.
"Kau juga. Tidak bisa dipungkiri bahwa kau semakin cantik Heechul-ah"
"Hahaha. Bagaimana kalau aku menggores wajahmu sedikit? Pasti akan sangat menarik!" Heechul mengeluarkan Taring dan kukunya.
Jaejoong yang awalnya sedikit menunduk. Mengangkat wajahnya dengan mata merah menyala dan taring yang telah menyertai seringainya.
"Sebelum kau melakukannya. Aku yang akan menggores wajah cantikmu Heechul-ah"
"Baby~"
Mendengar hal tersebut. Tao langsung merubah wujudnya dan berbalik kearah suara tersebut.
"Baby~ Maafkan aku. Aku tidak bermaksud sayang~ sungguh! Aku tidak berbohong dengan perasaanku padamu" Kris menunduk.
"Perasaan apa? Apa maksudmu? Apa kita pernah mengenal sebelumnya?"
.
.
Deg.
Kalimat terakhir benar-benar menghancurkan Kris.
"Baby~ apa maksudmu? Aku kekasihmu sayang~" Kris menatap sendu dengan manik birunya.
"Kau bukan kekasihku!" Tao memekik. Sedangkan Kris semakin memutih karena pucat.
"Kekasihku tidak akan pernah membohongiku! Dan jangan panggil aku seperti itu! Hanya Duizhang yang boleh memanggilku seperti itu!" Tao berteriak serak. Ia menggigit bibir bawahnya karena menahan tangisnya agar tidak pecah.
"Tao-ah~~. Maafkan aku. Aku mohon maafkan aku" Kris semakin menundukkan kepalanya karena bersalah.
"Kau tidak perlu minta maaf!" Tao mendongakkan kepalanya dengan manik mata merah miliknya yang berair.
"Saat ini kau adalah musuhku!" Tao mengeluarkan taring dan kukunya.
"Tao~" Kris panik melihat tao saat ini
Tao yang dipanggil seakan menulikan diri. Saat ini ia meringkuk dan seketika berubah menjadi seekor white wolf. Dan siap menerjang Kris.
"Lu~" Sehun menatap Luhan dihadapannya. Yang hanya berjarak beberapa meter.
"…"
Tak ada jawaban dari Luhan. Ia terdiam. Ia masih tak bisa percaya dengan keadaan ini. Ia kecewa1 ia menyesal! Benar-benar menyesal mengenal Sehun yang harus ia lawan sekarang. Ia masih berkutat dengan pikirannya yang benar-benar kacau.
.
.
.
Grep.
Sehun memeluk Luhan. Luhan sedikit terlonjak dengan keadaan itu. Ia tak mengira Sehun akan meakukannya pada saat dimana mereka berada di kubu berbeda. Luhan tak melawan. Ia menangis sekarang. Tak bisa ia tahan emosi itu. Sungguh! Bahkan ia terisak sekarang.
"Sudahlah lu~" Sehun mengelus surai Luhan.
"Kita pasti akan bersama. Akan aku pikirkan bagaimana kita bersama. Bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku untuk bersamamu. Aku akan melakukannya Lu~"
.
.
Luhan semakin terguncang. Nyawa? Yang benar saja. Jika ia tak melawan sehun saat ini. Bisa dipastikan ia dan sehun benar-benar akan dicabik oleh Sooman dan Hankyung.
Luhan memejamkan mata hitamnya. Dan berubah menjadi biru terang saat membukanya kembali. Ia mendorong tubuh Sehun agar menjauh darinya.
"Maafkan aku Sehun-ah. Kau tetaplah musuh saat ini bagiku" Luhan menatap Sehun lekat.
Luhan menahan sekuat tenaga Tangisan yang hendak keluar. Bahkan tubuhnya sedikit bergetar akibat itu. Sungguh ia tak sanggup melakukan ini. Ia sungguh mencintai oraang yang berada dihadapannya.
Sehun hanya membelalakkan matannya. Namun sedetik kemudian kembali sendu.
"Apapun yang kau lakukan padaku. Aku tidak akan melawan Lu~ aku terlalu mencintaimu."
Luhan semakin bergetar. 'Tuhan. Tolonglah aku saat ini' Luhan bergumam.
—TBC—
Akhirnya saya apdet. Maaf maaf semaaf maafnya karena gak sekilat kemaren. Soalnya notebook yang biasa dipake author buat ngetik dipake. Dan author sempat gak dapet feels karena kena marah sama ortu kemaren.
Kalo boleh sedikit curhat nih yaa.. Author kemaren kena marah habis-habisan karena keseringan nulis daripadaa belajar. Tapi coba deh readers pikir? Sekarang author udah selesai ulangan masih aja disuruh belajar? Apalagi kalo author ngelakuin sesuatu yang berhubungan dengan korea selaluuu aja dikritik. Gak bisa liat author bahagia kali ya?
Boro-boro ngegalauin konser. Dengerin lagu dirumah aaja susah. Kalo readers diposisi author gimana? stress kali ya? Author Cuma mau pengertiannya aja. Dan terimakasih ama readers yang udah mau baca. Review dan lain-lain.
TERIMA KASIH SEKALI AGI *bow
